cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Hubungan antara Dukungan Sosial dan Kualitas Hidup pada Pasien Diabetes Mellitus Devangga Darma Karingga; Kun Ika Nur Rahayu; Kristin Daryanto; Sucipto Sucipto; Achmad Wahdi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2193

Abstract

Perubahan kesehatan pada penderita Diabetes Melitus (DM) dapat menyebabkan berbagai masalah dalam kehidupan, termasuk penurunan Kualitas Hidup. Kualitas hidup yang buruk dapat menyebabkan berkurangnya perawatan diri, yang pada akhirnya menyebabkan memburuknya kontrol glikemik. Salah satu faktor yang mendukung kualitas hidup adalah dukungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan Kualitas Hidup pada penderita DM. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan metode analisis korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 responden penderita Diabetes Melitus berdasarkan data dari Puskesmas tahun lalu. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi peringkat Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% responden memiliki dukungan sosial dalam kategori baik. Dari 60 responden, 35% memiliki Kualitas Hidup dalam kategori baik. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p 0,000 (p <α 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara dukungan sosial dan kualitas hidup penderita DM di Wilayah Desa Nglanduk, Kabupaten Madiun.
Penerapan Terapi Kompres Hangat pada Leher terhadap Penurunan Nyeri Kepala Pasien Hipertensi: Studi Kasus Farel Chery; Faqih Ruhyanudin
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2194

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering menimbulkan keluhan nyeri kepala dan nyeri tengkuk akibat peningkatan tekanan pada pembuluh darah. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri adalah kompres hangat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan kompres hangat pada leher dalam menurunkan nyeri kepala pada pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan satu subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengkajian dilakukan pada bulan April–Mei 2026 di Kelurahan Bandulan. Intervensi diberikan berupa kompres hangat pada area leher selama 15–20 menit, satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan skala nyeri numerik sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan perubahan tingkat nyeri sebelum dan setelah pemberian kompres hangat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skala nyeri subjek menurun dari 6 (nyeri sedang) menjadi 2 (nyeri ringan) setelah intervensi selama tiga hari. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kompres hangat pada leher dapat membantu menurunkan intensitas nyeri kepala pada pasien hipertensi dan dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan secara mandiri.
Analisis Fungsi Keluarga terhadap Kualitas Hidup Pasien Penyakit Kronis Andriani Mei Astuti; Insanul Firdaus; Irba Tartila Amtiyaz; Fitria Febrianti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2206

Abstract

Fungsi keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan kualitas hidup pasien penyakit kronis. Memiliki kualitas hidup yang baik akan mengurangi risiko terjadinya komplikasi yang dapat memperburuk keadaan. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga dengan kualitas hidup pasien penyakit kronis  degeneratif yang tergabung dalam komunitas Program Pengelolaan Penyakit Kronis Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau Prolanis BPJS Kesehatan di UPTD Puskesmas Baki. Penelitian deskriptif analitik ini dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2024 dengan menggunakan kuesioner Quality of Life - BREF (WHOQOL-BREF) dan APGAR Keluarga. Instrumen diadopsi dari World Health Organization dan instrumen telah melalui uji validitas dan reliabilitas dengan hasil seluruh item dinyatakan valid karena memiliki nilai korelasi item-total lebih besar dari r tabel serta nilai Cronbach’s Alpha >0,70 yang menunjukkan reliabilitas baik. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling sebanyak 128 peserta. Pada penilaian APGAR keluarga didapatkan 52,3% peserta memiliki keluarga disfungsional sedang dan 43,8% sangat fungsional. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara fungsi keluarga dengan kualitas hidup peserta Prolanis (p value=0,014) sedangkan pengaruh fungsi keluarga terhadap kualitas hidup peserta Prolanis sebesar 8,8% (R2=0,088). Hal ini menjadi salah satu aspek penting bagi dokter di layanan primer agar lebih melibatkan peran fungsi keluarga dalam mengelola pasien penyakit kronis.
Studi Kasus: Penerapan Mobilisasi Dini Bertahap terhadap Tekanan Darah dan Frekuensi Nadi pada Pasien STEMI Ferdinand Bagas Opsi Yudhistira; Indah Dwi Pratiwi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2213

Abstract

Ketidakstabilan hemodinamik pada pasien ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) akibat tirah baring lama memerlukan penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan mobilisasi dini bertahaap fase I terhadap Stabilisasi tekanan darah dan frekuensi nadi pada pasien STEMI di Ruang perawatan Intensif. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien STEMI laki-laki berusia kurang dari 75 tahun. Intervensi dilaksanakan sebanyak tiga sesi dalam dua hari dengan durasi 15–30 menit per sesi menggunakan penapisan Skala Borg. Pasca-intervensi hingga sesi 3, kedua pasien menunjukkan penurunan parameter hemodinamik yang stabil. Tekanan darah Tn. D turun dari 150/89 mmHg menjadi 111/63 mmHg (nadi 71 ke 60 x/menit), sedangkan Tn. M turun dari 139/91 mmHg menjadi 126/80 mmHg (nadi 101 ke 67 x/menit). Skor Skala Borg konsisten bernilai 0. Simpulan: Mobilisasi dini bertahap fase I efektif dan aman dalam menjaga serta mengoptimalkan stabilitas hemodinamik pasien STEMI. Mobilisasi dini bertahap fase pertama yang dilakukan dalam 12 hingga 18 jam pasca serangan pada STEMI anteroseptal terbukti aman dan efektif dalam meningkatkan hemodinamik yang di tandai dengan penurunan tekanan darah dan frekuensi nadi tanpa mnimbulkan komplikasi klinis.
Sistem Pengingat Pemberian Insulin Berbasis Aplikasi dan Alarm Pintar untuk Meningkatkan Kepatuhan Terapi pada Pasien Diabetes Mellitus Estu Nugrahaning Widi; Nurul Auliyah; Agus Suseno; Wahyuni Wahyuni; Marcos De Oliveira Soares; Aric Vranada
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2214

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terus meningkat prevalensinya di seluruh dunia. Salah satu hambatan utama dalam pengelolaan DM adalah rendahnya kepatuhan pasien terhadap jadwal pemberian insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem pengingat berbasis aplikasi ponsel pintar dan alarm pintar dalam meningkatkan kepatuhan terapi insulin pada pasien diabetes mellitus. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, melibatkan 30 pasien diabetes mellitus yang menggunakan insulin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alarm pintar dan aplikasi pengingat secara signifikan meningkatkan kepatuhan pemberian insulin, tercermin dari peningkatan nilai time-in-range (TIR) dan penurunan kadar HbA1c secara konsisten pada mayoritas peserta. Tingkat kepatuhan terhadap jadwal yang direkomendasikan sistem mencapai angka yang tinggi tanpa adanya peningkatan kejadian hipoglikemia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi digital berupa aplikasi dan alarm pintar terbukti efektif sebagai alat bantu manajemen mandiri diabetes, dan berpotensi menjadi komponen penting dalam rencana perawatan holistik pasien diabetes mellitus.
Faktor Risiko Penularan HIV/AIDS pada Remaja di Indonesia: Tinjauan Literatur Rusmiati Rusmiati; Marsya Andini; Putri Ramadani; Nur Syarafinas; Mega Aulia; Putri Intan Nuraini
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2222

Abstract

HIV atau AIDS merupakan masalah kesehatan global, terutama pada golongan remaja yang termasuk populasi rentan terhadap penularan. Tingginya angka kasus pada kelompok ini biasanya dipengaruhi karena berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor risiko penularan HIV pada remaja melalui pendekatan tinjauan literatur. Metode yang digunakan merupakan tinjauan literatur untuk menganalisis 11 artikel ilmiah yang diperoleh dari berbagai database jurnal nasional dan internasional, yang diterbitkan dalam rentang waktu antara tahun 2021 hingga 2026. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengelompokkan variabel faktor risiko yang ditemukan dalam berbagai penelitian. Hasil analisis menunjukkan beberapa faktor yaitu perilaku seksual berisiko seperti hubungan tanpa kondom dan berganti pasangan, penggunaan jarum suntik tidak steril atau yang sudah pernah terpakai, serta riwayat infeksi menular seksual. Selain itu, faktor lain yang berkontribusi secara statistik signifikan adalah rendahnya tingkat pengetahuan, pendidikan, dan akses informasi, serta pengaruh lingkungan sosial seperti tekanan teman sebaya dan stigma terhadap penderita HIV. Beberapa studi juga menunjukkan adanya keterikatan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan dengan signifikasi p<0,05. Kesimpulan dari tinjauan ini adalah faktor risiko penularan HIV pada remaja bersifat multifactorial.
Terapi Mendongeng Berbasis Boneka sebagai Intervensi Nonfarmakologis Nyeri pada Anak Leukemia Latif Budi Setiawan; Etika Dewi Cahyaningrum
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2227

Abstract

Acute lymphoblastic leukemia (ALL) merupakan keganasan hematologi menghambat limfoid progenitor sel B dan sel T yang sering ditemukan pada anak dan dapat menimbulkan nyeri akibat penyakit maupun efek kemoterapi. Intervensi nonfarmakologis diperlukan untuk membantu mengurangi nyeri selama perawatan. Mengeksplorasi penerapan terapi mendongeng berbasis boneka sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan nyeri pada anak dengan ALL pasca kemoterapi Di Ruang Aster Rumah Sakit Umum Daerah Margono Soekarjo. Studi kasus deskriptif pada seorang anak usia 6 tahun 3 bulan dengan ALL pasca kemoterapi. Data dianalisis melalui tahap pengumpulan data menggunakan rekamedik pasien, pengkajian, penegakan diagnosa, perencanaan keperawatan, pelaksanaan, observasi dilakukan 2 kali setiap pertemua dilakukan kurang lebih 10 menit yaitu pre dan post terapi mendongeng dengan media boneka. Tingkat nyeri diukur menggunakan FLACC Scale. Skor nyeri menurun dari 6 menjadi 3 pada hari pertama dan dari 5 menjadi 3 pada hari kedua setelah intervensi. Terapi mendongeng berbasis boneka berpotensi digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu menurunkan nyeri pada anak dengan ALL pasca kemoterapi.
Pengaruh Terapi Okupasi terhadap Stres pada Lansia Eva Ramayanti; Sucipto Sucipto; Endang Mei Yunalia; Devangga Darma Karingga; Ali Mansur
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menua adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Salah satu masalah psikologis yang dapat dialami oleh lansia adalah stres. Stres adalah reaksi tubuh terhadap sesuatu yang menimbulkan tekanan perubahan dan ketegangan emosi. Salah satu jenis terapi yang dapat digunakan untuk mengurangi stres yaitu terapi okupasi. Terapi ini berfokus pada pengenalan kemampuan yang masih ada pada seseorang, pemeliharaan dan peningkatan bertujuan untuk membentuk seseorang agar mandiri. Tujuan untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi terhadap tingkat stres pada lansia di UPT PSTW. Desain Penelitian yang di gunakan pra eksperimental one group pre test post test. Tehnik Penelitian yang di pakai ialah proposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah lanjut usia (lansia) di UPT PSTW sebanyak 15 orang. Instrumen penelitian adalah lembar kuesioner DASS 42 dengan uji validitas dan reliabilitas internal berupa content dan construct. Analisa data bivariat  menggunakan Wilcoxon sign test dengan bantuan komptier. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa sebelum dilakukan terapi okupasi sebagian besar responden mengalami stres berat sebesar 50,0%. Setelah diberikan terapi okupasi sebesar 42,9% tidak mengalami stres. Hasil analisa bivariat pada nilai signifikan a=0,5. Hasil uji statistik yang didapatkan p value  sebesar 0,005. Penelitian ini memberikan hasil adanya pengaruh pemberian terapi okupasi terhadap stres pada lansia.
Peran Kualitas Spiritual sebagai Faktor Protektif terhadap Academic Burnout pada Mahasiswa Kesehatan Mawardi Mawardi; Ambar Winarti; Agus Murtana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2246

Abstract

Mahasiswa kesehatan merupakan kelompok yang rentan mengalami academic burnout akibat tingginya tuntutan akademik, beban praktik klinik, serta tekanan evaluasi kompetensi yang berkelanjutan. Faktor internal yang diduga berperan sebagai faktor protektif terhadap burnout adalah kualitas spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kualitas spiritual sebagai faktor protektif terhadap academic burnout pada mahasiswa kesehatan. Penelitian kuantitatif analitik ini dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 120 mahasiswa kesehatan yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Spiritual Well-Being Scale (SWBS) untuk mengukur kualitas spiritual dan MBI-SS. Hasil uji reliabilitas instrumen Spiritual Well-Being Scale (SWBS) dengan nilai Cronbach's alpha total sebesar 0,89–0,94. Sementara itu, MBI-SS menunjukkan reliabilitas internal yang memadai dengan nilai Cronbach's alpha pada subskala emotional exhaustion sebesar 0,837, cynicism sebesar 0,869, dan academic efficacy sebesar 0,881. Analisis data meliputi analisis univariat dan uji regresi linear untuk mengetahui kontribusi kualitas spiritual dalam memprediksi tingkat burnout dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden memiliki kualitas spiritual dalam kategori tinggi (54,2%). Sebagian besar mahasiswa mengalami academic burnout kategori sedang (57,5%), sedangkan 18,3% responden berada pada kategori burnout tinggi. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan r = -0,487 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Analisis regresi linear sederhana β = -0,431; p = 0,000). Maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kualitas spiritual dan academic burnout.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia Agustaria Ginting; Mardiati Barus; Pasya Veronika Marpaung
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2254

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh lansia dan menjadi penyebab meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal. Beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya tekanan darah pada lansia seperti umur, jenis kelamin, genetik, berat badan berlebihan, asupan gizi, kurang aktivitas fisik, merokok, penggunaan alkohol, serta asupan natrium dan kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Dolok Masihul Tahun 2025. Penelitian ini bersifat observasional analitik yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 393 orang dengan sampel sebanyak 77 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara langsung menggunakan kuesioner. Instrumen penelitian memiliki nilai validitas dengan r tabel sebesar 0,48, sedangkan uji reliabilitas tidak dilakukan karena kuesioner yang digunakan, yaitu GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire), merupakan instrumen baku yang telah digunakan dalam berbagai penelitian sebelumnya. Pengukuran tekanan darah dilakukan menggunakan sphygmomanometer OneMed. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat aktivitas sedang sebesar 49.4% dan responden yang mengalami hipertensi sebesar 23.4%. Berdasarkan  hasil uji chi-square menunjukkan nilai p-value =0,020, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia.