cover
Contact Name
Agus Susilo
Contact Email
susiloacademicpress@gmail.com
Phone
+6285609465469
Journal Mail Official
susiloacademicpress@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hibah Kencana Kelurahan Majapahit Kecamatan Lubuklinggau Timur I Kota Lubuklinggau
Location
Kota lubuk linggau,
Sumatera selatan
INDONESIA
SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
ISSN : -     EISSN : 31243010     DOI : https://doi.org/10.67200/serunting
Core Subject :
SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal focuses on publishing the results of community service activities with a local wisdom-based approach. The scope of this journal includes, but is not limited to, community empowerment based on local potential, innovation and application of appropriate technology, health promotion based on local culture, educational models based on local values, development of the local creative economy, preservation and strengthening of local culture, and application of science in a local context.
Arjuna Subject : -
Articles 39 Documents
Pelatihan Membaca dan Menulis Aksara Ulu Linggau Bagi Siswa-Siswi MAN 1 Lubuklinggau Yadri Irwansyah; Sarkowi
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i1.11

Abstract

Aksara Ulu merupakan salah satu warisan budaya asli Sumatera Selatan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat pedalaman Sumatera Selatan, sebagai tradisi tulis khas daerah, keberadaan aksara Ulu perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak mengalami kepunahan. Namun, rendahnya pengetahuan serta pemahaman generasi muda membuat aksara ini semakin jarang dikenal. Karena itu, pelatihan ini memiliki peran penting, tidak hanya untuk memberikan pemahaman, tetapi juga sebagai upaya pelestarian budaya. Metode pelatihan meliputi pengenalan aksara, pemahaman bentuk huruf, tanda baca, serta praktik menulis secara langsung. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengenali huruf-huruf dasar aksara Ulu dan mempraktikkannya, baik menggunakan media tulis konvensional maupun melalui aplikasi Microsoft Word yang telah menyediakan versi digitalnya.
Pendampingan Pembelajaran Baca Tulis Al-qur’an menggunakan Metode Iqra’ di SD Negeri 15 Lubuklinggau Widia Putri; Sujarwo
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 2 (2026): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i2.12

Abstract

Pendampingan pembelajaran baca tulis Al-Qur'an (BTQ) di SD Negeri 15 Lubuklinggau adalah sebuah inisiatif yang dirancang khusus dengan tujuan utama untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an bagi peserta didik. Program ini fokus pada penguasaan literasi keagamaan, di mana membaca tulis Al-Qur'an secara spesifik didefinisikan sebagai kemampuan untuk membaca dan menyalin ayat-ayat suci dalam bahasa Arab, dengan tekanan kepatuhan penuh terhadap aturan tajwid (tata cara pengucapan dan pelafalan huruf) dan kaidah penulisan huruf Arab (khath), sehingga memastikan praktik keagamaan yang benar dan sesuai syariat agama Islam. Pendampingan baca tulis Al-Qur'an ini secara spesifik menggunakan Metode Participatory Action Research (PAR), sebuah pendekatan yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses perubahan. Pelaksanaan metode PAR ini dibagi menjadi beberapa tahapan esensial, yaitu: pengenalan peserta didik, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sebelum tahapan inti dimulai, terdapat tahap persiapan yang krusial, di mana pendamping dan anak-anak melakukan perkenalan awal. Tujuan dari perkenalan ini adalah untuk membangun rasa nyaman dan menumbuhkan semangat belajar yang tinggi di antara peserta didik, sehingga tercipta suasana yang nyaman bagi seluruh rangkaian proses pendampingan. Tahap pelaksanaan dari pendampingan ini dilaksanakan selama 10 hari, dengan fokus pada penyampaian materi-materi yang mudah dipahami oleh peserta didik. Setelah masa pelaksanaan selesai, kemudian masuk pada tahap evaluasi dilakukan melalui serangkaian tes lisan dan tulisan untuk mengukur penguasaan siswa. Hasil akhir dari kegiatan pengabdian di SD Negeri 15 Lubuklinggau menunjukkan keberhasilan yang signifikan, terutama karena program ini menggunakan Metode Iqro' dalam proses pengajarannya. Keberhasilan ini terbukti dari kenyataan bahwa peserta didik kini sudah dapat membaca dan menulis Al-Qur'an dengan baik dan benar, sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.  
Pendampingan Penyusunan Perangkat Pembelajaran IT di SMPIT Raudhah Boarding School Berbasis SKKNI Yayan Indra Irawan; Aras Ade Gia
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 2 (2026): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i2.13

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. SMPIT Raudhah Boarding School (RBS) sebagai lembaga pendidikan Islam Terpadu memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk dalam penguatan kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi peserta didik melalui ekstrakulikuler bidang IT. Namun, sekolah mengalami kendala berupa belum tersusunnya perangkat pembelajaran IT berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Untuk itu diperlukan pendampingan untuk pembuatan perangkat pembelajaran mengacu pada SKKNI bidang IT. Penyusunan dilakukan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil akhir berupa perangka pembelajaran IT yang siap digunakan untuk kegiatan ekstrakulikuler.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Flash Card Berbasis QR Code Untuk Guru-Guru SD Negeri 2 Embacang Baru Kecamatan Karang Jaya Elya Rosalina; Novianti Mandasari
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 2 (2026): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i2.14

Abstract

Perlu dicatat bahwa dalam proses pembelajaran yang akan dilaksanakan, akan terjadi interaksi antara guru dan siswa. Guru juga memiliki peran yang sangat penting dalam mencapai kesuksesan selama proses pembelajaran. Guru juga diharuskan mampu merencanakan proses pembelajaran yang inovatif, kreatif, efektif, aktif, dan tidak membosankan bagi siswa. Tujuan pelaksanaan PKM ini adalah agar dalam proses pembelajaran, guru mampu menciptakan suasana yang menyenangkan dan tidak membosankan bagi siswa, guru mampu mengintegrasikan pembelajaran berbasis teknologi, serta memudahkan siswa dan guru dalam memperoleh informasi. Setelah dianalisis dan diperoleh data bahwa secara keseluruhan peserta kegiatan pelatihan ini telah mampu menciptakan Media Pembelajaran Flash Card Berbasis QR Code. Hal ini terlihat jelas bahwa peningkatan pengetahuan dalam penggunaan teknologi dan informasi, khususnya dalam pembuatan Media Pembelajaran Flash Card Berbasis QR Code dalam pembelajaran, telah mengalami peningkatan yang sangat signifikan, diketahui dari skor pre-test sebesar 145 dan skor post-test sebesar 254.
Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Coding Bagi Guru Sekolah Dasar Leo Charli; Sepriyaningsih; Nellayuni Verda Okta; Adun Permadi
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 2 (2026): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i2.15

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa perubahan besar dalam pendidikan dasar. Guru kini dituntut mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan relevan. Salah satu keterampilan yang penting adalah coding sederhana, yang dapat digunakan untuk membuat media interaktif seperti animasi atau kuis digital. Media seperti ini terbukti dapat meningkatkan motivasi, membantu pemahaman konsep, dan mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang berbasis proyek. SD Purwara V di Desa Kelumpang Jaya saat ini berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran, namun sebagian besar guru belum memiliki keterampilan coding maupun pengalaman membuat media digital. Pembelajaran masih bergantung pada media konvensional, sehingga variasi metode terbatas dan siswa kurang aktif. Minimnya fasilitas teknologi dan kurangnya pelatihan juga menyebabkan kompetensi digital guru tertinggal dibandingkan sekolah di wilayah perkotaan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, program pelatihan ini dirancang untuk memberikan kemampuan dasar coding kepada guru menggunakan platform sederhana seperti Scratch dan Code.org. Pelatihan dilakukan melalui workshop dua hari yang berisi pengenalan coding, praktik membuat media interaktif, dan cara mengintegrasikannya ke dalam rencana pembelajaran. Setelah workshop, guru akan mendapat pendampingan selama satu bulan agar keterampilan yang dipelajari dapat diterapkan secara konsisten. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam merancang media pembelajaran kreatif dan interaktif yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Dampak yang diharapkan meliputi meningkatnya kepercayaan diri guru dalam menggunakan teknologi, tersedianya media interaktif buatan guru, serta meningkatnya motivasi belajar siswa. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mendorong terbentuknya komunitas guru inovatif yang menjadi contoh penerapan pembelajaran berbasis teknologi di tingkat desa dan kabupaten.
Sosialisasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Melalui Mendongeng Tresiana Sari Diah Utami; B.A. Indriasari; Anastasia Sri Kustini; Riyanto; Stepanus Sigit Pranoto
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 2 (2026): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i2.16

Abstract

Peluncuran gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat merupakan jawaban dari urgensi menuju generasi emas Indonesia berkarakter. Tidak hanya keluarga, masyarakat, sekolah dan media diharapkan melibatkan diri membangun generasi sehat, cerdas, dan berkarakter; SD Methodist 3 Palembang selaku mitra Universitas Katolik Musi Charitas dan penyelenggara pendidikan dasar diharapkan mampu memahami dan mengimplementasikan gerakan ini; Target dalam kegiatan PkM ini adalah seluruh siswa SD Metodist 3 Palembang yang berjumlah 63 peserta didik; Kegiatan dilaksanakan melalui metode bervariasi, antara lain mendongeng, tanya jawab, dll.; Setelah pelaksanaan sosialisasi, peserta didik mengalami peningkatan dalam pengimplementasian 7 kebiasaan anak Indonesia hebat. Hasil pretest peserta didik kelas rendah 77.76 meningkat menjadi 88,20 dalam posstest dan peserta didik kelas tinggi dengan skor pretest dari 72.45 berubah menjadi 85,78 dari hasil posttest.
Pendampingan Penguatan Kompetensi Wasit Sepak Bola Kota Lubuklinggau Dalam Menyonsong Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan Azizil Fikri; Saiful Abid
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 2 (2026): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i2.17

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi wasit sepak bola, khususnya dalam pemahaman peraturan permainan dan kesiapan fisik sesuai standar. Permasalahan yang dihadapi adalah masih banyaknya wasit yang belum memiliki lisensi, kurang memahami Laws of the Game, serta keterbatasan kemampuan fisik dalam memimpin pertandingan. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan melalui bimbingan teknis, simulasi perwasitan, serta evaluasi partisipatif. Materi pelatihan meliputi pemahaman peraturan permainan sepak bola dan persiapan tes kebugaran wasit. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap peraturan permainan serta kesiapan fisik wasit dalam menghadapi tuntutan pertandingan. Peserta mampu mengikuti rangkaian latihan dan simulasi perwasitan dengan baik, meskipun masih diperlukan latihan lanjutan untuk meningkatkan daya tahan dan konsistensi performa fisik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya berkelanjutan dalam pembinaan wasit sepak bola guna mendukung terselenggaranya pertandingan yang adil, aman, dan berkualitas.
Upaya Peningkatan Kesadaran Siswa terhadap Pemilahan Sampah Organik dan Nonorganik melalui Program Sosialisasi di Lingkungan Sekolah Nyoman Gio Pratama; Annisa Yulistia; Reza Gracela Fine Allcause Beln; M. Tegar Dwi Prakoso; Yunila Sari; Tiara Nasya Arkhama; Rismatul Fadillah; Ni Sayu Putu Amanda; Tiara Sapina; Reva Mela Yunita; Nasywa Tsabita
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 2 (2026): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i2.18

Abstract

Waste problems in the school environment remain a challenge, particularly regarding students’ low awareness in sorting organic and non-organic waste. The lack of understanding about the types of waste and their environmental impacts often results in mixed waste that is not managed optimally. This community service activity aims to increase students’ awareness of the importance of waste sorting through a socialization program conducted in the school environment. The program was implemented through material presentations and interactive discussions. The results indicate an improvement in students’ understanding of the differences between organic and non-organic waste, as well as the development of a caring attitude toward maintaining school cleanliness. Through this activity, it is expected that positive habits in disposing of and sorting waste properly will be established, thereby creating a clean and sustainable school environment. This article is limited to its implementation at SMA El-Syihab Bandar Lampung by PLP-KKN students, Period 1, 2026. This article also contributes to academic knowledge as well as practical strategies for implementing Goal 12 of the Sustainable Development Goals (SDGs).
Pelatihan Pembuatan Media Presentasi Kreatif untuk Meningkatkan Literasi Digital Agus Susilo; Marianita; Ratna Wulan Sari; Ira Miyarni Sustianingsih
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 2 (2026): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i2.19

Abstract

Digital literacy is an essential competency in the era of technological transformation, which demands that educators and students utilize digital devices creatively, critically, and productively. However, in practice, many educators still use conventional presentation media, which is less than optimal in supporting interactive learning processes. This community service activity aims to improve digital literacy through training in the creation of creative presentation media based on digital applications. The implementation method includes needs analysis, material preparation, hands-on training, mentoring, and evaluation of participants' work. The material provided covers the principles of effective presentation design, the use of interactive features, multimedia integration, and strategies for communicative message delivery. Evaluation is carried out through an assessment of the presentation media products produced by participants and a training response questionnaire. The results of the activity indicate an increase in participants' understanding and skills in designing presentation media that are more creative, engaging, and in accordance with digital literacy principles. Participants are able to integrate visual, audio, and animation elements proportionally and demonstrate increased confidence in delivering material.
Integrasi Nilai Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Pendampingan Guru di Sekolah Yohana Satinem; Agus Susilo; Juwati
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 2 (2026): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i2.20

Abstract

Indonesian language learning in schools still faces challenges in systematically and contextually integrating local wisdom values. Local wisdom plays a strategic role in shaping students' character and strengthening regional cultural identity. This community service activity aims to improve teachers' competency in integrating local wisdom values ​​into Indonesian language learning through a reflective practice-based mentoring program. The implementation method includes needs identification, a workshop on developing teaching materials, classroom implementation assistance, and joint evaluation and reflection. The target group is Indonesian language teachers in partner schools who need support in developing contextual, culturally-based teaching materials. Evaluation instruments include questionnaires, observation sheets, and analysis of teacher-produced learning materials. The results of the activity indicate an increase in teachers' understanding of the concept of integrating local wisdom, an improvement in the quality of learning materials, and increased student participation in the learning process. This program is expected to become a model for sustainable mentoring in developing contextual, meaningful, and local cultural value-based Indonesian language learning.

Page 2 of 4 | Total Record : 39