cover
Contact Name
Syarifah Asyura
Contact Email
dppm@uui.ac.id
Phone
+6282367548500
Journal Mail Official
dppm@uui.ac.id
Editorial Address
Jln. Alue Naga. Kec. Syiah Kuala, Desa Tibang, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan
ISSN : 30314062     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat bidang Kesehatan (JPKMK)Â merupakan kumpulan tulisan ilmiah yang fokus pada kegiatan kontribusi dan pelayanan kepada masyarakat dalam konteks kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan menyebarkan informasi terkait upaya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, peneliti, dan praktisi lainnya.
Articles 218 Documents
KEGIATAN PROMOTIF DAN PREVENTIF PENYEBARAN COVID-19 PADA SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) CINTA MANDIRI, KOTA LHOKSUMAWE Teuku Ilhami Surya Akbar; Juwita Sahputri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Tatanan kehidupan baru “new normal” menjadi strategi pemerintah Indonesia guna mengatasi kesulitan ekonomi saat ini. Super market yang awalnya ditutup sudah mulai dibuka, tempat ibadah yang sempat ditutup juga mulai dibuka, dan sekolah yang dulunya sistem pembelajaran dilaksanakan dirumah secara daring (online) perlahan di longgarkan. Sekolah luar biasa (SLB) merupakan suatu sekolah bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sekolah ini terkadang tidak tersentuh oleh pemerintah untuk pemberian edukasi dan persiapan guna menghadapi tatanan kehidupan baru.  Pelonggaran atau pemberlakuan tatanan kehidupan baru ini berdampak bila tidak dilakukan strategi yang baik terhadap pencegahan penyebaran Covid-19 pada sekolah khusnya SLB. Tujuan kegiatan ini untuk mencegah munculnya cluster baru, penyebaran COVID-19 di SLB Cinta Mandiri dan meningkatkan pemahaman, kewaspadaan dalam menghadapi COVID-19 dan tatanan kehidupan baru (New Normal). Metode penyelesaian permasalahan dengan pemberian edukasi, persiapan protokol kesehatan mengenai cara pencegahan penyebaran Covid-19, penerapan standar protokol WHO dan menginisiasi tersedianya sarana dan prasarana kesehatan berupa alat pemeriksaan suhu, jarak minimal 1 meter, pemakai masker dan tempat mencuci tangan. Hasil dan luaran dari kegiatan pengabdian ini yaitu adanya pemahaman terkait pencegahan penyebaran Covid-19 , tersedianya protokol kesehatan dan adanya sarana-prasarana penunjang pelayanan kesehatan yang digunakan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 pada peserta didik SLB.Kata Kunci : Covid-19,tatanan kehidupan baru, protokol Covid-19 Background: The new "new normal" life order is the Indonesian government's strategy to overcome the current economic difficulties. Super markets that were originally closed have begun to open, places of worship that were closed have also begun to open, and schools that used to be home-based learning systems (online) are slowly being relaxed. Special school (SLB) is a school for children with special needs. This school is sometimes not touched by the government for providing education and preparation to face the new order of life. The easing or implementation of this new life order will have an impact if a good strategy is not implemented to prevent the spread of Covid-19 in schools, especially SLB. The purpose of this activity is to prevent the emergence of new clusters, the spread of COVID-19 at the Cinta Mandiri Special School and to increase understanding, vigilance in dealing with COVID-19 and the new order of life (New Normal). The method of solving problems is by providing education, preparing health protocols on how to prevent the spread of Covid-19, implementing the WHO protocol standard and initiating the availability of health facilities and infrastructure in the form of temperature checks, a minimum distance of 1 meter, wearing masks and washing hands. The results and outputs of this service activity are an understanding of preventing the spread of Covid-19, the availability of health protocols and the existence of supporting facilities for health services used to prevent the spread of Covid-19 in SLB students.Keywords: Covid-19, new order of life, Covid-19 protocol 
ANALISIS SENTIMEN DAN PERILAKU PENGGUNA MEDIA SOSIAL TERHADAP ISU KESEHATAN MENTAL MENGGUNAKAN METODE NATURAL LANGUAGE PROCESSING (NLP) Derita Perhatian
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen dan perilaku pengguna media sosial terhadap isu kesehatan mental di Desa Bukit Mbakhu, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Data media sosial dikumpulkan dan dianalisis menggunakan metode Natural Language Processing (NLP), termasuk analisis sentimen dan topic modeling. Data kualitatif dari wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) digunakan untuk memvalidasi dan memperkaya temuan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen negatif terhadap isu kesehatan mental lebih dominan dibandingkan sentimen positif, dengan isu stigma, kurangnya akses terhadap layanan kesehatan mental, dan pengaruh faktor sosial ekonomi menjadi perhatian utama. Pengguna media sosial juga menunjukkan pola perilaku tertentu dalam berinteraksi dengan konten terkait kesehatan mental. 
PROMOSI KESEHATAN MELALUI MEDIA MASSA UB ONTV DENGAN TEMA “CEGAH INFEKSI MENULAR SEKSUAL DENGAN SAY NO TO FREE SEKS” Eva Rosdiana; Nana Afridayanti; Mira Abdullah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit infeksi menular yang terjadi akibat penularan virus, bakteri dan jamur melalui hubungan seksual yang dilakukan oleh pasangan yang bukan suami istri. Penyakit ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual baik secara anal maupun oral, baik sesama jenis maupun berlawanan jenis. Dewasa ini penyakit IMS semakin merebak di masyarakat khususnya kalangan remaja. Sebagian besar remaja telah terlibat dalam pergaulan bebas yang menjerat mereka ke dalam infeksi menular seksual. Pergaulan bebas sendiri bermakna menjalin hubungan pertemanan antara lawan jenis secara bebas tanpa mematuhi norma dan aturan agama. Pergaulan bebas merupakan tindakan yang menyimpang dan melewati batas, karena pergaulan bebas merupakan pintu masuk ke dalam perilaku seks bebas pada remaja yang menyebabkan sebagian besar remaja menderita penyakit IMS. Perilaku seks bebas sendiri adalah perilaku seksual yang di lakukan karena adanya dorongan hasrat dan nafsu seksual baik sesama jenis maupun lawan jenis yang dilakukan pada pasangan yang belum memiliki ikatan nikah secara sah. Bentuk-bentuk dari perilaku ini dapat beraneka ragam dimulai dari tingkatan paling rendah seperti berciuman, berpelukan hingga ketingkatan paling tinggi yaitu melakukan hubungan layaknya suami istri.  Perilaku seks bebas selain memberikan dampak psikologis pada remaja ternyata juga memberikan dampak fisik yang sangat berbahaya bagi kesehatan remaja yaitu penyakit IMS. Adapun jenis penyakit IMS yang dapat ditularkan melalui perilaku seks bebas diantaranya penyakit gonorhoe, sifilis, kandiloma akuminata, klamidia, kutil kelamin, infeksi jamur (candida), herpes simplex, hepatitis B bahkan yang lebih berbahaya lagi yaitu HIV-AIDS. Upaya yang dilakukan agar tidak terjadinya Infeksi Menular Seksual (IMS) maka satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah dengan tidak melakukan perilaku seks bebas. Namun yang menjadi tantangan saat ini adalah apakah kita mampu untuk menghindari diri agar tidak terjerumus ke dalam perilaku seks bebas. Salah satu cara yang bisa dilakukan agar generasi bangsa dapat terhindar dari perilaku seks bebas adalah dengan memberikan pendidikan dan penyulusan kesehatan tentang bahaya seks bebas. Untuk itu perlu dilakukan promosi kesehatan kepada masyarakat khususnya remaja agar dapat mencegah penyakit IMS dengan tidak melakukan perilaku seks secara bebas serta menghindari pergaulan bebas pada remaja.  Kata Kunci : Infeksi Menular Seksual, Promosi Kesehatan, Pergaulan bebasSexually Transmitted Infections (STIs) are infectious infectious diseases that occur due to transmission of viruses, bacteria and fungi through sexual intercourse by non-husband and wife partners. This disease can be transmitted through oral and anal intercourse, both same-sex and opposite-sex. Currently, STIs are increasingly spreading in society, especially among teenagers. Most of the teens have engaged in promiscuity that ensnares them into sexually transmitted infections. Promiscuity itself means establishing friendships between the opposite sex freely without complying with religious norms and rules. Promiscuity is an act that deviates and crosses boundaries, because promiscuity is the entrance to free sex behavior in adolescents which causes most teenagers to suffer from STIs. Free sex behavior itself is sexual behavior that is carried out because of the encouragement of sexual desire and lust both of the same sex and the opposite sex which is carried out on couples who do not have a legal marriage bond. The forms of this behavior can vary starting from the lowest level such as kissing, hugging to the highest level of having relationships like husband and wife. Free sex behavior in addition to having a psychological impact on adolescents, it also has a very dangerous physical impact on adolescent health, namely STDs. The types of STIs that can be transmitted through free sex include gonorrhea, syphilis, candidoma acuminata, chlamydia, genital warts, fungal infections (candida), herpes simplex, hepatitis B and even more dangerous, namely HIV-AIDS. Efforts are being made to prevent Sexually Transmitted Infections (STIs) from occurring, the only way that can be done is not to engage in free sex. But the challenge now is whether we are able to avoid ourselves so as not to fall into free sex behavior. One way that can be done so that the nation's generation can avoid free sex behavior is to provide education and health counseling about the dangers of free sex. For this reason, it is necessary to promote health to the community, especially adolescents so that they can prevent STIs by not engaging in sexual behavior freely and avoiding promiscuity in adolescents.Keywords: Sexually Transmitted Infections, Health Promotion, Promiscuity
MEMBANGUN GENERASI CERDAS DAN SEHAT MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA NEGERI 1 KRUENG BARONA JAYA Fauziah Andika; Asmaul Husna; Ulfa Husna Dhirah; Finaul Asyura; Rahmat Akbar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia yang perlu diketahui sejak usia remaja. Di Indonesia, banyak remaja menghadapi tantangan besar terkait kesehatan reproduksi, antara lain rendahnya akses terhadap informasi yang benar, norma budaya yang menganggap pembicaraan tentang seksualitas sebagai hal tabu, serta minimnya pendidikan formal yang membahas isu ini secara menyeluruh. Hal ini menyebabkan remaja cenderung mencari informasi dari sumber yang tidak kredibel, seperti media sosial atau teman sebaya, yang berpotensi menyesatkan dan meningkatkan risiko terhadap perilaku seksual yang tidak sehat, kehamilan di luar nikah, serta penularan infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV/AIDSKegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 14 April 2025 dengan jumlah peserta 30 orang siswa dan siswi di SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap positif siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak usia remaja. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang dilakukan, tampak adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan, khususnya terkait dengan fungsi organ reproduksi, perubahan fisik dan emosional saat pubertas, pentingnya menjaga kebersihan alat reproduksi, serta upaya pencegahan terhadap risiko penyakit menular seksual. Kata Kunci : Kesehatan Reproduksi, Pengetahuan, Penyakit Menular Seksual
PENDIDIKAN KESEHATAN KEBERSIHAN MENSTRUASI REMAJA PUTRI DI SMAS BABUL MAGHFIRAH KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja memiliki fase tumbuh kembang dimasak anak-anak ke dewasa yang mana seorang individu akan lebih sering mengalami perubahan dari aspek biologis, psikologis maupun sosialnya. erubahnya fisik lebih sering nampak saat seorang remaja mulai masuk usia 9-15 tahun, di usianya ini remaja bukan semata-mata tumbuh menjadi tinggi ataupun besar saja, ada terdapat beberapa hal yang berubah dari aspek fisik misalnya menstruasi yang dialami oleh Wanita. Ketika mengabaikan kebersihan ketika menstruasi dapat menimbulkan persoalan medis reproduksi, seperti saluran reproduksi yang terinfeksi, saluran kemih yang terinfeksi, infeksi jamur, bahkan meningkatnya resiko kanker serviks. Tujuan pendidikan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para remaja putri mengenai kebersihan diri pada masa menstruasi . Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan 17 Juni 2023 di SMAS Babul Maghfirah Kabuapten Aceh Besar dengan peserta siswi kelas I, II dan III yang hadir pada hari kegiatan penyuluhan. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia. Kata kunci : pendidikan kesehatan, kebersihan menstruasi, remajaAdolescence has a phase of growth and development from childhood to adulthood where an individual will more often experience changes from biological, psychological and social aspects. Physical changes are more often seen when a teenager starts to enter the age of 9-15 years, at this age adolescents not only grow tall or big, there are several things that change from physical aspects such as menstruation experienced by women. When ignoring hygiene during menstruation can cause reproductive medical problems, such as infected reproductive tract, infected urinary tract, fungal infections, and even increased risk of cervical cancer. The purpose of this health education is to increase the knowledge and awareness of adolescent girls about personal hygiene during menstruation. The implementation of this counseling activity was carried out on June 17, 2023 at Babul Maghfirah High School, Aceh Besar Regency with participants from class I, II and III students who were present on the day of the counseling activity. This health education activity involves the active role of students of the Faculty of Health Sciences, Ubudiyah University of Indonesia. After health education, adolescent girls feel that their knowledge has increased about personal hygiene during menstruation and will apply this behavior. Keywords: health education, menstrual hygiene, adolescents
SIAGA GIZI DAN REPRODUKSI SEJAK REMAJA (SIGAP REMAJA) DI SMA NEGERI 7 KOTA BANDA ACEH Faradilla Safitri; Asmaul Husna; Ismail Ismail; Yuna Nurliantika; Emilia Aini; Siti Rahma Yani; Nur Ika Prity Harahap
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai permasalahan gizi dan kesehatan reproduksi akibat perubahan fisik, hormonal, dan sosial yang cepat. Kurangnya pengetahuan mengenai gizi seimbang serta rendahnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi dapat berdampak pada berbagai masalah seperti anemia, obesitas, dan perilaku reproduksi berisiko. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Siaga Gizi dan Reproduksi Sejak Remaja (Sigap Remaja)” dilaksanakan di SMA Negeri 7 Kota Banda Aceh sebagai upaya peningkatan pengetahuan, sikap, dan kesadaran remaja tentang pentingnya menjaga gizi dan kesehatan reproduksi sejak dini. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 20 Juni 2025 di ruang kelas X IPA-3 SMA Negeri 7 Kota Banda Aceh. Kegiatan ini disimpulkan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap pentingnya gizi dan kesehatan reproduksi. Disarankan agar sekolah membentuk kader “Sigap Remaja” untuk melanjutkan edukasi sebaya dan menjadikan program ini bagian dari kegiatan ekstrakurikuler kesehatan sekolah.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KANKER PAYUDARA DI MADRASAH ALIYAH DARUL ‘ULUM KOTA BANDA ACEH Nuzulul Rahmi; Venna Rianda Sari; Oja Jaida; Syarifa Yuliana; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTingginya angka kematian akibat kanker payudara disebabkan penderita kanker payudara datang ke pelayanan kesehatan dalam stadium inoperable atau stadium lanjut dan sukar disembuhkan, padahal pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya gejala kanker payudara secara dini dapat dilakukan oleh diri sendiri sehingga dapat dilakukan sewaktu-waktu dan tanpa biaya. Keterlambatan mengetahui bahwa seorang wanita telah mengidap kanker payudara hingga stadium lanjut dikarenakan rendahnya pemahaman wanita tentang kanker payudara itu sendiri dan rendahnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan terhadap payudaranya.Tingkat pengetahuan  masyarakat yang masih rendah dan adanya mitos-mitos yang keliru tentang kanker payudara menjadi salah satu faktor penyebab keterlambatan penanganan kanker payudara. Pendidikan kesehatan tentang kanker payudara dan pemeriksaan payudara sendiri akan menambah pengetahuan sehingga akan meningkatkan status kesehatan perempuan. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan  selama 1 hari pada pada hari Rabu, 22 Januari 2020. Peserta yang diikutkan dalam kegiatan ini adalah siswi perempuan perwakilan dari kelas 1 dan kelas 2 di Madrasah Aliyah  Darul ‘Ulum Kota Banda Aceh Tahun Ajaran 2019/2020 berjumlah 28 siswi. Kata kunci : kanker payudara, kanker pada remaja
PENTINGNYA MENSTRUASI SEHAT DENGAN PENGGUNAAN PEMBALUT KAIN PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Eva Rosdiana; Salisatul Uqrha; Ulfi Mawaddah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstruasi adalah proses fisiologi normal yang terjadi setiap bulannya selama usia produktif wanita. Lama menstruasi merupakan jarak dari hari pertama menstruasi hingga darah berhenti keluar normalnya 3 sampai 7 hari.. Jumlah darah yang keluar selama satu kali haid dikatakan normal apabila tidak melebihi 80 ml. Pembalut merupakan salah satu alternatif untuk menahan rembasan darah haid. Kondisi ini menjadikan pembalut seakan menjadi kebutuhan pokok bagi kaum perempuan. Perilaku pemilihan pembalut merupakan hal sangat penting, dimana produk pembalut wanita harus bersih dan tidak mengandung zat berbahaya karena mempertimbangkan terjadinya kontak langsung antara pembalut dengan area intim perempuan. Muncul  terobosan  untuk  kembali  menggunakan pembalut wanita berbahan kain yang biasa dicuci ulang sehingga  lebih  hemat  dan  mengurangi  pembuangan sampah  pembalut  yang  mengandung  bahan  sulit  diurai oleh alam. Penggunaan kembali pembalut dengan bahan kain  haruslah  memenuhi  aspek  praktis  sehingga  cocok untuk  dipergunakan  oleh  wanita  masa  kini  yang  sibuk dengan   berbagai   aktivitas. Upaya promosi kesehatan yang telah dilaksanakan melalui penyuluhan dengan pemaparan materi melalui media laptop dan LCD serta membagikan poster. Metode promosi kesehatan yang digunakan yaitu penyuluhan dikelas. Materi yang disampaikan yaitu pengertian menstruasi, fase-fase menstruasi, tanda dan gejala menstruasi, manfaat penggunaan pembalut kain dan kekurangan pembalut kain.Kata Kunci: Menstruasi, Pembalut Kain Menstruation is a normal physiological process that occurs every month during a woman's productive age. The duration of menstruation is the distance from the first day of menstruation until the blood stops coming out, normally 3 to 7 days. The amount of blood that comes out during one menstruation is said to be normal if it does not exceed 80 ml. Sanitary napkins are an alternative to prevent menstrual bleeding. This condition makes sanitary napkins seem to be a basic necessity for women. The behavior of selecting sanitary napkins is very important, where women's sanitary napkin products must be clean and do not contain dangerous substances because they take into account the direct contact between the sanitary napkins and women's intimate areas. There has been a breakthrough to return to using cloth sanitary napkins that are usually rewashed so that they are more economical and reduce the disposal of sanitary napkin waste that contains materials that are difficult for nature to decompose. The reuse of cloth sanitary napkins must fulfill practical aspects so that they are suitable for use by today's women who are busy with various activities. Health promotion efforts have been carried out through outreach by presenting material via laptop and LCD media as well as distributing posters. The health promotion method used is classroom counseling. The material presented is the meaning of menstruation, menstrual phases, signs and symptoms of menstruation, the benefits of using cloth sanitary napkins and the disadvantages of cloth sanitary napkins.Keywords: Menstruation, Cloth Sanitary Pad
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA KEHADIRAN IBU BAYI BALITA KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS COT BA’U Asmaul Husna; Fauziah Andika; Nuzulul Rahmi; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan terpadu (posyandu) adalah suatu bentuk keterpaduan pelayanan kesehatan dan keluarga berencana yang dilaksanakan ditingkat dusun dalam wilayah kerja masing-masing puskesmas. Posyandu adalah suatu forum komunikasi, alih tegnologi dan pelayanan kesehatan masyarakat oleh dan untuk masyarakat yang mempunyai nilai strategis dalam mengembangkan sumber daya manusia sejak dini. Sebagai pusat kegiatan masyarakat, posyandu merupakan forum swadaya masyarakat yang memberikan pelayanan kesehatan sederhana dan keluarga berencana (Effendy, 2008). Menurut Kemenkes RI (2017)  pada  dasarnya semua informasi atau data yang diperlukan untuk pemantauan pertumbuhan balita, bersumber dari data berat badan hasil penimbangan balita bulanan yang diisikan kedalam KMS untuk dinilai naik (N) atau tidaknya (T) berat badan balita terebut.Untuk mengamati pertumbuhan anak usia satu sampai lima tahun, disetiap posyandu diberikan masing-masing satu buku yaitu Buku Kesehatan Ibu dan Anak yang berisi catatan kesehatan ibu (hamil, bersalin, nifas) dan anak bayi (bayi baru lahir, bayi dan anak balita) serta berbagai informasi cara memelihara dan merawat kesehatan ibu dan anak, yang juga berisi kartu menuju sehat. Jumlah posyandu di Indonesia 244.470 posyandu, jumlah kader posyandu 1.133.057 orang kader. Jumlah kader posyandu yang aktif di Indonesia adalah 784.505 orang (69,2%) dan yang kurang aktif adalah 3.435 posyandu (30,8%). Kata kunci : Pentingnya kehadiran ibu balita ke posyandu 
SOSIALISASI TENTANG ASURANSI JAMINAN KESEHATAN DI INDONESIA KEPADA MAHASISWA UNIVERSITAS DEZTRON INDONESIA Fahmi Syahpreza Tarigan; Syahrul’an Syahrul’an; Erni Susilawati; Herawati Herawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Sosialisasi tentang asuransi jaminan kesehatan di Indonesia kepada mahasiswa Universitas Deztron Indonesia berfokus pada upaya memperkenalkan jenis – jenis asuransi kesehatan yang ada di Indonesia seperti asuransi swasta dan pemerintah yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan serta fasilitas dan cara penggunaannya begitu juga dengan premi dan langkah pelayanan yang didapatkan. Tujuan Kegiatan : untuk menambah pengetahuan siswa tentang perbedaan layanan asuransi kesehatan karena saat ini sedang marak kasus seseorang yang menganggap rendah pengguna asuransi kesehatan milik pemerintah yaitu  BPJS Kesehatan dibandingkan pengguna asuransi swasta. Hasil Kegiatan : Dalam Sosialisasi ini telat tercapai target meningkatkan pengetahuan mahasiswa terhadap perbedaan asuransi swasta dan pemerintah dimana diharapkan para hasiswa dapat memberikan pemahaman juga kepada keluarga dan orang terdekat mereka, dari hasil sosiaslisasi seluruh mahasiswa pahan tentang perbedaan layanan asuransi pemerintah dan swasta. Kata kunci : Jaminan Kesehatan, Asuransi Kesehatan pemerintah, Asuransi Swasta

Page 7 of 22 | Total Record : 218