cover
Contact Name
Syarifah Asyura
Contact Email
dppm@uui.ac.id
Phone
+6282367548500
Journal Mail Official
dppm@uui.ac.id
Editorial Address
Jln. Alue Naga. Kec. Syiah Kuala, Desa Tibang, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan
ISSN : 30314062     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat bidang Kesehatan (JPKMK)Â merupakan kumpulan tulisan ilmiah yang fokus pada kegiatan kontribusi dan pelayanan kepada masyarakat dalam konteks kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan menyebarkan informasi terkait upaya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, peneliti, dan praktisi lainnya.
Articles 218 Documents
PENTINGNYA PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN DI PROVINSI ACEH Susy Sriwahyuni
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengawasan obat dan makanan merupakan aspek krusial dalam menjaga kesehatan masyarakat. Banyaknya kasus peredaran obat dan makanan ilegal atau tidak memenuhi standar keamanan menunjukkan perlunya edukasi yang lebih luas bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui siaran radio di RRI dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilih produk yang aman dan memahami peran pengawasan yang dilakukan oleh pihak berwenang. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi oleh narasumber ahli, sesi interaktif dengan pendengar, serta studi kasus untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pendengar tentang pentingnya pengawasan obat dan makanan, ditandai dengan tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab serta umpan balik positif dari masyarakat. Dengan demikian, siaran radio terbukti sebagai media yang efektif dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat luas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan obat dan makanan di masa depan.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG FOOD BORNE DISEASES DI SMA NEGERI 9 BANDA ACEH Periskila Dina Kali Kulla; Zulwanis Zulwanis; Desita Ria Yusian TB
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kegiatan wajib yang dilakukan oleh seorang dosen dalam memenuhi Tridharma Perguruan Tinggi selain penelitian dan pengajaran. Dalam proses pelaksanaan pengabdian, dosen membagikan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan mayarakat tersebut. Pelaksanaan pengabdian kali ini berlokasi di sekolah SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh, Aceh. Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu bentuk pengabdian untuk memberikan informasi kepada siswa tentang kesehatan. Salah satu bentuk pola hidup sehat tersebut adalah cara persiapan dan penyiapan makanan dengan baik dan benar agar terhindar dari food-borne disease atau keracunan makanan akibat bakteri dan virus.Kata Kunci: Penyuluhan, food-borne disease, keracunan makanan, kesehatanCommunity service is one of the mandatory activities carried out by a lecturer in fulfilling the Tridharma of Higher Education, besides research and teaching. In the process of implementing community service, lecturers share their knowledge with the community with the aim of increasing the community's knowledge. The implementation of the service this time is located at SMA Negeri 9, Banda Aceh City, Aceh. Health education is a form of service that provides information to students about health. One of the forms of a healthy lifestyle is knowing how to properly and correctly prepare food to avoid food-borne disease or food poisoning caused by bacteria and viruses.Keywords: Counseling, food-borne disease, food poisoning, health
EDUKASI SISTEM REPRODUKSI SEHAT DAN PENCEGAHAN IMS BAGI KOMUNITAS PEKERJA INDUSTRI KOTA MEDAN Faradita Wahyuni; Fary Arjuna Sembiring; Fatimah Azzahra
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam menjaga kesejahteraan individu, terutama bagi para pekerja industri yang memiliki beban kerja tinggi serta akses informasi kesehatan yang terbatas. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku pencegahan pada pekerja industri di Kota Medan mengenai sistem reproduksi sehat dan pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS). Kegiatan dilaksanakan melalui metode edukasi partisipatif berupa ceramah interaktif, penggunaan media audiovisual, diskusi kelompok, serta demonstrasi praktik. Sebanyak 65 pekerja dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kesediaan serta keterwakilan dari beberapa unit industri. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi langsung, serta umpan balik peserta. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan terhadap anatomi reproduksi, faktor risiko IMS, serta langkah-langkah pencegahan. Skor post-test meningkat rata-rata 76%, menggambarkan efektivitas intervensi edukasi ini. Peserta juga menunjukkan kesadaran lebih tinggi tentang pentingnya deteksi dini, praktik seksual aman, dan pemeriksaan kesehatan berkala. Selain itu, kegiatan ini berhasil mengurangi stigma serta miskonsepsi terkait IMS yang selama ini menghambat perilaku mencari pertolongan medis. Diskusi dengan peserta mengungkap bahwa model pelatihan berbasis tempat kerja diterima dengan baik dan dinilai relevan dengan konteks keseharian mereka. Program ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan reproduksi yang terstruktur mampu memperkuat perilaku perlindungan diri dan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih sehat. Disarankan agar pihak industri menyelenggarakan kegiatan serupa secara berkala bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk memastikan keberlanjutan dampak dan perubahan perilaku jangka panjang.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN REPRODUKSI DI SMK NEGERI 3 BANDA ACEH Raudhatun Nuzul ZA; Rizki Swastika Renjani; Ulfa Farrah Lisa; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 1, No 2 (2019): VOL, 1, NO. 2, OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPremenstrual syndrome (PMS) merupakan permasalahan yang sering dialami oleh kaum wanita setiap bulan menjelang masa haidnya. Premenstrual syndrome(PMS) adalah suatu kondisi yang terdiri atas beberapa gejala fisik, emosi dan perilaku yang dialami oleh seorang perempuan sebelum datangnya siklus menstruasi, yang menyebabkan ia mengalami gangguan dalam fungsi dan aktifitas sehari-hari, gejala-gejala tersebut akan menghilang saat menstruasi tiba. Premenstrual syndrome merupakan gangguan siklus yang umum terjadi pada wanita muda dan pertengahan, ditandai dengan gejala fisik dan emosional yang konsisten, terjadi selama fase luteal dalam siklus menstruasi. Premenstrual syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala yang muncul akibat perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh perempuan menjelang menstruasi. Hasil penelitian American College Obstetricians and Gynecologistn (ACOG) tahun 2012, melaporkan bahwa gejala PMS dialami sekitar 65,7 remaja putri. Berdasarkan penelitian badan kesehatan dunia (WHO) diperoleh hasil bahwa gejala PMS dialami oleh 23% wanita Indonesia angka ini menunjukan bahwa penderita PMS di Indonesia cukup banyak sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan untuk mencegah dan mengatasinya. Keywords: premenstrual syndrome, kesehatan reproduksi, remaja putri
PENYULUHAN PADA IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN LUKA PERENIUM DENGAN MENGGUNAKAN DAUN SIRIH MERAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEUPIN RAYA KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE TAHUN 2023 Zaitun Zaitun; Salamah Salamah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan luka perineum bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi, meningkatkan rasa nyaman, dan mempercepat penyembuhan. Perawatan kebersihan pada daerah kelamin bagi ibu bersalin secara normal lebih kompleks dari pada ibu bersalin secara operasi karena akan mempunyai luka episiotomi pada daerah perineum. Bidan mengajarkan kepada ibu bersalin bagaimana membersihkan daerah genital dengan sabun dan air. Bidan mengajarkannya untuk membersihkan daerah di sekitar vulva terlebih dahulu dari depan ke belakang, kemudian baru membersihkan daerah di sekitar vulva terlebih dahulu dari depan ke belakang, kemudian baru membersihkan daerah sekitar anus. Sarankan kepada ibu untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya (Andina VS, 2018). Penyembuhan luka pada robekan perineum ini akan sembuh secara bervariasi, ada yang sembuh normal dan ada yang mengalami keterlambatan dalam penyembuhannya. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya infeksi nifas yang berasal dari perlukaan jalan lahir yang merupakan media untuk berkembangnya kuman. Hal ini terjadi karena perawatan yang kurang baik dan kebersihan yang kurang terjaga. Sehingga perlunya melakukan perawatan perineum untuk mempercepat proses penyembuhan luka perineum (Walyani ES, 2016) Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberi pengetahuan tentang perawatan luka perenium dengan menggunakan daun sirih merah. Metode pengadian masyarakat ini menggunakan penyuluhan (keramah dan Tanya jawab) serta peningkatan cara melakukan perawatan perenium dengan daun sirih merah. Kesimpulannya terdapat peningkatan pengetahuan ibu tentang perawatan luka dan efektif mempercepat penyembuhan luka perenium dan sangat mudah dilakukan. Saran yang diharapkan kepada ibu perawatan daun sirih mereh ini dapat menjadi salah satu cara yang efektif dan mudah yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan luka perenium.Kata Kunci: Perwatan luka perenium, Daun sirih merahPerineal wound care aims to prevent infection, increase comfort, and speed healing. Hygiene care in the genital area for mothers giving birth normally is more complex than for mothers giving birth surgically because they will have an episiotomy wound in the perineal area. Midwives teach birthing mothers how to clean the genital area with soap and water. The midwife taught her to clean the area around the vulva first from front to back, then clean the area around the vulva first from front to back, then clean the area around the anus. Advise mothers to wash their hands using soap and water before and after cleaning their genital area (Andina VS, 2018). Healing of wounds in perineal tears will heal in various ways, some heal normally and some experience delays in healing. This can be influenced by several things, including postpartum infections originating from injuries to the birth canal which is a medium for the growth of germs. This happens due to poor maintenance and poor hygiene. So it is necessary to carry out perineal care to speed up the healing process of perineal wounds (Walyani ES, 2016). The aim of this community service is to provide knowledge about treating perineal wounds using red betel leaves. This community service method uses counseling (friendliness and questions and answers) as well as improving how to care for the perenium with red betel leaves. In conclusion, there is an increase in maternal knowledge about wound care and it is effective in accelerating perennial wound healing and is very easy to do. The advice that mothers hope to give to care for red betel leaves is that it can be an effective and easy way to speed up the healing of perennial woundsKeywords: Perennial wound treatment, red betel leaves
SISWA SEHAT, MASA DEPAN HEBAT: EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SD NEGERI 25 MEULABOH KEC. JOHAN PAHLAWAN KAB ACEH BARAT Rika Andriani; Ratnawati Bancin; Erlia Rosita; Zakiyah Zakiyah; Samsidar Samsidar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in schools is an absolute necessity along with the emergence of various diseases that often attack school-aged children (6-12 years). PHBS in schools is a set of behaviors practiced by students, teachers and the community in the elementary school environment as a result of learning, so that they are independently able to prevent disease, improve health and play an active role in creating a healthy environment. The purpose of this counseling activity is to provide students with understanding and awareness of clean and healthy living in everyday life both at home and at school. The target of this counseling is students of SD Negeri 25 Meulaboh. Based on the results of the evaluation after the activity, students understand more and are willing to apply clean and healthy living in everyday life.
PEMANFAATAN POSYANDU UNTUK PENINGKATAN KESEHATAN BAGI BAYI DAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Fauziah Andika; Sumiati Sumiati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar bagi ibu, bayi dan anak Balita (Kemenkes RI, 2012). Dengan pelaksanaan Posyandu yang efektif dan efisien yang dapat dijangkau masyarakat mampu mengoptimalkan kualitas sumberdaya manusia dengan potensi tumbuh kembang anak secara merata (Kemenkes RI, 2013). Menurut Kemenkes RI (2013), sebanyak 280.225 jumlah posyandu yang tersebar di seluruh Indonesia. Sangat penting ibu ibu membawa bayi dan balitanya ke posyandu sehingga dirasa perlu untuk melaksanakan penyuluhan ini. Penyuluhan kesehatan ini dilakukan pada tanggal 05 Desember 2020 di salah satu Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Bada dengan dihadiri oleh 30 orang ibu yang memiliki bayi dan balita. Hasil dari penyuluhan ini adalah peserta yang hadir paham akan pentingnya membawa bayi dan balita ke Posyandu setiap bulannya untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan serta mendapatka vitamin dan imunisasi.. Kata kunci : penyuluhan kesehatan posyandu
PEMBERDAYAAN KELUARGA PADA PEMANFAATAN BUAH BERSERAT SEBAGAI SELF CLEANSING GIGI DAN MULUT MELALUI HOME VISIT DALAM MENURUNKAN SKOR DEBRIS PADA MASYARAKAT MEUNASAH BARO ACEH BESAR Linda Suyani; Andriani Andriani; Nonong Hanis; Sisca Mardelita; Arnela Nur; Intan Liana; Cut Ratna Keumala
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Home visit merupakan sebuah program yang berorientasi pada kunjungan rumah  dalam memberikan edukasi pemeliharaan kesehatan gigi pada pemanfaatan buah berserat sebagai self cleansing gigi dengan strategi adalah pendekatan dan dukungan keluarga. Melihat hasil pemeriksaan pada data awal 75% anak di desa Meunasah Baro mengalami karies gigi dan rata-rata nilai debris indek dengan kategori buruk dengan skor 2,5. Data tersebut masih jauh dari harapan karena tidak sesuai dengan ketetapan WHO bahwa status kebersihan gigi dan mulut  skor (OHI-S) < 1,2. Debris adalah salah satu penyebab utama pembentukan karang gigi dan gigi berlubang. Usaha promotif dan preventif sangat perlu diberikan kepada masyarakat. menurunkan angka debris indeks sebagai status kebersihan gigi, meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, meningkatkan keterampilan keluarga dalam menyikat gigi yang baik dan benar, meningkatkan kesadaran keluarga pada pemanfaatan buah berserat sebagai self cleansing gigi. Metode Pengabdian dilakukan kegiatan home visit dilakukan 3 kali kunjungan. Memberikan edukasi kesehatan gigi tentang pemanfaatan buah berserat sebagai self cleansing gigi dan cara pengunyah yang benar. Menjelaskan dan mendemontrasikan teknik menyikat gigi yang baik dan benar. nilai. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh hasil bahwa terjadi penurunan nilai Debris Indek dari kriteria buruk 31 orang (51%) menjadi kategori baik yaitu 52 orang (87%). Peningkatan pengetahuan dan perilaku orang tua dan anak mengenai pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dengan membiasakan mengkonsumsi buah dengan mengunyah buah yang baik dan benar sehingga dapat membantu self cleansing gigi pada masyarakat desa Meunasah Baro Kabupaten Aceh Besar.Kata kunci : Home Visit, Self Cleansing, Debris IndekHome visit is a program that is oriented towards home visits in providing dental health maintenance education on the use of fibrous fruit as self-cleansing teeth with a strategy of family approach and support. Looking at the results of the examination of the initial data, 75% of children in Meunasah Baro village experienced dental caries and an average debris index value in the poor category with a score of 2.5. The data is still far from expectations because it does not comply with WHO's provisions that the dental and oral hygiene status score (OHI-S) <1.2. Debris is one of the main causes of tartar formation and cavities. Promotive and preventive efforts are very necessary to be given to the community. reducing the number of debris indexes as dental hygiene status, increasing family knowledge about dental and oral health maintenance, increasing family skills in brushing teeth properly, increasing family awareness of the use of fibrous fruit as self-cleansing teeth. The Community Service Method is carried out by home visit activities carried out 3 times. Providing dental health education about the use of fibrous fruit as self-cleansing teeth and the correct way to chew. Explaining and demonstrating good and correct tooth brushing techniques. value. The results of community service obtained results that there was a decrease in the Debris Index value from the bad criteria of 31 people (51%) to the good category of 52 people (87%). Increasing the knowledge and behavior of parents and children regarding the maintenance of dental and oral hygiene by getting used to consuming fruit by chewing fruit properly and correctly so that it can help self-cleansing teeth in the Meunasah Baro village community, Aceh Besar Regency.Keywords: Home Visit, Self Cleaning, Debris Index
PENTINGNYA ALAT KONTRASEPSI PASANGAN USIA SUBUR(PUS) DIDESA BILUY KECAMATAN DARUL KAMAL KEBUPATEN ACEH BESAR TAHUN 2022 Putri Kurniawati; Saudah Saudah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang diadakannya sosialisasi “Program KB” ini adalah bahwa faktanya masih  banyak orang yang belum mengetahui secara keseluruhan tentang apa itu KB dan jenis alat  kontrasepsi . Tujuan dilakukan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan minat peserta mengenai konsep program Keluarga Berencana (KB) dan jenis alat kontrasepsi khususnya pada Pasangan Usia Subur (PUS) dan mengatur jarak kelahiran sehingga dapat menciptakan keluarga sehat sejahtera. Materi yang disajikan yaitu pengetian keluarga berencana, tujuan, manfaat dan jenis alat kontrasepsi.  Metode yang digunakan disini adalah penyampaian materi, menggunakan infocus dan leaflet. Hasil yang didapatkan setelah pelaksanaan kegiatan ini yaitu pengetahuan dan pemahaman peserta meningkat tentang program Keluarga Berencana (KB). Hasil yang diperoleh setelah sosialisasi ini adalah masyarakat khususnya pasangan usia subur dengan adanya edukasi program keluarga berencana ini sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya untuk mensukseskan program Keluarga Berencana (KB). Saran perlu adanya upaya meningkatkan pelayanan yang lebih baik mengenai alat kontrasepsi supaya pertumbuhan generasi yang akan datang semakin baik.Kata Kunci: Program KB; Wanita Usia SuburThe background to the socialization of the “KB Program” is that in fact there are still many people who do not fully understand what family planning is and the types of contraception. The purpose of this activity is to increase the knowledge and interest of participants regarding the concept of the Family Planning (KB) program and types of contraceptives, especially for couples of childbearing age (PUS) and to regulate birth spacing so as to create a healthy and prosperous family. The material presented is the definition of family planning, goals, benefits and types of contraception. The method used here is the delivery of material, using infocus and leaflets. The results obtained after the implementation of this activity are that the knowledge and understanding of participants increases about the Family Planning (KB) program. The results obtained after this socialization were the community, especially couples of childbearing age, with this family planning program education as an effort to increase public knowledge and awareness about the importance of making the Family Planning (KB) program a success. Suggestions need to be an effort to improve better services regarding contraceptives so that the growth of future generations will be better..Keywords: Family Planning Program; Women of childbearing age.
CEGAH ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SEBAGAI DASAR PENURUNAN STUNTING DI SMA NEGERI 1 BAITUSSALAM ACEH BESAR Faradilla Safitri; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah masa yang penting dalam perjalanan setiap kehidupan manusia. Ketidakcukupan asupan makanan pada remaja akan menimbulkan masalah gizi. Remaja rentan mengalami masalah anemia defisiensi besi gizi utamanya remaja putri. Asupan gizi juga menjadi penyebab stunting, sehingga cara pencegahan stunting adalah pemenuhan gizi sejak 1000 hari pertama kehidupan. Akibat kekurangan gizi ini bersifat permen dan sulit diperbaiki. Risiko meningkatnya masalah anemia pada remaja putri perlu dicegah dengan melakukan penyuluhan mengenai anemia, hal ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja putri akan bahaya dari anemia yang akan berpengaruh pada kualitas generasi bangsa di masa yang akan datang dan sebagai mencegah terjadinya stunting. Penyuluhan kesehatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 9 Februari 2023 di SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar. Penyelenggaraan penyuluhan kesehatan ini bekerja sama dengan pihak Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ubudiyah Indonesia dan SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar.Kata Kunci : Anemia Remaja, StuntingAdolescence is an important period in the journey of every human life. Inadequate food intake in adolescents will cause nutritional problems. Adolescents are susceptible to the problem of nutritional iron deficiency anemia, especially young women. Nutritional intake is also a cause of stunting, so the way to prevent stunting is to fulfill nutrition since the first 1000 days of life. The consequences of this nutritional deficiency are candy and difficult to correct. The risk of increasing the problem of anemia in young women needs to be prevented by conducting counseling about anemia, this is done to increase the knowledge and understanding of young women about the dangers of anemia which will affect the quality of future generations of the nation and to prevent stunting. This health education was held on February 9 2023 at Baitussalam Aceh Besar 1 Public High School. The implementation of this health counseling is in collaboration with the Directorate of Research and Community Service, University of Ubudiyah Indonesia and SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar.Keywords: Adolescent Anemia, Stunting

Page 8 of 22 | Total Record : 218