cover
Contact Name
widyasari putranti
Contact Email
widyasari@pharm.uad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mediafarmasi@pharm.uad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Media Farmasi : Jurnal Ilmu Farmasi (Journal Of Pharmaceutical Science)
ISSN : 14127946     EISSN : 25035223     DOI : 10.12928
Core Subject : Health, Science,
Media Farmasi is a scientific journal published by the University of Ahmad Dahlan worked closely with Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Media Farmasi published two times a year, namely in March and September since 2002 with ISSN 1412-7946 and e-ISSN 2503-5223. The article published in the Journal Media Farmasi selected by editors and reviewed by the reviewer. Articles published in Media Farmasi must not be published in other journals or have been previously published. Media Farmasi publishes a review article, original article, as well as short communication in all scopes of Pharmaceutical Science.
Arjuna Subject : -
Articles 445 Documents
ANALISIS BIAYA SAKIT PERSPEKTIF MASYARAKAT PADA PENDERITA DRESS (Drug Reaction with Eosinophilia and Systemic Symptoms) DI RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA Fatkhiya, Musa Fitri; Perwitasari, Dyah Aryani; Febriana, Sri Awalia
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 17 No. 1: Maret 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v17i1.15928

Abstract

Penyakit akibat induksi obat merupakan suatu efek yang tidak diinginkan  yang dapat menyebabkan mortalitas maupun morbiditas. Reaksi pada kulit yang mungkin muncul dapat berupa efek ringan hingga berat seperti Severe Cutaneous Adverse Reaction (SCAR) sehingga memerlukan perhatian khusus. SCAR bukan hanya masalah kesehatan tetapi juga menjadi beban keuangan yang signifikan untuk individu yang terkena dampak. Salah satu variasi SCAR yang memiliki periode latensi yang panjang adalah DRESS (Drug Reaction With Eosinophilia and Systemic Symptom). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata biaya medis langsung, biaya non medis langsung dan biaya tidak langsung pada pasien DRESS. Pengambilan data dalam penelitian ini secara cohort retrospective di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2015-2018 pada pasien DRESS akibat induksi NSAID, antibiotik, antikonvulsan, antiretroviral, antituberkulosis berdasarkan data rekam medis, data akuntansi serta CRF. Hasil data dianalisis secara deskriptif dengan Microsoft office excel. Rata-rata biaya medis langsung rawat inap sebesar Rp. 11.643.405 dengan komponen biaya tertinggi adalah biaya obat (31%),  biaya tindakan medis (27%), biaya laboratorium (24%), biaya akomodasi (15%) dan biaya lainnya (3%). Biaya rawat jalan  sebesar Rp. 1.027.894 dengan komponen tertinggi yaitu biaya tindakan medis (39%), biaya laboratorium (36%), biaya obat (14%), biaya lainnya (6%) dan terendah adalah biaya transportasi (5%). Rata-rata biaya non medis langsung sebesar Rp 491.035 dan biaya tidak langsung adalah sebesar Rp. 1.675.369 yang merupakan biaya loss income. Biaya medis langsung merupakan biaya tertinggi dibandingkan biaya non medis langsung dan biaya tidak langsung.
AKTIVITAS KOAGULAN DARI DAUN SEMBUNG RAMBAT (Mikania micrantha Kunth) SECARA IN VITRO Andriani, Lili; Perawati, Santi; Putri, Nadia; Hartesi, Barmi
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 17 No. 1: Maret 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v17i1.16004

Abstract

Tumbuhan sembung rambat (Mikania micrantha Kunth) pada Suku Anak Dalam (SAD) Jambi digunakan untuk mengobati luka dan infeksi kulit yang bisa mengakibatkan perdarahan. Untuk menghindari perdarahan dibutuhkan senyawa yang kerjanya sebagai koagulan. Oleh karena itu pencarian senyawa koagulan penting dilakukan, salah satunya yang ada pada daun sembung rambat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak dan fraksi daun sembung rambat sebagai koagulan secara in vitro. Metode penelitian yang digunakan yaitu ekstraksi daun sembung rambat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, ekstrak etanol difraksinasi menggunakan metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan butanol. Aktivitas koagulan dilihat dengan cara melihat waktu pembekuan darah pada semua golongan darah (A, B, O dan AB) menggunakan metode Lee White dengan tiga konsentrasi ekstrak (10%, 20% dan 30%). Ekstrak daun sembung rambat pada semua konsentrasi menunjukkan aktivitas koagulan, dan fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas koagulan yang lebih cepat untuk golongan darah O. Ekstrak dan fraksi daun sembung rambat memiliki aktivitas sebagai koagulan secara in vitro.
ANALISIS ASAM RETINOAT PADA KRIM PEMUTIH MALAM YANG BEREDAR DI KLINIK KECANTIKAN KOTA JAMBI PADA KECAMATAN JELUTUNG Hadriyati, Armini; Hartesi, Barmi; Fitri, Siska
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 17 No. 1: Maret 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v17i1.16127

Abstract

Salah satu bahan pemutih berbahaya yang ditakutkan terdapat dalam krim adalah asam retinoat karena asam retinoat dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, teratogenik (cacat pada janin), dan menyebabkan kanker kulit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah krim pemutih yang beredar di kecamatan Jelutung  kota Jambi mengandung asam retinoat serta untuk mengetahui berapa kadar asam retinoat yang terkandung dalam krim pemutih wajah tersebut. Metode yang digunakan untuk analisis asam retinoat pada krim pemutih menggunakan kromotografi cair kinerja tinggi fase terbalik. Hasil uji validasi menunjukkan nilai RSD 0,4887 %, parameter linearitas  r=0,9982, LOD 0,0468 ppm, LOQ 1,565 ppm. Hasil analisa kuantitatif kandungan asam retinoat pada krim 1 (0,032%), krim 2 (0,015%), krim 3 (0,014%) krim 4 (0,016%) dan krim 5 (0,011%). Berdasarkan persyaratan dari BPOM krim pemutih tidah boleh mengandung asam retinoat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa  krim pemutih wajah yang beredar di  kecamatan Jelutung kota Jambi mengandung asam retinoat.
INTERAKSI MOLEKULER INHIBITOR DIPEPTIDYL PEPTIDASE-IV (DPP-IV) DARI PROTEIN SUSU KAMBING SECARA IN SILICO SEBAGAI KANDIDAT ANTIDIABETES Fakih, Taufik Muhammad; Dewi, Mentari Luthfika
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 17 No. 1: Maret 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v17i1.16249

Abstract

Dipeptidyl peptidase-IV (DPP-IV) merupakan salah satu target dalam pengobatan diabetes tipe-2. Beberapa obat golongan gliptin yang tersedia secara komersial seperti sitagliptin, anagliptin, linagliptin, saxagliptin, dan alogliptin secara khusus digunakan sebagai inhibitor DPP-IV untuk pasien diabetes. Saat ini, penggunaan peptida pada protein susu kambing untuk mengobati diabetes telah dilaporkan dalam berbagai percobaan in vitro. Namun, pemahaman tentang interaksi molekuler penghambatan peptida tersebut terhadap DPP-IV masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi, evaluasi, dan eksplorasi mengenai afinitas beberapa molekul peptida tersebut, yaitu MHQPPQPL, SPTVMFPPQSVL, VMFPPQSVL, INNQFLPYPY, dan AWPQYL terhadap makromolekul DPP-IV dengan menggunakan simulasi penambatan molekuler berbasis protein-peptida. Sekuensing peptida terlebih dahulu dilakukan pemodelan dengan menggunakan server PEP-FOLD. Konformasi terbaik dipilih untuk dilakukan studi interaksi terhadap makromolekul DPP-IV dengan menggunakan software HPEPDock. Identifikasi lebih lanjut dilakukan terhadap interaksi molekuler yang terbentuk dengan menggunakan software BIOVIA Discovery Studio 2020.  Berdasarkan hasil dari penambatan molekuler berbasis protein-peptida diperoleh bahwa molekul peptida INNQFLPYPY memiliki afinitas yang paling baik terhadap makromolekul DPP-IV, yaitu dengan nilai energi bebas ikatan 923,46 kJ/mol. Dengan demikian, peptida tersebut diprediksi dapat digunakan sebagai kandidat inhibitor DPP-IV.
KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT SWASTA DI YOGYAKARTA YANG MENDAPATKAN TERAPI ANGIOTENSIN RECEPTOR BLOCKERS (ARB) DAN KOMBINASI OBAT LAIN Baroroh, Faridah; Nurul Ichwan, Willy; Sari, Andriana
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 18 No. 1: Maret 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v18i1.16762

Abstract

Kualitas hidup yang buruk pada seseorang dapat diakibatkan karena perasaan tidak nyaman, terapi dengan obat antihipertensi sering berhubungan dengan munculnya efek samping yang tidak nyaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan kualitas hidup pasien hipertensi yang diberi terapi angiotensin receptor blockers (ARB) dan kombinasi obat lain. Metode penelitian ini adalah observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel purposive sampling, lokasi penelitian di rumah sakit swasta di Yogyakarta. Analisis data dengan skoring kuesioner EQ5D dimensi menjadi EQ5D indeks, dilanjutkan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian dari 55 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, kualitas hidup tertinggi dengan nilai indeks EQ5D 0,933 dan kualitas hidup terendah dengan nilai indeks EQ5D 0,243. Kualitas hidup yang sangat bermasalah dari empat dimensi yaitu perawatan diri, kegiatan yang biasa dilakukan, rasa sakit/tidak nyaman, rasa cemas/depresi. Kualitas hidup yang paling banyak mempunyai masalah yaitu pada dimensi rasa kesakitan/tidak nyaman (50,9%). Terdapat hubungan signifikan usia (p=0,008) dengan kualitas hidup, dan tidak terdapat hubungan signifikan jenis kelamin (p=0,857), pendidikan (p=0,079), pekerjaan (p=0,507) dengan kualitas hidup. Tidak ada perbedaan signifikan (p=0,317) kualitas hidup pasien hipertensi yang mendapatkan terapi angiotensin receptor blockers (ARB) dan kombinasi obat lain. Kesimpulan penelitian, tidak ada perbedaan signifikan (p=0,317) kualitas hidup pasien hipertensi yang mendapatkan terapi angiotensin receptor blockers (ARB) dan kombinasi obat lain.
Mothers levels of knowledge of self-medication of diarrhea for under-five children in Kaliwates, Jember Hazrina, Inasa; Rachmawati, Sinta; Rachmawati, Ema
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 19 No. 1: March 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v19i1.17268

Abstract

Diarrhea is the fifth-highest cause of death in under-five children worldwide, and it is preventable. Mild diarrhea can be treated by self-medication. In this case, mothers have an important role in handling diarrhea in children. This study aims to determine the level of mothers knowledge self-medication in diarrhea to treat under-five children in Kaliwates District, Jember. This study used an observational study design with a cross-sectional approach. The data were collected in 11 integrated healthcare centers in 3 community health centers in Kaliwates District. The research respondents were 348 mothers. Before being distributed, the questionnaire was tested to explore its validity and reliability. This questionnaire was employed to assess the mothers' level of knowledge of self-medication for infants. The data were analyzed statistically using the Chi-square test and Fisher Exact. The results showed that the mothers have a sufficient of knowledge level self-treatment of diarrhea for infants. There is a significant relationship between age, recent education, employment, family income, number of children, number of adult family members, information sources, and educational experience (p < 0.05). This study suggests the importance of providing interventions to improve mothers knowledge of self-medication of diarrhea. 
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN JARONG (Stachytarpheta indica) DAN BATANG CENTE (Lantana camara) Septiana, Eris; Mawadah, Nursifa; Simanjuntak, Partomuan
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 17 No. 2: September 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v17i2.17299

Abstract

Penggunaan tanaman obat sebagai sumber senyawa antioksidan semakin meningkat. Beberapa tanaman yang telah dilaporkan sebagai sumber senyawa antioksidan adalah daun jarong (Stachytarpheta indica) dan batang cente (Lantana camara). Namun, belum ada penelitian yang melaporkan kombinasi kedua tanaman tersebut sebagai sumber antioksidan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak etanol daun jarong dan batang cente terhadap aktivitas antioksidannya. Aktivitas antioksidan in vitro berdasarkan pada metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Penapisan fitokimia dan analisis indeks kombinasi juga dilakukan untuk menentukan efek kombinasinya. Semua ekstrak etanol tunggal dan kombinasi menunjukkan aktivitas antioksidan. Kombinasi ekstrak etanol daun jarong dan batang cente dalam perbandingan 1:2 memberikan aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 18,86 µg/mL. Penapisan fitokimia menunjukkan bahwa senyawa steroid, tanin, flavonoid, dan fenolik ditemukan pada kedua ekstrak. Alkaloid, kuinon, dan saponin hanya ditemukan dalam ekstrak daun jarong. Sementara itu, kumarin hanya ditemukan dalam ekstrak batang cente. Kombinasi ekstrak etanol menunjukkan efek sinergis ringan-sedang sampai mendekati aditif dengan nilai CI antara 0,7723-0,9607. Oleh karena itu, kombinasi ekstrak dapat meningkatkan aktivitas antioksidannya.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH KAWISTA (Limonia acidissima) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT DARAH PADA MENCIT JANTAN Veryanti, Putu Rika; Kusuma, Ika Maruya
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 17 No. 2: September 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v17i2.18025

Abstract

Gout merupakan penyakit progresif yang ditandai dengan hiperurisemia akibat deposisi kristal monosodium urat di persendian, ginjal, dan jaringan ikat lain yang berlangsung kronik. Allopurinol merupakan terapi pilihan pertama pada gout kronik namun dapat memberikan reaksi obat yang tidak diinginkan bila digunakan dalam jangka waktu panjang. Buah kawista memiliki kandungan senyawa fitokimia seperti: saponin, tanin, alkaloid, flavonoid dan terpenoid yang  bermanfaat untuk menurunkan kadar asam urat darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak buah kawista (Limonia acidissima) dalam menurunkan kadar asam urat darah pada mencit jantan. Penelitian ini dilakukan secara in vivo dengan menggunakan mencit jantan. Mencit diinduksi hiperurisemia dengan menggunakan hati ayam segar yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok yang diberi ekstrak buah kawista dosis 100 mg/KgBB, 200 mg/KgBB, 400 mg/Kg; kelompok kontrol positif (allopurinol) dan kelompok kontrol negatif (CMC-Na). Pemeriksaan kadar asam urat darah dilakukan 30 menit setelah diberi perlakuan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak buah kawista (Limonia acidissima) pada dosis 100, 200 dan 400 mg/KgBB mencit dapat menurunkan kadar asam urat secara berturut-turut sebesar 26,67%; 67,26% dan 5,14%. Ekstrak buah kawista dapat menurunkan kadar asam urat mencit dan  dosis yang dapat menurunkan kadar asam urat terbesar adalah 200 mg/KgBB.
MODEL LOYALITAS PELANGGAN BERBASIS REPUTASI MEREK DAN KEPUASAN TERHADAP PRODUK FARMASI DI APOTEK KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA Tetuko, Aji; Nugraheni, Diesty Anita
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 18 No. 1: Maret 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v18i1.18457

Abstract

Loyalitas pada pelanggan disebabkan oleh pengaruh kepuasan atau ketidakpuasan dengan merek tersebut yang terakumulasi secara terus-menerus.Selain itu, loyalitas mencerminkan komitmen psikologis terhadap merek tertentu. Perilaku pembelian ulang terhadap merek yang sama bisa dikarenakan memang hanya satu-satunya merek yang tersedia, termurah, atau sebab lainnya. Penelitian bertujuan untuk menguji model pengaruh reputasi merek dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan. Penelitian mengikuti rancangan penelitian survei non-experimental pada apotek-apotek di kota Medan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang diambil dibatasi waktu pengambilan sampel yaitu bulan Januari-Desember 2012. Subyek penelitian yaitu pelanggan yang memiliki wewenang dalam melakukan pembelian di apotek, paling sedikit sekali setiap bulannya dalam selang waktu antara bulan Januari-Desember 2012 melalui PBF X Medan. Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda. Sampel yang digunakan berjumlah 98 responden dengan mayoritas adalah wanita, usia 31-40 tahun, pekerjaan asisten apoteker, dan berpendidikan tamat SMA. Hasil analisis regresi berganda pada variabel reputasi merek dan kepuasan pelanggan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan masing-masing sebesar 0,32 dan 0,24 terhadap loyalitas pelanggan produk "X" pada apotek di kota Medan. Model persamaan regresi yang dihasilkan yaitu Y = 11,318 + 0,32 X1 + 0,243 X2. Maknanya adalah Y = loyalitas pelanggan; X1= reputasi merek; dan X2= kepuasan pelanggan. Kesimpulannya adalah reputasi merek dan kepuasan pelanggan secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan sebesar 18,4% terhadap loyalitas pelanggan produk "X" pada apotek di kota Medan.
Antioxidant activities of extracts, methanol, and n-hexane partitions of cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) Slamet, Slamet; Waznah, Urmatul; Yusrilia, Yusrilia
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 19 No. 1: March 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v19i1.19093

Abstract

Antioxidants are substances that can neutralize and/or stabilize free radicals. Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is a natural source of antioxidants because it contains carotenoids, flavonoids, and vitamin C. This study aims to examine antioxidant activities of n-hexane, methanol, and extract of cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) using the ferric reducing antioxidant power (FRAP) method. The extraction method was done by maceration, and the fractionation method was done by partitioning using unmixed solvents: methanol and n-hexane. The phytochemical screening test on extracts and partitions has discovered positive content of alkaloids, flavonoids, phenols, and terpenoids. Meanwhile, the TLC test used F254 silica gel as a stationary phase with chloroform: ethyl acetate as a mobile phase (6:4). The test discovered positive results containing flavonoids and phenols. Furthermore, the antioxidant activities were tested using the FRAP method with a UV-Vis spectrophotometer instrument at a maximum value of 598.05 nm and positive control of vitamin C. The results of measurement show that antioxidant activities are found in 505.67 ± 0.56 mol Fe2+/g of partition extract, 447.67 ± 16.2 mol Fe2+/g of methanol fraction, and 353± 5.29 mol Fe2+/g of n-hexane fraction.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 22 No. 2 (2025): September 2025 Vol. 22 No. 1: March 2025 Vol. 21 No. 2: September 2024 Vol. 21 No. 1: March 2024 Vol 20, No 2: September 2023 Vol. 20 No. 2: September 2023 Vol. 20 No. 1: March 2023 Vol 20, No 1: March 2023 Vol 19, No 2: September 2022 Vol. 19 No. 2: September 2022 Vol 19, No 1: March 2022 Vol. 19 No. 1: March 2022 Vol. 18 No. 2: September 2021 Vol 18, No 2: September 2021 Vol 18, No 1: Maret 2021 Vol. 18 No. 1: Maret 2021 Vol 17, No 2: September 2020 Vol. 17 No. 2: September 2020 Vol. 17 No. 1: Maret 2020 Vol 17, No 1: Maret 2020 Vol 16, No 2: September 2019 Vol. 16 No. 2: September 2019 Vol. 16 No. 1: Maret 2019 Vol 16, No 1: Maret 2019 Vol. 15 No. 2: September 2018 Vol 15, No 2: September 2018 Vol 15, No 1 (2018) Vol. 15 No. 1: Maret 2018 Vol 15, No 1: Maret 2018 Vol 14, No 2 : September 2017 Vol 14, No 2 : September 2017 Vol 14, No 1: Maret 2017 Vol 14, No 1: Maret 2017 Vol. 14 No. 1: Maret 2017 Vol 13, No 2: September 2016 Vol. 13 No. 2: September 2016 Vol 13, No 2: September 2016 Vol. 13 No. 1: Maret 2016 Vol 13, No 1: Maret 2016 Vol 13, No 1: Maret 2016 Vol 12, No 2: September 2015 Vol 12, No 2: September 2015 Vol. 12 No. 2: September 2015 Vol 12, No 1: Maret 2015 Vol 12, No 1: Maret 2015 Vol. 12 No. 1: Maret 2015 Vol 11, No 2: September 2014 Vol. 11 No. 2: September 2014 Vol 11, No 2: September 2014 Vol 11, No 1: Maret 2014 Vol 11, No 1: Maret 2014 Vol. 11 No. 1: Maret 2014 Vol 10, No 2: September 2013 Vol 10, No 2: September 2013 Vol. 10 No. 2: September 2013 More Issue