cover
Contact Name
Kurniati Dwi Utami
Contact Email
jpolkeskaltim@gmail.com
Phone
+6282255269926
Journal Mail Official
jpolkeskaltim@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kurnia Makmur No.64, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, 75243
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
 Indonesian Food and Nutrition Research Journal
ISSN : -     EISSN : 31236634     DOI : https://doi.org/10.35963/v1i1
Core Subject :
Indonesian Food and Nutrition Research Journal (IFNRJ) is a peer-reviewed, open-access journal published by the Nutrition Department, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur. IFNRJ provides a platform for researchers, practitioners, and policymakers to share high-quality research in food and nutrition sciences. The journal covers a wide range of topics, including clinical nutrition, community and public health nutrition, food service management, sports and occupational nutrition, functional food, maternal and child nutrition, nutrition education, and food technology. IFNRJ is published twice a year (March and September) and welcomes original research, systematic reviews, and meta-analyses. Articles can be submitted in English or Bahasa Indonesia, and publication is free of charge under a Creative Commons Attribution 4.0 (CC BY 4.0) license. Our contributors include researchers, lecturers, students, nutritionists, dietitians, and health professionals from Indonesia and around the world.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
EFEKTIVITAS EDUKASI MENGGUNAKAN LEMBAR BALIK TERHADAP PENGETAHUAN GIZI PASIEN JANTUNG DI RSUD INCHE ABDOEL MOEIS SAMARINDA Sondang Rotua; Kurniati Utami; Sepsina Reski
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 1 No 2 (2025): September
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektivitas edukasi menggunakan lembar balik terhadap pengetahuan gizi pasien jantung di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda. Dibimbing oleh Kurniati Dwi Utami dan Sepsina Reski. Pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti tingkat pendidikan, pengalaman, keyakinan, sosial budaya dan media. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media lembar balik terhadap pengetahuan gizi pasien penyakit jantung di Rumah Sakit Umum Daerah Inche Abdoel Moeis Samarinda. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan design Quasy Eksperimen. Sampel yang pada penelitian ini adalah pasien yang ada di Rumah Sakit Umum Derah Inche Abdoel Moeis Samarinda sebanyak 32 orang yang akan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok Intervensi (diberi lembar balik) dan kelompok kontrol (diberikan leaflet). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian edukasi menggunakan media lembar balik dan leaflet berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan responden. Nilai selisih yang signifikan rata-rata yang signifikan media lembar balik sebesar 31,88dan media leaflet sebesar 30. Tidak terdapat perbedaan antara pengetahuan kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.
Hubungan Kecukupan Energi dan Pola Makan dengan Produktivitas Kerja Guru MTs Negeri Samarinda Ananda Faza; Edi Sukamto; Riana Pangestu Utami
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 2 No 2 (2026): September
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru memiliki peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia dibidang pendidikan. Peningkatan produktivitas kerja guru perlu didukung oleh status gizi yang optimal. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan, 60% guru MTs Negeri Samarinda memiliki IMT ≥ 25 kg/m2 (tergolong status gizi gemuk dan obesitas). Produktivitas kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti asupan gizi, pola makan dan status gizi. Asupan gizi yang optimal dan pola makan yang baik dibutuhkan seorang pekerja agar menghasilkan produktivitas kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecukupan energi dan pola makan terhadap produktivitas kerja Guru MTs Negeri Samarinda. Penelitian potong lintang ini melibatkan 58 orang guru dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel, yaitu total sampling. Pengambilan data menggunakan food recall 2 x 24 jam, Semi Quantitative – Food Frequency Questionnaire dan penilaian produktivitas dengan formulir produktivitas kerja. Uji statistik menggunakan uji Spearman Rank untuk menganalisis hubungan variabel terhadap produktivitas kerja. Hasil menunjukkan terdapat hubungan kecukupan energi (p-value = 0,004), asupan energi (p-value = 0,028) dan asupan protein (p-value = 0,005) dengan produktivitas kerja Guru MTs Negeri Samarinda. Namun, tidak ada hubungan asupan lemak (p-value = 0,075), dan asupan karbohidrat (p-value = 0,085) terhadap produktivitas kerja guru. Intervensi gizi dibutuhkan agar guru dapat mencapai status gizi ideal namun tetap mempertahankan produktivitas kerja yang sudah tinggi dan memperhatikan karakteristik kerja guru.
Kajian Sari Kurma Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Dan Kadar Serum Ferritin Bumil Anemia: Literature Review Awalia Nanda Arianto; Endang Widajati; Rany Adelina
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 2 No 1 (2026): Maret
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi anemia ibu hamil di Indonesia pada tahun 2018 yaitu 48,9%. Ibu hamil umumnya mengalami defisiensi besi sehingga hanya memberi sedikit zat bezi pada janin yang dibutuhkan untuk metabolisme besi yang normal. Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan atau hambatan pertumbuhan janin baik pada sel tubuh atau sel otak. Ibu hamil yang sumber makanannya tidak terpenuhi, mempunyai risiko menderita anemia defisiensi zat besi.  Studi literatur ini dilakukan untuk mengetahui  kajian pengaruh pemberian sari kurma (Phoenix dactilyfera) terhadap peningkatan kadar hemoglobin dan kadar serum ferritin ibu hamil penderita anemia. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Desain studi literatur yang digunakan yaitu Traditional literature review dengan menggunakan database google scholar. Terdapat 8 artikel membahas pengaruh sari kurma terhadap kadar hemoglobin dan 3 artikel membahas pengaruh sari kurma terhadap kadar serum ferritin. Penyeleksian diambil dengan memerhatikan PICOS framework, kemudian artikel dianalisis satu persatu. Hasil: Terdapat peningkatan kadar hemoglobin dan kadar serum ferritin setelah pemberian intervensi berupa sari kurma. Pemberian sari kurma (Phoenix dactilyfera) dapat meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil. Dosis yang paling banyak meningkatkan kadar hemoglobin yaitu sebanyak 2,7mg selama 7 hari dengan peningkatan kadar hemoglobin sebanyak 1,56g/dl. Pemberian sari kurma (Phoenix dactilyfera) dapat meningkatkan kadar serum ferritin ibu hamil. Dosis yang paling banyak meningkatkan kadar serum ferritin yaitu sebanyak 50mg selama 1 bulan dengan peningkatan kadar serum ferritin sebanyak 29,46g/dl.
Hubungan Tingkat Stres Dan Kepatuhan Diet Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Palaran Kota Samarinda Safitri; Elvi Susanti; Ganea Qorry Aina
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 2 No 1 (2026): Maret
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Faktor gaya hidup seperti stres dan kepatuhan diet memiliki peran penting dalam pengendalian tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan kepatuhan diet dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Palaran. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 106 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) 15, kuesioner kepatuhan diet, dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60 responden (56,6%) mengalami stres sedang dan 60 responden (56,6%) patuh terhadap diet hipertensi, sedangkan 46 responden (43,4%) tidak patuh terhadap diet hipertensi. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan tekanan darah (p = 0,762) maupun antara kepatuhan diet dengan tekanan darah (p = 0,678). Tingkat stres dan kepatuhan diet tidak berhubungan secara signifikan dengan tekanan darah pada penderita hipertensi (p>0,05). Oleh karena itu, penderita hipertensi disarankan untuk tetap mengelola stres dan mematuhi diet rendah garam. Selain itu, petugas kesehatan juga diharapkan dapat memberikan edukasi gizi secara rutin.
Hubungan Kepatuhan Diet dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Tipe II di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Risda Olivia; Joko Cahyono; Kurniati Dwi Utami
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 2 No 1 (2026): Maret
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Type II Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by elevated blood glucose levels due to impaired insulin secretion or action. Management of DM involves five key components: education, medical nutrition therapy, physical activity, pharmacological treatment, and self-monitoring of blood glucose. One critical component related to education is dietary adherence, which is guided by the 3J principles—type, amount, and timing of meals. This study aimed to examine the relationship between the level of dietary adherence and fasting blood glucose levels in patients with Type II DM at the Internal Medicine Clinic of Abdoel Wahab Sjahranie General Hospital, Samarinda. This was a quantitative analytical observational study using a cross-sectional design. A total of 23 respondents were selected through total sampling from the 2024 population of Type II DM patients. Dietary adherence data were collected using a validated questionnaire by Pramayudi (2021), while fasting blood glucose data were obtained from medical records. Data were analyzed using Fisher’s Exact Test. The results showed that (65.2%) respondents were non-adherent to the 3J diet and (78.3%) respondents had uncontrolled fasting blood glucose levels. A statistically significant relationship was found between dietary adherence and fasting blood glucose levels (p = 0.033). The odds ratio (OR) of 14.000 indicates that patients who were non-adherent had a 14-times higher risk of having uncontrolled fasting blood glucose compared to those who adhered to the dietary recommendations. So, there is a significant association between dietary adherence and fasting blood glucose levels in patients with Type II Diabetes Mellitus at the Internal Medicine Clinic of Abdoel Wahab Sjahranie General Hospital, Samarinda.
Evaluasi Kepuasan Pasien Dan Sisa Makanan Menggunakan Metode Visual Comstock Pada Pasien Rawat Inap Auliatur Rohmah
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 2 No 1 (2026): Maret
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan makanan rumah sakit memiliki peran penting dalam mendukung status gizi pasien serta proses pemulihan klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan makanan rumah sakit serta menganalisis sisa makanan pada pasien rawat inap di salah satu rumah sakit di Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri pasien dari ruang rawat inap kelas II dan III yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Observasi dilakukan selama 3 hari dengan 3 kali makan per hari sehingga total porsi yang diamati sebanyak 288 porsi dari 32 pasien. Pengukuran sisa makanan dilakukan dengan metode visual comstock. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sisa makanan tertinggi terdapat pada komponen sayuran sebesar 43%, diikuti oleh makanan pokok sebesar 26% dan lauk nabati sebesar 20%, yang seluruhnya melebihi standar rumah sakit (≤20%). Sisa makanan terendah ditemukan pada lauk hewani sebesar 11%. Secara umum, tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan makanan tergolong tinggi, terutama pada aspek penyajian dan tekstur makanan dengan tingkat kepuasan sebesar 96,9%. Namun demikian, aspek cita rasa memperoleh tingkat kepuasan terendah, yaitu sebesar 78,1%. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam perencanaan menu dan optimalisasi cita rasa untuk meningkatkan daya terima makanan serta menurunkan jumlah sisa makanan di rumah sakit.
Hubungan Pengetahuan Nilai Gizi, Konsumsi Makanan Kemasan, dan Aktivitas Fisik dengan Gizi Lebih Siswa Laki-Laki SMP Negeri 1 Palu Merlin wulandari Agis; Nensy Florence Damanik; Lilik Sofiatus Solikhah
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 2 No 2 (2026): September
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi gizi lebih pada remaja terus mengalami peningkatan dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit kronis. Tingginya konsumsi makanan kemasan serta rendahnya aktivitas fisik diduga menjadi faktor dominan, sedangkan pengetahuan mengenai informasi nilai gizi berperan dalam menentukan pilihan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan gizi, konsumsi makanan kemasan, dan aktivitas fisik dengan kejadian gizi lebih pada siswa laki-laki. Metode Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 100 siswa laki-laki SMP Negeri 1 Palu, dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Variabel bebas mencakup pengetahuan gizi, konsumsi makanan kemasan, dan aktivitas fisik, sementara variabel terikat adalah status gizi lebih. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri serta penggunaan kuesioner pengetahuan gizi, FFQ, dan PAL. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebanyak 76% responden tergolong mengalami gizi lebih. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan kemasan (p=0,04) dan aktivitas fisik (p=0,03) dengan status gizi lebih. Sebaliknya, pengetahuan tentang informasi nilai gizi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p=0,449). Nilai PR/OR tidak dilaporkan dalam penelitian ini. Kesimpulan: Frekuensi konsumsi makanan kemasan yang tinggi dan tingkat aktivitas fisik yang rendah berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gizi lebih pada remaja. Sementara itu, pengetahuan gizi belum terbukti memberikan pengaruh langsung terhadap status gizi. Oleh karena itu, pendekatan intervensi yang berfokus pada perubahan perilaku dinilai lebih efektif dibandingkan hanya meningkatkan pengetahuan. Implikasi: Kebijakan gizi di lingkungan sekolah perlu diarahkan pada pengurangan konsumsi makanan kemasan serta peningkatan aktivitas fisik sebagai upaya utama dalam pencegahan gizi lebih pada remaja.
Pengetahuan dan Peran Ayah Dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Birobuli Kota Palu Firli; Adillah Imansari; Masfufah
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 2 No 1 (2026): Maret
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya cakupan ASI eksklusif masih menjadi permasalahan di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Birobuli Kota Palu. Berbagai faktor diduga memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif, di antaranya pengetahuan dan peran ayah sebagai pendukung utama ibu selama proses menyusui, tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan ayah dan peran ayah dengan pemberian ASI eksklusif, metode jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah ayah yang memiliki bayi 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Birobuli. Jumlah sampel 98 ayah dengan teknik pengambilan menggunakan stratified random sampling. Analisis menggunakan uji chi-square, hasil penelitian dari 98 responden bahwa 54 ayah memiliki pengetahuan baik dan 44 ayah memiliki pengetahuan kurang. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ayah dengan pemberian ASI eksklusif (p-value = 0,000). Selain itu, peran ayah juga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan pemberian ASI eksklusif (p-value = 0,000), kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan ayah dan peran ayah dengan pemberian ASI eksklusif
Preferensi Makan Tidak Sehat, Sosial Ekonomi dan Teman Sebaya dengan Status Gizi Remaja aldila dila; Ni Ketut Kariani; Nuristha Febrianti
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 2 No 2 (2026): September
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Remaja usia 13-15 tahun berada pada masa pertumbuhan pesat yang membutuhkan asupan gizi seimbang. Status gizi yang baik berpengaruh terhadap Kesehatan, perkembangan fisik, dan prestasi belajar. Faktor-faktor seperti preferensi makan, sosial ekonomi dan teman sebaya dapat memengaruhi status gizi. Tujuan Menganalisis hubungan preferensi makan, sosial ekonomi dan teman sebaya dengan status gizi remaja di SMP Negeri 1 Palu. Metode Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 98 siswa dipilih dengan stratified random sampling. Preferensi makan, sosial ekonomi dan teman sebaya diukur menggunakan kuesioner, sedangkan status gizi dengan timbangan digital, stadiometer dan aplikasi WHO AnthroPlus. Analisis menggunakan uji kolerasi gamma dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil Penelitian Terdapat hubungan signifikan antara preferensi makan dengan status gizi (p=0,002) dan sosial ekonomi dengan status gizi (p=0,002). Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara teman sebaya dengan status gizi (p=0,285). Kesimpulan Preferensi makan dan sosial ekonomi berhubungan dengan status gizi remaja, sedangkan teman sebaya tidak berhubungan signifikan. Background Adolescents aged 13–15 years are in a period of rapid growth that requires balanced nutritional intake. Good nutritional status influences health, physical development, and academic achievement. Factors such as eating preferences, socioeconomic conditions, and peer influence may affect adolescents’ nutritional status. Objective This study aimed to analyze the relationship between unhealthy eating preferences, socioeconomic status, and peer influence with the nutritional status of adolescents at SMP Negeri 1 Palu. Methods This quantitative study employed a cross-sectional design. A total of 98 students were selected using stratified random sampling. Eating preferences, socioeconomic status, and peer influence were measured using questionnaires, while nutritional status was assessed using a digital scale, stadiometer, and the WHO AnthroPlus application. Data were analyzed using the gamma correlation test with a significance level of 0.05. Results There was a significant relationship between eating preferences and nutritional status (p = 0.002), as well as between socioeconomic status and nutritional status (p = 0.002). However, no significant relationship was found between peer influence and nutritional status (p = 0.285). Conclusion Eating preferences and socioeconomic status are significantly associated with adolescents’ nutritional status, while peer influence is not significantly related.
Hubungan Keyakinan Remaja, Dukungan Guru dan Teman Sebaya terhadap Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri Jum Aulia; Masfufah; Lilik Sofiatus Solikhah
Indonesian Food and Nutrition Research Journal Vol 2 No 2 (2026): September
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) masih rendah sehingga menjadi kendala dalam pencegahan anemia. Kepatuhan tersebut dipengaruhi oleh faktor individu dan lingkungan, seperti keyakinan remaja, dukungan guru, dan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor-faktor tersebut terhadap kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah remaja putri di MTS Nurul Islam, SMK Nurul Islam, dan SMPN No. 20 Palu. Sampel penelitian berjumlah 128 responden yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri tidak patuh dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Terdapat hubungan yang signifikan antara keyakinan remaja dengan kepatuhan konsumsi TTD (p-value = 0,000). Dukungan guru juga menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan konsumsi TTD (p-value = 0,000). Namun, dukungan teman sebaya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan konsumsi TTD (p-value = 0,307). Kesimpulan: Terdapat hubungan keyakinan remaja dan dukungan guru terhadap kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri, sedangkan dukungan teman sebaya tidak berhubungan signifikan. Saran: Penelitian selanjutnya perlu mengkaji faktor psikologis dan sosial, serta penguatan peran keluarga dan sekolah dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri. Background: Adolescent girls’ compliance with iron supplement tablet (TTD) consumption remains low, posing a challenge to anemia prevention efforts. Compliance is influenced by individual and environmental factors, such as adolescents’ beliefs, teacher support, and peer support. This study aimed to analyze the influence of these factors on compliance with iron supplement tablet consumption among adolescent girls. Methods: This study employed a quantitative research design with a cross-sectional approach. The study population consisted of adolescent girls at MTS Nurul Islam, SMK Nurul Islam, and SMPN No. 20 Palu. The sample comprised 128 respondents selected using stratified random sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. Results: The findings indicated that the majority of adolescent girls were non-compliant in consuming iron supplement tablets. There was a significant relationship between adolescents’ beliefs and compliance with iron supplement tablet consumption (p-value = 0.000). Teacher support also showed a significant relationship with compliance (p-value = 0.000). However, peer support did not demonstrate a significant relationship with compliance (p-value = 0.342). Conclusion: There is a significant relationship between adolescents’ beliefs and teacher support and compliance with iron supplement tablet consumption among adolescent girls, whereas peer support shows no significant relationship. Recommendation: Future research should further examine psychological and social factors, as well as strengthen the roles of families and schools in improving adolescent girls’ compliance with iron supplement tablet consumption.

Page 2 of 3 | Total Record : 21