cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
ISSN : 19793472     EISSN : 25805223     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 28 No 1 (2025): JUNE" : 15 Documents clear
Thinking Outside the Box: Exploring Indonesian EFL Pre-Service Teachers’ Conceptions and Perceptions of Creativity Rahman, Kasyfur; Rahmat, Hery
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 28 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2025v28n1i5

Abstract

The aim of this study is to explore how EFL pre-service teachers conceptualize and perceive creativity. A total of 226 pre-service teachers enrolled at a state university, Universitas Islam Negeri Mataram, participated in a survey, and six of them voluntarily took part in a follow-up focus group interview. Their conceptions of creativity were investigated using open-ended questions and interviews. In addition, their perceived creativity was assessed through a self-report scale adapted from the Creativity Styles Questionnaire–Revised (CSQ-R). The findings indicate that their conceptions are partially aligned with prevailing theories of creativity, encompassing creative outcomes, individual traits, and creative processes. Furthermore, the majority of participants identified themselves as medio-creative. Creative individuals reported greater use of techniques, heightened sensory awareness, control over environmental and behavioral factors, and stronger beliefs in unconscious processes. The study also discusses implications for pre-service teacher education. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana calon guru bahasa inggris memahami dan memandang kreativitas. Dua ratus dua puluh enam calon guru yang sedang menjalani studi di Universitas Islam negeri Mataram berpartisipasi dalam sebuah survei tentang kreativitas, dan enam di antaranya secara sukarela berpartisipasi dalam wawancara kelompok terfokus. Data tentang konsepsi kreativitas mereka dikumpulkan menggunakan pertanyaan open-ended dan wawancara. Data persepsi kreativitas diperoleh melalui respons calon guru terhadap skala yang diadaptasi dari Creativity Styles Questionnaire-revised (CSQ-R). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsepsi calon guru tentang kreativitas sejalan dengan sebagian besar teori kreativitas. Mereka memahami kreativitas sebagai hasil kerja kreatif, ciri-ciri pribadi, dan proses kreatif. Selain itu, sebagian besar responden mengidentifikasi diri sebagai medio-kreatif. Individu yang kreatif mengungkapkan penggunaan teknik, indera, dan kontrol lingkungan/perilaku yang lebih tinggi serta kepercayaan pada proses bawah sadar. Implikasi untuk pendidikan calon guru juga disajikan. The aim of this study is to explore how EFL pre-service teachers conceptualize and perceive creativity. A total of 226 pre-service teachers enrolled at a state university, Universitas Islam Negeri Mataram, participated in a survey, and six of them voluntarily took part in a follow-up focus group interview. Their conceptions of creativity were investigated using open-ended questions and interviews. In addition, their perceived creativity was assessed through a self-report scale adapted from the Creativity Styles Questionnaire–Revised (CSQ-R). The findings indicate that their conceptions are partially aligned with prevailing theories of creativity, encompassing creative outcomes, individual traits, and creative processes. Furthermore, the majority of participants identified themselves as medio-creative. Creative individuals reported greater use of techniques, heightened sensory awareness, control over environmental and behavioral factors, and stronger beliefs in unconscious processes. The study also discusses implications for pre-service teacher education. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana calon guru bahasa inggris memahami dan memandang kreativitas. Dua ratus dua puluh enam calon guru yang sedang menjalani studi di Universitas Islam negeri Mataram berpartisipasi dalam sebuah survei tentang kreativitas, dan enam di antaranya secara sukarela berpartisipasi dalam wawancara kelompok terfokus. Data tentang konsepsi kreativitas mereka dikumpulkan menggunakan pertanyaan open-ended dan wawancara. Data persepsi kreativitas diperoleh melalui respons calon guru terhadap skala yang diadaptasi dari Creativity Styles Questionnaire-revised (CSQ-R). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsepsi calon guru tentang kreativitas sejalan dengan sebagian besar teori kreativitas. Mereka memahami kreativitas sebagai hasil kerja kreatif, ciri-ciri pribadi, dan proses kreatif. Selain itu, sebagian besar responden mengidentifikasi diri sebagai medio-kreatif. Individu yang kreatif mengungkapkan penggunaan teknik, indera, dan kontrol lingkungan/perilaku yang lebih tinggi serta kepercayaan pada proses bawah sadar. Implikasi untuk pendidikan calon guru juga disajikan.
An Analysis of the Influence of Social Media and Digital Platforms on the Islamic Understanding of Generation Alpha Al Awwali, Sholihin
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 28 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2025v28n1i4

Abstract

The increasing social media consumption among Generation Alpha - the digital-native cohort born after 2010 - has introduced both new opportunities and challenges in the realm of Islamic religious education. This is particularly evident in the context of online learning, an area that remains underexplored empirically at the junior high school level. This study aims to examine the influence of social media and digital platforms on students’ understanding of Islam at Muhammadiyah 1 Berbah Middle School, while also identifying the digital literacy challenges they encounter. Adopting a quantitative descriptive approach, the study involved a sample of 152 students selected through stratified random sampling based on grade level and gender, from a total population of 250 students. Data were collected using a closed-ended questionnaire employing a 4-point Likert scale to assess four key variables: social media usage, understanding of Islamic teachings, digital literacy, and perceived benefits and challenges. Analysis using SPSS revealed that social media plays a dual role: while 63% of respondents reported that it supported their understanding of Islamic teachings, 68% frequently encountered conflicting religious information, and only 55% consistently verified such content. Moreover, 57% of students acknowledged the need for guidance in filtering religious information online. These findings highlight the urgent need for digital literacy training, greater educator involvement, and the development of credible Islamic content to enhance the positive impact of social media on religious education. Further research is recommended to explore causal relationships and the influence of other stakeholders, such as families, in strengthening students’ religious digital literacy. Abstrak: Fenomena meningkatnya konsumsi media sosial oleh Generasi Alfa, generasi digital-native yang lahir setelah tahun 2010, telah membawa tantangan dan peluang baru dalam pendidikan agama Islam, khususnya dalam konteks pembelajaran daring yang belum banyak diteliti secara empiris di tingkat sekolah menengah pertama.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial dan platform digital terhadap pemahaman Islam di kalangan siswa SMP Muhammadiyah 1 Berbah, sekaligus mengidentifikasi tantangan literasi digital yang mereka hadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 152 siswa yang diambil melalui stratified random sampling berdasarkan jenjang kelas dan jenis kelamin dari total populasi 250 siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup dengan skala Likert 4 poin untuk mengukur empat variabel: penggunaan media sosial, pemahaman ajaran Islam, literasi digital, serta manfaat dan tantangan yang dirasakan. Hasil analisis data dengan SPSS menunjukkan bahwa media sosial berperan ganda: 63% responden merasa terbantu dalam memahami ajaran Islam, namun 68% sering menemukan informasi keagamaan yang bertentangan dan hanya 55% yang secara konsisten memverifikasi informasi tersebut. Sebanyak 57% mengaku memerlukan panduan dalam memilah informasi agama secara daring. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan literasi digital, keterlibatan pendidik, serta pengembangan konten keislaman yang kredibel guna mengoptimalkan peran media sosial dalam pendidikan agama. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi hubungan kausal dan peran aktor lain seperti keluarga dalam meningkatkan literasi digital keagamaan.
Mitigating Learning Losses: Causes, Manifestations, and Strategies for Post-Pandemic Educational Recovery Pratama, Putu Yoga Sathya; Suwastini, Ni Komang Arie; Nitiasih, Putu Kerti; Dantes, Gede Rasben; Mahayanti, Ni Wayan Surya; Jayantini, I Gusti Agung Rwa; Minxia, Zhu
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 28 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2025v28n1i7

Abstract

Although many studies have investigated learning loss in the context of online education during the pandemic, few have explored it across diverse educational settings, including hybrid-flexible and offline learning. This research aims to identify and analyze learning loss that occurred during and after the pandemic in Indonesia. Employing a case study approach, it examines the full spectrum of educational experiences during the pandemic era. The study was conducted at a leading school in Denpasar, Bali, involving 192 students and 10 teachers. Data were collected through surveys, observations, and interviews, and analyzed using inductive methods with an emphasis on qualitative insights. Findings indicate that learning loss occurred across all modes of instruction – online, hybrid-flexible, and offline. Importantly, the frequent transitions between these learning modes, rather than the pandemic itself, emerged as the primary driver of learning loss. This study offers a comprehensive perspective on learning loss, outlining its manifestations, underlying causes, and potential mitigation strategies. The findings underscore the urgent need for stable, effective educational policies and targeted interventions to address emerging learning gaps. Given the study's focus on a single high-performing school, further comparative research involving both high-performing and regular schools is recommended to develop a broader and more inclusive understanding. Abstrak: Meskipun banyak penelitian telah menyelidiki penurunan kemampuan belajar (learning loss) dalam konteks pendidikan daring selama pandemi, hanya sedikit penelitian yang meneliti penurunan kemampuan belajar dalam berbagai lingkungan pendidikan, termasuk pembelajaran hibrida-fleksibel dan luring. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penurunan kemampuan belajar yang terjadi selama dan setelah pandemi di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, penelitian ini meneliti seluruh aspek pendidikan di era pandemi. Penelitian ini dilakukan di sekolah unggulan di Denpasar, Bali, dengan mengumpulkan data dari 192 siswa dan 10 guru melalui survei, observasi, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan metode induktif dengan fokus pada wawasan kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kemampuan belajar terjadi di berbagai fase pembelajaran—daring, hibrida-fleksibel, dan luring. Studi ini mengungkap bahwa penyebab utama penurunan kemampuan belajar bukanlah karena pandemi, melainkan karena seringnya peralihan antara metode pembelajaran. Penelitian ini memberikan pandangan komprehensif mengenai penurunan kemampuan belajar, termasuk bentuk, penyebab, dan upaya mitigasi yang memungkinkan. Temuan ini menekankan perlunya strategi pendidikan yang stabil dan efektif serta intervensi yang terarah untuk mengatasi kesenjangan pembelajaran. Karena penelitian ini terbatas pada satu sekolah unggulan, disarankan agar penelitian lebih lanjut dilakukan dengan membandingkan penurunan kemampuan belajar di sekolah unggulan dan sekolah reguler untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas.
Evaluation of The Arabic Language Learning Program based on The Merdeka Curriculum at a Madrasah Tsanawiyah in Makassar Nuril Akhyar, Khiyarah; Suhardi, Iwan; Patahuddin
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 28 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2025v28n1i3

Abstract

This study aims to evaluate the Arabic language learning program implemented under the Merdeka Curriculum at a Madrasah Tsanawiyah in Makassar, using the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product). Data were collected through observations and interviews with the Vice Principal for Curriculum Affairs and Arabic language teachers. The data were analyzed qualitatively, drawing on the analytical framework developed by Miles and Huberman. The program’s effectiveness was assessed through the four key components of the CIPP model. The findings reveal that the context aspect – pertaining to program planning – has been achieved in accordance with the established indicators. However, the input dimension indicates that while the school has sufficient capacity to support program implementation, improvements are needed in curriculum development, which should involve more collaborative efforts. The processaspect is rated as moderately effective, although issues remain in time management and in facilitating students’ self-reflection on their ongoing learning needs. The product aspect demonstrates satisfactory learning outcomes; nonetheless, students' proficiency in Arabic language skills remains relatively low. This is attributed to their diverse educational backgrounds, including those from Madrasah Ibtidaiyah and public elementary schools. These results underscore the need for targeted improvements to enhance the overall effectiveness of the Arabic language learning program within the Merdeka Curriculum framework. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pembelajaran Bahasa Arab berdasarkan Kurikulum Merdeka di a Madrasah Tsanawiyah Negeri in Makassar dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara yang ditujukan kepada Wakil Kepala Madrasah bagian kurikulum dan guru Bahasa Arab. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Aspek keberhasilan dievaluasi melalui empat komponen utama model CIPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek context atau perencanaan program telah tercapai sesuai indikator, namun perlu perbaikan dalam penyusunan kurikulum yang seharusnya dilakukan secara tim. Aspek input menunjukkan bahwa kapasitas madrasah mendukung pelaksanaan program. Aspek process dinilai cukup baik, namun masih ditemukan kekurangan dalam pengelolaan waktu dan pelibatan peserta didik dalam refleksi kebutuhan belajar berkelanjutan. Aspek product memperlihatkan hasil yang cukup baik dari sisi nilai pembelajaran, tetapi penguasaan keterampilan berbahasa Arab masih rendah, dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan peserta didik yang beragam, baik dari madrasah ibtidaiyah maupun sekolah dasar. Temuan ini menekankan perlunya peningkatan dalam beberapa aspek untuk meningkatkan efektivitas program pembelajaran bahasa arab berdasarkan Kurikulum Merdeka.
Academic Reasoning and Literacy-Based Tests: Evaluating Their Effectiveness in Predicting Prospective Students' Potential in Indonesia Kusaeri; Mujib, Abdul; Nursalam
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 28 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2025v28n1i1

Abstract

The enrollment test for prospective students at Islamic State Universities (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, or PTKIN) in Indonesia carries significant implications-not only for the students themselves but also within the broader social context. Consequently, there is a pressing need for a valid selection instrument capable of objectively predicting the academic potential of prospective students. This study aims to assess the effectiveness of academic reasoning and literacy-based tests as predictors of academic potential among PTKIN applicants. This research adopts a cross-sectional design to analyze the relationship between UMPTKIN scores and students’ Grade Point Averages (GPAs) during their first two semesters. The dataset comprises 2023 UMPTKIN scores and GPAs of 2,161 students from UIN Syarif Hidayatullah Jakarta and UIN Alauddin Makassar. Data were obtained from the National UMPTKIN Committee and the Information Technology Centers and Databases of the respective PTKINs. Data analysis was conducted using SPSS 24, employing descriptive statistics, Pearson correlation, and multiple linear regression. The results reveal a weak correlation between academic reasoning and literacy scores and students' academic performance, though the degree of influence varies across academic programs. These findings underscore the need to develop more targeted selection approaches aligned with the specific characteristics of each academic program in order to enhance academic outcomes at PTKINs. Accordingly, policymakers involved in student selection processes should prioritize the development and implementation of more valid and program-sensitive selection instruments. Abstrak: Seleksi calon mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia memiliki dampak yang signifikan, baik pada individu mahasiswa maupun dalam konteks sosial yang lebih luas. Untuk itu, diperlukan instrumen seleksi yang valid dan dapat memprediksi potensi akademik calon mahasiswa secara objektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas tes penalaran akademik dan tes literasi sebagai prediktor potensi akademik calon mahasiswa PTKIN. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional, yang memungkinkan analisis hubungan antara skor UMPTKIN dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa pada dua semester pertama. Data penelitian mencakup skor UMPTKIN 2023 dan IPK dari 2.161 mahasiswa yang diterima melalui UMPTKIN 2023 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Alauddin Makassar. Data dikumpulkan dari Panitia Nasional UMPTKIN dan Pusat Teknologi Informasi serta Pangkalan Data masing-masing PTKIN. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS 24, dengan tahapan: analisis deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik hubungan antara penalaran akademik dan literasi dengan pencapaian akademik mahasiswa tergolong lemah, meskipun kontribusi masing-masing faktor bervariasi antar program studi. Temuan penelitian ini menyoroti pentingnya pengembangan pendekatan seleksi yang lebih spesifik dan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing program studi untuk meningkatkan pencapaian akademik mahasiswa di PTKIN. Karenanya, bagi pengambil kebijakan seleksi mahasiswa di PTKIN, perlunya menekankan instrumen seleksi yang lebih valid dan terfokus pada karakteristik program studi.
School Marketing Management based on Customer Preferences in an Educational Setting Rusdiah, Nadira; Sain, Zohaib Hassan; Mundiri, Akmal
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 28 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2025v28n1i6

Abstract

This study aims to understand school marketing management based on customer preferences. It is grounded in the reality that factors such as declining enrollment rates, academic achievement, school facilities, and teacher quality influence parents' decisions in choosing a school. Therefore, this research focuses on how marketing management strategies are formulated based on the preferences of prospective students and their parents. The study employs a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation techniques. The collected data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and verification. The findings reveal that customer preference-based school marketing strategies are implemented through customer preference research and identification, strengthening school image and branding, and continuous evaluation and improvement. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memahami manajemen pemasaran sekolah berbasis preferensi pelanggan. Penelitian ini didasari oleh kenyataan bahwa penurunan jumlah pendaftar, prestasi akademik, fasilitas sekolah, dan kualitas guru memengaruhi keputusan orang tua dalam memilih sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada bagaimana strategi manajemen pemasaran berbasis preferensi calon siswa dan orang tua. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan mengacu pada model analisis data dari Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran sekolah berbasis preferensi dilakukan melalui riset dan identifikasi preferensi pelanggan, penguatan citra dan branding sekolah, serta evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
The Concept of Morality, Ihsan and Ta'dib in the Formation of Islamic Character and Malay Culture Nafisah, Isri; Riadi, Haris; Suswanto; Khairina
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 28 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2025v28n1i12

Abstract

This study explores the fundamental concepts of morality (akhlaq), excellence (ihsan), and educational refinement (ta’dib) as integral elements in the development of Islamic character and their significant influence on the formation of Malay cultural identity. Employing a qualitative approach with descriptive and historical methods, data were collected through an extensive literature review related to Islamic concepts and Malay cultural traditions. The findings reveal that akhlaq, ihsan, and ta’dib play a vital role in shaping Islamic character within Malay society. Akhlaq serves as the foundation of religious and cultural education, fostering relationships between individuals, God, and others. Ihsanpromotes an awareness of God's presence in all actions, manifesting in social values such as mutual cooperation and respect. Ta’dib functions as an educational framework that instills profound moral and spiritual values, nurturing individuals of noble character. The application of these concepts strengthens Malay culture by aligning it with Islamic principles and preserving its noble values. In conclusion, reinforcing Islamic character through akhlaq, ihsan, and ta’dibis essential for sustaining and advancing Malay culture, ensuring that future generations remain grounded in Islamic values. Abstrak: Kajian ini membahas konsep dasar akhlak (moralitas), ihsan (kesempurnaan dalam beribadah dan berbuat baik), dan ta’dib (pendidikan adab) sebagai elemen penting dalam pembentukan karakter Islami serta pengaruhnya yang signifikan terhadap pembentukan budaya Melayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan historis, mengumpulkan data melalui studi pustaka yang berkaitan dengan konsep Islam dan budaya Melayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Akhlak, Ihsan, dan Ta'dib memiliki peran penting dalam membentuk karakter Islami pada masyarakat Melayu. Akhlak menjadi dasar pendidikan agama dan budaya, menghubungkan individu dengan Tuhan dan sesama. Ihsan mengajarkan kesadaran akan kehadiran Tuhan dalam setiap tindakan, yang tercermin dalam nilai-nilai sosial seperti gotong royong dan saling menghormati. Ta'dib berfungsi sebagai pendekatan pendidikan yang menanamkan nilai moral dan spiritual tinggi, membentuk individu berakhlak mulia. Penerapan konsep-konsep ini memperkuat budaya Melayu yang berbasis pada ajaran Islam, menjaga nilai-nilai luhur dalam masyarakat. penguatan karakter Islami melalui Akhlak, Ihsan, dan Ta'dib sangat penting dalam mempertahankan dan mengembangkan budaya Melayu, memastikan generasi mendatang tetap berpegang pada prinsip-prinsip Islam.
The Legacy of Islamic Educational Thought: A Comparative Analysis of Harun Nasution and Azyumardi Azra at UIN Jakarta Asnawi, Nur Aini; Hasan, Nor
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 28 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2025v28n1i2

Abstract

This study aims to examine and compare the educational thought of Harun Nasution and Azyumardi Azra, as well as their respective influences on the educational system of Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) Jakarta. Adopting a qualitative approach with a library research design, data were gathered from a range of relevant sources, including books, journal articles, dissertations, institutional documents, and scholarly digital resources—both authored by and written about the two scholars. The data were analyzed using a descriptive-comparative method to identify convergences and divergences in their intellectual contributions, particularly regarding scientific paradigms and integrative approaches. The findings indicate that Harun Nasution pioneered the reform of Islamic education through rational and historical methodologies, while Azyumardi Azra built upon and expanded these reforms by promoting scientific integration and institutional structural transformation. Both figures significantly contributed to the transformation of IAIN into UIN, shaping a more open, interdisciplinary Islamic intellectual discourse. The study concludes that the continuity and development of ideas between these two scholars have laid a critical foundation for the academic identity of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta and have influenced the trajectory of modern Islamic education in Indonesia. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan pemikiran pendidikan Islam Harun Nasution dan Azyumardi Azra serta pengaruhnya terhadap sistem pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka (library research), data dikumpulkan dari berbagai literatur yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, disertasi, dokumen kelembagaan, dan sumber digital ilmiah, baik yang ditulis oleh maupun tentang kedua tokoh tersebut. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif untuk mengidentifikasi titik temu dan perbedaan dalam pemikiran keduanya, khususnya dalam hal paradigma keilmuan dan pendekatan integratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harun Nasution merintis pembaharuan pendidikan Islam berbasis rasionalitas dan pendekatan historis, sementara Azyumardi Azra melanjutkan pembaharuan tersebut dengan penekanan pada integrasi keilmuan dan pembaharuan struktural kelembagaan. Keduanya berkontribusi besar terhadap transformasi IAIN menjadi UIN, yang berdampak pada arah pengembangan keilmuan Islam yang lebih terbuka dan interdisipliner. Temuan ini menegaskan bahwa kesinambungan pemikiran antara keduanya menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter keilmuan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan arah pendidikan Islam modern di Indonesia.
Improving Multiplication Performance in Students with Dyscalculia Using GARISMATIKA: A Single-Subject Design Putri, Almaida Garudea; Leonard
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 28 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2025v28n1i11

Abstract

This study investigates the effectiveness of the GARISMATIKA method – a structured, visually based instructional approach – in enhancing multiplication skills among eighth-grade students with dyscalculia. Employing a single-subject research (SSR) design with an A-B-A structure, the intervention was conducted at SMP Negeri 9 Bogor with one male student formally diagnosed with dyscalculia. The instructional focus was on solving multiplication problems involving three-digit numbers. Data were collected through systematic observation and analyzed using visual trend analysis. The results indicated significant improvements in multiplication accuracy during the intervention phase, with performance gains sustained in the follow-up phase. These findings underscore the potential of GARISMATIKA as an effective and inclusive educational tool for addressing specific mathematical learning disabilities and support its broader implementation in differentiated mathematics instruction within inclusive classroom settings. Abstrak: Studi ini mengkaji efektivitas metode GARISMATIKA—suatu pendekatan instruksional yang terstruktur dan berbasis visual—dalam meningkatkan keterampilan perkalian di antara siswa kelas delapan yang memiliki diskalkulia. Menggunakan desain penelitian subjek tunggal (SSR) dengan struktur A-B-A, intervensi ini dilaksanakan di SMP Negeri 9 Bogor dengan satu siswa laki-laki yang secara resmi didiagnosis memiliki diskalkulia. Fokus instruksional terletak pada menyelesaikan masalah perkalian yang melibatkan hasil tiga digit. Data dikumpulkan melalui observasi sistematis dan dianalisis menggunakan analisis tren visual. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam akurasi perkalian selama fase intervensi, dengan peningkatan kinerja yang dipertahankan selama tindak lanjut. Temuan ini menyoroti potensi GARISMATIKA sebagai alat pendidikan yang efektif dan inklusif untuk menangani disabilitas pembelajaran matematika tertentu dan mendukung penerapannya yang lebih luas dalam instruksi matematika yang berbeda dalam kelas inklusif.
Islamic Educational Values in Inclusive Learning Practices: A Case Study at a Primary School in Yogyakarta Musyakkir; Raudhatunnur; Salsabilla, Nulqia; Suprihatiningrum, Jamil
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 28 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2025v28n1i15

Abstract

Islamic education, with its emphasis on moral and spiritual values, offers a strong foundation for fostering an inclusive learning environment. This study aims to examine the integration of Islamic values within inclusive learning practices at a primary school and to identify the challenges encountered in their implementation. Employing a qualitative approach and a case study design, the research involved in-depth interviews with special education teachers (GPK) and direct classroom observations. The findings reveal that Islamic values—such as justice, compassion, equality, and tolerance—are effectively applied in the school's inclusive practices. Nevertheless, the implementation faces notable challenges, including a shortage of GPK personnel and limited parental acceptance of children with special needs. Despite these obstacles, the school continues to make concerted efforts to ensure that every student feels welcomed and valued. The study concludes that Islamic values play a vital role in supporting inclusive education by fostering a just, compassionate, and equitable environment that promotes both social and academic development. Abstrak: Pendidikan Islam dengan nilai-nilai moral dan spiritualnya dapat memberikan landasan yang kuat untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan nilai-nilai Islam dalam praktik pembelajaran inklusif di sekolah dasar dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang melibatkan wawancara mendalam dengan guru pendamping khusus (GPK) dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun nilai-nilai Islam seperti keadilan, kasih sayang, kesetaraan dan toleransi telah diterapkan dengan baik, masih terdapat tantangan signifikan seperti keterbatasan jumlah GPK dan rasa keberterimaan orang tua terhadap anak mereka yang berkebutuhan khusus. Namun, upaya untuk memastikan setiap siswa merasa diterima dan dihargai terus dilakukan oleh pihak sekolah. Penelitian ini mengindikasikan bahwa nilai-nilai Islam seperti keadilan, kasih sayang, kesetaraan, dan toleransi, mendukung implementasi pendidikan inklusif yang dapat menciptakan lingkungan yang adil dan mendukung perkembangan sosial serta akademik siswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 15