cover
Contact Name
Ipung dwiansyah
Contact Email
ipungdwiansyah@unmuhjember.ac.id
Phone
+6285199110809
Journal Mail Official
sportmu@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl Karimata No 49, Kec. Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, 68124
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga
ISSN : 27161900     EISSN : 27756254     DOI : https://doi.org/10.32528/sport-mu
Core Subject :
Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan diterbitkan Oleh Universitas Muhammadiyah Jember, jurnal ini memuat artikel hasil penelitan yang berkaitan dengan pendidikan olahraga, ilmu olahraga dan kesehatan jasmani serta olahraga rekreasi dan tradisional. jurnal ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2020.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Pengetahuan Pencegahan dan Penanganan Cedera pada Siswa SMA di Kota Sukabumi Muhamad Rizky Ananda Agustian; Wening Nugraheni; Muhammad Saleh
Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol. 6 No. 1 (2025): Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk menggambarkan sejauh mana pemahaman siswa SMA mengenai upaya pencegahan serta penanganan cedera di sekolah-sekolah negeri yang ada di Kota Sukabumi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui pendekatan survei, dengan instrumen berupa tes pilihan ganda yang disebarkan menggunakan Google Form. Responden penelitian terdiri atas siswa dari lima SMA Negeri di wilayah tersebut. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa tingkat pengetahuan siswa terkait pencegahan dan perawatan cedera berada pada kategori tinggi, yaitu sebesar 376 siswa atau 58,4%. Adapun distribusi tingkat pengetahuan siswa SMA Negeri se-Kota Sukabumi terhadap pencegahan dan perawatan cedera dapat dilihat sebagai berikut, kategori “sangat tinggi” sebesar 21% atau 135 siswa, kategori “tinggi” sebesar 58.4% atau 376 siswa, kategori “sedang” sebesar 17.5% atau 113 siswa, kategori “rendah” sebesar 2.2% atau 14 siswa, kategori “sangat rendah” sebesar 0.9% atau 6 siswa. Temuan ini menegaskan bahwa mayoritas siswa memiliki tingkat pemahaman yang baik terkait pencegahan dan penanganan cedera.
Pengaruh Musik Dangdut Koplo Terhadap Motivasi Siswa Dalam Senam Irama Ditinjau Dari Kecerdasan Musikal Agis Ayu Prasty; Fajar Ari Widiyatmoko; Donny Anhar Fahmi
Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol. 6 No. 2 (2025): Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sport-mu.v6i2.4696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musik dangdut koplo terhadap motivasi siswa dalam senam irama ditinjau dari kecerdasan musikal pada siswa kelas XI SMA Institut Indonesia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 42 siswa yang dipilih melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi siswa dan tes kecerdasan musikal, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji Wilcoxon, serta ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi siswa setelah diberikan perlakuan senam irama menggunakan musik dangdut koplo, ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 53,45 pada pretest menjadi 71,67 pada posttest. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai signifikansi 0,000 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Selain itu, hasil ANOVA menunjukkan perbedaan motivasi berdasarkan kategori kecerdasan musikal dengan nilai signifikansi 0,000. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa musik dangdut koplo berpengaruh signifikan dalam meningkatkan motivasi siswa dalam senam irama, dan kecerdasan musikal turut memberikan kontribusi terhadap perbedaan tingkat motivasi tersebut. Implikasinya, guru PJOK dapat memanfaatkan musik dangdut koplo sebagai media pembelajaran dalam senam irama untuk meningkatkan motivasi siswa dan menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.
The Effect of Circuit Bodyweight Training on Underhand Passing Ability in Volleyball Extracurricular Aged 12-14 Years Mar'atul Afifah; Trisnar Adi Prabowo; Febri Wijaya; Jaka Pratama Galeko; A. Ine Aprilia Damai
Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol. 6 No. 2 (2025): Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sport-mu.v6i2.4715

Abstract

Despite the use of various training methods for underhand passing, many young players still exhibit inconsistencies in strength, passing control, and accuracy. Therefore, specific training methods are needed, one of which is bodyweight strength training. The purpose to analyze effect of Circuit Bodyweight Training on underhand passing in students aged 12-14 years in volleyball extracurricular. This research is a quasi-experimental with one group pretest-posttest design. The intervention was carried out for 6 weeks (18 meetings) while the intervention program can be shown in Table 1. The sample consisted of 13 male students and 13 female students. Then, training dose is 3–5 sets, 12–16 repetitions or 30–50 seconds, intensity 70%–85%. The instrument for underhand passing ability used a modified Brady Volleyball Test. The results showed a significant effect after being given the intervention, male students and female students 0.000<0.05. Independent t test showed no difference in the ability of the underhand pass based on the posttest in male students and female students 0.113>0.05. While, coefficient of determination (R Square) showed 45.9% in male students and 38.6% in female students. Conclusion, Circuit Bodyweight Training is an efficient and accessible training method to improve the ability of underhand pass in young volleyball athletes, regardless of gender at the age of 12-14 years. Future research can adopt an experimental design involving a control group, a combination of various training methods
Pengembangan Model Konseptual untuk Analisis Performa Boccia: Integrasi Klasifikasi Atlet, Fase Permainan, dan Level Kompetisi Argya Setya Wimala; M. Furqon Hidayatullah; Slamet Riyadi; Hanik Liskustyawati
Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol. 6 No. 2 (2025): Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sport-mu.v6i2.4766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model konseptual integratif performa Boccia melalui sintesis sistematis terhadap literatur yang ada. Penelitian tentang performa Boccia masih bersifat terfragmentasi karena umumnya mengkaji klasifikasi atlet, situasi permainan, atau konteks kompetisi secara terpisah. Tinjauan literatur sistematis dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA menggunakan lima basis data, yaitu Scopus, PubMed, SportDiscus, Web of Science, dan Google Scholar, dengan rentang publikasi tahun 2010-2025. Studi empiris dan artikel tinjauan yang membahas determinan performa Boccia terkait klasifikasi fungsional, fase permainan, dan level kompetisi disertakan, sedangkan publikasi non-empiris dan studi yang tidak berkaitan dengan performa kompetitif dikecualikan. Sebanyak 23 studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan analisis isi tematik. Hasil sintesis menunjukkan tiga dimensi utama yang saling berinteraksi dalam membentuk performa Boccia. Klasifikasi fungsional atlet (BC1-BC4) membatasi kapasitas biomekanik, strategi kontrol motorik, dan konsistensi teknik. Fase permainan (awal, tengah, dan akhir) menciptakan tuntutan situasional yang berbeda terhadap pengambilan keputusan taktis dan akurasi. Level kompetisi berperan sebagai faktor moderator yang meningkatkan tuntutan presisi teknis dan regulasi psikologis, terutama pada level internasional. Model konseptual yang diusulkan menyediakan kerangka analisis terstruktur untuk analisis performa, perancangan latihan individual, dan perencanaan kompetisi, serta menjadi dasar pengujian empiris selanjutnya berbasis data pertandingan.
Pengaruh Latihan Gawang dan Target Terhadap Kemampuan Pointing Pada Mahasiswa PJKR Universitas Muhammadiyah Luwuk Muhammad Salahuddin; Abu Bakar; Fadli S. Mootalu
Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol. 7 No. 1 (2026): Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan petanque merupakan cabang olahraga yang menuntut ketepatan teknik pointinguntuk menempatkan bola sedekat mungkin dengan bola sasaran (jack). Kemampuan pointingmahasiswa PJKR masih perlu ditingkatkan melalui variasi latihan yang sistematis danterprogram, salah satunya melalui latihan gawang dan latihan target. Penelitian ini bertujuanUntuk mengetahui Pengaruh Latihan Gawang Dan Target Terhadap Kemampuan Pointing padaMahasiswa PJKR Universitas Muhammadiyah Luwuk. Metode penelitian yang digunakanadalah eksperimen dengan desain pretest-posttest, one group pretest-posttest design.Berdasarkan Hasil analisis uji-t terhadap data tes awal dan tes akhir kemampuan pointing padamahasiswa PJKR Universitas Muhammadiyah Luwuk menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar13,597 lebih besar dari t tabel sebesar 1,729. Selain itu, nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,000lebih kecil dari α = 0,05. Temuan ini secara statistik menunjukkan adanya perbedaan yangsignifikan antara hasil tes awal dan tes akhir, sehingga dapat disimpulkan bahwa latihangawang dan target memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan pointingmahasiswa.
Hand-Eye Coordination in Improving the Accuracy of Volleyball Underhand Passes Marsuna
Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol. 7 No. 1 (2026): Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sport-mu.v7i1.5377

Abstract

The accuracy of underhand passing in volleyball among students is still relatively low. This is thought to be caused by suboptimal eye-hand coordination. This study aims to examine the role of hand-eye coordination in improving the accuracy of underhand passing in volleyball. The study used a quantitative approach with a correlational design. The population in this study were all 250 students of SMA Negeri 6 Kendari, of which 106 were male and 144 were female, with a sample of 30 students determined through a purposive sampling technique. Data collection instruments included a hand-eye coordination test using a tennis ball throw and catch and a volleyball underhand passing skill test. Data analysis was performed using a correlation test through the SPSS version 21 application. The results showed that hand-eye coordination had a positive and significant relationship with underhand passing accuracy, indicated by a correlation coefficient (r) of 0.583 with a significance level of 0.000 <0.05. The coefficient of determination (r²) of 0.340 indicated that hand-eye coordination contributed 34% to the ability to pass underhand in volleyball. Hand-eye coordination plays a crucial role in improving the accuracy of underhand passes in volleyball. The better a person's hand-eye coordination, the better their accuracy and ball control when executing underhand passes.
Olahraga Tradisional dalam Peningkatan Keterampilan Gerak Dasar Aditya Gumantan; Rizki Yuliandra; Reza Adhi Nugroho
Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol. 7 No. 1 (2026): Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sport-mu.v7i1.5394

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana olahraga tradisional mempengaruhi peningkatan keterampilan gerak dasar anak. Selain itu, penelitian ini juga melihat bagaimana olahraga ini berhubungan dengan nilai budaya dalam pembelajaran olahraga. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan desain quasi experimental menggunakan kelompok kontrol pre-test dan post-test. Siswa sekolah dasar sebanyak empat puluh dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol dalam penelitian. Tes keterampilan gerak dasar dilakukan dengan alat lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan lebih tinggi dengan nilai pretest 62,40 meningkat menjadi 82,75, sedangkan kelompok kontrol dari 63,10 menjadi 72,20. Gain score kelompok eksperimen sebesar 20,35 lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 9,10. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung 6,27 dengan p-value < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa olahraga tradisional efektif meningkatkan keterampilan gerak dasar anak. Selain itu, pendekatan ini juga mampu meningkatkan motivasi belajar serta menanamkan nilai budaya, sehingga relevan sebagai model pembelajaran olahraga inovatif.
Hubungan antara Psychological Well-Being dengan Stress Recovery Atlet Renang Perguruan Tinggi di Kota Bandung Muhammad Haykal Kuswandi; Komarudin Komarudin; Mochamad Yamin Saputra; Geraldi Novian; Selmia Pasang
Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol. 7 No. 1 (2026): Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sport-mu.v7i1.5789

Abstract

Atlet renang perguruan tinggi menghadapi berbagai tuntutan akademik dan olahraga yangberpotensi memengaruhi kondisi psikologis, khususnya dalam menjaga keseimbangan antarastres dan stress recovery. Pengelolaan yang tepat terhadap tuntutan tersebut menjadi pentinguntuk mempertahankan psychological well-being serta performa atlet. Penelitian ini bertujuanuntuk menguji hubungan antara psychological well-being dan stress recovery pada atletrenang perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatankorelasional. Sampel penelitian terdiri atas 26 atlet renang perguruan tinggi yang dipilihmenggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Ryff Scales of Psychological Well-Being (PWB) dan Recovery-Stress Questionnaire for Athletes (RESTQ-Sport-36). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product-Moment dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikanantara psychological well-being dan stress recovery (r = 0,442; p = 0,024), yang termasukdalam kategori hubungan sedang. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkatpsychological well-being atlet, semakin baik pula kemampuan stress recovery yang dimiliki.Namun demikian, psychological well-being bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi stressrecovery, karena terdapat faktor lain seperti kondisi fisik, kualitas istirahat, serta dukungansosial. Oleh karena itu, pelatih dan institusi pendidikan perlu mengintegrasikan aspek psikologisdalam program pembinaan atlet guna mendukung kesejahteraan dan performa secara optimal.
Peraturan Pertandingan Pencak Silat Tahun 2025: Persepsi Atlet, Pelatih, Wasit, dan Praktisi Ari Faizal; Nita Eka Aryanti; Lilik Sudarwati; Nasrul Qadar Taslim; Adil Manaf
Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol. 7 No. 1 (2026): Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan Peraturan Pertandingan Pencak Silat Tahun 2025 merupakan bagian dari upaya modernisasi tata kelola pertandingan untuk meningkatkan objektivitas penilaian, keselamatan atlet, dan kesesuaian dengan standar kompetisi internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi atlet, pelatih, wasit/juri, dan praktisi terhadap implementasi Peraturan Pertandingan Pencak Silat Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel penelitian terdiri atas 349 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, meliputi atlet, pelatih, wasit/juri, dan praktisi pencak silat dari berbagai daerah di Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan persepsi positif terhadap perubahan regulasi, khususnya pada penyederhanaan teknik pertandingan, peningkatan objektivitas sistem penilaian melalui pemanfaatan Video Assistant Referee (VAR), pembentukan komisi pengawasan aparat pertandingan, penghapusan teknik berisiko tinggi, serta standarisasi sarana dan prasarana pertandingan. Namun demikian, beberapa ketentuan, seperti aturan teknik jatuhan, kemenangan akibat cedera lawan, dan penggunaan alat pelindung tambahan masih menimbulkan perbedaan persepsi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Peraturan Pertandingan Pencak Silat Tahun 2025 memperoleh penerimaan yang baik dari para pelaku pencak silat. Meskipun demikian, diperlukan sosialisasi, evaluasi, dan penyempurnaan regulasi secara berkelanjutan agar implementasinya lebih konsisten, meningkatkan kualitas tata kelola kompetisi, serta mendukung pencak silat menuju olahraga berstandar internasional.
Pengaruh Model Latihan Squat Jump terhadap Kemampuan Mengantisipasi Bola Tendangan Sudut pada SSB PS Sangiang Kabupaten Bima Rizansyah; Anhar; Nasrullah; Mulyadi; Sri Yanti
Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol. 7 No. 1 (2026): Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sport-mu.v7i1.6255

Abstract

Kemampuan mengantisipasi bola tendangan sudut merupakan aspek penting dalam sepakbola yang ditopang oleh daya ledak otot tungkai, namun kemampuan tersebut pada pemain SSB PS Sangiang Kabupaten Bima masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model latihan squat jump terhadap kemampuan mengantisipasi bola tendangan sudut. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel ditentukan melalui teknik total sampling sebanyak 20 pemain. Perlakuan berupa latihan squat jump diberikan selama 16 pertemuan dengan frekuensi tiga kali seminggu dan beban yang ditingkatkan secara bertahap. Data dikumpulkan menggunakan lembar penilaian berbentuk rubrik dengan empat indikator, kemudian dianalisis menggunakan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 79,75 pada pretest menjadi 88,50 pada posttest (naik 10,97%), dengan nilai N-Gain 43,21% berkategori sedang. Uji-t berpasangan memperoleh t hitung 5,705 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,001) dan effect size (Cohen's d) sebesar 1,28 yang tergolong besar. Dengan demikian, latihan squat jump berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan mengantisipasi bola tendangan sudut pada pemain SSB PS Sangiang Kabupaten Bima.

Page 3 of 3 | Total Record : 30