cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
dedicated@upi.edu
Editorial Address
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
ISSN : 29884179     EISSN : 29884187     DOI : https://doi.org/10.17509/dedicated.
Core Subject :
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) is an open-access and peer-reviewed journal published by Faculty of Educational Sciences, Universitas Pendidikan Indonesia, in collaboration with Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN). This journal aims to disseminate the conceptual thoughts, ideas, research results, or best practices achieved in community services in education. Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) publishes the results of community service carried out by researchers, teachers, lecturers, and education practitioners, including training, mentoring, coaching, strengthening, empowerment, counseling, and other services for community empowerment.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
Strengthening regional public library services through P3KNK experiential learning community service Alya Hafizza
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i2.95038

Abstract

Public libraries play a strategic role as centers for lifelong learning, strengthening information literacy, and developing the quality of human resources at the community level. This community service activity is implemented through the Program Penguatan Profesi Kepustakawanan Non-Kependidikan (P3KNK) in response to limited human resources and suboptimal services at regional public libraries. Through experiential learning, this program positions students as service actors directly involved in core library activities, thus functioning not only as interns but also as partners in service strengthening. A qualitative descriptive approach is used to analyze the process and impact of program implementation through participant observation, documentation, and reflective notes. The results show that direct student involvement can enhance students' professional competence and make a meaningful contribution to collection management, service effectiveness, and managerial support at partner libraries. The novelty of this activity lies in the integration of P3KNK as an experiential learning-based service model that simultaneously links student competency strengthening with the real needs of regional public libraries, resulting in dual benefits for educational institutions and the community. These findings confirm that P3KNK has the potential to serve as a model for applicable, contextual, and sustainable librarianship services that strengthen community-based library services.   Abstrak Perpustakaan umum memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat, penguatan literasi informasi, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia di tingkat masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui Program Penguatan Profesi Kepustakawanan Non-Kependidikan (P3KNK) sebagai respons terhadap keterbatasan sumber daya manusia dan belum optimalnya layanan pada perpustakaan umum daerah. Melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), program ini menempatkan mahasiswa sebagai aktor pengabdian yang terlibat langsung dalam aktivitas inti perpustakaan, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai peserta magang, tetapi sebagai mitra penguatan layanan. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis proses dan dampak pelaksanaan program melalui observasi partisipatif, dokumentasi, dan catatan reflektif. Hasil menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa secara langsung mampu meningkatkan kompetensi profesional mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan pengelolaan koleksi, efektivitas layanan, dan dukungan manajerial perpustakaan mitra. Kebaruan kegiatan ini terletak pada integrasi P3KNK sebagai model pengabdian berbasis experiential learning yang mengaitkan penguatan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan nyata perpustakaan umum daerah secara simultan, sehingga menghasilkan manfaat ganda bagi institusi pendidikan dan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa P3KNK berpotensi menjadi model pengabdian kepustakawanan yang aplikatif, kontekstual, dan berkelanjutan dalam penguatan layanan perpustakaan berbasis komunitas. Kata Kunci: kompetensi kepustakawanan; pengabdian kepada masyarakat; perpustakaan umum
Utilization of local food ingredients to prevent stunting in Menampu, Gumukmas, Jember Janur Putri Wayanshakty
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i2.92928

Abstract

Stunting is one of the child health problems in the form of child growth and development disorders. The 2025 Jember Regency data portal indicates that Menampu Village, Gumukmas District, is among the 10 areas with the highest stunting prevalence in Jember. To address stunting, it is necessary to optimize the use of Posyandu's resources in Jember's abundant local food sources. This series of community service activities began with a location survey. The target participants of the activity were Posyandu cadres for toddlers in Menampu Village, Gumukmas District, Jember Regency. The community service activity was held in the Menampu Village Hall with 15 participants. The method used in this community service was to provide knowledge and practice in training sessions. The success indicators of the training activity were the increase in scores from the pre-test to the post-test. The results of the training activity were evident in the increase in participants' knowledge about local food nutrition, food safety, and reading labels on packaging.    Abstrak Stunting menjadi salah satu masalah kesehatan anak berupa gangguan tumbuh kembang anak. Portal data Kabupaten Jember tahun 2025 menunjukkan Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, termasuk dalam 10 daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di Jember. Dalam mengatasi masalah stunting ini, maka perlu mengoptimalkan kinerja Posyandu dalam pemanfaatan sumber pangan lokal Jember yang cukup melimpah. Rangkaian kegiatan pengabdian ini diawali dengan survey lokasi. Target peserta kegiatan adalah kader Posyandu balita di Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di aula Desa Menampu dengan jumlah peserta 15 orang. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dengan memberikan pengetahuan dan praktik dalam sesi pelatihan. Indikator keberhasilan kegiatan pelatihan adalah peningkatan skor dari pre-test ke post-test. Hasil dari kegiatan pelatihan terlihat dari meningkatnya pengetahuan peserta tentang nutrisi makanan lokal, keamanan bahan pangan, dan pembacaan label dalam kemasan. Kata Kunci: bahan pangan lokal; gizi; stunting
Student professionalization through internship at Perpustakaan Umum Kota Cimahi Anandita Rifa Mutia; Angga Hadiapurwa
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i2.94978

Abstract

The increasingly dynamic world of work demands that university graduates master not only theoretical knowledge but also practical skills and professional attitudes that align with the field's needs. One approach to bridge the gap between theory and practice is to implement internship programs or fieldwork. The Program Penguatan Profesi Kepustakawanan Non Kependidikan (P3KNK) is an experiential learning program designed explicitly for Library and Information Science students. The purpose of this article is to describe the implementation of the P3KNK internship program at the Cimahi City Public Library and its role in shaping the professionalism of students as novice librarians. This article employs a qualitative descriptive approach to describe a phenomenon systematically. The program is implemented at the Perpustakaan Umum Kota Cimahi. Data are collected through direct observation, daily logbook entries, and photographic documentation. P3KNK has proven crucial in preparing students for the real world of work. Through internships, students have the opportunity to apply the librarianship knowledge and skills they have learned in lectures to direct practice in the field.   Abstrak Dinamika dunia kerja yang semakin dinamis menuntut lulusan perguruan tinggi untuk tidak hanya menguasai aspek teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dan sikap profesional yang selaras dengan kebutuhan di lapangan. Salah satu upaya yang dapat diterapkan untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik adalah melalui program magang atau praktik kerja lapangan. Program Penguatan Profesi Kepustakawanan Non Kependidikan (P3KNK) merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman yang dirancang khusus untuk mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi. Tujuan artikel untuk mendeskripsikan pelaksanaan program magang P3KNK di Perpustakaan Umum Kota Cimahi serta perannya dalam membentuk profesionalisasi mahasiswa sebagai pustakawan pemula. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan suatu fenomena secara sistematis. Program dilaksanakan di Perpustakaan Umum Kota Cimahi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi secara langsung, pencacatan logbook harian, serta dokumentasi berupa foto. P3KNK terbukti berperan penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja secara nyata. Melalui kegiatan magang, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan kepustakawanan yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam praktik langsung di lapangan. Kata Kunci: kompetensi kepustakawanan; magang perpustakaan; perpustakaan umum
Improving librarianship skills through P3KNK community service at Universitas Islam Bandung library Raysa Atripa Royyan; Salwa Ghaida Rakhmawati; Yezika Rachman; Riche Cynthia Johan; Atty Sofiyanty
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i2.95039

Abstract

The Program Penguatan Profesional Kepustakaan Non Kependidikan (P3KNK) is an experiential learning-based community service model designed to strengthen students' professional competencies through direct involvement in librarianship practices. This article examines how implementing P3KNK in library collection procurement and development activities contributes to improving students' librarianship competencies at Universitas Islam Bandung library. This article is reviewed using a qualitative descriptive approach that involves students as active participants in library operations. Data were collected through observation, documentation, and student reflection during the program. The results of the community service indicate a significant increase in three main competency areas: conceptual knowledge related to collection management, technical skills in the procurement and processing of library materials, and professional attitudes, such as responsibility and collaboration. The implementation of P3KNK at the Universitas Islam Bandung library not only enhances students' readiness for professional practice but also makes a tangible contribution to partner institutions by supporting collection development. P3KNK can be positioned as an effective community service model that bridges theoretical learning and librarianship practice and contributes to improving the quality of librarianship education in higher education.   Abstrak Program Penguatan Profesional Kepustakaan Non Kependidikan (P3KNK) merupakan model pengabdian kepada masyarakat berbasis experiential learning yang dirancang untuk memperkuat kompetensi profesional mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam praktik kepustakawanan. Artikel ini mengkaji bagaimana pelaksanaan P3KNK pada kegiatan pengadaan dan pengembangan koleksi perpustakaan berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi kepustakawanan mahasiswa di Perpustakaan Universitas Islam Bandung. Artikel ini dikaji dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan mahasiswa sebagai partisipan aktif dalam aktivitas operasional perpustakaan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan refleksi mahasiswa selama program berlangsung. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tiga aspek kompetensi utama, yaitu pengetahuan konseptual terkait manajemen koleksi, keterampilan teknis dalam proses pengadaan dan pengolahan bahan pustaka, serta sikap profesional seperti tanggung jawab dan kemampuan bekerja sama. Pelaksanaan P3KNK di Perpustakaan Universitas Islam Bandung tidak hanya meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam praktik profesional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi institusi mitra melalui dukungan terhadap proses pengembangan koleksi. P3KNK dapat diposisikan sebagai model pengabdian yang efektif dalam menjembatani pembelajaran teoretis dan praktik kepustakawanan serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan kepustakawanan di perguruan tinggi. Kata Kunci: kompetensi kepustakawanan; pengabdian kepada masyarakat; perpustakaan perguruan tinggi
Optimizing archival management through an internship program at Sekretariat Jenderal DPR RI Najwa Nabila
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i2.95040

Abstract

Archival management plays an important role in supporting administrative functions in government institutions. However, it often faces various challenges, particularly in managing inactive dynamic records that are infrequently used but may need to be retrieved when required. This community service aims to analyze the optimization of archival management through an internship program undertaken by students in the archival field at the Sekretariat Jenderal DPR RI. The study employed a qualitative descriptive approach using observation, documentation, and literature review. The findings indicate that students actively contributed to archival management, particularly in records arrangement, archival media conversion, archival handling, data entry via the Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) website, and the development of innovative projects through information repackaging. The conclusion indicates that the internship program makes a positive contribution to archival management within the institution. Despite several technical constraints, the internship activities were conducted effectively and provided students with new insights and skills in the field of archives. To enhance the effectiveness of future archival management, this community service recommends harmonizing archival guidelines and increasing attention to the physical condition of records to prevent damage.   Abstrak Pengelolaan arsip memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan administrasi pada lembaga pemerintahan. Namun, pengelolaan arsip masih sering menghadapi berbagai kendala, khususnya dalam mengelola arsip dinamis inaktif yang frekuensi penggunaannya jarang, tetapi sewaktu-waktu dapat dicari kembali ketika dibutuhkan. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pengelolaan arsip melalui kegiatan magang yang dilakukan oleh mahasiswa pada bidang kearsipan di Sekretariat Jenderal DPR RI. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, dokumentasi, serta studi pustaka. Temuan pengabdian menunjukkan bahwa mahasiswa berkontribusi aktif dalam pengelolaan arsip, terutama dalam penataan arsip, alih media arsip, manuver arsip, penginputan arsip melalui website (Sistem Informasi Kearsipan Nasional) SIKN, serta pembuatan proyek inovasi berupa kemas ulang informasi. Kesimpulan menunjukkan bahwa program magang memberikan kontribusi positif dalam mendukung pengelolaan arsip pada lembaga terkait. Meskipun terdapat beberapa kendala teknis, kegiatan magang terlaksana secara efektif dan memberikan wawasan serta keterampilan baru di bidang kearsipan bagi mahasiswa. Dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan arsip ke depannya, pengabdian ini merekomendasikan agar lembaga terkait menyelaraskan pedoman kearsipan yang digunakan serta meningkatkan perhatian terhadap kondisi fisik arsip guna mencegah kerusakan. Kata Kunci: arsip dinamis inaktif; pengelolaan arsip; program magang mahasiswa; SIKN
Internship program at Museum Gedung Sate for student professional experience Dita Lestari
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i2.95041

Abstract

The development of student competencies does not stop within the classroom but must be strengthened through direct exposure to the professional work environment. Universities play a strategic role in facilitating students' access to professional experience as preparation for independent careers after graduation. This internship program aims to enhance students’ competencies, including both soft skills and hard skills, through active involvement in a professional workplace. The internship spanned 40 working days at the Gedung Sate Museum, an institution dedicated to preserving local history and culture. The program was designed to provide practical work experience beyond academic learning by engaging students in roles such as museum educators, visitor receptionists, audiovisual assistants, and social media content managers, particularly in creating Instagram captions. Through this internship program, students gained valuable experience, knowledge, and skills, including effective communication, interpersonal and customer service, information technology proficiency, and an understanding of digital marketing strategies and online communication. Furthermore, students applied the theoretical knowledge acquired during their university studies in a real-world context, actively contributing to the preservation and promotion of local history and cultural heritage through educational and creative activities at the museum.   Abstrak Pengembangan kompetensi mahasiswa tidak berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi perlu diperkuat melalui pengalaman langsung di dunia kerja. Universitas memiliki peran strategis dalam memfasilitasi mahasiswa agar memperoleh pengalaman profesional sebagai bekal kemandirian setelah lulus. Program pemagangan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, baik soft skill maupun hard skill, melalui keterlibatan langsung di lingkungan kerja profesional. Kegiatan pemagangan dilaksanakan selama 40 hari kerja di Museum Gedung Sate sebagai salah satu institusi pelestarian sejarah dan budaya. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata di luar bangku kuliah melalui berbagai peran, antara lain sebagai edukator museum, resepsionis layanan kunjungan, pengelola audio visual, serta pengelola konten media sosial khususnya pembuatan caption Instagram. Melalui pelaksanaan magang ini, mahasiswa memperoleh peningkatan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan, seperti kemampuan komunikasi efektif, keterampilan interpersonal dan pelayanan publik, penguasaan teknologi informasi, serta pemahaman strategi pemasaran digital dan komunikasi daring. Selain itu, mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan secara kontekstual dan berkontribusi aktif dalam upaya pelestarian sejarah serta budaya lokal melalui peran edukatif dan kreatif di museum. Kata Kunci: Museum Gedung Sate; pengalaman profesional; program magang
Installation of street lighting to improve security in the Rear Area of Malawei Sports Hall (GOR Malawei) Hakim Fikri; Fitria N. S. Ramadhana N. H.; Haerunnisa Haerunnisa; Fauzan Fauzan; Iki Maryana Kalkusa; Nur Hafisah; Riandi M; La Ode Rablan; Audi Hestiani; Siti Amina
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i2.93602

Abstract

The Community Service Program (KKN) Post 18 in Malawei Village was implemented to address the increase in crime in the area behind the Malawei Sports Hall. Based on field observations and interviews with residents, the area is frequently the site of theft and other crimes, particularly at night due to inadequate lighting. This condition necessitated preventive measures to improve public safety. This activity aimed to ensure adequate lighting by installing energy-efficient LED fixtures at three strategic points deemed vulnerable. The program was implemented through a participatory approach, involving the community in planning and installation to foster a sense of ownership and program sustainability. The findings of this activity indicate that the new streetlights have directly improved nighttime visibility, reduced the risk of crime, and increased residents' comfort during activities. This program has had a positive psychological impact on the community, as evidenced by residents' increased confidence in using public spaces at night. This program has provided tangible environmental benefits and can serve as a model for practical, sustainable community service.   Abstrak Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 18 di Kelurahan Malawei dilaksanakan sebagai upaya pengabdian kepada masyarakat untuk mengatasi meningkatnya tindak kriminalitas di area belakang GOR Malawei. Berdasarkan hasil observasi lapangan dan wawancara dengan warga setempat, wilayah tersebut sering menjadi lokasi pencurian dan tindakan kejahatan lainnya, terutama pada malam hari akibat minimnya penerangan. Kondisi tersebut mendorong perlunya tindakan preventif yang dapat meningkatkan rasa aman masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini untuk menyediakan penerangan memadai melalui pemasangan lampu LED hemat energi pada tiga titik strategis yang dinilai rawan. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif, melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan hingga pemasangan sehingga tercipta rasa memiliki dan keberlanjutan program. Temuan kegiatan menunjukkan bahwa keberadaan lampu jalan baru secara langsung meningkatkan visibilitas malam hari, mengurangi potensi tindakan kriminal, serta meningkatkan kenyamanan warga dalam beraktivitas. Program ini memberikan dampak psikologis positif bagi masyarakat, yang tercermin dari meningkatnya kepercayaan diri warga dalam memanfaatkan ruang publik pada malam hari. Program ini memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan dapat dijadikan model pengabdian masyarakat yang aplikatif serta berkelanjutan. Kata Kunci: GOR Malawei; pemasangan lampu jalan; partisipasi masyarakat
The utilization of goat manure waste into organic fertilizer to support sustainable agriculture Fikri Aulia; Wikan Budi Utami; Indira Gayatri Dian Pramesti; Febrian Rizalul Amin; Ilva Vidiana
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 1 (2026): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v4i1.614

Abstract

Reliance on chemical fertilizers in Petungsewu Village, Wagir District, has led to a decline in land quality, threatening the sustainability of local agriculture. On the other hand, the abundant goat manure waste has not been utilized optimally and tends to pollute the environment. This community service activity aims to educate and train the People's Forest Farmers Group (KTHR) in producing organic fertilizers through accelerated fermentation techniques using bioactivators. The methods used are technical assistance and direct practice of fertilizer manufacturing with control of moisture and aeration parameters. The results of the activity showed that within three weeks, goat manure waste was successfully transformed into mature organic fertilizer with physical characteristics of being crumbly, dark in color, and free of an ammonia odor. Application tests on cayenne pepper plants, the leading commodity in the Wagir region, showed a more stable increase in vegetative growth than with conventional chemical fertilizers. In addition to improving soil chemistry, this initiative has a positive economic impact by reducing farmers' production costs. Overall, this independent waste treatment is a sure strategy in supporting sustainable agriculture and fertilizer independence at the village level.   Abstrak Ketergantungan pada pupuk kimia di Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, telah memicu penurunan kualitas lahan yang mengancam keberlanjutan pertanian lokal. Di sisi lain, limbah kotoran kambing yang melimpah belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi serta melatih Kelompok Tani Hutan Rakyat (KTHR) dalam memproduksi pupuk organik melalui teknik fermentasi yang dipercepat dengan menggunakan bioaktivator. Metode yang digunakan adalah pendampingan teknis dan praktik langsung pembuatan pupuk dengan kontrol parameter kelembapan dan aerasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dalam waktu tiga minggu, limbah kotoran kambing berhasil ditransformasi menjadi pupuk organik matang dengan karakteristik fisik yang lemah, berwarna gelap, dan tidak berbau amoniak. Uji aplikasi pada tanaman cabai rawit sebagai komoditas unggulan wilayah Wagir menunjukkan peningkatan pertumbuhan vegetatif yang lebih stabil dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia konvensional. Selain memperbaiki sifat kimia tanah, inisiatif ini memberikan dampak ekonomi positif berupa efisiensi biaya produksi bagi para petani. Secara keseluruhan, pengolahan limbah mandiri ini menjadi strategi jitu untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan kemandirian pupuk di tingkat desa. Kata Kunci: cabai rawit; fermentasi; kotoran kambing; pertanian berkelanjutan
STEM-robotic: Enhancing teachers’ competence in implementing STEM and coding Falenthino Sampouw; Andi Fajeriani Wyrasti; Faisal Faisal; Irfan Irnandi; Benidiktus Tanujaya; Jeinne Mumu; Maryo Sopater Istia; Haryanto Haryanto; Riris Indarwati; Sisilia Almandha; Dewi Brilliana Putri
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 1 (2026): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v4i1.656

Abstract

The STEM-Robotics training at YPPK St. Thomas Aquino Junior High School in Kaimana, West Papua, was conducted to address teachers' low understanding of STEM and coding concepts and the suboptimal utilization of robotics facilities in schools. This program aims to improve teachers' understanding of STEM learning, coding competency, and attitudes toward the implementation of STEM-Coding. The program was implemented using a service-learning approach involving 28 teachers, 4 lecturers, and 3 students across five stages: needs identification, collaborative planning, practice-based implementation, critical reflection, and evaluation. Data were collected using a validated questionnaire and analyzed descriptively. The training results showed that teachers' understanding of STEM learning reached 52% in the moderate category and 48% in the high category. Teachers' understanding of coding reached 4% in the moderate category and 96% in the high category. In comparison, positive attitudes toward STEM-Coding learning reached 11% in the moderate category and 89% in the high category. Overall, all program success indicators were met, with more than 85% of teachers in the moderate-to-high category across all measured aspects. This program is effective in improving teacher competency and supporting the development of technology-based learning in areas with limited access to education.   Abstrak Pelatihan STEM-Robotics di SMP YPPK St. Thomas Aquino Kaimana, Papua Barat, dilaksanakan untuk mengatasi rendahnya pemahaman guru terhadap konsep STEM dan coding serta belum optimalnya pemanfaatan fasilitas robotik di sekolah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru tentang pembelajaran STEM, kompetensi coding, serta sikap terhadap implementasi STEM-Coding. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan service learning yang melibatkan 28 guru, 4 dosen, dan 3 mahasiswa melalui lima tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, perencanaan kolaboratif, pelaksanaan berbasis praktik, refleksi kritis, dan evaluasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap pembelajaran STEM mencapai 52% pada kategori sedang dan 48% pada kategori tinggi. Pemahaman guru terhadap coding mencapai 4% pada kategori sedang dan 96% pada kategori tinggi, sedangkan sikap positif terhadap pembelajaran STEM-Coding mencapai 11% pada kategori sedang dan 89% pada kategori tinggi. Secara keseluruhan, seluruh indikator keberhasilan program tercapai dengan lebih dari 85% guru berada pada kategori sedang hingga tinggi pada seluruh aspek yang diukur. Program ini efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dan mendukung pengembangan pembelajaran berbasis teknologi di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan. Kata Kunci: koding; kompetensi guru; STEM; STEM-Robotics
Implementation of library services at Telkom University Open Library Repa Ruhya Try Atmadja
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 1 (2026): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v4i1.686

Abstract

Universitas Pendidikan Indonesia, as one of the Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), continuously strives to improve quality, efficiency, and relevance by developing the Tri Dharma of Higher Education. To bridge this gap, UPI offers an internship program that helps students prepare for entering the workforce. This internship program aims to provide direct field experience. This service is implemented through the Program Penguatan Profesi Kepustakaan Non-Kependidikan (P3KNK) at the Telkom University Open Library. Interns are assigned to circulation services, library materials processing, and reference services. Each section provides experience and hones different skills. The internship at the Telkom University Open Library provides interns with an opportunity to broaden their insights and apply the knowledge they have acquired during their studies. In this case, interns divide the tasks they undertake according to their competencies and abilities, with the main goal of developing their competencies, especially in librarianship.   Abstrak Universitas Pendidikan Indonesia sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) secara terus-menerus berupaya meningkatkan mutu, efisiensi, dan relevansi dengan mengembangkan Tridharma Perguruan Tinggi. Untuk menjembatani hal tersebut, UPI melaksanakan program magang yang dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Pengabdian dalam bentuk magang ini bertujuan untuk praktik secara langsung di lapangan. Pelaksanaan pengabdian diselenggarakan melalui Program Penguatan Profesi Kepustakaan Non-Kependidikan (P3KNK) di Telkom University Open Library. Praktikan magang bertugas pada bagian layanan sirkulasi, pengolahan bahan pustaka, dan layanan referensi. Setiap bagian memberikan pengalaman dan mengasah keterampilan yang berbeda-beda. Pelaksanaan kegiatan magang di Telkom University Open Library menjadi kesempatan bagi praktikan untuk meningkatkan wawasan dan mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh selama duduk di bangku perkuliahan. Dalam hal ini, praktikan membagi tugas yang dikerjakan sesuai dengan kompetensi dan kemampuan masing-masing, dengan tujuan utama pengembangan kompetensi, khususnya dalam bidang kepustakawanan. Kata Kunci: layanan perpustakaan; pengembangan kompetensi; pengolahan koleksi perpustakaan

Page 12 of 13 | Total Record : 122