cover
Contact Name
Didin Septa Rahmadi
Contact Email
lppmununtb@gmail.com
Phone
+6285339028532
Journal Mail Official
lppmununtb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan No. 06, Dasan Agung Baru, Kec. Selaparang, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30322537     DOI : https://doi.org/10.69503/abdinesia
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat berisikan hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu secara umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 144 Documents
Pelatihan dan Penataran Juri Binaraga di Nusa Tenggara Barat Andi Mulyan; Lalu Moh Yudha Isnaini; Baiq Siti Hajar
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.653

Abstract

Binaraga adalah salah satu cabang olahraga yang sudah mulai digemari di masyarakat oleh banyak kalangan di Indonesia. Hal ini terlihat banyaknya orang yang bermain berolahraga di tempat gym atau fitness mulai dari dewasa sampai veteran. Dilihat dari kejuaraan binaraga mulai dari tingkat kelompok Mens Pisque dan Kelas Binaraga. Pertumbuhan dan perkembangan Binaraga nasional dewasa ini telah menunjukan tingkat kemajuan cukup berarti, perlu terus dijaga dan ditumbuhkembangkan lebih lanjut sehingga mampu berbicara secara lebih baik. Untuk itu perlu dukungan sepenuhnya dari setiap perangkat organisasi agar prestasi menyeluruh dari para pemain, official, dan penyelenggara setiap turnament mampu mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Perkembangan kejuaraan binaraga di Nusa Tenggara Barat beberapa tahun terakhir ini sangat menunjukan peningkatan. Terbukti dengan banyaknya kejuaraan binaraga dilaksanakan oleh klub-klub Binaraga. Hal ini terlihat dengan makin banyaknya kejuaraan binaraga baik itu tingkat daerah Nasional maupun turnamen Men Phsique. Maka dari itu sangat dibutuhkan tenaga yang profesional untuk menjadi seorang wasit juri dalam memimpin pertandingan Binaraga. Untuk menjadi wasit juri perlu adanya pelatihan atau Penataran tingkat provinsi. Kegiatan meliputi “Pelatihan Wasit Juri Tingkat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat”. Hasil pengabdian masyarakat yang dilaksanakan adanya adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan wasit juri binaraga.
Edukasi Gizi Seimbang dalam Upaya Mengurangi Stunting di Polindes Mikore, Kampung Maibo – Distrik Aimas Rifki Sakinah Nompo; Nurhidayah Amir; Arvia Arvia; Sakinah Sarnia Iriani Lihawa
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.661

Abstract

Malnutrisi merupakan istilah yang mengacu pada gangguan ketidakseimbangan nutrisi baik itu kekurangan atau kelebihan nutrisi salah satunya ialah stunting (pendek). Stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik, namun juga berdampak negatif pada perkembangan kognitif, kemampuan belajar, dan kesehatan jangka panjang. Pemberian edukasi sebagai proses pembelajaran dapat disampaikan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat dengan tujuan agar mereka dapat mengubah perilaku yang tidak sehat ke perilaku yang lebih sehat. Intervensi edukasi tentang gizi seimbang merupakan upaya untuk mencegah stunting melalui pemberian informasi nutrisi yang adekuat. Pendekatan ini menekankan pada pemenuhan gizi ibu selama masa kehamilan, pemenuhan ASI eksklusif, dan makanan pendamping ASI. Kampung Maibo menjadi lokus area dalam upaya menurunan angka kejadian stunting karena setidaknya ditemukan 23 anak yang mengalami stunting. Berbagai upaya dari pemerintah dan tenaga kesehatan dalam proses menurunkan angka stunting ini. Metode edukasi ini menggunakan pre-post test dimana akan melihat tingkat pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dalam upaya mengurangi stunting. Terdapat 30 ibu yang hadir dalam kegiatan edukasi yang diberikan. Dari hasil evaluasi didapatkan peningkatan pengetahuan sebelum intervensi edukasi mayoritas dalam kategori pengetahuan kurang yaitu sebanyak 14 orang (46,7%) dan setelah intervensi edukasi mayoritas dalam kategori pengetahuan cukup sebanyak 17 orang (56,7%). Kegiatan berlangsung dengan sangat antusias dari ibu-ibu kampung, kebanyakan dari mereka memberikan pertanyaan makanan penggati dari karbohidrat dan protein.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di SD Inpres 09 Sausapor Kabupaten Tambrauw Josepha Mariana Tamaela; Mariyo Jane Sanggel; Juniarto Mende; Irma Idris
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.662

Abstract

Penerapan kebutuhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sangat penting di sekolah. seiring banyaknya penyakit pada anak sekolah dari 8 indikator PHBS tingkat sekolah yaitu: diare, penyakit gigi, keracunan makanan, ISPA, demam berdarah, dan sebagainya yang berkaitan dengan PHBS itu sendiri. Pola hidup bersih dan sehat merupakan pembiasaan perilaku sehat dan kesadaran diri. Kegiatan ini memegang peranan penting dalam kesehatan masyarakat. perilaku ini dapat mencegah terjadinya penyakit jika lingkungan kita bersih dan segar. Penerapan PHBS di sekolah ini bisa dimulai dari hal sederhana, seperti membuang sampah. meningkatkan perilaku ini mungkin dapat membantu dalam meningkatkan kesehatan sekolah Perilaku kesehatan dapat dipengaruhi oleh atribut-atribut personal seperti karakteristik perkembangan anak dan karakteristik individu anak. Beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai upaya PHBS di sekolah antara lain membuang kotoran di lingkungan sekolah, mencuci tangan dengan sabun dan air keran, mengonsumsi makanan sehat di kantin sekolah, menggunakan wewangian yang bersih dan sehat, serta berolahraga di lingkungan yang terkendali. PHBS di sekolah ini bertujuan untuk menjamin siswa, guru, dan warga sekolah siap berperan aktif dan berfungsi, memperhatikan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang PHBS terutama pada siswa/siswi sekolah dasar. Metode dalam kegiatan ini yaitu dengan memberikan edukasi dengan metode ceramah dan memberikan kesempatan bagi siswa/ siswi dalam memberikan pertanyaan.pembelajaran ini memberikan pengetahuan PHBS terutama di area sekolah.
Pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tempat Umum Henderjetac Carolina Corwa; Yoneta Wamea; Fatimah Fatimah
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.663

Abstract

PHBS tatanan tempat umum merupakan upaya untuk memberdayakan masyarakat pengunjung dan pengelola tempat-tempat umum agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan PHBS serta berperan aktif dalam mewujudkan tempat-tempat umum yang berPHBS. Melalui penerapan PHBS di tempat umum ini diharapkan masyarakat yang berada di tempat-tempat umum akan terjaga kesehatannya dan tidak tertular atau menularkan penyakit Perlunya PHBS di ruang publik semakin diperkuat dengan berbagai data kasus penyakit yang disebabkan oleh kondisi tidak sehat. Tujuan dari program pengabdian masyarakat yaitu, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat di tempat umum dalam kehidupan sehari-hari. Pengabdian masyarakat dilaksanakan hari Senin,08 Juli 2024 di RT:003/RW:003 Malanu, Kota Sorong, Papua Barat Daya. Metode yang digunakan dalam bentuk penyuluhan dan diskusi tanya jawab. Peserta penyuluhan adalah masyarakat yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu serta anak-anak yang berjumlah 25 orang. penyuluhan ini diselengarakan sesuai dengan rencana dan membuahkan hasil positif, sehingga hasil yang diharapkan terpenuhi dengan melihat semangat masyarakat untuk mengikuti penyuluhan.
Edukasi Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) Pada Remaja di SMP Negeri 18 Mataram Dian Neni Naelasari; Amnan Amnan
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.664

Abstract

Remaja pada saat ini cenderung membangun hubungan antar pribadi dengan lawan jenis. Mengingat umur ketertarikan terhadap lawan jenis biasanya dimulai dari masa SMP maka remaja perlu menambah wawasan serta informasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Edukasi pada remaja dapat menjadi salah satu solusi agar para remaja lebih bijak dan berhati-hati dalam menanggapi perilaku seksual berisiko sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit menular seksual. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai penyakit Infeksi Menular Seksual (PMS) serta menerapkan praktek baik dalam menjaga kesehatan reproduksi dalam kesehariannya. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan pembagian leafleat mengenai infeksi menular seksual (PMS). Sasarannya yaitu siswa-siswi SMPN 18 Mataram kelas VII dan kelas VIII yang berjumlah 25 orang. Kegiatan ini terdiri dari 3 tahapan yaitu tahap awal, tahap pelaksanaan, tahap akhir. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa responden remaja mengalami peningkatan pengetahuan dilihat dari hasil skor pre-test dan post-tesnya. Respon dan antusias semua peserta remaja yang tinggi, dilihat juga dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan kepada pemateri dan remaja dapat menjawab pertanyaan dari pemateri mengenai bagaimana praktek yang baik dalam menjaga kesehatan reproduksinya.
Edukasi dan Pemanfaatan Blog Sebagai Media Promosi Wisata Bukit Batu Gendang Desa Giri Sasak Muhammad Rian Supiadi; Dian Neni Naelasari
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.665

Abstract

Dalam era globalisasi yang berkembang pesat, teknologi dan komunikasi semakin mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Kemajuan teknologi membuka pintu komunikasi tanpa batasan geografis, memungkinkan akses informasi dari seluruh dunia. Salah satu dampak perkembangan globalisasi adalah popularitas media blog, yang pertama kali diperkenalkan oleh Blogger.com dan kemudian diakuisisi oleh Google pada akhir tahun 2002. Blog, sebagai platform web yang dapat diakses oleh siapa saja, memberikan peluang untuk mempromosikan diri, desa, bisnis, dan pengalaman, serta berbagi dengan orang lain. Desa Giri Sasak memiliki potensi wisata yang melimpah dan layak untuk dipromosikan secara luas. Wisata Bukit Batu Gendang Desa Giri Sasak adalah salah satu aset wisata yang berhenti beroperasi sejak awal penyebaran pandemi Covid-19, menyebabkan penurunan pengunjung. Melalui observasi dan wawancara dengan pemangku kepentingan lokal, termasuk Kepala Desa, Ketua Karang Taruna, dan Ketua Pokdarwis, terungkap bahwa penggunaan media sosial sebagai alat promosi wisata masih kurang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menciptakan Blog Wisata Bukit Batu Gendang sebagai media promosi yang efektif. Langkah-langkah meliputi observasi awal, pendekatan sosial, koordinasi dengan kepala desa, pembuatan blog, dan edukasi penggunaan blog. Kegiatan ini berhasil menciptakan sebuah blog yang dapat diakses melalui link dan mengedukasikan penggunaannya kepada masyarakat setempat. Hasil dari program ini termasuk peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya promosi melalui media sosial untuk wisata, peningkatan kedekatan dengan pemerintah setempat, peningkatan tanggung jawab dalam pengelolaan blog, dan peningkatan pemahaman tentang pengelolaan wisata yang berkelanjutan. Program ini bukan hanya mempromosikan wisata lokal tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian dan pengelolaan wisata yang berkelanjutan.
Literasi Pendidikan Kewirausahaan Pada Organisasi Kepemudaan Baiq Mulianah; Habibul Umam Taqiuddin
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.667

Abstract

Kewirausahaan menjadi permasalahan ekonomi di Indonesia dan mempunyai hubungan dengan pengangguran. Untuk membangun kewirausahaan, seseorang harus memiliki bakat dan keterampilan, sehingga tidak semua individu dapat terlibat dalam kegiatan kewirausahaan tersebut. Upaya edukasi pendidikan kewirausahaan perlu dilakukan pada organisasi kepemudaan karena program organisasi kepemudaan berbasis civic literacy, tidak hanya berupaya membentuk pemuda, yang cerdas, dan terampil, tetapi juga mengakomodir penguatan karakter pemuda yang terintegrasi dengan ciri khas atau kepribadiannya; Adapun yang menjadi permasalahan dalam kegiatan pengabdian ini adalah 1) Bagaimanakah hubungan organisasi pemuda dan kewirausahaan?. 2) Bagaimanakah peran organisasi kepemudaan dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada kalangan generasi muda ? Tujuan dan manfaat kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1) Untuk memberikan pemahaman mengenai hubungan organisasi kepemudaan dan kewirausahaan. 2) Untuk memberikan pemahaman peran organisasi kepemudaan dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada kalangan generasi muda. Hasil kegiatan literasi pendidikan organisasi kepemudaan adalah 1) peserta dapat memahami bahwa organisasi kepemudaan merupakan wadah pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomi produktif, 2) kegiatan literasi pendidikan kewirausahaan pada organisasi kepemudaan membawa pengaruh yang signifikan terhadap peserta yaitu terbentukny%a jiwa kewirausahaan, kemandirian, kerjasama tim, dan motivasi berwira usaha.
Pemberian Edukasi Tentang Gizi Seimbang Bersumber Bahan Pangan Lokal Pada Ibu hamil Dalam Upaya Untuk Mencegah Stunting Dwi Lestari; Muhammad Syamsussabri
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.670

Abstract

Status gizi ibu hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung sehingga pemenuhan nutrisi dengan gizi seimbang sangat berperan penting dalam tumbuh kembangnya. Kualitas bayi yang dilahirkan sangat dipengaruhi oleh keadaan gizi ibu sebelum dan selama kehamilan. Stunting merupakan kondisi akibat kekurangan gizi terutama pada saat 1000 Hari Pertama kehidupan (HPK) atau sering dikenal sebagai window of opportunities yang merupakan periode emas (golden period) yang dimulai pada masa janin hingga anak berusia dua tahun. Masalah gizi umumnya terjadi karena pengaruh kondisi gizi ibu saat selama hamil dan menyusui, sehingga dapat berdampak pada bayi yang baru lahir dan anak usia 2 tahun serta pada remaja putri. Tujuan kegiatan pengabdian yaitu untuk memberikan pengalaman belajar, informasi, dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, serta perilaku sehingga masyarakat (ibu hamil) sadar, mau dan mampu mempraktikkan pemenuhan makanan yang sehat bersumber bahan pangan lokal dengan baik dan tepat serta memenuhi anjuran gizi seimbang. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Dasan Tapen. Kegiatan pengabdian berupa Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), meliputi kegiatan pre-test, penyampaian materi, demonstrasi dan kegiatan post- test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan indikator gizi seimbang pada ibu hamil berdasarkan hasil pre-test dan post test. Tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kategori baik saat pre-test sebanyak 1 orang, sedangkan pada saat post-test meningkat menjadi 10 orang. Kegiatan berjalan dengan lancar dan ibu hamil dapat memahami konsep tentang indikator gizi seimbang yang bersumber bahan pangan lokal.
Edukasi Kesehatan Tentang Obat Yang Digunakan dalam Penanganan Bencana pada Relawan SAR Karanganyar Anindhita Yudha Cahyaningtyas; Tri Wulandari
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.671

Abstract

Penanggulangan krisis kesehatan pada pengelolaan logistik meliputi obat, alat medis habis pakai dan alat medis dan bahan medis habis pakai. Relawan sebagai salah satu tim dalam penanganan bencana memiliki peran dalam pengelolaan korban bencana. Relawan yang bertugas dalam evakuasi perlu mengetahui tentang obat yang digunakan dalam penanganan bencana. Hal tersebut penting karena saat evakuasi korban didaerah bencana, sering kali tidak melibatkan tenaga kesehatan, sehingga kurangnya pengetahuan relawan tentang pertolongan pertama bagi korban akan berakibat fatal. Permasalahan mitra yakni Relawan SAR Karanganyar merupakan tim pertolongan dan pencarian korban resmi dari pemerintah, yang memiliki keterampilan dan telah terlatih dalam setiap medan bencana. Kurangnya pengetahuan relawan tentang obat yang dapat digunakan dalam pertolongan pertama saat evakuasi korban bencana menjadi kelemahan dalam proses pertolongan darurat saat tidak adanya tenaga kesehatan dalam tim pencarian dan pertolongan korban. Upaya edukasi kesehatan terkait obat yang digunakan dalam penanganan bencana diharapkan relawan dapat memberikan obat sebagai pertolongan pertama misal dalam mengatasi nyeri atau kondisi darurat lainnya dimana obat tersebut dapat diberikan dalam kondisi darurat tanpa adanya tenaga kesehatan di lokasi bencana. Tujuan kegiatan ini diantaranya menambah pengetahuan relawan dalam membedakan jenis obat yang aman untuk pertolongan pertama. Metode yang yaitu kegiatan dilaksanakan di markas relawan dengan tahapan melakukan edukasi tentang macam obat, jenis obat dan pemilihan obat yang dapat digunakan dalam penanganan bencana. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat yaitu relawan mampu memahami tentang jenis obat dan cara penggunaannya secara tepat dan benar sehingga menambah pengetahuan sebagai relawan dalam melakukan pertolongan korban.
Pemanfaat Bayam Dalam Pembuatan Cemilan Sehat Stik Bayam Apriyanto Apriyanto; Homiswadi Homiswadi; Mirahwati Mirahwati; Muhibbatun Muhibbatun; Indriwati Indriwati; Rizki Hardian Winata; Astuti Astuti; Zakiatul Fitiria; Nurul Azizah; Dwi Aluh Setiani; Hamzan Wadi; Sri Andlina Rahmawati; Lalu Ahmad Harun; Riana Riana
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v5i1.678

Abstract

Desa Bilebante di Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan hasil pertanian bayam yang melimpah. Bayam, sebagai sayuran berdaun hijau kaya nutrisi, sering kali tidak dimanfaatkan secara optimal, sehingga mengakibatkan penurunan kualitas dan nilai ekonomis produk. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan bayam dalam pembuatan cemilan sehat berupa stik bayam yang tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, tetapi juga menawarkan alternatif camilan bergizi bagi masyarakat. Metode penelitian melibatkan tahap persiapan, pengembangan resep, dan pelatihan produksi. Pengolahan bayam menjadi stik dilakukan melalui proses pengeringan oven pada suhu 60°C selama 6 jam, yang menghasilkan produk dengan tekstur renyah dan cita rasa yang optimal. Uji laboratorium menunjukkan bahwa stik bayam tetap mempertahankan kandungan nutrisi yang tinggi, serta memiliki daya simpan hingga 6 bulan jika disimpan dalam kemasan kedap udara. Pelatihan kepada petani dan pengolah lokal berhasil meningkatkan keterampilan mereka dalam produksi stik bayam, serta mempermudah pemasaran produk di pasar lokal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa produk stik bayam diterima baik oleh konsumen, dengan peningkatan penjualan sebesar 30% dalam tiga bulan pertama. Dampak ekonomi dari proyek ini juga signifikan, dengan peningkatan pendapatan petani dan penciptaan peluang kerja baru. Penelitian ini membuktikan bahwa inovasi pengolahan bayam menjadi stik bayam adalah strategi yang efektif untuk meningkatkan nilai tambah pertanian dan kesejahteraan masyarakat desa.