cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Dukungan Suami dan Keluarga terhadap Breastfeeding Self-Efficacy Ibu: Studi Kasus Mila Hoerinisa; Yuni Astuti; Noviyana Pujihastuti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2097

Abstract

Masa postpartum merupakan periode penting bagi ibu setelah melahirkan yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Pada masa ini, Masa postpartum merupakan periode penting yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial pada ibu setelah melahirkan. Breastfeeding self-efficacy menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis dukungan suami dan keluarga terhadap breastfeeding self-efficacy ibu postpartum. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada tiga ibu postpartum. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Breastfeeding Self-Efficacy Scale Short Form (BSES-SF) Indonesian Version, kuesioner dukungan suami dan keluarga, serta wawancara singkat pada hari pertama postpartum. Instrumen BSES-SF terdiri dari 14 item dengan validitas baik dan reliabilitas tinggi (Cronbach’s alpha >0,90). Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan skor BSES-SF dan telaah wawancara antarresponden. Hasil analisis menunjukkan bahwa dua responden memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi dalam menyusui, sedangkan satu responden memiliki tingkat kepercayaan diri rendah. Dukungan emosional, informasional, dan bantuan praktis dari suami maupun keluarga berkontribusi terhadap peningkatan keyakinan ibu dalam menyusui. Sebaliknya, kurangnya dukungan keluarga dan kondisi psikologis yang kurang stabil berpengaruh terhadap rendahnya kepercayaan diri ibu. Penelitian ini menunjukkan pentingnya keterlibatan keluarga dalam meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif pada ibu postpartum.
Intervensi Edukasi Nutrisi pada Ibu Post Partum dengan Anemia: Studi Kasus Dimas Aditiya Nugraha; Riski Oktafia; Ika Yuni Rahmawati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2103

Abstract

Anemia postpartum merupakan kondisi yang sering terjadi akibat kehilangan darah selama persalinan dan kurang optimalnya pemenuhan nutrisi, sehingga dapat memperlambat proses pemulihan dan meningkatkan risiko komplikasi. Edukasi nutrisi merupakan salah satu intervensi keperawatan yang dapat meningkatkan pengetahuan serta mendukung proses pemulihan ibu setelah melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan intervensi edukasi nutrisi pada ibu postpartum dengan anemia. Metode yang digunakan adalah studi kasus melalui pemberian asuhan keperawatan selama dua hari pada ibu postpartum dengan anemia pasca sectio caesarea. Pengumpulan data dilakukan melalui pengkajian, observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi keperawatan. Intervensi keperawatan difokuskan pada edukasi nutrisi terkait makanan tinggi zat besi, asupan protein, konsumsi cairan, serta pentingnya pemenuhan nutrisi seimbang selama masa postpartum. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mengenai kebutuhan nutrisi dan pentingnya asupan makanan yang adekuat selama masa pemulihan. Klien mampu mengulang kembali informasi yang diberikan serta menunjukkan kemauan untuk memperbaiki pola makan dengan mengonsumsi makanan bergizi. Perbaikan kondisi klinis juga terlihat melalui penurunan intensitas nyeri dan tidak ditemukannya tanda infeksi pada luka operasi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi nutrisi memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan serta mendukung proses pemulihan pada ibu postpartum dengan anemia.
Adaptasi Sosiokultural Pendatang dan Penerimaan Masyarakat Lokal dalam Perspektif Keperawatan Transkultural: Scoping Review Kadek Widya Purnama Yani; Kadek Candra Dwi Anindhita; Shofi Khaqul Ilmy
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2106

Abstract

Mobilitas penduduk dan interaksi lintas budaya meningkatkan kebutuhan akan pemahaman adaptasi sosiokultural pendatang dan penerimaan masyarakat lokal dalam perspektif komunitas. Dalam konteks keperawatan transkultural, perbedaan nilai, norma, bahasa, dukungan sosial, dan lingkungan budaya dapat memengaruhi kesejahteraan pendatang serta hubungan sosial dengan masyarakat penerima. Penelitian ini bertujuan memetakan proses dan faktor yang memengaruhi adaptasi sosiokultural pendatang dan penerimaan masyarakat lokal. Metode penelitian menggunakan scoping review berpedoman PRISMA-ScR dengan kerangka PCC. Artikel yang digunakan berasal dari database elektronik, meliputi ScieneceDirect, PubMed, dan Google Scholar menggunakan kombinasi kata kunci cross-cultural, contact/intercultural, contact, community/social acceptance, perception/social integration, migrants/immigrants/refuges, dan host/local community. Artikel yang ditelaah merupakan hasil publikasi tahun 2021-2016. Dari 17.817 artikel yang ditemukan, 11 artikel memenuhi kriteria inklusi. Telaah dilakukan oleh da penilai independen menggunakan checklist JBI. Hasil telaah menunjukkan bahwa kontak lintas budaya, dukungan sosial, kompetensi antarbudaya, toleransi, dan kesiapan komunitas mendukung adaptasi serta penerimaan sosial. Sebaliknya, diskriminasi, persepsi ancaman, stereotip, dan hambatan komunikasi menjadi faktor penghambat. Temuan ini menegaskan pentingnya keperawatan transkultural dalam membangun komunitas inklusif.
Faktor Protektif dan Stresor dalam Adaptasi Budaya terhadap Kesejahteraan Psikologis Pendatang dalam Perspektif Keperawatan Jiwa: Scoping Review Kadek Candra Dwi Anindhita; Kadek Candra Dwi Anindhita; Shofi Khaqul Ilmy
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2107

Abstract

Peningkatan mobilitas antar negara menyebabkan peningkatan pendatang yang mengharuskan individu menjalani adaptasi budaya di lingkungan baru. Dalam prosesnya bisa dipengaruhi oleh fakror protektif dan stresor. Berbagai penelitian telah membahas mengenai hubungan adaptasi budaya dengan kesejahteraan psikologis, tetapi belum menggambarkan secara jelas mengenai apa saja faktor protektif dan stresor yang mempengaruhinya. Mengidentifikasi apa saja faktor protektif dan stressor dalam lingkup budaya yang berkaitan dengan kesejahteraan psikologis pada pendatang. Menggunakan desain scoping review dengan pedoman PRISMA-ScR. Dilakukan pencarian melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci yang berhubungan dengan pendatang, adaptasi budaya, dan kesejahteraan psikologis. Dari total artikel sejumlah 21.125, dilakukan identifikasi, skrinning, dan uji kelayakan, sehinggaa didapatkan 11 artikel dengan desain kuantitatif yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2021-2026. Faktor protektif yang mendukung adaptasi budaya berupa strategi integrasi budaya, kemampuan berbahasa, dukungan sosial, dan lingkungan supportif. Sedangkan stresor yang menghambat adaptasi budaya adalah stress akulturasi, diskriminasi, marginalisasi, dan hambatan bahasa dapat menyebabkan distress, kecemasan, dan depresi. Adaptasi budaya berkaitan dengan kesejahteraan psikologis pendatang. Faktor protektif dan stresor mempengaruhi keberhasilan proses akulturasi, yang akhirnya berkontribusi terhadap kondisi kesehatan mental individu selama beradaptasi dengan lingkungan budaya baru.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan Senam Hamil pada Ibu Hamil Berbasis Wilayah Perairan Ayu Kurniati; Farika Riyanti; Ferly Oktriyedi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2111

Abstract

Keikutsertaan ibu hamil dalam senam hamil masih tergolong rendah, terutama di wilayah pelosok dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan senam hamil pada ibu hamil di Kampung Bandar Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden dengan teknik sampling yang digunakan adalah total sampling Variabel independen meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, jumlah anak, dan kepemilikan BPJS, sedangkan variabel dependen adalah keikutsertaan senam hamil. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan terakhir (p=0,011) dan jumlah anak (p=0,038) dengan keikutsertaan senam hamil. Sementara itu, umur (p=0,760), pekerjaan (p=0,715), dan kepemilikan BPJS (p=1,000) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Kondisi wilayah pelosok dengan karakteristik persawahan dan perairan serta keterbatasan akses layanan kesehatan turut mempengaruhi rendahnya keikutsertaan senam hamil.
Determinan Penggunaan Keluarga Berencana pada Pasangan Usia Subur Berbasis Wilayah Perairan Khoirotul Umul Latifah; Ayu Kurniati; Lela Handayani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2112

Abstract

Pengendalian pertumbuhan penduduk merupakan salah satu isu penting dalam pembangunan kesehatan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Keberhasilan program KB tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan layanan, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti karakteristik individu, sosial ekonomi, serta kondisi lingkungan tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan penggunaan keluarga berencana (KB) pada pasangan usia subur di wilayah perairan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 87 responden dengan Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Variabel yang diteliti meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, jumlah anak, dan kepemilikan BPJS sebagai variabel independen, serta penggunaan KB sebagai variabel devenden. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur melalui wawancara langsung kepada responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur (p=0,018; OR=3,883), pendidikan (p=0,029; OR=3,322), dan pekerjaan (p=0,019; OR=3,594) memiliki hubungan signifikan dengan penggunaan KB, di mana responden yang lebih muda, berpendidikan tinggi, dan bekerja cenderung lebih aktif menggunakan KB. Sementara itu, jumlah anak (p=0,435) dan kepemilikan BPJS (p=1,000) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan KB lebih dipengaruhi oleh faktor individu, sosial ekonomi, serta kondisi lingkungan seperti keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah persawahan dan perairan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan penggunaan KB perlu difokuskan pada kelompok berisiko dengan pendekatan edukasi yang lebih intensif serta peningkatan akses layanan melalui strategi pelayanan yang lebih dekat dan mobile.
Efektivitas Edukasi Berbasis Whatsapp terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Kepatuhan Antenatal Care pada Ibu Hamil Anisa Alfia Ramadanti; Weni Guslia Refti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2115

Abstract

Angka kematian ibu di Indonesia masih menjadi permasalahan serius akibat rendahnya pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan antenatal secara rutin. Penggunaan aplikasi pesan instan berbasis telepon pintar berpotensi menjadi media edukasi yang efektif dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi berbasis WhatsApp terhadap peningkatan pengetahuan dan kepatuhan antenatal pada ibu hamil Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu satu kelompok pre-test dan post-test. Populasi sekaligus sampel adalah seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal sebanyak 30 orang menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi kesehatan melalui grup WhatsApp selama empat minggu, tiga sesi per minggu, mencakup materi pentingnya pemeriksaan kehamilan, tanda bahaya, nutrisi, dan persiapan persalinan. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk pengetahuan dan uji Paired t-test untuk kepatuhan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 5,77 menjadi 9,33 dan rata-rata skor kepatuhan dari 25,30 menjadi 33,43, keduanya dengan nilai signifikansi 0,000. Edukasi berbasis WhatsApp terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil Kabupaten Lampung Selatan.  
Efektifitas Metode B-SUCA (Breastfeeding Supportive Care) terhadap Keberhasilan Menyusui: Studi Kasus Akbar Nuzul Nursasi Nursasi; Riski Oktafia; Agustin Eko Puji Rahayu
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2119

Abstract

Air susu ibu merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan daya tahan tubuh bayi. Rendahnya pengetahuan ibu setelah melahirkan mengenai teknik menyusui dan perawatan bayi dapat memengaruhi keberhasilan menyusui. Metode breastfeeding supportive care merupakan bentuk dukungan yang diberikan kepada ibu untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri dalam menyusui. Studi kasus ini bertujuan mengetahui efektifitas metode breastfeeding supportive care terhadap keberhasilan menyusui pada ibu setelah melahirkan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan maternitas pada tiga ibu setelah melahirkan. Edukasi diberikan selama dua hari dengan durasi tiga puluh lima menit setiap pertemuan. Materi edukasi meliputi teknik menyusui, perawatan ibu setelah melahirkan, dan perawatan bayi baru lahir. Analisis yang digunakan dalam pengukuran penelitian ini menggunakan checklist observasi dan perubahan skor pre dan post test tingkat pengetahuan. Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan peningkatan tingkat pengetahuan dan pemahaman ibu mengenai teknik menyusui pada seluruh responden setelah diberikan edukasi. Metode breastfeeding supportive care efektif meningkatkan kemampuan ibu dalam menyusui serta mendukung keberhasilan pemberian air susu ibu pada bayi baru lahir.
Implementasi Oral Hygiene Menggunakan Antiseptik Chlorhexidine 0.2% Mencegah Ventilator Associated Pneumonia (VAP) pada Pasien Terpasang Ventilator Mekanik: Studi Kasus Alex Sandro Rachmad Iswahyudi; Al Afik
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2122

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan komplikasi infeksi yang sering terjadi pada pasien dengan ventilator mekanik di ruang Intensive Care Unit (ICU) dan dapat meningkatkan morbiditas, mortalitas, lama rawat inap. Kolonisasi bakteri pada rongga mulut selama penggunaan ventilator mekanik menjadi salah satu faktor risiko terjadinya infeksi saluran pernapasan bawah. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah penerapan oral hygiene menggunakan antiseptik chlorhexidine 0,2%. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi oral hygiene menggunakan chlorhexidine 0,2% dalam mencegah Ventilator Associated Pneumonia (VAP) pada pasien dengan ventilator mekanik. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU) yang menggunakan ventilator mekanik melalui endotracheal tube (ETT) selama ≥48 jam dan tidak terdiagnosis pneumonia saat masuk Intensive Care Unit  (ICU).  Intervensi oral hygiene menggunakan chlorhexidine 0,2 dilakukan setiap shift selama tiga hari observasi. Evaluasi menggunakan Clinical Pulmonary Infection Score (CPIS) meliputi suhu tubuh, jumlah leukosit, sekret trakea, rasio PaO₂/FiO₂, dan foto toraks. Hasil menunjukkan pasien pertama mengalami peningkatan skor Clinical Pulmonary Infection Score (CPIS) dari 4 menjadi 6, sedangkan pasien kedua mengalami penurunan skor dari 5 menjadi 4. Implementasi oral hygiene menggunakan chlorhexidine 0,2% berpotensi membantu menurunkan risiko Ventilator Associated Pneumonia (VAP) pada pasien dengan ventilator mekanik di Intensive Care Unit (ICU).
Implementasi Emergency Care Satisfaction di Instalasi Gawat Darurat Dewanti Widya Astari; Putri Utami; Roby Nugraha
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2134

Abstract

Kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan indikator kritis mutu pelayanan rumah sakit yang kerap luput dari sistem pengukuran terstruktur. Rumah Sakit Mata Cicendo  mencatat sebanyak 5.354 kunjungan pasien di IGD sepanjang tahun 2023, namun belum memiliki mekanisme pengukuran kepuasan yang khusus dirancang untuk setting gawat darurat. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan sistem Emergency Care Satisfaction (ECS) di IGD PMN RS Mata Cicendo sebagai inovasi pengukuran kepuasan berbasis teknologi. Metode yang digunakan adalah action research dengan dua tahap pengujian: User Acceptance Testing (UAT) untuk validasi sistem dan kuesioner emoji-based metric untuk pengukuran kepuasan pasien. Sampel terdiri dari 99 responden yang dipilih melalui accidental sampling dengan kriteria triase hijau dan kuning serta tingkat kesadaran composmentis (GCS 14–15). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95% pasien menyatakan puas terhadap pelayanan yang diterima di IGD, sementara UAT membuktikan bahwa sistem ECS yang dikembangkan berhasil berjalan secara optimal dan terintegrasi dengan Electronic Medical Record (EMR) rumah sakit. Dimensi kepuasan tertinggi dicapai pada aspek ketanggapan (responsiveness) dan kehandalan (reliability) tenaga kesehatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa inovasi sistem digital berbasis emoji berhasil menjadi solusi pengukuran kepuasan yang efisien, aksesibel, dan responsif terhadap kebutuhan pasien di lingkungan gawat darurat.