cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 341 Documents
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PODCAST YOUTUBE DENNY SUMARGO DAN SERLY TJOANDA YANG BERJUDUL  "PERAHU TERBAKAR, SUAMI MENINGGAL" KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Stela Stela Priyatmi; Gusti Ketut Alit Gusti Ketut Alit Suputra; Agustan Agustan
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v22i1.398

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode dalam podcast Curhat Bang Denny Sumargo berjudul “Kapal Terbakar Suami Tewas” yang menampilkan Serly Tjoanda sebagai narasumber. Fenomena penggunaan dua bahasa atau lebih dalam media digital seperti podcast menunjukkan dinamika sosial dan psikologis penutur dalam konteks komunikasi modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data utama berupa tuturan dalam video podcast yang diunggah di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo pada 24 Desember 2024. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode yang muncul dalam podcast ini hanya ditemukan satu jenis alih kode yaitu alih kode ekstern, sedangkan campur kode mencakup bentuk kata, frasa, dan klausa. Fenomena tersebut terjadi karena berbagai faktor, antara lain latar belakang sosial penutur, konteks pembicaraan, situasi komunikasi, serta pengaruh budaya global. Penggunaan alih kode dan campur kode dalam podcast ini berfungsi untuk menegaskan makna, memperkuat ekspresi emosional, membangun kedekatan sosial, serta menunjukkan identitas dan gaya komunikasi penutur. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan alih kode dan campur kode dalam media digital bukan sekadar fenomena linguistik, tetapi juga merupakan strategi komunikasi yang mencerminkan dinamika sosial dan budaya masyarakat bilingual di era digital. KATA KUNCI: Alih Kode, Campur Kode, Sosiolinguistik.   Code-Switching and Code-Mixing in Denny Sumargo and Serly Tjoanda's YouTube Podcast Titled "Boat Burns, Husband Dies" Sociolinguistic Study   ABSTRACT: This study aims to describe the form, function, and factors that cause code switching and code mixing in the podcast Curhat Bang Denny Sumargo entitled "Burning Ship of Dead Husband" which features Serly Tjoanda as a resource person. The phenomenon of using two or more languages in digital media such as podcasts shows the social and psychological dynamics of speakers in the context of modern communication. This study uses a qualitative descriptive approach with the main data source in the form of speech in a podcast video uploaded on the Curhat Bang Denny Sumargo YouTube channel on December 24, 2024. Data was collected through the technique of watching and taking notes, then analyzed using the Miles, Huberman interactive analysis model which included data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that the code switching that appears in this podcast is only found to be one type of code switching, namely external code switching, while code mixing includes the form of words, phrases, and clauses. This phenomenon occurs due to various factors, including the social background of the speaker, the context of the conversation, the communication situation, and the influence of global culture. The use of code switching and code mixing in this podcast serves to affirm meaning, strengthen emotional expression, build social closeness, and show the identity and communication style of the speaker. These findings show that the use of code switching and code mixing in digital media is not just a linguistic phenomenon, but also a communication strategy that reflects the social and cultural dynamics of bilingual society in the digital age.. KEYWORDS: Code Switch, Mix Code, Sociolinguistics.
PERAN KONFLIK PSIKIS DAN MEKANISME PERTAHANAN DALAM PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER TOKOH HEPI PADA NOVEL ANAK RANTAU Tisi Aura; U'um Qomariyah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ty6wpf38

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji peran konflik psikis serta mekanisme pertahanan yang dilakukan oleh tokoh Hepi pada novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi. Mengangkat masalah utama berupa konflik batin tokoh Hepi yang dapat memengaruhi perkembangan kepribadiannya, serta mekanisme pertahanan yang dilakukan oleh Hepi untuk menyesuaikan diri terhadap berbagai tekanan. Menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan dan dialog naratif tokoh Hepi yang menunjukkan bentuk konflik internal atau eksternal dan mekanisme pertahanan seperti represi, sublimasi, proyeksi, pengalihan, rasionalisasi, reaksi formasi, regresi, agresi dan apatis, serta fantasi dan stereotype. Penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk mekanisme pertahanan yang paling dominan adalah represi dan yang paling sedikit adalah stereotype, sedangkan bentuk konflik yang paling dominan adalah konflik internal. Melalui penelitian ini, dinyatakan bahwa pembentukan karakter tokoh Hepi dapat berlangsung melalui pengalaman internal dengan dinamika konflik batin yang kompleks. KATA KUNCI: Anak Rantau; konflik psikis; mekanisme pertahanan; psikoanalisis.   The Role of Psychic Conflict and Defense Mechanisms in the Process of Character Formation of Hepi Characters in the Novel Anak Rantau   ABSTRACT: This research was conducted to examine the role of psychic conflict and defense mechanisms carried out by the character Hepi in the novel Anak Rantau by Ahmad Fuadi. It raises the main problem in the form of Hepi's inner conflict that can affect his personality development, as well as the defense mechanisms carried out by Hepi to adjust to various pressures. Using Sigmund Freud's psychoanalytic approach with qualitative descriptive methods. The research data is in the form of quotes and narrative dialogues of Hepi characters that show forms of internal or external conflicts and defense mechanisms such as repression, sublimation, projection, diversion, rationalization, formation reactions, regression, aggression and apathy, as well as fantasies and stereotypes. This study shows that the most dominant form of defense mechanism is repression and the least is stereotype, while the most dominant form of conflict is internal conflict. Through this study, it is stated that the formation of Hepi's character can take place through internal experiences with complex inner conflict dynamics. KEYWORDS: Anak Rantau; psychic conflict; defense mechanisms; psychoanalysis.  
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS DEEP LEARNING DAN KECERDASAN BUATAN BAGI MAHASISWA Mia Munsi; Annisa Ma’rifatul Khasanah; Veni Nurpadilla
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/78hdd470

Abstract

ABSTRAK: Perkembangan teknologi digital saat ini menuntut mahasiswa memiliki keterampilan literasi digital yang baik agar mampu menggunakan, menilai, dan memanfaatkan informasi secara tepat. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa modul ajar yang tersedia di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon masih belum terintegrasi dengan Deep Learning dan kecerdasan buatan, sehingga mahasiswa belum optimal dalam memanfaatkan sumber daya digital. Berkaitan dengan hal tersebut, maka mahasiswa membutuhkan bahan/ media pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan interaktif berbasis digital. Permasalahan penelitian ini yaitu bagaimana pengembangan E-Modul Literasi Digital berbasis Deep Leraning dan Kecerdasan Buatan. Penelitian ini dikembangan dengan metode R&D model 4D yaitu Define, Design, Depelopment, dan Dessimate.  Sementara itu, pengembangan penelitian menunjukkan bahwa produk berupa E-Modul Literasi Digital Berbasis Deep Learning dan Kecerdasan Buatan telah memenuhi kriteria kelayakan isi, penyajian, desain media, dan kegunaan sebagai bahan/ media ajar inovatif untuk mahasiswa. E-modul ini memadukan pendekatan deep learning dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan ChatGpt untuk mendukung pembelajaran literasi digital yang lebih bermakna, reflektif, dan interaktif. Validasi dari ahli materi dan ahli media menunjukkan bahwa produk tergolong “sangat layak” digunakan. KATA KUNCI: E-modul; chatgpt; deeplearning; literasi digital     DEVELOPMENT OF DEEP LEARNING AND ARTIFICIAL INTELLIGENCE BASED  E-MODULES FOR STUDENTS   ABSTRACT: The development of digital technology today requires students to have good digital literacy skills so that they can use, evaluate, and utilize information appropriately. However, initial observations indicate that the teaching modules available at UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon are not yet integrated with Deep Learning and artificial intelligence, so students have not maximized the use of digital resources. In this regard, students need innovative, adaptive, and interactive digital-based learning materials/media. The problem of this research is how to develop a Digital Literacy E-Module based on Deep Learning and Artificial Intelligence. This research is developed using the 4D R&D model method, which consists of Define, Design, Development, and Disseminate. Meanwhile, research development shows that the product in the form of a Digital Literacy E-Module Based on Deep Learning and Artificial Intelligence has met the criteria for content eligibility, presentation, media design, and usefulness as an innovative teaching material/media for students. This e-module combines a deep learning approach with the use of ChatGPT artificial intelligence technology to support more meaningful, reflective, and interactive digital literacy learning. Validation from subject matter experts and media experts indicates that the product is considered "highly feasible" for use. KEYWORDS: E-module; chatgpt; deep learning; digital literacy  
FENOMENA PERUBAHAN FONOLOGI PADA TUTURAN PIDATO RESMI SISWA KELAS VI Kayla Syahwaliana; Farid Rizqi Maulana; Deni Wardana
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/76bg1557

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk kesalahan fonologis yang muncul dalam praktik pidato siswa sekolah dasar serta memahami faktor yang memengaruhi terjadinya kesalahan tersebut. Latar belakang penelitian ini didorong oleh kesenjangan antara kemampuan berbicara yang diharapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan kenyataan bahwa banyak siswa masih mengalami ketidakjelasan pengucapan saat tampil berpidato. Penelitian dilaksanakan di salah satu SD Negeri di kota Serang dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan observasi menggunakan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC),  yaitu dengan merekam praktik pidato lisan siswa kelas VI sebanyak 39 peserta didik. Rekaman tersebut kemudian ditransktripsikan menggunakan teknik catat dan dianalisis melalui klasifikasi bentuk-bentuk kesalahan fonologis dari setiap tuturan yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan fonologis yang paling sering ditemukan adalah penyederhanaan bunyi, khususnya pelesapan bunyi akhir, asimilasi, dan monoftongisasi. Selain itu, beberapa bentuk perubahan lain seperti disimilasi, metatesis, diftongisasi, sinkop, apokop, dan paragog juga muncul meskipun tidak konsisten. Temuan ini memperlihatkan bahwa kebiasaan berbahasa sehari-hari dan tekanan saat tampil di depan umum menjadi faktor yang turut memengaruhi ketepatan pengucapan siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendampingan fonologis dalam latihan pidato agar kesalahan pengucapan dapat diminimalkan dan pembelajaran keterampilan berbicara perlu dirancang secara lebih komprehensif dengan menekankan ketepatan artikulasi melalui model pelafalan, latihan berulang, dan penggunaan rekaman suara sebagai refleksi diri. KATA KUNCI:  Perubahan Fonologi; pidato; tuturan.   PHENOMENA OF PHONOLOGICAL CHANGES IN THE FORMAL SPEECH OF SIXTH GRADE STUDENTS     ABSTRACT: This study aims to identify the types of phonological errors that appear in the speech practices of elementary school students and to understand the factors that influence these errors. The background of this study is driven by the gap between the expected speaking skills in Indonesia language learning and the fact that many students still experience unclear pronunciation when giving speeches. The research was conducted at a public elementary school in the city of Serang using a qualitative descriptive method. Data were collected through documentation and observation using the Simak Bebas Libat Cakap (SLBC) technique, which involved recording the oral speech practices  of 39 sixth grade students. The recordings were then transcribed using note taking techniques and analyzed by classifying the types of phonological errors in each utterance. The results showed that the most common phonological errors were sound simplification, particularly final sound deletion, assimilation, and monophtongization. In addition, several other forms of changes, such as dissimilation, metathesis, dipthongization, syncope, apocope, and paragoge, also appear although not consistently. These findings show that daily language habits and pressure when performing in public are factors that influence the accuracy of students pronunciation. This study emphasizes the importance of phonological guidance in speech training to minimize pronunciation errors, The learning of speaking skills needs to be designed more comprehensively by emphasizing articulation accuracy through pronunciation models, repetitive exercises, and the use of voice recordings for self-reflection. KEYWORDS: Phonological Changes; speech; utterance.  
BUKU TEKS PANGGELAR BASA SUNDA PIKEUN SMA/MA/SMK/MAK KELAS XI: TINJAUAN PRINSIP, PROSES, DAN KERANGKA DEEP LEARNING Rizki Muhammad Nur; Yayat Sudaryat; Haris Santosa Nugraha
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/veq33w04

Abstract

ABSTRAK:  Buku teks merupakan sumber utama pembelajaran dalam pendidikan formal dan berperan penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran mendalam (deep learning). Kesenjangan penelitian muncul karena kajian buku teks bahasa daerah umumnya berfokus pada konten dan budaya, sementara integrasi prinsip deep learning masih jarang ditinjau secara sistematis, bahkan dalam bahasa daerah termasuk penelitian yang baru. Tujuan penelitian ini adalah meninjau tingkat kesesuaian buku teks Panggelar Basa Sunda pikeun SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI terhadap prinsip, proses, dan kerangka deep learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik studi dokumentasi terhadap empat bab representatif dalam buku teks terbitan Erlangga tahun 2023. Instrumen penelitian berupa lembar cek berbasis indikator deep learning yang meliputi prinsip deep learning (berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan), proses deep learning (memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan), serta kerangka deep learning (praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan belajar, dan teknologi digital). Data dianalisis menggunakan skala dikotomi dan dikonversi ke dalam persentase. Temuan utama menunjukkan bahwa prinsip dan proses deep learning terimplementasi sangat baik (100%), sementara kerangka deep learning berada pada kategori baik (81,25%) dengan kelemahan utama pada aspek kemitraan pembelajaran yang hanya mencapai (25%). Temuan penelitian ini menegaskan bahwa buku teks panggelar basa Sunda telah berfungsi efektif sebagai pengelola deep learning di kelas, namun masih memerlukan penguatan desain kemitraan dengan masyarakat agar integrasi deep learning menjadi lebih seimbang dan kontekstual.KATA KUNCI: bahasa Sunda; buku teks; deep learning; Kurikulum Merdeka. PANGGELAR BASA SUNDA PIKEUN SMA/MA/SMK/MAK KELAS XI: REVIEW OF PRINCIPLES, PROCESSES AND FRAMEWORK OF DEEP LEARNING ABSTRACT: Textbooks are the primary source of learning in formal education and play an important role in supporting the implementation of the Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka), which emphasizes deep learning. A research gap emerges because studies on regional language textbooks generally focus on content and culture, while the integration of deep learning principles is still rarely examined systematically, even in recent research on regional languages. The purpose of this study is to review the level of alignment of the Sundanese language textbook "Panggelar Basa Sunda pikeun SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI" with the principles, processes, and framework of deep learning. This research employs a qualitative descriptive approach with documentation study techniques on four representative chapters in the textbook published by Erlangga in 2023. The research instrument consists of a checklist based on deep learning indicators covering deep learning principles (conscious, meaningful, and joyful), deep learning processes (understanding, applying, and reflecting), and the deep learning framework (pedagogical practices, learning partnerships, learning environments, and digital technology). Data were analyzed using a dichotomous scale and converted into percentages. The main findings indicate that deep learning principles and processes are implemented very well (100%), while the deep learning framework is in the good category (81.25%), with the main weakness in the learning partnerships aspect, which only reaches 25%. The findings of this study confirm that the Panggelar Basa Sunda textbook has functioned effectively as a facilitator of deep learning in the classroom, but still requires strengthened partnership design with the community so that the integration of deep learning becomes more balanced and contextual.KEYWORDS: Sundanese language; textbook; deep learning; Independent Curriculum.
REPRESENTASI KOLONIALISME DALAM KOMIK ONE PIECE ARC ARABASTA: ANALISIS POSTKOLONIAL FRANTZ FANON Hidayat Nur Raihan Rapi; Nina Queena Hadi Putri; Syaiful Arifin
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v22i1.423

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasikan dan merepresntasikan kolonialisme yang termuat dalam komik “One Piece” karya Eiichiro Oda, bagian yang penulis bahas dalam komik One Piece adalah arc Arabasta yang termuat dalam volume 18 sampai volume 23 dengan pendekatan analisis postkolonial Frantz Fanon. Komik ini mengisahkan tentang seorang anak muda bernama Monkey D. Luffy yang menjadi bajak laut, tujuan utamanya adalah berlayar ke laut mencari harta terpendam peninggalan raja bajak laut, walaupun begitu penulis komik ini tidak menggambarkan tokoh utama sebagai bajak laut pada umumnya, justru seperti pahlawan yang membantu menyelesaikan masalah setiap kali dia datang ke suatu pulau, khusus arc Arabasta, tokoh utama membantu kerajaan Arabasta terbebas dari belenggu kolonialisme. Melalui analisis kualitatif, penelitian ini mengidentifikasikan empat representasi kolonialisme yang diklasifikasikan dalam beberapa data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komik ini sangat menggambarkan kolonialisme, terutama arc Arabasta dengan panel gambar dan balon bicara yang termuat dalam komik ini, sangat tercermin gambaran kesengsaraan rakyat arabasata secara fisik maupun batin. Penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangsih terhadap kajian karya sastra, khususnya kajian komik dan kajian kolonialisme, serta memperluas pengetahuan tentang peran komik dalam kehidupan bermasyarakat. KATA KUNCI: Komik; One Piece; Arabasta; Representasi kolonialisme; Postkolonial   COLONIALISM REPRESENTATION IN THE ONE PIECE ARABASTA COMIC: FRANTZ FANON’S POSTCOLONIAL THEORY     ABSTRACT: The purpose of this study is to identify and represent colonialism contained in Eiichiro Oda’s “One Piece” comic. The author discusses the Arabasta arc in One Piece, which is contained in volumes 18 to 23, using Frantz Fanon’s postcolonial analysis approach. This comic tells the story of a young man named Monkey D. Luffy who becomes a pirate. Whose main goal is to sail the seas in search of the buried treasure of the pirate king. However, the author of this comic does not portray the main character as a typical pirate, but rather as a hero who helps solve problems whenever he comes to an island. Specifically in the Arabasta arc, the main character helps Arabasta kingdom free itself from the shackles of colonialism classifield in several data. The results of this study show that this comic strongly depicts colonialism, especially in the Arabasta arc, with the panels and speech bubbles contained in this comic clearly reflecting the physical and mental suffering of the Arabasta people. This research is expected to contribute to literary studies, particularly comic studies and colonialism studies, as well as expand knowledge about the role of comic in society. KEYWORDS: Comic; One Piece; Arabasta; Representation of colonialism; Postcolonial  
REPRESENTASI ROMANTISME DALAM LIRIK LAGU JATUH SUKA KARYA TULUS: SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Raihan Naufal Putra Susanto; Nina Queena Hadi Putri
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/tmqb6e94

Abstract

ABSTRAK:  Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana unsur romantisme dibangun dalam lirik lagu “Jatuh Suka” karya Tulus melalui analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup tiga lapisan makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Kajian ini berangkat dari maraknya ekspresi emosi yang lebih jujur dan terbuka di budaya populer Indonesia, sementara sebagian besar penelitian terdahulu hanya menelaah tema romansa secara umum tanpa menyoroti detail linguistik yang membentuk pengalaman afektif secara spesifik. Untuk menjembatani kekosongan tersebut, penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik simak dan catat guna mengidentifikasi unsur-unsur kebahasaan yang mengandung muatan emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level denotatif, lirik menggambarkan tahap awal jatuh cinta melalui respons sensorik, rasa gugup, dan keinginan untuk mendekat. Pada tahap konotatif, lirik menyusun nilai romantisme yang berfokus pada keterusterangan perasaan, kerentanan, serta kesantunan emosional. Pada level mitos, lirik menampilkan ideologi romantisme modern yang menempatkan pesona alami dan keberanian mengungkapkan perasaan sebagai sesuatu yang lumrah dan patut dihargai. Temuan ini memperlihatkan bahwa musik populer tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan makna dan model emosional yang hidup dalam budaya generasi muda. KATA KUNCI: Representasi romantisme, lirik lagu, semiotika Roland Barthes.   REPRESENTATION OF ROMANTICISM IN TULUS’S SONG LYRICS JATUH SUKA: A ROLAND BARTHES SEMIOTIC ANALYSIS     ABSTRACT: This research aims to reveal how romantic elements are constructed in Tulus’s song “Jatuh Suka” through Roland Barthes’ semiotic analysis, which examines the layers of meaning at the levels of denotation, connotation, and myth. The study is grounded in the rise of sincere, openly expressed emotions in Indonesian popular culture. At the same time, previous works mostly discuss romance in a general sense, without exploring the linguistic details that shape specific affective experiences. To address this gap, a descriptive qualitative method was applied, using close reading and note-taking techniques to identify linguistic units carrying emotional significance. The findings demonstrate that, at the denotative level, the lyrics depict the initial phase of falling in love through sensory reactions, nervousness, and the desire for closeness. At the connotative level, the lyrics construct romantic values characterized by honesty, vulnerability, and emotional politeness. At the myth stage, the lyrics present a modern romantic ideology that frames natural charm and the courage to express feelings as normal and socially appreciated. These results indicate that popular music functions not merely as entertainment but also as a cultural space where emotional meanings and romantic models are shaped for contemporary young audiences. KEYWORDS: Representation of Romanticism; song lyrics; Roland Barthes semiotics  
KAJIAN PSIKOANALISIS FREUD DALAM CERITA RAKYAT PUAN DAN SI TADDUNG Shinta Putri Nurdila; Alfian Rokhmansyah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/waq4mr46

Abstract

ABSTRAK: Cerita rakyat tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga media yang merekam nilai budaya dan dinamika kepribadian manusia. Penelitian ini dilatarbelakangi kebutuhan untuk mengungkap bagaimana struktur kepribadian Freud tercermin dalam tokoh cerita rakyat Puan dan Si Taddung. Tujuannya adalah menganalisis wujud id, ego, dan superego pada kedua tokoh utama serta menjelaskan peran ketiganya dalam membangun konflik naratif dan pesan moral. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis konten terhadap teks cerita. Data berupa tindakan, dialog, dan reaksi emosional tokoh dikumpulkan melalui pembacaan mendalam, lalu diklasifikasikan ke dalam kategori tematik id, ego, dan superego. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puan didominasi oleh kerja ego dan superego, terlihat melalui pengendalian diri, kepatuhan pada norma sosial, dan pertimbangan moral. Sebaliknya, Si Taddung menunjukkan dominasi id melalui impulsivitas, pencarian kepuasan sesaat, dan pengabaian konsekuensi sosial. Pertemuan dan benturan ketiga struktur kepribadian tersebut membentuk alur konflik sekaligus menguatkan pesan moral mengenai pentingnya pengendalian diri dan tanggung jawab atas tindakan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan psikoanalisis Freud efektif untuk mengungkap kompleksitas karakter dan menginterpretasikan nilai budaya yang terinternalisasi dalam cerita rakyat Nusantara. Selain itu, analisis ini menunjukkan bahwa cerita rakyat dapat dimanfaatkan sebagai medium pembelajaran sastra dan psikologi. Penerapan konsep id, ego, dan superego membantu pembaca melihat hubungan antara dorongan batin, pertimbangan rasional, dan suara moral. KATA KUNCI: Freud; Kepribadian, Konflik; Nusantara; Moral   A FREUDIAN PSYCHOANALYTIC ANALYSIS OF THE FOLKTALE PUAN DAN SI TADDUNG   ABSTRACT: Folktales serve not only as entertainment but also as a vital medium for recording cultural values and the dynamics of human personality. This research is motivated by the need to uncover how Freud's personality structure is reflected in the folktale characters Puan and Si Taddung. The aim is to analyze the id, ego, and superego in the two main characters and explain their roles in constructing narrative conflict and conveying moral messages. A descriptive qualitative method was employed using content analysis techniques applied to the story text. Data, consisting of the characters' actions, dialogues, and emotional reactions, were collected through in-depth reading, then classified into thematic categories corresponding to the id, ego, and superego. The results demonstrate that Puan is dominated by the work of the ego and superego, evidenced through self-control, adherence to social norms, and moral considerations. In contrast, Si Taddung exhibits id dominance through impulsivity, the pursuit of instant gratification, and disregard for social consequences. The encounter and clash of these three personality structures shape the conflict flow while simultaneously reinforcing the moral message regarding the importance of self-control and responsibility for one's actions. These findings confirm that Freud's psychoanalytic approach is effective in uncovering the complexity of character and interpreting the cultural values internalized in Indonesian folktales. Furthermore, this analysis shows that folktales can be utilized as a dual medium for studying literature and psychology. The application of the concepts of id, ego, and superego helps readers see the relationship between inner drives, rational considerations, and moral judgment. KEYWORDS: Freud; Personality; Conflict; Archipelago; Morals  
Analisis Wacana Kritis Respons Presiden Prabowo Subianto Terhadap Keracunan Makanan Pada Makan Bergizi Gratis (MBG) Ayesha Nazara Prameswari; Sukirno; Arju Susanto
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v22i1.426

Abstract

ABSTRAK: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menarik perhatian publik dan berbagai media online karena adanya kasus keracunan makanan di beberapa daerah. Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk menganalisis struktur teks, kognisi, serta konteks sosial terkait pemberitaan respons Presiden Prabowo terhadap kasus keracunan MBG dalam media online detik.com dan kompas.com. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun A. Van Dijk dan menggunakan teknik baca catat untuk tahap pengumpulan data. Hasil analisis menunjukkan meskipun media memilih tema tema serupa, namun terdapat perbedaan fokus pemberitaan antara kedua media. Detik.com lebih menekankan peran pemerintah dalam kasus MBG dan masukan dari pengawas pendidikan tentang pemberhentian program karena dinilai belum memenuhi standar gizi. Sementara itu, kompas.com lebih menyoroti tannggung jawab pemerintah dalam menangani kasus dan pentingnya perbaikan program MBG dengan menyajikan data secara sistematis. Pada aspek kognisi sosial, kesadaran mental penulis berita sangat berpengaruh terhadap teks berita yang ditulisnya. Sementara itu, analisis konteks sosial menyoroti akses kekuasaan berupa informasi dari pihak berwenang yang dapat memengaruhi opini publik terhadap kasus MBG. KATA KUNCI: Analisis Wacana Kritis; Berita; MBG; Van Dijk   CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF PRESIDENT PRABOWO SUBIANTO’S RESPONS TO FOOD POISONING DURING FREE NUTRITIONAL MEALS (MBG)     ABSTRACT: The Free Nutritious Meal Program (MBG) has attracted public attention and extensive online media coverage following reports of food poisoning in several regions. This study aims to analyze the textual structure, social cognition, and social context of news coverage concerning President Prabowo’s response to the MBG cases published by detik.com and kompas.com. The research employs a qualitative descriptive method using Teun A. Van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) framework, with data collected through close reading and note-taking techniques. The findings indicate that although both media outlets discuss similar themes, they differ in their reporting emphasis. Detik.com focuses on the government’s role in addressing the cases and includes critiques from education supervisors regarding the program’s failure to meet nutritional standards. In contrast, Kompas.com highlights governmental accountability and stresses the importance of systematic improvements to the MBG program through structured data presentation. From a social cognition perspective, journalists’ mental frameworks significantly influence news construction. Meanwhile, social context analysis reveals how access to authoritative information functions as a form of power that shapes public opinion on the MBG cases. KEYWORDS:Critical Discourse Analysis; MBG; News; Van Dijk  
DEIKSIS DALAM WACANA BERITA PRABOWO SUBIANTO PADA KOMPAS.COM EDISI 2025 Assifa Zanuba Qotrunnada; Mursia Ekawati; Herpindo
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/7yawpc52

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis deiksis yang terdapat dalam wacana berita Prabowo Subianto pada Kompas.com edisi 2025. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Dua belas wacana berita Prabowo Subianto yang dimuat di Kompas.com pada tahun 2025 digunakan sebagai sumber data penelitian. Metode simak dan teknik catat digunakan dalam proses pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan metode padan untuk analisis data, dengan menggunakan teknik pilah unsur penentu (PUP) dan teknik hubung banding menyamakan (HBS). Hasil penelitian ini ditemukan (1) deiksis persona mencakup deiksis persona pertama, kedua, serta ketiga; (2) deiksis waktu mencakup deiksis waktu masa kini, masa lampau, dan masa depan; (3) deiksis tempat; (4) deiksis sosial mencakup deiksis relasional dan mutlak; (5) deiksis wacana mencakup deiksis anafora dan katafora. Jenis deiksis yang paling sering muncul ialah deiksis persona, karena digunakan untuk merujuk penutur, lawan tutur, atau pihak yang dibicarakan dalam berita dan membantu menghindari pengulangan nama tokoh secara berlebihan. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan deiksis dalam wacana berita politik berguna untuk membangun kejelasan makna, seperti memperjelas rujukan, menunjukkan relasi sosial, serta memberikan pemahaman pembaca terhadap konteks informasi. KATA KUNCI:  Berita; deiksis; pragmatik   Deixis in Prabowo Subianto News Discourse on Kompas.com 2025 Edition   ABSTRACT: This research aims to describe the types of deixis contained in Prabowo Subianto's news discourse on Kompas.com edition 2025. Twelve Prabowo Subianto news discourses published on Kompas.com in 2025 are used as the source of data. The listening method and note-taking technique were used in the data collection process of this research.  This research uses the commensurate method for data analysis, namely by using the separating determining element technique (PUP) and the comparative equating technique (HBS). The results of this research obtained persona deixis, in the form of first person singular and plural, second person singular and plural, and third person singular and plural. The results of this study found (1) personal deictics, including first, second, and third person deictics; (2) temporal deictics, including present, past, and future deictics; (3) locative deictics; (4) social deictics, including relational and absolute deictics; (5) discourse deictics, including anaphoric and cataphoric deictics. The types of deixis that appear most often are persona deixis and social deixis, as they are used to refer to the speaker, the addressee, or the person being discussed in the news and help avoid excessive repetition of names. This finding show that the use of deixis in political news discourse functions to build clarity of meaning, such as clarifying referents, showing social relations, as well as to provide readers' understanding of the information context. KEYWORDS: News; deixis; pragmatics