cover
Contact Name
Muchtaridi
Contact Email
ijpsteditor@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ijpsteditor@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology
ISSN : 23561971     EISSN : 2406856X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia (IJPST) adalah publikasi ilmiah pada seluruh aspek Sains dan Teknologi Farmasi. Jurnal ini diterbitkan 3 kali setahun untuk menyediakan forum bagi apoteker, dan profesional kesehatan lainnya untuk berbagi praktik terbaik, meningkatkan jaringan kerja dan pendekatan yang lebih kolaboratif dalam Sains dan Teknologi Farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2024)" : 15 Documents clear
In Vivo Study: Acute Toxicity and Hypnotic-Sedative Activity of the Ethyl Acetate Fraction of Polypodium feei Suwandi, Deden Winda; Mariyam, Imas Siti; Akbar, Muhammad; Auliasari, Nurul; Hamdani, Siva
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i2.44066

Abstract

Tanaman pakis tangkur (Polypodium feei., METT) merupakan tanaman yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa fraksi etil asetat akar pakis tangkur memiliki aktivitas analgetik kuat pada dosis 200 mg/kgbb. Obat yang aktif sebagai analgetika kuat biasanya memiliki efek lain seperti efek menenangkan dan menimbulkan rasa kantuk. Pada pengujian toksisitas akut dilaporkan bahwa ekstrak akar pakis tangkur bersifat depresan dengan menurunkan aktivitas motorik dan jumlah jengukan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis yang aman serta menentukan dosis efektif dari fraksi akar pakis tangkur sebagai hipnotik-sedatif pada hewan percobaan. Penelitian ini diawali dengan pengujian toksisitas akut dari fraksi etil asetat akar pakis tangkur melalui pengamatan perilaku hewan, penentuan bobot badan, indeks organ dan pengamatan makroskopik organ, serta penetuan nilai LD50. Sehingga diperoleh dosis yang aman untuk penggunaan pada hewan percobaan. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas hipnotik sedatif berdasarkan parameter jumlah jatuh, onset dan durasi tidur hewan. Induksi tidur dilakukan dengan pemberian fenobarbital secara interaperitoneal. Hasil pengujian toksisitas akut fraksi etil asetat akar pakis tangkur dosis 300, 1.000, 2.000, dan 5.000 mg/kgbb bersifat depresan dengan menurunkan aktivitas motorik dan jumlah jengukan hewan, dosis tertinggi menimbulkan perlemakan pada organ hati. Penggunaan dosis yang lebih kecil dari 1.000 mg/kgbb relatif tidak menimbulkan penyimpangan/gangguan pada hewan percobaan. Pada pengujian aktivitas hipnotik-sedatif diperoleh dosis 100 mg/kgbb sebagai dosis efektif. Peningkatan dosis yaitu 50, 100, dam 200 mg/kgbb dapat meningkatkan aktivitas hipnotik-sedatif yang ditunjukkan oleh peningkatan jumlah jatuh pada alat rotaroad, penurunan onset tidur, serta peningkatan durasi tidur hewan yang berbeda bermakna apabila dibandingkan dengan kelompok kontrol (P<0,05). Berdasarkan pengujian tersebut penggunaan yang aman dalam sekali pemberian dari fraksi etil asetat akar pakis tangkur adalah maksimal 1.000 mg/kgbb. Fraksi etil asetat memiliki aktivitas hipnotik-sedatif dengan dosis efektif 100 mg/kgbb.
Studi Disolusi Terbanding dari Tablet Febuxostat dengan Variasi Perbandingan Konsentrasi Hidroksipropil Selulosa dan Natrium Kroskarmelos Hambali, Luthfi Fathiinah; Soewandhi, Sundani Nurono; Satrialdi, Satrialdi
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i2.47328

Abstract

Febuxostat merupakan obat golongan anti asam urat, obat ini adalah turunan 2-arylthiazole yang bekerja dengan menurunkan kadar serum asam urat dengan penghambatan secara selektif pada xanthine oxidase (XO). Dalam beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa Febuxostat memiliki efikasi dan keamanan yang lebih baik dibandingkan Allopurinol. Febuxostat masih merupakan obat yang menjanjikan untuk dikembangkan di Indonesia dikarenakan berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hingga saat ini hanya terdapat  1 kompetitor obat copy generic berlogo yang beredar. Uji disolusi terbanding merupakan pengujian secara in vitro untuk membuktikan  similaritas obat copy yang dibandingkan terhadap produk innovator, dimana similaritas tersebut merupakan salah satu syarat registrasi obat, suatu obat copy dinyatakan similar terhadap produk innovator bila hasil perhitungan F2 pada uji disolusi terbanding > 50%. Uji disolusi terbanding dilakukan pada 3 pH yaitu 1,2; 4,5; dan 6,8. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan tablet Febuxostat dengan beberapa perbandingan konsentrasi hidroksipropil selulosa (HPS) dan natirum kroskarmelos (NKK). Desain percobaan dibuat dengan desain faktorial penuh menggunakan aplikasi Minitab 21. Konsentrasi hidroksipropil selulosa dioptimasi pada konsentrasi 3 dan 5% sedangkan natrium kroskarmelose dioptimasi pada konsentrasi 1 dan 4%.   HPSNKKTujuan dari penelitian ini adalah menemukan kombinasi HPS HPSdanNKK NKK yang tepat, untuk menghasilkan produk tablet yang memenuhi uji disolusi terbanding pada ketiga pH. Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi HPSNKK HPS : NKK (3:1) menghasilkan uji disolusi terbanding yang similar di ketiga pH, dimana nilai similaritas pada pH 1,2; 4,5; dan 6,8 berturut-turut sebesar 65,62; 74,72; dan 80,82. 
Penurunan Trigliserida dengan Suplemen Omega-3 pada Pasien Dislipidemia Lorensia, Amelia; Diputra, I Nyoman Yoga
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i2.42668

Abstract

Overweight dan obesitas terkait dengan berbagai penyakit pada sistem kardiovaskular, Trigliserida (TG) menjadi salah satu tanda klinis dari terjadi obesitas. Asam lemak omega-3 direkomendasikan untuk menurunkan TG pada hipertrigliseridemia. Tujuan penelitian adalah mengetahui efektifitas suplemen omega-3 dan menurunkan kadar TG pada dislipidemia. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one grup pretest-posttest design, dengan menganalisa pemberian omega-3 dengan dosis 1 g/hari selama 4 minggu terhadap kadar TG pasien. Lokasi penelitian di sebuah rumah sakit di Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, mulai bulan April-Agustus 2022. Variabel penelitian adalah suplemen omega-3 dan kadar TG. Responden adalah semua pasien dewasa dengan overweight/obesitas, yang menjalani rawat jalan di rumah sakit tersebut, dengan menggunakan teknik yaitu consecutive sampling dan purposive sampling. Analisa perbedaan kadar TG sebelum dan sesudah terapi suplemen omega-3 menggunakan uji t-test berpasangan (rasio) dan uji chi-square (ordinal). Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian adalah 36 orang. Nilai Sig.(2-tailed) dengan nilai-P sebesar 0,421>0,05, yang berarti tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian suplemen omega-3. Adanya kecenderungan penurunan kadar TG setelah pemberian suplemen omega-3 dan rata-rata penurunannya adalah 9,44 mg/dL.  Oleh karena itu , perlu dianalisa lebih lanjut terhadap parameter lipid lainnya dan faktor-faktor yang mempengaruhi TG, seperti genetic dan indeks massa tubuh (IMT).
Optimization of Oral Thin Film Cetirizine HCI by Response Surface Methodology: Disintegration and Mechanical Properties Nining, Nining; Amalia, Anisa; Rahmatullah, Rizki
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i2.44098

Abstract

Starch is a natural biopolymer used as a film-forming polymer on oral thin film (OTF). Its solubility can increase by modifying enzymes to form maltodextrin (MDX). Sorghum is a potential plant because it contains relatively high starch, 72.3-75.1%. The concentration of film-forming and plasticizers in OTF will significantly affect its disintegration and mechanical properties. This study aimed to obtain the optimal formula for OTF cetirizine HCl based on MDX-sorghum as a film-forming and triethyl citrate as a plasticizer using the Response Surface Methodology (RSM). Sorghum starch was enzymatically modified and characterized physically and mechanically. The formula is optimized based on the disintegration and mechanical properties of the film on the contour plot using Central Composite Design (CCD) in RSM. The percentage error between the predicted and actual values in the response validates the suggested model. The results showed that the production of MDX-sorghum was successful with a characteristic value of dextrose equivalent (DE) 6,3±0,13; swelling power of 2.87; solubility of 52.9%; and a yield of 86.71%. Response data from the 14 formulas obtained include disintegration time of 85-172 seconds, elongation 64.86-109.32%, and tensile strength from 1.4 to 3.57 MPa. The optimal formula suggested a concentration of 4.56% MDX-sorghum and 10% triethyl citrate, with desirability of 0.87. The model validation results show an error percentage of <5%, so the suggested model can be accepted.
Studi In Silico Potensi Antidiabetes Senyawa pada Black Garlic sebagai Inhibitor Enzim DPP-4 Sudirman, Virgiana Keisha Rajabi Johni; Priana, Diva Dhaifina Mazaya; Puspitasari, Citra Dewi; Hutapea, Ezra Calista; Muntashir, Ilham Mohammad; Pribadi, Alya Puteri Agustina; Parameswari, Natashya; Aulifa, Diah Lia
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i2.47506

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang berkaitan dengan gangguan metabolisme glukosa darah. Black Garlic memiliki potensi sebagai antidiabetes karena mengandung berbagai senyawa yang dapat mengontrol kadar gula darah seperti asam fenolik, senyawa flavonoid dan S-allyl-L-cysteine (SAC). DPP-4 merupakan enzim yang berperan penting sebagai target terapeutik dari gliptin dalam pengobatan diabetes mellitus mellitus tipe II. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan membuktikan potensi senyawa pada Black Garlic sebagai inhibitor enzim DPP-4 secara in silico melalui metode penambatan molekuler. Berdasarkan hasil penelitian, SAC memiliki nilai energi ikatan sebesar -5,36 kkal/mol dan nilai konstanta inhibisi sebesar 118,08 μM. Hal ini menunjukkan bahwa ikatan antara senyawa SAC dengan enzim DPP-4 bersifat stabil dan terbukti berpotensi sebagai inhibitor enzim DPP-4 dibandingkan keempat senyawa uji lainnya. Namun, senyawa SAC tidak lebih baik dari ligan alaminya karena memiliki nilai energi ikatan dan konstanta inhibisi yang lebih kecil. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa senyawa SAC pada Black Garlic tidak lebih efektif dibandingkan dengan ligan alaminya yaitu Vildagliptin tetapi tetap dapat berpotensi sebagai inhibitor enzim DPP-4.
In-Silico Studies of Musa balbisiana Colla with Proteins Promoting Antibiotic Resistance in Bacterial and Fungal Pathogens Ramdhani, Danni; Kusuma, Sri Agung Fitri; Kusmiati, Meti
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i2.54464

Abstract

Fruit of klutuk banana (Musa balbisiana Colla) has been used by Indonesian people to stop the diarrhea caused by the effect of dysentery and also fungal infections of the skin. In this study, we used molecular docking methods to investigate the mechanism of inhibition of their main bioactive compounds cholesta-5,7-dien-3beta-ol, cycloartenol, cyclomusalenone and were compared with the native ligand (the control drugs: amphotericin B, erythromycin and fluconazole) against the proteins responsible for antibiotic resistance in bacterial and fungal pathogens. The target receptor that plays a role were cytochrome P450 14-alpha-sterol demethylase (CYP51), N-myristoyl transferase (NMT), and penicillin-binding protein 3 (PBP3). Swiss ADME servers were used for the determination of Lipinski rule of 5, and drug-likeness prediction respectively, whereas, admetSAR and Protox-II tools were used for toxicity prediction. Cyclomusalenone performed the best binding affinity value -6.0, -8.5, and -6,1 (kcal.mol-1) compared than the control drugs (amphotericin B, erythromycin, and fluconazole). All the bioactive compounds are non-carcinogenic and non-cytotoxic by nature, and they all conform to the Lipinski rule. Based on these data, we recommend predicting the targets of bioactive compound for testing antifungal activity in vitro and in vivo.
Antiviral Activity of Various Glycoside Compounds Al Azzahra, Yunita; Muchtaridi, Muchtaridi; Yusuf, muhammad
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i2.44496

Abstract

Glycoside compounds consist of several groups of important compounds, such as flavonoids and alkaloids. Sometimes the glycosidic residues in glycoside compounds have an important role in their activity, but some can only increase their pharmacokinetic parameters. However, recent developments in molecular glycobiology have gained a greater understanding of the activity of aglycones vs. glycosides. Several glycoside compounds, such as flavonoid glycosides and Cardiac glycosides, have been known to have antiviral activity, including against Herpes Simplex Virus, Influenza, and Human Immunodeficiency Virus. Still, until now, the potential for various Glycoside compounds as antivirals have not been widely studied, although many biologically active compounds are in the form of glycosides. Further studies regarding the antiviral activity of this glycoside compound are needed to determine the possibility of this compound as an alternative for treating diseases caused by viruses.Keyword : flavonoid glikosida, cardiac glikosida, HSV, Influenza, HIV
Formulasi dan Evaluasi emulgel Celecoxib dengan Tween 80 dan Lesitin untuk Penghantaran Obat Transdermal Wibowo, Danang Novianto; Prihantini, Malinda; Aini, Rakhmatul; Yudianti, Husna S.
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i2.48498

Abstract

Celecoxib merupakan senyawa yang termasuk kategori BCS (Biopharmaceutics Classification System) kelas II yang memiliki kelarutan rendah dengan permeabilitas tinggi dan berdampak pada penurunan bioavailabilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentasi surfaktan lesitin terhadap karakteristik fisik sediaan emulgel celecoxib dan untuk mengetahui permeasi secara in vitro sediaan emulgel celecoxib dengan variasi konsentrasi lesitin sebagai surfaktan.Sediaan emulgel celecoxib dibuat dalam enam formula dengan masing-masing variasi konsentrasi surfaktan lesitin pada formula 1 (3%), formula 2 (5%), dan formula 3 (7%) dan variasi konsentrasi surfaktan tween 80 pada formula 4 (5%), formula 5 (10%), dan formula 6 (15%). Sediaan emulgel dievaluasi karakteristik fisiknya meliputi organoleptis, homogenitas, penentuan tipe emulsi, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, dan dilakukan uji permeasi in vitro menggunakan metode sel difusi Franz. Data hasil uji organoleptis, homogenitas, dan penentuan tipe emulsi dianalisis secara deskriptif. Sedangkan untuk pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat dari setiap formula dianalisis menggunakan regresi linier, untuk data hasil uji permeasi in vitro dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi surfaktan lesitin maka semakin tinggi pula nilai pH, viskositas, dan daya lekat emulgel. Peningkatan konsentrasi lesitin sebagai surfaktan meningkatkan jumlah celecoxib terpenetrasi per satuan luas area difusi dan laju penetrasi celecoxib.Kata kunci: Celecoxib, emulgel, surfaktan, lesitin.
O-CITRI Soap: Antibacterial Paper Soap Made from Orange Peel (Citrus sinensis L.) and Basil (Ocimum sanctum L.) Fitriyani, Fitriyani; Bustomi, Mochammad Y. A.; Maulina, Novia; Kinasih, Larasati S.; Arriziq, Muhammad A.
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i2.52344

Abstract

Basil (Ocimum sanctum L.) have a dominant content of citral compounds with antibacterial activity. Another plant suspected to contain antibacterial bioactive components is orange peel. Orange peel (Citrus sinensis L) contains phenolic compounds (phenolic acids, flavonones, and polymethoxylated flavones), carotenoids, and ascorbic acid. Phenolic compounds are known to have several activities such as antimicrobial, antioxidant, anticancer, anti-inflammatory, and anti- allergic. The aim of this research is to prove that the combination of orange peel and basil extracts has antibacterial effects against Staphylococcus aureus, which can be formulated as paper soap which is named O-Citri. This research method is experimental, involving the physical and chemical evaluation of the formulation, as well as antibacterial activity testing. The research results show that the combination of orange peel and basil extracts in the paper soap formulation has antibacterial effects. The highest concentration combination for antibacterial activity is F1 with a ratio of orange peel and basil extract at 5%:15%.
Preparasi dan Karakterisasi Nanokolagen dari Tulang dan Kulit Belut Sawah (Monopterus albus) yang Berpotensi sebagai Bahan Baku Kosmetik Puspitasari, Dian; Saryanti, Dwi
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i2.38842

Abstract

Pengembangan bahan baku kosmetik berbasis nanopartikel semakin banyak dikembangkan dengan alasan karena partikel dengan ukuran nano akan lebih mudah untuk diserap dan terdifusi dalam kulit daripada partikel yang memiliki ukuran lebih besar. Hal ini juga lah yang mendasari dikembangkannya nano kolagen dari tulang dan kulit belut sawah yang berpotensi sebagai bahan baku kosmetik. Untuk membuktikan keberhasilan preparasi nano kolagen dari tulang dan kulit belut sawah tersebut maka pada penelitian ini dilakukan karakterisasi nanokolagen yang dihasilkan. Pada Penelitian ini kolagen diisolasi dengan Metode asam basa dilanjutkan dengan pengecilan ukuran partikel secara top down selanjutnya nanokolagen yang diperoleh dikarakterisasi meliputi kadar air, kadar lemak, kadar protein, ukuran partiel, zeta potensial dan analisis gugus fungsi dengan FTIR. Dari penelitian ini diperoleh Nanokolagen dari kulit dan tulang belut sawah dengan rendemen 2,28% yang memiliki karakteristik sebagai berikut kadar air 7,35 ± 0,38 %, kadar lemak 13,22 ± 0,41 %, kadar protein 24,89 ± 0,27 %, ukuran partikel  591,6 ± 77,2 nm, zeta potensial 0.2 mV  dan hasil analisa FTIR menunjukkan puncak serapan khas kolagen yaitu Amida A, Amida B, Amida I, Amida II dan III.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12 (2025): Vol. 12 Suppl. 2 (2025) 2025: Vol. 12 Suppl. 1 (2025) Vol 12, No 3 (2025) Vol 12, No 2 (2025) Vol 12, No 1 (2025) 2024: Suppl. 6, no. 3 (The 3rd Mandala Waluya International Conference on Pharmaceutical Science and Vol 11, No 3 (2024) Vol 11, No 2 (2024) Vol 11, No 1 (2024) 2024: Suppl. 6, No. 2 (Universitas Halu Uleo Conference) 2024: Suppl. 6, No. 1 (Special Issue for Mulawarman Pharmaceutical Conference) Suppl. 5, No. 2 (2023) Special Issue for The 3rd Bandung International Teleconference on Pharmacy (B Vol 10, No 3 (2023) Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Suppl. 5, No. 1 (2023) Vol 9, No. 3, 2022 Vol 9, No. 2, 2022 Vol 9, No 1 (2022) Suppl. 4, No. 1 (2022) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021) Suppl. 3, No. 1 (2021) Vol 7, No 3 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019 In Press) Vol 6, No 1 (2019) Suppl. 2, No. 3 (2019) Suppl. 2, No. 2 (2019) Suppl. 2, No. 1 (2019) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Suppl 1, No. 1 (2018) Suppl 1, No. 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Supp 1, No 1 (2017) Supp 1, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue