cover
Contact Name
Yogi Kuncoro Adi
Contact Email
pedagogi@uniku.ac.id
Phone
+6282323239779
Journal Mail Official
pedagogi@uniku.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan Jl. Cut Nyak Dien No. 36A Kuningan, Jawa Barat, Indonesia, 45513
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Pedagogi : Jurnal Penelitian Pendidikan
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 24074837     EISSN : 26141728     DOI : https://doi.org/10.25134/pedagogi.v7i1
Core Subject : Education,
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan (P-ISSN 2407-4837, E-ISSN 2614-1728) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan (PGSD FKIP UNIKU), Indonesia. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun (Mei & November) sebagai media diseminasi hasil penelitian akademisi dan praktisi pendidikan dasar. Kami mengundang penulis untuk men-submit karya ilmiah di bidang pendidikan dasar yang belum pernah diterbitkan atau tidak sedang ditinjau oleh jurnal lain. Ruang lingkup jurnal ini adalah artikel dari penelitian yang berkaitan dengan pendidikan dasar termasuk strategi pembelajaran, media pembelajaran, kurikulum dan pembelajaran, manajemen pembelajaran dan/atau pendidikan, evaluasi pembelajaran, dan bimbingan konseling di sekolah dasar.
Articles 186 Documents
PEMBELAJARAN LITERASI SEBAGAI DUKUNGAN PSIKOSOSIAL Maryam, Siti; Ningsih, Dinni Nurfajrin; Halimah, Halimah; Setiawan, Erwan
Pedagogi Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pedagogi.v10i2.8228

Abstract

Literasi merupakan kemampuan dasar kehidupan dan konteks memegang peran penting dalam memaknai kehidupan. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan kegiatan literasi dasar sebagai dukungan psikososial pascagempa Cianjur sehingga dapat diperoleh informasi pengalaman baik mahasiswa sebagai relawan dalam melaksanakan aktivitasnya di lapangan. Selain itu, dideskripsikan pula faktor pendukung dan penghambat pembelajaran literasi dasar yang dilaksanakan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan deskriptif-kualitatif. Melalui teknik wawancara, observasi, dan pendampingan kepada mahasiswa relawan gempa Cianjur. Data primer berupa hasil observasi dan wawancara sedangkan data sekunder berupa laporan kegiatan dan studi dokumentasi. Pembelajaran literasi dasar pada siswa terdampak gempa lebih dimaksudkan sebagai trauma healing. Hasil penelitian ini mahasiswa memperoleh pengalaman baik (best practice), yakni dapat kolaborasi dengan dosen dan Polda Jawa Barat. Mahasiswa berbagi peran pada pelaksanaan pembelajaran literasi dasar. Mahasiswa memperoleh pengalaman memandu kegiatan literasi dasar dengan caara bernyanyi, bercerita, berlomba, berjoget, dan bertransformasi mengubah lirik lagu dalam pembuatan yel-yel yang menyemangati siswa. Psikososial yang dilakukan berupa pembelajaran literasi dan numerasi dasar berbentuk permainan sebagai penanganan trauma kepada para siswa SD efektif.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI (SOMATIC, AUDITORY, VISUALIZATION DAN INTELECTUALLY) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SD NEGERI MANGGARI Nurhayati, Nurhayati; Sutarna, Nana
Pedagogi Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pedagogi.v10i2.8292

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui tentang penerapan Model Pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Vissualization, dan Intellectually) dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik mata pelajaran IPS kelas IV SD Negeri Manggari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan metode eksperimen dengan desain Quasi Eksperimental Nonequivalent Control Group Design yaitu dua kelas, yang dimana kelas Eksperimen (SD Negeri Manggari yang diberi perlakuan) terdiri dari 28 siswa dan kelas kontrol  (SD Negeri 2 Kertawangunan  tanpa diberi perlakuan) terdiri dari 25 siswa. Data dikumpulkan melalui Pretest dan Posttest. Hasilnya yaitu, hasil belajar peserta didik kelas IV pada mata pelajaran IPS sebelum adanya penerapan Model Pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Vissualization, dan Intellectually) di kelas eksperimen mendapatkan rata-rata nilai sebesar 56,1, sedangkan hasil belajar peserta didik kelas IV setelah adanya penerapan Model Pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Vissualization, dan Intellectually) di kelas eksperimen mendapatkan rata-rata nilai sebesar 86,2. Adapun di kelas kontrol, hasil belajar peserta didik sebelum pembelajaran konvensional berlangsung, peserta didik mendapatkan nilai sebesar 52,7, sedangkan hasil belajar peserta didik setelah pembelajaran konvensional berlangsung mendapatkan rata-rata nilai sebesar 61,7dari hasil perhitungan tersebut nilai rata-rata kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Dengan hal tersebut, hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan hasil belajar IPS kelas IV pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Maka dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Vissualization, dan Intellectually) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik mata pelajaran IPS kelas IV SD Negeri Manggari. Kata kunci:  Hasil Belajar, Model Pembelajaran SAVIABSTRACTThis research was motivated by the low learning outcomes of students. The purpose of this study is to find out about the application of the SAVI Learning Model (Somatic, Auditory, Vissualization, and Intellectually) in improving the learning outcomes of students in grade IV social studies subjects at SD Negeri Manggari. This study used a quantitative approach, using an experimental method with a Quasi-Experimental Nonequivalent Control Group Design design, namely two classes, where the Experimental class (SD Negeri Manggari which was given treatment) consisted of 28 students and the control class (SD Negeri 2 Kertawangunan without treatment) consisted of 25 students. Data is collected through Pretest and Posttest. The result is that the learning outcomes of grade IV students in social studies subjects before the application of the SAVI Learning Model (Somatic, Auditory, Vissualization, and Intellectually) in the experimental class get an average score of 56.1 while the learning outcomes of grade IV students after the application of the SAVI Learning Model (Somatic, Auditory, Vissualization, and Intellectually) in the experimental class received an average score of 86.2. As for the control class, the learning outcomes of students before conventional learning took place, students got a score of 52.7, while the learning outcomes of students after conventional learning took place got an average value of 61.7 from the calculation results the average value of the experimental class was better than the control class. With this, the results of this study showed an increase in class IV social studies learning outcomes in experimental and control classes. So it can be concluded that the SAVI Learning Model (Somatic, Auditory, Vissualization, and Intellectually) can improve the learning outcomes of students in grade IV social studies subjects at SD Negeri Manggari.Keywords: Learning Outcomes, SAVI Learning Models
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DENGAN PENGUASAAN KONSEP DASAR IPA PADA SISWA KELAS V DI SDN GUGUS 2 KECAMATAN CIPAYUNG KOTA DEPOK Indiana, Shintana
Pedagogi Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pedagogi.v11i1.8507

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif dengan penguasaan konsep dasar IPA pada siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri Gugus 2 Kecamatan Cipayung Kota Depok. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik korelasional. Sampel yang digunakan sebanyak 100 siswa. Berdasarkan uji normalitas menggunakan SPSS Versi 25 diperoleh nilai 0,2 > 0,05. Uji linieritas diperoleh 0,784 > 0,05, maka dikatakan bahwa data tersebut signifikan atau ada hubungan antara kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif dengan penguasaan konsep dasar IPA. Berdasarkan hasil hipotesis diperoleh data bahwa kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif dengan penguasaan konsep dasar IPA rxy sebesar 0,376 > 0, 195. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang rendah antara kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif dengan penguasaan konsep dasar IPA memberikan kontribusi sebesar 37,6% disebabkan karena peralihan kondisi belajar siswa pasca covid dan tema penelitian ini belum pernah dilakukan.Kata Kunci:  Kemampuan Berpikir Kritis, Kemampuan Berpikir Kreatif, Penguasaan Konsep Dasar IPA
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN ASSESMEN DIAGNOSTIK NON KOGNITIF JENJANG SEKOLAH DASAR Nurhasanah, Aan; Acesta, Arrofa; Simbolon, Marlina Eliyanti
Pedagogi Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pedagogi.v10i2.8851

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh peran guru sebagai fasilitator yang perlu melakukan asesmen diagnostik sebelum pembelajaran serta masih kurangnya pengembangan asesmen diagnostik non-kognitif pada jenjang sekolah dasar masih kurang. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan asesmen diagnostik non-kognitif pada jenjang sekolah dasar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode survey. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan  angket. Subjek  penelitian ini adalah guru sekolah penggerak yang sedang melaksanakan Implementasi Kurikulum Merdeka sebanyak 46 orang dari tujuh sekolah. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif. Teknik analisis data meliputi tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Bersadarkan hasil penelitian dapar disimpulkan bahwa 1) 93% guru sepakat bahwa asesmen diagnostik non-kognitif penting untuk dilakukan; 2) 85% guru sangat yakin bahwa asesmen diagnostik non-kognitif berpengaruh pada keberhasilan siswa; 3) asesmen diagnostik non-kognitif yang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar dan dapat dikembangnkan diantaranya aspek kesejahteraan psikologis, minat, kecerdasan emotional dan kecerdasan social; 4) 95% guru setuju untuk dikembangkan asesmen non-kognitif pada aspek-aspek kesejahteraan psikologis, minat, kecerdasan emotional dan kecerdasan sosial.Kata kunci:  analisis kebutuhan; asesmen diagnostik non kognitif; guru sekolah dasar 
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN DIAGRAM VEE TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN PENINGKATAN LITERASI SAINS Pramowardhani, Anggi
Pedagogi Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pedagogi.v10i2.8870

Abstract

ABSTRAKLatar belakang penelitian ini adalah karena beberapa proses pembelajaran Biologi saat ini masih bersifat konvensional yang mengandalkan komunikasi satu arah sehingga makna pergeseran pembelajaran dari teacher centered menjadi student centered belum tercapai. Pada proses belajar siswa kurang diberi kesempatan untuk melakukan investigasi terhadap pemecahan masalah dalam rangka membangun pengetahuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan PBL berbantuan diagram Vee pada materi sistem imunitas terhadap sikap ilmiah dan untuk meningkatkan literasi sains siswa serta hubungan antara sikap ilmiah literasi sains. Pengukuran literasi sains dengan menggunakan tes uraian yang meliputi tiga indikator literasi sains, observasi (pengamatan) terhadap keterlaksanaan Problem Base Learning (PBL) berbantuan diagram vee sedangkan sikap ilmiah dan tanggapan siswa terhadap metode yang digunakan dapat diketahui dari penyebaran angket. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implemetasi pembelajaran berbasis masalah mencapai keterlaksanaan pembelajaran pada kategori sangat baik (98,4%) sehingga mampu memberikan dampak positif yang signifikan terhadap sikap ilmiah (4,160 > 2,001) dan peningkatan literasi sains (4,771 > 2,002) yang ditunjang adanya hubungan antara sikap ilmiah dengan literasi sains dengan koefisien probabilitas 0,013 < 0,025 serta nilai korelasi Pearson sebesar 0,320. Respon siswa terkait dengan pembelajaran dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan efektivitas pembelajaran (57,35%) mampu memfasilitasi kemudahan memahami materi dengan pemecahan masalah (57,13%) sehingga siswa merasa tertarik (67,58%) dan termotivasi untuk belajar (59,08%).Keywords: Problem Based Learning; Diagram Vee, Scientific Attitude; Literasi Sains. ABSTRACTThe background of this research is the study of Biology today still rely on the conventional which one-way communication so that the meaning of the learning shift from teacher centered to student centered not yet been reached. In the students' learning process less given the opportunity to conduct an investigation on problem solving in order to build knowledge. This study aims to determine the feasibility of PBL base on Vee diagram on the material of the immune system against the scientific attitude and to improve scientific literacy of students as well as the relationship between the scientific attitude and the science literacy. Measurement science literacy skills by using a test description that includes three indicators of scientific literacy, observation feasibility of the Problem Base Learning (PBL) based on vee diagram whereas scientific attitude and response of students to the methods used can be known from the questionnaire. From the results of this study concluded that the implementation of problem-based learning feasibility reached learning in the very good category (98.4%) so as to provide a significant positive impact on the scientific attitude (4.160> 2.001) and increased scientific literacy (4.771> 2.002) supported the the relationship between scientific attitude with scientific literacy with a probability coefficient of 0.013 <0.025 and Pearson correlation value of 0.320 *. Student responses related to learning can be concluded that the activity and effectiveness of learning (57.35%) to facilitate ease of understanding the material with solving problems (57.13%) so that students feel interested (67.58%) and motivated to learn (59.08 %).Keywords: Problem Based Learning; Vee Diagram; Scientific Attitude; Science Literacy.
READINESS OF ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS IN APPLYING PROTOTYPE CURRICULUM Acesta, S.P, M.Pd, Dr. Arrofa; Oktaviani, Ndaru Mukti; Wulandari, Isnaini
Pedagogi Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pedagogi.v10i2.9390

Abstract

ABSTRACTThe prototype curriculum is a curriculum that encourages learning according to students' abilities, provides space for character development and basic competencies. Teacher readiness has an important role in ensuring the implementation of the prototype curriculum. The purpose of this study was to determine the readiness of elementary school teachers to implement the prototype curriculum in Kuningan District. This research is included in the type of survey research with a quantitative descriptive approach. Techniques used to collect the data in this study were questionnaires and interviews. Data analysis techniques for the data obtained from the questionnaire will be processing carried out in the following stages 1) editing, 2) scoring, 3) tabulation. The results showed in general percentage of readiness of elementary school teachers to implement the prototype curriculum in Kuningan District is 73.60%. That’s means overall percentage of readiness of elementary school teachers to implement the prototype curriculum in Kuningan District are in a good category. For each dimension obtained the percentage results on the emotive-attitudinal dimension for elementary school teachers specifically teaching grade I in Kuningan district is 95.20%, the percentage on the cognitive-readiness dimension is 71.29%, and the percentage on the behavioral readiness dimension is 78,56 %.Keywords: readiness; teacher; curriculum prototype
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN MEDIA KARTU KATA Yulianaristin, Eryna; Pramasdyahsari, Agnita Siska; Espiyati, Espiyati; Mushafanah, Qoriati
Pedagogi Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pedagogi.v11i1.9525

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca siswa. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkonfirmasi peningkatan kemampuan membaca siswa melalui penggunaan media kartu kata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dilakukan dengan empat tahapan yaitu siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.dengan subjek penelitian ini adalah siswa kelas I A dengan sampel yang dipilih secara purposive berdasarkan rendahnya kemampuan membaca siswa. Topik penelitiannya adalah kemampuan membaca siswa dengan menggunakan media kartu kata. Teknik pengumpulan data pada penelitian yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian terdiri dari ujian lisan, lembar checklist, dan lembar observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kartu kata secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa Kelas I A SDN Gayamsari 02 Semarang. Angka ketuntasan siswa meningkat dari 46% pada siklus I menjadi 89% pada siklus II. Peningkatan persentase yang signifikan dari Siklus I ke Siklus II menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media kartu kata dapat secara efektif meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I A SDN Gayamsari 02 Semarang.Kata kunci: kemampuan; membaca; kartu kata
INTERNALISASI NILAI KARAKTER MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DI SEKOLAH DASAR Suratman, Suratman; Muttaqin, Muhammad Fauzan; Fitriyani, Feny Nida
Pedagogi Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pedagogi.v11i1.9526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan internalisasi nilai karakter pada kegiatan pembelajaran ekstrakurikuler Pramuka di sekolah. Metode dalam penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif untuk mengidentifikasi peran kegiatan Pramuka sebagai instrumen pembentukan karakter di SDN Pekuncen 02. Pengumpulan data melalui data primer diperoleh melalui serangkaian teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh melalui analisis dokumen seperti profil sekolah, visi, dan misi sekolah, program-program pramuka gugus depan. Keabsahan data diverifikasi melalui triangulasi sumber dan metode untuk memastikan keandalan dan kevalidan hasil penelitian, kemudian dianalisis secara teliti melalui proses pengumpulan data, reduksi, display data dan verifikasi untuk di simpulkan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa melalui kegiatan ekstrakurikuler kepramukaaan siswa dibentuk untuk memiliki karakter yang mencakup nilai-nilai karakter seperti kerjasama, kerja keras, kemandirian, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama. Pembelajaran ekstrakurikuler pramuka di sekolah menggunakan banyak metode pembelajaran yang menggabungkan antara belajar dan bermain sehingga kegiatan Pramuka menjadi lebih menyenangkan dan menarik bagi siswa sehingga internalisasi karakter pada kegiatan pramuka menjadi lebih efektif dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: internalisasi; nilai karakter; ekstrakurikuler pramuka.
SUPERVISI AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MEYUSUN MODUL AJAR Wijayama, Bayu
Pedagogi Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pedagogi.v11i1.9532

Abstract

Para guru masih menghadapi berbagai tantangan dalam melaksanakan tugasnya. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, akses yang terbatas terhadap pelatihan dan pengembangan, serta perubahan paradigma dalam metode pembelajaran. Penelitian dengan judul “Supervisi Akademik Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Menyusun Modul Ajar” ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah melalui supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun modul ajar, kemudian untuk menganalisis bagaimana langkah-langkah supervisi akademik agar dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun modul ajar. Supervisi akademik yang dibahas dalam penelitian ini ialah serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan pendidik pada pengelolaan proses belajar mengajar demi terwujudnya pendidikan yang berhasil dimana ilmu dapat disampaikan dengan baik. Modul ajar dikembangkan dengan berpedoman pada capaian pembelajaran yang mana targetnya adalah Profil Pelajar Pancasila . Modul ajar ini dapat berupa metode, sarana, media, pedoman, ataupun petunjuk  yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat memaksimalkan pembelajaran. Modul ajar ini merupakan implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran yang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang dilakukan di SDN Pesantren Kota Semarang. Penelitian tindakan adalah intervensi praktis di dunia nyata yang bertujuan memperbaiki situasi praktis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif di mana peneliti bertindak sebagai perencana, pelaksana, pengumpul, penganalisis data, serta pelapor hasil penelitian. Dalam studi ini, supervisi klinis dilaksanakan melalui empat langkah: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Supervisi akademik ini dapat meningkatkan kemampuan pendidik dalam menyusun modul pembelajaran yang terdiri dari berbagai alat atau sarana media, metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang dengan menarik dan sistematis.Kata kunci:  Kompetensi Guru; Modul Ajar; Supervisi Akademik
PROFIL PELAKSANAAN ASESMEN DIAGNOSTIK PADA PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SD GUGUS IV TEMBUKU Setiawati, Ni Wayan Indah; Numertayasa, I Wayan; Astuti, Ni Putu Eni
Pedagogi Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pedagogi.v11i1.9548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan asesmen diagnostik dalam pembelajaran berdiferensiasi di SD Gugus IV Tembuku. Kurikulum Merdeka, yang menekankan pada kebebasan belajar dan penyesuaian dengan kebutuhan individu siswa, telah diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang praktik asesmen diagnostik oleh guru-guru kelas IV di tujuh sekolah dasar dalam gugus tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan variasi dalam pelaksanaan asesmen diagnostik, dari tes tertulis hingga wawancara langsung, dengan sebagian besar guru melaksanakan asesmen non-kognitif. Kendala yang dihadapi mencakup keterbatasan sumber daya, dan kurangnya pemahaman tentang metode asesmen yang tepat. Agar Sekolah Dasar di Gugus IV Tembuku dapat melakukan evaluasi diagnostik, manajemen waktu sangatlah penting. Guru harus membuat rencana yang cermat, termasuk menetapkan tujuan materi dan mengembangkan jadwal penilaian yang terorganisir. Disarankan agar pelatihan dan dukungan lebih lanjut diberikan kepada guru untuk meningkatkan efektivitas asesmen diagnostik, serta penelitian lanjutan dilakukan untuk mengeksplorasi aspek lain dari pembelajaran berdiferensiasi.Kata kunci:  pembelajaran berdiferensiasi; asesmen diagnostik; sekolah dasar