cover
Contact Name
Muhammad Yazid
Contact Email
agripita@unsri.ac.id
Phone
+628153800550
Journal Mail Official
agripita@unsri.ac.id
Editorial Address
Jalan Padang Selasa No. 524 Bukit Besar, Palembang 30139
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
AGRIPITA: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 25800612     EISSN : 27213552     DOI : -
AGRIPITA: Agribusiness and Agricultural Development Journal is published by Department of Agriculture Socio-Economics, Faculty of Agriculture, Universitas Sriwijaya and distributed twice a year in May and October. AGRIPITA is dedicated to researchers and academics intent on publishing research, scientific thinking, and other original scientific ideas.
Articles 119 Documents
A NALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN IKAN BAUNG DI PASAR IKAN SHOPING KECAMATAN KAYUAGUNG KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Dian Cahya Shafira; Amruzi Minha
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol 5 No 1 (2021): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/agripita.v5i1.65

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ikan baung di Pasar Ikan Perbelanjaan Kecamatan Kayu Agung Kecamatan Ogan Komering Ilir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan sampel 30 konsumen ikan baung. Penelitian dilakukan pada bulan April 2021. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari observasi langsung dan wawancara langsung dengan sampel dengan menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari perpustakaan, literatur, lembaga dan sumber lain yang terkait dengan penelitian. Data diolah dengan analisis regresi linier berganda melalui program IBM SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ikan baung di Pasar Ikan Perbelanjaan Kecamatan Kayu Agung Kecamatan Ogan Komering Ilir secara parsial adalah pendapatan, harga dan rasa ikan baung, sedangkan harga ayam tidak berpengaruh. Secara simultan pendapatan, harga ikan baung, harga ayam dan rasa secara bersama-sama mempengaruhi permintaan. Elastisitas pendapatan bersifat inelastis apabila pendapatan keluarga tinggi maka konsumsi ikan baung juga akan tinggi dan harga ikan baung normal. Elastisitas harga bersifat inelastis yaitu ketika harga ikan baung naik maka permintaan akan lebih sedikit menurun dibandingkan dengan perubahan harga. Elastisitas silang tersubstitusi, hal ini menunjukkan bahwa ikan baung dan ayam dapat diganti.
ANALISIS TATANIAGA KARET DI DESA LUBUK TUNGGAL KECAMATAN RAMBANG KUANG KABUPATEN OGAN ILIR Desilia Ismail; Amruzi Minha; Muhammad Arby
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol 5 No 1 (2021): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/agripita.v5i1.66

Abstract

Indonesia merupakan produsen dan eksportir karet alam utama dunia setelah Thailand. Karet alam merupakan komoditas strategis karena kontribusinya terhadap devisa negara. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui model perdagangan karet yang terbentuk, (2) mengetahui margin pemasaran dan pangsa tani sistem perdagangan karet, dan (3) mengetahui efisiensi perdagangan karet. Waktu pengumpulan data pada bulan Desember 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode simple random sampling berdasarkan teori Rule of Thumb. Dan untuk metode pengambilan sampel pedagang menggunakan metode sensus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, disimpulkan bahwa kegiatan pemasaran di Desa Lubuk Tunggal terdiri dari dua model perdagangan, yaitu: Model perdagangan I (Petani Pedagang Pengumpul Pabrik), dan Model Perdagangan II (Petani Pengecer Pedagang Pengumpul Pabrik). Margin pemasaran tata niaga I Rp 3.333 per kg dan marjin pemasaran tata niaga kedua Rp 3.566. Pangsa tani model perdagangan I sebesar 70,85 persen dan pangsa tani model perdagangan II sebesar 58,49 persen. Dan diketahui bahwa model sistem perdagangan I lebih efisien daripada model sistem kedua.
Perbandingan Pemasaran Bahan Olahan Karet Melalui Pasar Lelang dan Non Pasar Lelang di Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Prabumulih Timur Karen Prajanastasia; Laila Husin; Dessy Adriani
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol 5 No 1 (2021): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/agripita.v5i1.67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan saluran pemasaran bahan olahan karet melalui pasar lelang dan non lelang di Desa Karang Jaya Kecamatan Prabumulih Timur, (2) Mendeskripsikan dan menganalisis struktur pasar pemasaran bahan olahan karet melalui pasar lelang dan non lelang, (3) Menganalisis margin dan efisiensi pemasaran bahan olahan karet untuk pasar lelang dan non lelang. Penelitian ini dilakukan di Desa Karang Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur. Waktu pengumpulan data dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode acak berimbang dengan 43 petani sebagai responden, 27 petani untuk pasar lelang dan 16 petani untuk pasar non lelang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat dua saluran pemasaran karet yang terjadi di Desa Karang Jaya yaitu Saluran 1 (Petani - KUD - Pabrik Karet) dan Saluran II (Petani - Pedagang Pengumpul – Karet Pabrik). Struktur pasar di Kelurahan Karang Jaya untuk tingkat pasar lelang adalah pasar persaingan sempurna, pada tingkat pedagang pengumpul adalah oligopsoni konsentrasi tinggi pasar dan di tingkat pabrik karet adalah pasar monopsoni. Pemasaran rata-rata saluran di Desa Karang Jaya memiliki margin pemasaran sebesar Rp. 975,00 untuk setiap kilogram bahan karet olahan dijual. Rata-rata bagian petani dalam saluran pemasaran karet memiliki persentase di atas 50% dan nilai efisiensi pemasaran ≥ 50 persen, yaitu berarti pemasaran bahan olahan karet di Desa Karang Jaya cukup efisien.
ANALISIS KESIAPAN KELUARGA PETANI DALAM MEMASUKI BONUS DEMOGRAFI DI DESA TANJUNG MERINDU KECAMATAN TANJUNG LUBUK KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Siti Nur Fadila; Muhammad Yamin; Eka Mulyana
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol 4 No 2 (2020): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan profil tenaga kerja rumah tangga petani di Desa Tanjung Merindu Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir. (2) Mengetahui persepsi petani terhadap pekerjaan di bidang pertanian di Desa Tanjung Merindu Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir. (3) Menghitung rasio ketergantungan rumah tangga petani di Desa Tanjung Merindu Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian dan pendataan di lapangan akan dilakukan pada Januari 2020 hingga selesai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei (survey method). Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah metode purposive sampling. Dalam penelitian ini akan diambil sampel berdasarkan tingkat skala profil rumah tangga petani di Desa Tanjung Merindu Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir sebanyak 180 rumah tangga petani. Sampel yang akan diambil dalam penelitian ini sebanyak 30 sampel. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengolahan data menggunakan metode skoring/interval kelas dan juga rasio rasio beban. Berdasarkan analisis yang dilakukan penulis, disimpulkan bahwa penduduk di Desa Tanjung Merindu Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir sudah siap menghadapi bonus demografi yang akan datang dan persepsi petani terhadap lapangan kerja di bidang pertanian dalam peningkatan kesejahteraan berada pada kisaran kriteria kemakmuran dan rasio beban penduduk di Desa Tanjung Merindu Kecamatan Tanjung Lubuk sebesar 67,95%.
TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI DAN BREAK EVEN POINT (BEP) USAHATANI IKAN LELE (STUDI KASUS DI DESA SEGAYAM KECAMATAN GELUMBANG KABUPATEN MUARA ENIM) Apriana Rahmawati; Yulius Yulius; Nurilla Elysa Putri
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol 4 No 2 (2020): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pendapatan petani lele di Desa Segayam Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim. (2) Mengetahui Kebutuhan Hidup Layak petani lele di Desa Segayam Kecamatan Gelumbang. (3) Mengetahui nilai Break Even Point (BEP) pada usaha ikan lele di Desa Segayam Kecamatan Gelumbang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penelitian dilakukan secara langsung ke responden di Desa Segayam dengan memberikan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus berjumlah 17 orang yang tergabung dalam kelompok pembudidaya lele. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Pendapatan petani lele di Desa Segayam Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim rata-rata mencapai Rp3.851.653 per tahun. Pendapatan petani lele di Desa Segayam Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim belum mencukupi kebutuhan Hidup Layak. Pendapatan rata-rata petani lele per bulan hanya Rp320.971 per rumah tangga. Nilai BEP (Rp) sebesar Rp 60.052.767 per-tahun dan nilai Break Even Point (Kg) sebesar 4.004 Kg per tahun Pembudidaya ikan lele harus mengembangkan kemampuan teknik budidaya ikan lele dalam meningkatkan keterampilannya.
RELEVANSI KEARIFAN LOKAL DALAM UPAYA PENGELOLAAN AGROWISATA DESA PULAU SEMAMBU KECAMATAN INDRALAYA UTARA KABUPATEN OGAN ILIR Riohasiholan Sijabat; Yulian Junaidi; Muhammad Arbi
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol 4 No 1 (2020): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) mengidentifikasi kearifan lokal masyarakat desa Pulau Semambu (2) mengidentifikasi potensi pola pertanian di desa Pulau Semambu (3) menghitung nilai ekonomi agrowisata di desa Pulau Semambu (4) menyusun strategi pengembangan pengembangan agrowisata berbasis pertanian lokal di desa Pulau Semambu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir pada bulan Februari-Maret 2020. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desa Pulau Semambu memiliki kearifan lokal, terdiri dari; bahasa, pengetahuan, sistem atau organisasi publik, sistem peralatan hidup, mata pencaharian hidup, wilayah dan sistem seni. Potensi pertanian yang dapat dijadikan tujuan wisata, terdiri dari; potensi pertanian, peternakan, peternakan, perikanan dan keindahan alam. Nilai ekonomi agrowisata di desa Pulau Semambu dalam setahun terakhir adalah Rp. 359.106.0776 dimana rata-rata biaya perjalanan per individu sebesar Rp. 177.512, karakteristik didominasi oleh responden laki-laki, lulusan S-1, bekerja sebagai PNS, kelompok umur antara 24-30 tahun dan dengan tujuan piknik. Posisi agrowisata berada pada kuadran I yaitu strategi pertumbuhan, oleh karena itu strategi pengelolaan yang akan diterapkan pada agrowisata desa Pulau Semambu adalah strategi menggunakan kekuatan dengan memanfaatkan peluang yaitu memanfaatkan potensi pertanian dengan memanfaatkan kawasan strategis dan akses yang lebih dekat dengan pemandangan yang indah. melihat untuk menarik investor dan membangun kerjasama antara swasta dan pemerintah dalam mengembangkan agrowisata, memanfaatkan kearifan lokal yang ada dan kehati-hatian berpotensi menjadi pusat pengembangan budaya dan agama, memanfaatkan kesuburan tanah dan aset pertanian yang besar untuk penanaman sayuran, buah-buahan lainnya dan tanaman hortikultura sehingga wisatawan dapat menikmati langsung hasil pertaniannya dan mampu membuka industri kuliner dengan produk olahan baru.
Dampak Penurunan Harga Jual Karet (Hevea brasiliensis) Terhadap Pendapatan dan Kontribusi Pendapatan Total Petani Karet Di Desa Tanjung Ali Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir Faza Yunas Haniffa; Laila Husin; Henny Malini
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol 3 No 2 (2019): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil karet terbesar di dunia bersama dengan dua negara penghasil karet alam terbesar yaitu Thailand dan Malaysia. Indonesia menyumbang 26 persen dari total produksi karet alam dunia. Karet merupakan salah satu komoditas pertanian penting dalam peredaran nasional dan internasional. Karet tidak hanya diusahakan oleh perkebunan-perkebunan besar milik negara, tetapi juga oleh swasta dan rakyat yang memiliki areal lebih luas. Sumatera Selatan merupakan penghasil karet alam yang penting di Indonesia. Komoditas ini memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian di Sumatera Selatan. Harga Karet di Kabupaten Ogan Komering Ilir mengalami kenaikan yang cukup signifikan setiap tahunnya, dari harga rata-rata harga Karet tahun 2015 sampai dengan tahun 2017. Bila pada tahun 2015 harga jual karet mencapai Rp 8.590/kg yang dijual petani karet, sedangkan pada tahun 2017 harga jual karet mencapai Rp 8.590/kg. 6.932 Rp/kg dijual oleh petani karet yang memulai produksi karet di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Menghitung kontribusi pendapatan usaha tani karet sebelum harga jual karet turun pada tahun 2015 dan kemudian harga jual karet turun pada tahun 2017 di Desa Tanjung Ali Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir, 2) Menghitung anggaran pendapatan kerajinan karet terhadap total pendapatan petani karet di Desa Tanjung Ali Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Rata-rata pendapatan petani karet sebelum penurunan harga karet tahun 2015 adalah Rp. 62.746.233,- per tahun sedangkan pendapatan petani setelah harga karet sampai dengan tahun 2017 sebesar Rp. 37.804.018 persen per tahun, dimana pendapatan petani sebelum penurunan harga karet lebih tinggi dibandingkan setelah penurunan harga karet. Seluruh pendapatan rumah tangga petani karet pada tahun 2015 adalah Rp. 121.385.737 per tahun, sedangkan pendapatan seluruh rumah tangga petani karet tahun 2017 adalah Rp. 81.500.295 per tahun, dimana peran usahatani karet sangat berperan dalam pendapatan seluruh rumah tangga petani karet. 2) Kontribusi pendapatan usahatani karet tahun 2015 dan tahun 2017 sebesar 51,69 persen dan 46,38 persen, sedangkan kontribusi pendapatan usahatani karet tahun 2015 dan tahun 2017 sebesar 36,94 persen dan 41,35 persen serta kontribusi pendapatan usaha lainnya tahun 2015 dan tahun Tahun 2017 sebesar 11,37 persen dan 12,27 persen, yang berarti bahwa kontribusi usahatani karet lebih penting dari pada kontribusi pendapatan usahatani nonkaret dan penggunaan usahatani terhadap total pendapatan rumah tangga petani karet.
PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA MARDIHARJO KECAMATAN PUWRODADI KABUPATEN MUSI RAWAS Ramadhon Al Ihsan; Imron Zahri; Elly Rosana
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol 3 No 2 (2019): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sedang melaksanakan pembangunan di segala bidang, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang diandalkan, karena sektor pertanian memegang peranan penting dalam membangun perekonomian Indonesia. Sasaran utama pembangunan pertanian adalah meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Beras merupakan makanan pokok bagi penduduk Indonesia dan sebagai salah satu komoditas yang memiliki prospek cerah untuk meningkatkan pendapatan petani. Optimalisasi produktivitas padi di lahan sawah merupakan salah satu peluang peningkatan produksi beras nasional. Hal ini sangat dimungkinkan jika dikaitkan dengan areal persawahan pada agroekosistem lahan basah yang masih sangat antar lokasi dan belum optimal. Penggunaan teknologi baru yang efisien akan memberikan peluang bagi petani untuk berproduksi lebih banyak dengan pengorbanan yang lebih sedikit. Efisiensi dalam pengelolaan usahatani termasuk pengelolaan teknologi pertanian erat kaitannya dengan kapasitas kemampuan manajerial petani. Jika kapasitas manajerial petani meningkat, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi efisiensi teknis usahatani padi sawah di Desa P1 Mardiharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas, (2) Menghitung pendapatan petani padi sawah di Desa P1 Mardiharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas. P1 Mardiharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas, dan (3) Menganalisis pengaruh efisiensi teknis terhadap pendapatan usahatani padi sawah di Desa P1 Mardiharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda, analisis pendapatan menggunakan alat analisis Microsoft Excel, dan analisis efisiensi teknis menggunakan alat analisis Statistical Package for Social Science (SPSS) for Windows versi 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap efisiensi teknis adalah variabel luas lahan, pupuk, dan pestisida. Sedangkan variabel tenaga kerja dan benih tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi teknis, (2) Pendapatan petani sampel pada usahatani padi sawah di desa P1 Mardiharjo adalah sebesar Rp. 761.934.199, dengan pendapatan rata-rata Rp. 19.048.354,98, per hektar per tahun, dan (3) Terdapat pengaruh nyata efisiensi teknis terhadap pendapatan dengan koefisien regresi yang diperoleh sebesar 3522.955, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 persen efisiensi teknis akan meningkatkan pendapatan sebesar 3622.955 persen.
ANALISIS KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN KEBUTUHAN HIDUP LAYAK PETANI PADI RAWA LEBAK DI PULAU KEMARO KOTA PALEMBANG Yeka Puspita Sari; Muhammad Yamin; Muhammad Arbi
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol 3 No 2 (2019): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi masyarakat Pulau Kemaro Kota Palembang, (2) Menganalisis apakah pendapatan petani padi sawah mampu memenuhi standar hidup layak (KHL), dan (3) Menganalisis tingkat kemiskinan. dari petani padi rawa. Penelitian dilakukan di Pulau Kemaro Kota Palembang dengan metode survei, terhadap 44 petani yang diambil dari 79 petani secara random sampling. Data diolah dengan tabulasi dan dijelaskan secara deskriptif dianalisis secara kuantiatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kondisi sosial ekonomi meliputi pendidikan, pekerjaan dan pendapatan mayoritas petani padi tamat SD (66,18 %), pekerjaan utama sebagai petani (100%), dan 90,91% memiliki pekerjaan sampingan. Rata-rata pendapatan petani padi pada usahatani padi rawa Rp. 5.608.685,- per tahun dan pendapatan non pertanian sebesar Rp. 20.360.227 per tahun. Rata-rata total pendapatan petani padi adalah Rp 26.541.639 per tahun. Pendapatan keluarga petani adalah Rp. 2.712.420,30 per bulan dan belum dapat memenuhi standar KHL Pulau Kemaro Rp. 5.403.254,55 per keluarga per bulan. Berdasarkan pendapatan per kapita petani dengan rata-rata Rp 653.519,70 dan garis kemiskinan senilai Rp 417. 828,00 per kapita per bulan menunjukkan bahwa 36% petani berada di bawah garis kemiskinan dan 64% berada di atas garis kemiskinan.
ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN PETANI UBI KAYU (Manihot esculenta) ITTARA DAN NON ITTARA SERTA EFISIENSI USAHATANI UBI KAYU DI DESA MUARA JAYA LAMPUNG TIMUR Yeni Setianingsih; Fachrurrozie Sjarkowi; Eka Mulyana
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol 3 No 2 (2019): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) Menganalisis perbedaan pendapatan petani singkong yang memasok hasil panennya ke Industri Tepung Tapioka Rakyat (ITTARA) dengan yang memasok ke pabrik-pabrik besar karena rasio yang berbeda pada kedua skala industri. 2) Mengidentifikasi faktor penyebab Tepung Tapioka Rakyat Industri masih aktif dan tetap sebagai industri kerakyatan 3). Mengidentifikasi kelemahan petani dalam hal produksi dengan menganalisis faktor produksi usahatani dan mengukur tingkat efisiensinya. Penelitian ini dilakukan di Desa Muara Jaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur pada bulan Januari 2018. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Dengan uji t sampel Independet terdapat perbedaan pendapatan petani yang menjual hasil panennya dalam jumlah yang besar pabrik dan pabrik yang menjual Industri Tepung Tapioka Rakyat (ITTARA) dan ada juga perbedaan dalam produksi. Pendapatan rata-rata petani yang menjual hasil panennya ke pabrik besar adalah Rp. 7.189.903 per hektar dan pendapatan rata-rata petani yang menjual ke pabrik ITTARA adalah Rp. 9.836.556 per hektar. 2) Dengan deskriptif analisis determinan yang menyebabkan Industri Tepung Tapioka Rakyat (ITTARA) Rukun Sentosa tetap bertahan sebagai industri kerakyatan karena ketersediaan bahan baku, adanya peluang pasar yang baik dan prospek dan komitmen yang kuat dari pemilik ITTARA dalam menjalankan usahanya. 3) Faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi produksi petani ITTARA adalah luas lahan, pupuk NPK, Urea, pestisida sebelum dan sesudah tanam. Nilai elastisitas produksi (koefisien produksi) yang menghasilkan nilai -1.547 menunjukkan bahwa skala pengembalian usahatani singkong petani ITTARA dalam keadaan menurun (Decreasing return to scale). Variabel benih, Pupuk NPK dan pestisida pasca tanam menunjukkan nilai NPMXi/Hxi < 1 dimana penggunaan faktor produksi adalah tidak efisien, sedangkan variabel pupuk Urea, pestisida pra tanam dan tenaga kerja menunjukkan NPMXi/Hxi > 1 artinya faktor produksi tidak efisien dan perlu ditambah. Faktor produksi yang berpengaruh signifikan terhadap produksi petani Non ITTARA adalah luas lahan, benih, pupuk NPK, pestisida sebelum dan sesudah tanam. Elastisitas produksi ubi kayu menunjukkan nilai sebesar -0,508 yang berarti skala pengembalian usahatani ubi kayu untuk petani Non ITTARA dalam keadaan menurun (Decreasing return to scale). Seluruh variabel Non ITTARA petani menunjukkan nilai NPMXi/Hxi < 1 yang berarti penggunaan faktor produksi tidak efisien.

Page 11 of 12 | Total Record : 119