cover
Contact Name
Indra Rio Saputro
Contact Email
indra.rio@unsoed.ac.id
Phone
+6282187028772
Journal Mail Official
fitrodarwis@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kampus Lemonade Desa Daruba Kec. Morotai Selatan Kab. Pulau Morotai, Maluku Utara
Location
Kab. pulau morotai,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Silitek
ISSN : 28085825     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.51135/bn7cvw06
Core Subject :
Jurnal Teknik SILITEK adalah jurnal teknik dan rekayasa yang merupakan wadah publikasi artikel ilmiah dalam rangka menyebarluaskan hasil riset dan kajian analisis yang berkaitan dengan keteknikan. Jurnal Teknik SILITEK diterbitkan 4 kali dalam setahun yakni di bulan Januari, April, Juni dan bulan Oktober. Cakupan dari ruang lingkup Jurnal Teknik SILITEK meliputi : 1. Teknik Sipil 2. Teknik Informatika 3. Teknik Lingkungan 4. Teknik Industri 5. Ilmu Teknik lainnya, serta 6. Sains lainnya
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR BATU PECAH DAN KERIKIL ALAMI SUNGAI WAI MALINO PAROMBEAN KABUPATEN ENREKANG Herdiansyah; Andi Sulfanita; Mustakim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/z7ssfv11

Abstract

Sungai Wai Malino di Kabupaten Enrekang merupakan sumber kerikil alami yang melimpah dan berpotensi dimanfaatkan dalam konstruksi beton. Namun, variasi kualitas kerikil, meliputi ukuran, bentuk, dan kebersihan, dapat memengaruhi kekuatan tekan beton, sehingga menjadi tantangan dalam menjamin mutu dan keandalan struktur. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik kerikil pecah dan kerikil alami, serta menganalisis kuat tekan beton yang dihasilkan dari kedua jenis agregat tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimental yang dilaksanakan di Laboratorium Struktur dan Bahan, Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Parepare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerikil pecah memiliki berat jenis lebih tinggi, kadar lumpur dan air lebih rendah, serta gradasi kasar, menghasilkan kuat tekan beton tertinggi sebesar 26,270 MPa. Kerikil alami memiliki bentuk lebih bulat dan gradasi halus yang mempermudah pengerjaan, namun kuat tekannya lebih rendah, yaitu 23,071 MPa. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan kerikil pecah lebih efektif dalam meningkatkan kuat tekan beton.
ANALISIS ASPHALT WEARING COARSE (AC-WC) DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH BAHAN KAIN POLYSTER DAN RESIN POLYESTER PADA PERKERASAN JALAN Putri Inna Wahidiyati; Siti Nurhafidza Akhmad; Juny Andry Sulistyo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/37h3y937

Abstract

Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) adalah lapisan paling atas perkerasan lentur yang bermanfaat dalam menerima muatan massa lalu lintas secara langsung serta terpapar cuaca ekstrem. Kualitas AC-WC sangat dipengaruhi oleh sifat mekanik dan daya tahannya. Studi yang dilaksanakan bertujuan dalam menganalisis pengaruh penambahan limbah kain polyester serta resin polyester terhadap karakteristik campuran AC-WC. Limbah kain polyester dipilih karena memiliki kekuatan tarik, ketahanan aus, dan sifat fisik yang baik, sedangkan resin polyester digunakan untuk meningkatkan daya rekat dan stabilitas campuran. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan variasi persentase penambahan kain polyester dan resin polyester. Benda uji dibuat sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 dan diuji menggunakan metode Marshall. Parameter yang diukur meliputi stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), Void in Mix (VIM), dan parameter pendukung lainnya. Hasil pengujian memperlihatkan jika penambahan limbah kain polyester dan resin polyester pada kadar tertentu dapat meningkatkan nilai stabilitas dan MQ, serta memperbaiki ketahanan campuran terhadap deformasi plastis dan retak.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPEGARUHI KEMACETAN LALU LINTAS DI JALAN RAYA KEL. TANRUTEDONG KEC. DUAPITUE KAB. SIDRAP Amzar Zam; A. Sulfanita; Misbahuddin; Kasmaida
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/n8jbx269

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan berdampak pada keadaan lalu lintas. Masalah lalu lintas yang sering muncul adalah kemacetan atau penurunan kinerja jalan yang disebabkan oleh berbagai faktor. Permasalahan tersebut sering dijumpai di wilayah Sidenreng Rappang tepatnya di jalan poros Pangkajene-Tanrutedong. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kinerja maupun tingkat kemacetan lalu lintas pada jalan poros pangkajene-tanrutedong dan untuk mengetahui tingkat pelayanan Level Of Service (LOS) pada ruas jalan poros tersebut. Jenis penelitian yaitu penelitian campuran dengan metode survey lapangan, analisa menggunakan pedoman PKJI 2023. Hasil analisis volume lalu lintas tertinggi didapat pada hari selasa jam 08.00-09.00 WITA sebesar 1.550,1 spm/jam. Hasil hambatan samping tertinggi pada hari kamis jam 16.00-17.00 WITA sebesar 151,1 dengan nilai bobor rendah (R). Derajat kejenuhan tertinggi didapat pada hari selasa dengan tingkat kejenuhan 0,55 km/jam. Tingkat pelayanan jalan (LOS) arus stabil dengan bobot C, dengan kata tingkat pelayanan ataupun kinerja ruas jalan poros Pangkajene-Tanrutedong 93,9% tingkat kemacetan.  
PENAMBAHAN FLY ASH DAN SLAG BAJA UNTUK MENINGKATKAN NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO ( CBR ) TANAH LEMPUNG LUNAK DESA LOIRENG Bustanul Arifin; Dwi Angga Saputra; Abdul Rochim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/gf59y027

Abstract

Tanah Lempung Lunak, yang memiliki daya dukung rendah dan cenderung plastis, mudah mengalami perubahan bentuk ketika terkena beban, terutama di lingkungan yang lembab. Sebagai material dasar yang penting sebagai dasar di mana suatu konstruksi akan dibangun, tanah yang memiliki daya dukung rendah memiliki resiko yang besar terhadap keruntuhan disebabkan kurangnya kemampuan untuk menopang beban konstruksi di atasnya. Munculnya inovasi pencampuran dalam tanah lunak untuk meningkatkan  kekuatan yang lebih besar dari tanak lunak umumnya. Dalam penelitian ini akan menganalisis penambahan Fly Ash dan Slag Baja yang berfungsi meningkatkan Nilai California Bearing Ratio (CBR) pada tanah lempung lunak. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan sampel tanah lempung dari di Jl. PLN No.18, Daleman, Loireng, Kec. Sayung. Variasi campuran untuk Fly Ash yaitu 10%, 15%, 20%, 25%, dan Slag Baja konstan sebesar 25%. Uji yang dilaukan untuk mengetahui perubahan yang terjadi setelah penambahan Fly Ash dan Slag Baja, sampel akan diuji di Laboratorium untuk Indeks sifat dan Indeks mekanik. Pada  penelitian ini menunjukan nilai CBR pada tanah asli sebesar 4,60%. Hasil  nilai CBR dengan penambahan campuran Fly Ash dan Slag Baja meningkat menjadi 15,90% (kenaikan 245,65% ) yang termasuk dalam kategori tanah sedang (7% - 20%). Oleh sebab  itu penambahan Fly Ash dan Slag Baja dapat meningkatkan daya dukung tanah lempung lunak.
ANALISA PERUBAHAN NILAI CBR TANAH LEMPUNG LUNAK DENGAN CAMPURAN MORTAR BUSA DI DESA SEKARAN KABUPATEN SEMARANG Aqim Setia Aji; Andrianto Fatih Amin; Abdul Rochim; Lisa Fitriyana
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/afjvyq36

Abstract

Tanah merupakan komponen yang sangat berperan dalam perancangan dan pembangunan struktur, baik untuk konstruksi bangunan maupun jalan. Di Desa Kerasan, Kecamatan Gunung Pati, sering terjadi pergeseran tanah yang berdampak pada kerusakan jalan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan mortar busa pada karakteristik tanah. Pengujian penelitian ini dilaksanakan di laboratorium mekanika tanah Unissula dengan metode pengujian yang mencampurkan tanah dengan mortar busa dalam berbagai persentase, yaitu 0%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Jenis pengujian yang dilaksanakan mencakup pengujian berat jenis, kadar air, analisis saringan, Atterberg limit, Proctor standart, serta California Bearing Ratio (CBR). Pada hasil pengujian laboratorium, penambahan mortar busa dapat berpengaruh positif terhadap daya dukung tanah. Semakin tinggi persentase Mortar Busa yang ditambahkan, semakin baik sifat mekanis tanah, yang ditunjukkan dengan peningkatan daya dukung tanah.
ANALISIS DEBIT BANJIR DAN PENAMPANG SUNGAI WULAN DENGAN METODE HSS NAKAYASU PADA KABUPATEN DEMAK Daffa Reyhan Fakhrizi; Ahmad Afuradan
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jqe9d946

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, termasuk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Wulan, Jawa Tengah. Dalam beberapa tahun terakhir, frekuensi dan intensitas banjir di wilayah ini meningkat akibat perubahan tata guna lahan dan sedimentasi sungai yang menyebabkan penurunan kapasitas aliran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik curah hujan, menghitung debit banjir rencana dengan Metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu, serta mengevaluasi kapasitas penampang Sungai Wulan terhadap pengendalian banjir. Data curah hujan maksimum harian selama 10 tahun digunakan untuk perhitungan curah hujan rata-rata dengan metode poligon Thiessen. Analisis frekuensi dilakukan menggunakan Distribusi Log Pearson Type III untuk memperoleh debit rencana pada kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Simulasi hidrolika menggunakan perangkat lunak HEC-RAS dilakukan untuk mengetahui profil muka air dan kemampuan penampang sungai menampung debit banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit banjir meningkat secara signifikan seiring bertambahnya kala ulang. Sebagian besar penampang sungai di wilayah kajian tidak mampu menampung debit banjir pada kala ulang tinggi, sehingga diperlukan tindakan pengendalian struktural seperti normalisasi sungai. Studi ini memberikan dasar teknis untuk mitigasi risiko banjir dan pengelolaan sumber daya air di DAS Wulan.
KUAT TEKAN DAN DURABILITAS BETON SETELAH TERPAPAR SUHU TINGGI 400°C , 500°C, 600°C Abu Dzar Al Amin; Muhammad Nasir; Hendro Widarto
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/86m73g36

Abstract

Meningkatnya angka kebakaran bangunan di Indonesia setiap tahun, terutama di kota-kota besar, menjadi acuan penelitian ini. Hal ini dapat mempengaruhi setiap konstruksi, termasuk struktur beton pada bangunan. Beton, yang memiliki kekuatan tekan dan durabilitas tinggi, dapat mengalami penurunan kinerja saat terpapar suhu tinggi akibat kebakaran, yang memicu perubahan fisik dan kimia seperti retak, kehilangan kelembaban, dan melemahnya ikatan semen-agregat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh paparan suhu tinggi 400°C, 500°C, dan 600°C terhadap kuat tekan dan durabilitas beton dengan menggunakan metode eksperimental di Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Muhammadiyah Parepare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu pembakaran berpengaruh signifikan terhadap kuat tekan dan durabilitas beton. Kuat tekan beton menurun dari 26,04 MPa pada kondisi normal menjadi 18,87 MPa pada 400°C, 13,02 MPa pada 500°C, dan 11,61 MPa pada 600°C. Sementara itu, durabilitas beton yang diukur melalui keausan meningkat dari 22,50% pada kondisi normal menjadi 29,43% pada 400°C, 37,71% pada 500°C, dan 40,98% pada 600°C, menunjukkan penurunan kualitas beton seiring bertambahnya suhu.
STUDI PERILAKU KOLOM PENDEK BETON BERTULANG TERKEKANG AKIBAT BEBAN AKSIAL DENGAN VARIASI BENTUK SENGKANG MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Nada Sukma; Nadia Umi Kulstum; Sumirin
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/wsx5k203

Abstract

Perilaku kolom pendek beton bertulang terhadap beban aksial dipengaruhi oleh sistem pengekangan melalui tulangan transversal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi bentuk sengkang terhadap kapasitas aksial, daktilitas, serta hubungan tegangan-regangan pada kolom pendek menggunakan simulasi numerik berbasis metode elemen hingga. Pemodelan dilakukan pada enam variasi kolom dengan penampang 500×500 mm dan tinggi 1500 mm, yaitu tanpa sengkang (unconfined), sengkang biasa, crosstie, double crosstie, diamond, dan lingkaran. Beton dimodelkan menggunakan pendekatan Concrete Damage Plasticity (CDP) untuk menggambarkan perilaku nonlinier akibat retak tarik dan kerusakan tekan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa variasi sengkang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kapasitas aksial dan daktilitas kolom. Konfigurasi double crosstie memberikan kapasitas beban dan daktilitas tertinggi, sedangkan kolom tanpa sengkang memiliki performa terendah. Temuan ini menegaskan pentingnya konfigurasi sengkang dalam meningkatkan ketahanan kolom beton bertulang terhadap beban aksial.
PENGARUH CAMPURAN SERABUT KELAPA TERHADAP DAYA SERAP AIR PADA PAVING BLOCK Efrat Ardian Naufaldi; Muhammad Yasin Prastyadi Putra; Rachmat Mudiyono
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/xsndsj82

Abstract

Paving block banyak digunakan karena kekuatan dan daya tahannya. Limbah serabut kelapa berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan ramah lingkungan untuk meningkatkan sifat paving block. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh penambahan serabut kelapa terhadap daya serap air dan kuat tekan, serta menentukan kadar optimal. Metode eksperimen digunakan dengan variasi serabut kelapa 0%, 0,5%, 0,7%, dan 1%, mengacu pada SNI 03-0691-1996. Hasil menunjukkan serabut kelapa 0,7% memiliki daya serap tertinggi (10,48%) dan densitas tertinggi (2,119 g/cm³), sedangkan kuat tekan optimal pada 0,5%. Disimpulkan penambahan 0,7% serabut kelapa direkomendasikan untuk meningkatkan daya serap tanpa menurunkan kuat tekan signifikan.
ANALISIS PERILAKU HISTERESIS STRUKTUR RANGKA BRESING KONSENTRIS KHUSUS DENGAN VARIASI PELAT SIMPUL TERHADAP BEBAN SIKLIK Abyan Hafizh Muhandis; Sumirin
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/g6ejx380

Abstract

Sistem struktur Rangka Bresing Konsentris Khusus (RBKK) merupakan salah satu alternatif efektif dalam mendesain bangunan tahan gempa karena mampu meningkatkan kapasitas lateral dan kontrol drift. Namun, performanya sangat dipengaruhi oleh konfigurasi elemen pendukung, salah satunya adalah pelat simpul yang menjadi titik transisi antara bresing dan rangka utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku histeresis struktur RBKK dengan tiga variasi kekakuan pelat simpul terhadap pembebanan siklik, serta membandingkannya dengan struktur acuan tanpa bresing. Metode yang digunakan berupa simulasi numerik menggunakan analisis elemen hingga. Model struktur terdiri dari balok, kolom, dan bresing dengan sambungan baut Eight Bolted Stiffened (8ES) serta variasi pelat simpul yang menghasilkan karakteristik semi-rigid hingga rigid. Analisis dilakukan dengan pendekatan pembebanan siklik quasi-static. Parameter utama yang diamati meliputi respons kurva histeresis, backbone curve, dan fenomena struktural yang muncul selama proses pembebanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua specimen RBKK mampu menahan beban lateral secara signifikan dibandingkan struktur acuan (tanpa bresing). Spesimen dengan pelat simpul paling kaku memiliki kapasitas base shear tertinggi namun menunjukkan degradasi kekuatan lebih cepat. Sebaliknya, spesimen semi kaku menunjukkan kurva histeresis yang relatif stabil.