cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Intervensi Hidroterapi Rendam Kaki Air Hangat dengan Garam Epsom pada Lansia dengan Gout Arthritis Eni Folendra Rosa; Nelly Rustiati; Eka Harsanto; Suparno Suparno; Umar Hasan Martadinata
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.933

Abstract

Lansia adalah kelompok usia yang rentan terhadap penyakit degeneratif, salah satunya adalah gout arthritis. Penyakit ini ditandai dengan peradangan pada sendi akibat penumpukan kristal asam urat, menyebabkan nyeri yang mendadak, pembengkakan, kemerahan, dan rasa panas pada sendi. Pengelolaan nyeri sering kali melibatkan obat-obatan anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) yang memiliki efek samping signifikan, sehingga diperlukan alternatif non-farmakologis yang efektif, seperti hidroterapi dengan garam Epsom. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas intervensi hidroterapi rendam kaki air hangat dengan garam Epsom dalam mengurangi nyeri pada lansia dengan gout arthritis. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, melibatkan dua pasien lansia dengan gout arthritis. Subjek dipilih berdasarkan kriteria inklusi seperti diagnosis medis gout arthritis, usia 60-70 tahun, dan keluhan nyeri pada kaki. Intervensi dilakukan dengan merendam kaki dalam air hangat yang dicampur garam Epsom sebanyak 6 kali pertemuan, dengan durasi 15-20 menit setiap sesi. Pengkajian menunjukkan bahwa klien 1 mengalami nyeri di bagian pinggang hingga kaki kanan dengan skala nyeri 5, sementara klien 2 mengalami nyeri pada kedua kaki dengan skala nyeri 6. Setelah dilakukan intervensi hidroterapi, terdapat penurunan skala nyeri pada kedua klien. Skala nyeri klien 1 turun menjadi 1, dan skala nyeri klien 2 juga turun menjadi 1, menunjukkan bahwa hidroterapi dengan garam Epsom efektif dalam mengurangi nyeri. Hidroterapi dengan rendam kaki air hangat yang dicampur garam Epsom efektif dalam mengurangi nyeri pada lansia dengan gout arthritis.
Gambaran Stres Orang Tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri Panca Nuriz Zaneni; Noor Yunida Triana; Febi Septiani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat stres yang dialami oleh orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, di mana data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pengisian kuesioner oleh 83 orang tua murid yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden terdiri dari 1 orang remaja akhir (1,3%), 22 orang dewasa awal, dan 57 orang dewasa akhir (71,3%). Dari total responden, 71 orang (88,8%) adalah perempuan dan 9 orang (11,2%) adalah laki-laki. Tingkat stres yang dialami oleh orang tua terbagi dalam kategori stres ringan sebanyak 14 orang (17,5%) dan stres sedang sebanyak 66 orang (82,5%). Penelitian ini memberikan gambaran yang jelas mengenai tantangan yang dihadapi oleh orang tua dalam mengasuh anak berkebutuhan khusus, termasuk kekhawatiran yang sering dialami oleh ibu, seperti rasa cemas akan masa depan anak dan pandangan negatif dari lingkungan sekitar. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pihak terkait dalam meningkatkan dukungan bagi orang tua dan anak berkebutuhan khusus di Indonesia.
Evaluasi Masalah M1 Manajemen Keperawatan di Ruang Rawat Inap Siti Aisyah; Zahid Fikri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.941

Abstract

Manajemen keperawatan merupakan komponen penting dalam mendukung mutu layanan kesehatan, terutama pada unit dengan risiko klinis tinggi seperti ruangan kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan fungsi manajemen keperawatan di Ruang Semeru RSUD Dr. Saiful Anwar Malang berdasarkan aktivitas Manajemen 1 (M1), yang meliputi penyusunan jadwal dinas, pencantuman struktur organisasi, dan penggunaan kotak kemo sebagai media identifikasi pasien. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus melalui observasi langsung, wawancara singkat, dan telaah dokumen selama praktik manajemen keperawatan pada 29 September–19 Oktober 2025. Sampel penelitian yaitu tenanga keperawatan di ruangan semuru berjumlah 21 tenanga perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi manajemen telah diterapkan secara cukup baik dan mendukung efektivitas alur pelayanan. Komposisi SDM terdiri dari 62,49% tenaga keperawatan dan 37,51% tenaga non-keperawatan, dengan beban kerja terbesar pada pasien kanker kolorektal (19,57%). Mayoritas pasien berada pada kategori minimal care, namun tetap membutuhkan pemantauan intensif. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan manajemen keperawatan di Ruang Semeru berjalan sesuai standar, meskipun masih diperlukan optimalisasi dalam analisis beban kerja, supervisi tindakan berisiko tinggi, dan peningkatan kompetensi perawat.
Tren Kepemimpinan dalam Pendidikan Keperawatan: Sebuah Study Fenomenologi Edison Kabak
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.942

Abstract

Kepemimpinan merupakan kompetensi utama dalam pendidikan keperawatan, namun pengalaman mahasiswa terkait bagaimana kemampuan ini terbentuk melalui bimbingan pendidik masih jarang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman mahasiswa dalam mengembangkan kepemimpinan melalui interaksi langsung dengan pendidik di lingkungan akademik dan praktik klinik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan 10 mahasiswa keperawatan semester akhir sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi untuk mengidentifikasi tema dan esensi pengalaman. Lima tema utama muncul: (1) pendidik sebagai teladan kepemimpinan, (2) pendampingan dan bimbingan praktis, (3) komunikasi dan interaksi dengan pendidik, (4) penguatan nilai etika dan profesionalisme, dan (5) tantangan dalam menginternalisasi kepemimpinan. Mahasiswa menekankan bahwa pengalaman nyata, arahan pendidik, dan refleksi diri menjadi faktor utama dalam membentuk kemampuan memimpin. Kepemimpinan mahasiswa terbentuk melalui kombinasi peneladanan, bimbingan, komunikasi, dan internalisasi nilai etika, menegaskan perlunya strategi pendidikan yang holistik untuk menghasilkan perawat profesional, kompeten, dan adaptif.
Perbedaan Fungsi Paru antara Perokok Aktif dan Perokok Pasif dengan Uji Spirometri pada Orang Dewasa Masroni Masroni; Annisa Nur Nazmi; Putri Ulaun Novia; Fajri andi Rahmawan Rahmarwan; Ninis Indriani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.956

Abstract

Salah satu penyebab menurunnya fungsi paru adalah merokok. Merokok aktif pada usia dewasa  menyebabkan kapasitas fungsi paru menurun secara perlahan dan paparan asap rokok dari perokok aktif menyebabkan penurunan fungsi paru pada perokok pasif, meskipun dampaknya tidak separah perokok aktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan antara perokok aktif dan pasif terhadap fungsi paru dengan pemeriksaan spirometri pada orang dewasa Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 110 responden, yaitu 55 perokok aktif dan 55 perokok pasif dengan menggunakan teknik accidental sampling. Analisis statistik menggunakan uji mann whitney Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan seluruh responden perokok aktif dengan fungsi paru obstruktif sebanyak 28 responden (50,9%) dan seluruh responden perokok pasif dengan fungsi paru normal sebanyak 55 responden (100,0%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p sebesar .000 yang berarti terdapat perbedaan antara perokok aktif dan perokok pasif terhadap fungsi paru berdasarkan hasil pemeriksaan spirometri pada orang dewasa. Z statistik sebesar -9.049 yang bertanda negatif menunjukkan bahwa nilai perokok aktif lebih rendah daripada nilai perokok pasif. Kesimpulan: Responden perokok aktif diharapkan untuk berhenti merokok guna mencegah penurunan fungsi paru dan mengurangi dampak asap rokok pada perokok pasif, sehingga kesehatan paru tetap terjaga dan risiko gangguan fungsi paru pada orang di sekitarnya dapat diminimalkan.
Penerapan Terapi Pijat Refleksi Kaki terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Nur Afra Niza; Nur Melizza
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.959

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi pada lansia dan sering menyebabkan keluhan seperti sakit kepala, ketegangan otot, serta gangguan tidur. Kondisi ini membutuhkan penanganan komprehensif, termasuk terapi nonfarmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pijat refleksi kaki dalam menurunkan tekanan darah dan mengurangi keluhan nyeri pada pasien lansia dengan hipertensi. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada seorang pasien lansia di Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Intervensi pijat refleksi kaki diberikan selama 20–30 menit sekali sehari selama tiga hari berturut-turut, sedangkan data diperoleh melalui wawancara, observasi fisik, dan dokumentasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Intervensi dilakukan dengan memberikan terapi pijat relaksasi kaki selama 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah bertahap dari 160/70 mmHg menjadi 128/90 mmHg setelah intervensi, disertai berkurangnya keluhan seperti pusing, nyeri leher, rasa pegal, serta perbaikan kualitas tidur. Pijat refleksi kaki terbukti membantu meningkatkan relaksasi melalui mekanisme aktivasi saraf parasimpatis, penurunan hormon stres, dan peningkatan aliran darah. Dengan demikian, pijat refleksi kaki efektif, aman, dan mudah diterapkan sebagai terapi nonfarmakologis pendukung dalam pengendalian hipertensi pada lansia.
Pengaruh Terapi MAS (Massage Aromatherapy Sleep Hygiene) terhadap Kualitas Tidur Lansia dengan Rheumatoid Arthritis Maya Cobalt Angio Septianingtyas; Siti Juwariyah; Danny Putri Sulistyaningrum; Resa Nirmala Jona; Vivi Sovianti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.960

Abstract

Lansia yang berusia 60 tahun mengalami rheumatoid arthritis dapat mengalami penurunan kualitas tidur. Kualitas tidur lansia dapat ditingkatkan dengan tindakan nonfarmakologi dengan cara memberikan Terapi MAS (Massage Aromatherapy Sleep Hygiene). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh massage, aromatherapy, sleep Hygiene terhadap kualitas tidur pada lansia yang mengalami Rheumatoid Arthritis sebelum dan sesudah intervensi. Metode penelitian ini menggunakan One Group Pre dan Post Design. Teknik sampling yang digunakan random sampling pada 40 responden, menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dengan nilai reliabilitas 0,83 dan validitas 0,905. Hasil analisis didapatkan hasil rata-rata sebelum terapi MAS yaitu 95,0% dengan kualitas tidur buruk. Rata-rata sesudah terapi MAS yaitu 60% dengan kualitas tidur baik. Hasil uji Wilcoxon didapatkan P value 0,0001 (<0,05) Hal ini menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh pemberian terapi massage aromatherapy sleep Hygiene terhadap kualitas tidur lansia yang menderita rematik.
Faktor–faktor yang Mempengaruhi Stres Digital Mahasiswa Santi Puspitasari; Lia Nurlianawati; Wini Resna Novianti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.966

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan memberikan beragam kemudahan, namun juga menimbulkan stres digital bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi stres digital mahasiswa Universitas Bhakti Kencana. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif, penelitian ini melibatkan 152 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner Digital Stress Scale (DSS) dengan Uji Validitas 0,80 dan Reabilitas 0.88 yang Dimana sudah valid dan realibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres digital mahasiswa berada pada kategori sedang dengan faktor penyebab terbesar terdiri dari fear of missing out (40%), smartphone attachment (30%), information overload (10%), manajemen waktu dan batas digital (10%), multitasking digital (5%), dan tekanan media sosial (5%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa stres digital mahasiswa dipengaruhi oleh kombinasi faktor personal, akademik, dan sosial yang terintegrasi dalam kehidupan digital sehari-hari.Berdasarkan penelitian ini perlunya penguatan literasi digital, peningkatan kemampuan manajemen waktu, pembatasan penggunaan gawai, serta dukungan institusi berupa edukasi kesehatan mental untuk menurunkan risiko stres digital.
Tantangan Mahasiswa dalam Pendidikan Keperawatan Berbasis Komunitas: Studi Deskriptif Kualitatif Edison Kabak
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.968

Abstract

Pendidikan keperawatan berbasis komunitas mengharuskan siswa untuk menerapkan teori dalam praktik nyata, tetapi sering menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan tantangan yang dialami oleh mahasiswa keperawatan selama pembelajaran berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan 10 peserta dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk menemukan pola pengalaman siswa. Analisis menunjukkan empat tema utama: (1) kesenjangan antara teori dan praktik, (2) keterbatasan pendampingan dan koordinasi lapangan, (3) tantangan komunikasi dan adaptasi budaya, dan (4) manajemen waktu dan beban akademik yang tinggi. Temuan ini menggambarkan kompleksitas pengalaman siswa dalam menghadapi tuntutan pembelajaran masyarakat. Memperkuat pendampingan, mengintegrasikan teori dan praktik, dan strategi manajemen waktu adalah kunci untuk mendukung keberhasilan siswa dalam pendidikan keperawatan berbasis komunitas.
Hubungan Mekanisme Koping dengan Tingkat Stres pada Masyarakat yang Terdampak Banjir Anisa Yulvi Azni; Sri Wahyuni; Aminatul Fitri; Nur Aulia
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.970

Abstract

Banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi di Indonesia dan tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental masyarakat. Mekanisme koping berperan penting dalam menentukan kemampuan individu mengelola stres akibat bencana. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan mekanisme koping dengan tingkat stres pada masyarakat terdampak banjir di wilayah kerja Puskesmas Umban Sari.Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 100 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10) dan mekanisme koping menggunakan Brief COPE. Analisis hubungan menggunakan uji Chi-square dengan α = 0,05. Sebanyak 61% responden menggunakan mekanisme koping maladaptif. Tingkat stres didominasi kategori sedang (52%) dan berat (34%). Terdapat hubungan signifikan antara mekanisme koping dan tingkat stres (p = 0,023). Responden dengan koping adaptif lebih banyak berada pada kategori stres ringan–sedang, sedangkan koping maladaptif berhubungan dengan stres berat. Mekanisme koping berpengaruh signifikan terhadap tingkat stres masyarakat terdampak banjir.