cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU PERTANIAN
ISSN : 08521077     EISSN : 24427306     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian "AGRIUM" adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ataupun review yang dirancang sebagai sarana komunikasi untuk para ilmuwan/peneliti yang terkait dengan bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Efektivitas Insektisida Nabati Daun Sirsak dan Sirih Hijau terhadap Mortalitas Rayap Syahbani, Raisya Nur; Saragih, Syaiful Amri
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.22056

Abstract

Penggunaan insektisida nabati untuk mengendalikan rayap Coptotermes curvignathus sudah dilakukan termasuk penggunaan ekstrak daun sirih hijau. Namun, belum ada penelitian yang dilakukan untuk melihat efektivitas ekstrak daun sirsak pada C. curvignathus, termasuk mengcampurkan ekstrak daun sirsak dan sirih hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh insektisida nabati dari ekstrak daun sirsak (Annona muricata), sirih hijau (Piper betle) dan pengaruh campuran dari keduanya terhadap mortalitas rayap C. curvignathus. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan. Ekstrak dari kedua daun sirsak dan sirih hijau dibuat dengan beberapa konsentrasi dan kemudian disemprotkan ke C. curvignathus. Persentase mortalitas C. curvignathus dihitung 24 jam setelah aplikasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Duncan melalui SPPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak pada seluruh perlakuan berpengaruh nyata terhadap mortalitas C. curvignathus dengan perlakuan konsentrasi 40% dan konsentrasi 60% menyebabkan mortalitas tertinggi yaitu 90%. Ekstrak daun sirih hijau pada seluruh perlakuan juga memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas C. curvignathus dengan perlakuan konsentrasi 50% menyebabkan mortalitas tertinggi yaitu 90%. Campuran dari ekstrak daun sirsak dan sirih hijau pada seluruh perlakuan juga memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas C. curvignathus dengan perlakukan konsentrasi 40% menyebabkan mortalitas tertinggi yaitu 76,67%. Penelitian ini menunjukkan bahwa daun sirsak dan sirih hijau efektif untuk mengendalikan C. curvignathus.
Uji Perbandingan Warna Perangkap Likat Terhadap Populasi Hama Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) di Lahan Organik, Selangor Zahri, Dava Arindra; Fadhillah, Wizni; Sjafni Suherman, Farah Huda Binti
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.21472

Abstract

Cabai (Capsicum annuum L.)  merupakan tanaman hortikultura  yang mengandung capsaicin, senyawa kimia yang bertanggung jawab atas rasa pedasnya. Cabai diperkenalkan ke Indonesia pada abad ke-15 oleh pelaut Portugis. Saat ini, cabai banyak digunakan di rumah tangga, restoran, dan industri sebagai bahan makanan, bumbu. Penelitian dilaksanakan di lahan cabai organik terpadu Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI) pada tanggal 1 - 21 September 2024. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi keragaman hama, populasi hama dan persentase hama utama yang terperangkap. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Perangkap ikat biru dan kuning, diberi tanda dengan berbagai macam tanda yang disesuaikan dengan ordo hama tersebut. Kemudian dihitung jumlah hama sesuai dengan ordo yang telah diberikan tanda pada masing- masing perangkap likat. Perangkap berwarna kuning dan biru yang mampu menarik dan menangkap berbagai jenis serangga yang dijadikan untuk indikator jenis serangga yang berada di pertanaman jenis hortikultura dan tanaman tahunan. Hama pada tanaman cabai (Capsicum annuum L.) terdiri dari beberapa hama seperti trips, kutu daun dan kutu kebul. Tidak hanya ada hama utama pada tanaman cabai (Capsicum annuum L) tapi sudah ada jenis lainnya yang berada pada perangkat likat yang digunakan. Banyaknya jumlah tangkapan pada perangkap biru  karena warna biru lebih peka terhadap mata pada serangga seperti trips, kutu daun, kutu kebul dan serangga lainnya.
Elevating the Growth and Production of Asparagus Beans Through the Use of Coffee Grounds and Rice Husk Ash Mardhiana, Mardhiana; Jenni, Jenni; Adiwena, Muh.
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.21311

Abstract

Asparagus beans (Vigna unguiculata subsp. Sesquipedalis) have high economic and nutritional potential, but their yield has declined due to suboptimal land fertility. Inorganic fertilizers pose adverse influence on the environment, so more eco-friendly organic materials, such as coffee grounds and rice husk ash are necessary. This study aims to evaluate the effect of coffee grounds and rice husk ash on the growth and production of asparagus beans. It was conducted in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Universitas Borneo, Tarakan City, using a Randomized Block Design (RBD) with five treatments: no coffee grounds and rice husk ash (P0), 1.5 ton/ha of coffee grounds (P1), 4 ton/ha of rice husk ash (P2), 0.75 ton/ha of coffee grounds + 2.0 ton/ha of rice husk ash (P3), and 1.5 ton/ha of coffee grounds + 4 ton/ha of rice husk ash (P4). The results corroborated that using 1.5 ton/ha of coffee grounds (P1) yields the highest outcome with respect to plant height (113.4 cm), the number of leaves (38 strands), the number of pods to the control (4 pieces), the length of the pods (4.01 cm), and the weight of the pods (140.65 g), compared to other treatments and control. Coffee grounds are proven a more effective material than its combination with rice husk ash in elevating the growth and yield of asparagus beans in red-yellow podzolic soil.
Substitusi Pupuk Anorganik Menggunakan Kasgot terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis Ungu (Zea mays sacharata Sturt L.) Arlianto, Irfan Sarifuddin; Usmadi, Usmadi; Muhlison, Wildan; Sholikhah, Ummi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.23041

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik yang masih menjadi andalan pada kegiatan budidaya jagung manis ungu, selain telah mencapai titik jenuh juga berdampak negatif terhadap kulitas tanah dan kesehatan lingkungan pertanian. Upaya mengurangi penggunaan pupuk anorganik dapat dilakukan melalui substitusi menggunakan pupuk organik, salah satunya menggunakan kasgot yang merupakan hasil biokonversi bahan organik oleh larva lalat tentara hitam. Kombinasi penggunaan pupuk anorganik dengan kasgot secara proporsional, diharapkan selain dapat memenuhi kebutuhan kesuburan kimia juga dapat memenuhi kesuburan fisik dan biologi untuk tanaman jagung manis ungu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui proporsi pupuk anorganik dengan kasgot terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis ungu. Penelitian menggunakan pola dasar rancangan acak kelompok yang terdiri atas 4 perlakuan dengan 6 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi pupuk anorganik menggunakan kasgot secara pemenuhan hara layak diterapkan untuk budidaya jagung manis ungu. Substitusi menggunakan kasgot sebesar 39% cenderung meningkatkan ukuran daun, berat tongkol kupas dan kadar gula reduksi biji sedang pada 59% meningkatkan kadar antosianin biji.
Penggunaan Biochar Limbah Kelapa Muda dan Kompos terhadap Produktivitas Kedelai Mawardiana, Mawardiana; Karnilawati, Karnilawati; Handayani, Sri
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.21319

Abstract

Limbah kelapa muda merupakan salah satu biomassa yang melimpah, namun pemanfaatannya belum optimal. Limbah ini berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biochar. Aplikasi biochar dari limbah kelapa muda dapat memperbaiki kondisi tanah pertanian serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Di sisi lain, kompos merupakan salah satu jenis pupuk organik yang dapat dikombinasikan dengan biochar. Namun, penggunaan kombinasi biochar dan kompos pada tanaman kedelai masih jarang dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar limbah kelapa muda dan kompos terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di Indra Jaya, Pidie, pada bulan Agustus hingga November 2023. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara Faktorial, dengan dua faktor yaitu biochar limbah kelapa muda (B) dan kompos (K). Biochar terdiri atas tiga taraf: B0 = tanpa biochar (kontrol), B1 = 5 t ha-1, dan B2 = 10 t ha-1; sedangkan kompos juga terdiri atas tiga taraf: K0 = tanpa kompos (kontrol), K1 = 5 t ha-1, dan K2 = 10 t ha-1. Peubah yang diamati meliputi jumlah cabang, tinggi tanaman, umur berbunga, berat biji per tanaman, berat 100 butir biji, dan jumlah polong per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cabang tanaman kedelai meningkat sebesar 16,77% pada pemberian biochar dosis 10 t ha-1 dibandingkan tanpa biochar, dan meningkat sebesar 10,42% pada pemberian kompos dosis 10 t ha-1 dibandingkan tanpa kompos. Selain itu, berat 100 butir biji kedelai meningkat sebesar 10,83% pada pemberian biochar dosis 10 t ha-1 dibandingkan perlakuan tanpa biochar.
Studi Kekerabatan Morfologi Jagung (Zea mays L.) Varietas Lokal Di Gorontalo Tadidik, Ulfaida H.; Kandowangko, Novri Youla; Febriyanti, Febriyanti; Retnowati, Yuliana; Ahmad, Aisyah
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.23146

Abstract

Jagung varietas lokal Gorontalo merupakan salah satu jenis jagung yang memiliki kandungan gizi tinggi. Namun, jagung lokal jarang ditemukan dan belum dikenal secara luas oleh masyarakat. Kurangnya informasi terkait varietas ini menyebabkan kesulitan dalam pengembangannya, terutama terkait karakter fenetik jagung yang penting dalam program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter dan hubungan kekerabatan fenetik jagung varietas lokal Gorontalo berdasarkan marka morfologi. Penelitian ini dilaksanakan di Sreen House Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Gorontalo. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Pengamatan karakteristik morfologi terdiri dari 50 karakter meliputi habitus, akar, batang, daun dan bunga. Analisis hubungan kekerabatan dilakukan dengan metode UPGM (Unweighted Pair-Group with Mean of Arithmetic) melalui program statistik MVSP (Multivariate Statictical Program). Hasil karakterisasi pada empat varietas jagung lokal Gorontalo yaitu Binthe Doti, Binthe Pulo, Binthe Siropu dan Binthe Momala memiliki perbedaan dan persamaan karakter morfologi. Hasil analisis kekerabatan dari empat varietas jagung lokal Gorontalo berdasarkan dendogram menujukkan bahwa koefisien kemiripan berkisar 0,51-0,73. Hubungan kekerabatan yang sangat dekat terjadi antara Binthe Siropu dan Binthe Momala, diikuti oleh hubungan dengan Binthe Pulo. Sementara, Binthe Doti memiliki hubungan kekerabatan yang paling jauh dengan ketiga varietas lainnya, ditunjukkan oleh tingkat kesamaan yang lebih rendah.
Characterization of Phenology and Growth Phases of Local Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) from East Sumba Wati, Lita Wahyu Rika; Sari, Agnes Dwi Meita; Kurnia, Theresa Dwi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i2.24217

Abstract

Sorghum is one of the cereal crops currently being widely developed as an alternative food in Indonesia. One of the approaches is through research in the field of plant breeding. To initiate the development of more advanced research, with future research focused on developing local cultivars as part of local wisdom that preserves sustainability and genetic diversity, information is needed regarding the phenological characteristics and growth phases of sorghum plants as conducted in this study. The plant materials used were two local sorghum genotypes of East Sumba, namely Watar Hammu Manippa Tadda and Watar Hammu Mitting Nggangga. A descriptive research method was used to provide a detailed description of the characteristics of sorghum plants. The research was conducted from June to December 2024 at the Science Techno Park (STP), Faculty of Agriculture and Business, Satya Wacana Christian University, Wates Village, Getasan District, Semarang Regency, at an altitude of 1118 meters above sea level. The results showed that the local East Sumba sorghum genotypes, Watar Hammu Manippa Tadda and genotype Watar Hammu Mitting Nggangga, have similar phenological charactersistics in terms of leaf, stem, and root, while their seed characteristics and panicle shapes of the two types are different, with clear distinctions in seed and panicle morphology serving as important differentiating traits. Based on the growth phase, there are no significant differences between the two genotypes. The research results indicates that both genotypes have strong potential as breeding materials, with breeding efforts best directed toward combining the superior traits of each genotype, maintaining local adaptation while improving seed productivity and quality. This study provides detailed information on the phenological characteristics and growth phases of two local sorghum varieties from East Sumba. Information related to plant phenology is an important foundation for developing sorghum breeding research in Indonesia. Knowing the characteristics of the plant also supports the optimal use of sorghum as a food source or alternative feed.
Evaluasi Pertumbuhan dan Produksi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Aksesi Liar Asal Kamerun di Lingkungan Kebun Percobaan PPKS Adolina Aminullah, Eki; Rauf, Abdul; Hanum, Chairani
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i2.23456

Abstract

Salah satu strategi meningkatkan produktivitas yaitu introduksi kelapa sawit dari luar daerah dengan memilih varietas unggul yang adaptif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan produksi aksesi liar kelapa sawit asal Kamerun serta hubungannya dengan faktor lingkungan seperti tanah, iklim dan cuaca. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan PPKS Adolina kecamatan Perbaungan, Sumatera Utara, di laboratorium Riset dan Teknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara dan di PT. Socfin Indonesia pada bulan Januari sampai dengan April 2024. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana metode ex post facto dan deskriptif. Data karakter morfologi dianalisis secara deskriptif dan dikelompokkan berdasarkan standar deviasi. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan Korelasi Pearson (r) dan regresi linear berganda, mencakup karakter morfologi, produksi, dan karakteristik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi pertumbuhan dan produksi 36 kelapa sawit aksesi liar asal Kamerun dibandingkan  varietas DxP 540, yaitu aksesi CMR027D, CMR044D, dan CMR005D menunjukkan adaptasi yang baik karena mempunyai arakter pertumbuhan lebih lambat dan pelepah yang tidak terlalu panjang serta produksi yang tinggi. Aksesi CMR097D, CMR044D, CMR025D, CMR055D, CMR018D, CMR005D, CMR020D, CMR079D mempunyai jumlah tandan dan berat tandan diatas rata-rata yang menunjukkan potensi produktivitas yang tinggi. Terdapat korelasi signifikan antara pertumbuhan, produksi dan faktor lingkungan. Aksesi CMR058D, CMR025D, dan CMR055D menunjukkan korelasi positif terhadap faktor cuaca, yang mengindikasikan bahwa aksesi ini mempunyai kemampuan adaptasi yang baik terhadap perubahan lingkungan.
Tissue Culture of Stevia (Stevia rebaudiana Bert.) with the Addition of Aloe vera Extract (Aloe vera (L). Burm.f) on Murashige and Skoog Medium (MS) Ihsani, Nisa; Nurfitriani, Astri; Kurniasari, Astrid; Tardiansah, Dede Tedi; Rudi, Rudi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i2.24631

Abstract

The increasing demand for natural, low-calorie sweeteners highlights the importance of Stevia rebaudiana Bertoni, which produces steviol glycosides that are sweeter than cane sugar and provide health benefits. Due to low seed viability, tissue culture is preferred for propagation, with its success dependent on growth regulators and nutrient availability. Additionally, incorporating plant-derived supplements like Aloe vera, rich in bioactive growth-promoting compounds, may enhance in vitro development. This study aimed to identify the optimal concentration of Aloe vera extract in Murashige and Skoog (MS) medium to enhance the in vitro growth of Stevia rebaudiana. The experiment was conducted using sterile culture bottles arranged in a Completely Randomized Design (CRD) with one experimental factor, namely Aloe vera extract concentration, consisting of five treatment levels: 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. Each treatment was replicated five times, resulting in a total of 25 culture bottles used in this study. Observations were carried out periodically based on several parameters, including shoot, root, stem, and leaf development, as well as overall plant viability and growth performance. The findings demonstrated that 10% Aloe vera extract was the most effective concentration for promoting shoot, stem, and leaf growth, while root growth showed no significant variation across treatments.
Pengaruh Pemberian Asam Salisilat terhadap Tanaman Kacang Merah Lokal (Phaseolus vulgaris L.) di Dataran Menengah Ermando, Relly; Siregar, Luthfi Aziz Mahmud; Ginting, Jonatan
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i2.22511

Abstract

Kacang merah adalah sumber protein nabati yang penting di Indonesia, kaya akan nutrisi seperti protein, karbohidrat kompleks, serat, vitamin, dan mineral. Penanaman kacang merah di dataran menengah, terutama di Sumatera Utara, bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan efisiensi dalam rangka ekstensifikasi lahan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh berbagai kultivar kacang merah lokal (Phaseolus vulgaris L.) asal Simalungun dan aplikasi asam salisilat terhadap tanaman kacang merah di dataran menengah. Penelitian dilaksanakan di Desa Rumah Galuh, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu 9 kultivar kacang merah lokal dan 3 konsentrasi asam salisilat (kontrol, 100 ppm, dan 200 ppm). Hasil penelitian menunjukkan kultivar Siantar Narumonda (TE1) memiliki hasil terbaik dan berpengaruh nyata pada tinggi tanaman. Pengaplikasian asam salisilat dengan konsentrasi 200 ppm memberikan pengaruh yang signifikan terhadap bobot basah, dan bobot kering tanaman. Asam salisilat terbukti mampu meningkatkan aktivitas fisiologis tanaman, seperti fotosintesis dan metabolisme, yang mendukung peningkatan produksi kacang merah. Interaksi antara kultivar dan aplikasi asam salisilat memberikan pengaruh signifikan pada tinggi tanaman, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter lainnya.