cover
Contact Name
febrialismanto
Contact Email
febrialisman@gmail.com
Phone
+6281365060583
Journal Mail Official
educhild.journal@gmail.com
Editorial Address
Prodi PD PAUD FKIP UNRI Kampus Bina Widya Simpang Baru - Pekanbaru - Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial
Published by Universitas Riau
ISSN : 20897510     EISSN : 27219909     DOI : http://dx.doi.org/10.33578/jpsbe.v1i1
Core Subject : Education, Social,
The Educhild Journal accepts articles about the following studies: 1. Social science education 2. Mathematics education in 3. Language education 4. Science education 5. Arts and culture education 6. Citizenship education 7. Religious education 8. Sports education 9. Learning and teaching 10. Psychology Education 11. Learning media 12. Management of education 13. Learning media and educational technology 14. Music education 15. Dance and drama education 16. Environment education 17. Early Childhood Education
Articles 173 Documents
MENINGKATKAN KEMANDIRIAN MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK ABA 010 CABANG KUOK KABUPATEN KAMPAR Herlina '
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v5i1.3834

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya Kemandirian anak. Berdasarkanpengamatan penulis di kelas TK ABA 010 Cabang Kuok Kabupaten Kampar pada umumnyamempunyai permasalahan 1) Adanya sebagian anak yang selalu ditemani oleh orang tuanyaketika pembelajaran di sekolah 2) Adanya sebagian anak yang kurang percaya diri, hal initerlihat ketika anak mendapatkan tugas atau perintah dari guru, 3) Adanya sebagian anakyang selalu ditemani oleh guru atau orang tua ketika makan atau disuapkan oleh orangtuanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(Classroom Action Research) dengan jumlah sampel anak sebanyak 20 orang anak. Teknikpengumpulan data pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik persentase. Hasilpenelitian dapat diketahu Peningkatan kemandirian anak Usia 5 – 6 Tahun di TK ABA 010Cabang Kuok Kabupaten Kampar pada data awal diperoleh skor 301 dengan persentase37.6%, pada siklus I memperoleh skor 413 atau 51,6% dengan kiteria berkembang sesuaiharapan. Terjadi peningkatan kemandirian anak usia 5-6 tahun pada siklus II dengan skor593 atau 74,1% dengan kiteria berkembang sesuai harapan. Berarti peningkatan dari dataawal ke siklus II adalah sebesar 36,4%.
EFEKTIFITAS PENGGUNA KURIKULUM BERBASIL ALAM UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI DAERAH PESISIR Enda Puspitasari
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v6i2.4488

Abstract

Kurikulum merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah lembaga penelitian, tanpakurikulum yang tepat tujuan pembelajaran tidak akan tercapai dengan baik. Kurikulum yangbaik adalah kurikulum yang sesuai dengan keadaan sekitar peserta didik. Salah satu ciri khasProvinsi Riau yaitu memiliki daerah pesisir yang mana daerah ini memiliki karakteristik yangberbeda dengan daerah daratan. Pada penelitian sebelumnya telah dikembangkan kurikulumberbasis alam untuk daerah pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat efektifitaspenerapan kurikulum berbasis daerah alam untuk daerah pesisir. Penelitian ini merupakanpenelitian eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Control Group Desain, terdiri dari duakelompok yaitu kelompok eksperimen (KE) dan kelompok Kontrol (KK), jumlah sampel untukdua keolmpok tersebut yaitu sebanyak 30 orang anak usia 5-6 tahun yang sekolah didaerahpesisir dengan teknik pengambilan sampel yaitu Sampling Purposive. Dari hasil analisis dataterdapat perbedaan pada capaian perkembangan anak usia 5-6 tahun baik dari aspek nilaimoral agama, kognitif, bahasa, sosial emosional, fisik motorik dan seni untuk kelompok anakyang diberi perlakuan dengan kelompok anak yang tidak diberi perlakuan penerapan kurikulumberbasis alam untuk daerah pesisir.
METODE DAN TEKNIK MENGAJARKAN KEJUJURAN PADA ANAK SEJAK USIA DINI Daviq Chairilsyah
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v5i1.3825

Abstract

Kejujuran adalah nilai kehidupan mendasar yang paling penting yang harus diajarkan padaanak sejak ia kecil. Mengajarkan anak untuk berkata, bersikap dan berperilaku jujur akan menjadipembelajaran yang berguna untuk kehidupannya kelak. Sebab penanaman ilmu sejak diniumumnya akan cenderung lebih mudah diserap anak dan ditanamkan hingga mereka dewasasehinga menjadi sebuah kebiasaan yang baik. Penerapan sikap jujur kehidupan kita itu sangatperlu dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari hari. Karena sikap jujur itu adalah sikap yangbaik dan terpuji. Kejujuran adalah sangat penting bagi setiap orang dan kita harus terbiasamenanamkan serta menerapkan itu alam kehidupan sehari hari. Kejujuran sangat di perlukandalam berbagai aspek kehidupan. Dalam keluarga, kejujuran sangat diperlukan agar rasakekeluargaan yang ada dapat terjaga dan tertuuk dengan baik. Penerapannya itu di mulai dariusia dini dan dan pada keluarga bisa di terapkannya sikap jujur supaya dalam keluarga tersebutbisa terjalin lebih erat dan tidak ada kata bohong di dalam keluarga. Sikap jujur tersebut bisaditerapkan jika seorang anak itu melakukan sesuatu yang terjadi antara lain: Jika bersalahharus mengakui kesalahanya, antara ucapan dan perbuatan harus sama, memberitakansesuatu hal baik ke orang tua ataupun kedalam lingkungan masayarakat, memegang danmenjalankan amanah dengan baik. Beberapa Teknik Mengajarkan kejujuran pada anak sejakusia dini adalah 1) Terapkan dalam kehidupan sehari-hari 2) Berikan pengetahuan dankeyakinan bahwa Tuhan Maha Melihat 3) Berikan pemahaman bahwa ‘Jujur Itu Nikmat’ 4)Sebuah Cerita Sebelum Tidur 5) Pemberitahuan dan Pujian dan 6) Uji Coba.
THE INFLUENCE OF ANIMATION VIDEO MEDIA ON ABILITY TO KNOW NUMBERS CONCEPTS IN CHILDREN AGED 4-5 YEARS Laras Septiani; Rita Kurnia
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v9i2.7691

Abstract

This research aims to determine the effect of video animation on the ability to recognize the concept of numerals. This research was conducted in Islam Al Azhar 54 Kindergarten, Pekanbaru. This research used an experimental method with one group pretest and posttest design. The sample of 15 children and used saturated sampling technique. Data collection techniques in this research were observation techniques. Data analysis techniques used t-test and SPSS 23. The results of data analysis can be obtained t count 10.990 greater than t table 2.145 with a significance of 0.000 <0.05. It could be concluded that there were differences in knowledge about the ability to recognize the concept of numerals before and after the used of video animation media. The influence given by the video animation media based on the N Gain formula of 40.96% is in the medium category. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video animasi terhadap kemampuan mengenalkonsep bilangan. Penelitian ini dilakukan di TK Islam Al Azhar 54 Pekanbaru. Penelitian inimenggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest posttest dengan jumlah sampel 15orang anak dan menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian iniadalah dengan teknik observasi. Teknik analisis data menggunakan uji t-test dengan menggunakanprogram SPSS 23. Hasil analisis data dapat diperoleh t hitung 10,990 lebih besar dari t tabel 2,145dengan signifikansi 0,000<0,05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan tentangkemampuan mengenal konsep bilangan sebelum dan sesudah penggunaan media video animasi.Pengaruh yang diberikan oleh media video animasi berdasarkan rumus N Gain sebesar 40,96% beradapada kategori sedang.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Dan Percaya Diri Terhadap Kreativitas Anak Usia 5 – 6 Tahun (Penelitian Eksperimen pada BKB PAUD Anggrek Buaran Jakarta Timur) Nurlita &#039;
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v1i1.1620

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnyapembelajaran yang dapat merangsang dan mengembangkankreativitas anak seyogyanya dimulai sejak usia dini. Guru sebagaipenanggung jawab kegiatan pembelajaran di sekolah harus mampumelaksanakan pembelajaran yang dapat merangsang danmengembangkan kreativitas yang efektif bagi anak. untuk mencapaikreativitas anak yang optimal perlu dilakukan dengan memilihstrategi pembelajaran yang tepat dan kontinu denganmemperhatikan tingkat percaya diri anak.Kata kunci: Strategi Pembelajaran, percaya diri dan kreativitas.
PERBEDAAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PG PAUD KABUPATEN SIAK DENGAN KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU Febrialismanto Febrialismanto; Hukmi Hukmi
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v7i1.5114

Abstract

tugasnya. Dari hasil perbedaan kompetensi profesional yang dapat dilihat dari kabupaten Siakdan kabupaten Kampar dapat diketahui indikator kompetensi profesionalnya berikut ini,Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaranyang diampu (Konsep dasar matematika, sains, bahasa, pengetahuan sosial, agama, seni,pendidikan jasmani, kesehatan dan gizi sebagai sarana pengembangan untuk setiap bidangpengembangan anak TK/PAUD) guru kabupaten Siak 72.69 (Cukup Tinggi) dan guru kabupatenKampar 66.85 (Cukup Tinggi). Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yangmendukung mata pelajaran yang diampu (Penggunaan berbagai alat permainan untukmengembangkan aspek fisik, kognitif, sosial emosional, nilai moral, sosial budaya, dan bahasaanak TK/PAUD) guru kabupaten Siak 78.24 (Cukup Tinggi) dan guru kabupaten Kampar 80.48(Tinggi). Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung matapelajaran yang diampu (Menguasai berbagai permainan anak) guru kabupaten Siak 87.50 (Tinggi)dan guru kabupaten Kampar 93.06 (Tinggi). Menguasai standar kompetensi dan kompetensidasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu guru kabupaten Siak 61.42 (CukupTinggi) dan guru kabupaten Kampar 64.92 (Cukup Tinggi). Mengembangakan materipembelajaran yang diampu secara kreatif guru kabupaten Siak 70.83 (Cukup Tinggi) dan gurukabupaten Kampar 61,67 (Cukup Tinggi). Mengembangakan keprofesionalan secaraberkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif guru kabupaten Siak 78.82 (Cukup Tinggi)dan guru kabupaten Kampar 49.29 (Rendah). Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasiuntuk berkomunikasi dan mengembangkan diri guru kabupaten Siak 84.72 (Tinggi) dan gurukabupaten Kampar 72.86 (Cukup Tinggi). Dari hasil penelitian dapat diketahui dari tabelIndependent Samples Test nilai sig. (2-tailed) 0.000 sehingga dapat interpretasi bahwa Hoditolak dan Ha diterima. rtinya terdapat perbedaan antara kompetensi profesional guru PAUDKabupaten Siak dengan Kabupaten Kampar Provinsi Riau.From the result of different professional competence which can be seen from Siak and Kamparregency can be known the following professional competency indicator, Mastering the materials,structure, concept and thinking pattern of science that support the subjects that taught (Basicconcepts of math, science, language, social knowledge, religion, art, physical education, healthand nutrition as a means of development for every area of development of kindergarten children)Siak Regency teacher 72.69 (High enough) and Kampar Regency teacher 66.85 (High enough).Mastering the materials, structures, concepts and scientific thinking patterns that support thesubjects that are being taught (Use of various game tools to develop the physical, cognitive,social, emotional, moral, socio-cultural, and language aspects of Kindergarten children) SiakRegency teachers 78.24 High) and Kampar regency teachers 80.48 (High). Mastering thematerials, structures, concepts and mind-set of scholarship that support the subjects that aretaught (Mastering various children’s games) Siak regency teachers 87.50 (High) and Kamparregency teachers 93.06 (High). Master the standard of competence and basic competence ofsubject / field of development which is supported by Siak regency teacher 61.42 (High enough)and Kampar regency teacher 64.92 (High enough). Developing creativity-enhanced learningmaterials of Siak regency teachers 70.83 (High enough) and Kampar regencyteachers 61.67(High enough). Developing professionalism in a sustainable manner by doing the reflectiveaction of Siak regency teachers 78.82 (High enough) and Kampar Regency teacher 49.29 (Low).Utilizing information and communication technology to communicate and develop themselvesSiak regencyt eachers 84.72 (High) and Kampar regency teachers 72.86 (High enough). Fromthe research results can be seen from the Independent Samples Test table sig value. (2-tailed)0.000 so it can be interpretation that Ho is rejected and Ha accepted. there is a differencebetween the professional competence of Eearly Childhood teachers in Siak Regency and KamparRegency of Riau Province.
PENERAPAN BERMAIN MESSY PLAY DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK TK KELOMPOK A Luluk Iffatur Rocmah; Vanda Rezania
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v6i1.4157

Abstract

Salah satu aspek kemampuan yang penting untuk dikembangkan pada anak usia dini adalahkemampuan motorik halus anak. Kemampuan motorik halus membantu anak untukmemperoleh kemandiriannya, membantu mendapatkan penerimaan sosial, dan dapatmenimbulkan rasa percaya diri pada anak. Kemampuan motorik halus dapat ditingkatkan melaluibermain messy play. Messy Play merupakan jenis permainan yang merangsang sensor motorikhalus dan kasar.Permainan ini dilakukan anak baik di alam terbuka maupun di dalam ruangandan membuat tubuh anak menjadi kotor, sehingga dikatakan dengan bermain messy play.Selaintubuh anak aktif, anak juga akan belajar mengkoordinasikan panca inderanya melalui sentuhan,bau, rasa, pendengaran, dan penglihatan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu (1)mendeskripsikanpenerapan bermain messy play dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak KelompokA, (2) Mendeskripsikan hasil penerapan bermain messy play dalam meningkatkan kemampuanmotorik halus anak Kelompok A. Sedangkan luaran yang ditargetkan dalam penelitian ini adalahtersedianya perangkat pembelajaran dengan penerapan bermain Messy Play untukmeningkatkan kemampuan motorik halus pada anak TK kelompok A. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan melalui 4tahapan dalam setiap siklusnya. Adapun tahapan tersebut adalah: (1) perencanaan, (2)pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di TK Aisyiyah BustanulAthfal Kalibader dengan 2 siklus. Siklus I dilakukan empat kali pertemuan, jika dalam siklus Ibelum berhasil, maka dilakukan siklus II dengan tiga kali pertemuan. Teknik pengumpulan datamenggunakan observasi, lembar asesmen, wawancara dan dokumentasi. Hasil penerapanbermain messy play dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A di TKAisyiyah Kalibader. Hal ini dibuktikan adanya peningkatan pada nilai ketuntasan di siklus I dansiklus II. Pada siklus I ketuntasan nilai keseluruhan kelompok A adalah 65%, dan pada siklus IIketuntasan nilai keseluruhan kelompok A adalah 88,1%. Hal ini membuktikan adanya peningkatankemampuan motorik halus anak kelompok A setelah dilakukan penerapan bermain messy play.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (Diklat) DENGAN KINERJA GURU PENDIDIK ANAK USIA DINI KOTA PEKANBARU Wilson &#039;; Wusono Indarto
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v4i2.3382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kinerja guru paud yang sedang kuliahdi program S1 PG PAUD Unri setelah mereka mendapatkan pendidikan dan pelatihan, danapakah ada hubungan antara mengikuti pendidikan dan pelatihan dengan kinerja mereka dalammelaksanakan. Penelitian ini dilaksanakan di kota pekanbaru dengan responden semua guruPAUD yang sedang kuliah di program S1 PG PAUD Unri sebanyak 56 orang. Sebagai penelitianSurvey, datanya diambil dengan menggunakan angket. Data di analisis dan hasilnya penelitianini adalah: (1) Ada 89,29% telah mengikuti diklat tingkat dasar, 10,71% juga pernah ikut diklatlanjut, dan belum ada yang pernah mengikuti diklat tingkat mahir. (2) Tingkat Tingkat kinerja gurusetelah mendapatkan pendidikan dan pelatihan (diklat) dalam membuat perencanaan,melaksanakan proses pembelajaran dan melakukan penilaian yaitu 19,64% berkinerja tinggi,69,65% berkinerja sedang dan 10,71% berkinerja rendah. (3) Nilai r hitung( 0,503) lebih besardari nilai (0,273) pada taraf signifikan 5%, maka hipotesis nol ditolak, berarti ada korelasipositif yang signifikan antara mengikuti diklat dengan kinerja guru.Keywords: Kinerja, Diklat, Pendidikan Anak Usia Dini
STRATEGI MEGHIDUPKAN LITERASI AWAL ANAK USIA DINI RENTANG USIA NOL SAMPAI LIMA TAHUN Latif Latif
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v8i2.7666

Abstract

Literacy is currently very important in life. However, the problem of Indonesian children's literacyability is far from what was expected. It caused by parents have not been able to be a good model of literation.Therefore, the strategies need to be applied to improve early childhood literacy. This study uses qualitativeresearch using theoretical studies. Improving of early childhood literacy of parents can do activities that canbe done such as activities at home and their surrounding. Activities at home can be done such as readingwhen they are sleeping, eating and drinking, bathing and playing. And, the activities in their environment canbe done by introducing the library and providing book shopping.
ANALISIS FAKTORIAL KETRAMPILAN KEPEMIMPINANKEPALA SEKOLAH TAMAN KANAK-KANAK (PENDIDIKAN ANAK USIA DINI) YANG BELUM BERAKREDITASI DI KOTA PEKANBARU Wusono Indarto; Wilson &#039;; Devi Risma
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v4i1.2800

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah banyaknya sekolah taman kanak-kanak (pendidikananak usia dini) yang belum terakriditasi di Kota Pekanbaru. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui faktor-faktor ketrampilan kepala sekolah taman kanak-kanak serta faktor apakah yangmemiliki kontribusi terbesar terhadap belum terakriditasinya sekolah yang bersangkutan. Populasidalam penelitian ini, mengacu pada data dari Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru tahun 2013,adalah semua kepala sekolah taman taman kanak-kanak (pendidikan anak usia dini) yang belumterakriditasi di Kota Pekanbaru sebanyak 148 orang. Sedang sample penelitiannya sebanyak 60orang. Pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik angket tentang ketrampilan kepemimpinankepala sekolah. Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dari 28 butir pernyataan terdapat 4butir yang tidak memenuhi syarat, sehingga instrument final terdiri dari 24 butir pertanyaan. Daridata yang terkumpul setelah dilakukan analisis statistic sederhana, ketrampilan konseptual(conseptual skill) memperoleh skor 71,7% termasuk dalam kategori baik, ketrampilan teknik(technical skill) memperoleh skor 71,2% termasuk kategori baik, dan ketrampilan kemanusiaan(human skill) memperoleh skor 81,46% termasuk kategori sangat baik. Apabila diambil rata-ratatentang ketrampilan kepemimpinan terrsebut diperoleh skor 74,8% termasuk dalam kategori baik.Kata kunci: ketrampilan kepemimpinan (leadership skill)

Page 4 of 18 | Total Record : 173