cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU PERTANIAN
ISSN : 08521077     EISSN : 24427306     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian "AGRIUM" adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ataupun review yang dirancang sebagai sarana komunikasi untuk para ilmuwan/peneliti yang terkait dengan bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Cangkang Telur Ayam dan Ampas Kopi terhadap Pertumbuhan Pre-Nursery Jengkol (Archidendron pauciflorum) Jupiter, Jhon Pepri; Titisari, Prima Wahyu
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.15140

Abstract

Jengkol merupakan tanaman tanaman semak berkayu yang dapat hidup di dataran tinggi maupun dataran rendah yang memiliki kandungan bermanfaat bagi kesehatan. Kebutuhan terhadap buah jengkol makin meningkat, namun belum banyak yang membudidyakan tanaman ini. Tanaman jengkol memiliki tinggi rata-rata 20 meter dengan buah yang berbentuk bulat dan berwarna coklat. Penggunaan pupuk organik cair (POC) dalam pertanian merupakan salah satu cara menuju pertanian berkelanjutan yang memiliki banyak manfaat bagi unsur hara tanah, pertumbuhan tanaman, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh interaksi dan pengaruh utama pemberian Pupuk Organik Cair (POC) cangkang telur dan ampas kopi terhadap pertumbuhan pre-nursery jengkol. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan di lahan eksperimen Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, November 2021 hingga Februari 2022. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu konsentrasi POC kulit telur (C) dan dosis ampas kopi. Masing-masing perlakuan adalah sebagai berikut: dosis kopi:  0; 200; 400; 600 ml/l dan konsentrasi POC: 0; 32,5; 65; 97,5 g/polybag. Data dianalisis menggunakan analisis statistik, bila terdapat perbedaan dilanjutkan menggunakan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Terdapat pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat segar, berat kering per tanaman serta volume akar. Perlakuan konsentrasi POC cangkang telur 600 ml/l dan dosis ampas kopi 97,5 g/polybag menghasilkan pertumbuhan dan hasil tertinggi pada tanaman jengkol. Ampas kopi berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan dengan 97,5 g/polybag sebagai dosis yang paling efektif. Disimpulkan bahwa POC cangkang telur ayam dan ampas kopi dengan dosis 97,5 g/polybag dan 600 ml dapat digunakan untuk membantu proses pertumbuhan pada pre-nursery jengkol.
Pengujian Bahan Aktif Formula Biofertilizer Cair terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Wakegi (Allium × wakegi Araki) Asrul, Asrul; Rosmini, Rosmini; Jusriadi, Jusriadi; Husna, Husna; Fadail, Moh.; Trihesti, Trihesti
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.21272

Abstract

Keberadaan mikrobia bermanfaat yang rendah di daerah perakaran bawang wakegi dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman mengalami hambatan karena tanah menjadi kurang subur.  Penambahan mikrobia indigenous diharapkan dapat meningkatkan populasi mikrobia di daerah  tersebut.  Penelitian ini dilakukan untuk menguji potensi bakteri indigenous Bacillus sp. DB12 dan Trichoderma sp dalam meningkatkan produksi dan hasil bawang wakegi, baik yang diaplikasikan secara tunggal maupun konsorsium dengan formula biofertilizer.  Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, UNTAD, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan (faktor tunggal) bahan aktif formula biofertilizer berupa jenis mikrobia yang terdiri atas P1=kontrol (tanpa mikrobia), P2= Bacillus sp. DB12, P3= Trichoderma sp, dan  P4= konsorsium Bacillus sp. DB12 + Trichoderma sp.   Setiap perlakuan diulang sebanyak 10 kali sehingga secara keseluruhan terdapat 40 satuan percobaan.  Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat ubi, dan diameter umbi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi  biofertilizer berbahan aktif konsorsium Bacillus sp. DB12 dan Trichoderma sp (P4) merupakan perlakuan terbaik karena dapat meningkatkan tinggi tanaman (36,74 cm), jumlah daun (30,40 helai),  jumlah umbi per rumpun (8,05), berat umbi per rumpun (40,19 g), dan diameter umbi per rumpun (2,21 cm).
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Darah Sapi terhadap Hasil Tanaman Ubi Kayu Varietas Ketan Novianto, Esna Dilli; Oktasari, Wike; Syarifuddin, Syarifuddin; Siswanto, Usman; Anindyawati, Nurul
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.16816

Abstract

Pemupukan merupakan salah satu aktivitas penting dalam budidaya ubi kayu. Ironisnya aplikasi pupuk anorganik yang berlebihan ternyata berdampak negatif pada pertumbuhan tanaman. Pupuk Organik Cair (POC) dapat menjadi salah satu solusi untuk menggantikan pupuk anorganik. Namun, penggunaannya pada tanaman ubi kayu belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis dan interval waktu pemberian POC yang tepat untuk meningkatkan hasil tanaman ubi kayu varietas ketan (Manihot esculenta Crantz.). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan 2 faktor dan 3 ulangan sebagai blok. Faktor pertama adalah dosis POC darah sapi (0, 10, 20, dan 30 ml/tanaman), sedangkan faktor kedua adalah interval waktu pemberian POC darah sapi (3 minggu sekali, 6 minggu sekali, dan 9 minggu sekali). Data pengamatan diuji signifikansinya menggunakan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap seluruh parameter pengamatan. Hal tersebut dikarenakan kandungan unsur hara POC darah sapi yang belum mencukupi kebutuhan tanaman, sifat POC yang mudah tercuci dan menguap, penyiraman yang tidak optimal, volume pengaplikasian yang terlalu sedikit, dan rentang waktu pemberian yang terlalu lama sehingga menyebabkan terganggunya perkembangan umbi. Dapat disimpulkan bahwa pemberian POC darah sapi pada penelitian ini belum mampu meningkatkan hasil tanaman ubi kayu.
Diferensiasi Pertumbuhan Vegetatif Dari Dua Varietas Bibit Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) di Kabupaten Aceh Barat Weihan, Rayhan Amadius; maulidia, Vina; Sari, Putri Mustika; Jalil, Muhammad; Putra, Iwandikasyah
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.20933

Abstract

Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan jenis tanaman hortikultura yang termasuk famili Solanaceae. Cabai rawit dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi sebagai bumbu masak atau bahan campuran pada berbagai industri makanan dan minuman, serta dalam produksi obat-obatan dan kosmetik. Selain itu, cabai juga mengandung nutrisi yang sangat penting bagi kesehatan, seperti karbohidrat, protein, kalori, kalsium, lemak, vitamin A, B1, dan vitamin C. Selain itu, cabai juga mengandung senyawa anti kanker lasparaginase dan capsaicin. Cabai memegang peranan penting dalam bidang perekonomian Indonesia. Berbagai macam usaha telah dilakukan agar mampu meningkatkan produktivitas cabai, salah satunya melalui pemilihan varietas yang memiliki potensi hasil tinggi, karena variasi genetik dapat mempengaruhi pertumbuhan cabai. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa varietas cabai tertentu, seperti Lado, Lede Uwe, dan Princes, memberikan hasil yang lebih baik dalam aspek pertumbuhan dan produksi. Berdasarkan hal ini, penting untuk memilih varietas yang tepat agar mendapatkan hasil optimal. Penelitian ini berfokus pada dua varietas cabai, CMK Tavi dan Tias Agro, untuk mengidentifikasi perbedaan performa dalam pertumbuhan vegetatif, seperti tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan wawasan lebih mendalam mengenai karakteristik pertumbuhan varietas tersebut dan merekomendasikan varietas terbaik untuk meningkatkan hasil panen.. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk rancangan acak kelompok (RAK) pola non faktorial, 5 ulangan dengan variabel pengamatan pertumbuhan vegetatif tanaman berupa tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang, pada 14, 24, dan 34 hari setelah tanam(HST). hasil penelitian menunjukkan bibit cabai, varietas CMK Tavi memberikan pertumbuhan vegetatif yang lebih unggul dibadingkan dengan varietas Tias Agro,pada semua parameter pengamatan. Sehingga varietas cabai CMK Tavi lebih unggul jika dibudidayakan di Kabupaten Aceh Barat.
Analisa dan Pemetaan Nilai C-Organik, Bahan Organik, dan Tekstur Tanah di Lahan Tumbuh Talas Beneng (Xanthosoma undipes) Berdasarkan Ketinggian Maulana, Hanif; Hermita, Nuniek; Fatmawaty, Andi Apriany; Firnia, Dewi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.21261

Abstract

Talas Beneng memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan nilai ekonomi, khususnya di wilayah Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik tanah yang mendukung optimalisasi produksi Talas Beneng di tiga desa: Desa Talaga Warna, Desa Juhut, dan Desa Kaduengang, sehingga dapat memberikan panduan berbasis ilmiah bagi petani dalam meningkatkan produktivitas. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, dimana sampel tanah dianalisis di laboratorium untuk mengetahui parameter tekstur, kadar C-organik, dan bahan organik tanah. Tekstur tanah dianalisis menggunakan metode pipet, kadar C-organik menggunakan metode Walkley and Black, dan bahan organik dihitung dengan mengalikan hasil C-organik dengan faktor konversi 1,724. Data hasil analisis kemudian dipetakan menggunakan software ArcGIS untuk menggambarkan distribusi karakteristik tanah di masing-masing desa. Perbedaan ketinggian di masing-masing wilayah mempunyai pengaruh dari nilai analisis yang didapat. Desa Talaga Warna yang memiliki ketinggian rendah mempunyai nilai C-organik paling rendah yakni 0,69% juga nilai bahan organik paling rendah yakni 1,19%, kemudian hasil analisis meningkat seiring dengan bertambahnya ketinggian tempat. Desa Talaga Warna dan Desa Juhut memiliki tekstur tanah lempung berpasir, sementara Desa Kaduengang memiliki tekstur tanah pasir berlempung. Penelitian ini menegaskan pentingnya analisis tanah disertai pemetaan di setiap wilayah untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan dan produksi talas beneng, serta memberikan panduan bagi petani dalam upaya meningkatkan produktivitas berdasarkan kondisi tanah setempat.
Pengaruh Waktu Pemangkasan Pucuk dan Konsentrasi Hormon Giberelin (GA3) terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Mentimun (Cucumis sativus L.) Hidayatullah, Raihan; Munandar, Denna Eriani; Usmadi, Usmadi; Khozin, Mohammad Nur
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.20730

Abstract

Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) memiliki manfaat sebagai sumber buah yang dapat dikonsumsi segar dan mengandung nutrisi penting bagi tubuh. Namun, tantangan dalam budidaya mentimun adalah rendahnya persentase bunga betina yang berkembang menjadi buah sempurna. Salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah bunga betina dan produktivitas adalah dengan pemangkasan tunas dan pemberian GA3. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi antara pemangkasan pucuk dan aplikasi GA3 terhadap pertumbuhan dan produktivitas mentimun. Rancangan acak kelompok (RAK) faktorial digunakan dengan dua faktor, yaitu waktu pemangkasan pucuk (tanpa pemangkasan, pemangkasan pada 21 HST, dan 28 HST) dan konsentrasi GA3 (0, 50, 100, dan 150 ppm), masing-masing diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi GA3 100 ppm berpengaruh signifikan terhadap waktu munculnya bunga, jumlah buah per tanaman, panjang dan diameter buah, serta fruitset. Selain itu, pemberian GA3 100 ppm juga meningkatkan luas daun dan bobot buah per tanaman. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian hormon giberelin pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan hasil produktivitas tanaman mentimun secara signifikan.
Aktivitas Antagonis Isolat Bakteri Endofit Cabai dan Ciplukan terhadap Patogen Fusarium sp. dan Colletotrichum sp. Alifianto, Luthfi Galih; Nugraheni, Ika Afifah; Rohmawati, Rizka
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.21342

Abstract

Fusarium sp. dan Colletotrichum sp. merupakan patogen utama yang menyerang tanaman cabai. Bakteri endofit memiliki kemampuan antimikrobia sehingga mampu berperan sebagai pengendali hayati. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antagonis isolat bakteri endofit dari tanaman cabai dan ciplukan terhadap patogen Fusarium sp. dan Colletotrichum sp. Metode penelitian menggunakan dua isolat bakteri endofit dari tanaman cabai dan ciplukan, CS1A dan BA2(3). Kedua isolat dilakukan karakterisasi morfologi, dilanjutkan uji antagonis dual culture dengan metode Kirby Baurer pada media pertumbuhan PDA (Potato Dextrose Agar), serta kemampuan penghasil enzim ekstraseluler. Berdasarkan hasil karakterisasi morfologi, isolat CS1A berwarna putih, berbentuk tak beraturan, elevasi raised, tepian bergelombang, bentuk selnya batang, dan Gram positif. Isolat BA2(3) berwarna kuning, berbentuk bulat, elevasi cembung, tepian koloni yang mulus, berbentuk coccus, dan Gram positif. Hasil uji antagonis menunjukkan bahwa isolat CS1A dan BA2(3) memiliki potensi menghambat pertumbuhan Colletotrichum sp. dan Fusarium sp. secara in vitro. Zona hambat masing-masing sebesar 11,83 mm dan 15,66 mm terhadap Colletotrichum sp., serta 20,50 mm dan 9,16 mm terhadap Fusarium sp. Hasil uji biokimia isolat CS1A positif uji amilolitik dan selulolitik, sedangkan isolat BA2(3) positif uji amilolitik dan pelarut P. Kemampuan yang dimiliki isolat CS1A dan BA2(3) menunjukkan potensinya sebagai agen hayati terhadap patogen tanaman, Fusarium sp dan Colletotrichum sp.
Pengaruh Jenis Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pada Tiga Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Secara Hidroponik Ramadhanti, Ainna; Laila, Alfu; Muztahidin, Nur Iman; Fatmawaty, Andi Apriany
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.23568

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) dikenal sebagai salah satu tanaman komersial unggulan dengan potensi finansial tinggi yang produksinya mencapai 1.985.233 ton pada tahun 2023, namun harga sering berfluktuasi akibat keterbatasan pasokan, sehingga diperlukan peningkatan produktivitas melalui teknik budidaya seperti hidroponik untuk mengatasi penyempitan lahan pertanian. Penelitian ini dilakukan guna menganalisis dampak dari penggunaan media tanam serta varietas yang berbeda di masa pertumbuhan tanaman bawang merah sekaligus hasil produksinya. Penelitian telah dilaksanakan pada November 2024 – Februari 2025 di Perumahan Dasana Indah Blok SO16 No.12, Kabupaten Tangerang. Metode yang diterapkan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan media tanam serta varietas bawang merah sebagai faktornya. Kategori perlakuan yang dilakukan sebagai berikut : Kategori perlakuan yang dilakukan sebagai berikut : M1 (cocopeat), M2 (arang sekam), M3 (50% cocopeat + 50% arang sekam) dan V1 (Trisula), V2 (Bima Brebes), V3 (Merdeka). Seluruh kombinasi diulang sebanyak tiga kali dan masing-masing kombinasi terdiri dari tiga sampel, sehingga total sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 81. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tanam cocopeat (M1) sangat signifikan mempengaruhi bobot umbi segar per tanaman dan bobot umbi kering per tanaman; media tanam arang sekam (M2) sangat signifikan mempengaruhi tinggi tanaman dan jumlah umbi per tanaman; dan varietas Bima Brebes (V2) sangat signifikan mempengaruhi hanya pada bobot umbi kering per tanaman. Kemudian dari hasil penelitian juga tidak ditemukan adanya saling keterkaitan antara jenis media tanam serta varietas pada seluruh aspek pengamatan.
Seleksi Bacillus sp. sebagai Penambat NPK dan Menghambat Aktivitas Jamur Hasibuan, Etti Suriani; Sulistiani, Rini; Haron, Farah Farhanah
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.21533

Abstract

Penyakit layu bakteri, terutama yang disebabkan oleh Fusarium solanum, telah menjadi ancaman serius bagi petani di Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh Fusarium solanum pada tanaman sulit dikendalikan yang menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi sektor pertanian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi spesies bakteri Bacillus terpilih (bakteri cereus, bakteri megaterium, dan bakteri licheniformis) sebagai agen pengendali hayati untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan aktivitas antijamur. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial, setiap perlakuan dilakukan sebanyak empat kali ulangan. Parameter yang diamati adalah uji antagonis yaitu diameter jamur, radius dan zona hambat. Parameter uji antijamur yaitu diameter jamur pada media. Parameter untuk uji kemampuan pertumbuhan tanaman yaitu pertumbuhan ketiga bakteri. Analisis data menggunakan uji Tukey sistem SAS. Melalui uji kultur ganda, ditemukan bahwa semua spesies Bacillus terpilih mampu menghambat pertumbuhan Fusarium solanum. Selain itu, uji produksi senyawa volatil menunjukkan bahwa Bacillus sp. menghasilkan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. Selanjutnya, uji kemampuan pertumbuhan tanaman menunjukkan bahwa Bacillus sp. memiliki kemampuan untuk memperbaiki nitrogen, melarutkan fosfat, dan kalium. Temuan ini menunjukkan bahwa Bacillus sp. terpilih memiliki potensi besar sebagai alternatif pengendalian hayati yang ramah lingkungan untuk mengelola layu bakteri pada tanaman dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.
Morfologi dan Produktivitas Kacang Hijau (Vigna radiata L.) pada Cekaman Kekeringan dengan Aplikasi Silika Musliadi, Musliadi; Hasanah, Yaya; Hanafiah, Diana
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.21775

Abstract

Elnino and lanina have led to lower mung bean production and higher risk for farmers. Mung beans are one of the commodities whose export value has increased in recent years, so the problem of global warming is a serious threat that can reduce mung bean production. The purpose of this research was to determine the effect of silica application on morphology and yield of mung bean under drought stress.This research was conducted in a plastic house in Glumpang Sulu Timur Village, Dewantara District, North Aceh Regency, Aceh in February-May 2023. The research used a Randomized Block Design with two factors and three replications. The first factor was drought stress with 3 levels: 80%, 60%, 40%KL. The second factor is silica application with 4 levels: 0.15, 30, 45ml/l. The results showed that A3 drought stress (40% KL) can reduce the growth of plant height, number of leaves, leaf area, number of effective root nodules, root volume, root dry weight, crown dry weight, number of productive branches. Drought stress A3 (40% KL) also increased root length and accelerated flowering and harvesting age. Application of silica dose of 45ml/l can increase the growth and yield of mung beans. The interaction (A1S3) between 80% KL drought stress and 45ml/l silica can increase the number of mung bean seeds.