cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Pendidikan Sains
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA MOBILE LEARNING “CHEMONDRO” BERBASIS ANDROID SEBAGAI SUPLEMEN BELAJAR SISWA SMA Lubis, Isma Ramadhani; Solihah, Mar’atus; Sugiyarto, K. H.; Ikhsan, Jaslin
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media mobile learning berbasis android sebagai suplemen belajar pada materi larutan penyangga dan hidrolisis untuk siswa SMA kelas XI IPA. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 11 Yogyakarta. Pembelajaran kimia dengan menggunakan media mobile learning ini memiliki karakteristik yang memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran sehingga dapat digunakan bagi siapa saja, dimana saja dan kapan saja.Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini berdasarkan adaptasi model pengembangan Borg & Gall yang dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu studi pendahuluan, pengembangan produk awal, dan evaluasi/penilaian produk. Produk awal telah direview oleh ahli materi dan ahli IT. Selanjutnya hasil revisi dinilai berdasarkan materi, pengoperasian dan tampilan media oleh reviewer (guru kimia) dan peer reviewer. Kemudian diujicobakan kepada siswa SMA untuk mengetahui kelayakan media mobile learning berbasis android.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media mobile learning berbasis android pada materi larutan penyangga dan hidrolisis yang telah dikembangkan dinilai layak digunakan dalam pembelajaran ditinjau dari aspek penilaian materi  termasuk dalam kriteria “baik”, aspek penilaian media berkriteria “sangat baik” dan hasil uji coba peserta didik termasuk dalam kategori “sangat baik”
PENINGKATAN LITERASI MEMBACA MELALUI PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS X MIA 1 SMAN 1 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Pamungkas, Rahmania; Probosari, Riezky Maya; Puspitasari, Dewi
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan  literasi membaca siswa melalui penerapan model problem based learning di kelas X MIA 1 SMAN 1 Boyolali tahun pelajaran 2014/2015.  Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 33 siswa kelas X MIA 1 SMAN 1 Boyolali tahun pelajaran 2014/2015. Data penelitian diperoleh melalui, tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Validasi data dengan menggunakan teknik triangulasi metode.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan literasi membaca siswa kelas X MIA 1 SMAN 1 Boyolali tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model problem based learning.  Peningkatan Literasi Membaca ditunjukkan dengan meningkatnya capaian  rata-rata persentase aspek literasi membaca siswa dari 61,24% pada pra siklus menjadi 66,72% pada siklus I, selanjutnya meningkat menjadi 73,50% pada siklus II Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan literasi membaca siswa dalam pembelajaran biologi melalui penerapan model problem based learning di kelas X MIA 1 SMAN 1 Boyolali tahun pelajaran 2014/2015.
PERFORMANCE ASSESSMENT UNTUK FASE ORIENTASI PADA PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING SISWA SMA DI KOTA BANDAR LAMPUNG Viyanti, Viyanti; Cari, Cari; Sunarno, Widha; Prasetyo, Zuhdan; Widoretno, Sri
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterampilan argumentasi yang dapat diberdayakan pada fase orientasi menggunakan performance assessment.  Seperti diketahui bahwa performance assessment merupakan penilaian yang menuntut siswa untuk menunjukkan bahwa mereka telah menguasai keterampilan dan kompetensi tertentu dengan melakukan atau menghasilkan sesuatu. Dalam penelitian ini performance assessment digunakan untuk menilai keterampilan argumentasi (claims, data, warrants, backings, qualifiers, and rebuttals) siswa yang muncul pada fase orientasi pembelajaran inkuiri terbimbing.  Penelitian ini menggunakan desain penelitian survey dengan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif.  Pemilihan sampel menggunakan purfosive sampling sehingga diperoleh responden sebanyak 160 siswa berasal dari 5 SMA di Kota Bandar Lampung. Berdasarkan data diperoleh rata-rata persentase keterampilan argumentasi yang muncul pada fase orientasi yang dinilai dengan performance assessment sebagai berikut:  claims 30,7%, data 29,7%, warrants 26,7%, backings 24,8%, qualifiers 18,6%, dan rebuttals 14,5%.  Hasil ini memberikan gambaran adanya gejala kesulitan dalam memberdayakan keterampilan argumentasi siswa untuk fase orientasi pada pembelajaran inkuiri terbimbing.
ANALISIS KETUNTASAN BELAJAR MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA KAITANNYA DENGAN UPAYA PEMENUHAN STANDAR PENDIDIKAN Nurfitriani, Marinda Mega; Riyadi, Idhun Prasetyo; Setiawati, Rosmala; Sajidan, Sajidan
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian telah dilakukan dengan tujuan mengetahui pemenuhan Standar Nasional Pendidikan, ketuntasan belajar biologi berbasis UN serta proses pembelajaran di salah satu sekolah menengah atas wilayah Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan survey, deep intervew, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan profil keterpenuhan 8 SNP pada salah satu sekolah menengah atas di wilayahSurakarta yang paling mencolok adalah SNP ke-2 dan ke-4 yaitu dengan GAB 3,24 %. Hasil ujian nasional nilai rata-rata biologi secara nasionalsebesar 6,19 dan 3 indidikator pembelajaran dengan ketuntasan di bawah 50%. Hasil proses pembelajaran kelas sebesar 81,82 %. Maka, dapat disimpulkan bahwa dari penelitian ini secera umum menunjukkan hasil yang baik.
APLIKASI PEMBELAJARAN EKTRAKURIKULER KIR BERWAWASAN SETSTERINTEGRASI MATA PELAJARAN UNTUK MEMBANGUN TRADISI ILMIAH SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA Khoiriyah, Siti
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Dalam rangka menghadapi persaingan ketat di era globalisasi yang serba cepat dan mudahnya penyebaran informasi, perlun adanya upaya menciptakan peradaban yang ilmiah dalam kehidupan di masyarakat. Budaya penelitian memang telah harus dikenalkan kepada para siswa sejak dini. Memupuk budaya penelitian pada kalangan siswa adalah tidak mudah, sehingga perlu strategi khusus untuk membangun tradisi ilmiah siswa.Best Practice berjudul Aplikasi Pembelajaran Ekstrakurikuler KIR Berwawasan SETS Terintegrasi Mata Pelajaran Untuk Membangun Tradisi Ilmiah Siswa di  SMP Muhammadiyah 1 Surakarta, bertujuan untuk meningkatkan efektivitas aplikasi pembelajaran ekstrakurikuler KIR berwawasan SETS Terintegrasi mata pelajaran sehingga mampu membangun tradisi ilmiah siswa.Data yang diperoleh memberikan gambaran bahwa aplikasi wawasan SETS dalam pembelajaran KIR efektif untuk menumbuhkan semangat riset pada kalangan siswa sehingga akan mampu membangun tradisi ilmiah siswa
PELATIHAN DAN PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN IPA YANG BERBASIS KOMPUTER (ICT) BAGI GURU IPA SMP DI KARANGANYAR Sunarno, Widha; Wiyono, Edy; Raharjo, Trustho
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Kemajuan di bidang teknologi informasi memberikan dampak pada pembelajaran sains di sekolah. Guru sains dituntut mampu melakukan pembelajaran yang berbasis ICT. Bagi guru sains khususnya fisika perlu ditingkatkan kompetentensinya dalam pembelajaran fisika yang berbasis ICT.Pada kenyataannya para guru IPA belum semuanya memiliki kompetensi dalam kegiatan pembelajaran yang berbasis ICT, maka diperlukan pelatihan secara kontinyu.Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah: 1. Meningkatkan profesionalisme guru sains untukmengembangkan pembelajaran yang inovatif berbasis computer (ICT). 2. Meningkatkan kemampuan guru IPA SMP menyusun dan membuat media pembelajaran yang inovatif dan berbasis computer (ICT). 4. Meningkatkan ketrampilan guru sains SMP dalam implementasi media pembelajaran yang inovatif dan berbasis komputer (ICT) di kelas. Pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan beberapa langkah: 1. Penyiapan Materi, 2. Penyajian Materi, 3. Pelatihan dan Praktek 4. Praktek peerteaching, 5. Implementasi di Kelas, 6. Observasi, Supervisi, dan Evaluasi pembelajaran di kelas. Kegiatan pelatihan dilakukan pada setiap hari Sabtu, dalam kegiatan MGMP bagi Guru-guru IPA di Karanganyar.Peer teaching dilakukan di ruangan dalam tempat yang sama dengan pelatihan. Hasil pelatihan diimplementasikan di sekolah sesuai dengan jadwal mengajarnya.Evaluasi dan praktek pembelajaran dimplementasikan di sekolah masing-masing.Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa: 1. Artikel yang dimuat di Prosiding Seminar Nasional Magister Pendidikan Sains (S2) di FKIP UNS, yang dilaksanakan pada hari Kamis 19 November 2015. 2. Artikel yang dimuat di Jurnal Ilmiah ber ISSN: SAINMAT. 3. Modul Pedoman Pembuatan dan Penyusunan Media Pembelajaran Sains menggunakan software Ms. Powerpoint Interaktif, Flipbook Kvisoft, Lectora.  5. Software Media Pembelajaran berbasis komputer. Pengabdian masyarakat ini memberikan kesimpulan bahwa pelatihan dan peningkatan kemampuan di bidang pembelajaran sais sangat dibutukan oleh para guru IPA. Dari 34 guru yang mengikuti pelatihan, hampir 90 % kompetensinya meningkat secara signifikan.Kegiatan pelatihan sebaiknya dilakukan secara kontinyu dan tidak mengganggu tugas rutin guru sehari-hari.
MEDIA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS ALAM UNTUK SISWA TUNANETRA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER Khamdun, Khamdun
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Pembelajaran IPA untuk anak tunanetra didasarkan kebutuhan belajar dengan kemampuan kepekaan inderawi melalui perabaan tangan.Secara anatomis, tangan anak tunanetra sama dengan tangan anak yang lainnya. Tangan anak tunanetra sebagai indera perabaan akan lebih peka dari pada anak awas (normal),karena terbiasa digunakan untuk membedakan apa yang diraba atau menangkap makna dari apa yang dirabanya.Anak tunanetra dengan ekspresi cacat bentuk objek dalam kehidupan sehari-hari. Dibutuhkan pendekatan terpadu untuk belajar untuk memberi rangsangan melalui media tanah liat. Tujuan dari studyhelp ini anak-anak tunanetra menggunakan kemampuan kepekaan dengan keseimbangan rasional dan emosional untuk membangun thevalues dari karakter. Nilai karakter yang diperoleh dari anak tunanetra s perilaku dan respon siswa secara keseluruhan dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan kurikulum pendidikan luar biasa. Tanggal yang diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi yang dipilih kemudian dijelaskan menjadi kesimpulan anaccurate. Sebenarnya nilai-nilai karakter anak tunanetra melalui penerapan metode dan media yang tepat untuk pembelajaran IPA kebutuhan lebih baik daripada anak normal. Sensitivitas penciuman, sentuhan, penglihatan dan pendengaran yang intens terbatas menjadi sebuah konsep untuk merancang thematiclearning. Dari pelajaran tematik pedoman rencana menghasilkan karya tiga dimensi dengan menggunakan media tanah liat. Hasil pembelajaran IPA menggunakan media tanah liat untuk anak tunanetra memiliki sikap kritis terhadap lingkungan, semangat belajar, untuk menghargai keterbatasan, independen dalam tindakan, dan kreatif berdasarkan kemampuan kepekaan sensoris. Kontinuitas model pembelajaran IPA untuk anak-anak buta membutuhkan pelatihan guru kelas dalam upaya meningkatkan hasil belajar.
PENINGKATAN KUALITAS DAN KUANTITAS PERTANYAAN PESERTA DIDIK SEBAGAI INDIKATOR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PENERAPAN DISCOVERY LEARNING DI KELAS XI-IIS3 SMA NEGERI 6 SURAKARTA Khasanah, Tina Nur; Sajidan, Sajidan; Ramli, Murni
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas  pertanyaan sebagai indikator kemampuan berpikir peserta didik kelas XI-IIS3 SMA negeri 6 Surakarta melalui model Discovery Learning pada materi Sistem Reproduksi Manusia. Hasil observasi Prasiklus menunjukkan bahwa kuantitas pertanyaan berjumlah empat buah. Kualitas pertanyaan berada pada tingkatan berpikir C2, sedangkan berdasarkan dimensi pengetahuan berada pada dimensi pengetahuan Conceptual. Mayoritas kemapuan berpikir peserta didik tergolong LOTS, sehingga perlu ditingkatkan. Peningkatan kemampuan berpikir peserta didik ditinjau dari pertanyaan ditingkakan melalui penerapan model Discovery Learning. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang berlangsung selama empat siklus. Penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi pada setiap siklus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi data metode, sedangkan analisis data dilakukan melalui deskriptif kualitatif. Peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik bervariasi di setiap siklus tindakan. Pertanyaan dengan kualitas tingkat pengetahuan kognitif C4 yang diajukan peserta didik pada tindakan Siklus I ada 21 pertanyaan, pertanyaan dengan kualitas tingkat pengetahuan kognitif C5 ada 7 pertanyaan. Tidakan Siklus II C4 ada 18 pertanyaan dan C5 ada  2 pertanyaan. Tindakan Siklkus III C4 ada 28 pertanyaan dan C5 ada  7 pertanyaan. tindakan Siklus IV C4 ada 15 pertanyaan dan C5 ada  9 pertanyaan. Kualitas pertanyaan tersebar di seluruh dimensi pengethuan, Factual, Conceptual, Procedural, dan Metacognitif.
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS [CRITICAL THINKING] DALAM KONTEN DAN KONTEKS PEMBELAJARAN SAINS Sudarmin, Sudarmin
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan sains dianggap menduduki posisi penting dalam pembangunan sumber manusia manusia yang cerdas dan berkarakter. Pembelajaran sains tidak lain merupakan proses konstruksi pengetahuan sains ilmiah melalui aktivitas berpikir. Berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan tingkat tinggi yang sangat penting bagi siswa/mahasiswa. Keterampilan berpikir kritis adalah (a) suatu usaha yang melibatkan tenaga, pikiran, dan materi, (b) berpikkir reflektif dengan menekankan pada pembuatan keputusan tentang apa yang harus dipercayai atau dilakukan, dan (c) pemberdayaan kognitif dalam mencapai tujuan. Aktivitas dalam berpikir kritis meliputi kegiatan: 1) memperjelas pernyataan yang diterima atau diajukan, 2) mencari tambahan informasi, 3) mencari yang tersirat dari yang tersurat atau maksud-maksud yang tersembunyi, dan 4) mengevaluasi pernyataan berdasarkan hasil ketiga kegiatan sebelumnya. Indikator dari berpikir kritis adalah (a) memberikan penjelasan sederhana, (b) membangun keterampilan dasar, (c) membuat inferensia, (d) membuat penjelasan lebih lanjut, dan (e) mengatur strategi dan tehnik. Model/pendekatan pembelajaran dianggap mampu mengatasi mengembangkan ketereampilan berpikir diantaranya (a) model pembelajaran berbasis masalah, (b) model inkuiri, (c) pendekatan kontekstual, dan lai-lain. Pada pembelajaran sains dalam konten dan konteks pengembangan keterampilan berpikir kritis maka guru/dosen hekndaknya (a) mulai setiap pembelajaran dengan masalah atau kontroversi; gunakan keheningan untuk membangkitkan refleksi; (b) mengatur ruang kelas untuk membangkitkan interaksi dalam pembelajaran; (c) Jika mungkin, perpanjang waktu pembelajaran , (d) berpikir kritis akan terjadi jika siswa memiliki waktu yang tepat untuk sampai pada refleksi; dan (e) ciptakan lingkungan belajar yang nyaman .
PENGGUNAAN KARTU DOPLAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITASDAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIIIDSMP NEGERI 1 SELOGIRI SEMESTER 1 TAHUN 2014/2015 Sugiyanti, Sugiyanti
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penggunaan Kartu Doplan Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Materi Memahami Sistem Dalam Kehidupan Tumbuhan  Pada Siswa Kelas VIII D SMP Negeri 1 Selogiri Semester 1 Tahun Pelajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini ada 2.a.Tujuan umum adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar Biologimateri memahami sistem dalam  kehidupan tumbuhan  bagi siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Selogiri Tahun Pelajaran 2014/2015. b.Tujuan Khusus adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar Biologimateri memahami sistem dalam  kehidupan tumbuhan  bagi siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Selogiri Tahun Pelajaran 2014/2015 melalui penggunaan Kartu Doplan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus,masing masing siklus 2 kali pertemuan. Pada siklus I pembelajaran dilakukan dengan penggunaan Kartu Doplan secara kelompok tanpa daftar pertanyaan, sedangkan pada siklus II penggunaan Kartu Doplan secara kelompok disertai daftar pertanyaan. Pada masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pertama, penggunaan Kartu Doplan dapat meningkatkan aktivitas belajar Biologi materi memahami sistem dalam  kehidupan tumbuhan  bagi siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Selogiri pada semester 1 tahun pelajaran 2014/2015. Terbukti persentase jumlah siswa dalam kategori aktivitas belajar baik meningkat dari kondisi awal 21,43% menjadi 78,57% pada siklus I dan menjadi 89,29% pada siklus II atau pada kondisi akhir mengalami peningkatan sebesar 67,86% dari kondisi awal. Kedua, penggunaan Kartu Doplan dapat meningkatkan hasil belajar Biologi materi memahami sistem dalam  kehidupan tumbuhan  bagi siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Selogiri pada semester 1 tahun pelajaran 2014/2015. Terbukti persentase ketuntasan belajar siswa meningkat dari kondisi awal 32,14% menjadi 71,43% pada siklus I dan menjadi 96,43% pada siklus II atau pada kondisi akhir mengalami peningkatan sebesar 64,29% dari kondisi awal.