cover
Contact Name
Syarifah Asyura
Contact Email
dppm@uui.ac.id
Phone
+6282367548500
Journal Mail Official
dppm@uui.ac.id
Editorial Address
Jln. Alue Naga. Kec. Syiah Kuala, Desa Tibang, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan
ISSN : 30314062     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat bidang Kesehatan (JPKMK)Â merupakan kumpulan tulisan ilmiah yang fokus pada kegiatan kontribusi dan pelayanan kepada masyarakat dalam konteks kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan menyebarkan informasi terkait upaya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, peneliti, dan praktisi lainnya.
Articles 218 Documents
EDUKASI PRAKTEK MENYIKAT GIGI PADA ANAK TK DI KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Nurdin Nurdin; Linda Suryani; Ida Fitria; Finaul Asyura; Henny Febriani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Edukasi praktek menyikat gigi di TK juga dapat menjadi sarana penting untuk mengajarkan anak-anak tentang peran makanan dalam menjaga kesehatan gigi. Anak-anak sering kali mengonsumsi makanan manis yang berpotensi menyebabkan karies. Melalui edukasi, mereka diajarkan untuk membatasi konsumsi makanan yang tinggi gula dan menjaga pola makan yang sehat untuk mendukung kesehatan gigi. Dengan upaya edukasi dan demontrasi menyikat gigi dapat membantu anak-anak usia TK memahami dan mempraktikkan teknik yang tepat secara langsung dan meningkatkan minat anak dalam merawat kebersihan gigi dan mulut, serta memperkuat kebiasaan menyikat gigi secara rutin. Tujuan Kegiatan : untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, khususnya anak-anak dan, tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut secara teratur. Program ini bertujuan untuk membangun kebiasaan menyikat gigi yang benar, mengajarkan teknik menyikat yang efektif, serta mendorong penggunaan pasta gigi berfluorida sebagai langkah pencegahan terhadap karies dan penyakit gusi. Metode Pengabdian : Peningkatan pengetahuan dan pendekatan yang efektif dan partisipatif. Hasil Kegiatan : Hasil pengabdian masyarakat terkait praktik menyikat gigi pada anak-anak TK menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan kebiasaan menjaga kesehatan gigi. Setelah diberikan edukasi dan demonstrasi menyikat gigi yang benar, 90% anak mampu memahami dan menjelaskan teknik yang tepat, dibandingkan dengan hanya 40% sebelum program dilaksanakan. Selain itu, kebiasaan menyikat gigi anak-anak juga mengalami perbaikan. Sebelumnya, sebagian besar hanya menyikat gigi satu kali sehari atau tidak teratur, namun setelah program, 85% anak melaporkan bahwa mereka mulai rutin menyikat gigi dua kali sehari. Observasi juga menunjukkan bahwa 80% anak mampu menerapkan teknik menyikat gigi yang lebih baik, termasuk membersihkan seluruh area gigi secara menyeluruh. Kata kunci : Menyikat, Gigi, Anak Background: Education on toothbrushing practices in kindergarten can also be an important means to teach children about the role of food in maintaining dental health. Children often consume sweet foods that have the potential to cause caries. Through education, they are taught to limit consumption of foods high in sugar and maintain a healthy diet to support dental health. With efforts to educate and demonstrate toothbrushing, it can help kindergarten children understand and practice the right techniques directly and increase children's interest in maintaining dental and oral hygiene, as well as strengthen the habit of brushing teeth regularly. Activity Objectives: to increase public awareness and knowledge, especially children and, about the importance of maintaining dental and oral health regularly. This program aims to build the habit of brushing teeth correctly, teach effective brushing techniques, and encourage the use of fluoride toothpaste as a preventive measure against caries and gum disease. Community Service Method: Increase knowledge and an effective and participatory approach. Activity Results: The results of community service related to toothbrushing practices in kindergarten children showed a significant increase in knowledge and habits of maintaining dental health. After being given education and demonstration on proper tooth brushing, 90% of children were able to understand and explain the proper technique, compared to only 40% before the program was implemented. In addition, children's tooth brushing habits also improved. Previously, most only brushed their teeth once a day or irregularly, but after the program, 85% of children reported that they started to routinely brush their teeth twice a day. Observations also showed that 80% of children were able to apply better tooth brushing techniques, including cleaning all areas of the teeth thoroughly.Keywords: Brushing, Teeth, Children
PENINGKATAN PEMAHAMAN KADER TENTANG PEMANFAATAN POSBINDU-PENYAKIT TIDAK MENULAR DI DESA DILIB BUKTI KECAMATAN SUKA MAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR Evi Kurniawati; Roza Aryani; Afriana Afriana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bidan merupakan tenaga kesehatan yang sangat penting, karena kedudukannya sebagai ujung tombak dalam upaya peningkatan sumber daya manusia. Dikomunitas, bidan dituntut mampu memberikan pelayanan yang bersifat individual maupun kelompok. Terdapat beberapa masalah kebidanan kelompok maupun individual yaitu ibu hamil yang tidak rutin memeriksakan kehamilannya, bayi yang belum lengkap imunisasinya, PUS yang tidak menggunakan KB serta Lansia yang menderita penyakit hipertensi, asam urat dan lain-lain.Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pemahaman kader tentang pemanfaatan posbindu-PTM di Desa Dilib Bukti Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar tahun 2022.Kata Kunci : Pemahaman, Kader, Posbindu-PTM.Midwives are very important health workers, because of their position as the spearhead in efforts to increase human resources. In the community, midwives are required to be able to provide individual and group services. There are several problems in group and individual midwifery, namely pregnant women who do not routinely check their pregnancy, infants who have not been fully immunized, PUS who do not use family planning and the elderly who suffer from hypertension, gout and others. Posbindu-PTM in Dilib Village Evidence Sukamakmur District, Aceh Besar District in 2022.Keywords: Understanding, Cadre, Posbindu-PTM 
Sosialisasi Jaminan Kesehatan Kepada Pengawas Lapangan di UPTD Pengolahan Sampah dan TPA Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai Fahmi Syahpreza Tarigan; Syahrul’an Syahrul’an; Erni Susilawati; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Sosialisasi tentang asuransi jaminan kesehatan di Indonesia kepada pengawas lapangan di UPTD Pengolahan Sampah & TPA Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai berfokus pada upaya memperkenalkan jenis – jenis asuransi kesehatan yang ada di Indonesia seperti asuransi swasta dan pemerintah yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan serta fasilitas dan cara penggunaannya begitu juga dengan premi dan langkah pelayanan yang didapatkan. Tujuan Kegiatan : untuk menambah pengetahuan pekerja tentang perbedaan layanan asuransi kesehatan karena saat ini sedang marak kasus seseorang yang menganggap rendah pengguna asuransi kesehatan milik pemerintah yaitu  BPJS Kesehatan dibandingkan pengguna asuransi swasta. Hasil Kegiatan : Dalam Sosialisasi ini telat tercapai target meningkatkan pengetahuan terhadap perbedaan asuransi swasta dan pemerintah dimana diharapkan para pengawas dapat memberikan pemahaman juga kepada para pekerja di lapangan tentang perbedaan layanan asuransi pemerintah dan swasta.  
PROGRAM PELAKSANAAN SANITASI LINGKUNGAN DAN POLA MAKAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI GAMPONG KEUNEU EU PEUKAN BADA ACEH BESAR TAHUN 2022 Rahmayani Rahmayani; Raudhatun Nuzul ZA; Sri Rosita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi yang harus segera di tuntaskan di Indonesia agar menghasilkan generasi cerdas dan berkualitas. Stunting sering dijumpai pada anak usia 12-36 bulan, anak yang mengalami stunting pada masa ini cenderung akan sulit mencapai tinggi badan yang optimal pada periode selanjutnya. Stunting atau kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi ternyata bisa dipulihkan dengan daun kelor. Daun kelor ternyata memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ibu hamil, ibu menyusui dan khususnya pada anak dalam masa pertumbuhan. Beberapa permasalahan diatas merupakan factor risiko terjadinya stunting pada balita yaitu sanitasi yang buruk, imunisasi yang tidak lengkap dan pola makan. Untuk mencegah terjadinya stunting tidak memerlukan biaya mahal dalam mencukupkan gizi keluarga. Banyak sumber makanan atau kudapan yang bisa diperoleh untuk memperbaiki gizi anak, salah satunya yaitu daun kelor (Moringa Oleifera) atau dalam Bahasa Aceh disebut “On Murong (daun Murong)”. Daun kelor memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, ibu hamil, ibu menyusui dan khususnya pada anak dalam masa pertumbuhan. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat desa Keuneu Eu. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah para kader, Ibu PKK dan Ibu rumah tangga berjumlah 30 orang yang dilaksanakan pada hari tanggal 18 November 2022. Hasil yang diperoleh adalah para kader dan Ibu rumah tangga memahami tentang stunting, pencegahannya serta cara mengolah makanan dari daun kelor, sehingga masyarakat dapat melakukan pencegahan stunting pada anak dengan mengolah daun kelor menjadi makanan yang disukai oleh anak-anak.Kata Kunci: Stunting, Daun Kelor, Pola Makan, LingkunganStunting is a nutritional problem that must be resolved in Indonesia in order to produce a smart and quality generation. Stunting is often found in children aged 12-36 months, children who are stunted at this time tend to have difficulty achieving optimal height in the following period. Stunting or a condition where the body and brain fail to grow in children due to malnutrition can actually be restored with Moringa leaves. Moringa leaves actually have a myriad of benefits for the health of the human body, pregnant women, nursing mothers and especially for children in their infancy. Some of the problems above are risk factors for stunting in toddlers, namely poor sanitation, incomplete immunization and diet. To prevent stunting does not require expensive costs in providing adequate family nutrition. There are many sources of food or snacks that can be obtained to improve children's nutrition, one of which is Moringa leaves (Moringa Oleifera) or in Acehnese it is called "On Murong (Murong leaf)". Moringa leaves have a myriad of benefits for the health of the human body, pregnant women, nursing mothers and especially for children who are growing up. The community service method is carried out by providing counseling and education to the Keuneu Eu village community. Participants who took part in this activity were cadres, PKK mothers and housewives totaling 30 people which was carried out on November 18 2022. The results obtained were that the cadres and housewives understood stunting, its prevention and how to process food from Moringa leaves, so that people can prevent stunting in children by processing Moringa leaves into food that children like Keywords: Stunting, Moringa Leaves, Diet, Environment
EDUKASI KESEHATAN TENTANG MANFAAT TANAMAN HERBAL UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PADA IBU PASCA BERSALIN Eva Rosdiana; Mutiawati Mutiawati; Rulia Meilina; Fauziah Andika; Finaul Asyura; Febri Yusnanda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMasa nifas merupakan masa pemulihan pada ibu pasca persalinan. Masa nifas merupakan masa yang rentan karena organ reproduksi mengalami luka saat proses persalinan, sehingga dibutuhkan perawatan yang khusus agar luka persalinan dapat kembali pulih secara optimal. Salah satu perawatan  luka pasca bersalin yang menjadi tradisi di Aceh adalah penggunaan obat herbal sebagai jamu yang dikonsumsi pada masa nifas.  Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan ke pada ibu nifas tentang pemanfaatan tanaman herbal untuk penyembuhan luka pada ibu pasca bersalin. Kegiatan ini di laksanakan pada tanggal 03 Desember 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang terdiri dari perangkat desa, kader posyandu, dan ibu nifas. Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan sukses dan mendapatkan perhatian yang baik dari seluruh peserta sekaligus mendapatkan apresiasi dari perangkat desa. Kesimpulannya pelaksanaan edukasi kesehatan ini dapat memberikan tambahan pengetahuan ke pada peserta dan meningkatkan minat peserta untuk menggunakan bahan-bahan herbal sebagai obat tradisional untuk penyembuhan luka pasca persalinan.  
PELATIHAN KADER KESEHATAN GIGI DALAM MENINGKATKAN STATUS KESEHATAN GIGI DAN MULUT PASCA PANDEMI COVID-19 DI KECAMATAN MEUKEK KABUPATEN ACEH SELATAN Wirza Wirza; Henny Febriani; Amiruddin Amiruddin; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan Kader kesehatan gigi dalam meningkatkan status kesehatan gigi dan mulut pasca pandemi covid-19 pada kader dapat menumbuhkan komitmen dari kalangan masyarakat dalam pelaksaan keselamatan pasien dan pengendalian infeksi yang sama sekali tidak boleh di abaikan. Kader kesehatan sebagai ujung tombak masyarakat perlu membekali diri dengan pengetahuan dan membantu upaya peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal Kader ini harus di berikan penyeluhan /diklat yang berksimbungan dan terprogram. Selain sebagai pelaksaan rutin kader juga bertugas memberikan penyeluhan terkait dengan kesehatan ibu dan anak. Oleh karena itu, kader harus mengusai berbagai tehnik keterampilan dan pengetahuan. Dalam kegiatan ini di lakukan pelatihan pada kader dengan harapan kader dapat mentransfer pengetahuan yang di terima untuk di sampaikan kembali pada masyarakat terutama pada kelompok resiko tinggi penyakit gigi dan mulut. Kegiatan yang di lakukan lebih di arahkan pada pelayanan promotif, preventif yang di lakukan pada upaya kesehatan berbasis masyarakat, yang merupakan suatu bentuk kegiatan yang peran serta nya masyarakat di bidang kesehatan yang di kelola oleh kader dengan sasaran seluruh masyarakat. Metode yang di gunakan dalam pelatihan ini yaitu dengan pemberian kegitan pelatihan-pelatihan untuk peningkatan skill kader posyandu disertai dengan mengadakan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan adanya peningkatan yang signifikan sesudah dilaksanakan pelatihan kader di kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Dari hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh TIM pelaksana maka dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan terhadap materi kesehatan gigi dan mulut, keterampilan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dan Pelatihan menyikat gigi dengan tehknik yang baik dan benar. Kata kunci: dental health Education, Tooth brushing technique  Training dental health cadres in improving the status of dental and oral health after the Covid-19 pandemic among cadres can foster commitment from the community in implementing patient safety and infection control which must not be ignored. Health cadres as the spearhead of society need to equip themselves with knowledge and help efforts to increase the level of optimal dental and oral health. These cadres must be provided with ongoing and programmed counseling/training. Apart from carrying out routine activities, cadres are also tasked with providing counseling related to maternal and child health. Therefore, cadres must master various technical skills and knowledge. In this activity, training is carried out for cadres with the hope that cadres can transfer the knowledge they receive to be conveyed back to the community, especially in groups at high risk of dental and oral diseases. The activities carried out are more directed at promotional and preventive services carried out in community-based health efforts, which are a form of activity in which community participation in the health sector is managed by cadres targeting the entire community. The method used in this training is by providing training activities to improve the skills of posyandu cadres accompanied by holding outreach activities to the community. The results of community service activities carried out showed a significant increase after cadre training was carried out in Meukek sub-district, South Aceh Regency. From the results of the community service carried out by the implementing TEAM, it can be concluded that there has been an increase in knowledge of dental and oral health materials, dental and oral health education skills and training in brushing teeth using good and correct techniques. Keywords: dental health education, tooth brushing technique
GERAKAN GAMPONG SIAGA DBD: PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT LUTUENG Finaul Asyura; Siti Samaniyah; Chairanisa Anwar; Ulfa Husna Dhirah; Rahmad Akbar; Rouzatun Nisa; Syarifah Asyura; Nurdin Nurdin; Ratna Wilis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai daerah, termasuk Gampong Lutueng, Kabupaten Pidie, yang berpotensi mengalami peningkatan kasus akibat rendahnya kesiapsiagaan dan perilaku pencegahan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesiapsiagaan masyarakat melalui program “Gerakan Gampong Siaga DBD.” Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan, pelatihan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) berbasis keluarga, pembentukan kader gampong siaga, serta simulasi penanganan dini kasus DBD. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan kesiapsiagaan warga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman masyarakat mengenai penyebab, penularan, dan pencegahan DBD; perubahan sikap menuju perilaku hidup bersih; serta peningkatan kesiapsiagaan keluarga dalam melakukan deteksi dini dan tindakan PSN 3M Plus. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian DBD secara berkelanjutan di tingkat gampong.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Pentingya Pemberian Imunisasi Lanjutan/ Booster (DPT-HB-Hib dan Campak) pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Leupung Kabupaten Aceh Besar Faradilla Safitri; Fauziah Andika; Cut Asiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract           Toddler is a general term for children aged 1-3 years (toddler) and preschool children (3-5 years). When the child is toddlers, begin to be given further immunization or booster immunization. Advanced immunization is a repeat of basic immunization to maintain the level of immunity and to extend the optimal protection period from further immunization and this is only obtained if the child has received complete basic immunization. About 1.5 million children in the world die each year because of diseases that can be prevented by immunization. The coverage of children under five who received further immunization / booster (DPT-HB-Hib and measles) in 2019 is 75.95%. This figure has met the 2019 Strategic Plan target of 70%. However, 50% of the provinces are still unable to achieve the target. One of the provinces with the lowest coverage is Aceh (26.91%). Puskesmas Leupung is one of the health centers in Aceh Besar District, based on 2019 data, the coverage of advanced immunization is still below UCI standards (below 80%).          Community Service Activities are a form of the contribution of Ubudiyah Faculty of Health Sciences lecturers in the implementation of higher education tridharma. This activity is also expected to improve health status. The service that has been carried out in this activity is in the form of health counseling with the theme "The Importance of Provision of Advanced Immunization / Booster (DPT-HB-Hib and Measles) to Toddlers". This health counseling was carried out in the work area of the Leupung Puskesmas, Aceh Besar District, which consists of 3 posyandu points, namely in Pulot Village on Thursday, July 16 2020, Deah Mamplam Village on Tuesday, July 21 2020 and in Meunasah Mesjid Village on Friday, 24 July 2020, which was held at 10.00 WIB until completion, the total number of mothers who attended this health counseling time was 46 people. The implementation of this health education is in collaboration with the Leupung Health Center, Aceh Besar District. Keywords: toodler, Advanced immunization/ booster
PENYULUHAN PEMAHAMAN TENTANG EDUKASI KESEHATAN TENTANG CARA PENGGUNAAN OBAT SECARA TEPAT DI SMKN 8 LHOKSEUMAWE Marniati Marniati; Fauziah Andika; Rulia Meilina; Muhammad Afrizal; Nurul Anjelini
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan siswa/siswi mengenai dunia kesehatan, terutama obat masih sangat terbatas, padahal obat merupakan bahan yang mudah kita temukan di sekitar kita. Obat harus selalu digunakan secara benar agar memberikan manfaat klinik yang optimal. Pada kegiatan ini dilakukan penyuluhan tentang penggunaan obat yang baik dan benar di SMKN 8 Lhokseumawe dimana akan diberikan penjelasan tentang obat. Penggunaan obat semakin banyak belum didukung pengetahuan siswa/siswi mengenai cara konsumsi hingga pembuangan limbah obat yang baik dan aman bagi lingkungan. Memberikan informasi yang benar penggunaan obat menjadi kebutuhan siswa/siswi maupun masyarakat agar terhindar dari dampak buruk kesehatan diri maupun lingkungan. Metode yang dipakai dalam mencapai tujuan tersebut adalah kegiatan sosialisasi atau penyuluhan kepada siswa/siswi SMKN 8 Lhokseumawe. Pada kegiatan penyuluhan tentang cara penggunaan obat yang baik dan benar akan membahas materi yang disosialisasikan yaitu penjelasan definisi umum obat dan penggunaannya, Kemudian penjelasan obat generic,obat paten,obat tradisional, dan obat bermerek.Kata Kunci : Rasional, pengetahuan, obatStudents' knowledge about the world of health, especially medicine, is still very limited, even though medicine is an ingredient that we can easily find around us. Medicines must always be used correctly to provide optimal clinical benefits. In this activity, counseling is carried out about the proper and correct use of medicines at SMKN 8 Lhokseumawe where an explanation about medicines will be given. The increasing use of drugs is not supported by students' knowledge regarding how to consume and dispose of drug waste properly and safely for the environment. Providing correct information on drug use is a necessity for students and the community to avoid negative impacts on personal health and the environment. The method used to achieve this goal is socialization or counseling activities for students of SMKN 8 Lhokseumawe. In counseling activities on how to use medicines properly and correctly, the material that will be socialized will be discussed, namely an explanation of the general definition of medicines and their use, then an explanation of generic medicines, patent medicines, traditional medicines and branded medicines.Keywords: Rational, knowledge, drug
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU TENTANG KUNJUNGAN MASA NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM BANDA ACEH Faradilla Safitri; Asmaul Husna; Nuzulul Rahmi; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas ini menjadi masa yang paling rentan bagi ibu dikarenakan penyumbang kematian ibu yang paling besar dalam masa nifas. Para ibu nifas menjadi enggan ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya karena takut tertular virus covid-19, kunjungan nifas di rumah tidak bisa dilakukan secara maksimal, dikarenakan sesuai dengan peraturan bidan menunda melakukan kunjungan rumah untuk menghindari penyebaran virus covid-19. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia ini dilakukan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yaitu masih ada ibu nifas yang tidak melakukan dan tidak mendapatkan pelayanan masa nifas secara lengkap. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan dari tanggal 20-23 Desember 2021. Ketua dan anggota pelaksana kegiatan memberikan edukasi kepada para ibu secara dor to dor (dari rumah ke rumah), dan media yang digunakan berupa brosur. Hasil yang diperoleh adalah para ibu dan keluarga memahami tentang pentingnya melakukan kunjungan masa nifas untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan anak sehingga ibu dan keluaga akan melakukan kunjungan masa nifas ke tempat pelayanan kesehatan.Kata Kunci : Kunjungan masa nifas, pandemi covid-19. The postpartum period is the most vulnerable period for mothers because it is the largest contributor to maternal mortality during the postpartum period. Postpartum mothers are reluctant to go to the Puskesmas or other health facilities for fear of contracting the Covid-19 virus, postpartum visits at home cannot be carried out optimally, because according to regulations, midwives postpone home visits to avoid the spread of the Covid-19 virus. This community service carried out by a Lecturer of the Faculty of Health Sciences, Ubudiyah University, Indonesia, was carried out based on the results of research that had been carried out previously, namely that there were still postpartum mothers who did not do and did not receive complete postpartum services. This community service activity has been carried out from December 20-23, 2021. The chairperson and members of the implementing activities provide education to mothers door-to-door (from house to house), and the media used is in the form of brochures. The results obtained are that mothers and families understand the importance of conducting postpartum visits to monitor the health conditions of mothers and children so that mothers and families will make postpartum visits to health care facilities.Keywords: Postpartum visit, covid-19 pandemic.