cover
Contact Name
Sofyan Mahfudy
Contact Email
jurnaltransformasi@uinmataram.ac.id
Phone
+6281329446085
Journal Mail Official
jurnaltransformasi@uinmataram.ac.id
Editorial Address
LPPM, UIN Mataram, Jl. Pendidikan 35 Mataram 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 18583571     EISSN : 25809628     DOI : 10.20414/transformasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 243 Documents
Mobile applications sebagai media penguatan kompetensi guru bahasa Inggris di Desa Lamajang Tri Nur Aini Noviar; Maya Amalia Oesman Palapah; Riza Hernawati; Annisa Rachmani Tyaningsih
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 19 No. 1 (2023): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v19i1.6470

Abstract

[Bahasa]: Rendahnya pemahaman guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tentang kompetensi yang harus dimiliki seorang pengajar bahasa Inggris di Desa Lamajang menyebabkan metode yang diterapkan dalam proses pembelajaran masih seadanya. Faktanya, saat ini perkembangan teknologi informasi terus berkembang sehingga berbagai aplikasi sederhana dapat digunakan sebagai media pendamping pembelajaran. Oleh karenanya, khasanah pengetahuan perlu diperluas agar kreativitas guru dalam menentukan media pendamping pembelajaran semakin terasah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pendampingan dalam penguatan kompetensi para pengajar Bahasa Inggris melalui pelatihan berbasis mobile application. Melalui pengabdian ini guru PAUD dapat membuat media pembelajaran yang inovatif sebagai sarana dukung pengajarannya. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab, praktek dan permainan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru PAUD pada aspek strategi komunikasi serta pemanfaatan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi melalui aplikasi pembelajaraan virtual dalam memperkenalkan kosa kata dan modelling pengucapan. Selain itu, ppeserta memiliki semangat untuk terus mengembangkan metode pengajaran yang efektif kepada anak-anak di Desa Lamajang. Kata Kunci: anak-anak, media digital, strategi komunikasi [English]: The low understanding of Education of Early Childhood (PAUD) teachers about the competencies that an English teacher in Lamajang Village must have resulted in sober learning methods. Currently, the development of information technology continues to grow so that various simple applications can be used as learning media. Therefore, the repertoire of knowledge needs to be expanded so that the teacher's creativity in determining learning companion media is increasingly honed. This community service program aims to strengthen English teachers’ needs through a mobile-based training application. PAUD teachers can create innovative learning media through this program to support their teaching. The methods used were lectures, discussions, questions and answers, practice and games. The results show increased PAUD teachers' understanding of communication strategies and the use of information and communication technology developments through virtual learning applications in introducing vocabulary and modelling pronunciation. In addition, participants were enthusiastic to continue developing effective teaching methods for children in Lamajang Village. Keywords: children, digital media, communication strategy
Penguatan wawasan wasathiyah khatib muda di Wonogiri sebagai respons terhadap kondisi pandemi Covid-19 Fathurrohman Husen; Agus Wahyu Triatmo; Akhmad Anwar Dhani
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 19 No. 1 (2023): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v19i1.6613

Abstract

[Bahasa]: Khatib berperan penting dalam memberikan informasi dan khazanah keislaman kepada jamaah shalat Jumat. Selayaknya, khatib menyampaikan materi khotbah yang selektif, tidak mengandung unsur SARA, radikalisme, dan fundamentalisme. Oleh karena itu diperlukan metode dan pemilihan maddah khotbah yang lugas dan terarah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para khatib muda tentang pentingnya konsep wasathiyah, khususnya dalam merespons pandemi Covid-19. Respons yang terlalu longgar atau terlalu ekstrem terhadap pandemi dapat berakibat kepada ketidaknyamanan masyarakat. Khatib muda menjadi salah satu pihak yang berperan dalam memciptakan kenyamanan di tengah pandemi ini. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research dengan teknik ceramah, diskusi, dan evaluasi. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan para peserta memperoleh manfaat dan wawasan baru dalam hal menyikapi pandemi Covid-19, sehingga memiliki referensi materi khotbah yang washatiyah. Khotib muda menjadi lebih memahami rukun dan syarat dalam berkhotbah sehingga mampu menyikapi pandemi Covid-19 secara proporsional sesuai pemahaman agama yang wasathiyah. Kata Kunci: wasathiyah, khatib, pandemi Covid-19  [English]:  Khatib is significant in providing information and Islamic knowledge to the Friday prayer pilgrims. Appropriately, khatib delivers selective preaching material and does not contain elements of SARA, radicalism, and foundationalism. Therefore, a straightforward and directed method and selection of preaching maddah is needed. This community service activity aims to provide young khatibs with the importance of the concept of wasathiyah, especially in responding to the Covid-19 pandemic. Too lax or extreme a response to the pandemic can result in public discomfort. Young Khatib is one of the parties who play a role in creating comfort in the midst of this pandemic. The method used in this service was Participatory Action Research through lecture, discussion, and evaluation techniques. The results show that the participants felt new benefits and insights in responding to the Covid-19 pandemic, so they had a reference for washatiyah preaching material. As a result, the young Khotib became more understanding of the pillars and conditions of preaching. They could also respond to the Covid-19 pandemic proportionally according to a wasathiyah religious understanding. Keywords: wasathiyah, preacher, Covid-19 pandemic
Pengembangan mobile apps untuk crowdfunding Yayasan Griya Sodaqo Indonesia Hanif Azhar; Faishal Mufied Al-Anshary; Didit Widiatmoko Soewardikoen; Wahdan Arum Inawati; Aminahtul Zahroh; Avison Xaquil Azhar
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 19 No. 1 (2023): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v19i1.6666

Abstract

[Bahasa]: Panti asuhan adalah organisasi nirlaba berbentuk lembaga usaha kesejahteraan sosial khusus anak. Pendirian panti asuhan bertujuan memberikan pelayanan kesejahteraan sosial melalui kegiatan santunan dan pengentasan anak-anak terlantar, memberikan pelayanan pengganti orang tua/wali anak dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental dan sosial. Masyarakat umum dapat secara langsung dapat membantu memenuhi kebutuhan anak yatim kurang mampu sehingga dapat  meningkatkan kesejahteraan anak yatim di panti asuhan. Yayasan Griya Sodaqo Indonesia sudah melaksanakan kegiatan cowdfunding sejak tahun 2020 tetapi pelaksanaan ini hanya dilakukan dalam bentuk konvensional. Oleh karena itu diperlukan platform berupa aplikasi untuk kegiatan crowdfunding. Program pengabdian ini dilakukan dengan metode Focus Group Discussion dan ditindaklanjuti dengan observasi wawancara. Perencanaan Aplikasi fundraising berbasis android memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan dana dari berbagai sumber untuk keperluan yang berbeda-beda. Hasil aplikasi ini dapat meningkatkan opersional kerja yayasan Griya Sodaqo Indonesia dan desain aplikasi ini juga dapat bermanfaat untuk institusi sejenis di Indonesia. Kata Kunci: crowdfunding, griya sodaqo, mobile apps, panti asuhan [English]: Orphanages are non-profit organizations engaged in social welfare for children. The establishment of orphanages aims to provide social welfare services through compensation and alleviation of neglected children, providing replacement services for parents or guardians of children in fulfilling physical, mental, and social needs. The general public can directly help fulfill the needs of underprivileged orphans to improve the welfare of orphans. Griya Sodaqo Indonesia Foundation has been carrying out crowdfunding activities since 2020, but this implementation is only done in conventional ways. Therefore, an application for crowdfunding activities is required. The method used was Focus Group Discussion and followed up with observation and interviews. Planning an Android-based fundraising application allows users to raise funds from various sources. The results of this application can improve the operational work of the Yayasan Griya Sodaqo Indonesia, and this application design can also be helpful for similar institutions in Indonesia. Keywords: crowdfunding, griya sodaqo, mobile apps, orphanage
Pelatihan pembuatan storyboard dan games interaktif untuk guru dan mahasiswa magister pendidikan matematika Nenden Mutiara Sari; Poppy Yaniawati; Eka Firmansyah; Melinda Putri Mubarika; Nurani Assegaff; Nurul Septiyani Ayu Purwanti
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 19 No. 1 (2023): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v19i1.6724

Abstract

[Bahasa]: Kemampuan guru dan mahasiswa magister pendidikan matematika dalam membuat dan memilih media pembelajaran serta mengemas proses pembelajaran berperan sangat penting dalam dalam menentukan keberhasilan dari hasil belajar. Namun, saat ini penggunaan media pembelajaran interaktif masih kurang, karena kurangnya penguasaan teknologi oleh para guru dan mahasiswa magister pendidikan matematika. Untuk mengatasi masalah tersebut, solusi yang diajukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah menyelenggarakan workshop tentang pembuatan storyboard dan games interaktif. Pendekatan PKM yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Participatory Ation Reasearch (PAR). Peserta program pengabdian ini adalah guru dan mahasiswa magister pendidikan matematika. Data evaluasi hasil kegiatan PKM menunjukkan tingkat kepuasan peserta pelatihan pada kategori sangat memuaskan. Berdasarkan hasil tes yang diberikan, pelatihan dan pendampingan pembuatan storyboard dan games interaktif meningkatkan kemampuan guru dan mahasiswa magister pendidikan matematika dalam membuat media pembelajaran. Sebanyak 85% peserta pelatihan berhasil membuat storyboard dan games interaktif. Kata Kunci: games interaktif, media pembelajaran, storyboard [English]: The ability of master students in mathematics education to make learning media, choose learning media, and package the learning process plays a vital role in determining the success of learning outcomes. However, the use of interactive learning media is still lacking due to a lack of mastery of technology by teachers and students of master of mathematics education programs. To overcome this problem, the solution proposed in this PKM activity is to organize a workshop on making storyboards and interactive games. The PKM approach used in this training is Participatory Action Research (PAR). The participants of this program were the teachers and students of the mathematics education master's degree. Evaluation of the data shows that the level of participants was very satisfactory. The results of this program show that the training and assistance in making storyboards and interactive games increase the ability of teachers and students of mathematics education masters to make learning media. As many as 85% of the training participants succeeded in making interactive storyboards and games. Keywords: interactive games, learning media, storyboard
Peningkatan pemahaman pengasuhan digital untuk ibu PKK dalam mengawasi media digital pada anak di Desa Tepus Kulon, Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo Jawa Tengah Siti Anisatun Nafi'ah; Ida Amelia
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 19 No. 1 (2023): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v19i1.6781

Abstract

[Bahasa]: Saat ini perkembangan teknologi dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari menjadi tantangan bagi orang tua tidak terkecuali bagi ibu-ibu anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Di sisi lain ibu-ibu anggota PKK juga belum mengetahui langkah pengasuhan digital yang tepat pada anak. Anak-anak seringkali mengakses media digital dan kurang mendapatkan pengawasan dari ibu anggota PKK khususnya di Desa Tepus Kulon. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu PKK tentang media digital, pemahaman tentang langkah pengasuhan dan pengawasan pemanfaatan media digital, dan pemahaman tentang langkah pembatasan internet pada anak. Metode yang digunakan adalah Community-Based Research (CBR) dengan empat fase yaitu 1) fase peletakan landasan atau membangun fondasi, 2) perencanaan penelitian, 3) pengumpulan data dan analisis, 4) tindak lanjut atas hasil penelitian. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman media digital sebesar 21%, peningkatan pemahaman tentang metode pengasuhan digital sebesar 41%, dan peningkatan pemahaman metode untuk membatasi penggunaan internet sebesar 32%. Program pengabdian kepada masyarakat ini efektif membantu orang tua dalam melakukan pengawasan penggunaan media digital pada anak. Kata Kunci: media digital, pengasuhan, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) [English]: The development of technology and its use in everyday life is a challenge for parents, including the members of the family empowerment and welfare program (PKK). On the other hand, the women PKK members also do not know the appropriate digital parenting steps for children. Children often access digital media and lack supervision from PKK member mothers, specifically in Tepus Kulon Village. This community service program aims to improve PKK mothers' understanding of digital media, parenting steps and supervision of digital media use, and internet restrictions on children. The method used was Community-Based Research (CBR) with four phases, namely 1) the phase of laying the foundation or building the foundation, 2) research planning, 3) data collection and analysis, 4) data analysis, and 5) data collection. data collection and analysis, 4) follow-up on the research results. The results show an increase in understanding of digital media by 21%, an increase in understanding of digital parenting methods by 41%, and an increase in understanding of methods to limit internet use by 32%. This community service program is effective in helping parents to supervise their children's use of digital media. Keywords: digital media, parenting, empowerment and family welfare program (PKK)
Edukasi remaja tentang pengenalan jenis perilaku bullying di sekolah melalui metode role plays Sapariah Anggraini; Selly Kresna Dewi
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 19 No. 1 (2023): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v19i1.6880

Abstract

[Bahasa]: Kasus bullying yang menimpa siswa di sekolah merupakan fenomena yang marak terjadi di dunia pendidikan sekarang ini. Perilaku bullying masih dianggap sebagai sesuatu yang biasa sehingga merugikan korban. Salah satu penyebabnya adalah siswa yang belum mengetahui jenis-jenis perilaku bullying. Oleh karenanya, perlu adanya suatu intervensi berupa kegiatan untuk mengenalkan siswa terkait jenis-jenis perilaku bullying. Program edukasi dengan metode role plays dirancang untuk memudahkan siswa memahami apa saja jenis perilaku bullying. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada siswa terkait bullying dengan menggunakan metode role plays dalam rangka meningkatkan pengetahuan siswa tentang perilaku bullying. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi melalui power point dan video, serta aplikasi tindakan melalui role plays. Evaluasi berupa tanya jawab secara langsung saat penyampaian materi dan memberikan feedback terhadap role plays yang sudah dibuat oleh siswa. Pretest dan posttest dengan kuesioner diberikan pada sesi awal dan akhir kegiatan. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sesudah diberikan edukasi dengan metode role plays sebesar 12 siswa (40%) masuk kedalam kategori pengetahuan baik, 13 siswa (44%) masuk dalam kategori pengetahuan cukup dan sebanyak 5 siswa (16%) masuk dalam kategori pengetahuan kurang. Dengan demikian edukasi melalui metode role plays terkait pengenalan jenis perilaku bullying dapat menjadi alternatif intervensi untuk membantu guru dan pihak sekolah dalam mensosialisasikan program anti bullying di sekolah. Kata Kunci: bullying, edukasi, remaja, role plays, sekolah [English]: Bullying cases against students in schools are a rampant phenomenon in education. Bullying is still considered an acceptable behaviour that can harm the victims. One of the reasons is that students do not know the types of bullying behaviour. Therefore, there is a need for an intervention programme to introduce students to the types of bullying behaviour. An educational program using the role plays method was designed to make it easier for students to understand what types of bullying behaviour are. This community service aims to provide education to students related to bullying by using the role plays method to increase students’ knowledge about bullying behaviour. The methods used include material delivery through power points and videos, as well as action application through role plays. The evaluation was carried out by direct question and answer during the delivery of material and providing feedback on role plays made by students. Pretests and posttests with questionnaires were given at the beginning and end of the activity. The results show an increase in knowledge after being given education with the method role plays 12 students (40%) fall into the category of good knowledge, 13 students (44%) fall into the category of sufficient knowledge, and as many as 5 students (16%) fall into the category of poor knowledge. Thus education through the method role plays regarding behaviour recognition bullying can be an alternative intervention to help teachers and the school socialise the anti-corruption program against bullying at school. Keywords: bullying, education, youth, role plays, school
Peningkatan kapasitas guru PAI dalam mendesain penelitian tindakan kelas di pondok pesantren Halimatussa’diah Nahdlatul Wathan Lombok Timur Ribahan; Fathurrahman Muhtar; Deddy Ramdhani; Suprapto
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 19 No. 1 (2023): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v19i1.6894

Abstract

[Bahasa]: Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kecamatan Masbagik Lombok Timur belum memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Salah satu upaya untuk membantu mereka adalah melalui pelatihan PTK. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru PAI di Kecamatan Masbagik dalam mendesain atau merancang PTK. Program pengabdian ini dilakukan di Ponpes Halimatussa’dian NW Lombok Timur. Partisipan dalam kegiatan pelatihan ini adalah 40 orang guru PAI di Kecamatan Masbagik Lombok Timur. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode workshop dengan melakukan tatap muka langsung di kelas memberikan pelatihan mengenai metode penelitian PTK, penyusunan proposal dan laporan PTK yang terdiri dari tiga tahapan kegiatan, yakni perencanan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa para guru PAI memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai terkait PTK, serta mampu melakukan perancangan PTK dengan baik. Proses bimbingan dan pendampingan telah membantu untuk menyempurnakan kemampuan mereka dalam merancang PTK dengan lebih baik. Kata Kunci: desain, kapasitas guru, Pendidikan Agama Islam, Penelitian Tindakan Kelas [English]: Islamic Religious Education (PAI) teachers in Masbagik, East Lombok, lack adequate knowledge and understanding of Classroom Action Research (CAR). One effort to assist them is through a workshop on CAR. This community engagement activity aims to enhance the knowledge and understanding of PAI teachers in Masbagik in designing CAR. The research was conducted at Halimatussa'diah Islamic Boarding School in East Lombok, with 40 PAI teachers from Masbagik involved in the workshop. The community engagement was carried out through a workshop involving face-to-face interactions in the classroom, training on CAR methods, and CAR proposal design exercise, consisting of three stages: planning, implementation, and evaluation. This community service program results show that PAI teachers possess adequate knowledge and understanding of CAR and are proficient in designing CAR projects. The guidance and mentoring process significantly improved their CAR design skills. Keywords: design, teacher capacity, Islamic religion education, Classroom Action Research
Pembuatan aplikasi Ta’allam untuk pelaksanaan kegiatan penyuluhan di KUA Kecamatan Bayan Lombok Utara Siti Frebdiana Kinira; Sayid Hidayatul Umam; Fikrihadi Kurnia
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 19 No. 1 (2023): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v19i1.7312

Abstract

[Bahasa]: Penerapan teknologi dalam kegiatan kerja menjadi aspek yang urgen untuk membantu mencapai hasil kerja yang lebih produktif. Dalam hal ini, Penyuluh Agama Islam yang bekerja di Kantor Urusan Agama (KUA) membutuhkan teknologi ini untuk dapat menyampaikan informasi secara fleksibel dan tepat sasaran. Oleh karenanya, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pembuatan Aplikasi dengan nama Ta’allam. Kegiatan pengabdian dilakukan di KUA Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Asset-Based Community Development (ABCD) yang merupakan pendekatan dengan memberdayakan komunitas yang dimana terdapat banyak asset yang dapat dimanfaatkan. Proses pelaksanaan terbagi menjadi 6 tahap kegiatan yaitu pengumpulan data, diskusi dengan pihak terkait (Kepala KUA, Penyuluh Senior), menetapkan serta menyusun materi untuk aplikasi, membuat aplikasi, sosialisasi, dan evaluasi. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa secara umum pengguna puas dengan aplikasi, namun disisi lain perlu dilakukan pengembangan dan perbaikan untuk dapat menghasilkan aplikasi yang dapat diterima baik oleh masyarakat luas. Dalam hal ini tindak lanjut yang perlu dilakukan adalah membuat aplikasi dengan memperhatikan metode penyajian materi yang lebih menarik, dan mencantumkan secara lengkap terhadap sumber dan dalil yang disampaikan di aplikasi. Hadirnya aplikasi Ta’allam dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap KUA secara umum dan masyarakat luas dalam meningkatkan kinerja dan ilmu yang dimiliki.  Kata Kunci: Kantor Urusan Agama (KUA), masyarakat, penyuluh, teknologi [English]: The use of technology in work activities has become essential to achieving more productive work outcomes. In this case, an Islamic Religious Counselor working for the Religious Affairs Authority (KUA) needs this technology to send information flexibly and on target. Therefore, this community service program created an app called Ta'allam. The program was conducted at KUA in Bayan, North Lombok District, West Nusa Tenggara. This community service program used the Asset-Based Community Development (ABCD) method to empower communities where many assets can be utilized. The implementation process comprises six stages: data collection, consultation with stakeholders (KUA leaders, senior counselor), preparation and assembly of application materials, application submission, socializing, and evaluation. The results indicate that users are generally satisfied with the application, but further development and improvements are needed to create an acceptable application for the wider community. In this case, the next step would be to apply, paying attention to a more interesting way of presenting the material and entirely listing the sources and arguments in the applicationThe Ta'allam application will significantly contribute to KUA and the broader community in performance and improve existing knowledge. Keywords: Religious Affairs Authority, community, counselor, technology
Pendampingan manajemen pada pelaksanaan program kelas khusus Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Yusuf Abdusatar Kediri Ahmad Sulhan; Nurul Lailatul Khusniyah
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 19 No. 1 (2023): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v19i1.7363

Abstract

[Bahasa]: Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yusuf Abdusatar  memiliki program unggulan yaitu kelas khusus Al-Qur’an. Pengajar yang dimiliki juga merupakan para penghapal Al-Quran. Namun manajemen pengelolaan program kelas khusus ini belum terstruktur dengan baik. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan manajemen pada pelaksanaan program kelas khusus Al-Qur’an. Kegiatan pendampingan dilakukan melalui pelatihan dan praktek langsung. Metode pengabdian masyarakat ini adalah Participatory Rural Apraisal (PRA) melalui pola pelatihan dan praktik langsung dengan strategi model pemberdayaan masyarakat partisipatif. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yusuf Abdusatar dengan partisipan seluruh pengasuh/pembina dan santri di MI Yusuf Abdusatar. Hasil kegiatan menyimpulkan bahwa penyelenggaraan kegiatan pendampingan manajemen pada program kelas khusus Al-Qur’an memberikan dampak yang cukup signifikan pada para pengurus lembaga pendidikan dan pengasuh santri terkait pelaksanaan manajemen program. Selain itu, para pengurus dan pengasuh santri sebagai pelaksana program kelas khusus Al-Qur’an juga mampu melakukan kegiatan evaluasi program dan penyelesaian masalah yang dihadapi selama pelaksanaan program khusus ini. Bahkan para pengasuh santri mampu menentukan metode dan teknik bimbingan bagi para santri yang aktif, inovatif dan kreatif yang berdampak pada peningkatan mutu santri. Hasil kegiatan ini juga masih bisa dilanjutkan untuk meningkatkan kompetensi para pengurus dan pengasuh santri dalam membuat perencanaan program kelas khusus Al-Qur’an ataupun program lainnya. Selain itu, tim pengabdian masyarakat juga bisa fokus pada pengembangan kompetensi teknologi digital para pengurus dan pengasuh santri sehingga mereka bisa menerapkan kemampuan itu pada manajemen lembaga. Kata Kunci: Al-Qur’an, kelas khusus, Madrasah Ibtidaiyah, manajemen [English]: Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yusuf Abdustar has a superior program, namely the Al-Qur'an particular class. The teachers are also memorizers of the Al-Quran, but the management of this program is not well structured. Therefore, this community service program aims to assist management in implementing the Al-Qur'an particular class program. Assistance activities are carried out through training and hands-on practice. The method used Participatory Rural Appraisal (PRA) through training and hands-on practice with a participatory community empowerment model strategy. The partner for this program is Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yusuf Abdusatar, with the participation of all caregivers/coaches and students at MI Yusuf Abdusatar. The results concluded that implementing management assistance activities in the Al-Qur'an particular class program had a significant impact on administrators of educational institutions and caregivers of students regarding the implementation of program management. In addition, administrators and caregivers of the students as executors of the Al-Qur'an particular class program can also conduct program evaluation activities and solve problems encountered during the implementation of this particular program. Even the caregivers of the santri can determine guidance methods and techniques for the santri, which are active, innovative and creative, which have an impact on improving the quality of the santri. The results of this activity can also be continued to improve the competence of administrators and caregivers of students in planning special Al-Qur'an class programs or other programs. In addition, the community service team can also focus on developing digital technology competencies for administrators and caregivers of students so that they can apply these skills to institutional management. Keywords: Al-Qur'an, particular class, Madrasah Ibtidaiyah, management
The internalization of religious values in bumi Sikerei: Improving the worship areas for the younger generation of sipuisilam Eka Putra Wirman; Firdaus; Hetti Waluati Triana; Muhammad Ilham
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 19 No. 2 (2023): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v19i2.6962

Abstract

[Bahasa]: Sipuisilam merupakan istilah yang mengacu pada kumpulan warga Bumi Sikerei yang memeluk agama Islam. Kajian terdahulu menunjukkan bahwa sipuisilam masih dilematis dalam menjalankan kewajiban sebagai umat muslim. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para sipuisilam segmen muda terkait nilai-nilai Islam serta menjalankan syariat Islam dengan penuh kesadaran. Kegiatan pengabdian ini menggunakan model Community Based Research yang direduksi menjadi 5 tahap (kuesioner, wawancara, Focus Group Discussion, pelaksanaan, dan evaluasi pelaksanaan). Berdasarkan model ini ditetapkan (1) sipuisilam segmen muda sebagai subjek pemberdayaan, (2) ranah ibadah sebagai focus pengabdian, (3) bentuk kegiatan ekspositori, ceramah/diskusi, dan praktek, dan (4) Yayasan Aksi Peduli Bangsa Desa Muntei dan guru agama Islam sebagai mitra kegiatan. Pelatihan dilakukan kepada 6 orang tutor dan 32 orang putera dan puteri dengan status siswa SMP dan SMA/SMK. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 55,6 % sipuisilam memiliki tingkat pemahaman terkait thaharah sudah sangat baik dan 33,12% sipuisilam memiliki tingkat pemahaman terkait shalat sudah sangat baik. Ini bermakna bahwa ketercapaian pengabdian pada ranah kognitif sudah melampaui standar target. Akan tetapi, pada ranah afektif dan psikomotor masih didominasi oleh level baik. Temuan ini mengindikasikan perlunya pendampingan dalam upaya internalisasi nilai-nilai Islam di tengah interaksi sosial dan kehidupan global. Kata Kunci: generasi muda sipuisilam, internalisasi nilai-nilai agama, Bumi Sikerei [English]: Sipuisilam is a term that refers to a group of Bumi Sikerei residents who embrace Islam. Previous studies show that Sipuisilam people are having dilemmas in carrying out their obligations as Muslims. This community service activity aims to increase the knowledge and understanding of the young generation of Sipuisilam people related to Islamic values and to carry out Islamic teachings. This community service activity uses the Community Based Research Model, which is reduced to 5 stages: questionnaire, interviewing, Focus Group Discussion, implementation, and evaluation of service activity. Based on the model, it is determined that (1) the subject of empowerment is the youth segment, (2) the religious practices area is focused, (3) the service activity form of expository lectures/discussions and practices, and (4) Yayasan Aksi Peduli Bangsa of Muntei village and Islamic Studies teachers as partners. The training was conducted for 6 tutors and 32 students from junior and senior high school/vocational school. The evaluation results showed that 55.6% of Sipuisilam residents had a very good level of understanding regarding thaharah and 33,12% of Sipuisilam people had a very good level of understanding regarding to shalat (Moslems’ praying). It means that the achievement of this community service for the cognitive domain has exceeded the target. However, the affective and psychomotor domains are still dominated at a good level. The findings indicate that assistance is needed to internalize Islamic values in social interaction and everyday life. Keywords: Sipuisilam younger generation, internalization of religious values, Bumi Sikerei