cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Pengaruh Demonstrasi Resusitasi Jantung Paru terhadap Motivasi Menolong Korban Henti Jantung Gezia Noersyahbania; Ratih Kusuma Dewi; Anita Setyowati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2267

Abstract

Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani. Rendahnya motivasi masyarakat dalam memberikan pertolongan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya angka kelangsungan hidup korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh demonstrasi resusitasi jantung paru terhadap motivasi menolong korban henti jantung. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan One Group Pretest–Posttest. Sampel penelitian berjumlah 58 responden yang merupakan anggota Palang Merah Remaja SMA Negeri 1 Sentolo dan dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tingkat motivasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Seluruh item dinyatakan valid (r hitung > r tabel), dengan nilai reliabilitas Cronbach's Alpha sebesar 0,901 (>0,60), sehingga instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Kemudian data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi menolong setelah diberikan demonstrasi resusitasi jantung paru. Analisis statistik menunjukkan nilai ????-value sebesar 0,000 (????<0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh demonstrasi resusitasi jantung paru terhadap motivasi menolong korban henti jantung.
Analisis tentang Pendidikan Seksual Dini pada Anak Usia 5-6 Tahun: Sebuah Metode Kualitatif Studi Kasus Ningning Sri Ningsih; Ida Farida; Amid Salmid; Ekberth Mandaku; Udi Wahyudi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2277

Abstract

Pendidikan seksual pada anak usia dini sangat penting untuk melindungi mereka dari kekerasan seksual dan membantu memahami batasan terhadap tubuhnya. Namun, pendidikan ini masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat. Salah satu metode yang dinilai efektif adalah media audio visual, khususnya melalui lagu edukatif. Lagu “Ku Jaga Tubuhku” dipilih untuk mendukung pemahaman anak secara interaktif dan menyenangkan. Studi ini dilakukan untuk menganalisis pengetahuan anak usia 5–6 tahun tentang pendidikan seksual dini. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan jumlah responden sebanyak lima anak usia 5–6 tahun. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu dilakukan secara interaktif, berkesinambungan sampai sempurna hingga datanya jenuh. Data dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara secara mendalam kepada lima orang anak dan dengan cara observasi. Hasil penelitian didapatkan ada tiga orang responden yang mengalami tingkat pengetahuan cukup, dimana setelah dilakukan pemberian edukasi melalui media audio visual mengalami peningkatan tingkat pengetahuan. Kesimpulan: video lagu “Ku Jaga Tubuhku” terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak usia 5–6 tahun mengenai pendidikan seksual dini, sehingga media audio visual dapat menjadi metode edukasi yang menarik dan mudah dipahami anak.
Hubungan Tingkat Motivasi terhadap Self Esteem pada Pasien Tuberkulosis Lela Salasikin; Angga Irawan; M. Arief Wijaksono
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2278

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis berdampak tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga psikologis penderitanya. Pasien TB yang menjalani pengobatan jangka panjang rentan mengalami penurunan self-esteem akibat stigma, perubahan kondisi fisik, serta tekanan sosial. Motivasi berperan penting dalam membentuk sikap dan perilaku pasien selama menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat motivasi dengan self-esteem pada pasien tuberkulosis di UPTD Puskesmas Tamiang Layang. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas Tamiang Layang. Populasi penelitian sebanyak 50 orang. Sampel berjumlah 44 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner motivasi serta Rosenberg Self-Esteem  Scale (RSES). Hasil pengujian kuesioner motivasi reliabilitas 0,82. Pengujian validitas menunjukkan hasil yang baik 0,77 sampai dengan 0,88.  Instrumen  Rosenberg  Self-Esteem  Scale (RSES) versi Bahasa Indonesia juga sudah diuji validitas dan realiabilitasnya dengan nilai cronbach  alpha  0,87  dan  nilai  realibilitas  0,89. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat motivasi dan self-esteem pada kategori sedang. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat motivasi dengan self-esteem pada pasien tuberkulosis di UPTD Puskesmas Tamiang Layang (p < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat motivasi dengan self-esteem pada pasien tuberkulosis. Peningkatan motivasi berperan penting dalam meningkatkan self-esteem pasien TB.
Gambaran Perawatan Luka Amputasi Metode Moist Wound Healing (Metcovasin) Sudiarto Sudiarto; Eko Julianto
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2280

Abstract

Amputasi merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh anggota tubuh akibat trauma, infeksi, gangguan vaskular, maupun komplikasi penyakit kronis seperti diabetes melitus. Perawatan luka pasca amputasi yang tepat sangat penting untuk mempercepat proses penyembuhan, mencegah infeksi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam perawatan luka modern adalah metode moist wound healing menggunakan balutan Metcovasin, yang berfungsi menjaga kelembapan luka sehingga mendukung proses regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan perawatan luka amputasi menggunakan metode moist wound healing (Metcovasin) serta perkembangan kondisi luka selama periode perawatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah pasien dengan luka amputasi yang menjalani perawatan menggunakan metode moist wound healing (Metcovasin). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kondisi luka menggunakan instrumen pengkajian luka Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT), dokumentasi keperawatan, serta evaluasi perkembangan luka selama proses perawatan. Data disajikan dalam bentuk naratif dan deskriptif. Hasil perawatan luka menunjukan penurunan score BJWAT yaitu dari 40 menjadi 14. Perawatan luka amputasi pada Nn. N setiap dua hari sekali selama tiga bulan menggunakan metode moist wound healing (metcovazine regular) dapat membantu penyembuhan luka.
Penerapan Intervensi Squishy dengan Kombinasi Active Range of Motion untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Ekstremitas Atas pada Pasien Stroke Frenischa Yincenia Wijaya; Faqih Ruhyanudin
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2288

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan yang dapat menyebabkan gangguan fungsi motorik berupa kelemahan ekstremitas atas. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari sehingga diperlukan intervensi rehabilitatif untuk meningkatkan kekuatan otot. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan yaitu latihan squishy dengan kombinasi active Range of Motion (ROM). Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penerapan intervensi squishy dengan kombinasi active ROM dalam meningkatkan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke. Penelitian ini menggunakan desain laporan kasus (case report). Penelitian ini dilakukan pada bulan 28 april–3 mei 2026 di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo Kota Malang pada satu pasien stroke dengan hemiparesis ekstremitas atas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pengukuran kekuatan otot menggunakan Manual Muscle Testing (MMT). Intervensi diberikan selama enam hari berturut-turut sesuai SOP. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot dari skala 2 pada hari pertama sampai hari keempat, kemudian meningkat menjadi skala 3 pada hari kelima dan keenam. Intervensi squishy dengan kombinasi ROM efektif meningkatkan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke serta dapat dijadikan terapi rehabilitasi sederhana di rumah.  
Pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) terhadap Kecenderungan Perilaku Seksual Beresiko Pada Remaja di Sekolah Menengah Atas Ni Ketut Supartini; Cindy Meilinda Sari; Lina Anggaraeni; Luh Ayu Purnami; Gede Ivan Kresnayana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2299

Abstract

Perkembangan media sosial yang pesat telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan remaja, termasuk perilaku sosial dan kesehatan reproduksi. Salah satu fenomena yang muncul akibat penggunaan media sosial adalah Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan khawatir tertinggal informasi, pengalaman, atau aktivitas yang dilakukan orang lain. Tingginya tingkat FOMO dapat mendorong remaja untuk mencari penerimaan sosial dan mengikuti berbagai tren yang berkembang di lingkungan pergaulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) terhadap kecenderungan perilaku seksual berisiko pada remaja Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Karangasem. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 382 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Fear of Missing Out Scale (FoMOS) dan kuesioner perilaku seksual berisiko. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dan regresi logistik dengan tingkat signifikansi 5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara FOMO dan kecenderungan perilaku seksual berisiko (p<0,05). Remaja dengan tingkat FOMO yang lebih tinggi cenderung memiliki risiko lebih besar untuk terlibat dalam perilaku seksual berisiko dibandingkan remaja dengan tingkat FOMO yang lebih rendah. FOMO merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kecenderungan perilaku seksual berisiko pada remaja.
Determinan Kejadian Perdarahan Postpartum pada Ibu Nifas: Sebuah Systematic Literature Review Sri Mulyati; Aticeh Aticeh; Raudhatul Munawarah; Nur Fitri Ayu Pertiwi; Endah Dian Marlina
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2301

Abstract

Perdarahan postpartum merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia, namun determinan yang mempengaruhinya masih dilaporkan secara bervariasi pada berbagai penelitian sehingga diperlukan sintesis bukti yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan kejadian perdarahan postpartum pada ibu nifas berdasarkan artikel penelitian yang dipublikasikan di jurnal nasional Indonesia. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan kerangka Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian artikel dilakukan pada basis data dan portal jurnal nasional dengan kata kunci determinan dan faktor risiko perdarahan postpartum, kemudian disaring berdasarkan kriteria inklusi berupa tahun terbit 2020 sampai 2026 dan desain penelitian asli. Proses telaah artikel dilakukan melalui penilaian kualitas metodologi menggunakan instrumen critical appraisal yang relevan, dilanjutkan dengan ekstraksi data karakteristik studi dan tabulasi hasil untuk disintesis secara naratif. Proses seleksi menghasilkan dua belas artikel yang memenuhi kriteria dari tiga puluh artikel yang teridentifikasi pada tahap awal. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa paritas, anemia dalam kehamilan, dan jarak kehamilan yang terlalu rapat merupakan determinan yang paling konsisten dan memiliki kekuatan hubungan tertinggi, sementara usia ibu yang ekstrem, riwayat preeklampsia, retensio plasenta, dan partus lama berperan sebagai determinan pendukung. Kesimpulannya, determinan kejadian perdarahan postpartum bersifat multifaktorial sehingga deteksi dini sejak masa antenatal sangat diperlukan untuk menurunkan risiko perdarahan postpartum pada ibu nifas di Indonesia.  
Gambaran Self Effycacy dan Kecemasan Lansia yang Menderita Penyakit Kronis Elinda Novisari; Dewi Anggista; Vivi Sovianti; Fajar Anton Fiardi; Sri Puguh Kristyawati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2305

Abstract

Lansia dengan penyakit kronis rentan mengalami gangguan psikologis, salah satunya kecemasan, yang dapat dipengaruhi oleh tingkat efikasi diri dalam mengelola kondisi kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan efikasi diri dan tingkat kecemasan pada lansia penderita penyakit kronis. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 49 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner efikasi diri dan instrumen penilaian kecemasan pada lansia yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden, efikasi diri, dan tingkat kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (55,1%), berusia 60–69 tahun (83,7%), tidak bekerja (65,3%), dan menderita satu jenis penyakit kronis (61,2%). Mayoritas responden memiliki efikasi diri tinggi (98,0%), sedangkan tingkat kecemasan didominasi kategori minimal (63,3%), diikuti kecemasan ringan (34,7%) dan kecemasan sedang (2,0%). Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar lansia dengan penyakit kronis memiliki efikasi diri yang tinggi disertai tingkat kecemasan yang rendah.  
Sikap Perawat Puskesmas terhadap Penyandang Disabilitas Adelse Prima Mulya; Findhya Rachma Prayidanti; Kurniawan Yudianto; Siti Mutia Kosassy
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2306

Abstract

Puskesmas dapat diakses oleh seluruh golongan masyarakat termasuk penyandang disabilitas. Tetapi cakupan pelayanan puskesmas untuk disabilitas masih sedikit, salah satu penyebabnya yaitu sikap dari tenaga kesehatan. Diskriminasi terhadap difabel dapat mempengaruhi kualitas pelayanan yang diterima oleh penyandang disabilitas. Perawat sebagai bagian dari tenaga kesehatan yang sering berinteraksi dengan pasien perlu memiliki sikap positif terhadap penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran  sikap perawat puskesmas kota Bandung terhadap penyandang disabilitas. Metode penelitian yang dilakukan yaitu penelitian cross sectional dengan variabel sikap perawat terhadap penyandang disabilitas. Variabel diukur menggunakan instrument Attitude toward Disabled Persons dengan alpha croanbach 0,87. Teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Selama 3 minggu pengumpulan data didapatkan 101 perawat puskesmas kota Bandung kemuadian data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (95%) perawat puskesmas kota Bandung memiliki sikap positif terhadap penyandang disabilitas. Meskipun begitu masih terdapat 5% perawat yang memiliki sikap negatif terhadap penyandang disabilitas yang dapat disebabkan karena adanya persepsi atau stigma negatif terhadap penyandang disabilitas. Perawat puskesmas kota Bandung sebagian besar memiliki sikap positif terhadap penyandang disabilitas namun masih ada beberapa perawat yang memiliki sikap negatif terhadap penyandang disabilitas.
Profil Aktivitas Fisik, Kesadaran Risiko Kardiovaskular, dan Waist-To-Height Ratio (WHtR) pada Mahasiswa Keperawatan Wella Meitri; Anita Mirawati; Yulvi Hardoni; Zulharmaswita Zulharmaswita; Jefri Eldiva Chandra
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2313

Abstract

Aktivitas fisik yang rendah, perilaku sedentari, dan obesitas sentral merupakan faktor risiko yang berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular. Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan perlu memiliki perilaku hidup sehat untuk mencegah terjadinya faktor risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aktivitas fisik, perilaku sedentari, Waist-to-Height Ratio (WHtR), serta kesadaran risiko kardiovaskular pada mahasiswa keperawatan. Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 373 mahasiswa keperawatan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan IPAQ-SF dan ABCD Risk Questionnaire yang telah teruji valid dan reliabel, serta pengukuran lingkar pinggang dan tinggi badan untuk menghitung WHtR. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi, rerata, dan standar deviasi. Rata-rata usia responden adalah 20,19±1,14 tahun dan mayoritas berjenis kelamin perempuan (88%). Sebanyak 159 responden (43%) memiliki WHtR ≥0,50. Aktivitas fisik responden sebagian besar berada pada kategori rendah (51%). Rata-rata waktu sedentari adalah 2.852,17±802,46 menit per minggu. Rata-rata skor pengetahuan risiko kardiovaskular adalah 7,10±0,89 dari skor maksimal 8. Rata-rata skor perceived risk sebesar 14,87±3,52, perceived benefits sebesar 21,79±3,56, dan healthy eating sebesar 9,02±1,32. Sebagian besar mahasiswa keperawatan memiliki aktivitas fisik kategori rendah dan 43% memiliki nilai WHtR ≥0,50. Waktu sedentari responden juga cukup tinggi. Meskipun skor pengetahuan tentang risiko kardiovaskular tergolong baik, perilaku yang berkaitan dengan pencegahan risiko kardiovaskular masih perlu mendapat perhatian.