cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
PENINGKATAN KETUNTASAN BELAJAR SISWA                                       DENGAN PENERAPAN PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE BERORIENTASI PEMBELAJARAN BERMAKNA PADA MATERI TERMOKIMIA DI SMAN 8 SURABAYA
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 17, No 2 (2010): Vol.17, No. 2, Desember 2010
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, (2) aktivitas guru dan siswa, (3) ketuntasan belajar siswa dan (4)respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran think-pair-share dengan pendekatan pembelajaran bermakna  pada materi termokimia. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI A-5 SMAN 8 Surabaya. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga kali putaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran pada putaran I, II dan III termasuk dalam kategori baik, (2) aktivitas siswa lebih besar dari pada aktivitas guru dalam pembelajaran sehingga pembelajaran berpusat pada siswa, (3) ketuntasan klasikal belajar siswa pada putaran I, II dan III berturut-turut adalah 65,63%, 75% dan 87,5%dan (4) hasil angket respon menunjukkan bahwa siswa mempunyai tanggapan yang positif terhadap penerapan pembelajaran think-pair-share dengan pendekatan pembelajaran bermakna.       Kata kunci: Think-pair-share, pembelajaran bermakna,  termokimia.   Abstract: The purpose of this study was to determine (1) the ability of teachers to manage learning in the classroom, (2) teachers and students activity, (3) student mastery learning, and (4) student response to the application of learning models think-pair-share approach to meaningful learning on thermo chemistry  matter. The subjects of this research were students  of SMAN 8 A-5 Surabaya class XI. This study uses the design of Classroom Action Research (CAR) carried out in three cycles. The results show that (1) the ability of teachers to manage learning  in cycle I, II and III are included in good category, (2) the activity of students is greater than the teacher in the learning activities so that student-centered learning was achieved, (3) classical student mastery learning  on cycles I, II and III, respectively 65.63%, 75% and 87.5%, and (4) the results of questionnaire showed that students had a positive response to the application of  think-pair-share learning model with the  meaningful learning approach.       Key words: Think-pair-share, meaningful learning, thermochemistry.
PENINGKATAN KETUNTASAN BELAJAR SISWA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK, PAIR, SHARE MENGGUNAKAN MEDIA BERBASIS KOMPUTER PADA MATERI POKOK SISTEM KOLOID DI SMA NEGERI 1 BABAT LAMONGAN
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 17, No 2 (2010): Vol.17, No. 2, Desember 2010
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru, aktivitas guru dan siswa, ketuntasan belajar siswa serta respon siswa terhadap penerapan media pembelajaran berbasis komputer pada materi pokok sistem koloid dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS. Subyek penelitian adalah kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Babat Lamongan tahun ajaran 2008/2009. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga kali putaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pmbelajaran yang dilakukan oleh guru termasuk dalam kategori baik. Dari tiga putaran diperoleh skor rata-rata secara berturut-turut untuk aspek pelaksanaan pembelajaran adalah 2,5 (baik); 2,86 (baik); dan 3,5 (sangat baik); skor rata-rata aspek pengelolaan waktu adalah 2,5 (baik); 3,0 (baik); dan 3,0 (baik); dan skor rata-rata aspek pengamatan suasana kelas adalah 2,25 (sedang); 3,0 (baik); dan 3,25 (baik). Dari hasil tes belajar siswa pada putaran I dan II belum tercapai ketuntasan belajar yakni berturut-turut 77,14%; 82,85% dan pada putaran III tercapai ketuntasan belajar sebesar  85,71%. Hasil angket respon diketahui bahwa siswa mempunyai tanggapan yang positif terhadap pembelajaran ini.   Kata kunci: media pembelajaran berbasis komputer, model kooperatif tipe TPS, sistem koloid     Abstract: The purpose of this research is to know the classroom management, teacher and students activity, mastery learning  of  the student and also student response of  implementation of  learning  media  based on the computer on colloidal system  topic with cooperative learning Think Pair Share type. Subyek the research is student  class of XI IPA 2 SMA Negeri 1 Babat  Lamongan  2008/ 2009 academic year. This research is designed  of Classroom Action Research ( CAR) executed in three cycles. The result  indicate that the classroom  management is in good category. From three cycles were gotten by average score in a row for the aspect of learning perform is 2,5 ( good); 2,86 ( good); and 3,5 ( very good); average score of aspect of time managemen tis 2,5 ( good); 3,0 ( good); and 3,0 ( good); and average score of aspect of observing the condition class is 2,25 ( quite good); 3,0 ( good); and 3,25 ( good). From result test, complete learn the student at cycle I, II and III is 77,14%; 82,85% and 85,71%. Result of questionnaire respon known that  the student have the response which are positive to this study.   Keyword : learning media based on the computer, cooperative learning TPS type, colloidal system
KAITAN MATEMATIKA DAN PENGRAJIN BAMBU
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 17, No 2 (2010): Vol.17, No. 2, Desember 2010
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Matematika adalah ilmu yang dekat dengan aktivitas manusia sehari-hari. Hal tersebut karena matematika lahir untuk membantu memecahkan permasalahan manusia dalam kehidupannya. Sebagai contohnya, jika anak-anak ditanya “Berapa kali makan nasi dalam sehari?”, maka anak akan menjawab tiga kali. Atau mungkin, jika ditanyakan tentang berapa kali mandi dalam sehari, maka tentulah jawabnya dua kali. Hal-hal tersebut, yaitu menyebut tiga dan dua, sebenarnya secara tidak langsung anak sudah menyebutkan konsep dalam matematika yaitu bilangan. Selanjutnya jika anak tersebut menulis “3” atau “2”, maka anak tersebut telah menggunakan fakta dalam matematika. Dengan demikian, kita tidak dapat menutup mata bahwa sebenarnya manusia itu telah menggunakan dan mengembangkan fakta, konsep, prinsip, dan keterampilan matematika yang merupakan objek matematika melalui aktivitas dalam hidupnya. Berdasarkan kenyataan di lapangan, jika pengrajin bambu pada waktu membuat blengker untuk rege yang berbentuk lingkaran, si pengrajin  menggunakan pengembangan prinsip kerja jangka. Hal tersebut dalam matematika berarti menggunakan definisi lingkaran dan keterampilan matematika. Selain itu, pengrajin bambu dalam membuat sudut tumbu juga menggunakan konsep jarak dan panjang diagonal pada persegi. Namun pengrajin ini dalam membuat “eblek” tenggok yang berbentuk persegi hanya dengan pathokan yang panjangnya sama. Panjang sama tersebut sebenarnya dalam matematika merupakan sisi persegi.   Kata kunci: fakta, konsep, prinsip, keterampilan, pengrajin bamboo   Abstract: Mathematics is the science that closed to  human activities every day. It cause mathematics is tools to help  human solve their problems in daily life. For example, if the children were asked "How many time we eat  a day?", Then the child will answer three times. In the other case if they asked about how many times  we take bath in a day, then surely the answer twice. Those things, which is called the three and two, indirectly children have mentioned the concept of number  of  mathematics. Furthermore, if the children  write "3" or "2", then the children  have been using the facts in mathematics. Thus, we should  not ignore that the people are actually using and developing the facts, concepts, principles, and mathematical skills which is the object of mathematics through activities in their life. Based on the reality, when  the bamboo craftsmen is  making blengker circular of “Rege”, the craftsmen use the principles work of compass. This means using the definitions in math circles and math skills. In addition, bamboo craftsmen in making angles “Tumbu” also uses the concept of distance and magnitude of diagonal on the square. However, these craftsmen in the making "Eblek" square-shaped basket with just based the same length. It is actually the same length in a mathematical square side. Key words: facts, concepts, principles, skills, bamboo craftsmen
ANALISIS KEMAMPUAN SAINS SISWA INDONESIA BERDASARKAN DATA TIMSS 2007
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 17, No 2 (2010): Vol.17, No. 2, Desember 2010
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Indonesia telah tiga kali mengikuti studi TIMSS sejak tahun 1999 hingga sekarang, dan hasilnya selalu menunjukkan siswa Indonesia berada pada ranking kelompok bawah. Penelitian ini bertujuan melakukan: a) analisis dan estimasi kembali kemampuan siswa Indonesia pada domain konten dan proses berpikir, dan b) analisis respons siswa Indonesia terhadap soal bentuk pilihan dan uraian. Estimasi menggunakan program Quest dan analisis hanya dilakukan pada item/soal yang fit. Data yang dianalisis adalah data TIMSS 2007 yang melibatkan 4203 siswa dan menggunakan 227 item. Hasil penelitian ini menunjukkan, berdasarkan data TIMSS 2007:  a) estimasi kemampuan rata-rata siswa Indonesia dari yang paling rendah ke paling tinggi secara berurutan adalah pada konten Kimia, Biologi, Fisika, dan Bumi dan Antariksa; b) estimasi proses berpikir rata-rata siswa Indonesia paling tinggi adalah knowing (mengetahui), sedangkan reasoning (menalar) dan applying (menerapkan) lebih rendah; dan c) kemampuan rata-rata siswa Indonesia dalam merespons ítem/soal sains bentuk uraian (constructed response) lebih rendah dibandingkan kemampuan rata-ratanya dalam merespons item format pilihan ganda (multiple choice).     Kata Kunci: TIMSS, kemampuan sains, Abstract: Indonesia had been following three times the  the TIMSS study from 1999 to now, and the results always show that students from Indonesia at the  lower group rank. The  aims of this study are: a) analysis and estimate again of the Indonesian  students ability on the content domain and thinking process, and b) analysis of Indonesian student responses toward test item on multiplechoice and description form. Estimates using the Quest program and the analysis is only performed on the items / questions that fit. The data analyzed are the TIMSS 2007 data involving 4203 students and use the 227 items. The results of this study showed, based on TIMSS 2007 data: a) estimate the average ability of Indonesian  students from the lowest to highest in order are the content of Chemistry, Biology, Physics, and Earth and Space; b) estimate the average thinking process  Indonesian students most high is knowing (knowing), while the reasoning (reasoning) and applying (apply) lower; and c) the ability of the average Indonesian student in responding item / description form about science (constructed response) was lower than average ability mean is in response to multiple-choice item form. Keywords: TIMSS,  science ability,  
PENGEMBANGAN MODEL TUTORIAL MATEMATIKA MELALUI LESSON STUDY PADA PROGRAM S1-PGSD DI KABUPATEN SIDOARJO Prastiti, Tri Dyah; Mairing,, Jackson Pasini; Sylvi, Pismia
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 19, No 1 (2012): Vol. 19, No. 1, Juni 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kegiatan tutorial yang berlangsung di UT Surabaya selama ini, sepenuhnya wewenang tutor sehingga  UT Surabaya tidak mengetahui apakah tutor telah melaksanakan tutorial dengan baik atau sebaliknya. Hasil pengamatan peneliti menunjukkan bahwa dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tutor, masih terjadi budaya penyampaian ilmu belum budaya pencarian ilmu oleh mahasiswa. Hasil UAS 2008.1 untuk Matematika juga menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Karena itu peneliti ingin melakukan pengembangan model tutorial Matematika melalui “lesson study” (TMLS) di UT Surabaya dalam upaya peningkatan profesionalitas tutor, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas tutorial Matematika. Pengembangan model mengacu pada Plomp (2007) dengan langkah pengembangan (1) investigasi awal; (2) desain; (3) realisasi/konstruksi; (4) tes, evaluasi, revisi, dan (5) implementasi. Pengembangan   dilakukan di kelas A dan B mahasiswa UT Program S1 PGSD Pokjar Sidoarjo.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model TMLS beserta perangkat pembelajarannya memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan dan keefektifan, (2) metode-metode yang digunakan dalam model TMLS ini adalah Metode Penemuan dengan Tanya Jawab Eksploratif, Pengembangan Metakognisi (PM), Diskusi Eksploratif berbasis Proyek, Diskusi Eksploratif, Metode Penemuan dengan Diskusi Eksploratif, dan Pemecahan Masalah, (3) perangkat pembelajaran model TMLS yang dikembangkan adalah Rancangan Aktivitas Tutorial, Satuan Acara Tutorial, Lembar Kerja Tutorial dan Rancangan Evaluasi.   Dalam implementasi model TMLS ternyata menunjukkan beberapa keunggulan yaitu (a) model TMLS direspons baik oleh mahasiswa, (b) model TMLS sesuai dengan prinsip pokok tutorial yaitu “kemandirian mahasiswa”, (c) model TMLS beserta perangkatnya dapat mendorong peningkatan tingkat penguasaan dan tingkat berpikir mahasiswa terhadap modul-modul matakuliah Matematika, (d) model TMLS beserta perangkatnya dapat mendorong mahasiswa berperan secara aktif untuk memperoleh pengetahuan mendalam terhadap materi-materi kuliah, (e) model TMLS dan perangkatnya dapat mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan metakognisinya, (f) peran tutor dalam model TMLS juga sudah sesuai dengan fungsi utama tutor, dan (g) sintaks pembelajaran model TMLS medorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam belajar dan mengembangkan komunikasi matematikanya. Kata kunci: tutorial, Matematika, Lesson Study, TMLS Abstract. The class activities during the tutorial in  UT Surabaya become the authority of the tutor. UT Surabaya doesn’t know at all the activities conducted by the tutor in the class. UT Surabaya doesn’t know whether or not the tutor conduct the classes well. The result of the preliminary study done by the researcher shows that the knowledge transfer still becomes the culture of the students instead of finding knowledge.  The result of Mathematic final test 2008.1 shows that most of the students got low mark. Based on the reason above, the researcher wants to develop a mathematic tutorial method by using lesson study to improve the quality of tutor in teaching. It is then hoped to increase the quality of mathematics tutorial. The model is refer to Plomp’s syntax of development (2007) that is: preliminary investigation; (2) design; (3) realization/construction; (4) test, evaluation, revision, (5) implementation. The development of model conducted to undergtaduate students in Sidoarjo learning group.  The result of the research shows that (1) the TMLS and the instructional designs are valid, practice, and effective, (2) the methods used in TMLS is discovery method through explorative questions and answers, meta cognitive development (PM),   project based explorative discussion, explorative discussion, discovery method by explorative discussion, and problem solving, (3) instructional designs that are used in TMLS are syllabus (RAT), lesson plan (SAT), tutorial worksheets (LKT), and  assessment (RE). There are many outstanding points found in the implementation of TMLS model (a) Good response of the students toward TMLS model (b) the TMLS model is suitable with the tutorial basic principle that is “students independence” (c) the TMLS model  increases the students’ mastery and thinking level at the mathematic modules, (d) TMLS model motivates the students to be active in finding the deep knowledge of the subjects (e) TMLS model motivates students to improve their meta cognitive knowledge (f) The tutor’s role in the implementation of TMLS model is suitable with the main function of tutor, and (g) the learning syntax of TMLS model motivates the students  to be active in learning and developing their mathematic communication. Key words: tutorial, lesson study, mathematic, TMLS
MISKONSEPSI KEMAGNETAN DAN MODUL REMIDIASINYA DENGAN SIMULASI KOMPUTER
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 18, No 2 (2011): Vol.18, No. 2, Desember 2011
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Model simulasi computer merupakan salah satu alternative yang dipilih untuk meremediasi miskonsepsi kemagnetan. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan One-Group-Pretest-Postest Design. Populasi penelitian adalah guru-guru IPA dengan sampel sebanyak 20 orang adalah guru-guru IPA peserta forum MGMP yang mengajar materi fisika, disebut trainee. Instrumen yang digunakan untuk mengindentifikasi miskonsepsi trainee adalah tes pilihan ganda berbasis Certainty of Response Index (CRI). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan simulasi computer dapat meremidiasi miskonsepsi trainee pada topik kemagnetan. Kata Kunci: Miskonsepsi, Simulasi Komputer, Kemagnetan Abstract: computer simulation model is one of the selected alternative to remediate misconception of magnetism. This research used the pre-experimental method with the one-group pretest-posttest design. The research population was science teachers. Sample was 20 physics teachers at the MGMP forum participants who taught the physics matter, called the trainees. The instrument used to identify misconception of trainees was the multiple choice test besed Certainty of Response Index (CRI). The results showed that the use of computer simulations can remediate misconceptions of trainees in the magnetism topic. Key words: Misconception, Computer Simulation, Magnetism.  
HETEROGENITAS KELOMPOK SEBAGAI SYARAT MUTLAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW , RINANINGSIH
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 19, No 1 (2012): Vol. 19, No. 1, Juni 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan kognitif pembelajaran kooperatif Jigsaw II adalah penyampaian informasi akademik sederhana, Sedangkan tujuan sosialnya untuk melatih siswa kerjasama dalam kelompok. Tujuan tersebut akan terlaksana apabila pembagian kelompok kooperatif dilakukan dengan heterogen. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan mengetahui hasil belajar mahasiswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran Kimia Dasar II dengan menggunakan perangkat pembelajaran model kooperatif tipe Jigsaw II. Sebagai subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan fisika angkatan 2009 yang sedang memprogram matakuliah kimia dasar. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa aktivitas mahasiswa yang paling dominan pada siklus I adalah melakukan tanya jawab, begitu juga pada siklus II didominasi oleh melakukan diskusi kelompok ahli. Tes perkembangan hasil belajar produk sangat memuaskan 97% mahasiswa mendapatkan poin 30. Tes hasil belajar psikomotor 100% mahasiswa tuntas.     Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas pembelajaran meningkat dengan diterapkan kooperatif tipe jigsaw II. Hasil belajar produk dan psikomotor sangat memuaskan disebabkan karena pembagian kelompok dilakukan secara heterogen. Dari keberhasilan penelitian ini disarankan pada peneliti berikutnya atau para pendidik yang akan menerapkan pembelajaran kooperatif hendaknya melakukan pembagian kelompok secara heterogen. Jika tidak ada waktu yang cukup untuk melakukan keheterogenan kelompok sebaiknya digunakan pembelajaran diskusi kelas. Kata kunci: Model pembelajaran, kooperatif, tipe jigsaw II Abstract. Cognitive goals of cooperative learning Jigsaw II is simple academic information delivery, while the social goal to train students in group collaboration. The purpose will be fulfilled if the division is done with heterogeneous cooperative group . This research is a classroom action research studies with the aim to determine the activity of students in learning activities with model of cooperative learning Jigsaw II and find out the results of student learning after participating in learning activities Basic Chemistry II by using a model of cooperative learning Jigsaw II. As a research subject is student of physical education class of 2009 is being programmed basic chemistry. This research showed that the most dominant student activities in the cycle I was doing a question and answer , as well as in the second cycle is dominated by the expert group discussions. Developmental test results are very satisfying learning products 97 % of students earn 30 points . Psychomotor achievement test 100 % of the students completed. The conclusion of this research is to increase the quality of the implemented cooperative learning jigsaw type II. Psychomotor learning outcomes and the product is very satisfying because the division is done heterogeneous group. The success research suggested the following researchers or educators who will implement cooperative learning should make distributions in heterogeneous groups. If there is not enough time to do a group heterogeneity should be used in teaching the class discussion. Key words: learning models , cooperative , jigsaw type II
PEMAKNAAN PRODUKTIF DARI PERKEMBANGAN ORIENTASI TEORETIS SAIN KIMIA GUST MADE SANJAYA, I; NOVITA, DIAN; , SUYONO
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 19, No 1 (2012): Vol. 19, No. 1, Juni 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan pemaknaan produktif yang menyangkut kolaborasi praktis, teoritis dan komputasi dalam meningkatkan kinerja pembelajaran sains kimia, khususnya Kimia Fisika I: Struktur dan Ikatan. Kajian dilakukan melalui penelitian kinerja individu yang dilihat dari produktivitas mahasiswa dalam menerjemahkan buku wajib dan dalam mengembangkan media pembelajaran. Aktivitas pembelajaran dan respon mahasiswa dianalisis berdasarkan hasil observasi dan angket. Hasilnya menunjukkan bahwa produktivitas mahasiswa sangat tinggi dalam menghasilkan terjemahan buku wajib berbahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia (1 terjemahan lengkap/mahasiswa) dan dalam menghasilkan media pembelajaran berbasis powerpoit (32-40 file) yang dilengkapi virtualisasi gambar, animasi, dan video yang diperoleh dengan mengunduh dari internet. Dari hasil observasi dan angket diketahui bahwa mahasiswa yang menyatakan bahwa Kimia Fisika I: Struktur dan Ikatan Kimia sebagai materi yang sangat sulit, ternyata menjadi cukup bersemangat dalam belajar (60%) karena pendekatan cukup menarik (73%) dan merangsang kreativitas produktif dikalangan mahasiswa. Secara umum mahasiswa cukup tinggi semangat belajarnya (60%) dan cukup senang dengan pendekatan pembelajaran yang dilakukan (60%). Kata kunci:  pemaknaan produktif, sains kimia Abstract. Has done purport productive involving its practical, collaboration theoretical and computing in improving performance learning of chemical science especially chemical physics I: structure and bonding. The study was important through research performance individual viewed from productivity college student in translating book obliged and in developing media learning. Activity learning and response college student analyzed based on the observation and poll. The results show that a very high student productivity in producing translations of the book required language of United Kingdom into the language of Indonesia (1 complete translation/college student) and media-based learning in generating powerpoit (32-40 files) that include virtualization images, animations, and videos obtained by downloading from the internet. From the results of observation and the now well known that students who stated that chemical physics I: structure and chemical bonds as a very difficult matter, turned out to be quite interested in learning (60%) because it is quite an interesting approach (73%) and stimulates creativity productive among college students. In general students of their learning spirit is quite high (60%) and quite happy with the approach of learning done (60%). Key words: purport productive, chemical science
PEMETAAN KOMPETENSI SISWA SMA PADA MATA PELAJARAN KIMIA DI KABUPATEN SUMENEP BERDASARKAN HASIL UJIAN NASIONAL TAHUN 2008-2010 , MUCHLIS; , DARYONO
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 19, No 1 (2012): Vol. 19, No. 1, Juni 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan memetakan kompetensi siswa SMA di Kabupaten Sumenep berdasarkan hasil ujian nasional (UN) tahun 2008, 2009 dan 2010. Sumber data adalah Laporan Hasil dan Statistik Nilai Ujian Nasional tahun 2008, 2009 dan 2010. Kegiatan ini dimulai dari (1) pengelompokan materi soal kimia ke dalam Kompetensi Dasar (KD) yang sesuai; (2) menjelaskan daya serap KD; dan (3) menjelaskan daya serap materi soal kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) rata-rata 38,3% KD pertahun yang tidak diujikan dari 41 KD yang ada. Satu KD terdapat satu hingga tiga materi soal kimia; (2) pada UN 2008 ada 2 KD dengan kriteria daya serap “cukup”, 6 KD “baik”, dan 18 KD “sangat baik”. Pada UN 2009 ada 6 KD dengan kriteria daya serap “baik” dan 19 KD “sangat baik”. Pada UN 2010 ada 1 KD dengan kriteria daya serap “kurang”, 2 KD “baik”, dan 22 KD “sangat baik”; (3) ada 40 materi soal kimia. Pada UN 2008 ada 3 materi soal kimia dengan kriteria daya serap “cukup”, 6 materi soal kimia “baik”, dan 31 materi soal kimia “sangat baik”. Pada UN 2009 ada 1 materi soal kimia dengan kriteria daya serap “kurang”, 2 materi soal kimia “cukup”, 8 materi soal kimia “baik” dan 29 materi soal kimia “sangat baik”. Pada UN 2010 ada 1 materi soal kimia dengan kriteria daya serap “kurang”, 1 materi soal kimia “cukup”, 7 materi soal kimia “baik”, dan 31 materi soal kimia “sangat baik”.  Kata kunci: pemetaan kompetensi, ujian nasional. Abstract. This research aim to map student competency of SMA in Sumenep Regency based on national examination in 2008, 2009 and 2010. Source of data is Report of Result and Statistic of National Examination Value of  2008, 2009 and 2010. The research started from ( 1) grouping of chemical problem subjects into Basic Competency ( KD) suitable; ( 2) explaining percentage of KD; and ( 3) explaining percentage of chemical problem subjects. Result of research indicate that (1) mean 38,3% KD each year  which do not be tested from 41 existing KD. There is one till three chemical problem subjects in one KD; ( 2) in UN 2008 there is two KD that percentage criteria ”enough”, six KD “good” and eighteen “verygood”. In UN 2009 there is six KD that percentage criteria “good” and nineteen KD “verygood”. in UN 2010 there is one KD that percentage criteria ”less”, two KD “good” and twentytwo “verygood”; (3) in UN 2008 there is three chemical problem subjects that percentage criteria ”enough”, six KD “good” and thirtyone “verygood”. In UN 2009 there is one chemical problem subjects that percentage criteria “less”, twoo “enough”, eight “good” and twentynine “verygood”. In UN 2010 there is one chemical problem subjects that percentage criteria ”less”, one “enough”, seven “good” and thirtyone “verygood”.     Key words:  map competency, national examination
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR NUMBER THEORY UNTUK MAHASISWA KELAS INTERNASIONAL SULAIMAN, RADEN; KURNIASARI, IKA
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 19, No 1 (2012): Vol. 19, No. 1, Juni 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Hasil pengamatan peneliti saat mengajar matakuliah Teori Bilangan diperoleh data bahwa banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan  membuktikan suatu pernyataan, baik berupa teorema ataupun lemma. Salah satu faktor yang mengakibatkan mahasiswa mengalami kesulitan memahami materi dari matakuliah Teori Bilangan adalah kurangnya bahan ajar yang dapat dimanfaatkan mahasiswa serta bahan ajar yang tidak sesuai dengan deskripsi matakuliah pada buku pedoman mahasiswa, sehingga diperlukan bahan ajar yang sesuai dengan deskripsi yang ada pada buku pedoman mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar matakuliah Number Theory  untuk mahasiswa program studi Pendidikan Matematika kelas Internasional. Rancangan isi dari buku ajarnya  terdiri dari lima bab yang secara garis besar akan disusun sedemikian sehingga: Chapter 1: Divisibility, Chapter 2: Prime Numbers, Chapter 3: Greatest Common Divisor and Least Common Multiple, Chapter 4: Arithmetic Functions, Chapter 5: Congruences. Jenis penelitiannya adalah penelitian pengembangan. Hasil pengembangan bahan ajar matakuliah Number Theory telah selesai sampai draft 1. Draft 1 ini hanya menitikberatkan isi yang sesuai dengan buku pedoman yang dimiliki mahasiswa Kelas Internasional. Oleh karena itu masih perlu perbaikan dalam aspek struktur bahasa, materi dan kelengkapan buku ajar sebagai buku yang akan digunakan dalam perkuliahan oleh mahasiswa jurusan matematika. Sehingga bisa disimpulkan layak untuk digunakan, meskipun banyak revisi yang harus dilakukan. Kata Kunci: Pengembangan bahan ajar dan Number Theory Abstract. Observations the researcher while teaching number theory courses retrieved data that many students have difficulty proving a statement, either in the form of a theorem or lemma. One of the factors that resulted in the students have difficulty understanding the material from the number theory course is the lack of materials that can be utilized as well as student learning materials that do not conform to the description of courses in the student handbook, so that the necessary materials are in accordance with the description found in the student handbook. This research aims to develop learning materials Number Theory courses for students of Mathematics Education study program of international class. Content design of text book consists of five chapters that outline will be structured such that: Chapter 1: Divisibility, Chapter 2: Prime Numbers, Chapter 3: Greatest Common Divisor and Least Common Multiple, Chapter 4: Arithmetic Functions, Chapter 5: Congruences. This type of research is research development. Development of learning materials results Number Theory courses have been completed until the draft 1. This only concerns the 1st Draft of the contents according to the Handbook of student-owned international class. It is therefore still needs improvement in the aspect of the structure of language, content and completeness of the textbook as a handbook to be used in lectures by students majoring in mathematics. So it can be worth to use, though many revisions to be done. Key words: development teaching materials and number theory

Page 6 of 11 | Total Record : 102