cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Pengaruh Terapi Musik Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Regita Septiani Saihi; Rosmin Ilham; Inne Ariane Gobel
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1398

Abstract

Seiring bertambahnya usia, lansia akan mengalami proses penuaan (aging process) yangmengakibatkan penurunan fungsi tubuh secara progresif dan rentan terhadap gangguan sistemkardiovaskuler seperti hipertensi, sehingga memerlukan penanganan non-farmakologis pendamping sepertiterapi musik. Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis Pengaruh Terapi Musik Terhadap PenurunanTekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru KabupatenGorontalo. Metode Penelitian : Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pra-eksperimen denganpendekatan pre test – post test design. Populasi adalah seluruh lansia penderita hipertensi di Wilayah KerjaPuskesmas Telaga Biru sejumlah 210 orang. Sampel sejumlah 36 orang dipilih melalui metode purposivesampling. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian : Sebelum diberikanintervensi Terapi Musik mayoritas responden memiliki status tekanan darah hipertensi derajat I sejumlah23 orang (63.9%) dan sesudah diberikan intervensi mayoritas berada pada status pre-hipertensi sejumlah 28orang (63.9%) dengan nilai p-value (0.000 < 0.05). Kesimpulan : Pemberian Terapi Musik terbukti efektifsecara signifikan dalam menurunkan Tekanan Darah pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga BiruKabupaten Gorontalo. Saran: Puskesmas dapat memanfaatkan terapi musik ini untuk meningkatkanpelayanan kesehatan bagi penderita hipertensi sebagai modalitas pengobatan pendamping.
Hubungan Beban Kerja, Masa Kerja Dan Durasi Kerja Terhadap Kelelahan Kerja Pada Karyawan Di PT Royal Coconut Tahun 2026 Frensy Claudia Legi; Deviana Pratiwi Munthe; Fuad H. Sudasman; Agustinus Butarbutar; Anita C Tengker; Theo W.E Mautang
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1404

Abstract

Legi, Frensy Claudia. Deviana Pratiwi Munthe, Fuad H. Sudasman, Agustinus Butarbutar,Anita C Tengker, Theo W.E. Mautang, 2026. Hubungan Beban Kerja, Masa Kerja Dan DurasiKerja Terhadap Kelelahan Kerja Pada Karyawan di PT Royal Coconut. Program Studi IlmuKesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat, UniversitasNegeri Manado.Beban kerja, masa kerja, dan durasi kerja diduga berhubungan dengan kelelahan kerja padakaryawan bagian produksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan beban kerja, masakerja, dan durasi kerja terhadap kelelahan kerja pada karyawan PT Royal Coconut Tahun2026. Desain penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasiadalah 50 karyawan bagian produksi dan seluruhnya dijadikan sampel dengan teknik totalsampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Beban Kerja Sederhana, kuesionerIndustrial Fatigue Research Committee (IFRC), dan kuesioner karakteristik responden,kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi Spearman Rank(α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan beban kerja didominasi kategori berat (42,0%),masa kerja terbagi merata antara baru dan lama (masing-masing 50,0%), dan 78,0% karyawanbekerja melebihi delapan jam per hari (rata-rata 9,70 jam). Sebanyak 98,0% respondenmengalami kelelahan kerja: ringan (52,0%), sedang (38,0%), berat (8,0%). Analisis bivariatmenunjukkan hubungan signifikan dan sangat kuat antara beban kerja (rs=0,868; p<0,001),masa kerja (rs=0,880; p<0,001), dan durasi kerja (rs=0,817; p<0,001) dengan kelelahan kerja.Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan dan sangat kuat antara ketiga variabelindependen dengan kelelahan kerja pada karyawan PT Royal Coconut Tahun 2026, denganmasa kerja sebagai variabel berkorelasi paling kuat.
Eksplorasi Kecemasan Keluarga Penunggu Pasien Kondisi Kritis di unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Adinda Jovita Septiawati; Endrat Kartiko Utomo; Adi Buyu Prakoso
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1409

Abstract

Pendahuluan: Kondisi kritis pasien yang dirawat di unit perawatan intensif memicu ketidakstabilan fisiologis dan risiko kematian, sehingga memberikan beban psikologis nyata bagi keluarga penunggu berupa kecemasan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara mendalam pengalaman kecemasan keluarga penunggu pasien kritis di unit perawatan intensif Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomonologi deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari enam anggota keluarga penunggu pasien kritis yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi sistematis, lalu dianalisis menggunakan metode analisis data model Coalaizzi. Hasil: Penelitian ini menghasilkan tiga tema utama: manifestasi respon fisik dan fisiologis (kualitas tidur yang buruk, kelelahan fisik ekstrem, dan reaksi otonom akut seperti jantung berdebar dan lemas); manifestasi hambatan kognitif (penurunan konsentrasi mental, pikiran kosong, dan kebingungan dalam pengambilan keputusan medis); serta manifestasi dinamika emosional (ketakutan ekstrem terhadap kehilangan pasien, ketegangan akibat keterbatasan fasilitas ruang tunggu, dan transisi koping spiritual menuju kepasrahan). Kesimpulan: Kecemasan keluarga bermanifestasi secara holistik pada ranah fisik, kognitif, dan emosional akibat stresor lingkungan serta ancaman kematian pasien, namun keluarga berhasil membangun resiliensi mental melalui koping spiritual. Rekomendasi: Rumah Sakit direkomendasikan mengoptimalkan fasilitas ruang tunggu, menerapkan teknik komunikasi terapeutik berkala sebelum meminta persetujuan tindakan medis, serta menyediakan layanan pendampingan spiritual bagi keluarga penunggu.
Analisis Tingkat Keterampilan Triage Bencana Pada Anggota KSR PMI Unit 02 UMGO Vionitra Saputri Lingude; Abdul Kadim Masaong; Pipin Yunus; Arifin Umar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1410

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana tinggi, sehingga keterampilan triage sangat penting untukmemilah korban sesuai tingkat kegawatan, namun anggota KSR PMI Unit 02 UMGO masih memilikiketerbatasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh simulasi triage bencana terhadap pengetahuan,keterampilan, dan sikap anggota KSR. Metodologi penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen denganrancangan one group pre-test post-test pada 40 responden, instrumen berupa kuesioner pengetahuan, sikap, danlembar observasi keterampilan, dengan analisis data menggunakan uji paired t-test. Setelah dilakukan penelitian,dari hasil analisis terdapat pengaruh simulasi triage bencana dengan peningkatan signifikan pada semua aspek,yaitu rata-rata pengetahuan meningkat dari 21,95 menjadi 31,95, keterampilan dari 18,28 menjadi 25,30, dansikap dari 18,18 menjadi 24,60 (p=0,000). Kesimpulannya terdapat peningkatan pengetahuan, keterampilan, dansikap pada anggota KSR PMI Unit 02 UMGO setelah dilakukan simulasi triage bencana.
Analisis Pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas Tumaratas Kecamatan Langowan Barat Kristiani Wuri; Vera Diane Tombokan; Lucyana Leonita Pongoh; Sudirham; Jilly Toar; Christian Bertom Pajung
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1416

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan program pelayanan kesehatan yangbertujuan membantu peserta dengan penyakit kronis mencapai kondisi kesehatan yang terkontrol dankualitas hidup yang optimal. Pelaksanaan Prolanis di Puskesmas Tumaratas telah berjalan, namun masihditemukan keterbatasan dalam beberapa aspek pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas Tumaratas KecamatanLangowan Barat berdasarkan komponen input, proses, dan output yang mengacu pada teori Azwar(2010). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus evaluasiprogram. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu 7 informan. Data diperoleh melalui wawancaramendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tenaga kesehatan pelaksana dan peserta Prolanis.Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwaomponen input telah didukung oleh tenaga pelaksana, pendanaan, serta sarana dan prasarana yang cukupmemadai, tetapi belum optimal karena belum tersedianya SOP khusus Prolanis, pelatihan khusus tenagapelaksana masih terbatas, dan terdapat keterbatasan sarana pendukung. Komponen proses meliputikonsultasi medis, edukasi klub, pemantauan status kesehatan, aktivitas klub, home visit, dan reminder.Seluruh aktivitas telah dilaksanakan, namun home visit belum menjangkau seluruh peserta yangmembutuhkan, partisipasi peserta dalam kegiatan senam masih rendah, dan reminder masih dilakukansecara manual dan belum menggunakan reminder digital seperti SMS/WhatsApp. Komponen outputmenunjukkan bahwa tujuan Prolanis telah mulai tercapai, ditandai dengan meningkatnya keteraturanpeserta dalam melakukan kontrol kesehatan dan mengonsumsi obat serta kondisi kesehatan yang lebihterpantau dan terkontrol. Kesimpulan penelitian ini adalah Pelaksanaan Prolanis di Puskesmas Tumaratastelah memberikan manfaat positif dalam pengelolaan kondisi kesehatan peserta, tetapi belum optimal.Penguatan SOP, sistem reminder, cakupan home visit, dan partisipasi peserta diperlukan untukmeningkatkan pencapaian tujuan Prolanis secara optimal dan berkelanjutan.  
Perbedaan Pengaruh Mckenzie Exercise Dan Ischemic Compression Terhadap Myofascial Pain Syndrome Upper Trapezius Muscle Pada Pelajar SMA Debi Loren; Nindha Prabaningrum
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1421

Abstract

Penggunaan smartphone yang berlebihan dikalangan pelajar SMAdengan durasi rata-rata 5-11 jam perhari menyebabkan postur tubuh yang tidakergonomis, khususnya posisi kepala yang condong ke depan (forward head position).Kondisi ini memicu terbentuknya trigger point pada otot upper trapezius yangdikenal sebagai Myofascial Pain Syndrome (MPS). MPS dapat berdampak padapenurunan konsentrasi belajar, gangguan tidur dan penurunan prestasi akademikpelajar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruhMcKenzie Exercise dan Ischemic Compression terhadap penurunan nyeri MPS uppertrapezius muscle pada pelajar SMA. Metode: penelitian ini menggunakan desainquasi experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test two group design.Jumlah sampel sebanyak 36 responden. Karakteristik responden didominasi olehlaki-laki (61,1%) dengan rentan usia 16-18 tahun dan durasi penggunaan smartphoneterbanyak 7-9 jam per hari (50%). Intervensi diberikan sebanyak 3 kali dalamseminggu selama 1 bulan. Pengukuran nyeri menggunakan instrumen VisualAnalogue Scale (VAS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk mengujipengaruh dalam kelompok dan uji Mann Whitney untuk menguji perbedaan antarakelompok. Hasil: Hasil uji Wilcoxon pada kelompok I (McKenzie Exercise)menunjukkan nilai p = 0,001 dengan rerata penurunan nyeri sebesar 3,11 ± 0,900,sedangkan pada kelompok II (Ischemic Compression) diperoleh nilai p = 0,001dengan rerata penurunan nyeri sebesar 2,39 ± 0,698. Kedua intervensi terbuktiberpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri MPS upper trapezius. Hasil ujiMann Whitney menunjukkan nilai p = 0,020, yang berarti terdapat perbedaan yangsignifikan antara kedua kelompok intervensi. Kesimpulan: McKenzie Exerciseterbukti lebih efektif dibandingkan Ischemic Compression dalam menurunkan nyeriMPS upper trapezius muscle pada kelompok pelajar SMA, dibuktikan dengan reratapenurunan nyeri yang lebih besar pada kelompok McKenzie Exercise dibandingkankelompok Ischemic Compression.
Gambaran Hasil Pemeriksaan Jumlah Trombosit dan Hematokrit Pada Pasien Dengue Di Puskesmas Ngaglik 1 Sefi Fadila; Rosmita Anggraeni; Tri Dyah Astuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1422

Abstract

Demam berdarah dengue, yang disebabkan oleh virus dengue, tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Tes laboratorium, seperti penghitungan trombosit dan pengukuran hematokrit, sangat penting untuk mendiagnosis dan memantau pasien demam berdarah. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hasil pengujian penghitungan trombosit dan hematokrit pada pasien demam berdarah di Puskesmas Ngaglik. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Pengambilan sampel total digunakan untuk mengumpulkan 135 catatan pasien demam berdarah yang diperoleh dari data laboratorium sekunder pada tahun 2025. Analisis data dilakukan menggunakan metode univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas pasien demam berdarah adalah dewasa, dengan 91 responden (67,4%), dan 77 responden (57,0%) adalah laki-laki. Analisis penghitungan trombosit mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien mengalami trombositopenia, yaitu 110 peserta (81,5%), sedangkan 25 peserta (18,5%) memiliki nilai normal. Selanjutnya, analisis kadar hematokrit menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki hematokrit dalam kisaran normal, yaitu 68 peserta (50,4%), diikuti oleh 37 peserta (27,4%) dengan hematokrit rendah dan 30 peserta (22,2%) dengan hematokrit tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa trombositopenia merupakan gangguan hematologis yang paling umum terjadi pada pasien demam berdarah, sementara fluktuasi kadar hematokrit mencerminkan kondisi klinis dan tahap penyakit.
Hubungan Edukasi Terhadap Kejadian Diare Berulang Pada Balita Tahun 2026 Di RSIA Bunda Palangka Raya Desta Erma Natalia; Meilitha Carolina; Dian Mitra D. Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1424

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada balita yang masih menyebabkantingginya angka kesakitan dan kematian di negara berkembang. Kejadian diare berulang dapatdipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan orang tua mengenai pencegahan dan penanganan diare.Edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, serta perilaku hidupbersih dan sehat sehingga diharapkan dapat menurunkan kejadian diare berulang pada balita.Berdasarkan data RSIA Bunda Palangka Raya tahun 2025, terdapat 205 kasus diare pada balita dan98 kasus di antaranya merupakan diare berulang. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubunganedukasi dengan kejadian diare berulang pada balita tahun 2026 di RSIA Bunda Palangka Raya.Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan retrospektif dan desain kohortretrospektif. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik totalsampling dan dibagi menjadi kelompok terpapar edukasi dan tidak terpapar edukasi. Data diperolehdari rekam medis menggunakan lembar checklist, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariatmenggunakan uji Chi-Square serta perhitungan Relative Risk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa30 responden pernah mendapatkan edukasi dan 30 responden tidak mendapatkan edukasi.Sebanyak 24 balita mengalami diare berulang dan 36 balita tidak mengalami diare berulang. Hasiluji Chi-Square menunjukkan nilai p-value 0,002 dengan RR 3,000 (95% CI: 1,385–6,499).Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara edukasi dan kejadian diare berulang. Balita yangorang tuanya tidak mendapatkan edukasi berisiko tiga kali lebih besar mengalami diare berulang.
Hubungan Pola Makan Dengan Status Gizi Pada Lansia Di Desa Mongolato Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo Putri Rahayu Mustapa; Rosmin Ilham; Inne Ariane Gobel
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1427

Abstract

Lansia merupakan individu yang berusia ≥ 60 tahun yang mengalami proses penuaan sehingga dapatmemengaruhi kondisi kesehatan dan kebutuhan gizi. Pola makan adalah kebiasaan konsumsi makananyang meliputi jenis, frekuensi, dan jumlah makanan, sedangkan status gizi merupakan kondisi tubuhyang menggambarkan keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan tubuh berdasarkanpengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makandengan status gizi pada lansia di Desa Mongolato Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Penelitianini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitianberjumlah 313 lansia, dengan sampel sebanyak 76 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposivesampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola makan dan pengukuran antropometri.Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil penelitianmenunjukkan sebagian besar lansia memiliki pola makan kategori baik sebanyak 48 responden,sedangkan status gizi dominan berada pada kategori gizi kurang sebanyak 33 responden. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi padalansia di Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo (ρ=0,001). Kesimpulan penelitianini adalah pola makan berhubungan dengan status gizi lansia. Disarankan lansia dan keluarga lebihmemperhatikan konsumsi makanan bergizi seimbang untuk mempertahankan status gizi optimal.
Studi Potensi Interaksi Obat Diabetes Mellitus Dengan Anti-Hipertensi Di Rumah Sakit Yarsi Cempaka Putih, Jakarta Pusat Zuli Astuti Salsabilla; Widya Handayani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1432

Abstract

Interaksi obat merupakan salah satu permasalahan dalam pengobatan pasien Diabetes Mellitus(DM) tipe 2 dengan hipertensi karena penggunaan terapi kombinasi dan polifarmasi dapatmeningkatkan risiko perubahan efek farmakologis antarobat. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi pola penggunaan obat serta menganalisis potensi interaksi antara obatantidiabetes dan antihipertensi pada pasien DM tipe 2 dengan hipertensi di Rumah Sakit YarsiCempaka Putih Jakarta Pusat. Penelitian menggunakan desain observasional retrospektif dengandata sekunder berupa resep pasien periode Juli–November 2025. Sampel diperoleh menggunakanteknik total sampling dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 198 dari 200 pasien (99%) memiliki potensi interaksi obat.Interaksi didominasi oleh mekanisme farmakodinamik dan tingkat keparahan moderate. Sebanyak80,8% pasien menggunakan lima atau lebih obat sehingga termasuk dalam kategori polifarmasi.Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jumlah obat dengan potensi interaksi(p<0,05) serta antara diagnosis penyerta dengan potensi interaksi obat (p<0,05). Temuan inimenunjukkan bahwa kompleksitas terapi dan keberadaan diagnosis penyerta merupakan aspekpenting dalam peningkatan risiko interaksi obat. Skrining interaksi, evaluasi resep, danpemantauan terapi secara berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan keamanan dan efektivitaspengobatan pasien DM tipe 2 dengan hipertensi.