cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Case Report : Kehamilan Grande Multigravida Karena Kegagalan IUD Dengan Diabetes Gestasional Dan Riwayat Sectio Caesarea Di Puskesmas Plaosan Immelia Erviana Dica; Teta Puji Rahayu; Nurlailis Saadah; Rahayu Sumaningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1668

Abstract

Kehamilan dengan status grande multigravida tergolong sebagai kondisi berisiko tinggi yang rentanterhadap penyulit pada ibu maupun janin. Oleh karena itu, diperlukan penatalaksanaan kebidanansecara menyeluruh guna memantau kondisi kesehatan serta meminimalkan potensi komplikasi sejakawal. Studi ini bertujuan untuk menguraikan penatalaksanaan asuhan kebidanan pada Ny. A, seorangpasien grande multigravida akibat kegagalan alat kontrasepsi IUD yang disertai diabetes gestasionaldan riwayat tindakan sectio caesarea (SC). Metode: Penelitian ini menerapkan desain laporan kasus(Case Report) berbasis pendekatan manajemen kebidanan. Proses pengumpulan data dilaksanakanpada bulan Januari hingga Mei 2026 di Puskesmas Plaosan meliputi wawancara klinis, pemeriksaanfisik, tes penunjang, pengamatan langsung, serta pencatatan rekam medis. Hasil dan Pembahasan:Intervensi kebidanan diprioritaskan pada pemantauan ketat status kesehatan ibu dan janin, pengaturanpola makan dan latihan fisik untuk mengontrol kadar gula darah, edukasi tanda bahaya kehamilanberisiko, serta perencanaan penggunaan kontrasepsi pascamelahirkan. Evaluasi menunjukkan adanyaperbaikan klinis yang signifikan pada pasien, ditandai dengan penurunan kadar gula darah acak (GDA)serta stabilnya kadar hemoglobin (Hb) pada angka 14,4 g/dL. Simpulan: Pemberian asuhan kebidanansecara berkelanjutan selama tiga bulan terbukti efektif meningkatkan pemahaman pasien terkait risikokehamilannya. Selain itu, penderita diabetes gestasional berhasil mengontrol kondisinya melaluipenerapan diet rendah karbohidrat, olahraga ringan teratur seperti berjalan kaki, serta pembatasanaktivitas fisik yang berat.
Perceived Comfort of Post-Caesarean Section Patients Based on Kolcaba’s Comfort Theory Sheika Nuraini Azizah; Wiwin Martiningsih; Sri Mugianti; Suprajitno Suprajitno
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1676

Abstract

Introduction: Comfort is an important aspect of recovery for post-cesarean section patients, but the experience of comfort is individual and influenced by physical, psychological, sociocultural, and spiritual conditions. Based on Kolcaba’s Comfort Theory, comfort encompasses three contexts: relief, ease, and transcendence. This study aims to explore the comfort experiences of post-cesarean section patients based on these three contexts. Methods: This study used a qualitative descriptive design involving six participants. Data were collected through in-depth interviews and observation, then analyzed qualitatively using Open Code 4.02 software. Result: The results showed that (1) relief was experienced through reduced pain after analgesic administration, gradual mobilization, and support from nurses; (2) ease was experienced after receiving explanations about postoperative condition, family support, and spiritual activities, although anxiety related to the surgical wound or previous surgical experiences was still found; (3) in transcendence, participants demonstrated the ability to adapt through gratitude, self-acceptance, and a focus on the baby’s safety. Discussion: The comfort of relief, ease, and transcendence is influenced by time and individual adaptation experiences; therefore, nursing interventions are tailored based on these three contexts. Conclusion: Patients’ experiences of comfort following a cesarean section exhibited dynamic and contextual patterns, meaning that not all dimensions of comfort were fully experienced. Recommendation: Therefore, nursing interventions are tailored based on these three contexts.
Hubunga Antara Berat Lahir dan Kejadian Stunting di Puskesmas Nggalik II Rista Pebriana; Agung Nugroho; Diah Puspitasari; Sri Mujianto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1678

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik selama masa kehamilan maupun setelah kelahiran. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu kondisi yang memiliki risiko mengalami keterlambatan perkembangan seiring pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat lahir dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik II. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel terdiri dari 96 balita, yaitu 48 balita stunting sebagai kelompok case dan 48 balita tidak stunting sebagai kelompok control. Data dikumpulkan melalui rekam medis, buku KIA, dan KMS, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact test dan perhitungan odds ratio (OR) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 balita (4,2%) memiliki riwayat BBLR dan 92 balita (95,8%) memiliki berat lahir normal. Hasil analisis statistic menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara berat lahir dan kejadian stunting (p=0,617; p>0,05). Nilai OR sebesar 3,1 dengan 95% CI 0,2–167,9 menunjukkan adanya kecenderungan risiko stunting yang lebih tinggi pada balita dengan riwayat BBLR, tetapi hasil tersebut belum menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik karena interval kepercayaan mencakup nilai 1 dan memiliki rentang yang lebar. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara berat lahir dan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik II. Keterbatasan jumlah balita dengan riwayat BBLR perlu menjadi pertimbangan dalam menginterpretasikan hasil penelitian. Kata kunci: Berat Badan Lahir Rendah; Sosial Ekonomi; Pola Asuh; Stunting
Hubungan Perubahan Citra Tubuh dengan Status Emosional Pasien Hemodialisis di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Anastacia Ratih Vida Kusuma; Endrat Kartiko Utomo; Muzaroah Ermawati Ulkhasanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1693

Abstract

Pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dapat mengalami berbagai perubahan fisik, antara lain perubahan akses vaskular, hiperpigmentasi kulit, pruritus, edema, maupun bentuk tubuh yang dapat memengaruhi persepsi terhadap tubuh. Perubahan citra tubuh dapat berdampak pada status emosional berupa depresi, kecemasan, dan stres. Penelitian sebelumnya lebih banyak meneliti citra tubuh dengan kualitas hidup, sedangkan penelitian mengenai hubungan perubahan citra tubuh dengan status emosional pada pasien hemodialisis masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada hubungan perubahan citra tubuh dengan status emosional pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perubahan citra tubuh dengan status emosional yang meliputi depresi, kecemasan, dan stres pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional dan melibatkan 60 responden melalui teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner Body Image Scale (BIS) dan Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Data dianalisis dengan uji spearman rank. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perubahan citra tubuh dengan depresi (p-value = 0,000; r = 0,638), kecemasan (p-value = 0,005; r = 0,355), dan stres (p-value = 0,000; r = 0,596). Perubahan fisik akibat penyakit dan hemodialisis yang dapat memengaruhi persepsi terhadap tubuh, menimbulkan rasa malu dan ketidaknyamanan, serta berdampak pada kondisi psikologis pasien. Semakin negatif persepsi pasien terhadap citra tubuhnya, maka semakin tinggi tingkat depresi, kecemasan, dan stres yang dialami pasien.
Analisis Faktor Risiko Kelahiran Prematur pada Ibu Hamil Di RSU Amanda Mitra Keluarga Karawang 2026 Lismayanti Agustini; Musmundiroh; Herlina Simanjuntak; Yulianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1705

Abstract

Kelahiran prematur merupakan salah satu masalah kesehatan yangberkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas neonatal.Kejadian kelahiran prematur dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal,seperti usia ibu, pendidikan, paritas, indeks massa tubuh (IMT), riwayatkeguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungandengan kejadian kelahiran prematur pada ibu bersalin di RSU Amanda MitraKeluarga Karawang Tahun 2026.Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional denganpendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bersalin diRSU Amanda Mitra Keluarga Karawang selama periode penelitian. Sampelberjumlah 444 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling.Data diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secaraunivariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Besarnya risiko dinilaiberdasarkan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 444 responden, sebanyak124 (27,9%) mengalami kelahiran prematur. Terdapat hubungan bermaknaantara usia ibu (p-value = 0,000; OR = 2,215; 95% CI: 1,452–3,381), riwayatkeguguran (p-value = 0,013; OR = 1,829), riwayat penyakit (p-value = 0,029;OR = 1,665; 95% CI: 1,076–2,577), dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia(p-value = 0,000; OR = 3,142). Sementara itu, pendidikan, paritas, dan IMTtidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian kelahiranprematur.Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa usia ibu, riwayatkeguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsiaberhubungan dengan kejadian kelahiran prematur. Riwayat kehamilan denganpreeklamsia merupakan faktor yang memiliki hubungan paling kuat.Diperlukan peningkatan skrining, deteksi dini, dan pelayanan antenatal yangberkualitas untuk menurunkan risiko kelahiran prematur.
Determinasi Gangguan Siklus Menstruasi Remaja Putri: Analisis Faktor Kognitif, Status Gizi, dan Pola Hidup Elis; Musmundiroh; Herlina Simanjuntak; Dea Pebrianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1711

Abstract

Gangguan siklus menstruasi merupakan tantangan kesehatan reproduksi global yang memengaruhi sekitar 45% hingga 75% remaja putri di seluruh dunia, dengan prevalensi nasional di Indonesia mencapai 11,7% hingga 13,7%. Siklus yang tidak teratur pada masa awal pubertas apabila dibiarkan dapat berdampak buruk pada fungsi fertilitas jangka panjang serta memicu gangguan psikologis. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional ini dilaksanakan pada salah satu institusi pendidikan menengah pertama di Kabupaten Bekasi pada tahun 2026. Populasi penelitian siswi kelas VII dengan jumlah sampel sebanyak 70 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data primer dilakukan melalui pengisian kuesioner terstruktur untuk variabel pengetahuan, sumber informasi, dan siklus menstruasi, kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk kualitas tidur, serta pengukuran antropometri (BB/TB) berdasarkan indikator IMT/U untuk status gizi. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pengetahuan (p < 0,001), status gizi (p = 0,001), dan kualitas tidur (p = 0,013) dengan keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri. Sebaliknya, variabel pemanfaatan sumber informasi (p = 0,564) terbukti tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan status siklus menstruasi responden di populasi ini. Keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri fase awal dipengaruhi secara signifikan oleh ranah kognitif berupa tingkat pengetahuan, serta faktor fisiologis dan gaya hidup yang mencakup status gizi dan kualitas tidur siswa. Institusi pendidikan disarankan untuk memantau asupan nutrisi harian siswi, membatasi aktivitas malam guna menjaga higienitas tidur (sleep hygiene), serta mengoptimalkan layanan edukasi reproduksi yang interaktif.
Efektivitas Edukasi Menggunakan Website Sadari Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Dalam Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja Putri Di Smp Negeri 17 Pekanbaru Riza Octiana Athaya; Islah Wahyuni; T. Hartian Silawati Ningsih; Yessi Azwar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1716

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian padaperempuan yang dapat dideteksi sejak dini melalui pemeriksaan payudara sendiri(SADARI). Rendahnya pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai deteksi dinikanker payudara menjadi salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya praktikSADARI. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang efektif, menarik, danmudah diakses, salah satunya melalui website SADARI. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui efektivitas edukasi menggunakan website SADARI terhadappengetahuan dan sikap dalam deteksi dini kanker payudara pada remaja putri diSMP Negeri 17 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengandesain quasi experiment melalui pendekatan one group pretest-posttest design.Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswi kelas VII dan VIII SMPNegeri 17 Pekanbaru sebanyak 130 responden dengan teknik total sampling.Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang diberikansebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara univariat danbivariat menggunakan uji McNemar. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan responden sebelum dansesudah diberikan edukasi menggunakan website SADARI (p = 0,000).Sementara itu, pada variabel sikap tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p =1,000). Disimpulkan bahwa edukasi menggunakan website SADARI efektifmeningkatkan pengetahuan remaja putri, namun belum terbukti efektif dalammeningkatkan sikap terhadap deteksi dini kanker payudara. Website SADARIdiharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media promosi kesehatan di sekolahuntuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenaipentingnya deteksi dini kanker payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri(SADARI).
Prosedur Pemeriksaan MRI Brain Pada Klinis Stroke Iskemik: Peranan Sekuens Diffusion Tensor Imaging (DTI) Di RSUP Surabaya Alfin Ramadhani Suharyono; Amreski; Langkir Sapto Adi; Nur Salsabila Sandy; Adrian Suharyono Sutejo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1717

Abstract

Stroke iskemik merupakan penyebab utama mortalitas dan kecacatan neurologisyang memerlukan diagnosis cepat dan akurat. Walaupun pemeriksaan Magnetic ResonanceImaging (MRI) Brain konvensional menjadi prosedur yang diandalkan untuk mendeteksi infarkserebral, metode ini terkadang memiliki keterbatasan dalam menilai detail kerusakan strukturmikro pada jaringan white matter. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkajisecara mendalam peranan sekuens Diffusion Tensor Imaging (DTI) yang bekerja dengan caramenganalisis arah pergerakan molekul air untuk mendeteksi kelainan infark iskemik. Penelitianini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus, di mana pengumpulan datadilakukan dengan observasi, observasi, dan dokumen internasional dari mesin pencari sepertiGoogle Scholar, PubMed, dan SpringerLink. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekuens DTIterbukti mampu mendeteksi dan mengevaluasi tingkat kerusakan mikrostruktur white matterpasca-stroke iskemik yang tidak selalu tampak pada citra MRI konvensional. Perubahan poladifusi air akibat kerusakan jaringan ini dinilai secara presisi menggunakan parameter FractionalAnisotropy (FA), Mean Diffusivity (MD), dan Apparent Diffusion Coefficient (ADC).Kesimpulannya, penerapan sekuens DTI pada pemeriksaan MRI memiliki peran yang sangatkrusial dalam menghasilkan diagnosis jaringan otak yang komprehensif. Pengetahuan daripenelitian ini sangat penting untuk memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktikradiologi tingkat lanjut yang berbasis bukti (evidence-based), sehingga pada akhirnya dapatmeningkatkan standar dan kualitas pelayanan bagi pasien stroke iskemik.
Hubungan Faktor Resiko Dengan Prevalensi Stroke Pada Lansia Di Kelurahan Argasari Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya Tahun 2025 Nina Rosdiana; Ana Samitul Millah; Happy Kurniati Suleman
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1721

Abstract

Stoke merupakan penyakit yang menimbulkan kecatatan tertinggi di dunia. Angka kejadina stroke naik dari tahunketahun. Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kejadian stroke dari tahun 2017.Beberapa factor yang diprediksi dapat menyebabkan penyakit stroke diantaranya adalah umur, kadar gula darah,kadar kolesterol darah, kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi dan aktifitas fisik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor resiko dengan prevalensi stroke dengan populasimasyarakat Kelurahan Argasari yang dipilih berdasarkan kriteria umur lebih dari 35 tahun sebanyak 45 orang.Instrument penelitian ini dengan menggunakan Stroke Risk Score Card. Analisis data dilakukan denganmenggunakan regresi linier.Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan antara faktor resiko denganprevalensi stroke (p-value =0,633). Sementara semakin tua umur maka memiliki kecenderungan untuk strokesebesar 3,8 kali, gula darah normal memiliki kecenderungan mengalami stroke sebesar 0,82 kali, kebiasaanmerokok memiliki kontribusi sebesar 3,6 kali, tekanan darah tinggi memicu terjadinya stroke sebesar 4,62 kali lipatdan aktifitas fisik memiliki kontribusi sebesar 0,8 kali lipat terjadinya stroke.Saran kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai faktor resiko tersebut dengan tetap melakukan pemeriksaankesehatan secara berkala dan menjaga pola hidup tetap sehat dengan berolahraga yang teratur, menghindarimerokok dan mengontrol tekanan darah.
Pengaruh terapi slow deep breathing terhadap Tekanan Darah tinggi pada lansia dengan hipertensi Rifkhana Aulia Citra; Andriani Mei Astuti; Endrat Kartiko Utomo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1728

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang banyak dialami lansia dan dapat menyebabkan komplikasi kardiovaskular, seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Pengendalian hipertensi dapat dilakukan melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis, salah satunya memperlambat pernapasan dalam . Terapi ini memberikan efek relaksasi, meningkatkan aktivitas saraf parasimpatis, dan menurunkan resistensi pembuluh darah sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah . Tujuan: Menganalisis efektivitas terapi pernafasan lambat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Desa Glagawangi. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest - posttest . berjumlah 40 lansia penderita hipertensi dengan teknik total sampling . Intervensi pernapasan dalam lambat diberikan selama tiga hari berturut-turut. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter digital. Analisis meliputi analisis univariat dan bivariat. Uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk, sedangkan uji hipotesis menggunakan Paired Sample t-Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum intervensi sebesar 84.200, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 81.775 mmHg. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi pernapasan dalam lambat terhadap penurunan tekanan darah, dengan rata-rata serta p-value < 0,05. Kesimpulan: Terapi slow deep breath efektif menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi dan dapat diterapkan sebagai intervensi perawatan mandiri yang aman, mudah, serta menjadi terapi pendamping dalam perawatan hipertensi . Kata Kunci: hipertensi, lansia, pernapasan dalam lambat , tekanan darah, terapi nonfarmakologi