cover
Contact Name
Moh. ZIyadul Haq Annajih
Contact Email
najihas@gmail.com
Phone
+6287850245888
Journal Mail Official
jurnaldawa@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.iaimu.org/index.php/dawa/Editorial
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
DAWA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam
ISSN : 28083717     EISSN : 28083431     DOI : https://doi.org/10.36420/dawa
Core Subject :
DAWA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam (P-ISSN: 2808-3717 E-ISSN 2808-3431 DOI: 10.36420/dawa) has been published by Study Program of Islamic Guidance and Counseling, Dakwah Department of Islamic Institute of Miftahul Ulum Pamekasan. DAWA journal is published twice every year in February and September. The contents are research manuscript and concept/theoretical papers on Islamic guidance and counseling (psychotherapy, sufistic therapy, individual and group counseling, career counseling, school and Islamic school counseling, community counseling, family counseling, parenting counseling contemporary issues in Islamic guindance and counseling, indigineous counseling, and multiculture counseling) and dawah (dawah study, dawah in society, dawah for drug addicts, and Islamic society development).
Arjuna Subject : -
Articles 38 Documents
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Regulasi Emosi Remaja sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Bimantara Isfanu Islam; Wiryo Nuryono
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 5 No. 2 (2026): February
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/entpyj45

Abstract

Intervensi pencegahan penyalahgunaan narkoba di sekolah umumnya masih didominasi oleh pendekatan kognitif-informatif konvensional. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengintegrasikan Model Proses Regulasi Emosi (Gross) untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran sebagai strategi preventif penyalahgunaan narkoba pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain need analysis pada tahap Analysis (model ADDIE). Subjek penelitian terdiri atas 118 peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Surabaya. Pengumpulan data menggunakan Skala Regulasi Emosi (40 aitem valid; $\alpha$ = 0,876), instrumen skrining DAST-10 yang diterapkan secara anonim, angket kebutuhan media, dan wawancara Guru Bimbingan dan Konseling. Hasil penelitian menunjukkan profil regulasi emosi peserta didik berada pada kategori sedang, di mana siswa dominan menggunakan strategi penghindaran (Pemilihan Situasi; 62,46%) namun sangat lemah dalam mengelola gejolak emosi (Modulasi Respons; 58,77%). Hasil skrining DAST-10 mendeteksi 79,6% siswa tidak bermasalah, namun keberadaan 11,8% siswa berisiko rendah dan 8,4% berisiko sedang menjadi sinyal peringatan dini (early warning) akan adanya kerentanan. Oleh karena itu, peserta didik menunjukkan tingkat kebutuhan yang tinggi (>65%) terhadap media pembelajaran yang interaktif, visual, dan berbasis simulasi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan media pembelajaran yang secara spesifik melatih keterampilan modulasi respons sangat dibutuhkan oleh Guru BK untuk intervensi preventif. Mengingat keterbatasan studi ini yang bersifat deskriptif self-report pada satu sekolah, penelitian lanjutan dengan desain eksperimental sangat direkomendasikan.
Motivasi Berprestasi sebagai Fondasi Self-Regulated Learning Siswa di Era Media Sosial Rian Rokhmad Hidayat
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 5 No. 2 (2026): February
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/eh0s0676

Abstract

Hasil penelitian terdahulu mengenai kontribusi motivasi berprestasi terhadap self-regulated learning (SRL) menunjukkan hasil yang signifikan, namun belum ada penelitian yang menguji pengaruhnya pada kondisi saat ini di mana media sosial memiliki pengaruh terhadap keseluruhan kehidupan siswa termasuk pada mereka belajar secara mandiri di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah motivasi berprestasi para siswa mempengaruhi SRLnya, terutama saat mereka melakukan kegiatan belajar di rumah. Penelitian ini menggunakan metode korelasional yang berusaha untuk memprediksi apakah SRL seorang siswa dapat ditinjau dari motivasi berprestasinya. Penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana satu jalur untuk melihat pengaruh motivasi berprestasi terhadap SRL para siswanya. Sampel penelitian ini  adalah para siswa SMA dari enam provinsi di pulau jawa dengan teknik convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berpresasi mempengaruhi SRL para siswa. Analisis regresi satu jalur menunjukkan skor p-value 0,00 (0,00 <0,05) dengan koefisien regresi 0.445 yang menunjukkan adanya pengaruh dari motivasi berprestasi terhadap SRL siswa. Koefisien korelasi antara motivasi berprestasi dengan SRL yaitu sebesar 0,667 yang menunjukkan adanya hubungan kuat yang positif antar dua variabel yang diteliti sehingga dapat disimpulkan bahwa teori klasik mengenai pengaruh motivasi berprestasi terhadap SRL masih relevan di era distrupsi media sosial saat ini.
Pengaruh Self Efficacy terhadap Academic Cheating pada Siswa Selma Wahyuningsih; Tri Suyati; Padmi Dhyah Yulianti
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 5 No. 2 (2026): February
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/ag1pka35

Abstract

Kecurangan akademik (academic cheating) merupakan ancaman serius bagi integritas pendidikan, khususnya di tingkat pendidikan sekolah menengah yang siswanya berada dalam pembentukan identitas akademik dan moral. Penelitian ini bertujuan menganalisa peran self efficacyterhadap kecenderungan academic cheating pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 108 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan cluster random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala likert untuk mengukur self efficacy dan academic cheating. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson product moment  dan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 25.  Kedua instrumen menunjukkan reliabilitas tinggi dengan skor  alpha = .864 dan alpha = .897. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan negatif yang signifikan antara self efficacy dan academic cheating (r = -.326; p = .003). Self efficacy terbukti sebagai prediktor signifikan dengan kontribusi sebesar 10,1%  terhadap variasi academic cheating (R2 = .101). Temuan penelitian menegaskan self efficacy berperan sebagai faktor protektif dalam perilaku integritas siswa, meskipun academic cheating merupakan fenomena yang bersifat multidimensional. Penelitian ini menegaskan bahwa self efficacy mampu menjadi pondasi preventif secara psikologis dalam penguatan budaya integritas akademik di sekolah menengah.  Penguatan self efficacy perlu dilakukan melalui layanan bimbingan dan konseling sebagai upaya membangun kejujuran dan integritas akademik siswa.
Pengalaman Pemulihan Klien Rehabilitasi di IBM (Intervensi Berbasis Masyarakat) Mekar Berseri Khen Alun Sinta Nasari; Siti Fitriana; Desi Maulia
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 5 No. 2 (2026): February
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/tyahtr73

Abstract

Penyalahgunaan narkotika masih menjadi masalah serius, terutama di kalangan remaja yang rentan terhadap pengaruh lingkungan berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman pemulihan remaja penyalahguna narkotika yang mengikuti program IBM Mekar Berseri di Kelurahan Purwosari, Kota Semarang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode studi fenomenologis melalui wawancara mendalam terhadap tiga remaja peserta IBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemulihan dipahami sebagai perubahan menyeluruh, meliputi perbaikan kondisi fisik dan mental, kemampuan mengendalikan emosi, serta tumbuhnya kesadaran untuk menjalani hidup yang lebih terarah. Dukungan keluarga, keterlibatan dalam kegiatan IBM, serta penerimaan lingkungan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pemulihan, sehingga IBM berperan sebagai pendampingan berbasis komunitas yang membantu remaja mempertahankan perubahan positif dalam kehidupan.
Expressive Writing sebagai Terapi Mandiri untuk Mereduksi Stres Akademik Mahasiswa Ishlakhatus Sa&#039;idah; Diana Vidya Fakhriyani; Misnawi; Abbadi Ishomuddin; Ayu Pratiwi Dhila Wulandari
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 5 No. 2 (2026): February
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/c1crda96

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif teknik expressive writing dalam mengurangi stres akademik pada mahasiswa program studi bimbingan dan konseling pendidikan islam negeri (UIN) Madura.. Mahasiswa ini berada dalam fase dewasa awal dengan tuntutan akademik serta proses pembentukan identitas profesional konselor sebagai calon konselor, sehingga rentan mengalami stres akademik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif quasi-experimental design, desain yang digunakan pretest-posttest control group design. Sampel berjumlah 60 mahasiswa yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi 30 kelompok eksperimen dan 30 kelompok kontrol. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa expressive writing terbukti efektif dalam mereduksi tingkat stres akademik mahasiswa. Hal ini ditunjukkan oleh adanya penurunan skor stres akademik yang signifikan pada kelompok eksperimen setelah diberikan intervensi expressive writing dan berdasarkan hasil uji Independent Sample t-Test terhadap skor posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan perbedaan yang signifikan (t = 7,036; p = 0,000 < 0,05). Dengan demikian, expressive writing dapat dipandang sebagai pendekatan intervensi psikologis yang sederhana, aplikatif, dan berbasis bukti ilmiah dalam mendukung pengelolaan stres akademik pada mahasiswa, khususnya pada fase dewasa awal yang rentan terhadap tekanan akademik.
Penerapan Teori Konseling Analisis Transaksional untuk Meningkatkan Self-Affiliation Siswa SMP Negeri 1 Seririt Rofi&#039;ud Darojatin Nisaa; Gede Danu Setiawan; Gede Ema Riawan
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 5 No. 2 (2026): February
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/gf8w1671

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan tujuan mengetahui efektivitas penerapan teori konseling Analisis Transaksional dalam meningkatkan self-affiliation siswa kelas VIII A di SMP Negeri 1 Seririt tahun pelajaran 2024/2025. Teori yang dipakai pada kajian ini yakni Teori Konseling Analisis Transaksional yang dikembangkan oleh Eric Berne, yang menekankan pentingnya pemahaman terhadap Ego state (Parent, Adult, dan Child) serta pola komunikasi antarindividu untuk membentuk interaksi sosial yang sehat. Desain penelitian ini yakni One Group Pretest-Posttest Design, dengan sampel sejumlah 5 siswa yang menunjukkan tingkat self-affiliation rendah berdasarkan hasil pretest. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner self-affiliation yang disusun berdasarkan indikator interaksi sosial, pengakuan diri, empati, kesetiaan, dan sikap terbuka terhadap pendapat orang lain. Analisis data dilakukan mempergunakan uji t (t-test) melalui SPSS 16.00. Temuan dari kajian ini adalah adanya peningkatan skor self-affiliation secara signifikan, yaitu dari rata-rata pretest sebesar 124,40 menjadi 155,20 pada posttest. Hasil uji t mendapatkan angka signifikansi 0,000 lebih rendah daripada 0,05 dengan makna adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Kesimpulannya adalah penerapan teori konseling Analisis Transaksional efektif dalam meningkatkan self-affiliation siswa. Pendekatan ini membantu siswa memahami diri sendiri, memperbaiki pola komunikasi interpersonal, serta membentuk hubungan sosial yang lebih sehat dan mendukung perkembangan emosional mereka.
Peran Pola Pengasuhan Orang Tua dalam Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Yuniar Fitria; Chr. Argo Widiharto; Ismah
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 5 No. 2 (2026): February
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/x5t25491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai pola asuh orang tua terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di tengah sistem sekolah yang non-kompetitif. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, data dikumpulkan dari 89 siswa SMP Negeri 32 Semarang melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengkajian peran pola asuh sebagai factor penyemibang motivasi belajar yang hilang akibat kebijakan sekolah yang setara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh secara simultan berkontribusi sebesar 45,6% terhadap kemampuan berpikir kritis (Ϝ (3, 85) = 25.578, р < .001). Secara parsial, pola asuh demokratis menjadi satu-satunya prediktor positif yang signifikan (Β = 1.824, p < .001), sementara pola asuh permisif berpengaruh negatif secara signifikan, dan pola asuh otoriter tidak menunjukkan pengaruh bermakna. Kontribusi penelitian ini menegaskan bahwa dalam ekosistem pendidikan yang kurang kompetitif, dukungan rumah melalui pola asuh demokratis menjadi penentu utama dalam menjaga nalar kritis siswa. Implikasi praktisnya, sekolah melalui unit Bimbingan Konseling (BK) perlu menginisiasi program edukasi pola asuh bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan diskusi yang suportif guna mengimbangi metode pembelajaran konvensional di sekolah.
Identifikasi Coping Adiktif Warga Binaan Pemasyarakatan Menjelang Bebas melalui Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) Aiuningtyas Yuni Oetari; Wiryo Nuryono; Budi Purwoko; Evi Winingsih
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 5 No. 2 (2026): February
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/xckpyj16

Abstract

Drug abuse is one of the focus of problems that is still urgent until now, the real impact of users is seen and felt not only biologically but also psychologically. The tendency to relapse or relapse in drug users is an obstacle in prevention and rehabilitation efforts for drug users. This study aims to help clients/counselees in finding new rational beliefs and identifying addictive coping patterns that can trigger relapse, repeating crimes, or recidivism in former drug users. The method used in this study is Qualitative with a Case Study model on the subjects of five Correctional Residents (WBP) aged 20-25 years in the final period of detention who are former drug users. Data collection techniques are carried out through observation, counseling interviews, and documentation. The approach used in therapy is Cognitive Behavioral Counseling with the Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach. The main results of this study indicate the existence of irrational beliefs that trigger relapse tendencies such as; (1) Responsibility or burden of life after release, (2) Statements about easy access to narcotics, (3) Fear of negative judgment from society or those closest to them. The interconnectedness of these three factors forms an addictive coping pattern that emerges as a means of self-preservation to avoid anxiety before release. This study highlights addictive coping as a cognitive response to anxiety before release, which has not been widely studied in the context of the reintegration of narcotics inmates. The practical implications of this study include: (1) for counselors, understanding the client's cognitive and emotional state is crucial in eliminating irrational thought patterns and addictive coping as potential recidivism; (2) for school counselors, the finding that early exposure to narcotics during school confirms the need for early preventive intervention through the development of emotional regulation, rational thinking patterns, and skills in dealing with peers; (3) for the Development of the Guidance and Counseling Profession, the need for ongoing psychological support in preventing recidivism.

Page 4 of 4 | Total Record : 38