cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Hubungan Tingkat Kecemasan dalam Menghadapi Ujian Klinik dengan Kejadian Dispepsia pada Mahasiswa Profesi Ners Muhammad Galang Maulana; Dedah Ningrum; Rafika Rosyda
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1035

Abstract

Kecemasan dalam menghadapi ujian klinik merupakan stresor akademik yang banyak dialami mahasiswa profesi Ners dan dapat memengaruhi kondisi fisiologis, termasuk memicu gangguan saluran cerna seperti dispepsia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kecemasan menghadapi ujian klinik dengan kejadian dispepsia pada mahasiswa Profesi Ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Penelitian menggunakan metode deskriptif korelasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 53 mahasiswa yang dipilih menggunakan total sampling. Instrumen penelitian mencakup Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) yang dikembangkan oleh Taylor dan telah diadaptasi ke Bahasa Indonesia oleh Utari, dengan koefisien reliabilitas 0,87 yang menunjukkan konsistensi internal sangat baik, serta kuesioner PADYQ yang telah diuji validitas konstruk dan reliabilitasnya oleh Sander et al. dengan nilai Cronbach’s alpha 0,87 dan korelasi item–total 0,61–0,83. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kecemasan kategori sedang (62.3%). Seluruh responden mengalami dispepsia dengan variasi tingkat keparahan. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan kejadian dispepsia (r = 0.740; p = 0.001). Temuan ini menegaskan bahwa kecemasan menghadapi ujian klinik berhubungan dengan gejala dispepsia pada mahasiswa.
Analisis Konsep Discharge Planning pada Pasien Post URS Isnaeni Nurhayati; Irma Liana Putri; Siti Aisah; Aric Vranada
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1036

Abstract

Discharge planning merupakan komponen krusial dalam transisi perawatan pasien dari rumah sakit menuju rumah, terutama pada pasien post-Ureterorenoscopy (URS) yang memiliki risiko komplikasi seperti nyeri, hematuria, infeksi, dan keluhan terkait ureteral stent. Namun, berbagai penelitian internasional maupun nasional menunjukkan bahwa implementasi discharge planning masih belum optimal, dipengaruhi oleh rendahnya kepatuhan tenaga kesehatan, kurangnya komunikasi, keterbatasan tenaga, serta minimnya edukasi spesifik prosedur yang diberikan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep discharge planning pada pasien post-URS. Penelusuran literatur dilakukan pada PubMed, CINAHL, ScienceDirect, Google Scholar, serta pedoman EAU dan AUA periode 2022–2025. Dari 156 artikel yang diidentifikasi, 128 artikel diseleksi berdasarkan judul dan abstrak, dan 49 artikel ditelaah secara penuh. Sebanyak 17 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara konseptual menggunakan kerangka Walker & Avant dengan pendekatan analisis tematik untuk mengidentifikasi definisi konsep, atribut karakteristik, antecedents, dan consequences discharge planning pasca-ureteroskopi (URS). Hasil analisis mengidentifikasi definisi konsep, atribut karakteristik, antecedents, dan konsekuensi klinis discharge planning pada konteks URS. Atribut utama meliputi asesmen individual, edukasi terarah sesuai prosedur, koordinasi multidisiplin, perencanaan tindak lanjut, dokumentasi komprehensif, serta keterlibatan pasien dan keluarga. Discharge planning yang efektif terbukti meningkatkan keselamatan pasien, mengurangi risiko readmisi, menurunkan kejadian komplikasi, serta memperkuat kontinuitas asuhan pasca-operasi. Penelitian ini menegaskan bahwa discharge planning pada pasien post-URS harus dilakukan secara terstruktur sejak hari pertama perawatan untuk mendukung pemulihan optimal dan mencegah dampak klinis yang tidak diinginkan.
Profil Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Ita Pursitasari; Ida Farida; Meirina Meirina
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1037

Abstract

Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular. Penderita Diabetes Melitus terutama Diabetes Melitus Tipe 2 semakin lama semakin bertambah jumlahnya, bila tidak dicegah penderita diabetes akan mengalami komplikasi baik mikrovaskular atau makrovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan simple random sampling, jumlah responden sebanyak 247 orang. Tehnik pengumpulan data dengan cara wawancara dan pengukuran gula darah. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan SPSS. Hasil yang didapatkan yaitu pasien Diabetes Melitus banyak di derita oleh pasien dengan jenis kelamin perempuan dengan rentang usia 61-65 tahun.
Efektifitas Aromatherapy Lavender dan Pijat Oksitosin terhadap Produksi ASI pada Ibu Post Partum Shaimaa Alma La’ali; Atun Raudotul Ma’rifah; Agustina Desy Putri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1039

Abstract

Produksi ASI yang inadekuat pada bayi baru lahir sering disebabkan karena kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan hormon oksitosin. Masalah ini perlu segera ditangani karena besarnya manfaat ASI bagi kesehatan ibu dan bayi. Intervensi keperawatan nonfarmakologis seperti Aroma terapi lavender dan pijat oksitosin dapat meningkatkan stimulasi impuls saraf yang dituju karena kulit menyerap minyak aroma terapi melancarkan sirkulasi darah, melemaskan otot, meningkatkan kenyamanan psikologis ibu, dan meningkatkan kelancaran ASI.  Tujuan penelitian menganalisis efektivitas aromatherapy lavender dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI. Desain penelitian menggunakan studi kasus deskriptif analisis terhadap seorang pasien bernama Ny.A di ruang flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada tanggal 16-17 Juli 2025.  Intervensi dilakukan selama dua hari, sekali sehari, dengan durasi 20-30 menit setiap sesi. Data dikumpulkan berdasarkan hasil pengkajian dan evaluasi yang diperoleh dari data subyektif, objektif, dan pemeriksaan penunjang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi asuhan keperawatan, dengan tahapan pengkajian,. Hasil menunjukkan peningkatan suplai ASI, ibu tampak lebih rileks, dan peningkatan asupan bayi. . Dengan demikian, aroma terapi lavender dan pijat oksitosin  tidak hanya efektif dalam merangsang hormon prolaktin dan hormon oksitosin yang sangat berperan dalam memproduksi ASI, tetapi juga memberikan dampak psikologis yang membuat ibu lebih rileks menjadi faktor kunci keberhasilan menyusui.
Studi Kasus pada Ny.R Dengan Diagnosa Medis Abdominal Pain melalui Intervensi Guided Imagery Salva Nurdianti Aziz; Ikit Netra Wirakhmi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1040

Abstract

Konstipasi merupakan gangguan eliminasi yang dapat menyebabkan nyeri abdomen dan kecemasan. Nyeri yang tidak tertangani dapat meningkatkan ketegangan otot sehingga memperburuk gangguan eliminasi. Intervensi nonfarmakologis seperti guided imagery berperan dalam menurunkan persepsi nyeri dan kecemasan melalui mekanisme relaksasi dan aktivasi sistem saraf parasimpatis. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan dengan intervensi guided imagery dalam menurunkan nyeri abdomen dan kecemasan pada pasien konstipasi. Studi kasus ini dilakukan pada Ny. R yang mengalami nyeri abdomen akibat konstipasi disertai kecemasan dengan menggunakan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Diagnosa utama adalah nyeri akut berhubungan dengan spasme abdomen dan kecemasan berhubungan dengan ketidaknyamanan fisik. Intervensi guided imagery diberikan selama 10–15 menit per sesi, satu kali sehari selama tiga hari. Hasil menunjukkan penurunan intensitas nyeri dari skala 6 menjadi 3, penurunan kecemasan, pasien tampak lebih rileks, kualitas tidur membaik, serta pola eliminasi menunjukkan perbaikan. Temuan ini menunjukkan bahwa guided imagery efektif sebagai terapi komplementer pada pasien konstipasi.
Body Image dengan Perilaku Bullying pada Remaja Gita Nena Khoiroza Abdillah; Eka Malfasari; Emulyani Emulyani; Fitri Erlyn
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1046

Abstract

Bullying telah muncul sebagai masalah yang meluas di lingkungan pendidikan Indonesia, khususnya di Pekanbaru, di mana prevalensinya yang mengkhawatirkan secara signifikan mengancam kesehatan mental dan perkembangan sosial remaja. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 278 siswa berusia 11-16 tahun dari SMP Negeri 25 Pekanbaru yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scales (MBSRQ-AS) untuk menilai citra tubuh (body image) dan Olweus Bullying Victimization Questionnaire (OBVQ-R) untuk mengukur perilaku bullying. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Analisis statistik menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,096 dengan nilai p-value 0,111 (>0,05), yang mengindikasikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara citra tubuh dan perilaku bullying pada siswa. Mayoritas responden melaporkan citra tubuh yang positif (Mean=109,41) meskipun perilaku bullying tetap terjadi (Mean=100,59). Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi citra tubuh bukanlah prediktor utama keterlibatan dalam bullying pada demografi ini.
Analisis Deskriptif Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Pencegahan Diabetes Mellitus pada Penduduk Dewasa Lutfi Fajar Nuraidah; Lestari Rahajoe; Ida Mahfiroh; Pungky Anggraeni Mustika
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1051

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, termasuk Jawa Timur, dengan prevalensi yang terus meningkat. Upaya pencegahan bergantung pada pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat dalam menjalankan gaya hidup sehat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pola pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan DM pada penduduk dewasa di Jawa Timur. Desain penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei cross-sectional. Sebanyak 14.892 responden dewasa berpartisipasi melalui kuesioner daring menggunakan Google Form. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan purposive sampling. Instrumen mencakup variabel sosio-demografi, pengetahuan, sikap, serta praktik pencegahan DM. Validitas isi instrumen diperoleh melalui expert judgement, sedangkan reliabilitas diuji dengan Cronbach’s Alpha yang menunjukan nilai > 0,70 pada seluruh variabel. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Mayoritas responden adalah perempuan (97,1%) dengan kelompok usia terbanyak 26–45 tahun (58,7%). Tingkat pendidikan didominasi lulusan SMA/SMK (55,0%). Pengetahuan sebagian besar berada pada kategori tinggi (64,5%), dan sikap terhadap pencegahan DM sangat positif (89,0%). Praktik pencegahan belum optima, hanya 39,8% responden yang rutin beraktivitas fisik dan 35,0% selalu melakukan pemeriksaan kesehatan, sementara pola makan sehat lebih banyak diikuti (60,0% sering dan 28,0% selalu).Kesimpulannya, pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pencegahan DM relatif baik, tetapi praktik pencegahan masih perlu ditingkatkan, terutama aktivitas fisik dan pemeriksaan kesehatan rutin. Program promosi kesehatan berbasis komunitas dengan melibatkan perempuan sebagai agen perubahan serta integrasi edukasi gizi dan pemeriksaan berkala direkomendasikan untuk memperkuat upaya pencegahan DM di Jawa Timur.
Stigma Afiliasi pada Orang Tua dengan Anak Down Syndrome Nadia Fadila Surya; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1061

Abstract

Stigma afiliasi merupakan bentuk stigma tidak langsung yang dialami individu karena kedekatannya dengan seseorang yang menjadi target stigma, termasuk orang tua yang memiliki anak dengan Down syndrome. Stigma ini dapat memengaruhi aspek kognitif, afektif, dan perilaku orang tua, sehingga berpotensi mengganggu kesejahteraan psikologis dan kualitas pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat stigma afiliasi pada orang tua dengan anak Down syndrome di Komunitas X berdasarkan ketiga dimensi tersebut. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 65 responden yang dipilih menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Affiliate Stigma Scale (ASS) terdiri dari 22 item dengan skala Likert 4 poin, yang telah diuji validitas konstruk menggunakan Pearson’s Correlation dengan hasil p < 0,05 (0,001–0,017) dan diuji reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpha: 0,791 (kognitif), 0,779 (afektif), dan 0,777 (perilaku). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95.4% orang tua berada pada kategori stigma afiliasi rendah, 4.6% pada kategori sedang, dan tidak ditemukan stigma afiliasi tinggi. Stigma afiliasi berdasarkan dimensi kognitif dan afektif, 93.8% orang tua berada pada kategori rendah, sementara seluruh (100%) orang tua berada pada kategori rendah pada dimensi perilaku. Temuan ini menunjukkan bahwa stigma sosial masih dirasakan, namun sebagian besar orang tua mampu mengelola dampaknya melalui mekanisme adaptasi, dukungan sosial, dan keterlibatan komunitas.
Androgen Receptor, Resistensi Terapi, dan Pendekatan Terapeutik Baru pada Kanker Prostat Winda Gusya; Farabilla Fredela; Sekar Arum Firdausi; Ika Nur Pratiwi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1064

Abstract

Androgen receptor (AR) merupakan penggerak utama perkembangan kanker prostat dan tetap aktif meskipun kadar testosteron telah mencapai kondisi kastrasi. Resistensi terapi muncul melalui amplifikasi AR, mutasi ligand-binding domain (LBD), varian splice seperti AR-V7, bypass pathways (misalnya glucocorticoid receptor), serta aktivasi jalur non-AR seperti PI3K/AKT dan NF-κB. Tinjauan sistematis ini menganalisis mekanisme resistensi berbasis AR, peran jalur non-AR, serta efektivitas pendekatan terapeutik baru pada castration-resistant prostate cancer (CRPC). Systematic review dilakukan sesuai PRISMA 2020. PICO digunakan untuk merumuskan pertanyaan riset. Pencarian dilakukan pada PubMed, Scopus, Web of Science, dan Embase menggunakan kata kunci seperti “prostate cancer”, “castration-resistant prostate cancer”, “androgen receptor”, “AR-V7”, “antiandrogen resistance”, dan “novel AR-targeted therapy” dengan rentang publikasi 2015–2025. Screening dilakukan oleh dua reviewer independen. Kualitas studi dianalisis menggunakan RoB-2 dan Newcastle–Ottawa Scale. Dari 1.972 artikel yang teridentifikasi pada tahap awal, sebanyak 33 studi memenuhi kriteria inklusi dan disertakan dalam sintesis akhir. Lima tema utama ditemukan: (1) reaktivasi AR melalui amplifikasi, mutasi, dan AR-V7; (2) aktivasi jalur non-AR; (3) resistensi terhadap antiandrogen generasi baru; (4) terapi inovatif seperti PROTACs, AR-V7 degraders, N-terminal domain inhibitors, dan RNA interference; (5) pendekatan drug repurposing & strategi re-sensitisasi seperti Bipolar Androgen Therapy (BAT). Resistensi CRPC didorong oleh interaksi kompleks antara perubahan AR, jalur kompensasi non-AR, dan adaptasi epigenetik. Terapi multimodal berbasis biomarker menjadi arah masa depan pengelolaan CRPC.
Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Masalah Hipertensi: Case Study Adelse Prima Mulya; Sandra Restuti; Siti Mutia Kosassy
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1067

Abstract

Hipertensi menjadi penyakit tidak menular dengan kasus tertinggi di Indonesia. Tingginya kasus ini, tidak diimbangi dengan manajemen hipertensi yang baik. Padahal, faktor risiko hipertensi dapat dicegah melalui pengelolaan gaya hidup sejak dari lingkup keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada keluarga dengan hipertensi di masa pandemi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan proses keperawatan sebagai pendekatan meliputi pengkajian berdasarkan teori Friedman. Penegakkan diagnosa menggunakan SDKI, rancangan intervensi menggunakan SIKI dan penetapan evaluasi menggunakan SLKI. Keluarga mengatakan Ny. S memiliki hipertensi yang sering menimbulkan pusing dan sakit kepala. Ny. S mengatakan pola hidup keluarganya kurang sehat dan suaminya sering merokok di sekitar rumah. Ny. S juga mengatakan tidak pernah kontrol ke dokter, jika obatnya habis Ny. S akan membeli sendiri dengan membawa bungkus obat sebelumnya. Masalah keperawatan keluarga yang muncul adalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif. Intervensi yang diberikan adalah pendidikan kesehatan mengenai konsep dan manajemen hipertensi. Pemberian asuhan keperawatan secara luring lebih efisien dibandingkan asuhan keperawatan secara daring. Kegiatan luring lebih ekonomis, mudah dilakukan serta lebih mendukung proses komunikasi yang interaktif antara perawat dan keluarga.