cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,420 Documents
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Terhadap Pengetahuan Dan Kesiapan Remaja Putri Mengenai Perawatan Kesehatan Organ Reproduksi Di SMP Negeri 26 Batam Yulia Afrita; Yulinda Laska; Ridni Husna
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1890

Abstract

Kesehatan reproduksi menurut WHO 2024, adalah kondisi kesejahteraan fisik, mental,dan sosial yang menyeluruh, bukan hanya ketiadaan penyakit atau gangguan, dalam semuaaspek yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi, dan prosesnya.Data yang dikumpulkanoleh World Health Organization (WHO) tahun 2023 tercatat bahwa prevalensi penyakit organreproduksi pada wanita antara lain vaginosis bacterialis sebesar 23-29%, jumlah kasustrichominiasisse banyak 156 juta wanita di seluruh dunia, infeksi clamidia sebanyak 128,5 juta,dan 500 juta wanita mengalami infeksi menular seksual yang ditandai dengan keputihan (WHO,2023). Berdasarkan hasil wawancara di SMP Negeri 26 Batam terhadap 10 respondendidapatkan 7 dari 10 responden masih kurang memahami tentang perawatan kesehatan organreproduksi yang dapat mempengaruhi kesehatan reproduksinya. Tujuan penelitian ini diketahuipengaruh pendidikan kesehatan melalui video terhadap pengetahuan dan kesiapan remaja putrimengenai kesiapan perawatan kesehatan organ reprouksi di SMP Negeri 26 Batam.”Penelitianini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode PreExperimen.”Desain penelitianmenggunakan rancangan One Group Pre-test dan post test. Dengan jumlah sampel 60 orang diSMP Negeri 26 Batam. Analisa data dengan uji statistic Kolmogorof Smirnof kemudiandilanjutkan dengan uji adalah wilcoxon. Hasil analisis tingkat pengetahuan remaja putrimengenai perawatan kesehatan organ reproduksi adalah pre test 36 orang (56,7%), post test 60orang (100%) sedangkan hasil analisis tingkat kesiapan remaja putri mengenai perawatankesehatan organ reproduksi adalah pre test kategori siap 48 orang (80%), post test dari siapmenjaddi sangat siap 49 orang (81.7%). Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruhpeningkatan skor pengetahuan dan kesiapan remaja putri yang diberikan pendidikan melaluiVideo dengan p value = 0,000 < dari 0,05. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukansaran bagi peneliti lain agar dapat melakukan penelitian tentang pengaruh pendidikan kesehatanmelalui Video sebagai media edukasi terhadap pengetahun dan kesiapan remaja putri mengenaiperawatan kesehatan organ reproduksi.
Hubungan Peran Keluarga Dengan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Kayon Palangka Raya Elmi; Henry Wiyono; Dina Rawan G. Rana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1891

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandaidengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin,atau keduanya. Pengendalian kadar glukosa darah memerlukan keterlibatan keluargasebagai sistem pendukung utama dalam membantu pasien menjalankan pengobatan,mengatur pola makan, melakukan aktivitas fisik, dan memantau kondisi kesehatannya.Berdasarkan fenomena di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya, jumlah penderitadiabetes melitus terus meningkat dan masih banyak pasien yang memiliki kadar glukosadarah tidak terkontrol, sehingga diperlukan optimalisasi peran keluarga dalampengelolaan penyakit.Tujuan: Mengetahui hubungan peran keluarga dengan kadar glukosa darah padapenderita diabetes melitus di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatancross sectional. Populasi penelitian berjumlah 82 penderita diabetes melitus dengansampel sebanyak 45 responden yang dipilih menggunakan teknik ConsecutiveSampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner peran keluarga dan lembarobservasi kadar glukosa darah, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank.Hasil: Sebagian besar responden memiliki peran keluarga kategori cukup sebanyak 38responden (84,4%), sedangkan kadar glukosa darah sebagian besar berada pada kategoritidak terkontrol sebanyak 37 responden (82,2%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkannilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,904 dengan p-value < 0,001 (<0,05), sehingga H0ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dengankekuatan hubungan sangat kuat antara peran keluarga dan kadar glukosa darah padapenderita diabetes melitus. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara peran keluarga dengan kadarglukosa darah pada penderita diabetes melitus di UPTD Puskesmas Kayon PalangkaRaya. Semakin baik peran keluarga dalam memberikan dukungan kepada penderitadiabetes melitus, maka semakin baik pula pengendalian kadar glukosa darah pasien.
Pemanfaatan Media Edukasi Digital Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Kesiapsiagaan Ibu Hamil Menghadapi Komplikasi Kehamilan Di Wilayah RW 09 Kecamatan Pasar Kemis Dessi Juwita; Tania Aprilianti; Kayla Putri Florencia
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1898

Abstract

Komplikasi kehamilan masih menjadi penyebab utama meningkatnya risiko kesakitan dan kematian ibu. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, sekitar 60–70% ibu hamil belum mampu mengenali tanda bahaya kehamilan secara tepat, dan lebih dari 50% ibu hamil menunjukkan tingkat kesiapsiagaan yang rendah dalam menghadapi komplikasi obstetri. Studi lain melaporkan bahwa meskipun cakupan kunjungan antenatal care telah mencapai lebih dari 85%, peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu hamil belum optimal akibat keterbatasan metode edukasi konvensional. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa pemanfaatan media edukasi digital mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil sebesar 20–40% dan kesiapsiagaan menghadapi komplikasi hingga 30% dibandingkan metode edukasi tatap muka biasa. Sampel ibu hamil selama bulan Februari – Mei 2026 sebanyak 39 orang. Sampling merupakan suatu proses seleksi atau sebuah observasi. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dengan seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria penelitian dijadikan sampel. Uji normalitas dilakukan menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, analisis perbedaan sebelum dan sesudah intervensi dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu hamil setelah memperoleh edukasi melalui media digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan ibu hamil setelah menggunakan aplikasi digital untuk mengakses artikel online. Hasil uji Wilcoxon memperoleh nilai p = 0,007 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi dalam menghadapi komplikasi kehamilan di wilayah RW 09 Kecamatan Pasar Kemis. Pada variabel kesiapsiagaan, diperoleh nilai p = 0,003 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian, pemanfaatan media edukasi digital berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu hamil dalam menghadapi komplikasi kehamilan.
Potensi Jus Nanas dalam Mengurangi Nyeri Menstruasi pada Wanita Usia Subur: Studi Eksperimental Rismalia Priyanka; Yulianti; Musmundiroh; Hajar Nur Fathur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1929

Abstract

Nyeri menstruasi merupakan keluhan yang sering dialami wanita usia subur dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus nanas terhadap penurunan nyeri menstruasi pada wanita usia subur di Desa Banjarsari Tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 wanita usia subur yang mengalami dismenore primer dan dipilih menggunakan purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0–10 sebelum dan sesudah pemberian jus nanas selama dua hari pertama menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang, yaitu 27 orang (90,0%), dengan rata-rata skor nyeri 5,40 (SD 0,968). Setelah intervensi, 19 orang (63,3%) mengalami nyeri ringan, 7 orang (23,3%) tidak mengalami nyeri, dan 4 orang (13,3%) mengalami nyeri sedang, dengan rata-rata skor 1,90 (SD 1,373). Uji Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga digunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil uji memperoleh Z = -4,839 dan p = 0,000 (p < 0,05), serta seluruh 30 responden mengalami penurunan skor nyeri. Dengan demikian, pemberian jus nanas berpengaruh terhadap penurunan nyeri menstruasi pada wanita usia subur. Jus nanas dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif nonfarmakologis pendamping dalam membantu mengurangi nyeri menstruasi. Kata kunci: jus nanas; nyeri menstruasi; wanita usia subur; terapi nonfarmakologis
Efektivitas Tindakan Breast Care dan Pijat Oksitosin terhadap Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Postpartum di Ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Rifmawati Widya Pratami; Atun Roudotul Ma'rifah; Agustina Desy Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1933

Abstract

Ketidaklancaran produksi ASI merupakan salah satu masalah yang sering dialami ibupostpartum dan dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Upayanonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah breast caredan pijat oksitosin, yang bekerja dengan merangsang hormon prolaktin dan oksitosin sehinggamemperlancar pengeluaran ASI. Tujuan Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini adalahmengetahui efektivitas penerapan breast care dan pijat oksitosin terhadap kelancaran produksiASI pada ibu postpartum di Ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono SoekarjoPurwokerto. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan penerapan evidence basednursing pada satu responden, yaitu Ny. P yang mengalami masalah keperawatan menyusuitidak efektif akibat ketidaklancaran produksi ASI. Intervensi berupa breast care dan pijatoksitosin dilakukan selama 3 hari, yaitu tanggal 13–15 Januari 2026, dengan durasi 15 menitsetiap sesi. Evaluasi dilakukan melalui observasi produksi ASI menggunakan spuit steril (cc)dan pengukuran tingkat nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasilmenunjukkan adanya peningkatan produksi ASI secara bertahap dari 3 cc pada hari pertama,5 cc pada hari kedua, hingga 8 cc pada hari ketiga. Selain itu, terjadi penurunan intensitasnyeri dari skala 6 menjadi 5 pada hari pertama, 5 menjadi 4 pada hari kedua, dan 4 menjadi 3pada hari ketiga. Kesimpulan, penerapan breast care dan pijat oksitosin efektif meningkatkankelancaran produksi ASI serta menurunkan intensitas nyeri pada ibu postpartum, sehinggadapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis untukmendukung keberhasilan proses menyusui.Kata kunci: breast care, pijat oksitosin, produksi ASI, ibu postpartum, evidence based nursing.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Tentang Pemberian Imunisasi Campak Pada Bayi Usia 0–12 Bulan Di Puskesmas Menteng Palangka Raya Lasmiani; Agustina Nugrahini; Ferry Ronaldo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1941

Abstract

Imunisasi campak merupakan upaya penting dalam mencegah penyakitcampak pada bayi dan anak. Pengetahuan dan sikap keluarga yang baik sangat diperlukanuntuk mendukung pemberian imunisasi sesuai jadwal. Oleh karena itu, pendidikan kesehatanmenjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap keluargatentang pemberian imunisasi campak pada bayi usia 0–12 bulan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Pendidikan KesehatanTerhadap Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Tentang Pemberian Imunisasi Campak Pada BayiUsia 0-12 Bulan Di Puskesmas Menteng Palangka Raya.Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan desainpenelitian pre-experimental design jenis one-group pra tes pasca-tes design dan teknikpengambilan sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik sampling AccidentalSampling yang diisi oleh total 48 responden. Uji statistik menggunakan Wilcoxon.Hasil: Hasil analisa statistik dengan uji Wilcoxon Pengaruh Pendidikan Kesehatan TerhadapPengetahuan diperoleh nilai p value = 0,000 &lt; 0,05. Terdapat Pengaruh Pendidikan KesehatanTerhadap Pengetahuan Keluarga Tentang Pemberian Imunisasi Campak Pada Bayi Usia 0-12Bulan Di Puskesmas Menteng Palangka Raya. Hasil analisa statistik dengan uji WilcoxonPengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Sikap diperoleh nilai p value = 0,000 &lt; 0,05.Terdapat Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Sikap Keluarga Tentang PemberianImunisasi Campak Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Puskesmas Menteng Palangka Raya.Kesimpulan: Terdapat Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan KeluargaTentang Pemberian Imunisasi Campak Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Puskesmas MentengPalangka Raya. Terdapat Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Sikap Keluarga TentangPemberian Imunisasi Campak Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Puskesmas Menteng PalangkaRaya.
Hubungan Tіngkat Pengetahuan Dengan Pemanfaatan Kayu Manіs Sebagaі Terapі Komplementer Pada Pasіen Dіabetes Melіtus Tipe-2 Dі Rungan Penyakіt Dalam RSUD Ulіn Banjarmasіn Arisa Angelia Christy; Cynthia Eka Fayuning Tjomiadi; Onieqie Ayu Dhea Manto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1945

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang memerlukanpengelolaan glukosa darah secara berkelanjutan. Selain terapi farmakologis, penggunaan terapikomplementer seperti kayu manis mulai banyak diminati karena kandungan senyawa bioaktifnyayang berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin, namun pemanfaatannya masih dipengaruhi olehtingkat pengetahuan pasien.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan pasiendengan kecenderungan pemanfaatan kayu manis sebagai terapi komplementer pada penderitaDiabetes Melitus di RSUD Ulin Banjarmasin. Metode: Desain penelitian menggunakanpendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rankdengan tingkat signifikansi .Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkatpengetahuan dalam kategori cukup (50,0%) dan mayoritas responden (53,3%) masih jarangmemanfaatkan kayu manis. Uji statistik Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan signifikanyang kuat dan positif antara tingkat pengetahuan pasien dengan pemanfaatan kayu manis, dengannilai koefisien korelasi sebesar 0,612 dan p-value 0,000 ().Simpulan: Temuan ini menegaskan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuanpasien dengan pemanfaatan kayu manis sebagai terapi komplementer, di mana semakin tinggitingkat pengetahuan pasien, semakin tinggi pula kecenderungan untuk memanfaatkannya sebagaiterapi pendamping DM.Kata Kunci: diabetes melitus, kayu manis, pengetahuan, terapi komplementer.
Hubungan Pola Makan Dengan Tingkat Hipertensi Pada Lansia Di Posyandu Dusun Lemah Putih Desa Sumberbrantas Kota Batu Muhamad Fahril Rozi; Yuyud Wahyudi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1968

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang banyak dialami lansia dan dapat memicu berbagai komplikasi serius apabila tidak dikendalikan. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah pada lansia adalah kebiasaan makan yang kurang sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pola makan dengan tingkat hipertensi pada lansia di Posyandu Lansia Dusun Lemah Putih, Desa Sumberbrantas, Kota Batu. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 42 lansia yang hadir di posyandu dipilih sebagai responden melalui teknik accidental sampling dari total populasi 70 lansia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner food frequency questionnaire (FFQ) untuk menilai pola makan dan pengukuran tekanan darah langsung menggunakan sphygmomanometer, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (71,4%) memiliki pola makan yang tidak baik, sedangkan tingkat hipertensi terbanyak berada pada kategori derajat 1 (35,7%) diikuti derajat 2 (21,4%). Uji Spearman Rank memperoleh koefisien korelasi 0,795 dengan nilai signifikansi 0,001 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif dan kuat antara pola makan dengan tingkat hipertensi pada lansia. Semakin buruk pola makan lansia, semakin tinggi pula tingkat hipertensi yang dialami. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi gizi dan pendampingan pola makan sehat bagi lansia, serta peran aktif kader dan tenaga kesehatan posyandu dalam memantau tekanan darah secara berkala.
Pengaruh Storytelling Digital Kartun Terhadap Kecemasan Anak Yang Mendapatkan Tindakan Invasif Aditya Rahman; Riau Roslita; Dian Roza Adila; Agnita Utami; Asfeni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1976

Abstract

Tindakan invasif pada anak sering menimbulkan kecemasan yang berdampak pada kondisi psikologis serta tingkat kerja sama anak selama perawatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan adalah storytelling digital kartun sebagai bentuk terapi bermain dengan pendekatan distraksi audiovisual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh storytelling digital kartun terhadap tingkat kecemasan anak yang mendapatkan tindakan invasif. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan control group design. Sampel berjumlah 30 anak usia 3–12 tahun yang menjalani tindakan invasif di Ruangan Anggrek RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, terdiri dari 15 anak kelompok intervensi dan 15 anak kelompok kontrol, dengan teknik consecutive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Facial Image Scale (FIS). Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan nilai minimum, maksimum, mean, dan median serta analisis bivariat menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak pada kelompok intervensi berada pada kategori tidak cemas hingga cemas ringan, sedangkan kelompok kontrol mayoritas berada pada kategori cemas sedang hingga sangat cemas. Uji statistik menunjukkan nilai p value = 0.001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan storytelling digital kartun terhadap penurunan tingkat kecemasan anak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa storytelling digital kartun efektif, aman, dan mudah diterapkan sebagai alternatif terapi bermain nonfarmakologis untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas asuhan keperawatan anak. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam praktik keperawatan anak serta dikembangkan melalui penelitian dengan sampel lebih besar dan desain yang lebih kuat.
Gambaran Dukungan Keluarga Pada Pasien Kanker Kolorektal Yang Menjalani Kemoterapi Anugerah Hidayat; Darwin Karim; Novita Kusumarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1981

Abstract

Pendahuluan: Kanker kolorektal memerlukan penatalaksanaan jangka panjang melalui kemoterapi yang dapat menimbulkan dampak fisik dan psikologis, sehingga dukungan keluarga menjadi faktor penting. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dukungan keluarga pada pasien kanker kolorektal yang menjalani kemoterapi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 39 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga, dengan analisis data secara univariat. Hasil: Mayoritas responden berusia 46–55 tahun (43,6%), berjenis kelamin laki-laki (56,4%), berpendidikan terakhir SMA/SMK (61,6%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (38,6%). Sebagian besar responden berada pada stadium IV (51,3%) dan menjalani siklus kemoterapi keempat (53,9%). Penilaian dukungan keluarga menunjukkan kategori baik pada 35 responden (89,7%), kategori cukup pada 3 responden (7,7%), dan kategori kurang pada 1 responden (2,6%). Kesimpulan: Dukungan keluarga pada pasien kanker kolorektal yang menjalani kemoterapi secara umum tergolong baik. Saran: Tenaga kesehatan diharapkan dapat terus melibatkan keluarga dalam pemberian asuhan keperawatan serta memberikan edukasi berkelanjutan guna mempertahankan dan meningkatkan dukungan keluarga terhadap pasien.