cover
Contact Name
widyasari putranti
Contact Email
widyasari@pharm.uad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mediafarmasi@pharm.uad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Media Farmasi : Jurnal Ilmu Farmasi (Journal Of Pharmaceutical Science)
ISSN : 14127946     EISSN : 25035223     DOI : 10.12928
Core Subject : Health, Science,
Media Farmasi is a scientific journal published by the University of Ahmad Dahlan worked closely with Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Media Farmasi published two times a year, namely in March and September since 2002 with ISSN 1412-7946 and e-ISSN 2503-5223. The article published in the Journal Media Farmasi selected by editors and reviewed by the reviewer. Articles published in Media Farmasi must not be published in other journals or have been previously published. Media Farmasi publishes a review article, original article, as well as short communication in all scopes of Pharmaceutical Science.
Arjuna Subject : -
Articles 445 Documents
PENGARUH BAURAN PEMASARAN JASA DAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS BOJONG NANGKA TERHADAP KEPUASAN PASIEN BPJS Rahmi, Novi Henriyati; Sampurno, Sampurno; Sumaryono, Wahono
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 16 No. 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v16i1.12917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana pengaruh bauran pemasaran jasa dalam hal ini produk (product), harga (price), promosi (promotion), lokasi (place), orang (people), bukti fisik / fasilitas fisik (physical evidence), dan proses (process), dan kualitas pelayanan kesehatan dalam hal ini bukti langsung (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy) di Puskesmas Bojong Nangka Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor terhadap kepuasan pasien BPJS. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif metode potong lintang atau cross sectional. Tempat penelitian adalah di Puskesmas Bojong Nangka, Gunung Putri, Bogor. Sampel penelitian berjumlah 100 orang. Teknik pengumpulan data yaitu kuesioner dan observasi. Analisis data penelitian yaitu dengan uji Regresi Linier Berganda dengan hasil Y1 = 1,515 + 0,064X1 + 0,073X2. Kesimpulan penelitian adalah bahwa bauran pemasaran dan kualitas pelayanan kesehatan berpengaruh secara parsial maupun bersama-sama terhadap kepuasan pasien BPJS.
KAJIAN RESIKO PENGGUNAAN OBAT YANG HARUS DIGUNAKAN DENGAN HATI-HATI PADA PASIEN GERIATRI DENGAN DIAGNOSIS GANGGUAN SARAF BERDASARKAN BEERS CRITERIA Cahyaningsih, Indriastuti; Amaliya, Novi
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 16 No. 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v16i1.12947

Abstract

Pasien geriatri umumnya mengalami kerentanan terhadap berbagai macam penyakit karena menurunnya fungsi organ tubuh salah satunya adalah gangguan penyakit saraf. Ketidaktepatan penggunaan obat-obat yang bekerja pada sistem saraf berdasarkan Beers Criteria 2015 banyak dilaporkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi resiko ketidaktepatan peresepan obat dengan diagnosis gangguan saraf pada pasien geriatri rawat inap berdasarkan Beers Criteria 2015 pada kategori obat yang harus digunakan dengan hati-hati di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan data rekam medik pasien geriatri dengan diagnosis gangguan saraf di rawat inap RSUD Panembahan Senopati Bantul periode Januari - Desember 2016. Pengambilan sampel dilakukan secara systematic random sampling. Data dikumpulkan dari 153 rekam medik pasien yang masuk kriteria inklusi. Data dianalisis berdasarkan guideline American Geriatrics Society Beers Criteria 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 153 pasien geriatri di RSUD Panembahan Senopati Bantul yang masuk dalam kriteria inklusi terdapat 85 pasien (55,6%) teridentifikasi Potentially Inappropiate Medications (PIMs). Potentially Inappropiate Medications yang termasuk pada kategori obat yang digunakan dengan hati-hati pada pasien geriatri persentase terbanyak yaitu furosemid sebanyak 37 penggunaan (71,2) diikuti dengan manitol 13,5%, klorpromazin (5,8%), haloperidol (3.8%), sedangkan spironolakton, fluoxetine dan amitriptilin masing-masing adalah 1.9%.
PENGEMBANGAN FORMULA ES KRIM TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza) SEBAGAI SEDIAAN PANGAN FUNGSIONAL MELALUI SUBSTITUSI LEMAK SANTAN KELAPA Ismiyati, Ismiyati; Mardiyaningsih, Ana; Purwanti, Sri
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 16 No. 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v16i1.13265

Abstract

Lemak yang digunakan dalam pembuatan es krim umumnya adalah lemak susu. Penggunaan santan kelapa diharapkan dapat menjadi substitusi penggunaan lemak susu pada pembuatan es krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah santan kelapa dapat digunakan sebagai pengganti susu sapi, bagaimana pengaruhnya pada karakteristik fisik (viskositas, overrun, waktu leleh) serta bagaimana penilaian panelis terhadap perubahan organoleptis (rasa, tekstur dan warna) es krim temulawak. Jenis penelitian ini adalah true experiment dengan rancangan post test only control group design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis lemak dari santan kelapa dan susu sapi UHT dan variabel terikat adalah karakteristik fisik dan organoleptis pada es krim temulawak yang dinilai oleh responden berdasarkan uji kesukaan. Pengujian karakteristik fisik menggunakan perbandingan data yang diperoleh dari kedua jenis lemak tersebut. Pengujian organoleptis dianalisis dengan metode statistika non parametrik Mann Whitney.Hasil penelitian menunjukkan bahwa santan kelapa dapat dipakai sebagai pengganti susu sapi pada sediaan es krim temulawak karena menghasilkan karakteristik  fisik  yang lebih  baik. Es krim dengan bahan santan kelapa memiliki nilai viskositas lebih tinggi,overrunlebih rendah, serta waktu leleh yang lebih lama.Es krim temulawak dengan bahan susu sapi relatif lebih disukai oleh masyarakat dibandingkan es krim dari santan kelapa, namun secara statistik tidak berbeda signifikan.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) TERHADAP GAMBARAN KLINIS DAN LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN ANAK DENGAN DEMAM BERDARAH Akrom, Akrom; Kurniawan, Nurcholid Umam; Ridho, Ery Al
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 16 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v16i2.13500

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan virus dengue dan sampai saat ini belum ada pengobatan kuratif untuk mengatasi kebocoran plasma. Penelitian sebelumnya melaporkan daun jambu biji berfungsi sebagai penambah trombosit namun pengujian klinis ekstraknya sebagai antidengue masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L) terhadap perbaikan klinis, laboratoris dan lama rawat inap pada pasien DBD di bangsal anak RS PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta. Design penelitian adalah eksperimental (RCT) dengan penyamaran single blind. Terdapat 2 kelompok yaitu kelompok intervensi yang mendapatkan terapi standar dan ekstrak daun jambu biji dan kelompok kontrol yang mendapatkan terapi cairan standar WHO. Variable yang diukur adalah suhu badan, trombosit, hematokrit dan lama rawat inap. Analisis data menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok terhadap jumlah rerata trombosit pada demam hari ke 1 sampai 10 (p>0,05). Pada parameter hematokrit dan lama rawat inap tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antar kelompok dimana nilai p lebih besar dari 0,05 (p>0,05). Pada parameter suhu badan juga tidak terdapat perbedaan sgnifikan (p>0,05). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok intervensi dan kontrol pada parameter laboratorium,klinis maupun lama rawat inap.
PERBANDINGAN DISPENSING TIME DAN PENGETAHUAN PASIEN BERDASARKAN INDIKATOR WHO DI PUSKESMAS KABUPATEN SLEMAN Nugraheni, Diesty Anita; Pudiarifanti, Nadia
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 16 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v16i2.13988

Abstract

Pengetahuan pasien yang tidak memadai tentang obat yang diserahkan adalah hasil dari buruknya proses dispensing, misalnya seperti pemberian etiket, pemberian informasi obat dan dispensing time. Pengetahuan pasien yang memadai tentang obat saat mereka keluar dari fasilitas kesehatan adalah hal kritis dalam penerimaan kualitas informasi selama interaksi pasien dengan dokter dan apoteker. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan dispensing time dan tingkat pengetahuan pasien tentang obat di Puskesmas Ngemplak 1 dan Ngemplak 2 Kabupaten Sleman. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan metode cross-sectional. Populasi adalah pasien atau keluarga pasien yang mendapatkan obat di Unit Farmasi Puskesmas Ngemplak 1 dan 2 Kabupaten Sleman. Sampel dipilih menggunakan teknik systematic random sampling. Sumber data primer yaitu menghitung dispensing time dan wawancara terstruktur terkait pengetahuan serta karakteristik pasien dan petugas. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pasien Puskesmas Ngemplak 1 mempunyai persentase pengetahuan obat benar lebih banyak dibandingkan Ngemplak 2 terdiri dari nama obat, dosis obat, aturan pakai dan durasi atau lama penggunaan obat. Kesimpulan penelitian adalah rata-rata dispensing time di Puskesmas Ngemplak 1 adalah 62,58 detik dan Ngemplak 2 adalah 63,38 detik. Persentase tingkat pengetahuan pasien tentang obat pada kategori baik di Puskesmas Ngemplak 1 sebesar 65,38% dan Ngemplak 2 sebesar 43,08%.
TINGKAT PENGETAHUAN CIVITAS AKADEMIKA KESEHATAN DIBANDINGKAN NON KESEHATAN TENTANG KANKER SERVIKS DAN VAKSINASI HPV DI SLEMAN Setyaningrum, Ndaru; Zuar, Uzlah Fawati; Hadi, Ninisita Sri
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 16 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v16i2.14296

Abstract

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang menimbulkan kematian tertinggi pada wanita. Tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai kanker serviks dan vaksinasi HPV masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan civitas akademika kesehatan dibandingkan non kesehatan tentang kanker serviks dan vaksinasi HPV di Sleman Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel menggunakan teknik cluster random sampling untuk menentukan jurusan dan perguruan tinggi di Kabupaten Sleman. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner pada bulan Agustus - September 2016. Subjek penelitian terdiri dari civitas akedemika kesehatan 120 responden dan non kesehatan 80 responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Tingkat pengetahuan diolah secara deskriptif sedangkan perbedaan tingkat pengetahuan antara civitas akademika kesehatan dan non kesehatan dilakukan uji Mann Whitney. Sejumlah 8 (6,67%) responden kesehatan sudah melakukan vaksinasi HPV. Rata - rata tingkat pengetahuan civitas akademika bidang kesehatan lebih baik dibandingkan non kesehatan. Tingkat pengetahuan kategori baik terkait kanker serviks dan vaksinasi HPV untuk responden kesehatan berturut - turut 90(74,69%) dan 87 (72,22%) sedangkan non kesehatan berturut - turut 53 (66,41%) dan 52 (64,79%). Sebagian besar responden kesehatan (90,28%) dan non kesehatan (88,75%) memiliki persepsi positif terhadap vaksinasi HPV. Tingkat pengetahuan responden kesehatan mengenai kanker serviks dan vaksinasi HPV lebih baik dibandingkan responden non kesehatan, namun tidak berbeda signifikan secara statistik (p>0,05).
POTENSI INFUSA DAUN OKRA (Abelmoschus esculentus L. Moench) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT-INDUKSI ALOKSAN Lestari, Eva Nor Diana; Wahid, Rahmat A Hi; Marfu'ah, Nurul
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 17 No. 1: Maret 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v17i1.14397

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah. Kandungan kimia pada tanaman okra di antaranya 67,50% α-selulosa, 15,40% hemiselulosa dan flavonoid yang berefek antidiabetes. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi infusa daun okra terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit (Mus musculus) yang diinduksi aloksan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 20 ekor mencit jantan berusia tiga bulan yang diinduksi diabetes menggunakan aloksan dan dibagi ke dalam lima kelompok. (1) Kelompok kontrol negatif, diberi aquades, (2) Kelompok kontrol positif, diberi glibenklamide dosis 3 mg/KgBB, dan kelompok (3-5) diberi infusa daun okra dengan dosis 0,2, 0,4, dan 0,6 mL/hari selama 14 hari. Pengukuran kadar glukosa dilakukan setelah 14 hari perlakuan menggunakan glukometer (Easy Touch® GCU). Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA dengan tingkat signifikansi 95% (p=0,05). Hasil penelitian menunjukkan infusa daun okra dosis 0,2, 0,4, dan 0,6 mL/hari menurunkan kadar glukosa darah namun tidak bermakna secara statistik p=0,990 (p>0,05). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian infusa daun okra dosis 0,2, 0,4, dan 0,6 mL/hari berpotensi menurunkan kadar glukosa darah mencit terinduksi aloksan tetapi tidak signifikan.
ANALISIS COST OF ILLNESS DAN LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN STEVENS JOHNSON SYNDROME DAN TOXIC EPIDERMAL NECROLYSIS DARI PERSPEKTIF RUMAH SAKIT DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Darwis, Darwis; Perwitasari, Dyah Aryani; Febriana, Sri Awalia
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 16 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v16i1.14642

Abstract

Stevens-Johnson Syndrom (SJS) dan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN) merupakan suatu reaksi hipesensitivitas akut ditandai dengan nekrosis kutaneus dan masuk 10 besar efek samping terbanyak yang dilaporkan di Indonesia sebesar 3%. Banyaknya terapi dan lama perawatan diRumah sakit berdampak pada meningkatnya morbiditas, mortalitas dan biaya kesehatan. Tujuan dari penelitian inia adalah mengetahui cost of illness dan perbandingan lama rawat inap pada pasien SJS dan TEN akibat penggunaan obat dari perspektif rumah sakit. Design penelitian iniadalah cross sectional study dengan pengambilan data retrospektif. Data yang diambil adalah pasien yang terdiagnosa SJS dan TEN akibat penggunaan obat dan menjalani rawat inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta selama periode tahun 2014-2018 sesuai kreteria inklusi daneksklusi. Sebanyak 48 pasien dilibatkan dengan diagnosa SJS sebanyak 41 pasien dan TEN sebanyak 7 pasien. Rata-rata total biaya pasien SJS sebesar Rp. 16.546.233,0224±16.091.819,01889, sedangkan untuk pasien TEN sebesar 14.356.586,2086 ± 6.645.740,75924. Rata-rata lama rawat inap pasien SJS (12,66±5,77 hari) dan TEN (13,29±3,03 hari). Tidak terdapat perbedaan signifikan rata-rata total biaya dan lama rawat inap antar pasien SJS dan TEN dimana nilai p > 0,05. SJS dan TEN tidak terdapat perbedaaan signifikan tetapi dapat menjadi beban biaya cukup tinggi dan peningkatan durasi lama rawat inap bagi pasien.
KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT DAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA Naufanesa, Qufa; Nurhasnah, Nurhasnah; Nurfadila, Sinta; Ekaputri, Nawang Wulan
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 17 No. 2: September 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v17i2.15341

Abstract

Kepatuhan penggunaan obat merupakan salah satu faktor keberhasilan terapi, maka kepatuhan penggunaan obat antidiabetik dianggap penting untuk mencapai kualitas hidup yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara kepatuhan penggunaan obat dengan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus (DM) di RS Islam Jakarta Cempaka Putih. Pengambilan menggunakan metode penelitian analitik korelatif dengan desain cross sectional selama 2 bulan. Intrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuisioner MMAS, EQ5D5L dan VAS yang telah tervalidasi di Indonesia serta belum banyak digunakan untuk penelitian. Data karakteristik responden tertinggi pada perempuan (68%), kelompok umur 46-60 tahun (50%), berpendidikan tamat SMA/sederajat (35%), dan ibu rumah tangga (36,25%). Hasil analisa kepatuhan pasien diketahui rendah yaitu sebesar 66 responden (41%), responden lainnya dengan kepatuhan sedang sebesar 56 responden (35%), dan responden dengan kepatuhan tinggi sebesar 38 responden (24%). Antara kepatuhan penggunaan obat dan kualitas hidup pasien DM memiliki hubungan yang signifikan.
ANALISIS HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN DAN USIA AKSEPTOR SUNTIK DMPA TERHADAP RISIKO OBESITAS DI PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK Nurmainah, Nurmainah; Innas, Syaazaratul Qamelia
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 18 No. 2: September 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v18i2.15903

Abstract

Kontrasepsi suntik adalah obat hormonal yang digunakan untuk mencegah kehamilan  dengan jalan menyuntikkan obat tersebut pada wanita subur. Kontrasepsi hormonal dapat meningkatkan berat badan. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menganalisis hubungan antara lama penggunaan dan usia akseptor terhadap kejadian risiko obesitas. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) bersifat analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor baru kontrasepsi suntik 3 bulan DMPA di Puskesmas Perumnas II Pontianak pada bulan Januari 2018 hingga Maret 2019. Variabel dari penelitian ini adalah usia, pekerjaan, paritas, dan lama penggunaan. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis chi square.  Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah purposive sampling, dengan sampel sebanyak 81 akseptor. Hasil yang didapatkan ialah sebagian besar akseptor berusia 20-35 tahun, bekerja sebagai ibu rumah tangga dan mempunyai lebih dari 2 anak. Tidak terdapat hubungan antara usia akseptor terhadap kejadian risiko obesitas (p=0,806; OR=1,133; CI 95%= 0,419-3,060). Namun, terdapat hubungan antara lama penggunaan terhadap kejadian risiko obesitas (p=0,001; OR=26,3; CI 95%= 6,828-101,36). Hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin lama kontrasepsi suntik digunakan akan meningkatkan kejadian risiko obesitas.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 22 No. 2 (2025): September 2025 Vol. 22 No. 1: March 2025 Vol. 21 No. 2: September 2024 Vol. 21 No. 1: March 2024 Vol 20, No 2: September 2023 Vol. 20 No. 2: September 2023 Vol 20, No 1: March 2023 Vol. 20 No. 1: March 2023 Vol. 19 No. 2: September 2022 Vol 19, No 2: September 2022 Vol 19, No 1: March 2022 Vol. 19 No. 1: March 2022 Vol. 18 No. 2: September 2021 Vol 18, No 2: September 2021 Vol 18, No 1: Maret 2021 Vol. 18 No. 1: Maret 2021 Vol 17, No 2: September 2020 Vol. 17 No. 2: September 2020 Vol. 17 No. 1: Maret 2020 Vol 17, No 1: Maret 2020 Vol 16, No 2: September 2019 Vol. 16 No. 2: September 2019 Vol. 16 No. 1: Maret 2019 Vol 16, No 1: Maret 2019 Vol 15, No 2: September 2018 Vol. 15 No. 2: September 2018 Vol 15, No 1: Maret 2018 Vol 15, No 1 (2018) Vol. 15 No. 1: Maret 2018 Vol 14, No 2 : September 2017 Vol 14, No 2 : September 2017 Vol 14, No 1: Maret 2017 Vol. 14 No. 1: Maret 2017 Vol 14, No 1: Maret 2017 Vol. 13 No. 2: September 2016 Vol 13, No 2: September 2016 Vol 13, No 2: September 2016 Vol 13, No 1: Maret 2016 Vol. 13 No. 1: Maret 2016 Vol 13, No 1: Maret 2016 Vol. 12 No. 2: September 2015 Vol 12, No 2: September 2015 Vol 12, No 2: September 2015 Vol 12, No 1: Maret 2015 Vol 12, No 1: Maret 2015 Vol. 12 No. 1: Maret 2015 Vol 11, No 2: September 2014 Vol 11, No 2: September 2014 Vol. 11 No. 2: September 2014 Vol 11, No 1: Maret 2014 Vol. 11 No. 1: Maret 2014 Vol 11, No 1: Maret 2014 Vol 10, No 2: September 2013 Vol 10, No 2: September 2013 Vol. 10 No. 2: September 2013 More Issue