cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Hubungan Teknik Radioterapi Terhadap Toksisitas Akut Gastrointestinal Dan Genitourinari Berdasarkan Kriteria Rtog Pada Pasien Kanker Serviks Di RS Kanker Dharmais Sirilus Bernadi; Nyoman Indah Sukmasari; Rory Agustria
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1730

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu keganasan ginekologi yang paling sering memerlukanradioterapi sebagai modalitas terapi utama, terutama pada stadium lokal lanjut kanker serviks.Radioterapi eksternal dapat menyebabkan toksisitas akut gastrointestinal (GI) dan genitourinari (GU)akibat paparan radiasi pada organ pelvis di sekitarnya. Teknik radioterapi modern seperti IntensityModulated Radiation Therapy (IMRT) dan Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT) diharapkandapat menurunkan toksisitas dibandingkan teknik konvensional Three Dimensional ConformalRadiotherapy (3DCRT). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan teknik radioterapi terhadaptoksisitas akut GI dan GU berdasarkan kriteria Radiation Therapy Oncology Group (RTOG) padapasien kanker serviks di RS Kanker Dharmais. Penelitian menggunakan desain retrospektif analitikterhadap 30 pasien kanker serviks yang menjalani EBRT. Teknik radioterapi dikategorikan menjaditeknik modern (IMRT dan VMAT) dan teknik konvensional (3DCRT). Toksisitas diklasifikasikanmenjadi toksisitas ringan (grade 0–1) dan toksisitas bermakna klinis (grade ≥2). Analisis statistikmenggunakan uji Fisher Exact dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapathubungan yang bermakna antara teknik radioterapi dengan toksisitas GI (p=0.645) maupun toksisitasGU (p=1.000). Usia juga tidak menunjukkan perbedaan bermakna terhadap toksisitas GI (p=0.603)dan GU (p=0.402). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa teknik radioterapi tidakberhubungan secara signifikan terhadap toksisitas akut GI dan GU pada pasien kanker serviks.
Studi Kualitatif: Pengalaman Remaja Putri Dalam Menghadapi Gangguan Menstruasi Di SMK Mandala Bhakti Surakarta Winda Ratika Fanni; Musmundiroh; Muzaroah Ermawati Ulkhasanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1756

Abstract

Latar Belakang: Gangguan menstruasi merupakan pengalaman yang cukup sering dialami remaja putri dan memengaruhi kondisi fisik, emosional, pola menstruasi, serta aktivitas sehari-hari. Secara Global prevalensi gangguan siklus menstruasi 45%. Sementara di Indonesia 13,7% remaja putri mengalami menstruasi yang tidak teratur. Di Provinsi Jawa Tengah prevalensi keluhan nyeri haid mencapai 89,5%, siklus yang tidak teratur 31,2% dan durasi menstruasi memanjang 5,3%. Meski begitu masih sedikit penelitian yang membahas gangguan menstruasi secara kualitatif. Tujuan: Memahami secara mendalam pengalaman remaja putri dalam menghadapi gangguan menstruasi di SMK Mandala Bhakti Surakarta. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Lima partisipan kelas XI dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam pada 13 Mei–10 Juni 2026 dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian: Penelitian ini menghasilkan empat tema utama, yaitu pengalaman remaja selama menstruasi, pemahaman dan pemaknaan gangguan menstruasi, sumber informasi dan dukungan sosial, serta strategi adaptasi terhadap gangguan menstruasi. Partisipan mengalami keluhan fisik seperti nyeri, lemas, mual dan pegal, keluhan emosional berupa perubahan suasana hati, dampak terhadap aktivitas belajar dan mobilitas, serta perubahan pola menstruasi berupa keterlambatan dan durasi yang memanjang. Pemahaman terhadap gangguan menstruasi berkembang melalui pengalaman pribadi dan informasi dari keluarga, sekolah, teman sebaya, serta media digital. Strategi adaptasi meliputi pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis yang dipilih sesuai pengalaman dan kenyamanan masing-masing. Kesimpulan: Temuan menunjukkan bahwa pengalaman menstruasi remaja bersifat beragam dan saling berkaitan, karena itu penguatan edukasi kesehatan reproduksi di rumah maupun sekolah diperlukan agar remaja lebih mampu mengenali gangguan menstruasi dan menentukan penanganan yang tepat.
Teknik Radioterapi Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT) pada Kasus Kanker Parotis di Instalasi Onkologi Radiasi Hermina Bekasi Dwi Cahya Wibowo; I Kadek Sukadana; Ismil B. N.; I Wayan Juliasa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1758

Abstract

Latar Belakang: Kompleksitas anatomi daerah kepala dan leher pada kasus kanker parotis menuntut presisi tinggi untuk memberikan dosis terukur pada area target sekaligus melindungi Organ At Risk (OAR) di sekitarnya. Teknik Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT) hadir sebagai solusi radioterapi modern yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penatalaksanaan teknik VMAT pada kasus kanker parotis di Instalasi Onkologi Radiasi RS Hermina Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada seorang pasien kanker parotis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi alur kerja klinis, dokumentasi hasil perencanaan Treatment Planning System (TPS), wawancara mendalam, dan kendali mutu. Hasil dan Pembahasan: Penatalaksanaan VMAT di RS Hermina Bekasi berjalan secara terintegrasi melalui lima tahapan: edukasi keperawatan (pencegahan dermatitis dan xerostomia), imobilisasi masker termoplastik saat CT Simulasi, optimasi TPS Monaco berkas foton 6.0 MV Single Arc (138 segmen MLC) metode SIB 7000 cGy, pengujian Patient-Specific Quality Assurance (PSQA), serta verifikasi citra harian X-ray Volumetric Imaging (XVI). Pengamatan kualitatif visual pada kurva DVH dan citra Tiga Bidang (Batch Views Report) memperlihatkan sebaran dosis tinggi yang terisolasi ketat pada massa tumor parotis kanan dengan gradien dosis yang tajam. Seluruh struktur OAR kritis (batang otak, medula spinalis, kelenjar parotis sehat kontralateral, dan rongga mulut) terbukti terproteksi di luar area tumpukan dosis tinggi. Keandalan fisik perencanaan VMAT dibuktikan oleh kelulusan uji PSQA analisis 3D Gamma Index (3% / 2 mm mm) dengan passing rate sebesar 99,9%, efisiensi waktu penyinaran harian (2–5 menit per fraksi), serta ambang toleransi pergeseran posisi < 3 mm. Kesimpulan: Penatalaksanaan teknik VMAT pada kasus kanker parotis di RS Hermina Bekasi terbukti presisi, aman, dan efisien secara kualitatif, serta mampu memberikan proteksi optimal terhadap jaringan sehat OAR di sekitar target penyinaran.
Evaluasi Kendali Mutu Kualitas Citra Ct Scan Multislice Berdasarkan CT Number, Artefak, Dan Visual Checklist Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Bali Mandara M. Rifqi Ansari; Faiza Azila; Bagus Gede Dharmawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1769

Abstract

Computed Tomography merupakan modalitas pencitraan diagnostik yang memiliki peran penting dalammembantu penegakan diagnosis berbagai penyakit. Untuk menjamin kualitas citra dan keselamatan pasien,diperlukan pelaksanaan kendali mutu secara berkala terhadap perangkat CT Scan. Penelitian ini bertujuan untukmengevaluasi kendali mutu kualitas citra pada pesawat CT Scan Multislice merek Siemens di Instalasi RadiologiRumah Sakit Bali Mandara berdasarkan parameter CT Number, artifact evaluation, dan visual checklist.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Pengambilan data dilakukanselama bulan Februari 2026 menggunakan water phantom untuk pengujian CT Number dan evaluasi artefak,serta observasi langsung untuk visual checklist. Sampel penelitian berupa 28 hasil pengujian harian yangdiperoleh selama periode penelitian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai akurasi CT Number pada tigairisan berturut-turut sebesar -0,48 HU, 0,14 HU, dan 0,16 HU, sedangkan nilai deviasi keseragaman CT Numbertertinggi sebesar 0,28 HU. Seluruh hasil tersebut masih berada dalam batas toleransi yang ditetapkan olehPeraturan BAPETEN Nomor 2 Tahun 2022. Evaluasi artefak menunjukkan tidak ditemukannya streak artifact,shading artifact, maupun ring artifact selama periode pengamatan. Selain itu, hasil visual checklist menunjukkanseluruh komponen perangkat CT Scan berfungsi dengan baik dan memenuhi standar operasional. Berdasarkanhasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas citra perangkat CT Scan Multislice Siemens di InstalasiRadiologi Rumah Sakit Bali Mandara memenuhi standar kendali mutu yang berlaku dan layak digunakan untukmenunjang pelayanan diagnostik radiologi.
Efektifitas Penkes Kekurangan Energi Kronik (KEK) terhadap Pengetahuan Remaja di SMA Jieng Sheung Kota Batam Rici Gusti Maulani; Hanifah Salwa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1776

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode penting dalam siklus kehidupan karena terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik, kognitif, serta psikososial yang berlangsung cepat. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral meningkat. Pemenuhan kebutuhan gizi selama masa remaja sangat penting untuk mendukung pertumbuhan optimal dan mempersiapkan kesehatan reproduksi pada masa dewasa. Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapatkan perhatian pada remaja putri. Kondisi kekurangan asupan energi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan tubuh menggunakan cadangan energi sehingga berpengaruh terhadap status gizi dan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan tentang Kekurangan Energi Kronik terhadap pengetahuan dan sikap remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah remaja putri di SMAS Jieng Sheung Sampel penelitian sebanyak 46 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa pendidikan kesehatan mengenai KEK diberikan melalui ceramah, leaflet, e-book selama 1 jam. Pengetahuan dan sikap diukur sebelum dan sesudah diberikannya pendidikan kesehatan menggunakan Google Form. Analisis bivariat dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori cukup dan masih terdapat responden dengan pengetahuan kurang. Setelah diberikan pendidikan kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan, yaitu sebagian besar responden berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: adanya pengaruh pendidikan kesehatan kekurangan energi kronik (KEK) terhadap peningkatan pengetahuan remaja.
Hubungan Pemanfaatan Buku KIA dengan Status Gizi Balita Usia 0-23 Bulan di Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta Hanifa Al Zanira; Ririn Wahyu Hidayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1788

Abstract

Status gizi balita merupakan indikator penting dalam menilai pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun, prevalensi gizi kurang pada balita masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2024, terdapat 16,8% balita dengan status gizi kurang dan 3,4% balita dengan status gizi lebih. Di Kota Yogyakarta, gizi kurang 14,5% dan gizi lebih sebesar 2,5%. Sementara itu, wilayah kerja puskesmas umbulharjo I, gizi kurang 5,5% dan gizi lebih 11%. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan target prevalensi gizi kurang di bawah 5% dan gizi lebih di bawah 10%. Salah satu faktor yang berhubungan dengan status gizi balita adalah pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu program pemerintah yang digunakan sebagai media pencatatan, pemantauan dan edukasi kesehatan untuk mendukung peningkatan status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dengan status gizi balita usia 0–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitis korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 147 balita dan sampel sebanyak 60 responden ibu yang memiliki balita usia 0–23 bulan, dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pemanfaatan Buku KIA dan data status gizi balita berdasarkan indikator Berat Badan menurut Umur (BB/U). Analisis data menggunakan uji Kendall Tau. Sebagian besar responden memiliki pemanfaatan Buku KIA kategori baik (83,3%) dan status gizi balita kategori normal (66,7%). Hasil uji Kendall Tau menunjukkan nilai p-value sebesar 0,008 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pemanfaatan Buku KIA dengan status gizi balita usia 0–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan Buku KIA secara optimal sebagai sarana edukasi dan pemantauan kesehatan balita.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Aktivitas Fisik Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Pahandut Palangka Raya Pebri Valentina; Agustina Nugrahini; Ferry Ronaldo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1797

Abstract

Background: Elderly individuals—defined as those aged 60 years and older—require particular attention regarding their physical activity. Family support is one of the factors that can help elderly people maintain physical activity. Lack of family support may cause elderly people to be less motivated to engage in daily activities. Research Methods: This study employed a quantitative method with a correlational design. A sample of 69 respondents was selected using accidental sampling. The instruments used included the Physical Activities Scale for the Elderly (PASE) questionnaire and a family support questionnaire derived from the study by Ester Napitupulu. Data analysis was performed using the Spearman’s rho test. Research Objective: To determine the relationship between family support and the level of physical activity among the elderly in the working area of the Pahandut Community Health Center (Puskesmas), Palangka Raya. Research Results: The results showed that 47 respondents (68.1%) received family support in the supportive category, while 22 respondents (31.9%) were in the unsupported category. The physical activity level of elderly respondents was categorized as good in 43 respondents (62.3%), moderate in 4 respondents (5.8%), and low in 22 respondents (31.9%). The Spearman Rank test obtained a p-value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.948. Since the p-value < α = 0.05, H0 was rejected and Ha was accepted. This indicates a significant relationship between family support and the level of physical activity among elderly people. Conclusion: There was a very strong and positive relationship between family support and the level of physical activity among elderly people. The better the family support provided, the better the level of physical activity among elderly people. Keywords: family support, physical activity, elderly.
Pengaruh Brisk Walking Exercise terhadap Peningkatan Daya Tahan Kardiovaskular, Penurunan Tekanan Darah, dan Indeks Massa Tubuh pada Lansia Khalila Adiya Putri; Ummy A'isyah Nurhayati; Siti Khotimah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1807

Abstract

Latar Belakang: Proses penuaan menyebabkan perubahan fisiologis pada lansia, seperti penurunan daya tahan kardiovaskular, peningkatan tekanan darah, dan perubahan komposisi tubuh yang dapat memengaruhi kemampuan fungsional serta kualitas hidup. Salah satu latihan fisik yang aman dan mudah dilakukan lansia adalah Brisk Walking Exercise, yaitu latihan berjalan dengan intensitas sedang yang dapat meningkatkan daya tahan kardiovaskular serta membantu mengontrol tekanan darah dan komposisi tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Brisk Walking Exercise terhadap peningkatan daya tahan kardiovaskular, penurunan tekanan darah, dan indeks massa tubuh pada lansia. Metode: Menggunakan desain quasi-experimental Pretest Posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 28 lansia yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak 14 responden. Kelompok intervensi diberikan Brisk Walking Exercise selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu selama 20 menit setiap sesi. Pengukuran daya tahan kardiovaskular menggunakan Six-Minute Walk Test (6MWT), tekanan darah menggunakan sphygmomanometer, dan indeks massa tubuh berdasarkan pengukuran berat badan serta tinggi badan. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa pemberian Brisk Walking Exercise memberikan pengaruh terhadap peningkatan daya tahan kardiovaskular, penurunan tekanan darah, dan perubahan indeks massa tubuh pada lansia. Kesimpulan: Brisk Walking Exercise dapat menjadi salah satu latihan fisioterapi yang efektif untuk membantu meningkatkan daya tahan kardiovaskular, mengontrol tekanan darah, dan memperbaiki indeks massa tubuh pada lansia.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia Gangguan Halusinasi Dipoliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit Kalawa Atei Sudi; Melisa Frisilia; Dian Mitra D. Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1810

Abstract

Dukungan keluarga sangat berperan untuk membantu pasien skizofreniamematuhi ketaatan meminum obat untuk pencegahan kekambuhannya. Kepatuhanpengobatan menjadi poin penting yang harus diwaspadai pasien, keluarga dan petugaskesehatan. Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembangsecara fisik, mental, spiritual dan sosial. Gangguan mental akan menyulitkan individuuntuk berkembang secara wajar. Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa yangmenyebabkan pikiran, persepsi, emosi dan perilaku individu menjadi menyimpang.Penanganan pada skizofrenia membutuhkan waktu yang lama dan kepatuhan pengobatan.Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhanminum obat pada pasien skizofrenia gangguan halusinasi di Poliklinik Rawat JalanRumah Sakit Kalawa Atei. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitiankuantitatif non eksperimen analitik korelasi kategori tidak berpasangan denganpendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidentalsampling. Hasil: Berdasarkan hasil identifikasi dukungan keluarga pada pasienskizofrenia gangguan halusinasi di Poliklinik Rumah Sakit Kalawa Atei sebagian besarresponden memiliki dukungan yang baik yaitu sebanyak 11 responden (28%).Berdasarkan hasil uji Chi-Square, didapat p-value yaitu 0,000 atau tingkat signifikasi p &lt;0,05, dengan demikian ada Hubungan yang signifikan Dukungan Keluarga DenganKepatuhan Minum Obat pada Pasien Skizofrenia Gangguan Halusinasi Di PoliklinikRumah Sakit Kalawa Atei. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisa uji statistik korelasiChi-Square menunjukkan diperoleh ρ value 0,000 (р &lt; 0,05) yang artinya H1 diterima,sehingga terdapat Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat padaPasien Skizofrenia Ganggaun Halusinasi Di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit KalawaAtei. Dari itu diharapkan pihak Rumah Sakit Kalawa Atei dapat mengoptimalkanprogram edukasi keluarga mengenai pentingnya pendampingan minum obat, serta bagikeluarga untuk terus konsisten memberikan dukungan penuh pada pasien.
Faktor Yang Berhubungan Dengan PUS Dalam Menggunakan Alat Kontrasepsi Di Kelurahan Lapadaku Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat Waode Ikrawati; Nur Juliana; Mika Sugarni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1820

Abstract

Latar Belakang: Keluarga berencana adalah upaya untuk mengatur kelahiran anak, menentukan jarak dan usia yang tepat dalam proses kelahiran dan mengelola kehamilan melalui edukasi, perlindungan, dan dukungan yang menghormati hak-hak reproduksi guna membentuk keluarga yang berkualitas. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pasangan usia subur (PUS) dalam menggunakan alat kontrasepsi. Metode: Metode dari penelitian ini ini bersifat survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Lapadaku Kecamatan Lawa. Populasi dalam penelitian ini difokuskan pada pasangan usia subur yang menggunakan alat kontrasepsi pada Tahun 2025 sebanyak 98 orang, dengan sampel 48 responden yang di tetapkan secara simple random sampling. Hasil : Pasangan Usia Subur yang menggunakkan alat kontrasepsi berdasarkan umur paling tinggi yaitu umur >35 tahun yakni sebesar 21 orang (43.8%) Pada uji chi square didapat p= 0,001 ,maka ada hubungan antara umur dengan penggunaan alkon, berdasarkan pendidikan yang paling tinggi yaitu SD-SMA sejumlah 20 orang (41.7%) Pada uji chi square didapat p= 0,000 ,maka ada hubungan antara pendidikan dengan penggunaan alkon. Kesimpulan: Pada uji chi square didapat p= <0.05, maka hipotesis H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dinyatakan ada hubungan.