cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Rancang bangun sistem hydraulic ram pump untuk pengadaan air bersih Agus Setiawan; Aam Hamdani; Nisaudzakiah Utami; Nana Wartana
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.52822

Abstract

Water is the source of life for living things, especially humans. Humans cannot live without water. Parakan Wayang Hamlet, Sirnajaya Village, Gunung Halu Subdistrict, West Bandung Regency, is one area with difficulty getting clean water. Based on a survey, the area's economic, geographical, and remote aspects make it difficult for residents of the hamlet to get clean water. The hamlet's residents use the mountain valley river water for survival. They walk down the mountain carrying jerry cans to meet their daily clean water needs. River water that continues to flow in the area can potentially be used for energy. Based on these conditions, this community service program aims to design a hydraulic ram pump system to pump water from the river to residential areas at a height of 100 meters using two reservoirs installed every 50 meters. This system utilizes the potential energy of water that continues to flow to pump and distribute it to residents. This water pump system is expected to fulfill the need for clean water.   Abstrak Air sebagai sumber bagi kehidupan bagi makhluk hidup khususnya manusia. Manusia tidak dapat hidup tanpa air. Dusun Parakan Wayang Desa Sirnajaya Kecamatan Gunung Halu Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu daerah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Berdasarkan survey yang dilakukan, aspek ekonomi, geografis, dan terpencilnya daerah tersebut membuat warga dusun sulit mendapatkan air bersih. Pemanfaatan air sungai yang berada di lembah gunung oleh warga dusun digunakan untuk bertahan hidup, mereka berjalan menuruni dan menaiki gunung dengan membawa jerigen untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya. Air sungai yang terus mengalir di daerah tersebut dapat berpotensial untuk dapat digunakan energinya. Berdasarkan kondisi tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengadakan rancang bangun sistem hydraulic ram pump untuk memompa air dari sungai ke pemukiman warga dengan ketinggian 100 meter dengan menggunakan dua bak penampungan yang dipasang pada setiap 50 meter. Sistem ini menggunakan sistem pemanfaatan energi potensial air yang terus mengalir untuk memompa dan menyalurkan ke warga. Sistem pompa air ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih. Kata Kunci: air bersih; pompa air; pompa hidram
Pendampingan corak geometris dengan teknik sulam sebagai sumber belajar usaha busana Suciati Suciati; Astuti Astuti; Pipin Tresna Prihatini; Mandhe Sekar Nurindah; Mutiara Annandara
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.76474

Abstract

Creativity in female Islamic boarding school students can be fostered through mentoring in geometric pattern training with thread embroidery techniques. This activity is a unity between training female students on decorative pattern design techniques and thread embroidery techniques that can decorate Muslim wear products. This activity was carried out together with 50 female students of the Daruttakwien Islamic Boarding School, Bekasi Regency, Indonesia. Designing decorative patterns and thread embroidery techniques was carried out to improve skills, encourage creativity, introduce sources of decorative textile ideas, build economic independence, and promote Indonesian cultural heritage. The benefits include the development of creative industries in the Islamic boarding school environment, economic opportunities for female students, a better understanding of decorative design, and decorative innovation in Muslim wear designs. The activity method is a workshop, and the activity results show that participants have successfully designed simple geometric patterns, mastered basic embroidery techniques, and can produce unique works. This workshop activity helps increase interest in embroidery art and inspires participants to continue practicing and developing creativity in embroidery art. Therefore, it can be concluded that this activity succeeded in creating an enthusiastic and productive learning atmosphere for female students, increasing the knowledge and skills of female students as participants in the field of embroidering geometric patterns on Muslim wear.   Abstrak Kreativitas pada santriwati pondok pesantren dapat dibina melalui pendampingan pelatihan corak geometris dengan teknik sulam benang. Kegiatan ini merupakan kesatuan antara melatih santriwati mengenai teknik mendesain corak dekoratif dan sulam benang teknik ini dapat menghiasi produk muslimah wear. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan santriwati Pondok Pesantren Daruttakwien, Kab. Bekasi, Indonesia yang berjumlah 50 orang. Kegiatan mendesain corak dekoratif dan sulam benang teknik ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan, mendorong kreativitas, memperkenalkan sumber ide dekoratif tekstil, membangun kemandirian ekonomi, mempromosikan warisan budaya Indonesia. Manfaat diantaranya pengembangan industri kreatif di lingkungan pondok pesantren, peluang ekonomi bagi santriwati, pemahaman yang lebih baik mengenai desain dekoratif, inovasi dekoratif dalam desain muslimah wear. Metode kegiatan bersifat workshop dan hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berhasil mendesain corak geometris sederhana, menguasai teknik dasar menyulam dan dapat menghasilkan karya yang unik. Kegiatan workshop ini dirasakan sangat bermanfaat dalam meningkatkan minat terhadap seni sulaman dan menginspirasi untuk terus berlatih dan mengembangkan kreativitas dalam seni sulaman. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil menciptakan suasana belajar yang antusias dan produktif dari santriwati, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santriwati sebagai peserta dalam bidang menyulam corak geometris pada muslimah wear. Kata Kunci: corak geometris; pakaian muslimah; teknik sulam
Peran program Fun and Meaningful Learning dalam pembelajaran dengan model gamifikasi di SDN 02 Balewangi Celline Putriana Oktaviandi Syeira; Fatimah Az-Zahra; Wulanda Wafi
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.6277

Abstract

Education is one of the most essential fields in community life. Along with the development of the era, technology and science are also developing. The Community Service Program carried out by UPI Students in the form of Student Study Service themed SDGs, especially related to the field of education in Balewangi Village, which is included in this article, aims to apply a fun learning model as a solution so that students do not easily feel bored during teaching and learning activities in the classroom. Gamification is a learning approach that uses game design techniques to solve problems. In implementing the Fun and Meaningful Learning program with the gamification learning model, students showed high enthusiasm during the learning process.   Abstrak Pendidikan menjadi salah satu bidang yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi dan ilmu pengetahuan juga semakin berkembang. Program pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Mahasiswa UPI dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertemakan SDGs khususnya terkait bidang pendidikan di Desa Balewangi yang termuat dalam tulisan ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran yang menyenangkan sebagai solusi supaya peserta didik tidak mudah merasa jenuh saat kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Gamifikasi merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan teknik desain permainan dalam penyelesaian masalahnya. Dalam pelaksanaan program Fun and Meaningful Learning dengan model pembelajaran gamifikasi, peserta didik menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi saat proses pembelajaran dilaksanakan. Kata Kunci: gamifikasi; model pembelajaran; pendidikan; pengabdian; SDGs
Pengaruh permainan tradisional engklek terhadap self control peserta didik Elsa Eka Ayuningtyas; Syarip Hidayat; Lutfi Nur
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.35466

Abstract

This research is motivated by low self-control among elementary school students. The lack of self-control in elementary students can indicate a behavior that can escalate to destructive behavior. One effort that can be made to address this issue is through the traditional game of engklek. The purpose of this study is to describe the effect of the traditional engklek game on the self-control of elementary school students. This research was conducted in Grade VI at SD Negeri 4 Gunungtanjung. The study used an experimental method with a pre-experimental design, specifically the one-group pretest-posttest design. A non-test technique was used as a self-control scale questionnaire for data collection. The data were analyzed quantitatively using SPSS 25. The average pretest score for students' self-control was 46.72, while the posttest average score was 70.50. The result of this study shows that the traditional engklek game improves the self-control of elementary school students.   Abstrak Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pengendalian diri pada peserta didik sekolah dasar. Rendahnya pengendalian diri pada peserta didik sekolah dasar ditandai dengan kenakalan ringan sampai mengarah kepada perilaku destruktif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut yaitu melalui permainan tradisional engklek. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh permainan tradisional engklek terhadap pengendalian diri peserta didik di sekolah dasar. Pengabdian ini dilakukan di Kelas VI Sekolah Dasar Negeri 4 Gunungtanjung. Pengabdian dilakukan dengan metode eksperimen, rancangan pengabdian pra-eksperimen, dan bentuk rancangan satu kelompok praujian-pascaujian. Dalam pengumpulan data, teknik yang digunakan yaitu teknik non-tes berupa angket skala pengendalian diri. Analisis data yang digunakan berupa analisis data kuantitatif dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 25. Hasil kemampuan pengendalian diri peserta didik pada praujian dengan rata-rata skor 46,72. Sedangkan pada pasca ujian dengan rata-rata skor sebesar 70,50. Hasil dari pengabdian ini yaitu permainan tradisional engklek berpengaruh terhadap pengendalian diri peserta didik di sekolah dasar. Kata Kunci: engklek; pengendalian diri; permainan tradisional
Permasalahan guru IPA SMP mengajarkan IPA terpadu berbasis ethnoscience Sjaeful Anwar; Omay Sumarna; Ali Kusrijadi
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.64208

Abstract

With the implementation of the Kurikulum 2006 KTSP, chemistry became part of the science subject that must be taught to junior high school students. In the Kurikulum 2013, the composition of chemistry material in science subjects was further strengthened. Junior high school science teachers are expected to have competencies in the four fields of science, namely Chemistry, Physics, Biology, and Earth and Space Science (IPBA). However, a field survey conducted in the Subang district showed that many science teachers had difficulty teaching science in an integrated manner. This is due to their formal educational backgrounds, most of which come from physics education programs (49 percent) and biology education programs (49 percent), and only a few from chemistry education programs (2 percent). To this day, science is still taught in fragmented ways: chemistry, biology, physics, and IPBA. This causes a mismatch between the implementation and the curriculum demands, which requires science to be taught in an integrated manner. This mismatch is mainly due to the lack of integrated science textbooks. This training program serves as a solution to the scarcity of integrated science teaching materials. The training uses a blended learning system, combining online and face-to-face models. During the face-to-face sessions, participants are given presentations on science integration and the 4STMD-based teaching material development method. Two online meetings are held to guide the progress of teaching material development. The training is conducted for 8 hours per week, totaling 32 hours. The results of this training show that science teachers are highly motivated to develop integrated science teaching materials based on ethnoscience, resulting in several integrated science teaching materials.   Abstrak Dengan diberlakukannya kurikulum KTSP tahun 2006, Ilmu kimia menjadi bagian dari mata pelajaran IPA yang harus diajarkan kepada peserta didik SMP. Pada kurikulum 2013, komposisi materi kimia pada mata pelajaran IPA semakin diperkuat. Guru IPA SMP sudah seharusnya memiliki kemampuan di empat bidang IPA, yaitu Kimia, Fisika, Biologi, dan IPBA. Akan tetapi survey lapangan yang dilakukan di wilayah kabupaten Subang menunjukkan bahwa cukup banyak guru IPA mengalami kesulitan mengajarkan IPA secara terpadu. Hal ini disebabkan oleh latar belakang pendidikan formal mereka yang kebanyakan berasal dari program studi pendidikan fisika (49 persen) dan biologi (49 persen), dan hanya sedikit sekali yang berasal dari program studi pendidikan kimia (2 persen). Sampai saat ini IPA diajarkan secara terpisah-pisah antara IPA kimia, IPA biologi, IPA fisika, dan IPA IPBA. Hal ini yang menyebabkan ketidaksesuaian antara impelentasi dan tuntutan kurikulum, dimana IPA harus diajarkan secara terpadu. Ketidaksesuaian ini disebabkan terutama oleh tidak adanya buku ajar IPA yang disajikan dalam bentuk terpadu. Program pembinaan ini merupakan sebuah solusi bagi kelangkaan bahan ajar IPA terpadu. Pembinaan dilakukan dengan sistem blended learning, yang menggabungkan model daring dan tatap muka. Pada tatap muka diberikan paparan mengenai keterpaduan IPA dan metode pengembangan bahan ajar 4STMD. Dua kali pertemuan dilakukan secara daring untuk memberikan pembinaan progress pengembangan bahan ajar. Pelatihan dilakukan 8 jam per minggu, sehingga seluruhnya 32 jam. Hasil dari pembinaan ini menunjukkan bahwa guru-guru IPA sangat termotivasi untuk mengembangkan bahan ajar IPA terpadu berbasis etnosains, sehingga menghasilkan beberapa bahan ajar IPA terpadu Kata Kunci: 4STMD; bahan ajar; etnosains; IPA terpadu
Pengaruh akses infrastruktur jalan yang baik terhadap tingkat kesehatan masyarakat Muhammad Riza Fadhilah; Liman Fathonah Gymnastiar; Yuliawan Kasmahidayat
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.62685

Abstract

This research was conducted in Katapang Village, Bandung Regency. The aim is to determine how good road infrastructure access impacts public health. This research method uses a qualitative study with a descriptive method. Data collection was conducted using a list of questions in the form of questionnaires and in-depth interviews with a descriptive analysis method. Judging from the existing problems, there is some damage to the road to Katapang Village, which is poorly maintained and a concern for the community. Moreover, the road is a road for people to access daily. The following conclusions can be drawn based on the research carried out on all the data obtained. The good of road infrastructure influences public health in Katapang Village, Bandung Regency. Some of the positive impacts include that good road access helps people to be able to shop and sell their crops, activities are faster, there is an equitable distribution of development in the Bandung Regency area and its surroundings, and alternative routes are open, both in Soreang, Katapang, and Margahayu. There are also several negative impacts, including the roadside sometimes changes its function into a place to trade, good road access only on the main road is uneven to residential areas, because the road access is good and is often passed by large vehicles so that the quality of the road gradually decreases, because many cars pass by air pollution is a problem that has quite an impact. Because it is an alternative road, there is congestion and waterlogging caused by heavy rains and many potholes.   Abstrak Penelitian ini dilakukan di Desa Katapang, Kabupaten Bandung. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana dampak akses infrastruktur jalan yang baik terhadap kesehatan masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan daftar pertanyaan dalam bentuk angket dan wawancara yang mendalam, dengan metode analisis deskriptif. Dilihat dari permasalahan yang ada bahwa terdapat beberapa kerusakan jalan menuju Desa Katapang yang kurang terawat menjadi keprihatinan para masyarakat. Terlebih jalan itu menjadi ruas jalan akses masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap seluruh data yang diperoleh, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: terdapat pengaruh dalam baiknya infrastruktur jalan terhadap kesehatan masyarakat di Desa Katapang, Kabupaten Bandung. Beberapa dampak positif diantarannya yaitu karena akses jalan yang baik membantu masyarakat untuk dapat berbelanja dan menjual hasil panen, aktivitas lebih cepat, terjadi pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya, terbuka jalur-jalur alternatif, baik di Soreang, Katapang dan Margahayu. Ada juga terdapat beberapa dampak negatif, di antaranya pinggiran jalan terkadang menjadi beralih fungsi menjadi tempat untuk berdagang, akses jalan yang baik hanya di jalan utama saja tidak merata hingga ke pemukiman-pemukiman penduduk, karena akses jalannya baik sering dilalui oleh kendaraan besar sehingga kulaitas jalan lama kelamaan menjadi menurun, karena banyak dilalui kendaraan polusi udara menjadi masalah yang cukup berdampak dan karena menjadi jalan alternatif terjadi kemacetan dan genangan air yang disebabkan oleh hujan lebat dan banyak jalan yang berlubang. Kata Kunci: infrastruktur; jalan; kesehatan masyarakat
Meningkatkan pengetahuan terhadap risiko stunting melalui program “DASHAT” di Kecamatan Bantargebang Muhammad Luthfiriza; Junindra Cahya Negara; Cica Yulia
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.62862

Abstract

Stunting is a condition where a child’s height is below the age-appropriate standards due to impaired growth caused by poor nutrition and health before and after birth. In Indonesia, stunting remains a significant public health challenge, with the national prevalence decreasing from 2010 to 2018. Factors contributing to stunting include inadequate maternal nutrition, lack of health knowledge, and poor socio-economic conditions. This study aimed to enhance awareness and knowledge of stunting prevention among Posyandu cadres in Bantargebang, Bekasi. The program included health education and cooking demonstrations through participatory methods to create nutritious, affordable meals. The intervention was conducted in collaboration with the “Si Penting” thematic community service program from the University of Education Indonesia. The results showed that Posyandu cadres were highly engaged and appreciated the practical education provided. It is expected that the skills and knowledge gained will enable them to educate families at risk of stunting better. Future programs should focus on continuing education and supporting stunting prevention efforts at the community level.   Abstrak Stunting adalah kondisi di mana tinggi badan seorang anak lebih pendek dari standar usia yang disebabkan oleh terhambatnya pertumbuhan akibat buruknya gizi dan kesehatan sebelum dan setelah kelahiran. Di Indonesia, stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan, dengan prevalensi nasional yang menurun dari tahun 2010 sampai 2018. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap stunting antara lain kurangnya gizi ibu hamil, rendahnya pengetahuan kesehatan, dan kondisi sosial-ekonomi yang buruk. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kader posyandu di Bantargebang, Bekasi, terkait pencegahan stunting. Melalui metode partisipatif, program ini mencakup penyuluhan kesehatan dan demonstrasi memasak untuk menciptakan menu bergizi dan terjangkau. Intervensi ini dilakukan bekerja sama dengan program pengabdian masyarakat tematik “Si Penting” dari Universitas Pendidikan Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa kader posyandu sangat terlibat dan menghargai edukasi praktis yang diberikan. Diharapkan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh dapat membantu mereka mendidik keluarga yang berisiko stunting. Program mendatang sebaiknya fokus pada pendidikan berkelanjutan dan memberikan dukungan untuk upaya pencegahan stunting di tingkat komunitas. Kata Kunci: edukasi kesehatan; kader posyandu; pencegahan stunting
Workshop penelitian tindakan kelas bagi guru bahasa Indonesia Wiyatmi Wiyatmi; Nur Hidayah; Setyawan Pujiono
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i2.74943

Abstract

The problem Indonesian language teachers face in general is the change in the implementation of PBM (Teaching and Learning Process) from the Kurikulum 2013 to the Kurikulum Merdeka, which requires teachers' skills to facilitate students in achieving learning goals. Mastery of these skills is very influential in terms of effectiveness in the implementation of PBM and in achieving results in accordance with the set goals. Therefore, the teachers hope to get help or guidance from the university related to class action research. This service, through workshops, aims to increase teachers' understanding in finding learning problems they face in their respective classes, finding steps to improve learning, both theoretically and practically, and designing learning improvements in the form of class action research proposals. The workshop was conducted online and offline by providing materials and training on classroom actions that can help improve the teaching and learning process. The results of the workshop showed that the teachers' understanding of classroom action research increased after attending the workshop, thus supporting the teaching and learning process effectively. It can be concluded that this workshop runs effectively because it can meet the target of the activity.   Abstrak Permasalahan yang dihadapi oleh para guru Bahasa indonesia secara umum adalah tentang perubahan pelaksanaan proses belajar mengajar dari penerapan Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Merdeka yang menuntut keterampilan guru dalam hal memfasilitasi peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Penguasaan keterampilan tersebut sangat berpengaruh baik dari segi keefektifan dalam pelaksanaan PBM maupun dalam hal pencapaian hasil sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Oleh karena itu, para guru berharap supaya mendapatkan bantuan atau bimbingan dari pihak perguruan tinggi terkait penelitian tindakan kelas. Pengabdian ini melalui workshop bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para guru dalam menemukan permasalahan pembelajaran yang mereka hadapi di kelas masing-masing, menemukan langkah perbaikan pembelajaran, baik secara teoretis maupun praktis, serta merancang perbaikan pembelajaran dalam bentuk proposal penelitian tindakan kelas. Workshop dilaksanakan secara daring dan luring dengan memberikan materi serta pelatihan menganai tindakan kelas yang dapat membantu meningkatkan proses belajar mengajar. Hasil workshop menunjukkan bahwa pemahaman para guru mengenai penelitian tindakan kelas meningkat setelah mengikuti workshop sehingga mendukung kegiatan proses belajar mengajar secara efektif. Dapat disimpulkan, workshop ini berjalan secara efektif sebab dapat memenuhi target kegiatan. Kata Kunci: kompetensi; Kurikulum Merdeka; penelitian tindakan kelas; proses belajar mengajar
Pemanfaatan organic waste composting system berbasis internet of things untuk pemenuhan kebutuhan pupuk Diky Zakaria; Isma Widiaty; Dede Irawan Saputra; Muhammad Bilal Hamzah; Himmawan Sapta Adhi
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i2.75644

Abstract

The Sri Rahayu farmer group needs fertilizer, and there is still a lack of knowledge about waste management in Pasirjambu Village, Maniis District, Purwakarta Regency. These two things are the main issues discussed in this community service activity. This community service activity aims to provide knowledge and skills to the Sri Rahayu farmer group and Pasirjambu Village residents regarding effective waste management, sorting organic and inorganic waste, and utilizing organic waste into compost to overcome the lack of fertilizer experienced by farmer groups. It is hoped that implementing this PKM activity will foster a new culture among the Sri Rahayu farmer group and Pasirjambu Village residents regarding the utilization of waste into compost. This community service activity uses the Participatory Action Research (PAR) method, which aims to empower the community, encourage development, and mobilize science and technology, so that the community can change from being just a subject of service to an agent of change. The results of this activity include socialization activities, a pocket book on waste management, and an Internet of Things-based organic waste composting system technology for compost production.   Abstrak Kelompok tani Sri Rahayu membutuhkan pupuk, dan masih terdapat kekurangan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah di Desa Pasirjambu, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta. Kedua hal tersebut merupakan isu utama yang dibahas dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kelompok tani Sri Rahayu dan warga Desa Pasirjambu mengenai pengelolaan sampah yang efektif, pemilahan sampah organik dan anorganik, serta pemanfaatan sampah organik menjadi kompos untuk mengatasi kekurangan pupuk yang dialami oleh kelompok tani. Diharapkan dengan terlaksananya kegiatan PKM ini akan menumbuhkan budaya baru di kalangan kelompok tani Sri Rahayu dan warga Desa Pasirjambu mengenai pemanfaatan sampah menjadi kompos. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, mendorong pembangunan, dan memobilisasi ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga masyarakat dapat berubah dari sekadar subjek pengabdian menjadi agen perubahan. Hasil dari kegiatan ini meliputi kegiatan sosialisasi, buku saku tentang pengelolaan sampah, dan teknologi organic waste compoting system berbasis internet of things untuk produksi kompos. Kata Kunci: internet of things; organic waste composting system; pengabdian kepada masyarakat; pengelolaan sampah
Pelatihan peningkatan literasi energi bagi guru di Kabupaten Pangandaran Agus Setiawan; Ida Hamidah; Siti Aisyah; Dindin Nasrudin; Nisaudzakiah Utami; Nisa Aulia Saputra
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i2.64643

Abstract

The global economic development framework has shifted towards Economic Sustainable Development (ESD) by promoting the use of new and renewable energy sources that are environmentally friendly. On the other hand, the lack of energy and environmental literacy among the public, including educators and students, has led to inefficient energy consumption and further environmental degradation. Thus, improving public literacy on energy and the environment is essential. The education sector, including higher education, plays a vital and strategic role in enhancing energy and environmental literacy. However, current curricula still lack sufficient content oriented toward improving this literacy. One effort that higher education institutions can undertake is to prepare prospective teachers with strong energy literacy and improve in-service teachers' energy literacy. Through this activity, teachers were provided training to enhance their energy and environmental literacy and to integrate this content into their teaching. The training was conducted offline at SMKN 1 Pangandaran and attended by 50 science and vocational subject teachers. Four speakers delivered materials on energy literacy and its application in accordance with each teacher’s area of expertise. As a result of the training, 70.1 percent of the teachers could integrate energy literacy into their lesson plans.   Abstrak Framework pembangunan ekonomi dunia sudah berubah menjadi berbasis ESD (economic sustainable development) melalui pemilihan sumber energi baru dan terbarukan yang tidak merusak lingkungan. Disisi lain, kurangnya literasi energi dan lingkungan masyarakat termasuk para pendidik dan pelajar menyebabkan konsumsi energi yang tidak efisien dan kerusakan lingkungan. Untuk itu peningkatan literasi energi dan lingkungan masyarakat sangat penting dilakukan. Dunia pendidikan, termasuk pendidikan tinggi berperan penting dan strategis dalam meningkatkan literasi energi dan lingkungan masyarakat. Namun kurikulum yang berjalan masih minim memuat pembelajaran yang berorientasi peningkatan literasi energi dan lingkungan. Upaya yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi adalah menyiapkan calon guru yang memiliki literasi energi dan meningkatkan literasi energi para guru dalam jabatan. Melalui kegiatan ini dilakukan pelatihan kepada guru agar memiliki literasi energi dan lingkungan yang lebih baik serta dapat mengintegrasikan konten literasi energi dan lingkungan ke dalam pembelajaran. Kegiatan pelatihan dilakukan secara luring di SMKN 1 Pangandaran yang dihadiri oleh 50 guru IPAS dan Produktif. Terdapat 4 narasumber yang memberikan materi terkait literasi energi hingga penerapan literasi energi sesuai bidang keahlian yang diampu oleh masing-masing guru. Hasil dari kegiatan pelatihan ini, guru mampu mengintegrasikan literasi energinya kedalam rancangan pembelajaran yang dipresentasikan sebesar 70,1 persen. Kata Kunci: energi baru terbarukan; ESD.X; guru SMK; literasi energi