cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Constitutional, Law and Human Rights
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 30907454     EISSN : 30907462     DOI : https://doi.org/10.57235
Journal of Constitutional, Law and Human Rights dengan nomor ISSN terdaftar 3090-7454 (Cetak - Print) dan 3090-7462 (Online - Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. Jurnal Penelitian Mahasiswa Indonesia bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup: Hukum, Politik, Sosial, Ketataanegaraan daan Hak Asasi Manusia. Journal of Constitutional, Law and Human Rights diterbitkan 1 tahun 2 kali (Maret & September)
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 110 Documents
Peran Kepolisian Dalam Menerapkan Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Perakitan dan Penjualan Senjata Api Ilegal Sakinah Kusuma Wati; Diah Gustiniati Maulani; ⁠Emilia Susanti
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5534

Abstract

Tindak pidana perakitan dan penjualan senjata api ilegal merupakan kejahatan serius yang mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat. Kejahatan terkait senjata api ilegal yang sering dilakukan tanpa izin resmi, menjadi ancaman serius bagi keselamatan publik. Kepolisian memiliki peran penting dalam menegakkan hukum serta menerapkan sanksi pidana terhadap para pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepolisian dalam proses penyelidikan, penyidikan, serta penerapan sanksi pidana terhadap pelaku perakitan dan penjualan senjata api ilegal di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepolisian memiliki kewenangan berdasarkan KUHAP, Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, serta peraturan lainnya yang terkait dengan kepemilikan dan penyalahgunaan senjata api ilegal. Namun, dalam penerapannya, kepolisian menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan sumber daya, jaringan perdagangan yang tersembunyi, serta kendala dalam pembuktian. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara aparat penegak hukum dan lembaga terkait dalam menekan angka kejahatan ini.
Efektivitas Penyidik Badan Narkotika Nasional Sumatera Utara dalam Pemberantasan Tindak Pidana Narkotika Maria Polla Manalu; Nurmaya R A Simanjuntak
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5359

Abstract

Penyalahgunaan obat-obatan terlarang telah menjadi isu kritis yang membahayakan generasi muda serta kestabilan negara, termasuk di Indonesia. Dari segi etimologis, istilah narkotika berasal dari kata Yunani "narke" yang menunjukkan efek pembiusan dan hilangnya sensasi. Ketergantungan pada narkotika tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental individu, tetapi juga menyebabkan kerugian di bidang sosial, ekonomi, dan hukum. UU Nomor 35 Tahun 2009 mendefinisikan narkotika sebagai zat atau obat yang dapat mengubah kesadaran, meredakan rasa sakit, dan menyebabkan kecanduan. Di Indonesia, penyebaran narkotika terus meningkat seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi yang memfasilitasi distribusi ilegalnya. Badan Narkotika Nasional (BNN) berperan penting dalam memerangi kejahatan narkotika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa efektif penyidik BNN di Sumatera Utara dalam mengungkap jaringan distribusi narkotika, serta mengenali strategi baru yang bisa diterapkan untuk meningkatkan keberhasilan dalam pemberantasan.
Implementasi Hak dan Kewajiban Warga Negara Terhadap Pembentukan Karakter Warga Negara Indonesia Hanif Amrullah; Eva Asyifa; Darelfitra Achmad Nurusyafa; T Heru Nurgiansah
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i1.4333

Abstract

Melihat karakter bangsa Indonesia saat ini telah mengalami penurunan, hal ini dapat terlihat oleh generasi muda yang minimnya moralitas dan etika. Bangsa Indonesia seolah-olah kehilangan identitasnya sendiri, dengan banyaknya generasi muda yang mencintai budaya asing daripada budaya domestik mereka sendiri. Kurangnya kecintaan pada negaranya menjadikan lupa terhadap kewajibannya sebagai warga negara Indonesia. Hak dan kewajiban warga negara merupakan dua hal yang saling berkesinambungan, warga negara Indonesia mempunyai kewajiban untuk menghormati hak-hak orang lain, ikut serta dalam bela negara, taat pada aturan yang berlaku, dll. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa warga negara dapat senantiasa melaksankan hak dan kewajibannya, karater dan tanggung jawab sebagai warga negara akan dapat terbentuk, karena warga negara yang menjalankan kewajibannya pada negara akan selalu merasa bertanggung jawab, tumbuhnya rasa cinta pada tanah air, dan selalu turut serta dalam memajukan kesejahtaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Pelastarian Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja Eylen Yossi Siagian; Najla Haifa Maulidina Tarigan; Agatha Olivia Purba; Apri Ulita; Nanda Claudia Pardede; Elly Prihasti Wuriyani
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5720

Abstract

Penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja semakin meluas akibat pengaruh media sosial dan interaksi sosial yang dinamis. Fenomena ini mencerminkan kreativitas berbahasa, tetapi juga berpotensi mengurangi kemampuan remaja dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bahasa gaul terhadap pelestarian bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber akademik dan publikasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun bahasa gaul memperkaya kosakata, penggunaannya yang berlebihan dapat menurunkan keterampilan remaja dalam menyusun kalimat formal dan memahami teks akademik. Selain itu, dominasi bahasa gaul dalam kehidupan sehari-hari menyebabkan pergeseran pola berbahasa yang berdampak pada komunikasi resmi dan akademik. Dengan demikian, fenomena ini menimbulkan tantangan dalam menjaga penggunaan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah kebahasaan.
Tinjauan Yuridis Perbuatan Melawan Hukum Atas Okupasi Tanah Tanpa Izin Revira Pardesi; Lukmanul Hakim; Okta Ainita
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5341

Abstract

Penelitian ini membahas permasalahan okupasi tanah tanpa izin dalam sistem hukum Indonesia, dengan fokus pada konsekuensi hukum yang ditimbulkan dari perbuatan tersebut. Okupasi tanah tanpa izin adalah tindakan menguasai tanah tanpa hak atau izin yang sah, yang dapat mengarah pada perbuatan melawan hukum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis definisi dan konsep okupasi tanah tanpa izin, serta untuk mengevaluasi implikasi hukum dari tindakan tersebut dalam perspektif hukum perdata, pidana, dan administrasi negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan menganalisis dokumen hukum, literatur ilmiah, dan yurisprudensi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa okupasi tanah tanpa izin dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum yang merugikan pemilik sah tanah dan menciptakan ketidakpastian hukum. Penegakan hukum terhadap kasus ini menghadapi kendala terkait pengawasan, koordinasi antar lembaga, dan pemahaman hukum masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan dalam administrasi pertanahan, penguatan kapasitas aparat penegak hukum, dan edukasi hukum kepada masyarakat untuk mengurangi kasus okupasi tanah tanpa izin.
Integrasi Game Edukatif dalam Pembelajaran Biologi sebagai Pendekatan Inovatif untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Adinda Rizky Pratiwi; Amelia Sasmita Br Sianturi; Fanny Hafifa; Najwa Sarip; Putri Fransiska Saragih; Syairal Fahmy Dalimunthe; Vio Joana Sari
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5684

Abstract

Pendidikan merupakan dasar kemajuan negara dengan prestasi belajar dan motivasi siswa sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan negara. Penelitian ini bertujuan dalam menunjukkan bahwa peran game edukasi dapat  meningkatkan motivasi siswa, prestasi belajar mereka, dan minat mereka dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (review literatur) dengan mengumpulkan data dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah melalui Google Scholar dengan kata kunci "Game edukatif dalam pembelajaran biologi" dan "Minat belajar siswa." Hasil menunjukkan bahwa metode konvensional seperti PowerPoint membatasi aktivitas siswa pada melihat dan mendengar, sementara game edukasi seperti "Adventure of Plant" mendorong pembelajaran aktif. Game ini meningkatkan minat belajar hingga 90% dan membuat materi biologi yang kompleks menjadi menarik bagi siswa melalui tantangan dan imbalan. Selain itu, metode ini membuat pemahaman konsep kompleks seperti sistem saraf menjadi menyenangkan. Game edukasi membantu transformasi pembelajaran digital, meningkatkan keterlibatan siswa dan membangun keterampilan esensial.
Implementasi Sanksi Pidana Penjara Terhadap Pelaku Penganiayaan Ringan (Studi Putusan Nomor: 20/pid.B/2024/PN Gdt) Gede Yoga Jaya Abadi; I Ketut Sireggig
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5452

Abstract

Penganiayaan ringan adalah tindakan kekerasan fisik yang menyebabkan luka ringan pada korban, namun tidak mengancam jiwa. Meskipun tergolong tindak pidana ringan, perbuatan ini tetap berdampak secara fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab dan dampak hukum dari penganiayaan ringan. Hasil menunjukkan bahwa penganiayaan ringan sering kali dipicu oleh emosi dan konflik interpersonal, dengan implikasi hukum yang tetap perlu diatasi melalui penegakan hukum yang lebih efektif. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah Faktor yang menjadi penyebab pelaku melakukan Tindak Pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka bagi pihak korban bedasarkan Putusan Nomor: 20/Pid.B/2024/PN Gdt dan Pertanggungjawaban Pelaku Tindak Pidana Penganiayaan Yang Mengakibatkan luka Bagi Pihak Korban berdsarkan Putusan Nomor: 20//Pid.B/2024PN Gdt. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian skripsi ini ialah Pedekatan yuridis normatif dan pendekatan empiris. Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui studi kepustakaan (library research) seperti buku-buku literatur dan karya ilmiah yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Data sekunder terdiri dari 3 (tiga) Bahan Hukum, yaitu, bahan Hukum Primer, sekunder dan tersier. Data Prime adalah data yang diperoleh dari hasil penelitian dilapangan secara langsung pada objek penelitian (field research) yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara secara langsung mengenai kepada objek dalam penulisan skripsi ini. diberi tahu bahwa korban A sedang membuka lapak dagang di Pasar, faktor situasi dan kondisi dan faktor lain penyebab dari Penganiayaan yang menyebabkan Korban mengalami luka adalah Terdakwa emosi dikarenakan lapak Terdakwa ditempati oleh Korban. Dan pertanggung Jjawaban Pelaku Tindak Pidana Penganiayaan yang mengakibatkan Mengalami luka bagi pihak Korban Berdasarkan Putusan Nomor: 20/Pid.B/2024/PN Gdt. Adalah terdakwa dihukum satu tahun penjara sebagai yang telah ditetapkan oleh majelis hakim pengadilan negeri kelas 1B gedung Tataan pada tanggal Adapun saran yang dapat penulis sampaikan saran kepada masyarakat yang sedang menjalankan bisnis atau berdagang agar dapat berpikir jernih dan mengendalikan diri apabila sedang dalam tekanan ataupun masalah karena bisnis. Agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum serta bahaya nyawa sendiri ataupun nyawa orang lain. Apabila ada masalah sebaiknya dibicarakan baik-baik dengan kepala dingin. Saran untuk penegak hukum khususnya majelis hakim dalam menjatuhkan hukuman harus memberi sanksi hukuman yang tegas, dikarenakan tidak pidana paling mengakibatkan seseorang luka luka sangat merugikan pihak korban, keluarga korban dan membuat resah masyarakat. Di harapkan saksi yang diberi lebih berat agar para pelaku mendapatkan efek jera dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat khususnya yang menjadi korban tindak pidana.
Variasi Bahasa Indonesia di Media Sosial Dalam Kalangan Mahasiswa dan Implikasinya terhadap Pendidikan Cindi Claudia Sipayung; Elza Amanda; Rosa Sari Amalia Nasution; M Surip
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5649

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa dan mempengaruhi cara mereka berkomunikasi, termasuk dalam penggunaan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi bahasa yang digunakan mahasiswa di media sosial, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi variasi tersebut, serta mengevaluasi dampaknya terhadap keterampilan berbahasa dalam konteks akademik dan formal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi unggahan di media sosial serta wawancara dengan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan berbagai variasi bahasa, seperti bahasa gaul, singkatan, dan campuran bahasa asing, yang dipengaruhi oleh globalisasi, budaya populer, dan lingkungan sosial. Fenomena ini memperlihatkan dinamika bahasa yang berkembang secara fleksibel di media sosial, tetapi juga dapat berdampak negatif terhadap keterampilan berbahasa baku, terutama dalam menulis akademik dan komunikasi formal. Meskipun variasi bahasa di media sosial mencerminkan kreativitas dan identitas kelompok, penting bagi mahasiswa untuk mampu membedakan penggunaannya dalam berbagai konteks. Kesimpulan ini menegaskan perlunya kesadaran linguistik agar mahasiswa dapat beradaptasi dengan perubahan bahasa tanpa mengabaikan norma kebahasaan akademik.
Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Anjungan Tunai Mandiri (ATM) (Studi Putusan Nomor 536/Pid.B/2024/PN.Tjk) Kemas Genico Deas Irwansyah; Benny Karya Limantara
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5408

Abstract

Perkembangan zaman dengan kecanggihan teknologi membawa pengaruh positif dan pengaruh negatif. Hal ini tidak terlepas dari tindakan perilaku manusia dalam hidup bersosialisasi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pemenuhan kebutuhan hidup tersebut, tidak jarang dilakukan dengan cara merampas/merebut/menguasi milik orang lain. Tindakan tersebut dikenal sebagai kejahatan pencurian. Tindakan pencurian dilakukan dengan berbagai cara, bahkan seringkali mengikuti perkembangan zaman dengan canggihnya teknologi atau yang dikenal sebagai cyber crime. Hal ini tentunya berdampak negatif bagi seluruh aspek termasuk bagi perbankan.2 Saat ini sebagian besar Perbankan telah mengeluarkan produk kartu ATM. Berbagai kemudahan dalam penggunaan ATM dimanfaatkan menjadi celah dan peluang bagi pelaku tindak kejahatan. Misalnya, dengan cara mencurian dana nasabah bank melalui ATM. Hal ini tentu termasuk dalam tindak pidana siber, karena pelaku menggunakan sarana atau dengan bantuan sistem elektronik. Pengaturan tindak pidana siber terdapat di dalam Undang-Undang No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika. Rumusan masalah dalam penelitian ini yakni mengenai pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana pencurian anjungan tunai mandiri (ATM) (Putusan Nomor 536/Pid.B/2024/PN.Tjk. dan pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku tindak pidana pencurian anjungan tunai mandiri (ATM) (Putusan Nomor 536/Pid.B/2024/PN.Tjk). Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dan pendekatan empiris. Pendekatan normatif ini dilakukan dengan melihat masalah hukum sebagai kaidah yang dianggap sesuai dengan penelitian yuridis normatif. Penelitian yuridis normatif dilakukan dengan cara Berdasarkan kepustakaan terhadap hal-hal yang bersifat teoritis yaiu suatu pendekatan yang dilakukan dengan cara menelah sumber hukum, asas- asas hukum dan pendapat sarjana serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pendekatan Empiris  yaitu pendekatan yang dilakukan melalui penelitian secara langsung terhadap objek penelitian dengan cara pengamatan observation dan wawancara interview yang berhubungan dengan masalah penelitian. Hasil dari penelitian ini mengenai pertanggungjawaban pelaku terjadinya tindak pidana pencurian anjungan tunai mandiri (ATM) yakni menjatuhkan terhadap terdakwa M Fikrurrijal bin Suhardi dengan Pidana penjara selama 1 (satu) Tahun dengan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan serta menetapkan terdakwa tetap di tahan dan pertimbangan hakim terhadap pelaku tindak pidana pencurian Anjungan Tunai Mandiri yakni Majelis Hakim mempertimbangkan semua unsur tindak pidana yang didakwakan, mempertimbangkan keterangan saksi-saksi dan seluruh pembuktian selama proses persidangan. Keputusan hakim memberikan hukuman yang lebih ringan yakni 1 Tahun didasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, hakim menilai pengakuan terdakwa atas perbuatannya selama persidangan serta sikap sopan yang ditunjukkan. Kedua hakim juga mempertimbangkan bahwa terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya, yang menandakan bahwa ia tidak memiliki riwayat kriminal. Ketiga hakim menilai dampak perbuatan terdakwa tidak sebesar yang mungkin timbul dalam kasus perjudian yang lebih luas atau melibatkan lebih banyak pihak. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, hakim memutuskan bahwa hukuman penjara selama 1 Tahun sudah. Diharapkan kepada penegak hukum agar dapat lebih tegas dalam memberikan sanksi dan penegakan hukum yang berat bagi mereka yang melanggar hukum khususnya terkait dengan pencurian Anjungan Tunai Mandiri (ATM) ini, tidak hanya meringankan dengan pertimbangan perlakuan baik dan bersikap sopan selama persidangan saja, saran selanjutnya ditujukan kepada masyarakat, diharapkan kesadaran mengenai bahaya dan dampak dari pencurian Anjungan Tunai Mandir (ATM) ini dapat merugikan dan meningkatkan tindak kejahatan yang lainya seperti narkoba,pencurian dengan pemberatan, dan juga Pembegalan yang berkaitan dengan tindak kejahatan tersebut. Terakhir saran ditujukan kepadan pemerintah, agar kedepan dapat diupayakan mengenai kontrol serta penjagaan dan juga sosialisasi tentang dampak buruk dari melakukan tindak kriminal.
Etika Buddhis Dalam Membentuk Karakter Generasi Muda: A Systelmatilc Liltelraturel Relvilelw (SLR) Munisah Munisah; Lauren N; Partono Partono
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5188

Abstract

Etika Buddhis memainkan peran penting dalam membentuk karakter generasi muda melalui penerapan prinsip-prinsip moral, lima Sila dan praktik meditasi kesadaran, yang membantu mengembangkan sikap empati, tanggung jawab sosial, dan ketahanan emosional. Dengan mengintegrasikan ajaran Buddha ke dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari, generasi muda dapat menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, namun juga memiliki karakter yang kuat dan beretika, serta mampu berkontribusi dalam terciptanya masyarakat yang harmonis dan saling menghormati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika Buddhis dalam membentuk karakter generasi muda, data diperoleh dari jurnal terkait pada tahun 2019–2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Systematic Literature Review (SLR). Metode SLR digunakan untuk mengidentifikasi, meninjau, mengevaluasi, dan menafsirkan semua penelitian yang tersedia pada suatu topik bidang minat, dengan pertanyaan penelitian spesifik yang relevan. Dengan menggunakan metode SLR, dapat dilakukan review sistematis dan identifikasi jurnal, yang setiap prosesnya mengikuti langkah atau protokol yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika Buddhis dalam pendidikan karakter generasi muda dapat meningkatkan kesadaran moral dan perilaku etis, serta membantu mereka mengembangkan sikap empati dan tanggung jawab sosial yang lebih baik dalam pergaulan sehari-hari.

Page 2 of 11 | Total Record : 110