cover
Contact Name
Hamidin Rasulu
Contact Email
cannarium@unkhair.ac.id
Phone
+6282187392215
Journal Mail Official
cannarium@unkhair.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/cannarium/about/editorialTeam
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Cannarium (Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian)
Published by Universitas Khairun
ISSN : 16931491     EISSN : 27745201     DOI : http://dx.doi.org/10.33387/cannarium
Cannarium is a journal of agricultural sciences. It is a peer-reviewed, scientific journal published by the Faculty of Agriculture, Universitas Khairun Indonesia. Cannarium journal aims at publishing original, scientifically research articles and article review that describe and explain a wide range of agricultural fields and disciplines including Agronomy, Horticulture, plant breeding, plant protection, Agribusiness, Agroindustry, Food Science, Soil Science, Forestry, and Environmental Sciences, bioenergy, Animal Husbandary and other pertinent related to tropical islands-based biodiversity, agricultural sustainability, and ecosystem services. The applications of new molecular, microscopic, and analytical techniques to understanding and explaining population and community dynamics are also of great interest. Cannarium is published twice a year in both print and online versions Cannarium publishes under the cooperation Faculty of Agriculture, Universitas Khairun. The journal publishes in June and December. Cannarium is a free access journal at https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/cannarium
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 1 (2025)" : 11 Documents clear
Lama Kembali Estrus Pasca Terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Sapi Potong di Kabupaten Jember Jawa Timur Priyanto, Langgeng; Muhakka, Muhakka; Nurdin, Aptriansyah Susanda; Husna, Nisa Aulia; Luqmanulfakim, Arif; Putranti, Oktora Dwi
Cannarium Vol 23, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i1.9658

Abstract

Penyakit Mulut dan Kuku memiliki penularan yang sangat cepat pada ternak yang berkuku belah genap dan agen utama penyebab penyakit PMK ini adalah virus foot mouth disease (FMDV). Tujuan penelitian untuk mengetahui kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang ada di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus tahun 2023 di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan pendekatan survey dan penarikan sampel dengan cara purposive sampling dan metode pengumpulan data primer dan data sekunder. Parameter yang diamati pada penelitian ini antara lain jenis sapi potong, riwayat vaksin, sapi kembali estrus, lama sapi sembuh dari PMK. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa populasi sapi potong terbanyak adalah sapi Limosine 63% (110 ekor), Simental 23% (40 ekor), PO 6%  (11 ekor), Simpo 6% (11 ekor) dan Limpo 2% (4 ekor), dengan riwayat vaksin  dua kali 41%, belum pernah 23%,  1 kali 19% dan lebih dari 2 kali 17%, dan lama sapi sembuh serta kembali estrus yaitu 4 – 6 bulan  (35% ; 49%), 1-3 bulan (32% ; 22%) dan lebih dari 6 bulan (33% ; 29%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa jenis sapi potong yang ada di Kabupaten Jember terbanyak adalah Limosine 63% (110 ekor), dengan riwayat vaksin dua kali  41%, sapi potong akan sembuh kembali setelah terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dana lama kembali estrus  selama 4 – 6 bulan. Kata Kunci      : Penyakit Mulut dan Kuku, Sapi Potong, lama estrus.
Sifat Fisika dan Mekanika Kayu Nangka (Artocarpus heterophyllus) serta Ketahanannya terhadap Marine Borers Putri, Lora Septrianda; Karlinasari, Lina; Muslich, Mohammad; Mubarok, Mahdi; Jeki, Jeki; Davinsy, Rynaldi; Adrin, Adrin; Kurniawan, Hendra; Telnoni, Sipora Petronela; So, Kristianto Wibison
Cannarium Vol 23, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i1.9878

Abstract

Infrastruktur kelautan seperti fasilitas dan kapal sangat penting di Indonesia karena posisinya sebagai negara maritim. Kayu untuk tujuan infrastruktur kelautan ini umumnya bersumber dari hutan alam, sehingga perlu ada alternatif dari hutan tanaman untuk pemenuhan kebutuhan kayunya. Kayu nangka dari hutan rakyat dipilih sebagai objek penelitian ini karena adalah jenis kayu yang digunakan dalam penelitian ini. Kayak ini dipilih karena memiliki keawetan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi serangan marine borer terhadap kayu nangka pada berbagai kedalaman laut dan menentukan sifat fisis mekanis kayu setelah direndam di laut. Penelitian dilakukan di Pulau Rambut, dengan contoh uji 24 buah berukuran 30 cm x 5 cm x 2,5 cm. Semua contoh uji disusun dengan tali tambang dan direndam di laut selama tiga bulan pada kedalaman 5 cm di atas permukaan laut, serta 10 cm dan 42 cm di bawah permukaan laut. Hasilnya menunjukkan bahwa contoh uji yang disusun pada kedalaman 5 cm di atas permukaan laut sangat tahan terhadap marine borer, dan contoh uji yang disusun pada kedalaman 10 cm dan 42 cm di bawah permukaan laut tahan terhadap marine borer. Nilai MOE untuk kontrol adalah 79994 kg/cm2 dan turun menjadi 48714 kg/cm2 setelah direndam di laut; MOR adalah 1329 kg/cm2 untuk kontrol dan turun menjadi 672 kg/cm2 setelah direndam di laut. Berat kayu kontrol adalah 0,55, tetapi beratnya sedikit turun menjadi 0,51 setelah direndam di laut. Nilai mekanis MOE dan MOR antara contoh uji kontrol dan setelah direndam berbeda nyata. Namun, kedalaman perendaman contoh uji tidak berpengaruh nyata terhadap nilai mekanisnya.
Pengolahan Kelapa Muda Menjadi Selai untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Desa Yayasan Kabupaten Pulau Morotai Ibrahim, Abu Rahmat; Saleh, Erna Rusliana M.; Hadi, Pratiwi; Husen, Janiah
Cannarium Vol 23, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i1.9755

Abstract

Kelapa (Cocos nucifera) adalah tanaman yang banyak tumbuh di daerah tropis dan memiliki manfaat serta potensi yang sangat banyak. Pada tahun 2022 produksi kelapa di Maluku Utara sebanyak 209.528 ton. Pulau Morotai termasuk dalam sentra produksi kelapa di Maluku Utara dan pada tahun 2023 memproduksi kelapa sebesar 7.356 ton. Jumlah produksi yang besar belum mampu diikuti oleh pemanfaatan berbagai hasil dari kelapa, diantanya ialah pada teknologi dan penanganan pascapanen. Kelapa dapat dimanfaatkan menjadi beberapa produk olahan salah satunya selai kelapa muda. Salah satu desa di Pulau morotai ialah Desa Yayasan yang merupakan sentra perdagangan di Pulau Morotai dapat dijadikan sentra pengolahan dan pembuatan selai kelapa karena dekat dengan pasar. Selai merupakan makanan berbentuk pasta yang diperoleh dari pemasakan bubur buah, gula dan dapat ditambahkan asam serta bahan pengental. Studi ini dilakukan untuk mengkaji potensi pemanfaatan daging kelapa  menjadi selai kelapa secara kontinu oleh kelompok masyarakat di Desa Yayasan, Pulau Morotai. Selain itu diversifikasi produk kelapa juga akan meningkatkan nilai ekonomis dari buah kelapa sehingga sangat relevan jika keberadaan potensi daerah dapat lebih tereskplor secara positif. Secara umum pelaksanaan Kegiatan pelatihan diikuti dengan baik oleh 30 peserta dengan nilai evaluasi awal yaitu 60,25%, hasil posttest untuk mengukur pengetahuan setelah pelatihan jmencapai 93,5% dan antusias untuk membuat kembali oleh peserta pelatihan sebanyak 80% serta hasil uji organoleptik menunjukan peserta menyampaikan suka (skala 4) untuk semua aspek parameter yang diuji.
Karakterisasi Morfologi dari Tiga Varietas Kacang Hijau (Vigna radiata (L.) Wilczek) di Kabupaten Grobogan Maharani, Erlyn Tiara; Aziza, Elea Nur; Suharno, Suharno
Cannarium Vol 23, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i1.9891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi keragaman morfologi dari tiga varietas kacang hijau (Vigna radiata (L.) Wilczek), yakni varietas lokal Gronong, Vima-3, dan Vima-4, yang dibudidayakan di Kabupaten Grobogan sebagai salah satu sentra produksi utama di Jawa Tengah. Karakterisasi ini dilakukan berdasarkan parameter morfologi kualitatif yang mencakup struktur batang, daun, bunga, polong, dan biji. Pengamatan dilakukan secara deskriptif, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan dendogram untuk mengevaluasi tingkat kekerabatan genetik antar varietas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat diferensiasi morfologis yang signifikan, terutama pada warna hipokotil, keberadaan antosianin, bentuk dan warna polong, serta bentuk biji. Varietas lokal Gronong menunjukkan karakteristik unik berupa kandungan antosianin yang tampak jelas pada hipokotil dan tangkai daun yang membedakannya secara konsisten dari varietas Vima-3 dan Vima-4 yang tidak mengandung antosianin. Analisis dendogram mengelompokkan varietas Vima-3 dan Vima-4 dalam satu klaster dengan tingkat kemiripan 60-70%, sedangkan varietas lokal Gronong membentuk klaster tersendiri dengan kemiripan hanya 10-20%. Keberagaman ini menandakan bahwa varietas lokal Gronong memiliki potensi tinggi sebagai sumber genetik untuk program pemuliaan tanaman dan konservasi plasma nutfah lokal, sekaligus referensi dalam pemilihan varietas unggul adaptif terhadap ekosistem spesifik di wilayah tropis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pemilihan varietas kacang hijau yang sesuai dengan kondisi agroekosistem setempat khususnya di wilayah Kabupaten Grobogan yang menjadi sentra produksi dan budidaya kacang hijau.Kata kunci: Kacang Hijau, Karakterisasi, Morfologi, Varietas Lokal
Dampak Hambatan Tarif dan Non Tarif terhadap Perdagangan Pertanian: Perspektif dari Tinjauan Literatur Sistematis Syahroni, Syahroni; Saputra, Jeri Cahyadi
Cannarium Vol 23, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i1.9751

Abstract

Perdagangan internasional memiliki peran yang penting dalam sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kebijakan yang menjadi hambatan tarif dan non tarif terhadap perdagangan pertanian. Penelitian ini dilakukan dengan metode tinjauan literatur sistematis dari artikel yang diterbitkan pada tahun 2015-2025, mengevaluasi dampak hambatan tarif dan non tarif melalui protokol PRISMA 2020 (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses). Studi ini mensintesis temuan dari berbagai penelitian, menyoroti dampak kedua hambatan tersebut terhadap perdagangan pertanian yang mencakup ekspor dan impor. Hasilnya menunjukkan bahwa hambatan tarif masih belum banyak diimplementasikan dan memiliki dampak yang tidak signifikan terhadap ekspor, namun signifikan terhadap impor. Di sisi lain, hambatan non tarif memiliki dampak yang signifikan terhadap ekspor dan impor produk pertanian. Dampak hambatan tarif dan non tarif juga diperkuat oleh berbagai faktor seperti produksi, pemasaran, harga, digitalisasi, kelembagaan, keberlanjutan lingkungan, dan kondisi politik.
Pemberdayaan Kelompok Tani Tamallua di Kelurahan Batangmata Sapo Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar Annisa, Khairun; Nursamsi, Nursamsi
Cannarium Vol 23, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i1.9890

Abstract

Kelompok tani memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan taraf hidup petani. Meski demikian, sebagian kelompok masih menghadapi kendala seperti rendahnya kapasitas sumber daya manusia, terbatasnya akses informasi, dan minimnya kemandirian dalam pengelolaan usaha tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pemberdayaan pada kelompok tani Tamallua berdasarkan lima dimensi pemberdayaan dan bagaimana penerapan konsep tersebut bagi kemajuan dan kesejahteraan kelompok tani Tamallua. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis data secara interaktif, yaitu dengan cara mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 dimensi pemberdayaan pada kelompok tani Tamallua yakni (Enabling) pemerintah telah menciptakan iklim yang mendukung dengan memberikan sosialisasi dan bantuan pertanian namun bantuan tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan petani seperti jenis obat hama yang tidak tepat. (Empowering) pelatihan yang diberikan sempat memperkuat pengetahuan dan keterampilan petani, namun tidak berkelanjutan. (Protecting) belum ada perlindungan khusus yang diberikan oleh pemerintah terhadap kelompok tani, namun hubungan antar anggota kelompok tetap harmonis dan kondusif. (Fostering) dukungan yang diberikan pemerintah menunjukkan kepedulian, namun belum konsisten dengan harapan petani. (Supporting) sudah ada upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan dan akses terhadap sumber daya melalui bantuan dan pelatihan. Namun, pelatihan yang tidak berkelanjutan menjadi tantangan tersendiri.
Analisis Proyeksi Kebutuhan Air Bersih di Kecamatan Ternate Selatan Hingga Tahun 2030 Tidore, Muh Faedly H; Arif, Nurfadhilah; Adriani, Adriani
Cannarium Vol 23, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i1.9986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi kebutuhan air bersih di Kecamatan Ternate Selatan hingga tahun 2030. Mengacu pada Undang-undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan menjadi fokus utama, mengingat ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air yang terus meningkat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan PDAM Kota Ternate. Pertumbuhan penduduk di Kecamantan Ternate Selatan menggunakan metode aritmatik, dengan rata-rata laju pertumbuhan penduduk sebesar 1.92%. Pertumbuhan penduduk dijadikan sebagai dasar perhitungan untuk mengetahui proyeksi kebutuhan air bersih. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih domestik dan nondomestik akan meningkat dari 7.097,00 m³/tahun pada tahun 2021 menjadi 8.362,38 m³/tahun pada tahun 2030. Kapasitas produksi air bersih dari PDAM di Kecamatan Ternate Selatan mencapai 7.757.856 m³/tahun, yang masih mampu memenuhi kebutuhan air bersih penduduk. Penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang efisien dan berkelanjutan untuk menjamin ketersediaan air di masa depan. Berdasarkan hasil peneltian ini direkomendasikan untuk meelakukan upaya pelestarian sumber air bersih melalui kebijakan yang mendukung.
Variasi Tingkat Perkembangan Tanah Berdasarkan Ordo Tanah di Kelurahan Moti Kota, Kota Ternate, Indonesia Ladjinga, Erwin; Rachman, Idris Abd.; Ishak, Lily; Robo, Sarif; Fataha, Farid
Cannarium Vol 23, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i1.9739

Abstract

Kompleksitas proses pedogenesis pada pulau vulkanik kecil yang berpengaruh terhadap tingkat perkembangan tanah, khususnya ordo Entisol dan Inceptisol di Kelurahan Moti Kota, Kota Ternate. Kondisi iklim tropis basah, bahan induk piroklastik Kuarter–Holosen, serta variability topografi memunculkan perbedaan morfologi dan sifat fisik-kimia tanah yang signifikan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dan membandingkan variasi tingkat perkembangan profil tanah berdasarkan indikator pedogenik termasuk nisbah debu/liat, KTK/liat, rasio C/N, dan rasio Fe-oksalat/Fe-dithionit serta mendeskripsikan karakteristik morfologi, fisik, dan kimia tanah pada dua profil representatif, yakni Entisol (profil II) dan Inceptisol (profil I). Metode yang digunakan meliputi survei toposekuens dengan penggalian profil pada setiap posisi elevasi, deskripsi morfologi lapangan sesuai prosedur USDA, analisis tekstur (metode pipet), pH H₂O, kapasitas tukar kation (NH₄OAc pH 7,0), Saturasi Basa, karbon organik (Walkley–Black), total N (Kjeldahl), serta ekstraksi besi oksalat dan dithionit. Data kuantitatif dianalisis untuk menghitung nisbah indikator pedogenesis dan diklasifikasikan menurut Soil Taxonomy USDA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil I (Inceptisol) membentuk horizon cambic dengan struktur gumpal menyudut, peningkatan fraksi liat dari 20 % hingga 35 %, nilai KTK 19,95–23,25 cmol(+)/kg, dan decreas­ing basa saturation dari 60 % ke 33 %. Indikator nisbah debu/liat menurun dari 1,25 pada horizon Ap ke 0,15 pada horizon Bb/C, sedangkan rasio Feₒ/Fe_d berfluktuasi menandakan proses transformasi oksida besi lanjutan. Sebaliknya, profil II (Entisol) hanya memiliki horizon A dengan tekstur lempung berpasir, KTK 20,95 cmol(+)/kg, saturasi basa 62 %, nisbah debu/liat 0,85, dan rasio Feₒ/Fe_d 1,10, menggambarkan tanah muda dengan sedikit perkembangan horizon. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa interaksi bahan induk vulkanik, iklim lembap tropis, organisme, topografi, dan waktu menghasilkan gradiens perkembangan tanah dari Entisol ke Inceptisol di Kelurahan Moti Kota. Pemahaman mendalam terhadap variasi ini penting untuk perencanaan penggunaan lahan berkelanjutan, di mana Inceptisol cocok untuk hortikultura intensif dan Entisol memerlukan tutupan vegetatif untuk mencegah erosi.
Pengaruh Dukungan Koperasi Produsen Gupon Sekarlangit terhadap Keputusan Petani dan Petani Peternak untuk Tetap Bergabung Sihite, Rika Elsantia; Sujono, Sujono; Yekti, Ananti
Cannarium Vol 23, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i1.9950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti atau menganalisis pengaruh dukungan yang diberikan oleh Koperasi Produsen Gupon Sekarlangit diantaranya kepastian pasar, kepastian penjualan, kepastian pembayaran, bantuan benih, serta bantuan pupuk, terhadap pengambilan keputusan petani di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, untuk tetap bergabung di Koperasi Produsen Gupon Sekarlangit. Metode penarikan sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode systematic sampling untuk kategori petani dan sampel jenuh untuk kategori petani-peternak. Penelitian ini menggunakan analisis regresi logit biner yang terdiri dari uji serentak, uji parsial, estimasi parameter, uji kesesuaian model, odds ratio, dan ketepatan klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi logit biner yang digunakan signifikan dan sesuai dengan data. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh terhadap keputusan petani untuk tetap bergabung dalam koperasi, namun secara parsial hanya kepastian pembayaran dan bantuan benih yang terbukti signifikan. Bantuan benih memiliki pengaruh positif yang sangat kuat, sementara kepastian pembayaran berpengaruh negatif dan signifikan. Variabel lainnya menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan. Hasil odds ratio menegaskan bahwa bantuan benih dan pupuk meningkatkan peluang petani untuk bertahan dalam koperasi, sedangkan kepastian pembayaran dan penjualan justru menurunkan peluang tersebut. Dari sisi akurasi, model cukup baik dalam mengklasifikasikan petani-peternak (sensitivity 85%), namun lemah dalam mengenali petani murni (specificity 40%), dengan tingkat keseimbangan klasifikasi sedang (G-Mean 58,3%).
Status Infeksi Ektoparasit pada Kucing (Felis domestica) di Kelurahan Sasa, Ternate Selatan Wahyuni, Sri
Cannarium Vol 23, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i1.9694

Abstract

Infestasi ektoparasit pada kucing adalah kondisi yang disebabkan oleh parasit yang hidup di luar tubuh inang termasuk kutu, tungau, dan pinjal. Pinjal Ctenocephalides felis adalah ektoparasit yang paling umum ditemukan, dan merupakan parasit penghisap darah yang banyak menginfeksi kucing dan anjing peliharaan di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit pada kucing domestik. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis, bertujuan untuk menggambarkan prevalensi penyebaran pinjal serta jenis pinjal yang teridentifikasi pada kucing. Penelitian dilakukan melalui survei terhadap 30 ekor kucing yang berada di Kelurahan Sasa, Ternate Selatan. Pemeriksaan fisik dilanjutkan dari kepala hingga ekstremitas kucing. Proses ini melibatkan pengamatan (inspeksi) terhadap kondisi kulit dan rambut. Tahap berikutnya mencakup pengambilan sampel pada kucing domestic dan pemeriksaan jenis ektoparasit menggunakan mikroskop. Dari 30 ekor kucing yang diperiksa, terdiri dari 12 kucing jantan dan 18 kucing betina, ditemukan 25 kucing terinfeksi ektoparasit, dengan total 120 individu ektoparasit yang teridentifikasi. Sementara itu, sebanyak 5 ekor terdeteksi negatif terhadap infeksi. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa jenis ektoparasit yang paling umum menginfeksi kucing di Kelurahan Sasa, Ternate Selatan adalah pinjal Ctenocephalides felis, yang mencapai persentase 83%.

Page 1 of 2 | Total Record : 11