cover
Contact Name
Kurnia Rahmad Dhani
Contact Email
kurniadhani@isi.ac.id
Phone
+6281362081363
Journal Mail Official
jurnalekspresi@isi.ac.id
Editorial Address
Jl. Parangtritis No.KM.6.5, Glondong, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ekspresi: Indonesian Art Journal
ISSN : 14114305     EISSN : 29645921     DOI : https://doi.org/10.24821/ekp.v1i11
EKSPRESI is a double-blind peer-reviewed international journal published twice a year in April and October. Ekspresi published by Institut Seni Indonesia Yogyakarta. This journal contains articles on research results, conceptual ideas, art creation, and community service activities in the fields of arts and humanities.
Articles 74 Documents
Analisis Bentuk Musik pada Prelude dalam Partita No.3 untuk Violin Solo Tweedapinta, Ega Putra
Ekspresi Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v13i1.13627

Abstract

AbstrakSonata dan Partita tanpa iringan karya Johann Sebastian Bach merupakan repertoar utama yang selalu digunakan dalam proses pembelajaran biola. Karya ini memiliki nilai artistik, keindahan karya, serta aspek teknis dengan tingkat keterampilan yang tinggi. Terdapat lebih dari satu suara pada bagian Prelude di partita untuk biola ini, yaitu melodi kontrapung atau polifoni dalam satu baris instrumen.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk musik Partita E mayor gubahan J.S Bach pada bagian Prelude. Menurut kritikus musik bernama Wilhelm Tappert, keaslian Partita dalam E mayor diciptakan untuk instrumen lute, selain itu terdapat transkripsi komposisi Prelude untuk solo organ obbligato dan iringan orkestra. Prelude untuk instrumen biola berisi melodi dengan nilai nada seperenambelas dalam keseluruhan bagian dan disusun dalam melodi tunggal tanpa iringan suara bas yang cenderung monoton. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menganalisis skor. Teori yang digunakan adalah teori melodi oleh Dieter Mack, teori bentuk musik oleh Leon Stein, dan teori harmoni oleh Karl-Edmund Prier. Analisis skor dilakukan dengan pendekatan musikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prelude dalam Partita No.3 karya Bach mempunyai bentuk musik biner, yang dibentuk dengan stuktur musik menggunakan motif-motif sebagai materi musiknya. Selain itu karya ini mengandung harmoni yang tersembunyi yang menciptakan keindahan karya. Sebagai karya dengan melodi tunggal, Prelude menunjukkan kesatuan struktural di dalam susunannya. Kata kunci: Bentuk musik, Melodi tunggal, Violin, Partita, Prelude. AbstractSonata and Partita without accompaniment by Johann Sebastian Bach are the main repertoire used in violin learning. This work has artistic value, beauty, and technical aspects with a high skill level. There is more than one voice in the Prelude section in this partita for violin: counterpoint melody or polyphony in one row of instruments. This study aims to analyze the musical form of the Partita E major composed by J.S Bach in the Prelude section. According to music critic Wilhelm Tappert, the originality of the Partita in E major was created for the lute instrument; in addition, there is a transcription of the Prelude composition for solo organ obbligato and orchestral accompaniment. The Prelude for violin contains a melody with a sixteenth note value in the entire section. It is arranged in a single melody without bass accompaniment, which tends to be monotonous. This study uses a qualitative research method by analyzing scores. The theories used are the melody theory by Dieter Mack, the theory of musical form by Leon Stein, and the theory of harmony by Karl-Edmund Prier. The score analysis is carried out based on a musicology approach. The study results show that the Prelude in Bach's Partita No. 3 has a binary musical form, which is formed with a musical structure using motifs as its musical material. In addition, this work contains hidden harmonies that create the beauty of the work. As a work with a single melody, the Prelude shows structural unity in its composition. Keywords: Music form, Single melody, Violin, Partita, Prelude.
Pemeranan Tokoh Sherina dalam Drama Musikal Petualang Sherina-2 Karya Riri Riza Noviandri, Ramanda; Sumarno, Rano; Rahmah, Fitri
Ekspresi Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v13i2.14142

Abstract

Drama Musikal “Petualangan Sherina 2” karya Riri Riza merupakan alih wahana dari film “Petualangan Sherina 2”. Drama musikal memaparkan tentang aksi heroik terhadap kepedulian lingkungan melalui tokoh Sherina. Teori yang dipakai dalam memerankan tokoh Sherina adalah acting in musical. Acting in musical merupakan penggabungan antara akting, tari, dan nyanyian. Ini yang menjadi tantangan bagi aktor, di mana harus menyeimbangkan ketiga unsur tersebut. Metode akting yang dipakai dalam memerankan tokoh Sherina adalah metode akting presentasi. Metode akting presentasi aktor berusaha mengidentifikasi perilaku dan intelektual dirinya sendiri dan juga tokoh yang akan diperankan. Oleh karena itu, capaian aktor bukan kapasitas menjadi ‘orang lain’ namun merupakan ‘penyesuaian’ terhadap situasi dan kondisi baru, melalui tabungan- tabungan emosi yang dimiliki penulis secara pribadi. Kata kunci: Sherina, Drama musikal, Presentasi AbstractPlaying the Character of Sherina in the Musical Drama "Petualang Sherina-2" by Riri Riza. Drama Musical “The Adventure of Sherina 2” is an adaptation of the movie “The Adventure of Sherina 2”. The drama musical describes the heroic action towards environmental awareness through the character Sherina. The theory used in portraying Sherina's character is acting in musical. Acting in musical is a combination of acting, dance, and singing. This is a challenge for actors, who must balance these three elements. The acting method used in playing the character Sherina is the presentation acting method. Presentation acting method actors try to identify the behavior and intellect of themselves and also the character they will play. So that the actor's achievement is not the capacity to become 'someone else' but is an 'adjustment' to new situations and conditions, through the emotional savings that the author personally has. Keywords: Sherina, Drama Musical, Presentation
Transformasi Orkes Dangdut Menjadi Orkestra Dangdut dalam Perspektif Sosial Budaya: Kidung Etnosia Sakti, Aditya Susilo
Ekspresi Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v13i1.12228

Abstract

AbstrakDangdut adalah jenis musik populer di Indonesia. Melihat perkembangannya, tentu tidak terlepas dari elemen-elemen musiknya. Perkembangan tersebut juga terjadi pada kelompok musik Kidung Etnosia di Wonosari. Kajian terhadap musik dangdut pada dasarnya merupakan sebuah kajian tentang bentuk, struktur, orkestrasi, gaya dan sejumlah komponen musik lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis bentuk dan struktur sajian kolaborasi musik dangdut dengan alat musik Barat pada kelompok musik Kidung Etnosia dalam konteks perubahan sosial budaya dan ekonominya. Untuk mencapai pemahaman yang menyeluruh terhadap masalah yang dikaji, digunakan paradigma antropologi yaitu Strukturalisme Levi-Strauss. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui pengamatan terlibat (participatory observation), wawancara, dan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa masyarakat Wonosari mampu menerima sajian orkestra dangdut karena sajiannya tidak meninggalkan unsur dangdut asli. Sajian orkestra dangdut merupakan bagian dari seni yang mengalami perubahan dalam konteks perubahan sosial budaya dan ekonomi masyarakat Wonosari. Sebagai kota yang kaya akan seni budaya lokal di dalamnya termasuk Kidung Etnosia yang awalnya hanya memainkan genre musik karawitan, kerocong, dangdut, campursari dengan format asli kini sudah mengalami perubahan yang membawa energi positif untuk membuka wawasan masyarakat khususnya Wonosari tentang musik Barat. Tentunya dengan tanpa meninggalkan kaidah-kaidah dalam musik aslinya.Kata kunci: Dangdut, Orkestra Dangdut, Sosial Budaya AbstractDangdut is a type of popular music in Indonesia. Seeing its development, of course it cannot be separated from its musical elements. This development also occurred in the music group Kidung Etnosia in Wonosari. The study of dangdut music is basically a study of form, structure, orchestration, style and a number of other musical components. This study aims to identify and analyze the form and structure of the performance of dangdut music collaboration with Western musical instruments in the Song of Ethnosia music group in the context of socio-cultural and economic changes. To achieve a thorough understanding of the problems studied, an anthropological paradigm, namely Levi-Strauss Structuralism, is used. This research is a qualitative research with data collection through participant observation, interviews, and literature studies. Based on the results of the research, it can be seen that the Wonosari people are able to accept dangdut orchestral performances because the performances do not leave the original dangdut elements. Dangdut orchestra performances are part of the arts that have undergone changes in the context of socio-cultural and economic changes in the Wonosari community. As a city that is rich in local cultural arts, including the Song of Ethnosia, which initially only played the musical genres of karawitan, kerocong, dangdut, campursari with the original format has now undergone a change that brings positive energy to open people's insight, especially the Wonosari people, about Western music. Of course, without leaving the rules in the original music.Keywords: Dangdut, Dangdut Orchestra, Socio-Cultural
Penerapan Alat Musik Tradisional Cak dan Cuk dengan Alat Musik Modern dalam Peribadatan di HKBP Yogyakarta Hutabarat, Mira Christina; Pasaribu, Rianti Magdalena; Kustap, Kustap
Ekspresi Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v13i1.12040

Abstract

Musik memiliki peran yang sama penting dengan khotbah di dalam berjalannya suatu ibadah. Berkembangnya zaman, gereja pun berkembang ke semua penjuru dunia dan mengalami inkulturasi budaya musik. Gereja HKBP juga mengalami inkulturasi budaya, alat musik Jawa (Keroncong) yaitu Cak dan Cuk dipilih untuk mengiringi ibadah 17.30 di HKBP Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan gereja HKBP Yogyakarta menerapkan alat musik tradisional Cak dan Cuk dengan alat musik modern pada peribadatan 17.30 dan proses penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk memperoleh data penelitian. Penelitian ini dapat memberikan pengetahuan kepada gereja HKBP Yogyakarta tentang penerapan alat musik Cak dan Cuk dengan alat musik modern dalam peribadatan. Dapat disimpulkan alasan penerapan alat musik tradisional Cak dan Cuk dikarenakan adanya program kerja pemusik pada setiap minggu ke-5 yang menerapkan ibadah etnik. Penerapan musik Cak dan Cuk dengan alat musik modern dapat menciptakan nuansa ibadah etnik Jawa yang cukup dan tidak terlalu susah untuk diterapkan. Kekurangan SDM dan alat mempengaruhi performa penyajian musik iringan ibadah pada ibadah etnik Jawa. Kata kunci: Musik tradisional, Cak Cuk, Musik gereja, Peribadatan, HKBP Yogyakarta AbstractMusic has an equally important role as the sermon in the course of a service. As time progressed, the church expanded to all corners of the world and experienced inculturation in musical culture. The HKBP Church also experienced cultural inculturation, Javanese musical instruments (Keroncong), namely Cak and Cuk, were chosen to accompany the 17.30 worship service at HKBP Yogyakarta. This research aims to find out the reasons why the HKBP Yogyakarta church uses traditional Cak and Cuk musical instruments with modern musical instruments in the 17.30 worship service and the implementation process. This research uses descriptive qualitative research methods to obtain research data. This research can provide knowledge to the HKBP Yogyakarta church about the application of Cak and Cuk musical instruments with modern musical instruments in worship. It can be concluded that the reason for using the traditional Cak and Cuk musical instruments is because there is a work program for musicians every 5th week that implements ethnic worship. The application of Cak and Cuk music with modern musical instruments can create a sufficient nuance of Javanese ethnic worship and is not too difficult to implement. The lack of human resources and tools affects the performance of the presentation of worship music at Javanese ethnic worship services. Keywords: Traditional music, Cak Cuk, Church music, Worship, HKBP Yogyakarta
Cyber Crime Sebagai Sumber Penciptaan Skenario Film Pendek "Pitch Bill" Mahardika, Daphne Dinda; Sumarno, Rano; Wibowo, Philipus Nugroho Hari
Ekspresi Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v13i2.14143

Abstract

Skenario dengan judul Pitch Bill merupakan sebuah karya yang berfokus pada isu cyber crime masa kini. Karya ini berangkat dari keresahan yang  tumbuh akibat melihat grafik korban penipuan online yang kian naik, serta bentuk empati kepada orang-orang terdekat yang menjadi korban dari kasus penipuan online sekaligus menjadi narasumber wawancara dalam proses pengumpulan data. Penciptaan ini menggunakan teori kriminologi untuk menciptakan latar belakang tokoh-tokoh dengan didukung oleh data dari hasil wawancara, sebelum akhirnya dikemas menjadi sebuah karya fiksi dengan format filmis. Penerapan teori kriminologi, film komedi drama, dan skenario film guna mendukung proses kreatif serta inovatif. Pengumpulan data yang dilakukan setelah terciptanya ide dan konsep cerita bermaksud untuk dijadikan sebagai kriteria dalam proses pencarian data. Hal tersebut guna membantu dalam proses pengembangan untuk dijadikan skenario film yang utuh. Pitch Bill menceritakan tentang Kaivan yang membantu Sarah dalam produksi untuk film tugas akhirnya sebagai produser, namun Kaivan menggunakan jasa pinjaman online untuk dijadikan dana produksi film Sarah. Skenario film pendek Pitch Bill diproduksi menjadi sebuah film pendek. Produksi film pendek ini berupa proyek kerja sama antara mahasiswi jurusan Teater ISI Yogyakarta dengan mahasiswi jurusan Televisi dan Film Universitas Padjajaran. Kata kunci: Cyber Crime, Film Scenario, Comedy Drama Film, Online Lending, Pitch Bill AbstractCybercrime as a Source of Inspiration for the Creation of the Short Film Script Pitch Bill. Scenario called Pitch Bill focuses on current cyber crime issues. The scenario stems from the anxiety that has grown as a result of seeing the increasing graph of online fraud victims, as well as a form of empathy for the dearest one who have become victims of online fraud cases as well as being sources in the research process. The process of creating the background for the characters uses criminology theory supported by data from interviews, before finally turned into a work of fiction in filmic format. Application of criminological theory along with comedy drama film and film scenario to support creative and innovative process. The data collection carried out after the creation of story ideas the idea is intended to be used to classify in the data search process. This is to assist in the development process to become a complete film scenario. Pitch Bill tells the story of Kaivan who helps Sarah with the production of her final film as a producer, but Kaivan uses an online loan service as the main funds for Sarah’s film production. “Pitch Bill’s” short movie scenario was produced into a short movie. The production of this short movie is a collaborative project between the sutdent of theater department of ISI Yogyakarta and the student of television and film department of Padjajaran University. Keywords: Cyber crime, Film Scenario, Comedy Drama Film, Online Lending, Pitch Bill
Penggunaan Found Objects sebagai Media Pembelajaran Musik Kelas XII di SMAN 1 Unggulan Muara Enim Tamba, Lasti Yuliana
Ekspresi Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v13i1.13447

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meneliti proses dan juga hasil dari penggunaan found objects sebagai media pembelajaran musik. Keterbatasan fasilitas instrumen musik dan kurangnya SDM yang berlatar belakang musik, membuat pembelajaran musik di SMAN 1 Unggulan Muara Enim sedikit terhambat. Pemilihan media pembelajaran yang tepat, akan membantu proses belajar mengajar meskipun fasilitas instrumen musik yang dimiliki terbatas. Found objects atau benda-benda di sekitar yang mudah dijangkau, dapat dijadikan sebagai media pembelajaran musik. Pedagogi dijadikan sebagai pendekatan dalam metode pembelajaran untuk mengenal hal-hal baru. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dan bersemangat selama proses pembelajaran, sangat tertarik pada saat belajar, mampu bekerjasama dan berinteraksi dengan teman sekelompok, serta mengikuti proses belajar mengajar dengan baik. Penggunaan found objects sebagai media pembelajaran, dapat mengasah kreativitas siswa. Siswa kelas XII di SMAN 1 Unggulan Muara Enim sudah mampu mengaplikasikan benda-benda sekitar (found objects) pada pembelajaran. Kata kunci: Media pembelajaran; pedagogi; found objects  AbstractPurpose of this research is to study the process and result of using found objects as a media for music learning. The limitedness of music instrument facility and lack of human resource with music background, make music lessons in SMAN 1 Unggulan Muara Enim little overdue. The right choses of learning media, will help learning and teaching process even though the music instrument facility owned is limitedness. Found object or goods in surround that can easy to reach, can be a music learning media. Pedagogy uses as approach in learning method to recognizing new things. This research uses qualitative method with case studies approach. The result of this research show that student are enthusiastic and excited during learning process, very interesting at the time of learning, could afford to work together and interact with friends in team, and also follow the learning and teaching process well. Found object uses as a learning media, can sharpening students creativity. 3th grade students in SMAN 1 Unggulan Muara Enim already capable to apply goods in surround (found object) for learning.  Keywords: Learning method, pedagogy, found objects
Eksperimentasi Penggunaan Kayu Mangga sebagai Inovasi Alternatif Pengganti Kayu Maple dalam Pembuatan Violin Alam, Ghoni Maulana; Wirayudha, Asep Hidayat; Latif, Bakhrudin
Ekspresi Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v13i2.13450

Abstract

Penelitian ini merupakan upaya eksplorasi yang mendalam terhadap proses pembuatan biola menggunakan kayu mangga dengan desain model Stradivarius tahun 1703, serta analisis terperinci terhadap karakteristik akustik yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental untuk menguji kelayakan kayu mangga sebagai bahan dasar violin, menggantikan kayu maple, yang tidak tersedia secara luas di Indonesia. Model yang digunakan adalah Violin model Stradivarius tahun 1703. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu mangga dapat dianggap sebagai alternatif yang potensial untuk bahan pembuatan biola, meskipun terdapat perbedaan signifikan dibandingkan dengan biola yang menggunakan kayu maple. Uji frekuensi resonansi dan analisis kekerasan suara menunjukkan bahwa biola dari kayu mangga mampu menghasilkan suara yang mampu bersaing, namun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan stabilitas harmonik dan respons frekuensi tinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan saran bahwa dengan penyesuaian teknik konstruksi yang tepat, potensi kayu mangga sebagai bahan baku untuk pembuatan biola bisa dioptimalkan. Temuan ini tidak hanya memberikan wawasan baru dalam bidang pembuatan alat musik tradisional, tetapi juga mengilustrasikan pentingnya eksplorasi bahan baku alternatif dalam konteks modern yang mengutamakan keberlanjutan dan ketersediaan bahan.Kata kunci: Violin, kayu mangga, frekuensi, eksperimentasi AbstractExperimental Use of Mango Wood as an Alternative Innovation to Maple Wood in Violin Construction. This study presents an in-depth exploration of the process of constructing violins using mango wood, modeled on the 1703 Stradivarius design, along with a detailed analysis of the resulting acoustic characteristics. An experimental approach was adopted to assess the viability of mango wood as a primary material in violin production, substituting the traditionally used maple wood, which is not widely available in Indonesia. The model applied was a 1703 Stradivarius-style violin. Findings indicate that mango wood has potential as an alternative material for violin making, although notable differences were observed when compared to violins crafted with maple wood. Resonance frequency tests and sound hardness analyses revealed that mango wood violins can produce competitive sound quality, yet further refinements are necessary to enhance harmonic stability and high-frequency response. Overall, this study suggests that with appropriate construction technique adjustments, the potential of mango wood as a violin-making material could be maximized. These findings not only provide new insights into traditional musical instrument manufacturing but also underscore the importance of exploring alternative materials in a modern context that prioritizes sustainability and material availability.Keywords: violin, manggo wood, frequency, experimentation
Musik Viral dalam Peningkatan Brand Awareness pada Konten TikTok Haura, Afifah Shafa; de Fretes, Daniel; Kustap, Kustap
Ekspresi Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v13i2.14266

Abstract

Di era digital dan perkembangan media sosial, TikTok menjadi platform yang populer untuk berbagi konten kreatif dalam pemasaran digital. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan musik viral sebagai elemen kunci dalam mencapai daya tarik pada konten TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis upaya meningkatkan Brand Awareness pada konten TikTok yang dihasilkan oleh Widya Robotics melalui penggunaan musik viral. Brand Awareness bertujuan untuk menggambarkan keberhasilan pemasaran dari segi eksposur dan interaksi audiens terhadap merek. Konten diunggah pada akun TikTok Widya Robotics dengan penulis sebagai divisi Social Media Specialist. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal yaitu studi tentang kekhususan dan kompleksitas suatu kasus, untuk memahami aktivitasnya dalam keadaan penting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan musik viral secara efektif dapat meningkatkan Brand Awareness konten TikTok Widya Robotics. Terjadi peningkatan yang signifikan dalam jumlah tampilan, interaksi, dan keterlibatan audiens setelah implementasi strategi ini.Kata kunci: musik viral, brand awareness, tiktok, media sosialAbstractViral Music in Enhancing Brand Awareness on TikTok Content. In the digital era and the development of social media, TikTok has become a popular platform for sharing creative content in digital marketing. This research focuses on utilizing viral music as a key element in achieving traction on TikTok content. This research aims to explore and analyze efforts to increase Brand Awareness on TikTok content produced by Widya Robotics through the use of viral music. Brand Awareness aims to describe marketing success in terms of audience exposure and interaction with the brand. The content is uploaded on Widya Robotics' TikTok account with the author as the Social Media Specialist division. This research uses a qualitative method with a single case study approach, which is a study of the specificity and complexity of a case, to understand its activities in important circumstances. The results showed that effective utilization of viral music can increase Brand Awareness of Widya Robotics' TikTok content. There was a significant increase in the number of views, interactions, and audience engagement after the implementation of this strategy.Keywords: viral music, brand awareness, tiktok, social media
Proses Produksi Musik Latar “Maleo Tidak Sendiri” dalam Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka 2023 di PT. Selingkar Literasi Sayang Keluarga Timung, Matthew Adriel; Asmoro, Ganang Dwi
Ekspresi Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v13i1.12397

Abstract

Dunia pendidikan tinggi di tanah air mengalami perubahan paradigma sejak diselenggarakannya kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Program MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat) adalah salah satu program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa dalam lingkungan dunia kerja nyata. Artikel ini mendeksripsikan proses produksi luaran dari Kegiatan MSIB 2023 yang dilakukan di PT. Selingkar Literasi Sayang Keluarga (Mitra PT. Sebangku Jaya Abadi). Musik Latar “Maleo Tidak Sendiri” disusun berdasarkan penugasan Peserta Program MSIB 2023 yaitu Produser Musik. Musik disusun sebagai musik latar untuk Project Motion comic berjudul Maleo Tidak Sendiri yang diproduksi oleh Yuniar Khairani, penulis naskah segaligus Kepala Divisi Kreatif  PT. Selingkar Literasi Sayang Keluarga. Penelitian menggunakan metode artistik dengan pendekatan Practice Based Research. Tahapan penelitian yaitu: perancangan, pengadaptasian, uji-coba, dan penerapan. Hasil penelitian menunjukkan adanya manfaat dari program MSIB yaitu menjembatani kesenjangan antara pembelajaran akademis dan penerapan dunia nyata dengan memungkinkan individu untuk mengembangkan keterampilan di bidang produksi musik. Program MSIB juga memungkinkan penulis menjalin hubungan dengan profesional, mentor, dan sesama peserta magang.Kata kunci: Musik latar, Maleo Tidak Sendiri, Motion comic, Practice Based Research, Produksi Musik 
Implementasi Metode Tutor Sebaya dalam Pembelajaran Ekstrakurikuler Musik di SMPK St. Bernardus, Madiun Renata, Theresia Avilla Sus; Widodo, Tri Wahyu; Adzkia, Sagaf Faozata
Ekspresi Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v13i2.14094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis penggunaan metode tutor sebaya dan proses kegiatan ekstrakurikuler seni musik di SMP Katolik Santo Bernardus, Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Guru dan peserta didik dalam pembelajaran ekstrakurikuler, menjadi subjek utama pada penelitian ini. Pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data melalui tahapan reduksi, paparan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode tutor sebaya diterapkan dengan memilih peserta didik yang memiliki kemampuan lebih yang berperan sebagai tutor bagi teman sebayanya. Proses kegiatan ekstrakurikuler ini melibatkan kelompok-kelompok kecil, di mana setiap kelompok memiliki satu atau dua tutor. Aktivitas ini meliputi praktek bermain alat musik, latihan bersama, dan diskusi kelompok. Metode tutor sebaya relevan digunakan, terbukti dari semangat dan capaian prestasi bidang musik yang telah diraih. Penggunaan metode tutor sebaya berpotensi baik, terbukti terbentuknya rasa tanggung jawab, interaksi, dan kepedulian antar peserta didik.Kata kunci: ekstrakurikuler, musik, metode, tutor sebaya AbstractPeer Tutoring Method Implementation in Extracurricular Music Learning at St. Bernardus Catholic Junior High School, Madiun. This study aims to describe and analyze the use of the peer tutoring method and the process of extracurricular music activities at St. Bernardus Catholic Junior High School, Madiun. A qualitative approach was employed, using a case study method, with the music teacher and students participating in extracurricular activities as the main subjects of the study. Data were collected through observations, interviews, and document analysis. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings indicate that the peer tutoring method is implemented by selecting students with advanced abilities to act as tutors for their peers. This extracurricular activity is conducted in small groups, with each group having one or two tutors. Activities include musical instrument practice, group rehearsals, and group discussions. The peer tutoring method is shown to be effective, as demonstrated by the enthusiasm and achievements in music attained by the students. The use of peer tutoring promotes positive outcomes, fostering responsibility, interaction, and care among students.Keywords: ekstracurricular, music, method, peer tutors