cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6288802310216
Journal Mail Official
jurnalranahbahasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : 25798111     DOI : https://doi.org/10.26499/rnh
Core Subject :
https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
KONSEP HEWAN DAN PESANNYA DALAM PARIBASA DAN BABASAN SUNDA Kartika Kartika
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v2i1.52

Abstract

Manusia dan hewan telah lama hidup berdampingan dan berinteraksi. Kedekatan hubungan hewan dan manusia dalam kehidupan ini tercermin dalam hubungan rantai makanan, alat bantu dalam sistem produksi, investasi atau kekayaan, atau sekadar sebagai peliharaan. Sama halnya, kehidupan keseharian masyarakat Sunda pun tidak dapat dilepaskan dari hewan. Secara verbal kedekatan hubungan itu tercermin pada penggunaan konsep hewan dalam paribasa dan babasan Sunda. Tulisan ini hendak mengungkap konsep hewan apa yang digunakan dalam paribasa dan babasan Sunda, serta pesan yang terkandung di dalamnya. Paribasa dan babasan Sunda yang dijadikan data dalam tulisan ini dipilih yang khusus mengandung nama atau jenis hewan dengan menggunakan teknik simak dan catat. Data kemudian diklasifikasi berdasarkan jenisnya dan kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis hewan yang digunakan dalam paribasa dan babasan Sunda sangat bervariasi mulai hewan berkaki empat seperti kerbau sampai organisme mikroskopis semacam tungau. Pesan yang terkandung di dalam paribasa dan babasan Sunda itu kemudian digeneralisasi ke dalam beberapa kategori, seperti nasihat, cemoohan, deskripsi, perbuatan yang sia-sia, perasaan (takut, gelisah, senang), dan lain-lain.
Analisis Pemahaman Guru Bahasa Indonesia dan Kualitas Kebahasaan Modul Ajar dalam Perencanaan Pembelajaran di Sekolah Sary Sukawati; Yeni Rostikawati
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8544

Abstract

Abstract This study aims to analyze Indonesian language teachers’ understanding of lesson planning within the Merdeka Curriculum and to examine the linguistic quality of teaching modules used as instructional planning documents in schools. A qualitative descriptive approach was employed, involving seven Indonesian language teachers from elementary, junior high, senior high, and vocational schools. Data were collected through in-depth interviews and documentation of teaching modules and analyzed using Miles and Huberman’s interactive analysis model. The findings reveal that teachers generally understand lesson planning as a strategic guide that directs learning objectives, activities, and assessments in a flexible and contextual manner. However, the linguistic analysis of five teaching modules indicates that the quality of instructional language has not fully met academic language standards, particularly regarding adherence to Indonesian orthographic conventions, sentence effectiveness, consistency of pedagogical terminology, and clarity and measurability of learning objectives. These results highlight that the effectiveness of lesson planning in the Merdeka Curriculum depends not only on teachers’ conceptual understanding but also on the linguistic quality of teaching modules as tools of pedagogical communication. This study recommends strengthening teachers’ competencies in developing teaching modules, especially in terms of linguistic accuracy and academic literacy. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman guru Bahasa Indonesia terhadap perencanaan pembelajaran serta menelaah kualitas kebahasaan modul ajar yang disusun sebagai perangkat perencanaan pembelajaran di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan tujuh guru Bahasa Indonesia dari jenjang SD, SMP/MTs, SMA, dan SMK. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi modul ajar, selanjutnya dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pada umumnya telah memahami perencanaan pembelajaran sebagai pedoman strategis yang mengarahkan tujuan, kegiatan, dan asesmen pembelajaran secara fleksibel dan kontekstual. Namun demikian, analisis kebahasaan terhadap lima modul ajar menunjukkan bahwa kualitas bahasa instruksional belum sepenuhnya memenuhi kaidah kebahasaan akademik, terutama pada aspek ketepatan PUEBI, keefektifan kalimat, konsistensi istilah pedagogik, serta kejelasan dan keterukuran tujuan pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan perencanaan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh pemahaman konseptual guru, tetapi juga oleh kualitas kebahasaan modul ajar sebagai media komunikasi pedagogis. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kompetensi guru dalam penyusunan modul ajar, khususnya pada aspek kebahasaan dan literasi akademik.
PENGANTAR REDAKSI DAN DAFTAR ISI Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Volume 10, No 2, Desember 2021
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Impact of Persuasive Writing Learning Model on Students’ Entrepreneurial Spirit Nurhusna Nurhusna; Muhammad Rapi; Shafariana Shafariana
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i2.7684

Abstract

This study aims to explore the impact of persuasive text writing learning models on the development of students' entrepreneurial spirit. Entrepreneurial spirit is a crucial competency in the era of globalization, encompassing creativity, innovation, and high problem-solving skills. Higher education plays a strategic role in shaping students' entrepreneurial spirit through innovative learning models. This research uses a quantitative method with a quasi-experimental design, involving 32 students from the education study program at Universitas Negeri Makassar. Data were collected through pretests, posttests, questionnaires, and writing tests. The instruments included an entrepreneurial spirit questionnaire and a persuasive text writing test. The results of the study (Hisrich, Peters, & Sepherd, 2017) indicate that the persuasive text writing learning model significantly improves students' writing abilities and entrepreneurial spirit. Students showed an increase in the average score from 57.56 in the pretest to 90.65 in the posttest. Analysis using the T-test showed a significant difference between the initial and final abilities of students in writing entrepreneurial-themed persuasive texts. This research confirms that persuasive text writing skills play a role in the development of entrepreneurial spirit, providing practical recommendations for lecturers and education practitioners in designing effective learning programs. These findings are expected to contribute to the development of entrepreneurship education in higher education and help students face challenges and opportunities in the work and business world. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh model pembelajaran menulis teks persuasi terhadap pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Jiwa kewirausahaan adalah kompetensi penting di era globalisasi, mencakup kreativitas, inovasi, dan keterampilan problem solving yang tinggi. Pendidikan tinggi berperan strategis dalam membentuk jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui model pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu, melibatkan 32 mahasiswa program studi pendidikan di Universitas Negeri Makassar. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, kuesioner, dan tes menulis. Instrumen meliputi kuesioner jiwa kewirausahaan dan tes menulis teks persuasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran menulis teks persuasi meningkatkan kemampuan menulis dan jiwa kewirausahaan mahasiswa secara signifikan. Mahasiswa menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 57,56 pada pretest menjadi 90,65 pada posttest. Analisis menggunakan uji-T menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kemampuan awal dan akhir mahasiswa dalam menulis teks persuasi bertema kewirausahaan. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa keterampilan menulis teks persuasi berperan dalam pengembangan jiwa kewirausahaan, memberikan rekomendasi praktis bagi dosen dan praktisi pendidikan dalam merancang program pembelajaran yang efektif. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi dan membantu mahasiswa menghadapi tantangan dan peluang di dunia kerja dan bisnis.
Dampak Ekologis Penggunaan Kalimat Indikatif pada Media Massa Online Papua: Tinjauan Ekolinguistik Kritis Grace Mantiri; Tri Handayani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v7i2.607

Abstract

The texts on Papuan online mass media mostly focused on environmental issues. The texts influence mode and thinking patterns of the readers. The aim of this research is to describe the destructive and constructive impacts of indicative sentences for the readers. The approach used in this research is critical discourse approach with descriptive method. The result shows that the ecological damage of indicative sentences usages are divided into two, namely constructive and destructive impacts. In the constructive impacts, contents, meanings or messages usually influence readers’ thinking pattern and attitude to preserve environment. The positive discourses can change negative ethics into positive ethics. The destructive impacts are sentence usages in environmental discourses in the form of too explicit, vulgar, excessive and detailed texts. The texts influence the attitude and thinking pattern that damage the environment.AbstrakEkosintasis merupakan kajian terapan linguistik yang membahas kalimat-kalimat yang berdampak pada pelestarian dan kebertahanan lingkungan. Jubi Papua merupakan surat kabar yang menarik karena berisi berbagai macam informasi seputar Papua. Masalah ekosintaksis penting dilakukan karena dapat membantu pemerintah dan pemerhati lingkungan untuk ikut menyerukan pemertahanan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengkritisi dampak teks dari segi positif dan negatif bagi lingkungan ekologi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan wacana kritis dengan metode deskriptif. Berkaitan dengan teknik, teknik penelitian dibagi dua yaitu teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. Teknik pengumpulan data digunakan teknik wawancara dan kajian pustaka, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif. Berdasarkan pembahasan, kalimat indikatif berdampak positif yang sifaknya konstruktif bagi lingkungan, serta yang sifatnya negatif berdampak destruktif bagi ekologi itu sendiri.
Studi Eksplorasi Pembelajaran Menulis Faktual sebagai Upaya Menyiapkan Generasi Cendekiawan Ary Kristiyani; Wiyatmi Wiyatmi; Maman Suryaman
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.7937

Abstract

Factual writing research has been widely conducted. However, factual writing that develops critical thinking skills as an effort to prepare a generation of scholars still needs to be studied. This study aims to describe factual writing learning in higher education. This study uses a descriptive qualitative research design. Data collection techniques use document studies and questionnaires. The research instrument uses analysis guidelines and questionnaires. The data analysis technique uses descriptive qualitative with the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results of the study show that the dominant one-way learning model has not developed high-level thinking skills, discovery, critical, logical, and analytical thinking. The teaching materials are still limited to books that have not been integrated with relevant research results. Learning evaluations do not include indicators, scores, and assessment rubrics in detail so that authentic assessments have not been achieved. The perceptions of lecturers and students are in line that factual texts of the exposition, explanation, and argumentation types are able to develop critical, analytical, creative, and innovative thinking. Thus, the results of this exploratory study can be used to improve factual writing learning to prepare a generation of scholars. Abstrak Penelitian menulis faktual telah banyak dilakukan. Akan tetapi, menulis faktual yang mengembangkan keterampilan berpikir kritis sebagai upaya menyiapkan generasi cendekiawan masih perlu dilakukan kajian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis faktual di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen dan angket. Instrumen penelitian menggunakan pedoman analisis dan angket. Teknik analisis data menggunakan kualitatif deskriptif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran dominan satu arah, belum mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, penemuan, berpikir kritis, logis, dan analitis. Adapun bahan ajar masih terbatas pada buku yang belum terintegrasi dengan hasil penelitian yang relevan. Evaluasi pembelajaran belum memuat indikator, skor, dan rubrik penilaian secara rinci sehingga penilaian autentik belum tercapai. Persepsi dosen dan mahasiswa selaras bahwa teks faktual jenis eksposisi, eksplanasi, dan argumentasi mampu mengembangkan berpikir kritis, analitis, kreatif, dan inovatif. Dengan demikian, hasil studi eksplorasi ini dapat digunakan sebagai perbaikan pembelajaran menulis faktual untuk menyiapkan generasi cendekiawan.
BAHASA IKLAN DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN: SEBUAH KAJIAN KOMUNIKASI DAN BAHASA TERHADAP IKLAN TV PRODUK “CITRA” Katharina Endrianti Sukamto; Dorien Kartikawangi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v1i2.3

Abstract

Memasarkan sebuah produk di media massa bertujuan untuk mencapai targetpenjualan produk tersebut. Di media televisi, pemasaran ini dilakukan melalui tayangan audio-visual yang biasanya mencakup narasi lisan dan visualisasi. Untuk memasarkan sebuah produk kecantikan, misalnya, umumnya ada alur cerita yang secara visual memarkan kecantikan perempuan yang menggunakan kecantikan tersebut. Secara bersamaan, pemirsa dapat mendengar narasi atau membaca tulisan yang menggambarkan alur cerita yang mempromosikan produk tersebut. 
Gaya Bahasa Pidato Jokowi dalam Pembukaan Annual Meetings Imf-World Bank Group di Bali Ali Kusno; Wenni Rusbiyantoro
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i1.995

Abstract

This study aims to describe the use of language within President Jokowi's Game of Thrones speech in opening Annual Meetings IMF-World Bank Group. The research method is descriptive qualitative. Data and sources data in the form of speech transcript published in TribunJabar.id. The results of the analysis showed that overall using official language style, mixed codes, medium language, high pitch, anaphoric reps, mesodiplosis reps, long analogies, rhetorical questions, hyperbole, metaphors, fresh humor, antithesis, and climax in closing. In substance and packaging, President Jokowi's speech was so good. The speech was able to amaze the audience. The listeners of the speech will understand better if they also master the Game of Trones reference series. Further research on the language style of President Jokowi's speech in different forums will reveal different language styles according to the forum that was delivered. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa dalam pidato Presiden Jokowi Game of Thrones saat pembukaan Annual Meetings IMF-World Bank Group. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dan sumber data berupa transkrip pidato yang dimuat di Tribun Jabar.id. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan menggunakan gaya bahasa resmi, campur kode, bahasa menengah, nada suara tinggi, repetisi anafora, repetisi mesodiplosis, analogi yang panjang, pertanyaan retoris, hiperbol, metafora, humor-humor segar, antitesis, dan klimaks sebagai penutup.  Secara substansi dan kemasan, pidato Presiden Jokowi begitu baik. Pidato tersebut mampu memukau hadirin. Bagi pendengar pidato tersebut akan lebih memahami apabila juga menguasai referensi serial Game of Trones. Penelitian lanjutan tentang gaya bahasa pidato Presiden Jokowi dalam forum yang berbeda akan mengungkapkan gaya bahasa yang berbeda sesuai dengan forum yang disampaikan. 
Tinjauan Komparatif Bahasa Arab dan Bahasa Inggris Aforisme Al-Hikam: Analisis Sintaksis Muhammad Yunus Anis
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i2.2872

Abstract

This article will investigate the Arabic language and English language based on Syntax analysis. In this case, syntax had been viewed as the arrangement between certain word and the other word, or with the other units of language which has the higher level than the word, such as: phrase, clause, and sentence. Generally speaking, this research will investigate the Arabic language based the four main theory in syntax (Liliane Haegeman, 1998), such as: (1) transitivity, (2) X-bar theory, (3) theta theory, and (4) case theory. This article will focus comprehensively in elaborating the data, both in Arabic language and English language, comparatively based on these four main theories. The material objects in this research was the units of language which had been collected from the book of Al-Hikam aphorism in trilingual edition (Arabic, Indonesia, and English). The observation method had been used for collecting the data, after that, the data will be analysed with two main steps, they are:  distributional method and comparative method. Transitive verbs in al-Hikam's aphorisms show God's behavior. The transitivity of verbs in Arabic is determined by the noun that comes after the verb. Meanwhile, based on the study of X-Bar theory in Arabic phrases that appear in al-Hikam's aphorisms, it can be concluded that the internal structure of noun phrases, that FN = N + Adj and FN = N + N. Furthermore, in the theta theory analysis, it can be concluded that FN in the form of (N + Adj) can occupy the AGENT position and FN in the form of (N + N) can occupy the PATIENT argument to form a propositional unit. Based on the case theory study, it can be concluded that the NOMINATIVE case is in the subject who acts as the AGENT, and the ACCUSATIVE case is in the direct object that becomes the object of the sufferer or target, namely acting as the PATIENT. The result of this research can be the new model of Arabic and English language analysis based on the syntax theory.AbstrakArtikel ini akan mengkaji bahasa Arab dan bahasa Inggris ditinjau dari sudut pandang sintaksis. Dalam hal ini, sintaksis dipandang sebagai pengaturan hubungan antara kata dengan kata, atau dengan satuan yang lebih besar dalam bahasa. Secara garis besar kajian ini akan menginvestigasi bahasa Arab ditinjau dari kajian empat teori sintaksis (Haegeman, 1998), yaitu: (1) transitivity, (2) X-bar theory, (3) theta theory, dan (4) case theory. Adapun secara khusus, artikel ini akan mengelaborasi data bahasa Arab dan bahasa Inggris secara komparatif berlandaskan pada keempat teori tersebut. Objek material dalam kajian ini adalah satuan kebahasaan (units of language) yang ada dalam kitab aforisme al-Hikam versi tiga bahasa (Arab, Indonesia, dan Inggris). Penjaringan data dilakukan dengan cara observasi kemudian data dianalisis dengan menggunakan dua tahap, yaitu: metode distribusional dan metode padan. Verba transitif dalam aforisme al-Hikam menunjukkan perilaku ketuhanan tertentu. Ketransitifan verba dalam bahasa Arab ditentukan oleh nomina yang muncul setelah verba. Sementara itu, berlandaskan pada kajian X-Bar theory dalam frasa bahasa Arab yang muncul dalam aforisme al-Hikam dapat disimpulkan struktur internal frasa nomina, bahwa FN = N + Adj dan FN = N + N. Selanjutnya dalam analisis theta theory, dapat disimpulkan bahwa FN yang berupa (N + Adj) dapat menduduki posisi agent dan FN yang berupa (N + N) dapat menduduki argumen patient untuk membentuk sebuah satuan proposisi. Berlandaskan pada kajian case theory dapat disimpulkan bahwa kasus nominatif berada dalam subjek yang berperan sebagai agent, dan kasus akusatif berada dalam objek langsung yang menjadi penderita atau sasaran, yaitu berperan sebagai patient. Kontribusi pembahasan dari kajian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam kajian bahasa Arab dan bahasa Inggris yang ada di Indonesia, khususnya terkait dengan kajian sintaksis (Arab: Ilmu-Naḥwu).
Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa Indonesia Inklusif Berbasis Aplikasi AI Bagi Siswa Disleksia di SMA Dewi Kusumaningsih; Sukarno Sukarno; Laily Nurlina; Irma Arifah; Sri Muryati; Myatun Naimah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8378

Abstract

The development of inclusive Indonesia learning needs special attention. The purpose of this study is to describe an in-depth understanding of the inclusive Indonesia learning model in high school for people with dyslexia. This research is a descriptive qualitative research. The source of data is obtained from information and documentation. Inclusive learning research design. The data collection technique uses interview analysis, observation, and documentation. The data analysis technique uses the Milles and Huberman interactive model, which includes three main stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The data validity test used in this study is the method triangulation technique and source triangulation. Based on dyslexic research, applying multimedia learning theory developed by Richard E. Mayer. This research focuses on how students learn more effectively through the combination of text, images, sound, and other multimedia elements. AI technology that supports students with dyslexia is in the form of Text-to-Speech (TTS), Grammar Deep Check, Lexia and Nessy, and OrCam Learn. The integration of model and strategy development in Indonesia learning with AI requires inclusive attention so that students do not lose their identity as outstanding students and are equal to other students. Abstrak Pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia yang inklusif perlu perhatian yang khusus. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pemahaman mendalam tentang model pembelajaran Bahasa Indonesia secara inklusif di SMA bagi penyandang disleksia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari informasi dan dokumentasi. Desain penelitian pembelajaran inklusif. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Milles dan Huberman, yang mencakup tiga tahapan utama reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi metode dan triangulasi sumber. Berdasarkan penelitian disleksia menerapkan teori multimedia learning yang dikembangkan oleh Richard E. Mayer. Penelitian ini berfokus pada cara siswa belajar lebih efektif melalui gabungan teks, gambar, suara, dan elemen multimedia lainnya. Teknologi AI yang mendukung siswa penyandang disleksia berupa Text-to-Speech (TTS), Grammar Deep Check, Lexia dan Nessy, dan OrCam Learn. Integrasi pengembangan model dan strategi pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan AI diperlukan perhatian yang inklusif supaya peserta didik tidak kehilangan jati dirinya sebagai siswa yang berprestasi dan setara dengan siswa lainnya.