cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU PERTANIAN
ISSN : 08521077     EISSN : 24427306     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian "AGRIUM" adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ataupun review yang dirancang sebagai sarana komunikasi untuk para ilmuwan/peneliti yang terkait dengan bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Eksplorasi dan Karakterisasi Rizobakteri yang Berpotensi sebagai Pemacu Pertumbuhan Asal Rizosfer Padi Sawah Tadah Hujan Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat Junita, Dewi; Afrillah, Muhammad; Maulidia, Vina; Sari, Putri Mustika
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i1.16858

Abstract

Salah satu teknologi pertanian ramah lingkungan adalah pemanfaatan non patogen rizobakteri yang berpotensi sebagai pemacu pertumbuhan (PGPR; Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengkarakterisasi rizobakteri yang berpotensi sebagai pemacu pertumbuhan asal rizosfer padi sawah tadah hujan di Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif yang dilaksanakan pada Juni- September 2023 di Laboratorium Teknologi Benih Universitas Teuku Umar. Sampel tanah diambil di lahan sawah tadah hujan pada beberapa titik sawah yang terdapat di Kecamatan Kaway XVI. Pengamatan terdiri dari karakterisasi morfologi, pewarnaan Gram bakteri, uji hipersensitivitas, dan analisis produksi hormone IAA. Hasil eksplorasi memperoleh 11 isolat rizobakteri yang diisolasi dari sawah tadah hujan kecamatan Kaway XVI, yaitu isolate dengan kode K1, K2, K3, K4, K5, K6, K7, K8.01, K8.02, K9, dan K10.  Masing-masing isolat rizobakteri memiliki ciri morfologi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan isolat K1 merupakan rizobakteri yang berpotensi sebagai pemacu pertumbuhan.
Kadar Klorofil Daun Bibit Kelor (Moringa oleifera L.) pada Berbagai Dosis Kompos Fadillah Rasyidi, Ahmad; Sulistiani, Rini; Iqmal bin Jalani, Syazrul
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i1.17486

Abstract

Moringa oleifera (kelor) merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia dan memiliki kandungan nutrisi beragam sehingga banyak masyarakat yang membutuhkannya. Kelor membutuhkan klorofil untuk berfotosintesis sehingga pertumbuhan dan perkembangannya berjalan dengan baik. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis kompos yang menunjang fungsi fisiologis kelor, sehingga membentuk kadar klorofil secara maksimal. Penelitian karakter klorofil dengan kompos sebagai perlakuan merupakan usaha memperbaiki aktivitas biologi tanah dan penyediaan unsur hara sehingga kadar klorofil meningkat untuk memacu laju fotosintesis. Kompos merupakan hasil dekomposisi organisme seperti tumbuhan dan hewan, yang mengandung unsur hara makro dan mikro serta memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan empat taraf kompos (0, 50, 100 dan 150 g/tanaman). Hasil analisis kadar klorofil dan intensitas warna daun berbeda nyata akibat perlakuan kompos, namun kompos memberikan hasil yang tidak nyata pada pigmen karotenoid. Kompos berpengaruh nyata terhadap jumlah klorofil daun pada tanaman kelor, yaitu: kandungan klorofil relatif dengan Soil Plant Analysis Development (SPAD), kadar klorofil a, klorofil b dan klorofil total yang diekstraksi menggunakan spektrofotometer dengan larutan Dimethyl Sulfoxide (DMSO). Pemberian kompos 110,80 g/tanaman menghasilkan kadar klorofil relatif maksimum 36,19 unit SPAD. Pemberian kompos 119,90 g/tanaman menghasilkan kadar klorofil a maksimum 25,64 mg/L. Peningkatan dosis kompos menurunkan nilai luminositas (L), nilai a* dan nilai b*. Nilai-nilai tersebut menunjukkan warna daun dari terang menjadi lebih gelap, hijau ke arah abu-abu dan kuning ke arah abu-abu, yang mengindikasikan bahwa kadar klorofil daun makin meningkat akibat perlakuan yang diberikan.
Eksplorasi dan Karakterisasi Morfologi Vegetatif 19 Genotipe Padi Lokal Solok Selatan Sumatra Barat Septaria, Vera; Kasim, Musliar; Suliansyah, Irfan; Syarif, Auzar; Juniarti, Juniarti
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i1.17354

Abstract

Mendapatkan keragaman genetik atau keragaman plasma nutfah perlu dilakukan karakterisasi sifat-sifat morfologi dan sifat agronomi dari suatu varietas lokal baru yang ditemukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi serta mengkarakterisasi morfologi vegetatif genotipe padi lokal Solok Selatan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode pengambilan sampel dengan sengaja (purposive random sampling) di lokasi penanaman ke genotipe padi lokal yang akan di karakterisasi morfologi vegetatifnya. Data yang dihasilkan berupa data kuantitatif yang terdiri dari tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang ligula, lebar dan panjang helaian daun. Hasil eksplorasi menemukan 19 genotipe padi lokal yaitu Randah Sori, 46, Kuriak Batu, Redek Putiah, Simauang, Kuriak Karitiang, Batu Hampar Putih, Batu Hampar Kunig, Batu Hampar Tinggi, Padi 2000, Marleni, Kuniang Sarai, Rambutan, Tapak Leman, Randah Sungkai, Redek Sangir, Guliang Tandai Merah, Harum Manis dan Padi Nyai. Selain itu juga dilakukan analisis kekerabatan atau analisis kluster dengan metode NTSys baik secara kuantitatif ataupun kualitatif. Hasil karakterisasi morfologi vegetatif dari data kuantitatif diperoleh nilai variabilitas luas dengan keragaman yang tinggi untuk tinggi tanaman, jumlah anakan dan panjang helaian daun. Panjang ligula dan lebar helaian daun variabilitas tergolong sempit dengan tingkat keragaman yang rendah. Sementara untuk analisa deskriptif kualitatif semua karakter morfologi yang diamati memiliki variabilitas luas dengan keragaman yang rendah kecuali warna kelopak daun memiliki nilai keragaman yang tinggi.  Hasil Dendogram dari analisis kluster ke 19 genotipe padi lokal Solok Selatan memiliki nilai koefisien kesamaan (similaritas) yaitu antara 0,36 – 0,75 (36 -75%). 
Pupuk Kandang Sapi dan Mikroorganisme Lokal Menaikkan Jumlah Pembentukan Bintil Akar, Pertumbuhan dan Hasil Biji Kacang Tanah pada Ultisol Simalingkar Lumbanraja, Parlindungan; Tampubolon, Anggi Ardika; Tindaon, Ferisman; Tampubolon, Yanto Raya; Pandiangan, Samse; Tampubolon, Bangun
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i1.18765

Abstract

Bintil akar pada tanaman legum berperan penting sebagai penambat nitrogen bebas dari udara yang selanjutnya diurai oleh mikrobia hingga berfungsi memenuhi kebutuhan N tanaman.  Jumlah bintil akar yang meningkat akan meningkatkan jumlah N udara yang dapat diubah menjadi N yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi pengaruh perlakuan pupuk kandang dan mikroorganisme lokal, baik sebagai perlakuan tunggal maupun kombinasi dari kedua perlakuan terhadap masing-masing parameter penelitian yang diamati. Jumlah bintil akar yang meningkat akan meningkatkan jumlah N udara yang dapat diubah menjadi N yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi pengaruh perlakuan pupuk kandang  sapi dan mikroorganisme lokal, baik sebagai perlakuan tunggal maupun kombinasi dari kedua perlakuan terhadap masing-masing parameter penelitian yang diamati. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari pupuk kandang sapi terdiri dari empat taraf perlakuan, dan pemberian mikroorganisme local (MOL) terdiri dari tiga taraf perlakuan.  Untuk mengetahui pengaruh perlakuan dilakukan uji analisis varians dan setiap parameter pengamatan dengan hasil sidik ragam yang nyata pengaruhnya dilanjutkan dengan uji jarak BNT pada taraf uji α = 0,05. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa hanya perlakuan pupuk kandang sapi saja yang memperlihatkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah bintil akar tanaman, meski tidak berpengaruh nyata terhadap parameter hasil tanaman tetapi menunjukkan adanya kecenderungan yang menggambarkan terjadinya kompetisi terselubung antara jumlah bintil akar dengan parameter produksi.  Perlakuan tunggal MOL dan juga interaksi dari kedua perlakuan tersebut tidak berpengaruh nyata terhadap semua parmeter tanaman yang diamati.
Effect of Seed Soaking with Natural Growth Regulators on Germination of Red Rice Line SF 12-2-12 Resigia, Elara; Swasti, Etti; Putri, Nurwanita Ekasari; Kusumawati, Aries; Hasibuan, Sanna Paija
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i1.17636

Abstract

Rice cultivation in Indonesia involves different types of rice, including red rice, which is known to have higher nutritional value compared to white rice. However, the germination rate of red rice seeds has decreased due to poor storage conditions. Nature Growth Regulators play a critical role in the success of seed germination, seedling establishment and subsequent plant growth. To improve the quality of red rice seeds, natural growth regulators can be used. In a recent study, researchers aimed to determine the best combination of natural growth regulators and concentration level for germination of red rice line. This research was conducted from July to October 2023 at the seed technology and agronomy laboratories of the Faculty of Agriculture, Universitas Andalas. This is a factorial experiment consisting of two factors arranged in random groups design and repeated four times. The first factor was the type of natural growth regulators, namely young coconut water and shallot extract. The second factor was the concentration level, namely 0%, 35%, 70%. The data were analyzed using the F-test with a 5% level of significance. If significant differences were found, Duncan's New Multiple Range Test (DNMRT) was conducted at a 5% level. The observation parameters for the germination test carried out were the maximum growth potential (%), seed germination (%), and hard seeds (%). The application of young coconut water on concentration 70% gave the best percentage of maximum growth potential and was not different with shallot extract on concentration 70%. The application of young coconut water on concentration 70% gave the best percentage of seed germination compare to other treatment.
Efikasi Serbuk Daun Belimbing Wuluh dan Pandan Wangi Sebagai Insektisida Nabati dalam Pengendalian Hama Kutu Beras (Sitophilus oryzae) Lisa, Oviana; Lizmah, Sumeinika Fitria; Sari, Putri Mustika; Rosmanita, Rosmanita
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i1.16883

Abstract

Kutu beras (Sitophilus oryzae) menjadi hama utama yang menyerang produk simpanan beras di gudang sehingga dapat menurunkan kualitas dan kuantitas beras. Diperlukan upaya pengendalian hama kutu beras yang bersifat ramah lingkungan seperti pemanfaatan bioinsektisida berbahan alami dari tumbuhan agar mengurangi dampak negatif penggunaan insektisida sintetik terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mortalitas dan antifidan hama kutu beras setelah diaplikasikan serbuk daun belimbing wuluh dan pandan wangi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data penghambatan konsumsi pakan diperoleh melalui perhitungan kehilangan bobot beras selam 21 Hari Setelah Aplikasi (HSA). Hasil penelitian menunjukkan serbuk daun belimbing wuluh dan daun pandan wangi efektif sebagai insektisida nabati dalam mengendalikan hama kutu beras dengan persentase mortalitasnya melebihi 50%. Persentase mortalitas tertinggi pada aplikasi daun belimbing wuluh dengan konsentrasi 50 g dan pandan wangi 40 g. Uji penghambatan makan memperlihatkan hasil bahwa semakin tinggi konsentrasi serbuk diberikan, maka nilai persentase kerusakan beras akan semakin menurun akibat aktivitas senyawa metabolit sekunder saponin, flavonoid, dan tanin yang terdapat pada tanaman. Senyawa metabolit sekunder saponin dan flavonoid pada daun belimbing wuluh dan pandan wangi bekerja sebagai senyawa antifeedant yang dapat menghambat aktivitas makan hama kutu beras. 
Efektivitas Lama Pemberian Nutrisi terhadap Produktivitas Pakcoy (Brassica rapa L.) pada Media Tumbuh Organik Secara Hidroponik Sistem NFT (Nutrient Film Technique) Nazara, Ridho Victory; Telaumbanua, Putra Hidayat; Harefa, Kurnia Selekta Etika; Daeli, Dorthi Ester Junita; Sole, Robert Alberth
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.21551

Abstract

Salah satu tanaman yang memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh adalah pakcoy. Selain padat nutrisi, pakcoy tinggi protein, serat, lemak nabati, karbohidrat, kalsium, magnesium, zat besi, natrium, serta vitamin A dan vitamin C. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh lama pemberian nutrisi dan beberapa media tumbuh organik terhadap pertumbuhan dan produksi pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Nias berada di ketinggian ± 30 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini dilakukan mulai Januari 2024 sampai Februari 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) dengan lama pemberian nutrisi sebagai petak utama terdiri dari 3 taraf yaitu : A1 = 8 jam, A2 = 16 jam, A3 = 24 jam, dan media tumbuh organik sebagai anak petak terdiri dari 3 jenis yaitu : M1 = Arang Sekam, M2 = Cocopeat, M3 = Limbah Jamur Tiram. Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama pemberian nutrisi dan penggunaan berbagai jenis media tumbuh organik tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy, termasuk panjang daun, jumlah daun, berat segar per sampel, berat segar per petak, berat akar per tanaman, dan berat akar per petak.
Analisis Biofertilizer dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery pada Tanah Typic Dystrudepts Umbara, Budi; Barus, Wan Arfiani; Tarigan, Dafni Mawar; Perdana, Ibnu Rizki
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.21358

Abstract

Pupuk hayati atau Biofertilizer merupakan bahan yang mengandung mikroorganisme bermanfaat bagi tanah dan tanaman yang dapat membantu menyediakan hara bagi tanaman. Sulung Research Station merupakan unit bisnis di bawah PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, cabang usaha dari Gup Citra Borneo Indah. Sulung Research Station (SRS) memulai produksi pupuk hayati generasi pertama (Gen-1) dimana bahan baku utamanya adalah abu boiler dan mengandung mikoriza. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati yang diproduksi SRS terhadap pertumbuhan vegetatif kelapa sawit. Pupuk hayati SRS telah mengandung konsorsium mikoriza dan mikroba bermanfaat yaitu Trichoderma sp., Sacharomyces sp., Azotobacter sp. Rizobium sp., Pseudomonas sp., dan Bacillus sp. Penelitian ini menggunakan pendekatan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan dan empat kali pengulangan, termasuk satu kontrol sebagai pembanding, Biofertilizer SRS 25g/polybag, Biofertilizer SRS 50 g/polybag, Libero 25 g/polybag, Libero 50 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk hayati menunjukkan keragaan pertumbuhan bibit kelapa sawit yang lebih baik dibandingkan kontrol. Biofertilizer SRS dosis 50 g/polybag menunjukkan tinggi tanaman terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Kombinasi aplikasi pupuk anorganik dan pupuk organik hayati yang mengandung mikoriza dan mikroba bermanfaat merupakan alternatif upaya dalam peningkatan kesuburan tanah serta serapan hara pada tanaman kelapa sawit.
Efektivitas Supernatan Isolat Bakteri RNc19 dan RNc43 sebagai Antagonis terhadap Patogen Hawar Malai Padi Burkholderia glumae in Vitro Rumambi, Ellia Septiarahma; Rianto, Fadjar; Supriyanto, Supriyanto
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.16651

Abstract

Supernatan dari kultur cair isolat bakteri antagonis diperkirakan mengandung senyawa metabolit yang berfungsi sebagai antimikroba. Kemampuan sebagai antibakteri ditunjukkan oleh sel isolat RNc19 dan RNc43 terhadap Burkholderia glumae, patogen penyebab penyakit hawar malai bakteri pada tanaman padi. Penelitian bertujuan menguji kemampuan antibakteri dari supernatan yang dihasilkan isolat RNc19 dan RNc43 terhadap B. glumae. Isolat bakteri yang digunakan merupakan hasil isolasi rhizosfer Nepenthes clipeata dari Bukit Kelam, Sintang. Produksi supernatan kedua isolat antagonis melalui co-culture, menumbukan isolat antagonis yang ditambahkan dengan B. glumae pada hari ke 2 masa inkubasi. Pengujian sebagai antibakteri meliputi kemampuan daya hambat menggunakan metode difusi cakram agar, menentukan minimum inhibition concentration (MIC) dan minimum bactericidal concentration (MBC). Hasil pengujian menunjukkan supernatan co-culture RNc19 lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri B. glumae dengan daya hambat 77.46%, sedangkan supernatan co-culture RNc43 menunjukkan daya hambat sebesar 46.94%. Kedua supernatan memiliki nilai MIC sebesar 50% dan tidak punya kemampuan membunuh sel B. glumae Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi alternatif bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba patogen tanaman dan pengembangan produksi metabolit sekunder antimikroba.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Kulit Pisang Kepok terhadap Pertumbuhan dan Hasil Daun Ketumbar (Coriandrum sativum L.) Widodo, Syamsu Rizal Murty; Sulistyono, Agus; Tarigan, Puji Lestari
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.21552

Abstract

Penggunaan pupuk kimia dalam budidaya ketumbar sering menimbulkan permasalahan lingkungan akibat residu kimia yang terakumulasi di tanah. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh komposisi media tanam dan konsentrasi pupuk organik cair dari kulit pisang kepok terhadap pertumbuhan dan hasil daun ketumbar. Penelitian dilaksanakan di greenhouse lahan hortikultura Kelompok Tani Bahari Karya, Surabaya, pada Juni hingga Juli 2024, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor: komposisi media tanam dan konsentrasi pupuk organik. Komposisi media tanam terdiri dari empat variasi rasio tanah, sekam bakar padi, dan kotoran padat kambing: M1 (1:1:1), M2 (1:1:2), M3 (2:1:1), dan M4 (2:1:2). Faktor kedua adalah pupuk organik cair kulit pisang dengan empat perlakuan: P0 (kontrol 0,6 g NPK), P1 (10%), P2 (20%), dan P3 (30%). Data dianalisis dengan ANOVA dan uji HSD. Hasil menunjukkan kombinasi media tanam M3 (2:1:1) dan konsentrasi pupuk organik cair 20% (P2) memberikan pertumbuhan terbaik, termasuk tinggi tanaman, lebar tajuk, dan ukuran akar. Ini menunjukkan komposisi media tanam dan konsentrasi pupuk berpengaruh signifikan, dengan hasil optimal pada kombinasi komposisi media tanam 2:1:1 dan konsentrasi pupuk organik cair 20%.