cover
Contact Name
Moh. ZIyadul Haq Annajih
Contact Email
najihas@gmail.com
Phone
+6287850245888
Journal Mail Official
jurnaldawa@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.iaimu.org/index.php/dawa/Editorial
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
DAWA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam
ISSN : 28083717     EISSN : 28083431     DOI : https://doi.org/10.36420/dawa
Core Subject :
DAWA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam (P-ISSN: 2808-3717 E-ISSN 2808-3431 DOI: 10.36420/dawa) has been published by Study Program of Islamic Guidance and Counseling, Dakwah Department of Islamic Institute of Miftahul Ulum Pamekasan. DAWA journal is published twice every year in February and September. The contents are research manuscript and concept/theoretical papers on Islamic guidance and counseling (psychotherapy, sufistic therapy, individual and group counseling, career counseling, school and Islamic school counseling, community counseling, family counseling, parenting counseling contemporary issues in Islamic guindance and counseling, indigineous counseling, and multiculture counseling) and dawah (dawah study, dawah in society, dawah for drug addicts, and Islamic society development).
Arjuna Subject : -
Articles 47 Documents
Peningkatan Pemahaman Bullying melalui Bimbingan Klasikal Berbasis Cooperative Learning Siswa SMP Negeri 3 Madiun Rahmadhani Putri Ningtiyas; Dahlia Novarianing Asri; Mega Ika Mariana
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2026): September
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/e8t2aq89

Abstract

Bullying masih menjadi salah satu permasalahan yang ditemukan di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis maupun akademik siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying sebagai langkah pencegahan perilaku bullying di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan layanan bimbingan klasikal berbasis cooperative learning terhadap pemahaman bullying siswa kelas VII A SMP Negeri 3 Madiun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen dan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas VII A yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket pemahaman bullying dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta paired sample t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pemahaman bullyingsiswa meningkat dari 65,90 pada saat pretest menjadi 87,57 pada saat posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan terdapat perbedaanyang signifikan antara skor pretest dan posttest (t = -7,811; p < 0,001) dengan ukuran efek yang besar (Cohen’s d = 1,426) yang menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal berbasis cooperative learning memberikan pengaruh yang kuat terhadap peningkatan pemahaman bullying pada siswa. Dengan demikian, layanan bimbingan klasikal berbasis cooperative learning dapat meningkatkan pemahaman bullying siswa kelas VII A SMP Negeri 3 Madiun.
Peningkatan Kemampuan Interaksi Sosial Positif melalui Game-Based Learning pada Siswa SMP Negeri 3 Madiun Nurul Laily; Dahlia Novarianing Asri; Mega Ika Mariana
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2026): September
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/f6zsa915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan interaksi sosial positif siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Madiun setelah mengikuti layanan bimbingan klasikal berbasis Game-Based Learning. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 31 siswa kelas VIII B yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket 19 item yang diadaptasi dari Skala Interaksi Sosial Bella Muliana, kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya. Prosedur pengumpulan data meliputi pemberian pretest, pelaksanaan layanan bimbingan klasikal berbasis Game-Based Learning melalui permainan Bingo Pertemanan, role play Kartu Tantangan Sosial, dan Game Rantai Respons Positif, serta pemberian posttest. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor pretest dari 44,10 menjadi 67,77 pada posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai t = -9,729, df = 30, dan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Nilai effect size Cohen’s d sebesar 1,747 menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi berada pada kategori besar. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan interaksi sosial positif siswa setelah mengikuti layanan bimbingan klasikal berbasis Game-Based Learning. Layanan ini membantu siswa belajar berinteraksi melalui pengalaman langsung, meningkatkan partisipasi aktif, keberanian bertanya, kerja sama, empati, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan teman sebaya.
Mencari Sosok dalam Diri: Studi Fenomenologi Pengalaman Crossdressing pada Emerging Adult dengan Riwayat Fatherless Nia Kurniasih niakurniasih299_; Andromeda
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2026): September
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/71rm7998

Abstract

Ketidakhadiran figur ayah, baik secara fisik maupun emosional, dipahami sebagai faktor yang berpotensi menghambat terbentuknya model peran gender pada individu yang mengalaminya. Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman crossdressing pada individu emerging adulthood yang tumbuh dalam pengasuhan fatherless. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Interpretative Phenomenological Analysis(IPA). Partisipan berjumlah empat orang berusia 18–25 tahun yang melakukan crossdressing, mengalami kondisi fatherless, dan bersedia menjadi partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan prosedur IPA enam tahap dari Pietkiewicz & Smith. Hasil analisis menghasilkan empat tema superordinat, yaitu: (1) kehilangan figur ayah sebagai pengalaman berlapis; (2)fatherless sebagai hambatan pembentukan model peran gender; (3) crossdressing sebagai strategi negosiasi identitas; dan (4) penerimaan diri sebagai proses yang berkelanjutan. Crossdressing dipahami sebagai manifestasi upaya individu menegosiasikan identitas gender di tengah absennya figur referensi utama pada fase perkembangan yang kritis.
Krisis Integritas pada Mahasiswa dan Implikasinya dalam Bimbingan Konseling Islam Nabilatul Amaliyah; Yogi Damai Syaputra; Monalisa
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2026): September
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/69fsnr76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji krisis integritas mahasiswa serta implikasinya terhadap bimbingan konseling Islam. Penelitian menggunakan metode literature review dengan mengkaji berbagai jurnal terkait integritas akademik dan bimbingan konseling Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa krisis integritas mahasiswa masih sering terjadi dalam bentuk plagiarisme, menyontek, serta penyalahgunaan teknologi digital dan AI dalam proses akademik. Permasalahan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, seperti rendahnya kontrol diri, tekanan akademik, perkembangan teknologi, dan lemahnya pemahaman etika akademik. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa bimbingan konseling Islam memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa membangun integritas melalui penguatan nilai moral dan spiritual. Implikasi penelitian diwujudkan dalam bentuk rancangan program bimbingan konseling Islam untuk membantu mahasiswa membangun kesadaran diri, tanggung jawab, serta perilaku jujur dalam kehidupan akademik maupun sehari-hari.
Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dalam Konseling Pesantren: Eksplorasi Pengalaman Santri dalam Menghadapi Experiential Avoidance Heri Fadli Wahyudi; Musyfiquddin; Syaifatul Jannah; Bagus Amirullah
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2026): September
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/gbqg6204

Abstract

Kecenderungan menghindari pengalaman psikologis yang tidak menyenangkan (experiential avoidance) sering muncul pada remaja dalam situasi yang memunculkan tekanan emosional maupun evaluasi sosial. Di pesantren, kondisi ini dapat memengaruhi keberanian santri dalam berinteraksi, berpartisipasi dalam kegiatan publik serta menghadapi tuntutan akademik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan konseling yang mampu membantu santri mengelola pengalaman internal secara lebih adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus di Pondok Pesantren Miftahul Huda Pragaan Sumenep, adapun subjek peneliti (konseli) tiga orang santri yang menunjukkan kecenderungan penghindaran terhadap situasi yang memunculkan ketidaknyamanan emosional. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk experiential avoidance yang dialami santri meliputi penarikan diri dari interaksi sosial, kecemasan berbicara di depan umum dan rendahnya kepercayaan diri dalam menghadapi tuntutan performatif. Penerapan enam prinsip dasar ACT, yakni kesadaran saat ini, defusi kognitif, penerimaan, diri sebagai konteks, klarifikasi nilai dan tindakan berkomitmen, menunjukkan adanya perubahan bertahap pada perilaku dan respons emosional konseli. Santri mulai mampu menerima pengalaman internal yang tidak nyaman, mengurangi keterikatan pada pikiran negatif, serta mengambil tindakan yang lebih selaras dengan nilai dan tanggung jawabnya. Secara umum, melalui pendekatan ACT santri yang mengalami experiential avoidance telah menunjukkan adanya perubahan pada psikologis santri yang lebih fleksibel. Oleh karena itu, pendekatan ACT dapat dijadikan sebagai alternatif pendekatan dalam layanan bimbingan dan konseling di pesantren khususnya dalam menangani fleksibilitas psikologis santri, sekaligus menjadi acuan bagi pengembangan program pendampingan psikologis yang lebih kontekstual sesuai dengan karakteristik lingkungan pendidikan Islam.
Efektivitas Rational Emotive Therapy Berbasis Mindfulness Training terhadap Overthinking Siswa MTs Rofi&#039;ud Darojatin Nisaa; Dewi Kadek Yati Fitria; Kharisma Firdaus Tegar
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2026): September
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/b1tt4w71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Rational Emotive Therapy berbasis Mindfulness Training dalam menurunkan tingkat overthinking pada siswa kelas VIIIB MTsT Mardhlatillah Singaraja Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental, yaitu One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan hasil pretest dengan tingkat overthinking kategori sangat tinggi. Data dikumpulkan menggunakan angket overthinking dengan skala Likert empat pilihan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Uji normalitas dilakukan menggunakan Shapiro-Wilk, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan Paired Sample t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor overthinking siswa mengalami penurunan dari 104,9 pada saat pretest menjadi 68,8 pada saat posttest. Selain itu, terjadi perubahan kategori overthinking, yaitu dari delapan siswa yang semula berada pada kategori sangat tinggi, menjadi satu siswa kategori tinggi, tiga siswa kategori sedang, tiga siswa kategori rendah, dan satu siswa kategori sangat rendah setelah diberikan intervensi. Hasil Paired Sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest, dengan t(7) = 12,202 dan p < 0,001. Besarnya pengaruh intervensi berdasarkan Cohen's d = 4,31, yang menunjukkan efek yang sangat besar pada penurunan skor overthinking. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Rational Emotive Therapy berbasis Mindfulness Training efektif dalam menurunkan tingkat overthinking pada siswa kelas VIIIB MTsT Mardhlatillah Singaraja Tahun Ajaran 2025/2026.
Hubungan antara Keterampilan Adaptasi dan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas X SMA Muhammad Baidlowi Ridlo Ridlo; M. A. Primaningrum Dian; Ismah
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2026): September
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/5sj1zr59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan adaptasi dan komunikasi interpersonal serta menguji hubungan antara kedua variabel tersebut pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Sayung Demak tahun ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 153 siswa kelas X yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala keterampilan adaptasi dan skala komunikasi interpersonal dengan model Likert empat pilihan. Kualitas instrumen diuji melalui validitas dan reliabilitas, sedangkan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan adaptasi dan komunikasi interpersonal siswa berada pada kategori sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara keterampilan adaptasi dan komunikasi interpersonal (r = 0,634; p < 0,001). Koefisien determinasi sebesar 40,2% menunjukkan adanya keterkaitan statistik antara variasi keterampilan adaptasi dan komunikasi interpersonal dalam sampel penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa dengan keterampilan adaptasi yang lebih baik cenderung memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang lebih baik. Hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan bagi guru Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan layanan pribadi-sosial yang mengintegrasikan penguatan kemampuan adaptasi dan komunikasi interpersonal siswa.