cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Hubungan Stres Adaptasi dan Kualitas Hidup dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien Lansia dalam Menjalani Perawatan Paliatif Agustina Sihombing; Irma Irma; Priscillia Margaretta Hutagaol; Yusniar Yusniar; Kristina L Silalahi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2147

Abstract

Stres adaptif dapat memengaruhi tekanan darah dan kualitas hidup pada lansia yang menerima perawatan paliatif, terutama pada pasien hipertensi. Pengaturan tekanan darah dapat dipengaruhi oleh perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dialami lansia. Perubahan ini dapat menyebabkan peningkatan stres dan penurunan kualitas hidup. Untuk mengetahui bagaimana stres adaptif dan kualitas hidup berhubungan dengan prevalensi hipertensi pada lansia yang menerima perawatan paliatif di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Menggunakan teknik  penelitian analitik korelasional kuantitatif. Dengan jumlah 30 pasien hipertensi lanjut usia yang menerima perawatan paliatif, yang dipilih menggunakan pendekatan sampel total. Kuesioner WHOQOL-BREF dan kuesioner stres adaptasi digunakan untuk mengumpulkan data primer, dan rekam medis digunakan untuk mengumpulkan data sekunder. Uji Chi-Square dengan α = 0,05 digunakan untuk analisis univariat dan bivariat. Stres, adaptasi tinggi (36,7%), dan kualitas hidup yang cukup (40,0%) dilaporkan oleh sebagian besar responden. 53,3% dari mereka yang disurvei memiliki tekanan darah tinggi. Baik adaptasi stres dan hipertensi (p = 0,000) maupun kualitas hidup dan hipertensi (p = 0,004) berkorelasi secara signifikan. Stres adaptasi dan kualitas hidup berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi pada lansia paliatif.  
Hubungan Dukungan Tenaga Kesehatan dan Self Management dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Mellitus Indah Pretty; Karmila Br Kaban; Elisa Alia Sari; Rita Mastiur Marpaung; T. Refina Molinda; Pretty Egina Br Sembiring
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, tren penyebab kematian tertinggi pada masyarakat lintas generasi didominasi oleh kelompok Penyakit Tidak Menular (PTM). Di dalam klasifikasi tersebut, Diabetes Melitus muncul sebagai salah satu kontributor kematian yang paling signifikan. Dunia kini menempatkan penyakit ini sebagai salah satu dari empat PTM prioritas yang memerlukan penanganan serius dari pemerintah secara global. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi korelasi antara dukungan tenaga kesehatan serta self-management terhadap kualitas hidup penderita Diabetes Melitus. Desain penelitian yang dipilih adalah deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Sasaran penelitian ini mencakup seluruh penderita DM di RSU Royal Prima Medan dengan populasi sebesar 178 orang. Adapun sampel penelitian ditetapkan sebanyak 123 subjek yang dipilih secara acak melalui metode simple random sampling. Data primer menjadi sumber utama dalam studi ini dengan pengukuran terhadap ketiga variabel penelitian: dukungan tenaga medis, self-management, dan kualitas hidup penderita DM. Secara statistik, analisis data dilakukan pada tingkat univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan tingkat bivariat menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menjelaskan mayoritas responden dengan dukungan tenaga kesehatan cukup sebanyak 67 orang (54,5%) dan minoritas dukungan tenaga kesehatan baik sebanyak 25 orang (20,3%). Sedangkan menurut Self Management, mayoritas dengan Self Management cukup sebanyak 65 orang (59%) dan minoritas Self Management baik sebanyak 23 orang (25%). Mayoritas responden memiliki kualitas hidup kurang dengan jumlah 66 orang (53,7%) dan minoritas kualitas hidup baik sebanyak 57 responden (46,3%). Hasil uji statistik mengonfirmasi adanya keterkaitan yang signifikan antara dukungan tenaga medis (p=0,025) serta self-management (p=0,000) terhadap kualitas hidup pasien. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kedua faktor tersebut berhubungan erat dengan tingkat kualitas hidup penderita Diabetes Melitus.
Analisis Penerapan Asuhan Keperawatan Pasien DM Tipe 2 dengan Intervensi Perawatan Luka Teknik Modern Dressing terhadap Tingkat Kesembuhan Luka Hesti Pramudya Wardani Maha; Sivitaria br Barus; Dian Erlina; Gusnaldi Mahendra; Helsa Surabina Sembiring; Evalatifah Nurhayati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2152

Abstract

Diabetes merupakan masalah serius bagi negera-negara berkembang dan negara maju di dunia. Komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes melitus tipe 2 (DM) ialah ulkus diabetikum, dimana terjadi deformitas jaringan baik itu sebagian (Partial Thickness) atau keseluruhan (Full Thickness). Perlunya perawatan luka pada penderita ulkus, dalam perawatan luka di kenal dua teknik dasar yang sering di terapkan, yaitu teknik steril dan teknik bersih. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk analisis penerapan asuhan keperawatan pasien dm tipe-2 dengan intervensi perawatan luka dengan teknik modern dressing terhadap tingkat kesembuhan luka  di Puskesmas Teluk Leceh. Penelitian ini adalah Quasi Eksperimen yaitu penelitian yang langsung dilakukan pada pasien DM tipe 2. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang menderita DM tipe 2 yang perawatan luka dengan teknik modern dressing terhadap tingkat kesembuhan luka  di Puskesmas Teluk Leceh. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 170 orang. Metode pengumpulan data melalui perawatan luka dengan teknik modern dressing terhadap tingkat kesembuhan luka  di Puskesmas Teluk Leceh yang dilakukan langsung ke pasien DM tipe 2. Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan terhadap hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa hasil yang didapatkan setelah dilakukan asuhan keperawatan selama tiga hari mendapatkan hasil yang cukup mengurangi keluhan pasien. Diagnosa pertama dan kedua diperoleh hasil sebagian masalah teratasi.  
Faktor Risiko Jatuh pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit: Studi Kualitatif dari Perspektif Tenaga Kesehatan Bayu Anggileo Pramesona; Asep Sukohar; Diana Helen Cantika; Liestya Risnawati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2160

Abstract

Insiden pasien jatuh lebih sering terjadi di rumah sakit pemerintah daripada di rumah sakit swasta, sehingga menjadi salah satu masalah keselamatan pasien. Meskipun beberapa penelitian kuantitatif telah dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pasien jatuh, namun penelitian kualitatif yang secara komprehensif difokuskan pada faktor risiko jatuh pada pasien yang dirawat di rumah sakit di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor risiko jatuh pada pasien rawat inap di rumah sakit pemerintah dari perspektif tenaga kesehatan. Sebuah penelitian kualitatif yang menggunakan studi kasus dilakukan di sebuah rumah sakit pemerintah di Kabupaten Lampung Selatan, provinsi Lampung, Indonesia, dari April hingga September 2024. Penelitian ini merekrut 20 informan, termasuk dokter, kepala bidang keperawatan, tim komite keselamatan pasien rumah sakit, kepala bangsal, dan perawat pelaksana di setiap bangsal. Informan dipilih menggunakan purposive sampling, pengumpulan data melibatkan pelaksanaan wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) menggunakan semi-structured interview guideline. Analisis data menggunakan pendekatan tematik. Tujuh tema muncul dari temuan studi: 1) kondisi internal pasien, 2) fasilitas, 3) rasio penyedia layanan kesehatan terhadap pasien, 4) pemahaman tentang penyedia layanan kesehatan, 5) dukungan pimpinan, 6) pelatihan, dan 7) sistem pelaporan insiden. Faktor risiko jatuh pada pasien rawat inap tidak hanya berasal dari kondisi internal, namun dapat berasal dari faktor eksternal.
Hubungan Pijat Akupresur pada Titik CV12, ST25, ST36, dan SP6 dengan Pertumbuhan dan Perkembangan Baduta Rita Zulinda; Elvina Sari Sinaga; Intan Triana Siahaan; Yulia Yulia
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2167

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan baduta merupakan indikator penting dalam menilai status kesehatan anak. Masa baduta (0–23 bulan) merupakan periode kritis yang menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan anak di masa mendatang. Namun, masih ditemukan masalah pertumbuhan dan perkembangan pada baduta seperti berat badan tidak sesuai usia, gangguan perkembangan motorik, bahasa, maupun sosial yang dipengaruhi oleh kurangnya stimulasi, asupan nutrisi, dan perawatan kesehatan anak. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak adalah stimulasi terapi komplementer seperti pijat akupresur. Pijat akupresur pada titik CV12, ST25, ST36, dan SP6 dapat meningkatkan metabolisme, memperbaiki fungsi pencernaan, serta meningkatkan nafsu makan anak sehingga dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan baduta. Penelitian ini penting dilakukan sebagai upaya menyediakan bukti ilmiah mengenai manfaat pijat akupresur sebagai terapi komplementer yang dapat digunakan untuk mendukung optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan baduta. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pijat akupresur pada titik CV12, ST25, ST36, dan SP6 dengan pertumbuhan dan perkembangan baduta di Klinik Bidan Sri Rezeki Kota Lhokseumawe Tahun 2025. Menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh baduta usia 0–23 bulan yang mendapatkan pijat akupresur dengan jumlah sampel 36 baduta menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar checklist, pengukuran berat badan dan panjang badan berdasarkan standar WHO, serta Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar baduta mendapatkan pijat akupresur secara teratur sebanyak 22 orang (61,1%), memiliki pertumbuhan normal sebanyak 25 orang (69,4%), dan perkembangan sesuai sebanyak 24 orang (66,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pijat akupresur dengan pertumbuhan baduta (p-value = 0,006) serta perkembangan baduta (p-value = 0,018). Kesimpulan terdapat hubungan antara pijat akupresur pada titik CV12, ST25, ST36, dan SP6 dengan pertumbuhan dan perkembangan baduta.
Hubungan Kepatuhan Pengobatan dengan Efikasi Diri pada Pasien Diabetes Mellitus Tantri Widyarti Utami; Riyanto Riyanto; Nurhalimah Nurhalimah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2168

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan kepatuhan pengobatan dan kemampuan pasien dalam mengelola penyakitnya. Efikasi diri penting dalam meningkatkan keyakinan pasien untuk menjalani pengobatan secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan pengobatan dengan efikasi diri pada pasien Diabetes Mellitus.  Desain penelitian menggunakan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi pasien DM tipe 2 lebih dari 6 bulan, berusia 38-78 tahun, mengkonsumsi obat anti diabetes, tidak dalam perawatan di RS, bersedia menjadi responden. Jumlah sampel penelitian ini adalah 93 orang .   Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner medication adherence report scale-10 (MARS-10) untuk mengukur kepatuhan pengobatan dan general self efficacy (GSE)  untuk mengukur efikasi diri. Analisis data menggunakan uji chi square  dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kepatuhan pengobatan dengan efikasi diri pada pasien DM dengan  p-value = 0,0017 (p<0,05). Pasien dengan   kepatuhan pengobatan  tinggi memiliki efikasi diri yang tinggi; sedangkan  pasien dengan kepatuhan pengobatan  rendah memiliki efikasi diri yang rendah. Kesimpulan penelitian ini semakin baik kepatuhan pengobatan pasien, maka semakin baik efikasi diri pasien dalam mengelola penyakit diabetes mellitus.
Peran Self-Determination dalam Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Perawat Pradita Ayu Fernanda; Martono Martono; Muhammad amirul Rasyid; Nurul Imam
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2172

Abstract

Penggunaan Alat Pelindung Diri merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit. Kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri pada perawat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah self-determination. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-determination dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri pada perawat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 60 perawat yang bekerja di ruang Intensive Care Unit, ruang isolasi tuberkulosis, dan Instalasi Gawat Darurat dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan adaptasi Basic Psychological Needs Scale (BPNS) untuk mengukur self-determination dan kuesioner kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri berdasarkan standar penggunaan APD di fasilitas pelayanan kesehatan yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data menggunakan uji Pearson correlation. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki self-determination kategori tinggi dan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri kategori baik. Terdapat hubungan signifikan antara self-determination dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri pada perawat. Semakin tinggi self-determination yang dimiliki perawat maka semakin baik kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri selama memberikan pelayanan keperawatan.
Hubungan Pemberian Preloading Cairan Kristaloid terhadap Perubahan Map Post Spinal Anestesi pada Pasien Sectio Caesarea Tiwi Femilia Tika; Asmat Burhan; Arlyana Hikmanti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2175

Abstract

Sectio caesarea merupakan tindakan pembedahan yang sering menggunakan spinal anestesi. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah hipotensi akibat penurunan tekanan arteri rata-rata. Pemberian cairan kristaloid sebelum tindakan anestesi dilakukan untuk membantu menjaga kestabilan hemodinamik pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pemberian preloading cairan kristaloid terhadap perubahan tekanan arteri rata-rata setelah spinal anestesi pada pasien sectio caesarea di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Pengukuran tekanan arteri rata-rata dilakukan sebelum pemberian cairan kristaloid dan pada menit ke-5, 10, 15, dan 20 setelah spinal anestesi. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan tekanan arteri rata-rata setelah spinal anestesi dan terdapat hubungan bermakna antara pemberian preloading cairan kristaloid dengan perubahan tekanan arteri rata-rata pada pasien sectio caesarea.
Pengaruh Self-Management Nyeri Terstruktur terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Neuropatik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Gerri Anastasya Simamora; Rani Risa O. Siagian; Theresia Megawati. H.G. Putri; Putri Nidar Zega; Elis Anggeria
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2183

Abstract

Pasien Diabetes Mellitus tipe 2 sering mengalami komplikasi neuropati diabetik yang menimbulkan nyeri neuropatik kronis. Nyeri ini berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien dan memerlukan penanganan yang efektif. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah self-management nyeri terstruktur, yaitu upaya mandiri pasien dalam mengelola nyeri melalui edukasi, latihan, dan strategi koping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-management nyeri terstruktur terhadap penurunan intensitas nyeri neuropatik pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Desain penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 15 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan kuesioner DN4 (Douleur Neuropathique 4) dan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi diberikan selama 5 hari, dua kali sehari dengan durasi 10 menit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan intensitas nyeri neuropatik setelah intervensi self-management nyeri terstruktur. Sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang dan berat, sedangkan setelah intervensi mayoritas mengalami nyeri ringan. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh self-management nyeri terstruktur terhadap penurunan intensitas nyeri neuropatik. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh self-management nyeri terstruktur terhadap penurunan intensitas nyeri neuropatik pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2.
Penerapan Asuhan Keperawatan Neonatus dengan Berat Badan Lahir Rendah dengan Suspek Bronkopneumonia Sarah Rahmania; Zulia Putri Perdani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2189

Abstract

Prematuritas adalah persalinan pada usia kehamilan 20–37 minggu, dengan angka kejadian global mencapai 8,5%. Prematuritas dan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan penyebab utama kematian dan gangguan kesehatan neonatal. Bayi prematur rentan mengalami gangguan pernapasan dan infeksi seperti bronkopneumonia disebabkan oleh imunitas yang belum matang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada neonatus dengan BBLR dengan suspekbronkopneumoni.  Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Populasi penelitian ini adalah bayi baru lahir dengan prematuritas dan BBLR. Sampelnya adalah bayi dari Ny. Ey menggunakan teknik purposive sampling.  Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2025. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri, alat pemeriksaan fisik dan pedoman pengkajian.. Data dianalisis berdasarkan proses asuhan keperawatan dengan membandingkan data normal dengan abnormal pada pengkajian dan dianalisis untuk menentukan masalah keperawatan sesuai dengan kondisi pasien. Hasil penelitian yaitu adanya sesak nafas, pernafasan cepat dan dangkal, retraksi dinding dada, frekuensi pernafasan 63x/menit, suhu tubuh 36,5℃, gizi kurang, leukosit 7,97 x10^3/ul, bilirubin total 15,48 mg/dl, CRP kuantitatif 17,91 mg/dl. Terdapat 5 masalah keperawatan yaitu pola nafas tidak efektif, defisit nutrisi, risiko hipotermia, risiko ikterik neonatus, risiko infeksi. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari di dapatkan kesimpulan  perkembangan masalah keperawatan cukup membaik. Masalah keperawatan utama pada bayi Ny.Ey yaitu pola nafas tidak efektif.