cover
Contact Name
Dadang Mulyana
Contact Email
dadang@unimed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalptkft@unimed.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
ISSN : 08547468     EISSN : 24077453     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Kejuruan diterbitkan oleh Fakultas Teknin Universitas Negeri Medan yang merupakan media informasi dan wadah bagi civitas akademik dalam menginformasikan berbagai karya ilmiah hasil penelitian, ide/konseptual dan kebijakan pendidikan kejuruan. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Kejuruan menerima tulisan original belum pernah dipublikasikan dalam jurnal lain. Artikel yang akan diterbitkan akan dievaluasi oleh tim redaksi dan mitra bestari. Tim redaksi berhak melakukan perubahan pada tulisan namun tidak mengubah makna tulisan. Artikel yang disampaikan wajib mengikuti gaya selingkung yang ditetapkan. Pendidikan dan Teknologi Kejuruan terbit secara berkala 2 kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
IDENTIFIKASI RENDAHNYA MINAT MASYARAKAT MENGGUNAKAN JEMBATAN PENYEBERANGAN DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS Wijaya, Kinanti; Lubis, Asri; Sari, Ruri Aditya
JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN Vol 17, No 1 (2015): April 2015
Publisher : FT Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Jembatan penyeberangan berfungsi untuk mengurangi serta menghindari konflik antara pejalan kaki dan kendaraan, namun pemanfaatannya masih sangat rendah. Hal ini menyatakan bahwa keselamatan bukan menjadi prioritas utama bagi masyarakat khususnya bagi pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rendahnya minat masyarakat menggunakan jembatan penyeberangan. Penelitian ini dijalankan dengan menyebarkan kuisioner kepada 163 responden pejalan kaki. Berdasarkan metode Fault Tree Analysis dengan mencari onformasi melaui wawancara berdasarkan kuesioner diperoleh enam faktor penyebab rendahnya minat pengguna jembatan penyeberangan yaitu kenyamanan (10%), keselamatan (5%), kemudahan (22%), desain (3%), keamanan (52%) dan hambatan (8%). Adapun alasan tidak menggunakan jembatan penyeberangan yang paling banyak dinyatakan oleh responden adalah dari faktor keamanan, kemudahan dan kenyamanan. Alasan yang paling banyak dari faktor keamanan adalah karena keadaan jembatan yang gelap serta faktor kemudahan adalah karena jarak jembatan yang jauh dari tempat tujuan menyebabkan responden enggan menggunakan jembatan penyeberangan. Faktor kondisi anak tangga jembatan serta tidak terdapat penjaga keamanan di area jembatan juga menjadi penyebab lainnya. Sehingga perlu diupayakan untuk mengurangi penempatan iklan dan menambahkan lampu pada jembatan dan menata ulang posisi jembatan agar letaknya tidak terlalu jauh dari tujuan pengguna.Kata kunci : jembatan penyebrangan, Fault Tree Analysis
STUDI KOMPARASI PERCEIVE MOTIVATION ARCS MODEL BERDASARKAN PERBEDAAN SPATIAL ABILITY MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN MESIN-MESIN LISTRIK BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF Sriadhi, Mr
JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN Vol 17, No 2 (2015): November 2015
Publisher : FT Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Studi ini menganalisis pengaruh model pembelajaran berbasis multimedia interaktif terhadap perceive motivation bagi mahasiswa yang berbeda spatial ability. Penelitian dilakukan dalam mata kuliah Mesin Listrik, menggunakan kuasi eksperimen.  Kelompok mahasiswa dengan spatial ability tinggi (H-SA) sebanyak 24 orang dan spatial ability rendah (L-SA) sebanyak 28 orang. Analisis data menggunakan statistik komparasi One-way Anova pada taraf α=0,05. Hasil penelitian menemukan bahwa pembelajaran berbasis multimedia interaktif dalam mata kuliah Mesin Listrik mendapatkan respon positif dari mahasiswa yaitu dengan mean skor perceive motivation 148,77 di atas mean skor ideal 90. Namun  komparasi berdasarkan tingkat spatial ability mahasiswa, terbukti kelompok mahasiswa H-SA memiliki perceive motivation lebih rendah dibandingkan kelompok mahasiswa L-SA. Ini bermakna bahwa mahasiswa L-SA lebih membutuhkan multimedia pembelajaran interaktif dibandingkan dengan mahasiswa H-SA. Penelitian merekomendasikan bagi mahasiswa L-SA sebaiknya menggunakan multimedia interaktif agar proses pembelajaran berlangsung kondusif dan motivasi tinggi yang pada akhirnya akan meningkatkan capaian belajar.Kata kunci :multimedia, perceive motivation, spatial ability
HUBUNGAN KESEIMBANGAN ASUPAN GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KONDISI FISIK ANAK SD DI KECAMATAN KOTANOPAN Mutiara, Dr. Erli; M.Si, Dra. Adikahriani; Yanti, Elvi Novi
JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN Vol 16, No 2 (2014): November 2014
Publisher : FT Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis hubungan keseimbangan asupan gizi dengan kondisi fisik anak. (2) Menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan kondisi fisik anak. (3) Menganalisis hubungan keseimbangan asupan gizi dan aktivitas fisik dengan kondisi fisik anak. Lokasi penelitian di SDN 190, SDN 193 dan SDN 200 Kecamatan Kotanopan. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling. Jumlah sampel 70 siswa. Teknik pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data keseimbangan asupan gizi diperoleh dengan recall konsumsi 2x24 jam, data kondisi fisik diperoleh dari hasil penimbangan berat badan dan data aktivitas fisik diperoleh dengan recall aktivitas 2x24 jam. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji Korelasi Pearson dan Regresi Linear Berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Keseimbangan asupan gizi responden keseluruhannya termasuk kategori kurang. Kondisi fisik responden sebagian besar termasuk kategori normal/baik. Aktivitas fisik sebagian besar termasuk kategori aktivitas ringan. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan bahwa keseimbangan asupan energi, karbohidrat, vitamin A, vitamin C, fosfor  dan besi berhubungan positif nyata (p<0.05) dengan kondisi fisik, sedangkan kalsium berhubungan positif sangat nyata (p<0.01) dengan kondisi fisik. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik asupan zat gizi maka kondisi fisik anak juga akan semakin baik. Hasil uji statistik korelasi Pearson menunjukkan bahwa aktivitas fisik (r = -0.406 ; p = 0.000) berhubungan negatif sangat nyata dengan kondisi fisik. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas fisik akan diikuti penurunan kondisi fisik. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa nilai fhitung = 2.521 > ftabel = 2.00 atau p-value = 0.013 < α = 0.05. Hal ini berarti keseimbangan asupan gizi dan aktivitas fisik secara simultan berhubungan signifikan dengan kondisi fisik anak. Kata kunci : Keseimbangan, asupan gizi, aktivitas fisik, kondisi fisik
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PREZI PADA MATA PELAJARAN MEMBUAT POLA DI SMK AWAL KARYA PEMBANGUNAN GALANG ., Surani; Ampera, Dina
JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN Vol 19, No 1 (2017): April 2017
Publisher : FT Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan desain media pembelajaran prezi pada mata pelajaran membuat pola dan 2) mengetahui kelayakan atau efektivitas desai media pembelajaran prezi pada mata pelajaran membuat pola di SMK Awal Karya Pembangunan Galang. Serta media yang layak dan dapat digunakan sebagai pengembangan media pembelajaran baru yang membantu siswa dalam mempelajari mata pelajaran membuat pola. Metode penelitian yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode Research and Development (R&D). Dengan menggunakan tahap atau prosedur yang sudah diadaptasi yang meliputi: Potensi dan masalah, pengumpulan data, desain media dan uji coba. Subjek uji coba penelitian ini adalah 56 siswa kelas X SMK Awal Karya Pembangunan Galang. Desain uji coba ada dua tahap yaitu: uji coba (tahap validasi) dan uji coba produk. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket, angket analisis kebutuhan, validator dan angket efektivitas meliputi skala penilaian dengan taknik analisis data menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain media pembelajaran prezi pada mata pelajaran membuat pola ini berhasil dikembangkan melalui beberpa tahapan, yaitu 1) hasil penilaian ahli materi dengan skor 83% dengan kriteria baik dan hasil penilaian ahli media dengan skor 87,14% dengan kriteria sangat baik, 2) hasil penilaian uji coba kelompok: uji coba kelompok kecil dengan skor 63,3% , uji coba kelompok sedang dengan skor 79,25% dengan kriteria setuju, dan uji coba kelompok besar atau lapangan 89,25 dengan kriteria sangat setuju, 3) uji efektivitas siswa dengan skor rata-rata 89,25% dengan kriteria sangat setuju dan uji efektivitas guru dengan skor rata-rata 93,33% dengan kriteria sangat setuju. Dengan demikian, desain media pembelajaran prezi pada mata pelajaran membuat pola dianggap layak untuk dijadikan desain media pembelajaran.Kata Kunci: Pengembangan, Media Prezi, Efektivitas Media Prezi, Mata Pelajaran Membuat Pola
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray -67 Boy Pance Simanungkalit, Nono Sebayang PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TS-TS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR MATA PELAJARNAN DASAR Simanungkalit, Boy Pance; Sebayang, Nono
JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN Vol 17, No 1 (2015): April 2015
Publisher : FT Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar mata pelajarnan Dasar Kompetensi Kejuruan Teknik Gambar Bangunan (DKKTGB) pada siswa kelas X Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 3 Sibolga melalui model pembelajaran koopetarif tipe Two Stay Two Stray (TS-TS). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa 31 orang.Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus pada siklus I terdiri dari dua kali pertemuan dan siklus II terdiri dari dua kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observating), dan refleksi (reflecting). Teknik pengumpulan data dengan observasi dan tes hasil belajar.Berdasarkan hasil evaluasi proses pada setiap pembelajaran dan berdasarkan Observasi keaktifan atau aktivitas siswa dalam penelitian ini, ditemukan siklus I nilai rata-rata aktitas belajar siswa yaitu 69,38% meningkat menjadi 82,03% pada siklus II. Untuk nilai hasil belajar pada siklus I yaitu 68,27 meningkat menjadi 85,60 pada siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TS-TS) dapat 1) meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar, 2) meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajran Dasar Kompetensi Kejuruan Teknik Gambar Bangunan (DKKTGB) SMK Negeri 3 Sibolga. Selain itu model pembelajaraan kooperatif tipe Two Stay Two Stay (TS-TS) ini dapat menimbulkan suasana belajar yang baru, yang lebih menyenangkan karena siswa aktif dan menemukan sendiri makna dari pembelajaran.Kata Kunci : Lingkungan Belajar, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Menggambar Teknik Dasar
Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Distribusi Tenaga Lsitrik Sesuai KKNI Untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Mulyana, Dadang; Sutopo, Adi; Mustamam, Mustamam
JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN Vol 19, No 2 (2017)
Publisher : FT Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyusun bahan ajar mata kuliah Distribusi Tenaga Listrik sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dengan Kompetensi Dasar Bidang Keahlian (KDBK) Konversi Energi Listrik pada Program Studi Pendidikan Teknik Elektro dalam upaya meningkatkan kompetensi ketenagalistrikan. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan research and development (R&D). Kegiatan penelitian tahap awal antara lain: (1) menganalisis kompetensi dasar bidang keahlian konversi enegri listrik sesuai KKNI, (2) menyusun topik dan sub topik materi bahan ajar Distribusi Tenaga Listrik, dan (3) membuat materi bahan ajar materi bahan ajar Distribusi Tenaga Listrik. Hasil penelitian adalah bahan ajar distribusi tenaga listrik yang berorientasi pada kompetensi ketenagalistrikan dalam upaya peningkatan kompetensi mahasiswa
Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Distribusi Tenaga Lsitrik Sesuai KKNI Untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Mulyana, Dadang; Sutopo, Adi; Mustamam, Mustamam
JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN Vol 19, No 2 (2017)
Publisher : FT Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyusun bahan ajar mata kuliah Distribusi Tenaga Listrik sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dengan Kompetensi Dasar Bidang Keahlian (KDBK) Konversi Energi Listrik pada Program Studi Pendidikan Teknik Elektro dalam upaya meningkatkan kompetensi ketenagalistrikan. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan research and development (R&D). Kegiatan penelitian tahap awal antara lain: (1) menganalisis kompetensi dasar bidang keahlian konversi enegri listrik sesuai KKNI, (2) menyusun topik dan sub topik materi bahan ajar Distribusi Tenaga Listrik, dan (3) membuat materi bahan ajar materi bahan ajar Distribusi Tenaga Listrik. Hasil penelitian adalah bahan ajar distribusi tenaga listrik yang berorientasi pada kompetensi ketenagalistrikan dalam upaya peningkatan kompetensi mahasiswa
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF DENGAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN SAINTIFIK PADA SISWA KELAS X TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK NEGERI 2 PEMATANGSIANTAR Sitinjak, Yasner Marnaek; Efendi, Hidir
JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN Vol 17, No 2 (2015): November 2015
Publisher : FT Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif pada siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 2 Pematangsiantar T.A 2014/2015 dengan menerapkan Strategi Pembelajaran Saintifik. Penelitian ini berangkat dari permasalahan yang ada di lapangan, dimana berdasarkan observasi peneliti yang menunjukkan bahwa pada tahun ajaran 2012/2013 sekitar 50% dari 28 siswa tidak lulus atau tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Sedangkan pada tahun ajaran 2013/2014, sekitar   56% dari 30 siswa juga belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TKR II SMK Negeri 2 Pematansiantar, yang terdiri dari 34 orang. Obyek penelitian ini adalah pembelajaran dengan menerapkan strategi pembelajaran saintifik untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran mengidentifikasi jenis-jenis alat ukur mekanik dan fungsinya. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, dimana masing-masing siklus terdiri dari sekali pertemuan. Instrumen yang digunakan untuk megumpulkan data adalah instrumen tes soal essay dan lembar observasi. Dari data kemampuan awal siswa terdapat 13 siswa (43,33 %) yang tuntas pada nilai formatif kompetensi dasar sebelumnya, 23 siswa (67,65 %) pada siklus I dan 30 siswa (88,23 %) pada siklus II. Data hasil belajar menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dari siklus I hingga siklus II. Dimana pada siklus pertama terdapat 23 siswa (67,65 %) yang telah memenuhi ketuntasan belajar (kompeten) mengalami peningkatan sebanyak 7 siswa (20,58 %). Berdasarkan hasil itu juga didapat bahwa ketuntasan klasikal telah terpenuhi yaitu sebanyak 80 %. Penerapan Strategi Pembelajaran Saintifik dalam pembelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 2 Pematangsiantar T.A. 2014/2015 Kata Kunci : Strategi Pembelajaran Saintifik, Hasil Belajar Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif
PERBEDAAN HASIL BELAJAR INSTALASI PENERANGAN LISTRIK ANTARA SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN EKSPOSITORI Hutahean, Binnaro; Silitonga, Marsangkap
JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN Vol 19, No 1 (2017): April 2017
Publisher : FT Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar instalasi penerangan listrik banguna sederhana antara siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran ekspositori. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI program keahlian teknik instalasi tenaga listrik (TITL) SMK Negeri 2 Siatas Barita Tapanuli Utara pada tahun pelajaran 2014/2015. Populasi penelitian terdiri atas dua kelas, yang semuanya menjadi sampel. Hasil pengundian menempatkan kelas XITITL2 dengan 30 siswa sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah sedangkan kelas XITITL1 dengan 28 siswa sebagai kelas kontrol yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori.Metode penelitian adalah eksperimen dengan rancangan “Randomized Control Group Posttest Only Design”. Data penelitian dijaring dengan tes, menggunakan instrumen berbentuk tes objektif pilihan berganda dengan lima pilihan jawaban. Instrumen tes digunakan setelah melalui ujicoba untuk mengetahui validitasnya dan reliabilitasnya Ujicoba instrumen mengasilkan 22 butir soal yang valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,703. Hipotesis penelitian diuji dengan analisis statistik uji-t, yang dilakukan setelah memenuhi uji persyaratan analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil belajar instalasi penerangan listrik bangunan sederhana siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah memiliki skor rata-rata 15,93 dengan standar deviasi sebesar 1,78; sedangkan siswa yang dengan model pembelajaran ekspositori memiliki skor rata-rata 13,86 dengan standart deviasi sebesar 1,89. Dengan menggunakan analisis statistik uji-t diperoleh t-hitung sebesar 16,386 sedangkan harga t-tabel untuk α = 0,05 dan derajat kebebasan 56 adalah 2,003. Dengan demikian disimpulkan bahwa hasil belajar instalasi penerangan listrik bangunan sederhana siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori.Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Hasil Belajar, Instalasi Penerangan.
Kualitas Dosen dalam Pembimbingan Skripsi Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan Sitompul, Harun; Rosnelli, Rosnelli; Daryanto, Eka; Sitanggang, Nathanael; Mulyana, Dadang
JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN Vol 20, No 1 (2018)
Publisher : FT Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pembimbing skripsi mahasiswa oleh dosen pembimbing di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan. Penelitian ini merupakan penelitian survey eksploratif terhadap kinerja dosen pembimbing skripsi, sebagai bahan masukan untuk pengembangan pedoman penulisan skrpsi dan upaya peningkatan kualitan pembimbingan skripsi. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang sedang dalam pembimbingan skripsi dan alumi. Alat pengumpul data menggunakan angket penilaian kinerja dosen dalam pembimbingan skripsi. Jumlah sampel yang telibat sebanyak 269 responden. Teknik analisis data digunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ketersediaan buka pedoman penulisan skripsi sangat membantu kelancaran pelaksanaan pembimbingan baik bagi dosen maupun mahasiswa, (2) Pola pembimbingan secara umum telah dilaksanakan secara rutin dan terjadwal melalui kegiatan tatap muka, korespondensi, dan melaui email, (3) Hasil analisis data dari tiga aspek penilaian diketahui bahwa aspek kedisiplinan sebesar 74% dalam kategori cukup disiplin, aspek kompetensi profesionalisme dosen sebesar 77% dalam kategori cukup kompeten, dan aspek kompetensi sosial dan kepribadian sebesar 66% dalam kategori cukup kompeten. Rekomendasi yang disampaikan adalah perlunya komitmen jadwal pelaksanaan pembimbingan sehingga masing-masing memiliki tanggung jawab untuk melakukan kegiatan pembimbingan secara terjadwal.

Page 5 of 11 | Total Record : 102