Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Articles
388 Documents
Pengaruh Endorphin Massage untuk Mengurangi Kecemasan pada Ibu Hamil Trimester III Primigravida
Marchatus Soleha;
Wika Sepiwiryanti;
Vita Tri Zelharsandy
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v7i5.973
Kecemasan merupakan suatu kondisi yang fisiologis dan hal yang biasa dirasakan oleh ibu hamil trimester III primigravida. Tetapi apa bila tidak diatasi dengan manajemen kecemasan yang benar akan menimbulkan masalah lainnya salah satunya timbulnya kecemasan, stress/depresi, ketegangan pada otot dan perasaan khawatir. kecemasan dapat dikurangi dengan cara menggunakan teknik Endorphin Massage dimana teknik ini merupakan terapi atau pijatan yang dilakukan melalui permukaan pada kulit sehingga dapat meningkatkan rasa nyaman dan dapat mengakibatkan blok terhadap rangsang kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh endorphin massage untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester III primigravida. Jenis penelitian ini menggunakan desain Quasi eksperimen yang rancangannya menggunakan one group pretest-postest. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 15 ibu hamil trimester III primigravida dengan kecemasan. Analisa data dilakukan dengan cara univariat dan bivariat menggunakan ini menunjukan nilai signifikan 0,000 yang berarti kurang dari 0,05 yang artinya terdapat pengaruh endorphine massage untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester III primigravida.
Efektivitas Edukasi Kesehatan dalam Pencegahan Pedikulosis Kapitis di Indonesia
Azzahra Ahnia Rizki;
Betta Kurniawan;
Suryani Agustina Daulay;
Jhons Fatriyadi Suwandi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v7i6.975
Pedikulosis kapitis masih menjadi masalah kesehatan pada anak sekolah di Indonesia akibat rendahnya pengetahuan dan kebiasaan higiene yang kurang. Tinjauan pustaka ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi kesehatan dalam pencegahan pedikulosis kapitis. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar, Garuda, dan Neliti untuk artikel tahun 2020–2025 kriteria inklusi meliputi artikel dengan desain quasi-eksperimen one grup pre-post test melibatkan manusia sebagai subjek, serta menilai perubahan pengetahuan, sikap, atau perilaku setelah intervensi edukasi. Tujuh artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara deskriptif. Seluruh studi menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah intervensi edukasi, dengan media audiovisual dan materi visual interaktif menghasilkan perubahan yang lebih besar dibanding ceramah tunggal. Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan terkait pencegahan pedikulosis kapitis.
Status Gizi Balita Beresiko Stunting Berdasarkan Indeks Berat Badan Menurut Umur
Novitasari Tsamrotul Fuadah;
Yuyun Sarinengsih;
Dessy Viany
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v7i6.983
Status gizi berperan penting dalam tumbuh kembang balita. gizi yang baik dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita secara optimal sehingga dapat mencegah stunting. Stunting disebabkan kekurangan gizi kronis selama masa 1000 hari pertama kehidupan. Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang sedang diupayakan diturunkan. Memantau status gizi balita secara rutin merupakan salah satu upaya untuk deteksi dini dalam mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status gizi balita stunting berdasarkan indeks berat badan menurut umur. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan mengidentifikasi status gizi balita beresiko stunting berdasarkan indeks berat badan menurut umur dengan teknik total sampling pada 68 balita stunting. Data primer didapatkan melalui pengukuran berat badan balita dan umur balita kemudian dikategorikan berdasarkan standar baku WHO. Analisis data univariat digunakan untuk mengidentifikasi status gizi balita beresiko stunting berdasarkan indeks berat badan menurut umur yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan 41,18% balita beresiko stunting memiliki berat badan kurang (underweight) dan 58,82% balita beresiko stunting memiliki berat badan normal.
Hubungan antara Keseimbangan dan Perceptual Motor Development pada Anak Usia 5-6 Tahun
Fatchurrohmah Ines Prabandari;
Sevy Astriyana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v7i6.985
Perkembangan motorik pada anak usia dini merupakan salah satu aspek fundamental yang mendukung kesiapan mereka dalam melakukan aktivitas fisik, sosial, dan akademik. Pada usia 5–6 tahun, anak berada pada fase penting perkembangan kemampuan sensorik dan motorik, termasuk keseimbangan dan perceptual motor development, yang berperan dalam koordinasi gerak, orientasi ruang, serta kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Meskipun kedua aspek tersebut sama-sama berkontribusi terhadap kematangan motorik anak, hubungan antara keseimbangan dengan perkembangan persepsi-motor belum sepenuhnya dipahami dan masih terdapat kesenjangan penelitian yang ditunjukkan dengan adanya variasi dalam berbagai hasil penelitian. Sehingga, hal ini menjadi penting untuk diteliti agar dapat memperoleh bukti empiris mengenai keterkaitan kedua aspek tersebut. Penelitian ini juga dapat mendukung identifikasi dini potensi keterlambatan perkembangan terutama pada aspek persepsi-motor dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan stimulasi dan intervensi motorik yang lebih efektif. Tujuan: mengetahui hubungan antara keseimbangan dan perceptual motor development pada anak usia 5-6 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional untuk menganalisis hubungan antara keseimbangan dan perceptual motor development pada anak usia 5–6 tahun. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 55 anak yang diperoleh berdasarkan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes keseimbangan dengan balance beam test dan instrumen penilaian perkembangan persepsi-motor melalui nilai koordinasi mata-tangan pada rapor. Data keseimbangan dan perceptual motor development kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau B. Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi adalah r = –0.026, yang mengindikasikan adanya hubungan negatif lemah antara keseimbangan dan perceptual motor development pada anak. Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa kedua variabel tidak berkaitan secara signifikan dan perkembangan keduanya mungkin dipengaruhi oleh faktor lain.
Pengetahuan Keluarga dalam Mengenali Gejala Stroke pada Pasien yang Dirawat
Anita Mirawati;
Tintin Sumarni;
Wella Meitri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v7i6.986
Pengetahuan dalam mengenali gejala stroke juga akan mempengaruhi tidakan yang dilakukan sebelum dan selama perjalanan pasien dibawa kerumah sakit. Pengetahuan yang baik akan menetukan sikap dan tindakan keluarga dalam penanganan awal saat pasien mengalami serangan stroke. Keluarga dengan pengetahuan baik akan memberikan sikap dan tindakan yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Selain itu memperpendek onset kedatangan ke IGD menjadi kurang dari 4.5 jam. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran dari pengetahuan keluarga pasien stroke dalam mengenali gejala stroke. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, pengambilan sampel dengan Teknik non probability sampling dengan jenis accidental sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 146 orang keluarga pasien stroke di RSO Dr. Drs. M.Hatta Bukittinggi pada Juni-Oktober 2024. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner tentang pengetahuan keluarga dalam mengenali gejala stroke. Data dianalisa secara univariat dan ditampilkan dalam tabel distribusi frekuensi tentang karakteristik responden, faktor resiko dan tingkat pengetahuan keluarga tentang mengenali gejala stroke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari sebagian pengetahuan keluarga baik 63 responden (43%), cukup 57 responden (39%) dan kurang 26 responden (18%). Dengan hampir seluruh pasien stroke memiliki resiko penyakit penyerta seperti hipertensi, DM, dan penyakit jantung dan kelebihan berat badan. Penyakit terbanyak adalah hipertensi 79 pasien (54.1%).
Hubungan antara Aktivitas Fisik terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu pada Lansia
Felicia Carel Santoso;
Fatchurrohmah Ines Prabandari;
Sevy Astriyana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v7i6.988
Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami peningkatan kadar gula darah akibat penurunan fungsi metabolisme dan perubahan gaya hidup. Aktivitas fisik berperan penting dalam pengaturan kadar glukosa darah melalui peningkatan sensitivitas insulin dan penggunaan glukosa oleh otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah sewaktu pada lansia di Panti Jompo Aisyiyah Sumber Solo. Metode: penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 105 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire), sedangkan kadar gula darah sewaktu diukur menggunakan glucometer. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan kadar gula darah sewaktu pada lansia (p value 0,029 < 0,05). Lansia dengan aktivitas fisik rendah cenderung memiliki kadar gula darah sewaktu yang lebih tinggi dibandingkan dengan lansia yang memiliki aktivitas fisik sedang hingga tinggi. Kesimpulan: penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan aktivitas fisik teratur sebagai upaya pengendalian kadar gula darah pada lansia.
Sistem Dokumentasi Digital untuk Peningkatan Mutu Dokumentasi Keperawatan Medikal Bedah
Setiyo Adi Nugroho;
Lutfan Gasmal Fadaugas;
Mohammad Munawar;
Muhammad Hidayatullah;
Muhammad Yusril Hartoni;
Muhammad Bagas Gilang
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v7i6.994
Dokumentasi keperawatan merupakan komponen penting dalam menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Namun, praktik dokumentasi manual sering mengalami kendala seperti ketidaklengkapan data, keterlambatan pencatatan, serta risiko kehilangan informasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi sistem dokumentasi digital SI-Askep untuk meningkatkan kelengkapan dan efisiensi dokumentasi keperawatan di ruang medik bedah. Desain penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang mencakup analisis kebutuhan, pengembangan prototipe, validasi ahli, dan uji coba terbatas pada sepuluh perawat. Data kelengkapan dokumentasi, efisiensi waktu pencatatan, dan kebergunaan sistem dikumpulkan melalui checklist, observasi, serta kuesioner System Usability Scale (SUS). Uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test digunakan untuk menganalisis perbedaan sebelum dan sesudah penggunaan SI-Askep. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kelengkapan dokumentasi dari 58% menjadi 92% (p < 0.05), serta penurunan waktu pencatatan dari 16–20 menit menjadi 7–10 menit. Tingkat kebergunaan juga sangat baik dengan skor SUS sebesar 82. Temuan ini menunjukkan bahwa SI-Askep efektif dalam meningkatkan mutu dokumentasi keperawatan, mempercepat alur kerja, dan memberikan pengalaman penggunaan yang positif bagi perawat. Dengan demikian, SI-Askep berpotensi diadopsi secara lebih luas sebagai inovasi digital untuk meningkatkan praktik dokumentasi keperawatan di fasilitas kesehatan.
Hubungan Self-efficacy dengan Performance Anxiety Mahasiswa Keperawatan saat OSCE
Rizal Shofhan Hadi;
Dedah Ningrum;
Ayu Prameswari Kusuma Astuti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1007
Mahasiswa keperawatan sering mengalami kecemasan performa saat menghadapi Objective Structured Clinical Examination (OSCE), yang menuntut ketepatan prosedur, konsentrasi tinggi, dan kesiapan mental. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam menunjukkan kompetensi klinik secara optimal. Self-efficacy dipandang sebagai faktor penting karena membentuk keyakinan diri mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik maupun praktik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara self-efficacy dan performance anxiety pada mahasiswa Keperawatan Program Profesi Ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif korelasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel terdiri dari 54 mahasiswa yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi General Self-Efficacy Scale (GSES) dan Westside Test Anxiety Scale (WTAS), yang telah terbukti valid dan reliabel. GSES versi Bahasa Indonesia menunjukkan KMO 0.94, faktor loading 0.75-0.81, serta Cronbach’s Alpha 0.76-0.80. WTAS menunjukkan korelasi item signifikan (r = 0.526-0.746; p < 0.05) dengan Cronbach’s Alpha 0.836. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman untuk menilai kekuatan dan arah hubungan variabel. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa memiliki self-efficacy tinggi (55.56%), sementara tingkat kecemasan performa didominasi kategori sedang hingga tinggi (51.85%). Uji korelasi menghasilkan nilai r = -0.412 dengan p = 0.002, menandakan hubungan negatif signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi self-efficacy mahasiswa, semakin rendah performance anxiety saat menghadapi OSCE.
Intervensi Alternate Nostril Breathing Exercises terhadap Stabilitas Denyut Jantung pada Pasien Preoperatif
Asni Hasaini;
Muhlisoh Muhlisoh
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1016
Preoperatif adalah periode penting yang sering disertai dengan kecemasan dan aktivitas sistem saraf simpatis yang meningkat, yang menyebabkan denyut jantung yang meningkat dan ketidakstabilan hemodinamik. Teknik non-farmakologis seperti latihan pernapasan hidung bergantian (Alternate Nostril Breathing atau ANB) dapat membantu mengurangi respons fisiologis tersebut. Tujuan: untuk mengevaluasi seberapa efektif latihan pernapasan hidung bergantian terhadap stabilitas denyut jantung pada pasien yang sedang menjalani operasi. Penelitian ini dirancang sebagai eksperimen quasi dengan menggunakan pendekatan yang menggunakan kelompok kontrol yang tidak sebanding. Sebanyak 30 orang yang disurvei dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi (n=15) yang menerima ANB selama sepuluh menit dan kelompok kontrol (n=15) yang melakukan latihan napas dalam. Kriteria inklusi dan eksklusi digunakan dalam teknik sampling purposive. Dengan menggunakan lembar observasi, denyut jantung diukur sebelum dan sesudah intervensi. Paired t-test dan independent t-test digunakan untuk menganalisis data. Penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara denyut jantung sebelum dan sesudah intervensi ANB, dengan nilai p = 0,003. Pada kelompok intervensi, rerata denyut jantung turun dari 97,47 x/menit menjadi 93,73 x/menit. Sebaliknya, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan dalam kelompok kontrol (p = 0,623). Ada perbedaan signifikan dalam rerata denyut jantung pasca intervensi antara kedua kelompok (p = 0,001). Ini ditunjukkan oleh hasil uji independent t-test. Pada pasien preoperatif, latihan pernapasan hidung bergantian berhasil mengurangi denyut jantung dan menstabilkannya. ANB adalah pilihan yang baik untuk intervensi keperawatan non-farmakologis yang murah, aman, dan mudah diterapkan untuk persiapan preoperatif.
Correlation Between Stunting And Toddler Development
Setianingsih Setianingsih;
yulia Lanti Retno Dewi;
Sri Mulyani;
Ayu Siti Khotidjah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1020
Stunting is still a serious public health problem in Indonesia that has an impact not only on linear growth but also on clind development. Stunting will affect physical performance and mental and cognitive functions will be disrupted. The children are left behind in many areas of child development including; social personality, fine motor, language, and gross motor. This study purposes to determine the relationship between stunting and children’s development. This study used a quantitative method using a cross sectional approach. The study respondents were 190 toddlers obtained by consentive sampling techniques that fit the inclusion and exclusion criteria. The data collection instrument used anthropmetric measurements and the Denver II questionnaire (DDST) is highly sensitive. Analysis of bivariate data using Kendall's Tau test. The results of the study were mostly male stunting toddlers (62.3%), the average age was 31.42 months. The results showed 53 stunting toddlers (100.0%) with normal development of 2 toddlers (3.8%), and suspected or suspected 50 toddlers (96.2%). The results of Kendall's Tau test reveal that there is a relationship between stunting and toddler development with p value =0.000 (p <0.05). Conclusion of stunting has relationship to the development of toddlers in Kemudo Village.