cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Meningkatkan kompetensi profesional guru dalam digitalisasi konten di Ciletuh Sukabumi Dedi Rohendi
Jurnal Abmas Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v23i1.53703

Abstract

Teachers' digital literacy is not evenly distributed, especially when using or developing teaching materials based on Information and Communication Technology (ICT), value processing, student administration, and interactive multimedia. This happens especially in areas where ICT access and opportunities to obtain training are still limited, such as outside the city. One of the contributing factors is the lack of awareness and opportunities for teachers to develop their abilities, in addition to the opportunity to obtain training in their fields, which is also still limited. Therefore, we propose this activity to improve teachers' abilities in creating digital teaching materials. The purpose of this activity is that teachers are expected to be able to develop digital teaching materials, integrate technology in learning, and utilize technology for academic and administrative purposes in schools. The methods used in this activity are training, media creation practices, discussions, and projects. The results of this activity show that teachers can produce digital teaching materials, integrate technology in learning, and utilize technology for academic and administrative purposes. During the training process, teachers also seemed enthusiastic about participating. It can be concluded that this training is efficacious in improving teachers' ICT skills.   Abstrak Literasi digital guru belum merata, apalagi harus menggunakan atau mengembangkan bahan ajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), pengolahan nilai, administrasi peserta didik, bahkan sampai membuat multimedia interaktif. Hal ini terjadi terutama di daerah yang akses TIK-nya dan kesempatan memperoleh pelatihan-pelatihan masih terbatas, seperti di luar kota. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya kesadaran dan kesempatan guru untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya, selain kesempatan untuk memperoleh pelatihan pada bidangnya yang juga masih terbatas. Oleh karena itu, dalam rangka turut serta meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan bahan ajar digital, kami mengajukan kegiatan ini. Tujuan dari kegiatan ini adalah diharapkan guru-guru mampu mengembangkan bahan ajar digital, mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran dan dapat memanfaatkan teknologi untuk kepentingan akademik dan administrasi di sekolah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan, praktik pembuatan media, diskusi dan proyek. Hasil kegiatan ini menunjukkan guru dapat menghasilkan bahan ajar digital dan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, dan dapat memanfaatkan teknologi untuk kepentingan akademik dan administrasi. Selama proses pelatihan pun guru terlihat antusias dalam mengikutinya. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kemampuan TIK guru. Kata Kunci: literasi digital; profesionalisme guru; TIK
Pelatihan Trauma Healing Berbasis Group Exercise Bagi Guru BK SMP di Kabupaten Kuningan Nandang Rusmana; Anne Hafina; Nandang Budiman; Mutiara Aqilla Tasya; Muqaffi Muqaffi; Popy Mayasari Afendy; Khoirunnissa Khoirunnissa
Jurnal Abmas Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v23i2.66661

Abstract

Indonesia is one of the countries prone to natural disasters. It is a country with a significant responsibility for educating and preparing students for success in the educational process. This study aims to provide insight to Guidance and Counseling (BK) teachers about the importance of understanding student conditions, provide BK teachers with basic concepts of PTSD and its treatment, and socialize and provide training on trauma healing. Methods. The training was conducted in junior high schools in Kuningan District. The outcomes of the meetings included: (1) conducting the community engagement activities online (July 26-27, 2023 via Zoom) and in-person (August 2, 2023); (2) the topics to be covered included the basic concept of traumatic stress disorder, counseling techniques for dealing with PTSD, post-trauma counseling programs, scientific article writing workshops, cognitive-behavioral therapy, eye movement desensitization and reprocessing, brief psychodynamic psychotherapy, exposure therapy, writing service implementation plans, and implementing group exercise-based post-traumatic counseling strategies. Results. The results indicated that 73% of participants found it easy to apply, while 26% found it somewhat difficult. Regarding individual counseling concepts, 93% found it easier to understand, while 7% found it quite challenging. Abstrak Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan terhadap bencana alam. Negara ini memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik dan mempersiapkan siswa untuk sukses dalam proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada guru Bimbingan dan Konseling (BK) tentang pentingnya memahami kondisi siswa, memberikan guru BK dengan konsep dasar PTSD dan pengobatannya, serta mensosialisasikan dan memberikan pelatihan tentang penyembuhan trauma. Pelatihan ini dilakukan di sekolah menengah pertama di Kabupaten Kuningan. Hasil pertemuan mencakup: (1) melaksanakan kegiatan keterlibatan masyarakat secara online (26-27 Juli 2023 via Zoom) dan tatap muka (2 Agustus 2023); (2) topik yang akan dibahas meliputi konsep dasar gangguan stres trauma, teknik konseling untuk mengatasi PTSD, program konseling pasca trauma, lokakarya penulisan artikel ilmiah, cognitive-behavioral therapy, eye movement desensitization and reprocessing, brief psychodynamic psychotherapy, exposure therapy, penyusunan rencana pelayanan penulisan, dan implementasi strategi konseling pasca trauma berbasis latihan kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73% peserta merasa mudah untuk mengaplikasikannya, sementara 26% merasa agak sulit. Mengenai konsep konseling individu, 93% merasa lebih mudah untuk dipahami, sementara 7% merasa cukup sulit. Keywords: Trauma Healing; Group Exercise; PTSD; Guru BK
Pendekatan participatory rural appraisal dalam mengembangkan kemampuan literasi bagi masyarakat di Desa Cibeureum Wetan Sumedang Lilis Widaningsih; Elly Malihah; Vina Adriany
Jurnal Abmas Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v23i2.40456

Abstract

This article aims to explain community service activities in Cibeureum Wetan Village, Sumedang, which aim to improve community literacy skills. The approach used in this activity is the participatory rural appraisal approach, which adopts the critical theory proposed by Paolo Freire. The approach emphasizes a bottom-up approach, where participants are seen as individuals who have a voice and agency so that they are able to make decisions that benefit themselves and their environment. The activity results show that residents' participation and sense of ownership towards literacy development programs have increased through a participatory approach. The results of this activity also emphasize that the approach to village development programs should start from an awareness that village communities have the full right to determine the form of full participation for their village.   Abstrak Artikel ini bermaksud menjelaskan kegiatan pengabdian pada masyarakat di Desa Cibeureum Wetan, Sumedang yang bertujuan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan participatory rural appraisal di mana pendekatan ini mengadopsi teori kritis yang dikemukakan oleh Paolo Freire. Pendekatan menekankan kepada pendekatan yang bottom-up, di mana partisipan dilihat sebagai individu yang memiliki suara dan agensi sehingga mereka mampu mengambil keputusan yang memberikan manfaat bagi diri dan lingkungannya. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa melalui pendekatan yang partisipatoris, keikutsertaan dan rasa memiliki warga terhadap program pengembangan literasi mengalami peningkatan. Hasil dari kegiatan ini juga menegaskan bahwa pendekatan program-program pembinaan desa hendaknya berangkat dari sebuah kesadaran bahwa masyarakat desa memiliki hak penuh untuk menentukan bentuk partisipasi penuh bagi desa mereka. Kata Kunci: desa; literasi; pengabdian kepada masyarakat; penilaian pedesaan partisipatif
Penguatan kompetensi pedagogik dan wawasan kebhinekaan global bagi guru Sekolah Indonesia Johor Bahru Malaysia Sahroni Sahroni
Jurnal Abmas Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v23i2.66689

Abstract

The government continues to transform the system to strengthen Indonesian teachers' character and competence. Its implementation involves various parties. However, cases that reflect teachers' weak character and competence continue to occur. Community service is a form of academic involvement that strengthens the character and competence of teachers. Held at the Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB) Malaysia. The aim is for teachers to carry out their professional duties optimally in realizing educated student behavior and supporting SIJB in providing quality, clean, and effective education. The method used is to instill Pancasila character values and competent character through learning and training. Strengthening pedagogical competence and insight into global diversity increases learning experiences, broadens horizons, and motivates participants to become individuals with the character of a new generation of Indonesian teachers.   Abstrak Transformasi sistem penguatan karakter dan kompetensi guru Indonesia terus dilakukan Pemerintah. Implementasinya melibatkan berbagai pihak. Namun kasus-kasus yang mencerminkan karakter dan kompetensi guru masih lemah terus terjadi. Pengabdian Kepada Masyarakat ini suatu bentuk keterlibatan akademisi dalam penguatan karakter dan kompetensi guru. Dilaksanakan di Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB) Malaysia. Tujuannya agar guru dapat menjalankan tugas keprofesiannya secara maksimal dalam mewujudkan perilaku siswa terpelajar dan mendukung SIJB menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas, bersih, dan melayani. Metode yang digunakan penanaman nilai- nilai karakter Pancasila dan karakter kompeten melalui pembelajaran dan latihan. Kesimpulan penguatan kompetensi pedagogik dan wawasan kebhinekaan global menambah pengalaman belajar, memperluas wawasan, dan memotivasi peserta menjadi pribadi yang memiliki karakter guru Indonesia generasi baru. Kata Kunci: karakter guru; kompetensi guru; pendidikan berkualitas; perilaku terpelajar
Pelatihan Cegah Anemia Pada Remaja (CAP-R) pada siswa SMA untuk mencegah anemia pada remaja Cica Yulia; Muktiarni Muktiarni; Yudi Wahyudi; Alya Putri Nabila; Aynil Fadhila; Hafiz Rakinza Semana Putra; Larasari Ratu Zakira; Nida Fauziyyah Husna; Pipin Nadifah
Jurnal Abmas Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v23i2.66691

Abstract

This training activity was motivated by the high percentage of adolescent anemia cases in West Java, reaching 50 percent. This situation is mainly due to the lack of awareness among adolescents about consuming nutritionally balanced foods. This activity aims to provide adolescents with an understanding and awareness of the importance of eating a balanced diet. Adolescence is a period of rapid growth and development—physically, psychologically, and cognitively. Consuming nutritious food is a crucial factor in supporting this growth and development. However, adolescents today tend to consume more junk food than healthy meals, which can negatively affect their growth since most junk food is unhealthy when consumed in excess. Many illnesses, including anemia, can result from excessive junk food consumption. The lack of adolescent knowledge about anemia, balanced nutrition, and proper eating patterns can be addressed through education. Therefore, training on Preventing Anemia in Adolescents (Cegah Anemia Pada Remaja or CAP-R) was conducted for high school students with the goal of changing adolescent behavior to prevent anemia. The methods used in the training included lectures, quizzes, and cooking demonstrations. The lectures were delivered using PowerPoint, and the quizzes were conducted through the Quizizz platform. Based on the training activities, it was found that most female students had limited knowledge about anemia, balanced nutrition, and proper eating habits. After the educational session, students began to understand these topics better and were able to answer the quiz questions with fairly satisfying results.   Abstrak Kegiatan pelatihan ini dilatarbelakangi oleh tingginya persentase kejadian anemia remaja di Jawa Barat yang mencapai 50 persen, hal tersebut terjadi karena kurangnya kesadaran remaja dalam mengonsumsi makanan yang memiliki nilai gizi yang seimbang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan kesadaran pada remaja untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Masa remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat baik secara fisik, psikis, dan kognitif. Mengonsumsi makanan yang bergizi merupakan salah satu faktor penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan remaja. Akan tetapi, kini remaja lebih banyak mengonsumsi junk food dibandingkan makanan yang sehat, yang di mana dapat memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan mereka karena kebanyakan junk food tidak sehat jika dikonsumsi berlebihan. Banyak penyakit yang disebabkan oleh konsumsi junk food, salah satunya anemia pada remaja. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai anemia, gizi seimbang dan pola makanan yang benar dapat dibentuk dengan pemberian edukasi. Oleh karena itu dilakukan pelatihan mengenai Cegah Anemia Pada Remaja (CAP-R) pada siswa SMA yang diharapkan dapat mengubah perilaku remaja dalam mencegah anemia. Metode yang digunakan saat melakukan pelatihan yaitu metode ceramah, kuis dan demo masak. Ceramah dilakukan dengan media PowerPoint dan kuis dilakukan dengan platform Quizizz. Berdasarkan kegiatan pelatihan yang telah dilakukan diketahui bahwa sebagian besar siswi belum mengenal lebih mendalam mengenai anemia, gizi seimbang dan pola makan yang benar. Setelah diberikan pematerian siswi mulai memahami mengenai anemia, gizi seimbang dan pola makan yang benar dan siswi dapat menjawab pertanyaan kuis yang diberikan dengan hasil yang cukup memuaskan. Kata Kunci: anemia; gizi seimbang; pola makan
Pengembangan model percontohan kader siap bela negara berbasis identitas dan integritas pada organisasi kemahasiswaan Leni Anggraeni; Sandey Tantra Paramitha; Abdul Azis; Edah Jubaedah; Taj Cyrila Aprila Syahda Difa
Jurnal Abmas Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v23i2.67120

Abstract

Based on Article 27 paragraph (3), it mandates that "Every citizen has the right and obligation to participate in efforts to defend the country". So based on this mandate, the existence of student organizations is an important part of implementing state defense, especially in the campus environment which can of course be at the forefront in building state defense, especially during the COVID-19 pandemic, state defense has a vital role in being able to become a medium for building awareness. to maintain national identity and integrity. Therefore, this PkM aims to be able to develop a pilot model of cadres ready to defend the country based on identity and integrity in student organizations. The PkM program, using the participatory action study method, with 21 students as part of student organization representation within the Indonesian University of Education, with data collection techniques using questionnaires. The results of the implementation of this service program show that cadres are ready to defend the country in the climate of UPI student organizations showing a percentage of 61.9% stating that they Strongly Agree that students must have the awareness to be active and contribute to Student Organizations on campus as cadres ready to defend the country using a culturally appropriate approach respective organizations such as accustoming members to be disciplined and honest, prioritizing collective interests besides individual interests, every activity must be based on internalizing the values of Pancasila and defending the country as well as maintaining local cultures as a form of nationalism, identity and student integrity.   Abstrak Berdasarkan Pasal 27 ayat (3) mengamanatkan bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”. Maka berdasarkan amanat tersebut, keberadaan organisasi kemahasiswaan menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan bela negara, terkhusus di lingkungan kampus yang tentunya bisa menjadi garda terdepan dalam membangun bela negara terkhusus di masa pandemi COVID-19 bela negara sangat memiliki peran vital untuk bisa menjadi media pembangunan kesadaran untuk tetap mempertahankan identitas dan integritas bangsa. Oleh karena itu PkM ini bertujuan untuk bisa mengembangkan model percontohan kader siap bela negara berbasis identitas dan integritas pada organisasi kemahasiswaan. Program PkM dengan metode kaji tindak partisipatif ini bersama 21 mahasiswa sebagai bagian dari keterwakilan organisasi kemahasiswaan di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia, dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil pelaksanaan program pengabdian ini menunjukkan bahwa kader siap bela negara pada iklim organisasi kemahasiswaan UPI menunjukkan persentase 61,9 % menyatakan Sangat Setuju jika mahasiswa harus memiliki kesadaran untuk aktif dan berkontribusi dalam organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus sebagai kader siap bela negara dengan menggunakan pendekatan sesuai budaya organisasinya masing-masing seperti membiasakan anggota untuk disiplin dan jujur, mendahulukan kepentingan bersama di samping kepentingan individu, setiap kegiatan harus berlandaskan pada internalisasi nilai- nilai Pancasila dan bela negara serta menjaga kebudayaan-kebudayaan lokal sebagai wujud nasionalisme identitas dan integritas mahasiswa. Kata Kunci: kader; bela negara; identitas; organisasi kemahasiswaan
Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di masyarakat kawasan DAS Citarum melalui mahasiswa KKN sebagai media edukasi kesehatan Sandey Tantra Paramitha; Leni Anggraeni; Muhammad Gilang Ramadhan; Agung Wahyudi; Taj Cyrila Aprila Syahda Difa
Jurnal Abmas Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v23i2.67121

Abstract

Health problems are still a serious challenge, especially in the Citarum watershed. Changes in people's increasingly modern lifestyles are one of the foundations of Gerakan Masyarakat Hidup Sehat( GERMAS). A movement that aims to promote a culture of healthy living and abandon unhealthy habits and behavior in society. This GERMAS action was also followed by promoting clean and healthy living behavior and support for community-based infrastructure programs, which were synergized with the implementation of KKN by students at the Indonesian University of Education. This program has several focuses, including building access to meet drinking water needs and public health installations. Both are basic infrastructures that are the foundation of the healthy living community movement, especially for people living in the Citarum watershed area. The method used in implementing this empowerment program is a participatory action research method because this empowerment program is carried out as a medium for health education and socialization of the Healthy Living Community Movement (GERMAS). This service is in Ketapang District, Bandung Regency, by empowering KKN students, the community, and the government. The results of this program found that increased access to drinking water needs increased understanding of healthy living. This program implies that people's behavior that ignores the importance of healthy and clean living can be overcome.   Abstrak Masalah kesehatan masih menjadi sebuah tantangan serius khususnya di kawasan DAS Citarum. Perubahan pola hidup masyarakat yang makin modern menjadi salah satu dasar GERMAS. Sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Aksi GERMAS ini juga diikuti dengan memasyarakatkan perilaku hidup bersih sehat dan dukungan untuk program infrastruktur dengan basis masyarakat, yang disinergikan dengan pelaksanaan KKN yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia. Program ini memiliki beberapa fokus seperti membangun akses untuk memenuhi kebutuhan air minum, instalasi kesehatan masyarakat. Keduanya merupakan infrastruktur dasar yang menjadi pondasi dari gerakan masyarakat hidup sehat khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan DAS Citarum. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program pemberdayaan ini adalah metode kajitindak partisipatif karena program pemberdayaan ini dilakukan sebagai media edukasi kesehatan dan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Pengabdian ini berada di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Bandung dengan memberdayakan mahasiswa KKN, masyarakat dan pemerintah. Hasil dari program ini ditemukan bahwa terbangunnya akses untuk memenuhi kebutuhan air minum, meningkatnya pemahaman mengenai hidup sehat. Implikasi dari program ini adalah perilaku masyarakat yang abai terhadap pentingnya hidup sehat dan bersih bisa teratasi. Kata Kunci: DAS Citarum; edukasi kesehatan; Kuliah Kerja Nyata
Brand logo design training for the small-medium batik enterprise Mila Karmila; Katiah Katiah; Marlina Marlina; Feny Puspitasari; Asri Andarini
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.52917

Abstract

This paper is based on community service activities in Kalitengah village, Tengahtani sub-district, Cirebon, West Java, Indonesia. The aim is to support the batik enterprises towards a more independent, better, and still profit-oriented, even in a pandemic. They have many problems in the sales and marketing system, and do not have a brand logo yet. This paper focused on brand logo design training because the small-medium batik enterprises need a brand logo. The brand logo will help them as a differentiator and identity, develop an online promotion for their business, and earn more profit. The methods used were participatory action research (PAR). The steps are 1) field survey, 2) workshops, 3) mentoring, 4) empowering, and 5) Evaluation and follow-up. The study involved 2 (two) small-medium batik enterprises: Selva Batik and Batik Habibah. The result is the logo of Selva Batik's more contemporary, modern impressions, whereas the logo of Batik Habibah has traditional and decisive impressions. Both logos have represented their enterprises as a part of Batik Pesisir Cirebon and have reached the stage from unbranded to branded as a reference, personality, and icon.   Abstrak Tulisan ini merupakan hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Kalitengah, Kecamatan Tengahtani, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Tujuannya adalah untuk mendukung usaha batik menjadi lebih mandiri dan lebih baik namun tetap berorientasi pada keuntungan meskipun dalam situasi pandemi. Mereka memiliki banyak masalah dalam sistem penjualan dan pemasaran dan mereka belum memiliki logo merek. Makalah ini berfokus pada pelatihan desain logo merek karena usaha batik kecil-menengah membutuhkan logo merek. Logo merek akan membantu mereka sebagai pembeda, identitas, dan mengembangkan promosi online untuk bisnis mereka dan mendapatkan lebih banyak keuntungan. Metode yang digunakan adalah metode Participatory Action Research (PAR). Langkah-langkahnya adalah 1) survei lapangan; 2) lokakarya; 3) pendampingan; 4) Pemberdayaan; 5) Evaluasi dan tindak lanjut. Penelitian ini melibatkan 2 (dua) perusahaan batik kecil-menengah; Selva Batik dan Batik Habibah. Hasilnya adalah logo batik Selva lebih terkesan kontemporer dan modern sedangkan logo Batik Habibah terkesan tradisional dan tegas. Kedua logo tersebut telah merepresentasikan usaha mereka sebagai bagian dari Batik Pesisir Cirebon dan telah mencapai tahap dari tidak bermerek menjadi merek sebagai referensi, merek sebagai kepribadian, dan merek sebagai ikon. Kata Kunci: batik; batik Cirebon; desain; merek logo; pelatihan
Seminar dan pelatihan computational thinking skills di lingkungan sekolah dasar Kabupaten Purwakarta Neneng Sri Wulan; D Wahyudin; Mamad Kasmad; Jennyta Caturiasari; Dwi Anisa Haftani; Hanifah Auliah; Neng Wida Qudrotilah; Pelangi Sasih Oktobar; Wulandari Wulandari; Syarif Hendriana; Zaenudin Zaenudin
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.45742

Abstract

This community service aims to develop students' computational thinking skills through training and provide insight to teachers about computing-based learning in schools through seminars. The service was held on March 24-25, 2022, at SDN 1 Nagri Kidul, Purwakarta. Some activities of computational thinking training and seminars are: 1) explaining computational thinking concepts to teachers and students; 2) playing games to build teachers' and students’ computational thinking skills; and 3) demonstrating computational thinking games and question-and-answer sessions for teachers. The training shows that the computational thinking ability of 14 out of 24 students has improved after being given materials and missions. In general, teachers are satisfied with the discussions in the seminar. So, the community service is successful and has a good effect on improving computational thinking skills in the elementary school environment.   Abstrak Pengabdian ini bertujuan untuk membentuk computational thinking skills siswa melalui pelatihan dan memberikan wawasan kepada guru dalam hal pengembangan pembelajaran berbasis computational thinking di sekolah melalui seminar. Kegiatan pengabdian dilakukan secara tatap muka terbatas yang diikuti oleh 24 siswa dan 19 guru. Pengabdian dilaksanakan pada 24-25 Maret 2022 di SDN 1 Nagri Kidul, Kabupaten Purwakarta. Adapun beberapa kegiatan utama yang dilaksakan dalam pelatihan dan seminar computational thinking ini adalah: 1) penyampaian konsep berpikir komputasi kepada guru dan siswa; 2) pelatihan yang membangun kemampuan computational thinking melalui permainan-pemainan kepada siswa; dan 3) demonstrasi aplikasi dan soal-soal computational thinking kepada guru. Dari pelatihan ini terlihat kemampuan computational thinking 14 dari 24 siswa mengalami peningkatan setelah diberikan materi dan misi. Secara umum guru merasa puas atas pembahasan-pembahasan yang ada di dalam seminar. Dengan demikian pengabdian ini dapat dikatakan berhasil dan memberikan pengaruh baik terhadap peningkatan computational thinking skills di lingkungan sekolah dasar. Kata Kunci: guru sekolah dasar; pemikiran komputasi; peserta didik sekolah dasar
Penyuluhan terhadap orang tua dalam mendidik perilaku beribadah anak Rifa Fauzi Rosmerry
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.45657

Abstract

This service is carried out by conducting counseling, which aims to strengthen the role of parental Islamic education to be more intensive and children's worship behavior. This service aims to enhance the role of parental Islamic education to be more intensive, improve children's worship behavior, and bring their relationship with God closer. The service method includes planning, implementation, and evaluation with the participants of this service and research activity, as well as parents of students and children who attend elementary school through junior high school. Community service activities are counseling parents about the importance of Islamic education in children's worship behavior and coaching children to be more active in worshiping God. Based on the results of community service activities and the discussion previously described, the results show that parents' role is significant in children's worship behavior. Parents who order their children to worship so that they become more diligent in worshiping at the mosque. Meanwhile, parents' indifference to their children's worship behavior causes them to rarely perform routine worship such as prayer, recitation, and reading the Qur'an.   Abstrak Pengabdian ini dilakukan dengan mengadakan penyuluhan yang bertujuan menguatkan peran pendidikan Islam orang tua supaya lebih intensif lagi serta perilaku beribadah anak. Tujuan pengabdian ini untuk menguatkan peran pendidikan Islam orang tua supaya lebih intensif lagi serta perilaku beribadah anak supaya lebih baik dan hubungannya dengan Sang Pencipta dapat lebih dekat. Metode pengabdian meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan peserta kegiatan pengabdian dan penelitian ini merupakan orang tua siswa serta anak yang bersekolah di jenjang SD sampai SMP. Bentuk kegiatan pengabdian adalah penyuluhan kepada orang tua tentang pentingnya peran pendidikan Islam orang tua terhadap perilaku beribadah pada anak dan pembinaan terhadap anak supaya lebih giat dalam beribadah kepada Tuhannya. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, hasilnya dapat dilihat bahwa peran orang tua sangat penting dalam perilaku beribadah pada anak. Orang tua yang memerintahkan anak untuk beribadah sehingga anak menjadi lebih rajin beribadah di masjid. Sedangkan, orang tua yang acuh terhadap perilaku beribadah anaknya menyebabkan mereka jarang melakukan ibadah rutin seperti salat, mengaji, dan membaca Al-Quran. Kata Kunci: orang tua; penyuluhan; perilaku beribadah.