cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
ISSN : 24604917     EISSN : 24605794     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal EDUKASI (Media Kajian Bimbingan Konseling) is a peer-reviewed open-access scholarly journal managed and published by Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. The journal publishes various researches and literary reviews in the field of Education science and Educational Counceling providing reviewed scholarly articles that suggest new concepts and best practices for teachers, lecturers, researchers, and education counceling practitioners in various places. This journal was established and initiated by a group of experts in Education Science and Education Counceling in Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. This journal is published biannually in January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
SOLUTION FOCUSED BRIEF THERAPY (SFBT) UNTUK MEMBANGUN RESILIENSI SANTRI KORBAN BULLYING DI PESANTREN AS-SYAFI’IYAH SURABAYA Anshori, Akhmad Jauharul
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v10i2.27037

Abstract

Abstract: Bullying in educational settings, including pesantren, is a serious problem that can negatively affect the mental health and emotional well-being of santri. This study aims to explore the implementation of Solution Focused Brief Therapy (SFBT) as a counseling approach to build resilience of santri victims of verbal bullying at PP Salafiyah As-Syafi'iyah Surabaya. This research uses a qualitative approach with a case study design. The main subject was a student with the initials AS who experienced verbal bullying, such as taunts, insults, and demeaning comments. Data were collected through direct observation and in-depth interviews with the subject. Data analysis was conducted using thematic analysis method, to identify patterns and themes relevant to the implementation of therapy. The results showed that the implementation of SFBT through four counseling sessions that included problem identification, goal setting, action planning, and evaluation was effective in increasing students' self-confidence, social skills, and psychological resilience. The students showed significant improvements in dealing with social pressure, the courage to return to participating in pesantren activities, and the ability to manage negative emotions arising from bullying. The conclusion of this study is that SFBT is a potential and effective counseling approach to address the impact of verbal bullying in the pesantren environment. By utilizing individual strengths and focusing on solutions, this method can help students develop resilience and emotional well-being.Abstrak: Bullying di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren, merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan emosional santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Solution Focused Brief Therapy (SFBT) sebagai pendekatan konseling untuk membangun resiliensi santri korban bullying verbal di PP Salafiyah As-Syafi’iyah Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek utama adalah seorang santri berinisial AS yang mengalami bullying verbal, seperti ejekan, penghinaan, dan komentar merendahkan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan subjek. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis tematik, untuk mengidentifikasi pola dan tema yang relevan dengan implementasi terapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SFBT melalui empat sesi konseling yang mencakup identifikasi masalah, penetapan tujuan, perencanaan tindakan, dan evaluasi efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan sosial, dan ketahanan psikologis santri. Santri menunjukkan peningkatan signifikan dalam menghadapi tekanan sosial, keberanian untuk kembali berpartisipasi dalam kegiatan pesantren, serta kemampuan untuk mengelola emosi negatif yang timbul akibat bullying. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa SFBT merupakan pendekatan konseling yang potensial dan efektif untuk mengatasi dampak bullying verbal di lingkungan pesantren. Dengan memanfaatkan kekuatan individu dan fokus pada solusi, metode ini dapat membantu santri mengembangkan resiliensi dan kesejahteraan emosional.
PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIMBINGAN KARIR: IMPLIKASI TERHADAP KEMATANGAN KARIR SISWA SMA Nasution, Ahmad Zaki Ilman; Daharnis, Daharnis; Ifdil, Ifdil
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v10i2.26838

Abstract

Abstract: This research aims to explore the application of technology in career guidance services and its impact on high school students' career maturity through a literature study. Information was collected from various research databases such as ScienceDirect, PubMed, and Google Scholar using appropriate keywords. Qualitative methods are used, with a focus on collecting descriptive data to understand the individual as a whole. The results show that the application of technology, such as the internet and computer-based systems, has the potential to increase students' career maturity through wider access to career information and a more interactive and flexible guidance approach. Digital platforms also allow students to get more accurate information regarding career choices and developments in the world of work. However, research also identifies challenges such as technology infrastructure gaps in various schools and a lack of digital skills among guidance and counseling teachers and counselors that hinder technology optimization. In conclusion, the application of technology in career guidance can strengthen these services and support increasing student career maturity if accompanied by effective preparation, training and collaboration from various related parties.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  penerapan teknologi informasi dalam layanan bimbingan karir serta dampaknya terhadap kematangan karir siswa SMA melalui studi literatur. Informasi dikumpulkan dari berbagai basis data penelitian seperti ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci yang sesuai. Metode kualitatif digunakan, dengan fokus pada pengumpulan data deskriptif untuk memahami individu secara menyeluruh. Hasil menunjukkan bahwa penerapan teknologi, seperti internet dan sistem berbasis komputer, memiliki potensi untuk meningkatkan kematangan karir siswa melalui akses informasi karir yang lebih luas serta pendekatan bimbingan yang lebih interaktif dan fleksibel. Platform digital juga memungkinkan siswa mendapatkan informasi yang lebih akurat terkait pilihan karir dan perkembangan dunia kerja. Namun, penelitian juga mengidentifikasi tantangan seperti kesenjangan infrastruktur teknologi di berbagai sekolah dan kurangnya keterampilan digital di kalangan guru BK dan konselor yang menghambat optimalisasi teknologi. Kesimpulannya, penerapan teknologi dalam bimbingan karir dapat memperkuat layanan tersebut dan mendukung peningkatan kematangan karir siswa jika disertai persiapan, pelatihan, dan kolaborasi yang efektif dari berbagai pihak terkait.
INTEGRASI SISTEM NILAI BUDAYA DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PESERTA DIDIK Daulay, Maslina; Suhaili, Neviyarni; Firman, Firman
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v11i1.27384

Abstract

Abstract: Indonesia is rich in cultural diversity, making integrating cultural values into guidance and counseling services essential. This study examines the understanding, urgency, and challenges of incorporating cultural value systems into guidance and counseling practices, particularly in educational settings. One of the main challenges is the tension between local traditional values and the growing influence of globalization. This study uses a literature review approach, analyzing various sources such as books, scientific journal articles, and previous research findings relevant to cultural values and counseling. The findings indicate that a counseling approach considering local cultural values can enhance emotional closeness between counselors and students and create more inclusive, contextual, and effective services. The integration of cultural values also contributes to improving students’ emotional and social well-being. This study recommends that counselors and educators develop cultural literacy skills and design counseling service modules responsive to the local context to realize more personalized, relevant, and practical guidance and counseling services for all students. Keywords: Cultural Value Integration, Guidance and Counseling, Cultural Value Systems, Educational Services, Student Development. Abstrak: Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman budaya, sehingga integrasi nilai-nilai budaya dalam layanan bimbingan dan konseling menjadi hal yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengertian, urgensi, serta tantangan integrasi sistem nilai budaya dalam praktik bimbingan dan konseling, khususnya di lingkungan pendidikan. Salah satu tantangan utama adalah ketegangan antara nilai-nilai tradisional lokal dengan pengaruh globalisasi yang terus berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber seperti buku, artikel jurnal ilmiah, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik nilai budaya dan konseling. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan konseling yang mempertimbangkan nilai budaya lokal dapat meningkatkan kedekatan emosional antara konselor dan peserta didik, serta menciptakan layanan yang lebih inklusif, kontekstual, dan berdaya guna. Integrasi nilai budaya juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan emosional dan sosial siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar para konselor dan pendidik mengembangkan keterampilan literasi budaya dan menyusun modul layanan konseling yang responsif terhadap konteks lokal, sebagai upaya mewujudkan layanan bimbingan dan konseling yang lebih personal, relevan, dan berdaya guna bagi seluruh peserta didik. Kata Kunci: Integrasi Nilai Budaya, Bimbingan dan Konseling, Sistem Nilai Budaya, Layanan Pendidikan, Pengembangan Siswa.
STRATEGI PENCEGAHAN BULLYING MELALUI IMPLEMENTASI BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA Putri, Maulida; Hermatasyiah, Nur; Alkafi Billah, Aceng Akhmad Munanzdar
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v11i1.29342

Abstract

Abstract: Bullying is a serious issue in Indonesia’s education sector as it negatively affects victims and the school environment. This study aims to identify bullying prevention strategies through the implementation of group guidance using the sociodrama technique. The research employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation and interviews. The study involved 34 ninth-grade students from MTS Khairul Ummah, selected using the saturation sampling technique. The results indicate that group guidance with the sociodrama technique is effective in increasing students’ awareness of bullying and equipping them with skills to handle bullying situations positively. The findings of this study indicate that group counseling services using the sociodrama technique contribute to strengthening the bullying prevention theory by supporting the group counseling approach as a preventive strategy that can reduce aggressive behavior and promote the development of social solidarity among students Keywords: Bullying, Group Guidance, Sociodrama, Bullying Prevention. Abstrak: Bullying merupakan salah satu permasalahan serius dalam dunia pendidikan di Indonesia karena berdampak negatif terhadap korban dan lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pencegahan bullying melalui implementasi bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Responden penelitian terdiri dari 34 siswa kelas IX MTS Khairul Ummah yang dipilih menggunakan teknik saturation sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai bullying serta membekali mereka dengan keterampilan untuk menghadapi situasi bullying secara positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama memiliki kontribusi terhadap penguatan teori pencegahan bullying, melalui dukungannya terhadap pendekatan bimbingan kelompok sebagai strategi preventif yang mampu menekan perilaku agresif dan mendorong terbentuknya solidaritas sosial di kalangan siswa. Kata Kunci: Bullying, Bimbingan Kelompok, Sosiodrama, Pencegahan Bullying.
ADVERSITY QUETIENT PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DALAM PENYELESAIAN SKRIPSI DI FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA Ni’mah, Ulfatun; Wirtati, Ira
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v11i1.29657

Abstract

Abstract: This study aims to examine the influence of Adversity Quotient (AQ) on the mental resilience of final year students at the Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of North Sumatra (UINSU) in facing the challenges of completing their thesis. Using a descriptive qualitative approach, this study involved three informants who had successfully completed their studies. Data were obtained through in-depth interviews with semi-structured techniques, observation, and documentation conducted directly on informants. The results of the study indicate that high AQ plays an important role in helping students face various difficulties during thesis work, such as academic pressure, time constraints, and technical constraints. Students with high AQ are better able to manage stress, stay motivated, and find solutions to the problems they face. Social support from friends, family, and lecturers also strengthens students' mental resilience. In addition, the ability to manage time and emotions and adopt systematic problem-solving strategies, such as discussing with experienced people or seeking relevant references, are key factors in increasing resilience in facing academic challenges. This study suggests that the development of students' AQ be considered as part of a strategy to improve academic success, especially in completing a thesis. Keywords: Adversity Quotient (AQ), Mental Resilience, Final-Year Students, Academic Stress. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Adversity Quotient (AQ) terhadap ketahanan mental mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dalam menghadapi tantangan penyelesaian skripsi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan tiga informan yang telah berhasil menyelesaikan studi mereka. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan teknik semi struktur, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan langsung terhadap informasn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AQ yang tinggi berperan penting dalam membantu mahasiswa menghadapi berbagai kesulitan selama pengerjaan skripsi, seperti tekanan akademik, keterbatasan waktu, dan kendala teknis. Mahasiswa dengan AQ tinggi lebih mampu mengelola stres, tetap termotivasi, dan mencari solusi atas masalah yang dihadapi. Dukungan sosial dari teman, keluarga, dan dosen juga memperkuat ketahanan mental mahasiswa. Selain itu, kemampuan untuk mengelola waktu dan emosi serta mengadopsi strategi pemecahan masalah yang sistematis, seperti berdiskusi dengan orang berpengalaman atau mencari referensi yang relevan, menjadi faktor kunci dalam meningkatkan ketahanan menghadapi tantangan akademik. Penelitian ini menyarankan agar pengembangan AQ mahasiswa diperhatikan sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan kesuksesan akademik, terutama dalam penyelesaian skripsi. Kata Kunci: Adversity Quotient (AQ), Ketahanan Mental, Mahasiswa Tingkat Akhir, Stres Akademik.
PERANAN PROGRAM BURSA KERJA KHUSUS (BKK)  DALAM  PEMILIHAN KARIR PESERTA DIDIK PADA SEKOLAH KEJURUAN Indika, Chana; Afdal, Afdal; Hariko, Rizki
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/e5sj3372

Abstract

Abstract: Career decision making is a process of choosing between two or more alternative actions that lead to the choice of majors, professions and certain jobs through career direction exploration by understanding, weighing and making judgments about oneself in relation to the world of work. Making the right career decision is one of the conditions for success in the world of work. Research on career decision making has long attracted the attention of many researchers. Therefore, this study aims to determine the role of the special labor exchange (BKK) in the career selection of students. This research uses the Systematic Literature Review (SLR) research type. Systematic Literature Review is a type of research method by identifying, evaluating, and interpreting research results related to research questions, topics, or certain phenomena of concern. The articles analyzed were selected from databases and google scholar between 2020 and 2023 with the search keywords "special work exchange (BKK) and student career selection." The results of this review are expected to help to know the role of special work exchange (BKK) in student career selection. The results of this review are expected to provide appropriate references for further research by identifying research needs in the aspect of career decision making in both students and college students. Keywords: Specialized Labor Exchange (BKK); Career Choice of Students. Abstrak: Pengambilan keputusan karir merupakan suatu proses memilih antara dua atau lebih alternatif tindakan yang mengarah pada pilihan jurusan, profesi dan pekerjaan tertentu melalui eksplorasi arah karir dengan memahami, menimbang dan membuat penilaian tentang diri dalam kaitannya dengan dunia kerja. Pengambilan keputusan karir yang tepat menjadi salah satu syarat untuk sukses di dunia kerja. Penelitian tentang pengambilan keputusan karir telah lama menarik perhatian banyak peneliti. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk mengetahui peranan bursa kerja khusus (BKK) dalam pemilihan karir peserta didik. BKK (Bursa Kerja Khusus) adalah unit pelaksana yang dibentuk di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk memfasilitasi penempatan kerja lulusan. Unit ini berperan sebagai jembatan antara sekolah dengan dunia industri dalam proses penyaluran tenaga kerja.. Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Systematic Literature Review (SLR). Systematic Literature Review adalah jenis metode penelitian dengan melakukan identifikasi, evaluasi, dan menginterpretasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian, topik, atau fenomena tertentu yang menjadi perhatian. Artikel yang dianalisis dipilih dari database dan google scholar antara tahun 2020 hingga 2023 dengan kata kunci pencarian “bursa kerja khusus (BKK) dan pemilihan karir peserta didik”. Hasil tinjauan dari berbagai artikel mengungkapkan beberapa temuan penting tentang peranan BKK dalam membantu pengambilan keputusan karir siswa. Secara konsisten, penelitian menunjukkan bahwa BKK memiliki pengaruh positif terhadap keputusan karir siswa, terutama melalui layanan informasi lowongan kerja dan bimbingan karir yang diberikan. Namun, efektivitas layanan ini bervariasi antar sekolah, dengan faktor penentu utama meliputi kualitas jejaring dengan industri, kompetensi staf pengelola BKK, dan ketersediaan database alumni yang terbarui. Beberapa kendala umum yang teridentifikasi dalam pelaksanaan program BKK mencakup keterbatasan sumber daya manusia terlatih, minimnya pendanaan operasional, dan belum optimalnya sistem pelacakan lulusan. Meski demikian, sekolah-sekolah yang berhasil mengatasi kendala tersebut menunjukkan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dalam membantu siswa menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi mereka. Kata Kunci: Bursa Kerja Khusus (BKK); Pemilihan Karir Peserta Didik.
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SOSIODRAMA TERHADAP SELF ESTEEM SISWA Andriyani, Ana; Mutakin, Fakhruddin; Budiono, Arifin Nur
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v11i1.27140

Abstract

Abstract: To improve self esteem, researchers here chose to use guidance groups. Guidance and group services can be used as one of the services provided to students.  This study aims to examine group guidance services with sociodrama techniques in improving self-esteem of students in class X AKL 2 SMK IBU Pakusari Jember. The type of research used is quantitative research with experimental methods designed using one group pretest-posttest. The samples in this study were students with low self-esteem selected by purposive sampling technique. The data collection method used a questionnaire regarding students' self-esteem. The data analysis technique used is non-parametric statistics with the sign test or Wilcoxon test. Based on the results of the T Test test with the help of SPSS, it is known that the sig value (2-tailed) is 0.054, which means it is smaller than 0.05 based on the existing provisions if the sig value is 0.00 <0.05, it can be concluded that there are differences before and after treatment and there is an effect of providing sociodrama techniques on the self-esteem of students in class X AKL 2 SMK IBU Pakusari Jember in the 2021/2022 academic year. This can be seen from the t count (0.54) < t table (0.05) which means that H0 is rejected and Ha is accepted, it can be concluded that there is a significant difference between the pretest and posttest. Keywords: Self Esteem; Guidance group; Sociodrama. Abstrak: Dalam meningkatkan self esteem peneliti disini memilih menggunakan bimbingan kelompok. Layanan bimbingan dan kelompok dapat digunakan sebagai salah satu pemberian bantuan yang diberikan kepada siswa . ini bertujuan untuk menguji layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dalam meningkatkan harga diri siswa kelas X AKL 2 SMK IBU Pakusari Jember. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen yang didesain dengan menggunakan one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa dengan harga diri rendah yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan angket mengenai harga diri siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik non-parametrik dengan uji tanda atau Wilcoxon test. Berdasarkan hasil uji T Test dengan bantuan SPSS  diketahui nilai sig (2-tailed) sebesar 0,054 yang berarti lebih kecil dari 0,05 bedasarkan ketentuan yang sudah ada jika nilai sig 0,00 < 0,05 maka dapat disimulkan bahwa terdapat  perbedaan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dan ada pengaruh pemberian teknik sosiodrama terhadap self esteem siswa kelas X AKL 2 SMK IBU Pakusari Jember tahun ajaran 2021/2022. Hal tersebut dilihat dari t hitung (0,54) < t tabel (0.05) yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Kata Kunci: Self Esteem; Bimbingan kelompok; Sosiodrama.
PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGEMBANGKAN SELF CONFIDENCE SISWA  DALAM ASPEK BERANI MENGUNGKAPKAN PENDAPAT Hayati, Ria; Herdin, Hernia
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v11i1.28481

Abstract

Abstract: Having self-confidence is an important aspect in everyone's life, especially for students. Individuals who have self-confidence will believe in their own abilities and have more reasonable expectations. On the other hand, people who lack self-confidence tend to have negative views about themselves, doubt their potential, and often close themselves off from their surroundings. The purpose of this study is (1). To find out the planning of Guidance and Counseling services carried out by BK Teachers. (2) To find out the role of BK Teachers in developing students' Self Confidence in the aspect of expressing opinions at MTsn 1 Tidore. The approach used is qualitative-descriptive. The location of this study is at MTsn 1 Tidore. Data sources are BK Teachers, students and the Principal. Data Collection Techniques and Instruments: (1). Interviews, (2). Observations, and (3) Documentation. Data Processing Procedures use the Miles and Huberman theory: Data collection, Data reduction, Data presentation, and Conclusion drawing. The results of the study show that (1). BK Teachers make guidance and counseling service plans, namely Annual and Semester Programs. The BK teacher has planned guidance and counseling services but for its implementation only 77% can be seen from the 59 planned services that were implemented only 16 hours of lessons around 45 services because there were no BK hours in the classroom and students' awareness to carry out counseling activities, (2) Based on the researcher's observations there were 4 roles of BK teachers that were implemented in this study, namely; (a) BK teachers play a role in activities at school even though they have limitations in class hours, (b) BK teachers carry out their duties by creating programs that have been prepared to develop and implement BK services at school, (c) BK teachers in developing student confidence by providing classical services when subject teachers are not in class, providing individual counseling services, training students who are not confident to practice more routinely when there are activities at school such as the August 17 inter-school competition in Tidore, (d) BK teachers also collaborate with subject teachers, homeroom teachers and student affairs to help solve student problems. Keywords: Role of BK Teachers; Self-confidence; Dare to Express Opinions. Abstrak: Memiliki kepercayaan diri menjadi aspek penting dalam kehidupan setiap orang, terutama pada siswa. Individu yang memiliki kepercayaan diri akan meyakini kemampuan dirinya sendiri dan memiliki harapan yang lebih masuk akal. Sebaliknya, orang yang kurang percaya diri cenderung memiliki pandangan negatif tentang diri sendiri, meragukan potensinya, dan seringkali menutup diri dari lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah (1). Untuk mengetahui perencanaan layanan Bimbingan dan Konseling yang dilakukan Guru BK. (2) Untuk mengetahui peran Guru Bimbingan Konseling (BK) dalam mengembangkan Self Confidence siswa dalam aspek mengemukakan pendapat di MTsn 1 Tidore. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif. Lokasi Penelitian ini adalah di MTsn 1 Tidore. Sumber Data yaitu Guru BK, siswa dan Kepala Sekolah. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data: (1). Wawancara, (2). Observasi, dan (3) Dokumentasi. Prosedur Pengolahan Data mengunakan teori Miles and Huberman: Pengumpulan data, Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Guru BK membuat perencanaan layanan bimbingan dan konseling yaitu Program Tahunan dan semesteran. Guru BK sudah melakukan perencanaan layanan bimbingan dan konseling tetapi untuk pelaksanaanya hanya sebanyak 77% terlihat dari 59 layanan yang sudah direncanakan yang terlaksana hanya 16 jam pelajaran sekitar 45 layanan karena tidak adanya jam BK di dalam kelas dan kesadaran siswa untuk melaksanakan kegiatan konseling, (2) Berdasarkan pengamatan peneliti terdapat 4 peran guru BK yang terlaksana pada penelitian ini yaitu; (a) Guru BK berperan dalam kegiatan yang ada disekolah meskipun memiliki keterbatasan dalam jam masuk kelas, (b) Guru BK menjalankan tugasnya dengan membuat program yang telah disusun untuk mengembangkan dan melaksanakan layanan BK di sekolah, (c) Guru BK dalam mengembangkan percaya diri siswa dengan cara memberikan layanan klasikal saat guru pelajaran tidak masuk kelas, memberikan layanan konseling individual, melatih siswa yang tidak percaya diri untuk latihan lebih rutin saat ada kegiatan disekolah seperti lomba 17 agustus antarsekolah di Tidore, (d) Guru BK juga melakukan kerjasama dengan guru mata pelajaran, wali kelas dan kesiswaan untuk membantu penyelesaian masalah siswa. Kata Kunci: Peran Guru BK; Self confidence; Berani Mengemukakan Pendapat.
EFEKTIVITAS TEKNIK MODELLING DALAM BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENGURANGI PERILAKU VERBAL ABUSE PESERTA DIDIK KELAS VIII Isro'i , Nur Latifa; Lathifah, Maghfirotul
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v11i1.29352

Abstract

Abstract: The results of observations conducted by researchers through observations and interviews with BK teachers at UPT SMPN 26 Gresik showed that there were problems with Verbal Abuse behavior among students. One form of Verbal Abuse found was bullying such as tearing bags that did not only happen once, but were repeatedly carried out by peers. This behavior generally occurs because the victim refuses to help with assignments, by being told to buy snacks at the cooperative or canteen. This study aims to determine the effectiveness of the modeling technique in group guidance in reducing Verbal Abuse behavior among students. The research design used was pre-experimental with pre-test and post-test. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 13 students in grade VIII. The data collection method was carried out through a verbal abuse measurement scale developed by the researcher, while the data analysis technique used the Wilcoxon test. Based on the results of this study and previous studies, it is known that the modeling technique in group guidance has proven effective in reducing Verbal Abuse behavior in students in grade VIII. Keywords: Verbal abuse; Modelling Techniques; Group Guidance. Abstrak: Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti melalui observasi dan wawancara dengan guru BK di UPT SMPN 26 Gresik menunjukan adanya permasalahan perilaku Verbal Abuse di kalangan siswa. Salah satu bentuk Verbal Abuse yang ditemukan adalah tindakan perundungan seperti penyobekan tas yang tidak hanya terjadi seklai, tetapi berulang kali dilakukan oleh teman sebaya. Perilaku ini umumnya terjadi karena korban menolak membantu mengerjakan tugas, engan disuruh membelikan jajan di koprasi atau kantin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Teknik modelling dalam bimbingan kelompok gena mengurangi perilaku Verbal Abuse dikalangan peserta didik. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan pre-test dan post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 13 siswa kelas VIII. Metode pengumpulan data dilakukan melalui skala pengukuran verbal abused yang dikembangkan oleh peneliti, sedangkan Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian ini serta penelitian sebelumnya, diketahui bahwa Teknik modelling dalam bimbingan kelompok terbukti efektif dalam mengurangi perilaku Verbal Abuse pada peserta diidk kelas VIII. Kata Kunci: Verbal Abuse, Teknik Modelling, Bimbingan Kelompok.
EFEKTIVITAS LAYANAN TEKNIK ROLE PLAYING UNTUK MEREDUKSI INTENSITAS PENGGUNAAN GAWAI PADA ANAK Farqiyah, Lailatul; Lianawati, Ayong
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v11i1.29505

Abstract

Abstract: Role playing technique is a role or character of a person involved in the situation that can encourage a high level of creativity and skill in group guidance activities. The purpose of this study was to determine the effectiveness of role playing technique group guidance services in reducing the intensity of gadget use in children in Tenaru Village, Driyorejo District. The method used was pre-experimental with one group pretest-posttest design. The sample used was 18 children taken by random sampling from 84 children. Data collected using a questionnaire that had been tested for validity. Data analysis used the Wilcoxon rank test to determine significant differences in the intensity of gadget use in children. Keywords: Role Playing; Group Guidance; Intensity if Gadged. Abstrak: Teknik role playing adalah suatu peran atau karakter orang yang terlibat dalam situasi tersebut dapat mendorong tingkat berfikir dengan kreativitas dan keterampilan yang tinggi dalam kegiatan bimbingan kelompok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui layanan bimbingan kelompok teknik role playing efektif dalam mereduksi intensitas penggunaan gawai pada anak di Desa Tenaru Kecamatan Driyorejo. Metode yang digunakan adalah pra eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Sampel yang digunakan 18 anak yang diambil secara random sampling dari 84 anak. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang telah di uji validitasnya. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon rank test untuk mengetahui perbedaan yang signifikan dalam intensitas penggunaan gawai pada anak. Kata Kunci: Role Playing; Bimbingan Kelompok; Intensitas Penggunaan Gawai.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling More Issue