cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Strategi digital marketing dalam menumbuhkan startup jastip Indonesia-Jepang Puspo Dewi Dirgantari; Ratih Hurriyati; Sulastri Sulastri; Masharyono Masharyono; Ratu Dintha Insyani Zukhruf Firdausi Sulaksana; Yusuf Murtadlo Hidayat; Bambang Widjadjanta
Jurnal Abmas Vol. 22 No. 2 (2022): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v22i2.52933

Abstract

The process of distributing products and services has changed significantly in recent years, consumers are now using online means and are increasingly looking for online channels to research and buy the products or services they need, this condition has sparked the birth of the Jasa Titip (Jastip) business phenomenon which is becoming known to the public in Indonesia since 2014 until now. Jastip Japan is one of the most popular, seen from the unique, value for money, high tech, and high quality goods that make Japan a paradise for entrusted service businessmen. Delivery services in Japan are also mushrooming, as can be seen from the many availability of delivery services in Japan. However, the Covid-19 pandemic which has not subsided has made the lives of Indonesian citizens in Japan even worse, and some Indonesian citizens have even been locked up or laid off. Jastip business people are usually hampered by the lack of knowledge about digital marketing, so it is necessary to carry out digital marketing training by utilizing the internet and social media in developing a Jastip business. The purpose of this community service activity is to increase competence and/or assistance needed, especially in the field of digital marketing to optimize Jastip business for PMIs in Japan.
Poster edukasi sebagai upaya tindak lanjut pendataan stunting di Desa Perbawati Asyfia Salsabila Rahmawat; Salman Salman
Jurnal Abmas Vol. 22 No. 2 (2022): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v22i2.50105

Abstract

Gizi merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan desa tanpa kelaparan. Tetapi, masalah kesehatan terkait gizi masih terjadi di Indonesia, yaitu stunting. Stunting merupakan masalah kesehatan yang mengakibatkan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar menurut usianya dan disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Oleh karena itu, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi kasus stunting di Desa Perbawati dan melaksanakan intervensinya. Kegiatan ini menggunakan metode campuran (mixed method) dengan jenis Sequential Explanatory Design. Partisipan dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Perbawati dengan sasaran utama balita dan orang tua. Hasil menunjukkan bahwa terdapat 22,5% atau 9 balita di RW 06 Desa Perbawati yang mengalami stunting dan disebabkan oleh faktor pola asuh serta ekonomi. Selain itu, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gizi sangat berpengaruh terhadap terjadinya stunting. Poster edukasi dapat menjadi media yang efektif untuk melaksanakan edukasi dan sosialisasi non-lisan mengenai gizi seimbang dalam mencegah dan mengatasi stunting.
Introduction to balanced nutrition in teaching for elementary school students Erhan Dimas Nugraha; Asep Bayu Dani Nandiyanto
Jurnal Abmas Vol. 22 No. 2 (2022): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v22i2.51470

Abstract

The current condition in Indonesia, especially in children, is still experiencing a double burden of nutrition, namely lack of and excess nutrition. Many factors are involved in nutritional problems in Indonesia. One of the efforts that support the prevention of nutritional problems is through direct socialization to children by providing information about balanced nutrition so that it is expected to be able to educate from an early age, especially in choosing the types of food that are good for health and the introduction of body conditions related to nutritional disorders. The purpose of this study is that students in the Tugu Negeri Desa Cihideung, Parongpong District, West Bandung Regency, Indonesia get additional education about balanced nutrition and at the same time the introduction of canker sores as an example of a disease that can be caused by a nutritional disorder. filling out a questionnaire that is applied to early childhood with an age range of 7-9 years using pre-test and post-test questionnaires. The result is that from a total of 20 students who filled out the questionnaire, as many as 62 students (67%) experienced an increase in the score on their post test results, and as many as 100% of grade 1 students experienced an increase, this shows that the implementation can be well absorbed by most students. A good counseling process requires several supporting factors including careful preparation and during implementation, interactive material delivery techniques are needed, as well as good team coordination. Continuous activities need to be carried out to monitor the application of the knowledge gained from the results of the counseling so that it is hoped that there will be an increase in the health quality of Indonesian children. The child's body is stronger against infection with other diseases.   AbstrakKondisi saat ini di Indonesia khususnya pada anak-anak masih mengalami beban ganda gizi yaitu gizi kurang dan kelebihan gizi. Banyak faktor yang terlibat dalam masalah gizi di Indonesia. Salah satu upaya yang mendukung pencegahan masalah gizi adalah melalui sosialisasi langsung kepada anak-anak dengan memberikan informasi tentang gizi seimbang sehingga diharapkan dapat mengedukasi sejak dini terutama dalam memilih jenis makanan yang baik untuk kesehatan dan pengenalan kondisi tubuh yang berhubungan dengan gangguan gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah siswa di Tugu Negeri Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Indonesia mendapatkan edukasi tambahan tentang gizi seimbang sekaligus pengenalan penyakit sariawan sebagai contoh penyakit yang dapat diakibatkan oleh gangguan gizi. pengisian angket yang diterapkan pada anak usia dini dengan rentang usia 7-9 tahun menggunakan angket pre-test dan post-test. Hasilnya adalah dari total 20 siswa yang mengisi angket, sebanyak 62 siswa (67%) mengalami peningkatan nilai pada hasil post test-nya, dan sebanyak 100% siswa kelas 1 mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaannya dapat diserap dengan baik oleh sebagian besar siswa. Proses penyuluhan yang baik memerlukan beberapa faktor pendukung antara lain persiapan yang matang dan selama pelaksanaan diperlukan teknik penyampaian materi yang interaktif, serta koordinasi tim yang baik. Perlu dilakukan kegiatan yang berkesinambungan untuk memantau penerapan ilmu yang didapat dari hasil penyuluhan sehingga diharapkan terjadi peningkatan kualitas kesehatan anak Indonesia. Tubuh anak lebih kuat melawan infeksi penyakit lain. Kata Kunci: pengantar; gizi seimbang; bahan ajar; siswa sekolah dasar.
Pelatihan pemanfaatan limbah ternak untuk pertanian tanpa olah tanah di Desa Sukamaju, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung Wanjat Kastolani; Fitri Rahmafitria; Ghoitsa Rohmah Nurazizah; U Supriatna
Jurnal Abmas Vol. 22 No. 2 (2022): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v22i2.52935

Abstract

Topographically, Cimaung is in the form of hills and mountains with slopes above 30%. Slopes above 30% should only be used for moderate grazing, designated as nature reserves or planted with perennials. However, the reality on the ground is that the conditions that occur in Cimaung District are used as agricultural land and intensive horticulture carried out by rural communities. Based on observations, the vegetable plants that dominate the Cimaung District are mustard plants. The majority of mustard greens farmers are very intensive in using chemical fertilizers. Increasing agricultural production intensively by using chemical fertilizers, pesticides and other chemical compounds on a large scale by farmers often causes damage to the soil and the environment. To reduce the risks that have been caused by the use of these chemicals, it is necessary to balance it with the use of organic materials such as post-harvest crop residues and livestock waste. Utilization of livestock waste which has a function as compost which can be applied directly without tilling the soil needs to be socialized to farming communities who have used chemical fertilizers a lot. Changing the habits of farmers will not be easy, but efforts must still be made. Based on this, it is necessary to socialize and train the utilization of livestock waste for agriculture without tillage in the form of community service. The method of community service activities is lectures to provide material and direct practice in the field.   Abstrak Cimaung secara topografi adalah berupa perbukitan dan pegunungan dengan kemiringan lereng di atas 30%. Kemiringan lereng di atas 30% seharusnya hanya digunakan untuk pengembalaan sedang, dijadikan cagar alam atau ditanami tanaman keras. Namun demikian kenyataan di lapangan kondisi yang terjadi di Kecamatan Cimaung banyak dijadikan lahan pertanian sawah maupun hortikultura secara intensif yang dilakukan oleh masyarakat pedesaan. Berdasarkan pengamatan, tanaman sayuran yang mendominasi Kecamatan Cimaung adalah tanaman sawi. Mayoritas petani sawi sangat intensif dalam penggunaan pupuk kimia. Meningkatkan produksi pertanian secara intensif dengan pemakaian pupuk kimia, pestisida dan senyawa-senyawa kimia lainnya secara besar-besaran oleh petani sering menimbulkan kerusakan tanah dan lingkungan. Untuk mengurangi risiko yang sudah ditimbulkan dengan pemakaian bahan-bahan kimia tersebut, perlu diimbangi dengan pemakaian bahan organik seperti sisa tanaman pascakapen dan limbah ternak. Pemanfaatan limbah ternak yang memiliki fungsi sebagai kompos yang langsung dapat diaplikasikan tanpa mengolah tanah perlu untuk disosialisasikan pada masyarakat petani yang selama ini banyak menggunakan pupuk kimia. Untuk mengubah kebiasaan petani memang tidak akan mudah, akan tetapi tetap harus diusahakan. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan limbah ternak untuk pertanian tanpa olah tanah dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah ceramah untuk pemberian materi dan praktik langsung di lapangan. Kata Kunci: limbah ternak; pertanian; tanpa olah tanah
Pendampingan penyusunan media interpretasi seni budaya Desa Lamajang sebagai daya tarik wisata edukasi Shandra Rama Panji Wulung; Oce Ridwanudin; Endah Fitriyani; Andreas Suwandi; Ilma Indriasri Pratiwi; Cep Ubad Abdullah; Riko Arrasyid
Jurnal Abmas Vol. 22 No. 2 (2022): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v22i2.51004

Abstract

Problems and challenges in increasing the knowledge of partners who are ready to compete in serving tourists can be done through the interpretation of cultural arts. The purpose of this study is to determine the potential of cultural arts as a tourist attraction so that it can support the interpretation of media design. The study was carried out for six months in Lamajang Village with Pokdarwis Suryaloka as its partner. The activity approach uses the extension method in the form of knowledge transfer to partners and assistance. Primary data was obtained through observation, focus group discussions and interviews, while secondary data was obtained through several previous research documents, websites and policy documents. Descriptive qualitative data analysis became the method of analysis in this study. The results of the study found that the existence of intangible cultural heritage in Lamajang was a source for the design of the village life system of Lamajang. The four stages in the life system of Lamajang Village include the stages of birth, children, youth and adults. Each stage has a unique and meaningful artistic and cultural meaning for the people of Lamajang Village. The interpretation of the life system of Lamajang Village through visual media has the opportunity to provide education in addition to visiting tourists and the people of Lamajang Village.   Abstrak Permasalahan dan tantangan dalam meningkatkan pengetahuan mitra yang siap untuk bersaing dalam melayani wisatawan dapat dilakukan melalui interpretasi seni budaya. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui potensi seni budaya sebagai daya tarik wisata sehingga dapat menunjang dalam perancangan media interpretasinya. Kajian dilakukan selama enam bulan di Desa Lamajang dengan Pokdarwis Suryaloka sebagai mitranya. Pendekatan kegiatan menggunakan metode penyuluhan berupa transfer ilmu pengetahuan kepada mitra dan pendampingan. Data primer didapatkan melalui observasi, focus group discussion, dan wawancara, sementara data sekunder didapatkan melalui beberapa dokumen penelitian terdahulu, situs web, dan dokumen kebijakan. Analisis data kualitatif deskriptif menjadi metode analisis pada kajian ini. Hasil kajian menemukan bahwa adanya warisan budaya takbenda di Lamajang menjadi sumber bagi rancangan tata kehidupan Desa Lamajang. Empat tahapan dalam tata kehidupan Desa Lamajang meliputi tahapan kelahiran, anak-anak, remaja, dan dewasa. Setiap tahapan memiliki makna seni dan budaya yang unik dan bermakna bagi masyarakat Desa Lamajang. Interpretasi tata kehidupan Desa Lamajang melalui media visual berpeluang memberikan edukasi selain bagi wisatawan yang berkunjung maupun bagi masyarakat Desa Lamajang. Kata Kunci: desa lamajang; desa wisata; interpretasi; wisata edukasi.
Implementasi model ekobis 2-3-5: Investasi sosial bisnis bagi hasil penggemukan domba Sondi Kuswaryan; Iim Siti Karimah; Tri Indri Hardini
Jurnal Abmas Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v23i1.57331

Abstract

This community service activity was carried out in Bangunkarya Village, Langkaplancar District, Pangandaran Regency, to increase the livelihood of rural communities. The activities carried out are increasing the capacity and participation of sheep farmers for the Ecobis 2-3-5 Program, a profit-sharing program for fattening sheep to meet the needs of sacrificial animals. Financial capital for fattening sheep was collected from participants using the crowdfunding pattern. The primary targets of this activity are sheep farmers and Sheep Farmers Groups as implementers of the Ecobis 2-3-5 program. The results of this activity are: 1) The Ecobis 2-3-5 Program can return investments accompanied by an added value of 18 percent for investors; 2). There has been a change in mindset, attitude patterns, and behavior patterns towards the importance of sheep in people's livelihoods, followed by actions to improve sheep farming; 3) breeders have increased interest in participating in the Ecobis 2-3-5 program. Therefore, a greater investment value is needed, so that more farmer households can feel the value of the benefits.   Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bangunkarya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran, dengan tujuan untuk meningkatkan derajat penghidupan masyarakat perdesaan. Kegiatan yang dilakukan adalah peningkatan kapasitas dan partisipasi peternak atas Program Ekobis 2-3-5, yang merupakan program bagi hasil penggemukkan domba untuk memenuhi kebutuhan hewan qurban. Modal untuk penggemukkan domba dikumpulkan dari partisipan dengan pola Crowdfunding. Sasaran utama kegiatan ini adalah Peternak dan Kelompok Peternak sebagai pelaksana program Ekobis 2-3-5. Hasil kegiatan ini adalah 1) Program Ekobis 2-3-5 mampu mengembalikan investasi disertai dengan nilai tambah sebesar 18 persen bagi investor; 2) Terjadi perubahan pola pikir, pola sikap dan pola perilaku terhadap pentingnya domba dalam penghidupan masyarakat, diikuti dengan tindakan dalam upaya perbaikan budidaya beternak domba; 3). Terjadi peningkatan minat peternak untuk ikut serta berpartisipasi dalam program Ekobis 2-3-5. Oleh karena itu diperlukan nilai investasi yang lebih besar, supaya nilai manfaatnya dapat dirasakan oleh rumah tangga peternak yang lebih banyak. Kata Kunci: bagi hasil; penggemukkan domba; sosial bisnis
Pengembangan seni tradisi sebagai penguatan wisata budaya kawasan ekonomi khusus Tanjung Lesung Yuliawan Kasmahidayat; Rizki Januar Herliawan
Jurnal Abmas Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v23i1.57292

Abstract

This activity is a cross-program collaboration between Dance Education, Music Education, Fine Arts Education, Tourism Education, and Mechanical Engineering at Universitas Pendidikan Indonesia. The form of activity is an assistance program for the development of traditional arts as the flagship of cultural tourism in the Tanjungjaya area. The training model developed in this PKM activity also focuses on material training and HR management. The availability of facilities in this assisted village is sufficient. However, it is not yet supported by the quality of human resources that can utilize and maximize the available facilities and infrastructure. The results obtained from this activity include the development of dance and music as icons of tourist areas, scientific articles, and the presentation of training results in disseminating PKM activity results. The target achievements of this activity also include improving the quality of local human resources to maximize the natural and cultural potential that exists in superior tourism, following the objectives of the tourist village..   Abstrak Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas prodi di Universitas Pendidikan Indonesia antara Prodi Pendidikan Seni Tari, Pendidikan Seni Musik, Pendidikan Seni Rupa, Pendidikan Pariwisata, dan Teknik Mesin. Bentuk kegiatan merupakan pendampingan program pengembangan seni tradisi sebagai unggulan wisata budaya di kawasan Tanjungjaya. Model pelatihan yang dikembangkan dalam kegiatan PKM ini, juga menitikberatkan pada pelatihan materi dan manajemen SDM. Ketersediaan fasilitas di desa binaan ini terbilang cukup, namun belum didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan dan memaksimalkan sarana dan prasarana yang tersedia. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain bentuk pengembangan seni tari dan musik sebagai icon daerah wisata, artikel ilmiah, serta penyajian hasil pelatihan dalam desiminasi hasil kegiatan PKM. Target capaian dari kegiatan ini di antaranya juga peningkatan kualitas dari SDM setempat, sehingga dapat memaksimalkan potensi alam serta budaya yang ada menjadi wisata unggulan sesuai dengan tujuan desa wisata. Kata Kunci: kawasan ekonomi khusus; KEK; pengembangan seni tradisi; wisata budaya
Peran penting QRIS dalam sistem pembayaran terhadap marketing kewirausahaan Niken Viona Patrisia; Vina Rismayani
Jurnal Abmas Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v23i1.58910

Abstract

Entrepreneurial marketing is an important strategy for business actors in creating product excellence and innovation that can answer consumer needs while increasing competitiveness in the market. In the digital era, the use of technology in marketing activities is a crucial aspect, one of which is implementing a digital payment system based on the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). QRIS provides various benefits for business actors, such as reducing the risk of counterfeit money, preventing the need to provide change, recording transactions automatically, separating personal and business finances, and simplifying the financial reconciliation process. In technology-based entrepreneurship, five marketing concepts can be applied to support business effectiveness. This article aims to review the importance of QRIS integration in entrepreneurial marketing strategies and present ideas for community service in the form of QRIS usage training for MSME actors. Thus, this article is expected to be a reference in efforts to educate and empower business actors to be more adaptive to the development of digital technology in entrepreneurship.   Abstrak Marketing kewirausahaan merupakan strategi penting bagi pelaku usaha dalam menciptakan keunggulan produk serta inovasi yang dapat menjawab kebutuhan konsumen sekaligus meningkatkan daya saing di pasar. Di era digital, pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pemasaran menjadi aspek krusial, salah satunya melalui penerapan sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Penggunaan QRIS memberikan berbagai manfaat bagi pelaku usaha, seperti mengurangi risiko uang palsu, tidak perlu menyediakan uang kembalian, transaksi tercatat secara otomatis, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, hingga mempermudah proses rekonsiliasi keuangan. Dalam konteks kewirausahaan berbasis teknologi, terdapat lima konsep pemasaran yang dapat diterapkan untuk mendukung efektivitas bisnis. Artikel ini bertujuan untuk mengulas pentingnya integrasi QRIS dalam strategi marketing kewirausahaan, serta menyajikan gagasan pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan penggunaan QRIS kepada pelaku UMKM. Dengan demikian, artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam upaya edukasi dan pemberdayaan pelaku usaha agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dalam dunia kewirausahaan. Kata Kunci: marketing kewirausahaan, QRIS; rekonsiliasi; teknologi
Agenda setting kebijakan pembangunan kesehatan global dan relevansi ketahanan bangsa Deddi Fasmadhy Satiadharmanto
Jurnal Abmas Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v23i1.57017

Abstract

Implementing the Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) often encounters problems in the services provided. Therefore, agenda setting is needed to provide solutions to these problems. This research aims to discover the agenda setting in global health development and the role of actors in health services. Qualitative methods, with a literature study approach and content analysis, were used to answer research questions. The results showed the lack of BPJS effectiveness in several internal BPJS health problems and external problems for residents who have not participated in the health resilience program coordinated by BPJS Health, which has become a public problem. The achievement of public health resilience through the BPJS role mechanism is based on public values, namely first, justice for the public to get health facilities with easy access to health facilities; Second, equality to increase community resilience in the health sector by increasing professionalism in health services; Third, the openness of the BPJS role in improving community health resilience in the health sector; and Fourth, health promotion efforts and disease prevention through cooperation.   Abstrak Implementasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sering menjumpai permasalahan dalam pelayanan yang diberikan. Maka dari itu, diperlukan agenda setting untuk memberikan solusi dari permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui agenda setting dalam pembangunan kesehatan secara global dan peran aktor dalam layanan kesehatan.. Penggunaan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis isi untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan kurangnya efektivitas BPJS pada beberapa permasalahan internal BPJS Kesehatan dan masalah eksternal pada warga yang belum mengikuti program ketahanan kesehatan yang dikoordinir BPJS Kesehatan ini pada muaranya menjadi masalah publik. Capaian ketahanan kesehatan masyarakat melalui mekanisme peranan BPJS berdasarkan nilai nilai kepublikan, yaitu 1) Keadilan bagi publik mendapatkan fasilitas kesehatan dengan kemudahan mengakses fasilitas kesehatan; 2) Persamaan meningkatkan ketahanan masyarakat dalam bidang kesehatan dengan peningkatan profesionalisme dalam pelayanan kesehatan; 3) Keterbukaan peran BPJS dalam meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat bidang kesehatan; dan Keempat, upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit melalui kerja sama. Kata Kunci: agenda setting; ketahanan kesehatan; masalah publik; nilai-nilai kepublikan  
Inovasi wisata edukasi Ciletuh Unesco Global Geopark melalui produk hanjeli E-Dye Cucu Ruhidawati; Winwin Wiana; Katiah Katiah; Pipin Tresna; Feny Puspitasari
Jurnal Abmas Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v23i1.52915

Abstract

The tourist village, which has the potential to attract people to visit and travel, requires innovation by utilizing the existing local potential. The development of the Ciletuh tourism village area is an effort to improve and develop the natural potential of Hanjeli villages around Ciletuh Unesco Global Geopark, with a strategy to introduce the abundant natural potential and process it into a characteristic of the Ciletuh tourism village. Hanjeli is a superior Waluran Mandiri Tourism Village product, but has not been optimally utilized as a creative product in other fields besides food. Based on this, the methodology of community service carried out by the academic community of the Fashion Education study program in solving problems is using Action research. Action Research from community service involving targets between PKK cadres and direct targets of the community / young women, as many as 20 people in Waluran Village in the Ciletuh Tourism Village Area. The results of the Action are the existence of products other than food and strategies to explore the potential of hanjeli by applying ecoprint-tie dye techniques that produce attractive textile motifs, are environmentally friendly and are a fashion trend that is very popular with the public, especially the younger generation or visitors to the Ciletuh tourist village.   Abstrak Desa wisata sebagai desa yang memiliki potensi yang dapat menggerakkan orang orang untuk berkunjung dengan tujuan berwisata membutuhkan inovasi dengan memanfaatkan potensi lokal yang diunggulkan. Pengembangan kawasan desa wisata Ciletuh sebagai upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi alam hanjeli desa sekitar Ciletuh Unesco Global Geopark dengan strategi mengenalkan potensi alam yang melimpah dan dapat diolah menjadi ciri khas desa wisata Ciletuh. Hanjeli merupakan produk unggulan Desa Wisata Waluran Mandiri tetapi belum dimanfaatkan dengan optimal sebagai produk kreatif di bidang lain selain pangan. Berdasarkan hal tersebut metodologi pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh sivitas akademika prodi Pendidikan tata busana di dalam memecahkan permasalahan adalah menggunakan Action research. Action Research dari pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan sasaran antara kader PKK dan sasaran langsung masyarakat/ perempuan muda sebanyak 20 orang di Desa Waluran di Kawasan Desa Wisata Ciletuh. Hasil dari Action adalah terdapatnya produk selain makanan dan strategi untuk mengeksplorasi potensi hanjeli dengan diterapkan teknik ecoprint-tie dye yang menghasilkan motif tekstil yang menarik, ramah lingkungan dan merupakan tren fesyen yang sangat digemari masyarakat, terutama generasi muda atau pengunjung desa wisata Ciletuh. Kata Kunci: desa wisata Ciletuh; ecoprint; hanjeli; teknik tie dye