cover
Contact Name
Wildan Insan Fauzi
Contact Email
wildaninsanfauzi@upi.edu
Phone
+6285221045707
Journal Mail Official
historia@upi.edu
Editorial Address
Gedung Numan Soemantri, FPIPS UPI, Laboratorium Prodi Pendidikan Sejarah, Lantai 4, Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung, 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah
ISSN : 26204789     EISSN : 26157993     DOI : https://doi.org/10.17509/historia.v5i1
Focus and Scope 1. Learning History at school 2. Learning History in college 3. History education curriculum 4. Historical material (local, national, and world history) 5. History of education 6. Historical material in social studies
Articles 241 Documents
Pemberontakan Jawara Banten Pada Masa Awal Kemerdekaan Tahun 1945 – 1946 Syadeli, Syadeli
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 4, No 2 (2021): Pengayaan Materi Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.2 KB) | DOI: 10.17509/historia.v4i2.30410

Abstract

“Jawara”is part of the subculture apart from “Kiai” and “ulama” which has a position in the eyes of the people of Banten.this position is not a formal labelling but an informal label which is formed by the community itself, where the “jawara” is a group that has a strong influence while penetrating the boundaries of the rural hierarchy in Banten. In the early days of independence, the “jawara” were involved in heroistic events with the people of Banten fighting to regain independence from the Dutch colonial government. In the midst of this struggle there was an act of rebellion carried out by the “jawara”, where this rebellion reflected the social action of the “jawara” to oppose the situation at that time. This event is interesting to study to provide an overview of the socio-political dynamics among the people of Banten during this period. The method used in this research is to use the historical method by following the research steps, namely heuristics, criticism, interpretation and historiography. Based on the results of the study, it can be concluded that the action in each rebellion that is carried out by “jawara”has its own characteristics, namely by committing various acts of violence that describe bandits. This violence is directed against people he does not like and will deter the ends of his interests. The acts of violence they commit such as kidnapping, intimidation, robbery and murder are the characteristics of the “jawara” style. 
Dugaan Penyelewengan Program Ekonomi Benteng Untuk Kepentingan Pemilihan Umum 1955 Mahardika, Moch. Dimas Galuh; Ramadhan, Fahmi Nur
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 4, No 2 (2021): Pengayaan Materi Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.063 KB) | DOI: 10.17509/historia.v4i2.28697

Abstract

Setelah diproklamirkannya kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, pemerintah mulai berbenah membangun negeri. Prioritas utama pemerintah saat itu adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat, salah satunya dengan memperbaiki sektor ekonomi. Berbagai usaha dilakukan oleh pemerintah dengan salah satunya menerapkan Program Ekonomi Benteng. Kebijakan ekonomi benteng diprioritaskan untuk pedagang pribumi, dengan tujuan menciptakan kalangan pengusaha pribumi yang berkualitas. Tujuan tersebut bertolak belakang di dalam praktik pelaksanaannya, program ekonomi benteng justru dijadikan salah satu medium untuk meraup keuntungan. Hal ini dikuatkan dengan beberapa posisi strategis dalam struktur pemerintahan yang diisi oleh mayoritas anggota PNI. Beberapa kedudukan yang strategis dalam kabinet dan pemerintahan yang dipegang oleh PNI, yaitu Menteri Luar Negeri (Mr. Sunario), Menteri Keuangan (Dr. Ong Eng Die), Menteri Perekonomian (Mr. Iskaq Tjokrohadisoerjo). Selain itu, hal lain yang menguntungkan adalah bahwa pada tanggal 4 November 1953, kabinet membentuk Panitia Pemilihan Indonesia (PPI) yang diketuai oleh S. Hadikusumo yang juga seorang kader PNI. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode historis untuk memberikan penjelasan terkait dengan dugaan penyelewengan Program Ekonomi Benteng untuk kepentingan Partai Nasional dalalm Pemilihan Umum 1955.
Perkumpulan Sekar Rukun: Perjuangan Pemuda Sunda Masa Pergerakan Nasional (1919-1931) Ar Razy, Mohammad Refi Omar
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 4, No 2 (2021): Pengayaan Materi Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.499 KB) | DOI: 10.17509/historia.v4i2.32045

Abstract

This study aims to analyze the kirprah of the Sekar Rukun Association during the National Movement (1919-1931) which includes the formation, form of struggle, and the process of merging with the Young Indonesia organization. The research method used is the historical method which consists of heuristic, source criticism, interpretation, and historiography stages. Through this research, it can be seen that, first, the Sekar Rukun Association was formed by Sundanese figures who attended school in Batavia, such as Doni Ismail, Iki Adiwidjaja, Djuwariah, Hilman, Moh. Sapii, Mangkudiguna, Soetisna Sendjaja and Iwa Kusumasumantri before finally Dr. Husein Djajadiningrat was involved in the Sekar Rukun Association. Second, the form of struggle for the Sekar Rukun Association is by working with youth organizations similar to that during the National Movement such as Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Jong Bataks and so on. One form of the struggle of the Sekar Rukun Association together with other youth organizations was to hold Youth Congresses I and II in 1926 and 1928. The 2nd Youth Congress in 1928 was known as the Youth Pledge event. Third, as a form of unity and integrity, the Sekar Rukun Association merged with the other youth organizations mentioned above to form an organization called Young Indonesia in 1931.
Fatmawati: Dari Muhammadiyah untuk Negara Pradita, Silvy Mei
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 4, No 2 (2021): Pengayaan Materi Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.127 KB) | DOI: 10.17509/historia.v4i2.24834

Abstract

Fatmawati: From Muhammadiyah to the Country. This study aims to describe the travel history of a Fatmawati, son of a Muhammadiyah figure in Bengkulu. This study uses the Historical method with four stages, namely data collection (heuristic), source selection (verification), data interpretation (interpretation), and writing history (historiography). The results of this study are Fatmawati is the son of a Muhammadiyah figure in Bengkulu, Fatmawati's childhood almost lost her happiness because of a fight that occurred with her parents due to a married woman who liked her father. But these problems could be overcome because Hassan Din assured Siti Chadijah that he would not remarry. Since she was a teenager, Fatmawati was active in Muhammadiyah through Nasyiatul Aisyiyah (NA), until finally Fatmawati was able to win the heart of a Sukarno and marry her in June 1943. As Sukarno's wife, Fatmawati was indirectly involved and played an important role in Indonesia's independence struggle. One of them was when he sewed the red and white flag which was used as the national flag of the Republic of Indonesia.
Asal Muasal Wong Jonegoro: Tinjauan Historis Hubungan Wong Kalang dan Masyarakat Samin Bojonegoro Liani, Ita Fajar April; Fadilla, Firza Azzam; Danugroho, Agus
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 4, No 2 (2021): Pengayaan Materi Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.387 KB) | DOI: 10.17509/historia.v4i2.32751

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan antara Wong Kalang dan Masyarakat Samin di Bojonegoro. Wong Kalang dan Masyarakat Samin merupakan sejarah asal muasal warga lokal Bojonegoro. Metode yang penulis gunakan adalah metode sejarah terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa adanya dua asumsi tentang keterikatan antara Wong Kalang dan Masyarakat Samin Bojonegoro. Asumsi pertama mengatakan adanya keterikatan antara Wong Kalang dan Masyarakat Samin. Asumsi ini dilandasi dengan budaya, ajaran, tingkah laku, dan karakteristik tempat tinggal keduanya. Sedangkan asumsi kedua mengatakan bahwa tidak ada hubungan dan keterikatan antara Wong Kalang dan Masyarakat Samin di Bojonegoro. Asumsi ini berlandaskan bahwa Kubur Kalang merupakan bukti perbedaan sistem religi pemakaman diantara Wong Kalang dan Masyarakat Samin Bojonegoro.
Enrichment Materi Pembelajaran Sejarah tentang Peranan Peranakan Arab Pada Masa Pergerakan Kemerdekaan Indonesia Yulianti, Iing; Kurniawati, Yeni; Winarko, Afis
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 5, No 1 (2022): Kreativitas dalam Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.505 KB) | DOI: 10.17509/historia.v4i2.30197

Abstract

Tulisan ini ditujukan untuk mengembangkan proses pembelajaran sejarah dengan mengimplementasikan pengayaan (enrichment) tentang peranan peranakan Arab di Indonesia pada masa pergerakan kemerdekaan Indonesia. Metodologi penelitian sejarah digunakan dalam riset ini yaitu melalui tahap heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Karya tulis ini merujuk kepada hasil penelitian sebelumnya yang telah merekonstruksi peran peranakan Arab pada masa pergerakan kebangsaan sampai periode revolusi kemerdekaan. Hasil historiografi tersebut selanjutnya akan diimplementasikan melalui enrichment dalam pembelajaran sejarah pada materi periode pergerakan kebangsaan sampai revolusi kemerdekaan. Kajian ini dilandasi oleh pentingnya membangun rekonstruksi yang utuh tentang peran semua kelompok masyarakat dalam sejarah Indonesia. Kajian ini berupaya untuk mengkaji, menelaah, dan mendeskripsikan peran peranakan/keturunan Arab dalam sejarah Indonesia terutama pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia untuk selanjutnya dapat dijadikan suplemen dalam buku teks pelajaran sejarah pada jenjang pendidikan menengah atas/sederajat. Kajian ini dapat membangun rekonstruksi peristiwa sejarah secara utuh yang dapat menghasilkan informasi, persepsi dan historiografi peranan semua elemen masyarakat Indonesia dalam sejarah Indonesia untuk kepentingan pendidikan sejarah.
Perkembangan Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo sebagai Warisan Budaya Lokal Tahun 1998-2003 Syarifuddin, Syarifuddin; Supriyanto, Supriyanto; Sintia, Sintia; Ilahi, Rizki
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 5, No 1 (2022): Kreativitas dalam Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.968 KB) | DOI: 10.17509/historia.v5i1.30504

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap informasi seputar perkembangan Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo dalam era renovasi terbesar pada tahun 1999. Peneliti menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari beberapa tahap (1) heuristik, yakni pengumpulan yang terdiri dari informasi lisan serta sumber buku literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. (2) kritik, (3) interpretasi. (4) historiografi. Hasil dari penelitian bahwa sejarah berdirinya Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo yang dimana pendiri dari Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo ialah pemimpin Kesultanan Palembang, yakni Sultan Mahmud Badaruddin I. Masjid ini dibangun dengan alasan untuk mencukupi masyarakat kota Palembang untuk menunaikan sholat. Pada Hari Jumat tanggal 10 September 1999 pukul 10.00 WIB adalah langkah pertama penuh sejarah, awal mulanya pengerjaan restorasi dan renovasi masjid Agung Palembang oleh Gubernur Laksamana muda H. Rosihan Arsyad, bersama ketua umum Prof. Dr. Kiagus Haji Oejang Gajah Nata, DABK, dan sekretaris yakni Raden Haji Muhammad Saleh Djon. Bangunan masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo sudah bisa dikatakan sebagai warisan budaya lokal bahkan sekaligus sebagai warisan budaya Nusantara. Salah satu tradisi atau budaya lokal yang masih dilestarikan di Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo sejak berdirinya adalah prosesi atau tertib acara pada saat melakukan sholat Jum’at, tradisi atau budaya ini sekaligus menjadi karakteristik yang khas di Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo ilmu pendidikan sejarah di Indonesia dan di Eropa. 
Peningkatan Kapasitas Guru dalam Mengembangkan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality untuk Menyelaraskan Pembelajaran Sejarah dengan Kebutuhan Masa Kini Nafi'ah, Ulfatun; Sapto, Ari; Sayono, Joko; Herdiani, Aulia
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 5, No 1 (2022): Kreativitas dalam Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.044 KB) | DOI: 10.17509/historia.v5i1.38950

Abstract

Perkembangan teknologi yang menyebabkan perkembangan kebutuhan, menuntut semua bidang pendidikan melakukan penyesuaian, termasuk untuk pendidikan mata bidang Sejarah. Meskipun pembelajaran di bidang Sejarah identik dengan masa lalu dan perspektif konvensional namun bukan berarti pembelajaran yang dilakukan tidak dapat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Bahkan kebutuhan pembelajaran Sejarah akan perkembangan teknologi juga cukup tinggi. Banyak inovasi media pembelajaran di bidang Sejarah telah dilakukan untuk mendukung proses pembelajaran. Pelatihan yang dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat Tim Dosen Universitas Negeri Malang ini menekankan pada peningkatan kapasitas Guru Sejarah dalam mengembangkan media pembelajaran terutama yang berbasis augmented reality. Dari hasil pelatihan ini dapat diketahui bahwa mayoritas peserta belum pernah mempelajari dan mengembangkan media pembelajaran berbasis AR, setelah mengikuti pelatihan, mereka mampu untuk mengembangkan media pembelajaran sesuai dengan target kegiatan. Lebih lanjut, meskipun kendala teknis tidak dapat dihindari, para peserta yang merupakan para anggota MGMP Sejarah Kabupaten Malang antusias terhadap pemanfaatan AR dalam mengembangkan media pembelajaran dan menghendaki diadakannya pelatihan lanjutan.  
Re-Estimating the Size of Javanese Jong Ship Averoes, Muhammad
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 5, No 1 (2022): Kreativitas dalam Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.774 KB) | DOI: 10.17509/historia.v5i1.39181

Abstract

It is known that the Javanese jong ship is larger than Portuguese ships. There have been several scholars who have estimated the size of the jong ship, though in an unspecified manner. This study is intended to estimate the size of the jong ship by calculation. This paper explores historical records of jong sizes, claims of jong sizes, and calculates jong sizes with formulas according to shipbuilding rules. From the calculations carried out, the size of the Javanese jong is obtained. The results of this calculation reject and confirm the jong size research that has been done by other scholars, the claim that the jong can reach more than 300 m is rejected by the results of the calculations that have been carried out.
Analisis Temuan Benda-Benda Peninggalan Sejarah di Sungai Musi sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Rohmah, Liamilatul; Sholeh, Kabib; Wandiyo, Wandiyo
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 5, No 1 (2022): Kreativitas dalam Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1789.097 KB) | DOI: 10.17509/historia.v5i1.36374

Abstract

Pada zaman kerajaan Sriwijaya Sungai Musi dijadikan sebagai jalur perdagangan yang menjadikan kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis temuan benda-benda peninggalan sejarah di Sungai Musi yang nantinya akan digunakan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Dalam penulisan ini peneliti menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitatif, yang dimulai dari kegiatan observasi, dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka. Di Sungai Musi banyak ditemukan benda-benda peninggalan sejarah dari berbagai masa seperti masa Kerajaan Sriwijaya, Kesultanan, dan Kolonial. Adapun benda benda peninggalan masa Sriwijaya seperti Pedang Naga Sriwijaya, Surat Timah, Uang Barang, Keramik, Manik-manik, Guci, Kendi Tarakota, benda-benda masa Kesultanan seperti Mata Uang Koin, Golok, Keramik berbentuk Guci, serta pada masa Koloinial seperti Uang Koin, Wadah Tinta, Botol Jamu, Botol Akohol. Setiap benda-benda yang ditemukan memiliki nilai-nilai yaitu nilai politik dan kekuasaan, perjuangan dan kekuatan, ekonomi dan teknologi, serta nilai estetika. 

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2025): on progress Vol 8, No 1 (2025): Media dan Propaganda Kesehatan era Kolonial Vol 7, No 1 (2024): Kritik Sosial dalam Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 2 (2023): Pembelajaran Sejarah berbasis Digital Vol 6, No 1 (2023): Sejarah untuk Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 2 (2022): Pengembangan Materi dalam Pembelajaran Sejarah Vol 5, No 1 (2022): Kreativitas dalam Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 2 (2021): Pengayaan Materi Pembelajaran Sejarah Vol 4, No 1 (2021): Monumen Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 3, No 2 (2020): Pembelajaran Sejarah dan Kearifan Lokal Vol 3, No 1 (2020): Pendidikan Sejarah dan Sejarah Pendidikan Vol 2, No 2 (2019): Pendidikan Sejarah abad 21 Vol 2, No 1 (2019): Historiografi Buku Teks Sejarah: dari nasionalisme hingga Ecopedagogy Vol 1, No 2 (2018): Buku Teks Sejarah dan Sejarah Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Pembelajaran Sejarah lokal Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013): Pembelajaran sejarah berbasis budaya Vol 14, No 1 (2013): local wisdom Vol 14, No 1 (2013): local wisdom in history education Vol 13, No 2 (2012): Local History in History Learning Vol 13, No 1 (2012): pembelajaran sejarah lokal dan nasional Vol 12, No 2 (2011): History Learning Vol 12, No 1 (2011): Nationalism and History Education Vol 11, No 2 (2010): History Teaching Vol 11, No 1 (2010): Feudalism, History, and Education Vol 10, No 2 (2009): Nationalism, Ethnicity, and National Integrity Vol 9, No 2 (2008): Perkembangan Islam di Indonesia More Issue