cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 341 Documents
Konstruksi Realitas Politik Hukum Indonesia dalam Podcast Bocor Alus Politik Tempo.co Helni Sadiyah; Dadang S. Anshori; Andoyo Sastromiharjo
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/qe7cpx02

Abstract

Kemunduran demokrasi dan pelemahan hukum selama dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo menjadi topik hangat yang dibahas media sosial, termasuk dalam Podcast Bocor Alus Politik di kanal YouTube tempodotco. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi realitas politik hukum Indonesia era Jokowi melalui pendekatan penelitian kualitatif analisis konten. Data berupa teks hasil transkrip rekaman video yang dianalisis menggunakan kerangka analisis wacana kritis Teun A. van Dijk (1988), mencakup tiga dimensi wacana: teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Sumber data diambil dari video YouTube Podcast Bocor Alus Politik episode Nilai Rocky Gerung untuk 10 Tahun Jokowi: Dinasti Politik dan Warisan Beban untuk Prabowo Subianto, yang tayang pada 26 Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi teks dalam podcast menggunakan gaya bahasa metafora dan retoris untuk menekankan penilaian kritis terhadap kebijakan politik hukum Jokowi, dengan menyoroti penurunan demokrasi dan praktik dinasti politik. Dimensi kognisi sosial merepresentasikan pengetahuan mengenai peran Jokowi sebagai Presiden yang gagal menjalankan demokrasi dan harapan untuk Prabowo memulihkan kembali nilai-nilai demokrasi. Dimensi konteks sosial memperlihatkan peran media massa dalam mempengaruhi opini publik dengan menciptakan ruang diskusi kritis menggunakan media digital. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kajian lebih lanjut mengenai peran media digital dalam membangun konstruksi realitas sosial di Indonesia, khususnya pada platform media sosial.
MENYELAMI MAKNA RITUAL ADUS NGGAWAN TERHADAP POTENSI MITIGASI BERBASIS NILAI KEARIFAN LOKAL Ricky Rifanda; Eti Setiawati
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/32w33c06

Abstract

Ritual Adus Nggawan masih dipertahankan dan dilaksanakan sampai saat ini secara turun temurun oleh masyarakat Desa Kebomlati. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau ritual Adus Nggawan bagi bayi yang berusia tujuh bulan sampai dua tahun di sungai Bengawan Solo dari leksikon simbolis yang ditemukan. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif dengan teori antropolinguistik. Data penelitian diperoleh dari informan masyarakat desa Kebomlati, Tuban yang melaksanakan ritual Adus Nggawan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara secara terstruktur, dokumentasi, observasi, dan studi kepustakaan. Analisis data dengan tahapan mencatat data, memilah data, mengklasifikasikan kemudian menganalisis data dan melakukan penarikan kesimpulan. Untuk pengecekan keabsahan temuan penelitian digunakan teknik triangulasi sumber yaitu mencari informasi data menggunakan lebih dari satu sumber informasi. Hasil penelitian ini menemukan 1) adanya makna kebudayaan yang muncul dari tiga belas leksikon sebagai identitas budaya ritual Adus Nggawan 2) adanya mitos dan kepercayaan apabila tidak melaksanakan ritual Adus Nggawan ada hal buruk menimpa. 3) ritual Adus Nggawan memuat nilai-nilai lokal dan simbolisme dan berpotensi menjadi salah satu bentuk mitigasi bencana berbasis budaya yang tergambar dalam pengetahuan lokal (local knowledge) berupa pemahaman nilai sosial masyarakat dan pemahaman nilai Spiritualitas dan perlindungan. Kebijakan lokal (local wisdom) berupa pemahaman akan pentingnya melaksanakan ritual yang timbul dari kesadaran kolektif masyarakat dan kecerdasan lokal (local genius) sebagai bentuk mitigasi berbasis budaya adanya himbauan agar tidak mendekati sungai serta pengenalan ritual sejak dini yang berguna untuk keselamatan sehingga ritual Adus Nggawan mengingatkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan sang pencipta
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TEKS BIOGRAFI UNTUK PENGUATAN LITERASI SISWA KELAS X MAN 2 Jember Amaliatuz Zahrah; Fitri Amilia; Dina Merdeka Citraningrum
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/2pffjw65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran teks biografi yang dirancang untuk meningkatkan literasi siswa kelas X MAN 2 Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D), dengan tahapan analisis kebutuhan, desain modul, validasi ahli, uji coba lapangan, dan evaluasi. Modul ini disusun dengan pendekatan berbasis literasi yang mengintegrasikan elemen-elemen interaktif, seperti diskusi, penulisan reflektif, dan analisis nilai-nilai dari tokoh biografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ini layak digunakan berdasarkan validasi ahli bahasa, materi, dan media, dengan skor rata-rata tinggi pada aspek kebahasaan, kesesuaian materi, dan desain. Modul yang dikembangkan mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, memperkuat kemampuan berpikir kritis, serta menghubungkan pembelajaran teks biografi dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, modul ini dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif dan relevan untuk memperkuat literasi siswa.
ANALISIS PRAGMATISME KEKUASAAN INTERAKSI GURU-SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Gigit Mujianto; Arif Setiawan; Elen Inderasari
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/7550jz51

Abstract

Penelitian ini mengkaji pragmatisme kekuasaan dalam interaksi guru-siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Pokok masalah yang diangkat adalah bagaimana kekuasaan yang diterapkan dalam interaksi ini memengaruhi proses belajar mengajar, serta bagaimana aspek-aspek pragmatisme berperan dalam membentuk dinamika kekuasaan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kekuasaan yang muncul dalam interaksi guru-siswa dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi efektivitas pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen dari beberapa kelas Bahasa Indonesia di sekolah menengah. Data yang terkumpul dianalisis dengan pendekatan pragmatik untuk mengungkap peran kekuasaan dalam interaksi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan dalam interaksi guru-siswa sangat mempengaruhi atmosfer pembelajaran, baik secara positif maupun negatif, tergantung pada cara guru menggunakan kekuasaannya dalam proses pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran terhadap dinamika kekuasaan yang terjadi dalam pembelajaran untuk menciptakan iklim pendidikan yang lebih inklusif dan efektif.
PERSEPSI SISWA TENTANG PENGGUNAAN GAME DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMAN 2 PASAMAN Rika Krisna Tilova; Silvia Marni; Adlia Alfiriani
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/8m612g96

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggali pandangan siswa mengenai pemanfaatan game edukasi berbasis teknologi dalam kegiatan belajar Bahasa Indonesia di SMAN 2 Pasaman. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui kuesioner daring yang disebarkan untuk 98 peserta didik kelas X. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa meskipun metode pengajaran yang digunakan oleh guru masih didominasi oleh pendekatan konvensional, mayoritas siswa (87%) setuju bahwa game edukasi membantu mereka dalam proses belajar. Siswa menganggap game edukasi menjadikan aktivitas belajar terasa lebih seru, interaktif, dan mengasyikkan. Namun, beberapa siswa juga merasa ragu tentang efektivitas game edukasi, terutama karena mereka belum pernah mencobanya atau khawatir akan teralihkan perhatiannya dari materi pembelajaran. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa game edukasi berpotensi besar dalam meningkatkan mutu proses belajar Bahasa Indonesia, meskipun implementasinya perlu ditingkatkan di kalangan pendidik.
KESALAHAN MORFOLOGIS PADA KANAL YOUTUBE GAMING SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Sri Maryani; Fikri Hakim; Ai Siti Nurjamilah; Iis Lisnawati
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fthqy725

Abstract

Perkembangan teknologi digital, khususnya platform YouTube Gaming, telah membawa perubahan signifikan dalam industri hiburan dan komunikasi. Namun, penggunaan bahasa yang tidak formal dan tidak baku dalam konten gaming menjadi fenomena yang mengkhawatirkan, terutama dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan morfologis pada kanal YouTube Gaming dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data dari 31 kanal YouTube Gaming dan 61 konten video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan morfologis dominan terjadi dalam bentuk afiksasi (prefiks, sufiks, dan konfiks), reduplikasi, serta penggunaan kata dasar yang tidak baku. Kesalahan-kesalahan ini mencerminkan dominasi bahasa informal dan tidak baku dalam konten gaming, yang dipengaruhi oleh kecepatan komunikasi, gaya bahasa santai, dan kebiasaan kreator konten. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan morfologis berpotensi berdampak negatif pada pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya bagi anak-anak dan remaja. Namun, konten YouTube Gaming juga memiliki potensi sebagai media pembelajaran bahasa yang interaktif jika digunakan dengan tepat. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia dalam konten gaming, serta pemanfaatan konten tersebut sebagai media pembelajaran yang inovatif.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI MEMBACA KRITIS TEKS DI KURIKULUM MERDEKA Siti Pitrianti; Nofrahadi; Nais Ambasari; Dadi Satria
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/a2pb6989

Abstract

Pengembangan instrumen evaluasi untuk membaca teks pada Kurikulum Merdeka berfokus pada kemampuan berpikir kritis, di antaranya menganalisis, menginterpretasikan, dan mengevaluasi informasi dari teks yang dibaca. Dalam Kurikulum Merdeka, fokus evaluasi tidak hanya di akhir, tetapi di pada proses pembelajarannya juga. Instrumen membaca yang harus berorientasi pada pengukuran kemampuan kognitif, keterampilan, dan sikap peserta didik, bukan sekadar penguasaan materi teks. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran dari pendekatan evaluasi konvensional menuju evaluasi yang lebih komprehensif dan holistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen evaluasi membaca kritis yang valid, reliabel, dan praktis di Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode R&D, dengan instrumen yang telah disusun diuji validitasnya dan diuji coba kelayakannya. Berdasarkan hasil uji coba, dapat disimpulkan bahwa alat evaluasi tersebut layak untuk diterapkan.
KEBUDAYAAN MASYARAKAT TORAJA DALAM NOVEL PUYA KE PUYA KARYA FAISAL ODDANG (INTERPRETASI SIMBOLIK CLIFFORD GEERTZ) Ema Priyandini; Ali Imron Al-Ma’ruf Al-Ma’ruf; Nafron Hasyim
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/8vsw7m10

Abstract

Penelitian ini melatarbelakangi Kebudayaan yang ada di Indonesia salah satunya adalah Kebudayaan Masyarakat Toraja. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan interpretasi simbolik dalam novel Puya ke Puya karya Faisal Oddang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Jenis data penelitian ini berupa kata, frase, pernyataan, ungkapan, dan wacana yang berkaitan dengan simbolik interpretatif Clifford Geertz dalam novel Puya ke Puya karya Faisal Oddang. Sumber data sekunder meliputi buku-buku tentang subjek tersebut. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. teknik hermeneutika merupakan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini terdapat data dalam bentuk simbolik interpretatif Clifford Geertz yang meliputi: (1) Rencana yang terepresentasi meliputi nyanyian adat dan pakaian adat. (2) Resep Masyarakat Toraja yang terepresentasi adalah ma'tinggoro tedong (3) Aturan Masyarakat Toraja yang terepresentasi adalah strata bangsawan dan simbol kerbau. (4) Petunjuk Masyarakat Toraja yang terepresentasi adalah kepercayaan aluk todolo dan Ritual Rambu Solo.
Kritik Atas Representasi dan Stereotipe Perempuan Sunda dalam Film Before, Now & Then (Nana) Azhar Febryan; Aquarini Priyatna; Taufik Ampera
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fv2c3z07

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini mengkaji representasi dan stereotipe perempuan Sunda dalam film Before, Now & Then (Nana) dengan menyoroti bagaimana konstruksi visual dan naratif film tersebut menampilkan perempuan sebagai figur yang pasrah, sensual, serta tidak berdaya. Penelitian ini berangkat dari kesenjangan antara keberagaman identitas perempuan Sunda dalam realitas sosial dengan representasi yang dibakukan dalam karya sinema populer. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk-bentuk representasi yang dianggap keliru serta mengidentifikasi mekanisme naratif yang memperkuat stereotipe etnis dan gender. Metode yang digunakan adalah analisis tekstual film dengan pendekatan teori representasi, gender, dan etnisitas. Temuan utama menunjukkan bahwa film ini mereproduksi pola homogenisasi identitas perempuan Sunda, menempatkan mereka sebagai objek emosional dan seksual, serta mengonstruksi tubuh perempuan sebagai pusat konflik melodramatik. Selain itu, alur dan struktur film turut memperkuat narasi yang memosisikan perempuan sebagai sumber masalah atau ketidakseimbangan sosial. Kesimpulannya, film ini tidak hanya menampilkan misrepresentasi perempuan Sunda, tetapi juga mengukuhkan cara pandang patriarkal yang membatasi agensi perempuan dalam ruang budaya dan sinematik. KATA KUNCI:  Representasi perempuan; Stereotipe etnis; Perempuan Sunda; Analisis film       KRITIK ATAS REPRESENTASI DAN STEREOTIPE PEREMPUAN SUNDA DALAM FILM BEFORE, NOW & THEN (NANA)   ABSTRACT: This study examines the representation and stereotyping of Sundanese women in the film Before, Now & Then (Nana) by analyzing how its visual and narrative structures portray women as passive, sensual, and socially powerless. The research addresses the gap between the diverse lived experiences of Sundanese women and the simplified portrayals presented in popular cinema. The aim of this study is to identify problematic forms of representation and to analyze the narrative mechanisms that reinforce ethnic and gender stereotypes. The study employs a textual film analysis supported by theories of representation, gender, and ethnicity. The findings reveal that the film reproduces a homogenized image of Sundanese women, positioning them as emotional and sexual objects and situating their bodies at the center of melodramatic conflict. Furthermore, the film’s storyline reinforces a narrative that frames women as sources of moral disruption and social imbalance. In conclusion, the film does not merely offer [mis]representation of Sundanese women, but also sustains patriarchal perspectives that restrict female agency within cultural and cinematic spaces. KEYWORDS:  Women’s representation; Ethnic stereotypes; Sundanese women; film analysis  
KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SEPORSI MIE AYAM SEBELUM MATI KARYA BRIAN KHRISNA MENGGUNAKAN PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA Mufidah Yasya' Hayati; Alfian Rokhmansyah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/4kcx8e61

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur kepribadian tokoh utama dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Fokus utama kajian ini adalah mengungkap dinamika id, ego, dan superego yang melandasi perkembangan karakter tokoh Ale. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap data tekstual berupa narasi dan dialog dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian Ale dibentuk oleh interaksi dialektis antara ketiga komponen psikis tersebut. Id merepresentasikan dorongan impulsif akibat trauma, sementara ego berkembang sebagai mediator realitas yang melakukan kalkulasi logis, dan superego berfungsi sebagai pengawas moral yang menginternalisasi nilai-nilai kesopanan serta empati. Ditemukan adanya perkembangan persepsi psikologis yang signifikan pada tokoh Ale, di mana terjadi transformasi dari fase keterpurukan emosional menuju perbaikan psikologis yang positif. Kematangan emosional ini dicapai melalui keberhasilan ego dan superego dalam mengelola impuls destruktif, yang menunjukkan proses pendewasaan tokoh dalam menghadapi konflik batin dan realitas kehidupan. KATA KUNCI: Kepribadian; psikoanalisis; Sigmund Freud; tokoh utama; novel.     PERSONALITY OF THE MAIN CHARACTER IN BRIAN KHRISNA'S SEPORSI MIE AYAM SEBELUM MATI: A LITERARY PSYCHOLOGY APPROACH     ABSTRACT: This study aims to analyze the personality structure of the main character in the novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati by Brian Khrisna using Sigmund Freud's psychoanalytic approach. The primary focus of this research is to uncover the dynamics of the id, ego, and superego that underlie the character development of Ale. The method employed is descriptive qualitative with content analysis techniques applied to textual data, including narrations and dialogues within the novel. The results indicate that Ale's personality is shaped by the dialectical interaction between these three psychic components. The id represents impulsive drives resulting from trauma, while the ego develops as a reality mediator performing logical calculations, and the superego functions as a moral supervisor internalizing values of politeness and empathy. The study found a significant development in Ale's psychological perception, marked by a transformation from a phase of emotional distress toward positive psychological improvement. This emotional maturity is achieved through the success of the ego and superego in managing destructive impulses, reflecting the character's maturation process in facing internal conflicts and life's realities. KEYWORDS: Personality; psychoanalysis; Sigmund Freud; main character; novel.