cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Analisis Waktu Tunggu Rawat Inap Berdasarkan Karakteristik Pasien Di IGD Rumah Sakit Siti Fatimah Palembang Muhamad Rizal Fahlepi; Mieke Nurmalasari; Husni Abdul Mukhlis; Anastasia Cyntia Dewi Kurniawati; Nurul Fitriah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1834

Abstract

The Emergency Department (ED) requires rapid and continuous services, yet patient overcrowding may delay transfer to inpatient wards. This study aimed to analyze the relationship between patient characteristics, including age, sex, payment method, ward class, and triage category, and waiting time for admission from the ED at Siti Fatimah Hospital Palembang. A quantitative analytic approach with a cross-sectional design was used. The study population consisted of 5,544 ED patients recorded during October–December 2025. A total of 98 respondents were selected using purposive sampling according to the study criteria. Secondary data were obtained from medical records and the Hospital Management Information System, covering patient characteristics and service time logs until admission to an inpatient ward. Waiting time was categorized as meeting the standard when it was ≤2 hours and not meeting the standard when it was >2 hours. Univariate and bivariate analyses were conducted using the Chi-Square test at a significance level of 0.05. The results showed that 72 respondents (73.5%) experienced waiting times exceeding the standard. Significant associations were found between waiting time and age (p=0.012), sex (p=0.011), payment method (p=0.000), and triage category (p=0.000). Ward class was not significantly associated with waiting time (p=0.440). The highest proportion of delays occurred among patients aged 19–59 years, male patients, BPJS participants, and patients in the mild triage category. These findings indicate the need to strengthen patient-flow management, improve inpatient bed availability, and simplify administrative procedures to reduce delays in transferring patients from the ED to inpatient care.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan dengan Kesiapan Menghadapi Kegawatdaruratan Maternal di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe Fitriani Fitriani; Mutiana Mutiana; Cut Susandari; Cut Linar; Mawarni Yunita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1842

Abstract

Kegawatdaruratan maternal merupakan kondisi yang dapat mengancam keselamatan ibu selama kehamilan dan memerlukan penanganan segera. Kemampuan ibu hamil dalam mengenali tanda bahaya kehamilan dan kesiapan menghadapi kondisi kegawatdaruratan merupakan salah satu faktor penting dalam mencegah keterlambatan mendapatkan pertolongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal di wilayah kerja Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang tanda bahaya kehamilan sebanyak 21 orang (55,3%), pengetahuan cukup sebanyak 12 orang (31,6%), dan pengetahuan kurang sebanyak 5 orang (13,2%). Berdasarkan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal, sebanyak 22 orang (57,9%) berada dalam kategori siap dan 16 orang (42,1%) berada dalam kategori kurang siap. Hasil uji statistik diperoleh P-value = 0,006 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal di wilayah kerja Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal.
Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja SMAN 1 Sentolo Kulon Progo Indo Bulaweng; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1847

Abstract

Anemia pada remaja masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dapat mengganggu pertumbuhan, perkembangan, kemampuan belajar, serta kesehatan reproduksi di masa mendatang. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia adalah status gizi. Namun, hubungan antara status gizi dan kejadian anemia pada remaja masih menunjukkan hasil yang beragam sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja di SMA N 1 Sentolo Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi kelas X SMA N 1 Sentolo sebanyak 108 siswi. Sampel berjumlah 85 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U), sedangkan kadar hemoglobin diukur menggunakan alat Hb digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 16 tahun (70,6%). Berdasarkan status gizi, sebanyak 41,2% responden memiliki status gizi baik, 32,9% gizi kurang, 15,3% gizi lebih, dan 10,6% obesitas. Sebanyak 44,7% responden mengalami anemia, sedangkan 55,3% tidak mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,192 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja di SMA N 1 Sentolo Kabupaten Kulon Progo. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian anemia pada remaja di SMA N 1 Sentolo Kabupaten Kulon Progo. Kejadian anemia pada remaja diduga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti asupan zat besi, pola makan, kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah, menstruasi, serta faktor sosial ekonomi. Kata kunci: anemia, remaja, status gizi, indeks massa tubuh, kejadian anemia.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Lansia dan Lama DM dengan Kepatuhan Diet pada Lansia di Puskesmas Bukit Hindu Kota Palangka Raya Jefri Jefri; Karmitasari Yanra Katimenta; Isnawiranti Isnawiranti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1854

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan, termasuk kepatuhan terhadap diet. Pengetahuan dan pengalaman selama menderita diabetes melitus diperkirakan berkaitan dengan kemampuan pasien menjalankan pengaturan makan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan lama menderita diabetes melitus dengan kepatuhan diet pada lansia di UPTD Puskesmas Bukit Hindu Kota Palangka Raya. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 53 responden dipilih menggunakan consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kepatuhan diet, sedangkan lama menderita diabetes diperoleh melalui kuesioner karakteristik. Analisis bivariat menggunakan korelasi Spearman’s rho. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (67,9%), lama menderita diabetes kategori singkat (39,6%), dan kepatuhan diet kurang (54,7%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet (rₛ = -0,061; p = 0,664) maupun antara lama menderita diabetes dengan kepatuhan diet (rₛ = 0,084; p = 0,552). Edukasi diet dan pendampingan tetap perlu diberikan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan faktor lain seperti motivasi, kebiasaan makan, dan dukungan keluarga.
Efektivitas Senam Dismenore Dan Kompres Hangat Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Haid Pada Mahasiswa Kebidanan Politeknik Tiara Bunda Tahun 2026 Dela Namirah Zasqiah Burhan; Yeki Supriaten Aisyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1861

Abstract

Data World Health Organization (WHO) tahun 2020 menyatakan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanitayang mengalami dismenore, 10-15% diantaranya mengalami dismenore berat (WHO, 2020). Tahun 2021 WHOmenyatakan prevalensi dismenore berkisar antara 1,7% sampai 97% pada 106 studi dengan jumlah responden125.249 wanita (WHO, 2021). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan prevalensi dismenore antara tahun 2020dan 2021. Di Indonesia sendiri angka kejadian dismenore pada wanita yang berusia 14-19 tahun sebesar 64,25%yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder (Halim et al., 2023). Sedangkan daridata SDKI prevalensi kejadian dismenore di Deli Serdang tahun 2022 mencapai 60-70% (SDKI, 2022)Tingginyaangka tersebut menunjukkan bahwa dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan menstruasi yang perlumendapatkan perhatian pada kelompok remaja putri, khususnya di wilayah Kecamatan Cinere. Tujuan penelitianmengetahui efektivitas senam dismenore dan kompres hangat terhadap penurunan tingkat nyeri haid padamahasiswa kebidanan Politeknik Tiara Bunda Tahun 2026. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif, denganmenggunakan desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan rancangan OneGroup Pre test -Post test Design. Berdasarkan analisis data dilakukan uji normalitas diketahui bahwa databerdistribusi normal (p&lt;0,05), sehingga untuk melihat adanya efektivitas atau tidak maka digunakan uji paired t-test. Hasil uji paired t-test berdasarkan tabel 4.7 menunjukkan nilai signifikansi Asymp.sig. (2-tailed) = 0,000(&lt;0,05). Nilai signifikansi &lt;0.05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dansesudah diberikan senam dismenore dan kompres hangat terhadap penurunan tingkat nyeri haid. Dengandemikian dapat disimpulkan bahwa terapi senam dismenore dan kompres hangat berpengaruh secara signifikanTerhadap Penurunan Tingkat Nyeri Haid Pada mahasiswa kebidanan politeknik tiara bunda Tahun 2026.
Korelasi Parameter CT Scan dan Karakteristik Pasien Dengan Dosis Analisis Efektif Pada Pemeriksaan CT Scan Thorax Nurwahida; Dita Anggraeni; Kadek Yuda Astina; Made Adhi Mahendrayana; Sudarman
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1863

Abstract

Abstrak: Analisis Korelasi Parameter CT Scan dan Karakteristik Pasien dengan Dosis Efektif pada Pemeriksaan CT Scan Thorax Pemeriksaan computed tomography (CT) Scan Thorax merupakan modalitas diagnostik penting, tetapi penggunaannya memerlukan evaluasi dosis radiasi karena parameter teknis dan karakteristik pasien dapat memengaruhi paparan radiasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi parameter CT Scan dan karakteristik pasien dengan dosis efektif pada pemeriksaan CT Scan Thorax. Penelitian ini menggunakan kuantitatif retrospektif. Penelitian dilakukan di Instalasi Radiologi salah satu Rumah Sakit di Jakarta pada bulan Desember 2025 sampai Januari 2026. Sampel penelitian berjumlah 33 pasien yang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Variabel yang dianalisis meliputi milliampere-second (mAs), slice thickness, usia, jenis kelamin, computed tomography dose index volume (CTDIvol), dose length product (DLP), dan dosis efektif. Dosis efektif diperoleh melalui konversi nilai DLP dengan cara mengalikan DLP dengan faktor konversi untuk CT Thorax. Analisis data dilakukan secara deskriptif, dilanjutkan dengan uji normalitas dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan rerata dosis efektif sebesar 4,12 ± 2,48 mSv dengan rentang 1,30–8,31 mSv. Rerata mAs sebesar 105,00 ± 59,63, slice thickness 0,807 ± 0,075 mm, CTDIvol 6,77 ± 4,21 mGy, dan DLP 294,44 ± 177,43 mGy.cm. Hasil uji Spearman menunjukkan korelasi positif sangat kuat dan signifikan antara mAs dengan dosis efektif (ρ = 0,945; p < 0,001). Slice thickness (ρ = 0,141; p = 0,433) dan usia (ρ = -0,030; p = 0,867) tidak berkorelasi bermakna dengan dosis efektif, sedangkan jenis kelamin menunjukkan korelasi positif lemah pada batas signifikansi statistik (ρ = 0,344; p = 0,050). Penelitian ini menyimpulkan bahwa mAs merupakan parameter CT Scan yang paling kuat berkorelasi dengan dosis efektif pada pemeriksaan CT Scan Thorax.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Praktik Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Masyarakat Tara-Tara 2 Kota Tomohon Tahun 2026 Thiery Siloam Samuel Keynds Hamisi; Vera Diane Tombokan; Syafriani Syafriani; Lucyana Leonita Pongoh; Theo Welly Everd Mautang; Doortje Fransye Tamunu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1865

Abstract

Pengendalian kasus Dengue di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, sangat dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan sikap masyarakat. Studi observasional analitikal dengan desain cross-sectional ini meneliti bagaimana pemahaman serta pandangan warga Kelurahan Tara-Tara II memengaruhi tindakan preventif mereka terhadap DBD. Melalui simple random sampling, sebanyak 85 responden dilibatkan dan dievaluasi menggunakan kuesioner terstruktur. Data hasil survei diolah melalui uji statistik univariat dan bivariat (Chi-Square, CI = 95%). Temuan lapangan menunjukkan nilai p = 0,672 untuk variabel pengetahuan dan p = 0,464 untuk variabel sikap, yang berarti kedua faktor tersebut tidak berhubungan secara signifikan dengan tindakan pencegahan DBD. Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman yang baik belum tentu terwujud dalam aksi nyata. Oleh karena itu, intervensi edukasi kesehatan ke depan harus difokuskan pada strategi pembentukan kebiasaan dan perubahan perilaku nyata di masyarakat.
Pengaruh Edukasi berbasis Media Sosial terhadap Pengetahuan Ibu tentang PD3I di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Blang Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen Novianti Novianti; Sitti Muthmainnah; Mirna Yulia; Cut Linar; Putri Tia Novita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1874

Abstract

Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) merupakan kelompok penyakit infeksi yang dapat dicegah melalui pemberian imunisasi sesuai jadwal. Pengetahuan ibu mengenai PD3I menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kepatuhan pemberian imunisasi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi berbasis media sosial terhadap pengetahuan ibu tentang PD3I di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Blang Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 47 ibu dan seluruh populasi dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang PD3I sebelum dan sesudah diberikan edukasi berbasis media sosial. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 25 responden (53,2%), sedangkan setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan, dengan 35 responden (74,5%) berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan edukasi berbasis media sosial. Disimpulkan bahwa edukasi berbasis media sosial berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang PD3I di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Blang Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen.
Model Awal Prototipe Hibrid Rotasi: Self-Monitoring Preeklamsia Berbasis AHA 2025 Mendukung Sdg’s 3.2 Dan Astacita 4 Dalam Pencegahan Stunting Pesisir Rasdiana R; Mawaddah Umar; Nurfaidah; Serli
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1876

Abstract

Preeklamsia berkontribusi signifikan terhadap tingginya morbiditas maternal dan kelahiran Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) yang berisiko memicu stunting. Upaya pemantauan mandiri (self-monitoring) melalui aplikasi digital di kawasan pesisir sering menghadapi kendala akibat kesenjangan infrastruktur teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas serta kepraktisan (usability) model awal prototipe Hibrid ROTASI (Roda Pantau Tensi) guna mencegah preeklamsia dan stunting dari sektor hulu. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D) dengan kerangka ADDIE pada Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) 2-3. Uji coba lapangan melibatkan 20 ibu hamil di wilayah Puskesmas Barombong. Data kognitif dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test, sedangkan evaluasi kepraktisan dieksplorasi melalui panduan wawancara kualitatif. Hasil validasi pakar menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi (Ahli Materi: 85%, Ahli Media: 95%). Pada tahap implementasi, intervensi memicu peningkatan pemahaman kognitif yang sangat signifikan secara statistik (p=0,000) terkait stunting, preeklamsia, dan hipertensi. Secara teknis operasional, 60%-70% responden mengalami kegagalan instalasi aplikasi digital akibat limitasi gawai, namun booklet cetak interaktif berhasil berfungsi optimal sebagai sistem cadangan utama (fail-safe system). Prototipe Hibrid ROTASI terbukti praktis, valid, dan sangat efektif dalam meningkatkan literasi serta efikasi diri ibu hamil, sekaligus menjadi solusi taktis yang menjembatani kesenjangan digital pesisir. Kata Kunci: Preeklamsia; Stunting Pesisir; Hibrid ROTASI; ADDIE; Self-Monitoring.
Studi Deskriptif Persepsi Perawat Tentang Beban Kerja Sebagai Koordinator Program Di Puskesmas Sungai Karias Sri Rusyda Rahmawati; Achir Yani S Hamid; Yustan Azidin
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1885

Abstract

Perawat di Puskesmas memiliki peran ganda sebagai pemberi asuhan keperawatan dan koordinator program kesehatan. Kondisi ini meningkatkan tuntutan klinis, administratif, koordinasi, dan pencapaian target program yang dapat memengaruhi persepsi terhadap beban kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi persepsi perawat tentang beban kerja sebagai koordinator program di UPT Puskesmas Sungai Karias. Metodologi Penelitian yang digunakan pada yaitu desain kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Partisipan berjumlah 8 perawat koordinator program. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam pada Juni–Juli 2026 dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan lima tema utama, yaitu peran ganda pelayanan klinis dan manajerial, kompleksitas administrasi dan tekanan target capaian, manajemen waktu, dampak beban kerja, serta harapan terhadap manajemen yang efektif dan efisien. Beban kerja dipersepsikan kompleks karena banyaknya tugas, tanggung jawab, keterbatasan waktu, tuntutan ketelitian, dan pelaksanaan berbagai aktivitas secara bersamaan. Beban kerja perawat sebagai koordinator program merupakan pengalaman kompleks dan multidimensional yang dipengaruhi tuntutan organisasi, keterbatasan sumber daya, tekanan target, dan kemampuan adaptasi.