cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
ISSN : 24604917     EISSN : 24605794     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal EDUKASI (Media Kajian Bimbingan Konseling) is a peer-reviewed open-access scholarly journal managed and published by Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. The journal publishes various researches and literary reviews in the field of Education science and Educational Counceling providing reviewed scholarly articles that suggest new concepts and best practices for teachers, lecturers, researchers, and education counceling practitioners in various places. This journal was established and initiated by a group of experts in Education Science and Education Counceling in Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. This journal is published biannually in January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
PELAKSANAAN BIMBINGAN KARIR UNTUK MENINGKATKAN MINAT MELANJUTKAN STUDI SISWA SMA NEGERI 1 MURATARA Defriansyah, Dedi; Hartini, Hartini; Rizal, Syamsul
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v9i2.20503

Abstract

Abstract: Low career maturity among students has become a critical issue in the realm of education, indicating students' lack of confidence in their career choices and their ability to plan a suitable future. This research aims to evaluate the implementation of career guidance programs at State High School 1 Muratara, specifically focusing on efforts to enhance students' interest in studies through group counseling sessions. A qualitative approach was employed in this study, involving interviews, observations, and document analysis as data collection methods. To ensure data validity, a triangulation of sources technique was utilized, involving interviews with the Guidance Counselor, students, and subject teachers prior to the provision of career information services. The research findings revealed that initially, 4 participants exhibited low levels of career maturity, but after receiving career information services, the number of participants reaching a better level of career maturity increased to 7. This research confirms that the implementation of career guidance through career information services at the school has significantly positively impacted the improvement of students' study interests. Key success factors in this program included strong support from guidance and counseling teachers, effective collaboration with relevant parties, and the optimization of available resources. However, a challenge identified was the lack of motivation among participants to engage in career information services. This research contributes significantly to deepening the understanding of career guidance practices in the school environment, emphasizing the importance of enhancing students' study interests as a key factor in developing their potential and making appropriate career choices. The research findings were generated through qualitative data analysis using a Theme Grouping approach, focusing on evaluating the implementation of the career guidance program through career information services at State High School 1 Muratara.Keywords: Career; Guidance; Boosting Interest; Student.Abstrak: Kematangan karir siswa yang rendah telah menjadi isu kritis dalam ranah pendidikan, mengindikasikan ketidakyakinan siswa terhadap pilihan karir mereka dan kemampuan mereka untuk merencanakan masa depan yang sesuai. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program bimbingan karir di SMA Negeri 1 Muratara dengan fokus khusus pada upaya meningkatkan minat studi siswa melalui sesi bimbingan kelompok. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang mencakup wawancara, observasi, dan analisis dokumen sebagai metode pengumpulan data. Untuk memastikan keabsahan data, teknik triangulasi sumber digunakan, dengan melibatkan wawancara dengan Guru BK, siswa, dan guru mata pelajaran sebelum pemberian layanan informasi karir. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sebanyak 4 peserta didik awalnya menunjukkan tingkat kematangan karir yang rendah, namun setelah menerima layanan informasi karir, jumlah peserta didik yang mencapai tingkat kematangan karir yang lebih baik meningkat menjadi 7 peserta didik. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pelaksanaan bimbingan karir melalui layanan informasi karir di sekolah telah memberikan dampak positif yang signifikan pada peningkatan minat studi siswa. Faktor-faktor kunci dalam kesuksesan program ini meliputi dukungan yang kuat dari guru bimbingan dan konseling, kerjasama yang efektif dengan pihak-pihak terkait, serta optimalisasi sumber daya yang tersedia. Namun, kendala yang muncul adalah kurangnya motivasi peserta didik dalam mengikuti layanan informasi karir. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperdalam pemahaman tentang praktik bimbingan karir di lingkungan sekolah dan menekankan pentingnya peningkatan minat studi siswa sebagai faktor kunci dalam pengembangan potensi mereka dan pemilihan karir yang tepat. Hasil penelitian ini dihasilkan melalui analisis data kualitatif dengan pendekatan Pengelompokan Tema dan berfokus pada evaluasi pelaksanaan program bimbingan karir dengan layanan informasi karir di SMA Negeri 1 Muratara.Kata Kunci: A. Bimbingan; Karir; Meningkatkan Minat; Siswa.
ANALISIS PEMAHAMAN GURU BIMBINGAN KONSELING TERHADAP GENDER DALAM LAYANAN KONSELING BERBASIS SYARIAT ISLAM Anwar, Faisal; Julia, Putry; Ifanna, Ifanna
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v9i2.20656

Abstract

Abstract: In the province of Aceh, gender equality is still not fully understood by the community, and many face limitations in comprehending the concept. In the implementation of counseling in schools where Islamic law must be adhered to, alongside the demand for guidance and counseling teachers to understand gender equality, it becomes a challenge for them, especially in higher-level schools.The purpose of this research is to gain a deep understanding of how guidance and counseling teachers perceive and face challenges related to gender when providing counseling services under Islamic Sharia Law (Qanun). Additionally, it seeks to uncover the efforts made by these teachers to enhance their own understanding and that of their students regarding gender. This study employed a qualitative descriptive research design with a sample size of four individuals from four different schools, selected purposively through interview techniques. The research findings indicate that guidance and counseling teachers' understanding of gender in school counseling services is influenced by Qanun Islamic Law. There is a variety of perspectives regarding gender differences in Islam, the roles of gender in society, and conservative views on leadership. However, within the school context, gender equality in leadership and students' rights are upheld. In counseling practice, teachers share similar concepts, emphasizing the importance of location and ethical considerations when dealing with adult male students. Challenges include discomfort in addressing the needs of adult male students that require physical contact while adhering to the Islamic prohibition of being alone with unrelated individuals (khalwat). These challenges can be overcome with time. Notably, Qanun Sharia Law does not impose specific limitations on gender in the context of children. Guidance and counseling teachers provide children with the space to resolve their own issues, in accordance with counseling principles in Islam. To improve their understanding of gender based on Qanun Sharia Law, guidance and counseling teachers seek additional information and references that are relevant to the Islamic legal framework.Keywords: Gender; Guidance and Counseling; Qanun Islamic Law.Abstrak: Di Provinsi Aceh, kesetaraan gender masih belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat, dan banyak yang menghadapi keterbatasan dalam memahami konsep tersebut. Dalam penerapan konseling di sekolah dimana syariat Islam harus dijalankan disamping guru BK dituntut untuk memahami kesetaraan gender menjadi tantangan sendiri bagi mereka khususnya di sekolah tingkat atas. tujuan penlitian ini adalah untuk mencari tau secara mendalam seperti apa pemahaman dan kendala para guru bimbingan dan konseling terhadap gender dalam memeri layanan konseling dibawah qanun syariat Islam. Disamping itu juga untuk mencari tau apa saja usaha yang dilakukan oleh para guru bimbingan dan konseling untuk meningkatakan pemahaman mereka dan para siswa mengenai gender. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jumlah partisipan sebanyak 4 orang dari 4 sekolah yang berbeda yang diambil secara purposive sampling, data yang dikumpulkan menggunakan teknik wawancara secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman guru Bimbingan dan Konseling tentang gender dalam layanan konseling sekolah berdasarkan Qanun Syariat Islam. Terdapat variasi pemahaman mengenai perbedaan gender dalam Islam, peran gender dalam masyarakat, dan pandangan konservatif tentang pemimpinan. Namun, di sekolah, kesetaraan gender dalam kepemimpinan dan hak-hak siswa dijunjung. Dalam praktik konseling, guru memiliki konsep serupa, memperhatikan lokasi dan etika saat berhadapan dengan siswa laki-laki dewasa. Kendala-kendala termasuk ketidaknyamanan dalam menangani siswa laki-laki dewasa yan memerlukan sentuhan fisik, namun harus mematuhi larangan berkhalwat dalam Islam. Kendala ini dapat diatasi seiring berjalannya waktu. Qanun Syariat Islam tidak memiliki batasan khusus mengenai gender anak-anak, dengan guru memberi anak-anak ruang untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri, sesuai prinsip konseling dalam Islam. Untuk meningkatkan pemahaman tentang gender berdasarkan Qanun Syariat Islam, guru Bimbingan dan Konseling mencari informasi tambahan dan referensi sesuai konteks syariat Islam.  Kata Kunci: Gender; Bimbingan dan Konseling; Qanun Syariat Islam
PERAN PENGAJIAN RUTIN MINGGUAN DAN MANFAATNYA DALAM PEMAHAMAN KEAGAMAAN BAGI MASYARAKAT Yusuf, M.; Mufakhir, A.; Rezian, Muhammad Jihan
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v9i2.20891

Abstract

Abstract: Recitation is a form of activity that can be understood as a process of transferring knowledge in the religious field, whether in the fields of aqidah, fiqh, monotheism and so on. Therefore, considering that religious understanding is very important for humans in life, it is hoped that regular recitations will be able to provide benefits about Islamic teachings for the people who follow them. This research was conducted to find out how the recitation process is carried out, as well as the benefits of the recitation for religious understanding for the congregation. The method used in this research is a qualitative method, the research location is West Aceh Regency and Aceh Besar Regency and the research subjects are recitation congregations. From the results of the research, it was found that the process of carrying out the recitation once a week with the implementation time being 14.00-16.00 WIB or after the duhur prayer until the Asr prayer, the place of implementation in the recitation hall and village meunasah, the material discussed is closely related to Islamic teachings. The benefit felt by the congregation is the increase in knowledge about Islamic teachings from previously not knowing to knowing and understanding Islamic teachings, especially those closely related to worship activities. Another benefit of this recitation is that there is communication and social interaction between the recitation congregation.Keywords: Recitation; Islamic Studies; Islamic Teachings.Abstrak: Pengajian merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dapat dipahami sebagai suatu proses pentransferan ilmu dalam bidang keagamaan baik itu di bidang aqidah, fiqh, tauhid dan lain sebagainya. Oleh karena itu, mengingat pemahaman kegaaman sangat penting bagi manusia dalam kehidupan maka sehurusnya dengan adanya pengajian rutin yang dilakukan diharapkan mampu untuk memberikan manfaat tentang ajaran Islam bagi masyarakat yang mengikutinya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proseses pengajian itu dilaksanakan, serta manfaat dari pada pengajian tersebut terhadap pemahaman keagamaan bagi jama’ahnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, lokasi penelitian di Kabupaten Aceh Barat  dan Kabupaten Aceh Besar dan yang menjadi subjek penelitian adalah jamaah pengajian. Dari hasil penelitian temukan bahwa proses pelaksanaan pengajian sekali dalam seminggu dengan waktu pelaksanaan pukul 14.00-16.00 WIB atau setelah shalat duhur samapai dengan shalat ashar, tempat pelaksanaanya di balai pengajian dan meunasah gampong, materi yang di bahas berkaitan erat dengan ajaran Islam. Manfaat yang dirasakan oleh para jamaahnya adalah bertambahnya ilmu pengetahuan tentang ajaran Islam dari yang sebelumnya tidak mengatahui menjadi mengetahui dan mengerti tentang ajaran Islam terutama yang berkaitan erat dengan kegiatan ibadah, manfaat yang lain dengan adanya pengajian ini adalah terjadi komunikasi dan interaksi sosial antar jamaah pengajian.Kata Kunci: Pengajian; Pengajian Islam; Ajaran Islam.
ANALISIS FAKTOR SOSIAL PENYEBAB REMAJA MENGKONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL DI DESA BANJAR AGUNG LAMPUNG TIMUR Ariyani, Nanda Febri; Purwasih, Atik; Lisdiana, Anita
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v10i2.21061

Abstract

Abstract: Teenagers are the forerunners to receive the relay for continued leadership in this country. Of course, morals and intelligence in living life need to be a concern for every element of society, especially for teaching staff. One of the behaviors that interferes with the development of teenagers today is consuming alcohol. This behavior also occurred in Banjar Agung village, Central Lampung. To find a solution to deal with this behavior, research is needed to find out the factors that cause teenagers to use alcohol.The purpose of this study was to determine the factors that cause teenagers to use alcohol in Banjar Agung Village and to determine the impact of alcohol use by teenagers in Banjar Agung Village. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection methods used are interviews, observation and documentation. The data sources used are primary data sources, namely alcohol users, users' parents and the community. The secondary data sources are from books and official journals. The technique of guaranteeing the validity of the data in this used is source triangulation and technical triangulation. The data analysis technique used is, namely data collection, data reduction, data presentation and verification or concluding data. Based on the results of research that has been done, it is found that the factors that cause teenagers to use alcohol in Banjar Agung Village are due to individual factors including curiosity and relieving stress and depression due to the problems they face. Then there are factors from family, environmental factors, especially the surrounding environment and peers, religious factors and the availability of cheap and easy alcoholic liquor in the surrounding environment. So it is necessary to collaborate with various parties to deal with this problem, such as the family environment, community environment, religious leaders and also the local government.Abstrak: Remaja merupakan cikal bakal penerima estafet kelanjutan kepemimpinan di negri ini. Tentu akhlak dan kecerdasannya dalam menjalani kehidupan perlu menjadi perhatian bagi setiap elemen masyarakat, terutama bagi tenaga pendidik. Salah satu perilaku yang mengganggu perkembangan remaja saat ini yaitu mengkonsumsi minuman beralkohol. Perilaku ini juga terjadi di desa Banjar Agung, Lampung Timur. Untuk mendapatkan solusi dalam menangani perilaku ini, perlu adanya penelitian untuk mengetahui factor penyebab remaja menggunakan minuman beralkohol. Oleh karenanya tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis factor sosial penyebab kalangan remaja menggunakan minuman beralkohol di Desa Banjar Agung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yaitu pengguna minuman beralkohol, orang tua pengguna dan tokoh masyarakat. Adapun sumber data sekunder dari buku dan jurnal resmi. Teknik penjamin keabsahan data dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Untuk teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau menyimpulkan data. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di dapatkan bahwa factor sosial penyebab kalangan remaja menggunakan minuman beralkohol di Desa Banjar Agung yaitu karena adanya faktor individu meliputi rasa ingin tahu serta menghilangkan stres dan depresi akibat masalah yang dihadapi. Kemudian adanya faktor dari keluarga, faktor lingkungan terutama lingkungan sekitar dan teman sebaya, faktor agama dan tersedianya minuman beralkohol beralkohol yang murah dan mudah di dapat dilingkungan sekitar. Sehingga perlu kerjasama berbagai pihak untuk menangani permasalahan ini, seperti lingkungan keluarga, lingkungan Masyarakat, tokoh agama dan juga pemerintah setempat.
INSTRUMEN DAN MEDIA DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI MADRASAH Aprilia, Lisnawati; Hartini, Hartini; Rizal, Syamsul
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v9i2.21374

Abstract

Abstract: Instrument and media in guidance and counseling services aretools used in helping a counselor or psychiatrist in resolving the problems faced by the students or individuals, until the students’ problem or individuals can be resolved soon. Nowadays, the implementation of guidance and counseling servicescan be said that it has run in various level of education, such as: kindergarten, elementary school, junior high school, and senior high school. Although we can say that it has run, however the implementation has not been maximal yet. Because the implementation of guidance and counseling serviceshave not been maximal yet, the researcher was interested in discussing about the use of instrument and media in guidance and counseling services, including the instruments used are based on analysis of data and the needs of the students.Keywords: Instrumentand media, Guidance and Counseling Service.Abstrak: Instrumen dan media dalam layanan bimbingan dan konseling adalah alat yang digunakan dalam membantu seorang konselor atau psikiater dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh siswa atau individu, sehingga permasalahan siswa atau individu tersebut dapat segera terselesaikan. Saat ini penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling dapat dikatakan sudah berjalan di berbagai jenjang pendidikan, seperti: Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas. Meski bisa dikatakan sudah berjalan, namun implementasinya masih belum maksimal. Karena pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling belum maksimal, maka peneliti tertarik untuk membahas tentang penggunaan instrumen dan media dalam layanan bimbingan dan konseling, termasuk instrumen yang digunakan berdasarkan analisis data dan kebutuhan siswa.Kata Kunci: Instrumen dan Media, Layanan Bimbingan dan Konseling.
NILAI MANFAAT BIMBINGAN DAN KONSELING BELAJAR TERHADAP SISWA: STUDI KEPUSTAKAAN Mulia, Riza
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v10i1.21729

Abstract

Abstract: Generally, students have a negative mindset towards the existence of learning guidance and counseling at school. This research was conducted to examine the usefulness of learning guidance and counseling for students at school. Considering that students are apathetic towards learning guidance and counseling services when they experience problems with learning at school. As a result, the implementation of learning guidance and counseling programs is considered less effective. The research procedure used was qualitative, the researcher chose a literature review approach by searching and reviewing literature in the form of scientific journal articles and books with the same theme. The results of the literature review in this research state the function of learning guidance and counseling, namely overcoming student learning problems, preparing students' futures, and increasing students' personal maturity. It is necessary to disseminate information about the value of the benefits of learning guidance and counseling to students and the entire school.Keywords: benefit, guidance; counseling; student.Abstrak:  Umumnya siswa memiliki maindset negatif terhadap keberadaan bimbingan dan konseling belajar di sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji nilai kebergunaan bimbingan dan konseling belajar untuk siswa di sekolah. Mengingat siswa bersikap apatis terhadap layanan bimbingan dan konseling belajar ketika mengalami masalah dengan pembelajaran di sekolah. Akibatnya, pelaksanaaan program bimbingan dan konseling belajar dianggap kurang efektif. Prosedur penelitian yang digunakan adalah kualitatif, peneliti memilih pendekatan kajian kepustakaan dengan menelusuri dan mengkaji literatur berupa artikel jurnal ilmiah maupun buku yang setema. Hasil kajian pustaka dalam penelitin ini menyatakan fungsi bimbingan dan konseling belajar, yaitu mengatasai problem belajar siswa, menyiapkan masa depan siswa, serta meningkatkan kematangan diri siswa. Perlu dilakukan sosialisasi tentang nilai manfaat bimbingan dan konseling belajar kepada siswa, dan seluruh pihak sekolah. Kata Kunci: manfaat; bimbingan; konseling; siswa.
CULTURAL AWARENESS: MEMAHAMI SENSITIVITAS MULTIKULTURAL DALAM PRAKTIK KONSELING DI SEKOLAH Putri, Marsha Hariani; Nadhirah, Nadia Aulia; Budiman, Nandang
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v10i1.21882

Abstract

Abstract: The counseling process in school environments is vulnerable to cultural bias challenges that can impede its effectiveness. A multicultural or cross-cultural counseling approach is crucial for understanding counselees from diverse backgrounds. This study aims to explore the level of cultural understanding and awareness among Guidance and Counseling Teachers towards multicultural counseling in schools, as well as their ability to form effective relationships with students from various cultural backgrounds. Utilizing the Systematic Literature Review (SLR) method, this research examines 47 relevant journal articles from Google Scholar published within the last 5 to 10 years, yielding five key articles that underscore the importance of cultural awareness and competence development to enhance counseling effectiveness. The findings reveal significant variations in cultural awareness among guidance counselors, identifying an urgent need for skill development and intervention strategies to address challenges such as counselor encapsulation and cross-cultural communication barriers. Initiatives such as the development of service models, training modules, and competence enhancement programs have proven effective in strengthening cultural awareness and counseling capabilities. In conclusion, a deep understanding of cultural awareness and multicultural competencies is not only essential for effective interaction between counselors and students but also crucial in advancing inclusive education that embraces cultural diversity. Abstrak: Proses konseling di lingkungan sekolah rentan terhadap tantangan bias budaya yang dapat menghambat efektivitasnya. Pendekatan konseling multikultural atau lintas budaya penting untuk memahami konseli dari berbagai latar belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat pemahaman dan kesadaran budaya Guru Bimbingan dan Konseling terhadap konseling multikultural di sekolah, serta kemampuan mereka membentuk hubungan efektif dengan siswa dari latar belakang budaya yang beragam. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menelaah 47 artikel jurnal relevan dari Google Scholar yang diterbitkan dalam rentang waktu 5 sampai 10 tahun terakhir, menghasilkan lima artikel kunci yang menegaskan pentingnya kesadaran budaya dan pengembangan kompetensi untuk meningkatkan efektivitas konseling. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi signifikan dalam tingkat kesadaran budaya di antara guru BK, mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk pengembangan keterampilan dan strategi intervensi yang dapat mengatasi tantangan seperti enkapsulasi konselor dan hambatan komunikasi lintas budaya. Inisiatif seperti pengembangan model layanan, modul pelatihan, dan program peningkatan kompetensi terbukti efektif dalam memperkuat kesadaran budaya dan kemampuan konseling. Kesimpulannya, pemahaman mendalam tentang kesadaran budaya dan kompetensi multikultural tidak hanya esensial untuk interaksi efektif antara konselor dan siswa tetapi juga krusial dalam memajukan pendidikan inklusif yang merangkul keragaman budaya.
ANALISIS PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP KONSEP KESIAPAN PERNIKAHAN Nahda, Hanan; Stevani, Hayu; Suwarnoputri, Adjeng Rizka; Putriviandi, Naila Najah; Nurjihan, Nasywa; Setiawan, Amanda; Kautsar, Syifa
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v10i1.22189

Abstract

Abstract: Marriage readiness is a crucial aspect in shaping the foundation of marital life. This research aims to analyze students' understanding of the concept of marriage readiness, taking into consideration the background issues involving changes in social values, academic pressure, influence of social environment, and the impact of mass media. The research is conducted qualitatively using in-depth interviews and content analysis of students' responses regarding marriage readiness. Samples are purposively selected, involving students from various backgrounds and experiences. The study aims to comprehend the factors influencing students' understanding of marriage readiness and explore their perspectives on values, academic pressure, social environment, and mass media in the context of marriage. The findings indicate that changes in social values, academic pressure, influence of social environment, and mass media significantly affect students' understanding of marriage readiness. The implications of these findings can be utilized as a basis for designing relevant educational programs and psychosocial support for students, enabling them to understand and face marriage with mature preparation. This research contributes to a profound understanding of the factors influencing students' views on marriage in the contemporary era.Abstrak: Kesiapan pernikahan menjadi aspek krusial dalam membentuk fondasi kehidupan berumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman mahasiswa terhadap konsep kesiapan pernikahan, dengan memperhatikan latar belakang masalah yang melibatkan perubahan nilai sosial, tekanan akademis, pengaruh lingkungan sosial, dan dampak media massa. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam dan analisis konten terhadap tanggapan mahasiswa terkait kesiapan pernikahan. Sampel dipilih secara purposive, melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang dan pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman mahasiswa terhadap kesiapan pernikahan dan mengeksplorasi perspektif mereka terkait nilai-nilai, tekanan akademis, lingkungan sosial, dan media massa dalam konteks pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan nilai sosial, akademis, pengaruh lingkungan sosial, dan media massa secara signifikan memengaruhi pemahaman mahasiswa terhadap kesiapan pernikahan. Implikasi dari temuan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang program pendidikan yang relevan dan dukungan psikososial bagi mahasiswa, sehingga mereka dapat memahami dan menghadapi pernikahan dengan persiapan yang matang. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi pandangan mahasiswa terhadap pernikahan di era kontemporer.
ANALISIS BUKU “WHAT’S SO WRONG ABOUT YOUR SELF HEALING” DALAM PENERAPAN NILAI-NILAI SELF ACCEPTANCE Rianty, Refina Okta; Yulia, Cici; Rahmah, Alyana Maulia; Rahmadina, Oktavia; Fajria, Fajria; Rahman, Alya Nur; Kirani, Putri Balqis
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v10i1.22290

Abstract

Abstract: This research aims to provide information about the values of Self Acceptend contained in the book entitled "What's So Wrong Abour Your Self Healing" by Ardhi Mohammad. Self Acceptend or self-acceptance is an attitude where individuals are able to accept and know all their shortcomings and strengths and not demean themselves. The method used in this research is qualitative with the type of literature study research. In this book there are components in self-acceptance that are associated with the theory of Bastaman. The result of this research is that in this book there is a value that determines that a person can accept himself and can be applied in an individual's life, the aspects are Self Insight, Changing Attitude, Self Commitment, Directed Activities, Social Support.Keywords: Self Acceptend; Self-Potential; Self-Undersrtanding; Book Analysis.Abstrak: Penetitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai nilai-nilai Self Acceptend yang terkandung dalam buku berjudul “What’s So Wrong Abour Your Self Healing” karya Ardhi Mohammad. Self Acceptend atau penerimaan diri merupakan sikap dimana individu mampu menerima dan mengetahui segala kekurangan dan kelebihan diri dan tidak merendahkan dirinya sendiri. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur. Dalam buku ini terdapat komponen-komponen dalam penerimaan diri yang dikaitkan dengan teori dari Bastaman. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dalam buku ini terdapat nilai yang menjadi penentu bahwa seorang sudah dapat menerima dirinya dan bisa diterapkan dalam hidup seorang individu, aspeknya adalah Pemahaman Diri (Self Insight), Pengubahan Sikap (Changing Attitude), Keikatan Diri (Self Commitment), Kegiatan Terarah (Directed Activities), dukungan Sosial (Social Support).
TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI YAYASAN PERMATA ACEH MULIA (YPAM) Nufusi, Hayyatun; Nurbaity, Nurbaity; Rosita, Dara
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v10i1.22985

Abstract

Abstract: This Study aims to describe therapy efforts at the Permata Aceh Mulia Foundation (YPAM) in guiding Special Needs Children. This study is a qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques include in-depth interviews, observations, and documentation. The research subjects are a school principal, two teachers/therapists, and two parents/guardians. The results of the research focus on five main indicators: initial observation, individual learning/handling planning, implementation of individual learning/handling plans, activity implementation monitoring, and final evaluation. Based on the research results, initial observations involving parents and teachers help plan interventions. Teachers develop individual learning plans, involving parents, and implement holistic strategies. The implementation of plans focuses on preparation, training, and ongoing evaluation, with teachers/therapists utilizing technology. Monitoring involves teacher-parent cooperation, logbooks, principal observations, and therapy videos. Final evaluation involves aspects of child development, teacher performance, and parental participation, reflecting positively on the school's reputation. These findings depict a comprehensive approach to supporting SNC in YPAM Early Childhood Education. This research has practical implications in the development of inclusive strategies for special needs children. Conceptually, these findings reinforce the importance of initial observation, individual learning planning, and continuous monitoring.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan upaya terapi di Yayasan Permata Aceh Mulia (YPAM) dalam membimbing Anak Berkebutuhan Khusus. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah seorang kepala sekolah, dua orang guru/terapis dan dua orang wali murid. Hasil penelitian fokus pada lima indikator utama: observasi awal, perencanaan pembelajaran/penanganan individu, pelaksanaan rencana pembelajaran/penanganan individu, monitoring pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi akhir berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Observasi awal melibatkan orangtua dan guru, membantu merencanakan intervensi. Guru menyusun rencana pembelajaran individu, melibatkan orang tua, dan menerapkan strategi holistik. Pelaksanaan rencana terfokus pada persiapan, pelatihan, dan evaluasi berkelanjutan, dengan guru/terapis melibatkan teknologi. Monitoring melibatkan kerjasama guru-orang tua, buku laporan, observasi kepala sekolah, dan video terapi. Evaluasi akhir melibatkan aspek perkembangan anak, kinerja guru, dan partisipasi orang tua, mencerminkan dampak positif pada reputasi sekolah. Temuan ini menggambarkan pendekatan komprehensif untuk mendukung ABK di PAUD YPAM. Penelitian ini memiliki implikasi praktis dalam pengembangan strategi inklusif untuk anak berkebutuhan khusus. Secara konseptual, temuan ini memperkuat pentingnya observasi awal, perencanaan pembelajaran individual, dan monitoring terus-menerus.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling More Issue