cover
Contact Name
Journal Irfani
Contact Email
jurnalirfani@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalirfani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Irfani
ISSN : 19070969     EISSN : 24428272     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Irfani adalah Jurnal Pencerahan untuk peradaban. diterbitkan oleh Insititut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Press
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 3 (2025): Irfani" : 40 Documents clear
STRATEGI PENGUATAN NILAI-NILAI BUDAYA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 33 MAKASSAR Yulianty, Astri; Basri, Syamsurijal; Habibah, Sitti
Irfani Vol. 21 No. 3 (2025): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v21i3.6735

Abstract

Strengthening Strategy of School Cultural Values in Improving the Quality of Education at SMP Negeri 33 Makassar. The focus of this research is (1) Strengthening Strategy of School Cultural Values, (2) Supporting & Inhibiting Factors. The purpose of this research is to identify and analyze the values and strategies applied, as well as the supporting and inhibiting factors in their implementation. This research approach is qualitative with descriptive research type. The research data sources are the Principal, Vice Principal, and Teachers. The data collection procedures used are interviews, observation and documentation. Checking the validity of the data uses the triangulation method, data analysis is carried out by data reduction, data presentation to drawing conclusions. The results of the research show that (1) Strengthening strategy of values is through (a) Establishing shared norms, (b) Effective communication between school residents, (c) Leadership oriented towards cultural values, (d) Policies that support a positive culture. (2) Supporting & Inhibiting Factors (a) Supporting factors include leadership, teacher cooperation, parental participation, and good communication that strengthen school culture. (b) Inhibiting factors include miscommunication, lack of understanding of cultural values, and low teacher discipline that require coaching. Overall, the strategy for strengthening school cultural values is carried out systematically by strengthening values through shared norms, effective communication, value-based leadership, and positive policies. In implementing this strategy, it can strengthen the values of discipline, integrity, mutual cooperation, nationalism, creativity, and innovation. The main supporting factors include the role of the principal, teacher cooperation, and parental participation, while the obstacles are miscommunication, low cultural understanding, and lack of teacher discipline.
IMPLEMENTASI VISI, MISI DAN PROGRAM RAUDHATUL ATHFAL AL-BAROKAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Hilmi Luthfiyah; Kartika Hanifah; Abd Rozak
Irfani Vol. 21 No. 3 (2025): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v21i3.6742

Abstract

This study aims to describe the implementation of the vision, mission, and work program in improving the quality of learning at RA Al-Barokah, Bogor Regency. The approach used is descriptive qualitative with interview techniques and documentation studies. The results of the study indicate that the institution's vision and mission are implemented through learning programs, teacher and education staff development, and supporting programs such as extracurricular activities, parenting, and infrastructure. This implementation has a positive impact on improving the quality of the learning process, teacher competency, and student development according to RA national standards. Success is supported by the leadership of the RA head, foundation support, and parental involvement, although there are still obstacles such as limited resources and regulatory changes. The strategy implemented at RA Al-Barokah has the potential to become a model for quality improvement for other RA institutions, provided there is commitment and cooperation between parties.
PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF BOWLING RAINBOW UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Meri Andani; Nadiyah; Kompri; Dina Novitasari Nasution; Mardiana
Irfani Vol. 21 No. 3 (2025): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v21i3.6800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia 5-6 tahun melalui media permainan Bowling Rainbow di TK Al-Anshor. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan berbasis siklus, yang terdiri dari pratindakan, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan tindakan, kemampuan sosial emosional anak belum berkembang dengan optimal, dengan persentase sebesar 28,89%. Setelah penerapan media Bowling Rainbow, terjadi peningkatan yang signifikan pada kemampuan prososial anak, mencakup tiga indikator utama. Pada tahap pratindakan, nilai awal menunjukkan persentase sebesar 32,08%. Selanjutnya, pada siklus I pertemuan I, persentase meningkat menjadi 38%, lalu berturut-turut menjadi 60,04% pada pertemuan II, dan 66,67% pada pertemuan III. Peningkatan berlanjut pada siklus II dengan hasil 76,25% pada pertemuan I, 79,58% pada pertemuan II, dan mencapai puncaknya sebesar 82,50% pada pertemuan III. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media permainan Bowling Rainbow secara efektif dapat meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia 5-6 tahun. Peningkatan yang konsisten pada setiap siklus menunjukkan bahwa metode ini layak digunakan sebagai salah satu strategi pengembangan kemampuan sosial emosional di pendidikan anak usia dini
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJA SAMA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI METODE BERMAIN PERAN Siti Maryam; Mastikawati; Rani Astria; Fitriah; Nuraida
Irfani Vol. 21 No. 3 (2025): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v21i3.6808

Abstract

Penelitian ini berfungsi meningkatkan kerja sama anak usia 5-6 tahun. Dari hasil observasi awal yang dilakukan peneliti pada tanggal 18 Juni 2025 di TK Al-Muttaqin Kota Jambi, dengan jumlah anak 17 orang anak, dari 17 anak masih ada yang belum berkembang kemampuan bekerja sama dengan teman. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakan merekadalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap kondisi di mana praktek pembelajaran dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian Pra Siklus mengenai kemampuan kerja sama anak sebelum diberi tindakan lingkup perkembangan bermain dengan teman sebaya belum berkembang sebanyak 10 anak dengan presentase 59% dan anak mulai berkembang 7 anak dengan presentase 41%. Pada lingkup perkembangan merespon pembicaran anak belum berkembang sebanyak 7 anak dengan presentase 41% dan mulai berkembang sebanyak 10 anak dengan prsentase 59%. Siklus I mengenai kemampuan kerja sama anak sebelum diberi tindakan lingkup perkembangan bermain dengan teman sebaya belum berkembang sebanyak 8 anak dengan presentase 47% dan anak mulai berkembang 9 anak dengan presentase 53%. Pada lingkup perkembangan merespon pembicaran anak belum berkembang sebanyak 6 anak dengan presentase 35% dan mulai berkembang sebanyak 11 anak dengan prsentase 65%. Dan siklus II lingkup perkembangan bermain dengan teman sebaya belum berkembang sebanyak 0 anak dengan presentase 0%, anak mulai berkembang 2 anak dengan presentase 12%, Berkembang sesuai harapan sebanyak 2 anak dengan presentase 12% dan berkembang sangat baik sebanyak 13 anak dengan presentase 76%. Pada lingkup perkembangan merespon pembicaran anak belum berkembang sebanyak 0 anak dengan presentase 0%, mulai berkembang sebanyak 1 anak dengan prsentase 6%, Berkembang sesuai harapan sebanyak 2 anak dengan presentase 12%. Dan berkembang sangat baik sebanyak 14 dengan presentase 82%.
PERAN GURU DALAM PENGEMBANGAN APE PEMBELAJARAN Suharni; Azwir; Raoda Tul Jannah Maruddani; Munawaroh; Mardiana
Irfani Vol. 21 No. 3 (2025): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v21i3.6809

Abstract

Berdasarkan observasi awal yang peneliti lakukan di TK Kasih Bunda, peneliti menemukan bahwasanya penggunaan media pembelajaran masih dilakukan secara konvensional. Penggunaan media pembelajaran yang ada di sekitar siswa masih belum dilakukan dengan baik, sementara itu, banyak sumber media pembelajaran yang sebenarnya bisa dioptimalkan untuk media pembelajaran yang berasal dari benda-benda yang ditemui anak-anak dalam kehidupan sehari-hari masih belum dimanfaatkan. Pengembangan APE selain agar media pembelajaran lebih bervariasi, juga diharapkan dapat menggunakan media-media dengan memanfaatkan sumber bahan dari lingkungan dan alam sekitar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan meneliti kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive sampling, teknik pengumpulan dengan trianggulasi, analisis data bersifat kualitatif, dan hasil penelitian lebih menekankan makna. Kesimpulan penelitian ini adalah peran guru dalam pengembangan APE pembelajaran di TK Kasih Bunda dimulai dengan perencanaan pembelajaran yang memperhatikan peran media yang tidak dapat dipisahkan dari rangkaian proses pembelajaran itu sendiri, saat pelaksanaanya guru telah berusaha melaksanakan semua yang direncanakan dalam pembelajaran, dan mengevaluasi pembelajaran dengan baik.
PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF GENDANG BALON DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Dewi Marlina; Raoda Tul Jannah Maruddani; Mastikawati; Novriana Dewi; Dian Syafitrah
Irfani Vol. 21 No. 3 (2025): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v21i3.6810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan emosional anak pada indikator bermain bersama teman di TK Kasih Bunda memiliki peserta didik sebanyak 20 orang anak. Dari 20 orang anak, terdapat 6 orang anak belum berkembang aspek sosial emosional dengan lingkup perkembangan sikap prososial dengan indikator bermain dengan teman. Pendekatan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui tindakan yang diterapkan secara langsung di kelas. PTK dilakukan dalam bentuk siklus yang melibatkan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi sebagai langkah-langkah dasar dalam pengembangan pembelajaran. Hasil penelitian pra siklus dalam menigkatkan sosial emosioanl anak dengan menggunakan permainan tradisional gendang balon selama 7 kali pertemuan terdiri dari 3 kali pertemuan pada siklus satu, dalam 1 siklus. Ketiga, hasilnya adalah pra siklus mendapatkan total rata-rata 2,5 dengan kategori penilaian Belum Berkembang (BB), siklus I pertemuan I meningkat menjadi 1,5 dengan kategori mulai Berkembang (MB), dan pada siklus I pertemuan II masih menunjukkan angka yang sama. Siklus I pertemuan III meningkat menjadi 1,0 dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Pada Siklus II pertemuan I menunjukkan angka yang sama pada siklus I pertemuan III, untuk Siklus II pertemuan II bahwa anak sudah menunjukkan perkembangan dengan angka 1 dengan kategori berkembang sangat baik (BSB).
PENGGUNAAN VIDEO ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN Mila Kresnawati; Rani Astria; Azwir; Salmia; Evi Sulistia Wati
Irfani Vol. 21 No. 3 (2025): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v21i3.6811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun di Raudhatul Athfal Azzam Al-Fazza Mahsyur, melalui demonstrasi berbasis video animasi. Tantangan yang dihadapi meliputi kurangnya metode pengajaran yang sesuai, sehingga anak merasa bosan dan kesulitan memahami materi. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang melibatkan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi anak dan guru, dan Dianalisis menggunakan uji rata-rata dan ketuntasan belajar. Yang diteliti adalah anak usia 5-6 tahun di lokasi penelitian, yaitu Raudhatul Athfal Azzam Al-Fazza Mahsyur. Pada prasiklus, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 10 anak berada pada kategori BSH dalam menjawab pertanyaan kompleks dan menyusun kalimat sederhana, dengan distribusi kategori 4 BB, 5 MB, dan 1 BSB dalam mengekspresikan ide. Pada siklus I, hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua anak (10 anak) berhasil mencapai kategori MB (5 anak) dan BSH (5 anak) di setiap indikator yang dinilai. Pada siklus II, hasil penilaian menunjukkan bahwa semua anak (10 anak) telah mencapai kriteria BSB (Berkembang Sangat Baik) dalam setiap indikator keterampilan berbahasa dan komunikasi, termasuk kemampuan menjawab pertanyaan yang lebih kompleks, mengekspresikan ide, berkomunikasi secara lisan, menyusun kalimat sederhana, dan menunjukkan pemahaman konsep dalam buku cerita. Kesimpulannya, video animasi efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara anak, memperluas kosakata, memperkenalkan struktur kalimat yang tepat, dan memberikan contoh penggunaan bahasa dalam situasi nyata.
ANALISIS FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI MTS BAITUL HIKMAH TEMPUREJO Siti Nurul Aini; M. Iqbal Ibrahim Hamdani; Adzkiyak
Irfani Vol. 21 No. 3 (2025): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v21i3.6820

Abstract

This study aims to analyze the internal and external factors that influence students' interest and learning outcomes in Social Studies (IPS) class VIII B at MTS Baitul Hikmah Tempurejo. The background of this study is the low participation of students and learning outcomes that have not reached the minimum standard, which indicates the existence of obstacles in the aspects of interest and motivation to learn. This research uses a qualitative approach with phenomenological methods to explore the subjective experiences of students and teachers. Data collection techniques were conducted through observation, in-depth interviews, and documentation. The results show that internal factors such as intrinsic motivation, self-confidence, and perception of the lesson affect students' interest in learning. Meanwhile, external factors such as teacher teaching methods, parental support, and the availability of infrastructure also determine learning success. This research confirms the importance of collaboration between a contextualized pedagogical approach and a supportive learning environment to create more effective social studies learning. The findings provide a practical contribution for teachers and schools in designing learning strategies that can improve students' motivation and overall learning outcomes.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MELAKSANAKAN KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH INDONESIA KOTA KINABALU (SIKK) SABAH MALAYSIA Salisa; Syamsurijal Basri; Ahmad Restani Syukron Thayyib
Irfani Vol. 21 No. 3 (2025): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v21i3.6825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Sabah, Malaysia. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru penggerak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah SIKK menjalankan perannya secara optimal pada tujuh indikator utama, yaitu: (1) Educator, membimbing guru dalam pembelajaran berdiferensiasi dan mendukung pengembangan profesional; (2) Manajer, menyusun program kerja, mengelola sumber daya, dan membagi tugas secara jelas; (3) Administrator, mengelola administrasi kurikulum dan dokumentasi pembelajaran; (4) Supervisor, melakukan supervisi kelas serta memberikan umpan balik; (5) Leader, menjadi teladan, membangun visi bersama, dan menumbuhkan kerja kolektif; (6) Innovator, mendorong pembelajaran berbasis proyek dan menciptakan lingkungan belajar inovatif; serta (7) Motivator, memberikan dukungan moral dan penghargaan untuk meningkatkan kinerja guru. Temuan ini menegaskan bahwa peran adaptif dan kolaboratif kepala sekolah memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di SIKK. Kata Kunci : Peran kepala sekolah, Kurikulum Merdeka, Sekolah Indonesia Kota Kinabalu
PERAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DIGITAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENCIPTAKAN BUDAYA INOVASI PENDIDIKAN ERA 4.0 Dudun Ubaedullah; Nashiruddin; Rokimin; Taufik
Irfani Vol. 21 No. 3 (2025): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v21i3.6836

Abstract

This study aims to explore the role of school principals in integrating technology into teaching and learning, the challenges encountered in the process, and the competencies required for principals to lead digital transformation. A qualitative method with a case study approach was employed in several schools in Indonesia. Data were collected through in-depth interviews with principals, teachers, and students, as well as document analysis related to school technology policies. The findings indicate that principals with a clear vision and adequate technological competence are able to foster the successful integration of technology in instruction. Key challenges include teachers’ resistance to change, limited resources and infrastructure, and the lack of ongoing professional development for teachers. Principals who address these barriers by providing sufficient support, continuous training, and cultivating a culture of innovation can accelerate schools’ digital transformation. Moreover, principals’ technological competencies play an important role in motivating and facilitating teachers to integrate technology. The study offers recommendations for principals to adopt transformational leadership and to place greater emphasis on teacher professional development and the enhancement of technological infrastructure. It is hoped that this research provides insights for education policymakers and school leaders to strengthen technology implementation in schools.

Page 1 of 4 | Total Record : 40